Media Pembelajaran Interaktif Microsoft Excel 2003
Sekolah Dasar Negeri 01 Sukosari
Dyah Ayu Retno Palupi
[email protected]
ABSTRAKSI - Seiring dengan kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien,
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan adalah suatu keniscayaan.
Penelitian tentang Intelligent Tutoring System (ITS), Computer Based Traning (CBT), atau eLearning
System adalah bukan barang baru, dan saat ini telah menuju ke implementasi riil dalam proses belajar
mengajar. Di Sekolah Dasar Negeri 01 Sukosari proses belajar mengajar masih menggunakan cara
konvensional, termasuk dalam pelajaran Teknologi Informatika. Oleh karena itu, dalam penelitian ini
akan dikembangkan suatu Media Pembelajaran Interaktif dengan memilih Sekolah Dasar Negeri 01
Sukosari sebagai objek penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu media pembelajaran dengan menggunakan
multimedia interaktif. Dengan konsep pembelajaran ini akan membawa pengaruh terjadinya proses
transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi dan sistemnya.
Agar memperoleh Media Pembelajaran Interaktif yang baik, maka dalam penelitian dilakukan
dengan menggunakan Studi Literatur, Observasi, Wawancara, Analisis, Perancangan, Pembuatan,
Uji coba, dan Implementasi.
Hasil penelitian ini, dapat membuat proses belajar mengajar Mata Pelajaran Teknologi
Informatika materi Microsoft Excel 2003 di Sekolah Dasar Negeri 01 Sukosari lebih efektif dan efisien.
Kata kunci : Microsoft Excel 2003, Media Pembelajaran
1.1 LATAR BELAKANG
Seiring dengan kebutuhan akan metode
pembelajaran yang lebih efektif dan efisien,
pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi untuk pendidikan adalah
keniscayaan. Konsep pembelajaran ini
membawa pengaruh terjadinya proses
transformasi pendidikan konvensional ke
dalam bentuk digital, baik secara isi dan
sistemnya. Dengan pengembangan konten
oleh guru maka proses belajar mengajar lebih
efektif dan efisien sesuai dengan kurikulum.
Mata
Pelajaran Teknik Informatika
merupakan mata pelajaran muatan lokal di
Sekolah Dasar Negeri 01 Sukosari. Baru dua
tahun ini pelajaran ini diberikan, tahun
pertama guru mengenalkan dasar-dasar
komputer dan pengoperasian dasar komputer
seperti, menggunakan mouse dan keyboard.
Siswa sangat antusias dengan pelajaran ini
karena guru memberikan kebebasan pada
siswa untuk memainkan game edukasi supaya
siswa merasa senang mengoperasikan
komputer. Dari konsep seperti ini hasilnya
banyak siswa yang dapat menggunakan
mouse dan keyboard dengan baik.
Setelah dasar pengoperasian komputer
dapat siswa kuasai, guru memberikan materi
baru yaitu Microsoft Excel 2003. Guru
menerangkan materi yang akan dipraktekkan
di dalam kelas lalu siswa mempraktekkannya
dengan komputer di dalam laboratorium
komputer. Cara ini kurang efektif dan efisien
karena siswa tidak dapat menangkap materi
yang akan dipraktekkan. Ketika
mempraktikkan Microsoft Excel 2003 ternyata
guru harus menuntun seluruh siswa satu
persatu meskipun materinya sederhana.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1) Daya tangkap terhadap materi Microsoft
Excel 2003 Sekolah Dasar Negeri 01
Sukosari rendah ketika materi disampaikan
secara konvensional
2)
Belum adanya Media Pembelajaran
Interaktif Microsoft Excel 2003 di Sekolah
Dasar Negeri 01 Sukosari
3) Bagaimana
membuat
Multimedia
Pembelajaran Interaktif Microsoft Excel
2003, yang dapat membuat proses belajar
mengajar lebih efektif dan efisien sesuai
dengan kurikulum.
1.3 BATASAN MASALAH.
1) Membuat Media Pembelajaran berformat
Interaktif
2) berbasis Destop
1.4 TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menciptakan Media Pembelajaran Interaktif
Microsoft Excel2003 yang sesuai dengan
kurikulum yang berlaku
1.5 MANFAAT
1) Proses belajar mengajar akan lebih efektif
dan efisien. Sehingga peserta didik dapat
menikmati kemajuan teknologi yang
berkembang dalam proses belajarnya
2) Hasil dari proses belajar mengajar dengan
konsep seperti ini siswa lebih memahami
materi yang disampaikan, sehingga tidak
lagi menemui banyak kendala dalam
mempraktekkan materi tersebut dengan
komputer.
3) Siswa dapat belajar secara mandiri di
rumah maupun disekolah.
.
2.1 GAMBARAN UMUM
Sekolah Dasar Negeri 01 Sukosari
didirikan pada tahun 1962 diatas tanah seluas
1.445 m², terdiri atas luas bangunan 750 m²,
terletak di desa Bakaran, Sukosari, Kecamatan
Jumantono, Kabupaten Karanganyar. SD
Negeri 01 Sukosari didirikan dengan SK
Gubernur Kepala Daerah Jawa Tengah No:
S.R./Kep./PDK 12/1/5
SD Negeri 01 Sukosari mempunyai
jumlah ruang kelas sebanyak 6 ruang.
Sedangkan terdapat satu ruang kepala
sekolah, satu ruang Guru, satu ruang UKS,
satu ruang Perpustakaan serta ruang-ruang
lain yang turut mendukung. Sebuah mushola
melengkapi jumlah gedung di SD Negeri 01
Sukosari.
Adapun visi dan misi Sekolah Dasar
Negeri 01 Sukosari sebagai berikut :
1) Visi
Cerdas, terampil, Taqwa, dan berbudi
luhur
2) Misi
a. Meningkatkan mutu pendidikan sesuai
denagn tuntunan masyarakat dan
perkembangan IPTEK
b. Meningkatkan prestasi dalam bidang
ekstra kurikuler sesuai dengan potensi
yang dimiliki siswa
c. Membentuk manusia yang berbudi
luhur dengan terampil dan
bertanggung jawab
d.
Meningkatkan program ungulan
sekolah (BTA).
2.2 LANDASAN TEORI
Dalam pembuatan Media Pembelajaran
Microsoft Excel 2003 pada Sekolah Dasar
Negeri 01 Sukosari penulis mencari referensi
dari beberapa sumber sebagai landasan teori
untuk hasil yang lebih baik dan dapat
dipertanggungjawabkan kepada Sekolah
Dasar Negeri 01 Sukosari yang telah
memberikan ijin dalam pembuatan Media
Pembelajaran Microsoft Excel 2003, serta
kepada pihak Universitas Surakarta sebagai
tugas Kerja Praktik. Referensi yang digunakan
sebagai landasan teori pada pembuatan
Microsoft Excel 2003 pada Sekolah Dasar
Negeri 01 Sukosari meliputi :
1) Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi
peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar.
Pembelajaran merupakan bantuan yang
diberikan pendidik agar dapat terjadi
proses pemerolehan ilmu dan
pengetahuan, penguasaan kemahiran dan
tabiat, serta pembentukan sikap dan
kepercayaan pada peserta didik. Proses
pembelajaran dialami sepanjang hayat
seorang manusia serta dapat berlaku di
manapun dan kapanpun (Edi
Noersasongko, 2008).
2) Pengertian Multimedia Pembelajaran
Multimedia pembelajaran memiliki arti :
kombinasi dokumen, teks dan grafik.
Namun definisi lebih spesifik adalah
perpaduan antara teks, grafik, sound,
animasi, dan video untuk menyampaikan
pesan kepada publik. Multimedia terbagi
menjadi dua kategori yaitu:
a. Multimedia Linier : suatu media yang
tidak dilengkapi dengan alat apapun
untuk mengontrol yang dilakukan oleh
user. Presentasi ini berjalan sekuen
sebagai garis lurus dan tidak ada
interaktifitas antara pengguna dan
media, contohnya TV dan Film.
Presentasi ini digunakan bila jumlah
audiens lebih dari satu orang.
b. Multimedia Interaktif : suatu media
yang dilengkapi dengan alat untuk
mengontrol yang dilakukan oleh user,
sehingga dapat memilih apa yang
dikehendaki untuk proses selanjutnya.
Umumnya dapat berjalan dengan
bantuan beberapa alat yaitu:
Komputer, mouse, keyboard, sound,
dan alat lain yang menunjang.
Contohnya Multimedia Interkatif : CD
(Compact Disk) Software, CD Games.
Jadi multimedia pembelajaran adalah
multimedia interaktif yang digunakan dalam
proses pembelajaran. Lebih berorientasi ke
konten termasuk di dalamnya interaktifitas,
grafis, sound dan berbagai teknik untuk
membantu memahamkan ke anak didik
dengan cepat (Romi Satria Wahono, 2008).
Sistem multimedia terdiri dari unsur-unsur
pendukung yang membentuk satu kesatuan
yaitu :
a. Teks
Tampilan teks dalam program dapat
membantu memberikan kemudahan
dalam menyajikan beberapa informasi
yang tidak bisa diberikan oleh unsur
gambar dan suara.
b. Gambar
Sebuah bentuk penyajian informasi
yang berupa gambar atau foto yang
dapat mewakili mengungkapkan
informasi yang berasal dari beberapa
teks. Penyajian informasi berupa
gambar pada umumnya menggunakan
tipe bitmap yang dapat menghasilkan
tampilan yang lebih menarik.
c. Audio
Audio merupakan suatu unsur
multimedia yang berupa suara dan
mempunyai file bertipe seperti
Waveform Audio (Wav), MP3(MPEG-1
Audio Layer 3), dan MIDI(Musical
Instrument Digital Interface).
d. Animasi
Animasi multimedia merupakan proses
pembentukan gerakan dari
bermacam-macam media atau objek yang
divariasikan dengan efek dan filter,
gerakan-gerakan transisi serta
suara-suara yang selaras dengan gerakan
animasi.
e. Video
Gerakan penuh dinamika seperti pada
video dalam gerak lambat atau motion
picture atau gerak cepat. Secara
asasnya video adalah alat atau media
yang dapat menunjukkan benda yang
nyata. video sebagai media digital
yang menunjukkan susunan atau
urutan gambar-gambar dan
memberikan ilusi, gambaran serta
fantasi kepada gambar yang bergerak.
Video merupakan sumber atau media
yang paling dinamik serta efektif dalam
menyampaikan suatu informasi.
Gerakan penuh dinamika video dalam
gerak lambat atau motion picture atau
gerak cepat menimbulkan kesan yang
benar-benar hidup dan realistis. (Romi
Satria Wahono, 2008).
3) Alat Penelitian
Macromedia Director MX, untuk menjalankan
software ini membutuhkan hardware yang
tidak terlalu berat, sama halnya Ms. Office.
Macromedia Director MX dapat berjalan
dengan baik di komputer dengan processor
intel pentium 1 dengan Clock Speed 100 Mhz
dan 233 Mhz, dengan memori 32 MB. Dalam
istilah perfilman, Macromedia Director MX
merupakan sutradara dalam pembuatan
proyek multimedia, karena dapat
mengikutsertakan/import pemain-pemain yang
berbeda karakter untuk proyek multimedia,
seperti : Photoshop, 3D Studio Max, MP3
atau audio lain, Flash,
Video
(Hendi
Hendratman, 2006).
Macromedia Captivate, digunakan untuk
membuat video dan soal interaktif. Ada
beberapa spesifikasi hardware yang perlu
diperhatikan, agar kinerja komputer lebih
optimal pada saat program dijalankan.
Adapun spesifikasi komputer untuk sistem
operasi Windows antara lain, Minimal Intel
Pentium 200 MHz dengan Windows 98 SE /
Windows ME / Windows NT 4.0 / Windows
2000 / Windows XP atau yang lebih baru.
Kebutuhan RAM sebesar 64 dan kapasitas
harddisk kosong sebesar 52 MB. Monitor
warna 16 Bit dengan resolusi 1024 x 768
(Renati Winong Rosari
, 2006).
2.3 KAJIAN PUSTAKA
Berdasarkan hasil penelitian I Nyorman
Medika (2008) yang berjudul Pengembangan
Multimedia Dalam Pembelajaran Kosakata
Bahasa Inggris di SD menyatakan bahwa
Multimedia pembelajaran merupakan
komponen sistem penyampaian pengajaran
yang dapat digunakan dalam mendukung
proses pembelajaran yang pengembangannya
dilandasi oleh persepsi bahwa pembelajaran
akan berlangsung dengan baik, efektif dan
menyenangkan jika didukung oleh media
pembelajaran yang dapat menarik minat dan
perhatian siswa.
Sedangkan menurut Rudi
Hendrawansyah dan Y. Tyas Catur Pambudi
(2009) di dalam penelitian yang berjudul
Multimedia Pembelajaran Lithosfer Untuk SMA
Kelas X menyatakan bahwa Teknologi
Komputer telah dikembangkan menjadi
perangkat bantu dalam sistem pembelajaran
dengan tujuan untuk membantu siswa dalam
memahami konsep-konsep materi
pembelajaran yang disajikan secara interaktif
oleh sistem serta mampu memberikan
informasi lebih dari yang disampaikan melalui
metode konvensional.
Berdasarkan kedua penelitian tersebut
maka dapat disimpulkan bahwa manfaat
multimedia pembelajaran adalah salah satu
komponen sistem penyampaian pengajaran
yang digunakan sebagai pendukung proses
pembelajaran sehingga akan berlangsung
baik, efektif dan bertujuan untuk membantu
siswa dalam memahami konsep-konsep materi
pembelajaran yang disajikan secara interaktif
oleh sistem serta mampu memberikan
informasi lebih dari yang disampaikan melalui
metode konvensional.
3.1 OBYEK
PENELITIAN
Obyek penelitian dalam penulisan Kerja
Praktik adalah Media Pembelajaran Interaktif
Microsoft Excel 2003 Sekolah Dasar Negeri 01
Sukosari.
Sekolah Dasar Negeri 01 Sukosari sudah
memiliki satu ruangan laboraturium Komputer
yang terdapat barang- barang sebagai berikut
Komputer 6
Buah
Printer 3
Buah
Silabus 1
Buah
Buku Materi
2 Buah
Tabel 3.1. Tabel barang yang ada di ruangan
Laboratorium Komputer
Dalam kegiatan belajar mengajar tersebut
masih dilakukan secara konvensional,
pembelajaran yang masih berpusat pada guru.
Sedangkan Pembelajaran sekarang ini siswa
dituntut untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar
mengajar.
Sekolah Dasar Negeri 01 Sukosari belum
mempunyai Media Pembelajaran interaktif
yang digunakan untuk pembelajaran Teknologi
Informatika khususnya materi Microsoft Excel
2003.
Salah satu cara untuk menciptakan
pembelajaran yang berpusat pada siswa maka
penulis merekomendasikan untuk membuat
Media Pembelajaran Interaktif Microsoft Excel
2003 yang sesuai dengan kurikulum yang
digunakan di Sekolah Dasar Negeri 01
Sukosari.
Gambar 3.1 Ruangan Laboratorium
Komputer
3.2 ANALISIS KEBUTUHAN
Adapun dua jenis analisis yang digunakan
penulis untuk menganalisa pembuatan media
Pembelajaran Interaktik Microsoft Excel 2003
SDN 01 Sukosari adalah sebagai berikut :
1) Analisis
Sistem
Mata Pelajaran Teknik Informatika
merupakan mata pelajaran muatan lokal di
Sekolah Dasar Negeri 01 Sukosari. Baru
dua tahun ini pelajaran ini diberikan, tahun
pertama guru mengenalkan dasar-dasar
komputer dan pengoperasian dasar
komputer seperti, menggunakan mouse
dan keyboard. Setelah dasar
pengoperasian komputer dapat siswa
kuasai, guru memberikan materi baru yaitu
Microsoft Excel 2003. Guru menerangkan
materi yang akan dipraktikkan di dalam
kelas lalu siswa mempraktikkannya
dengan komputer di dalam laboratorium
komputer. Ketika guru menyampaikan
materi di dalam kelas siswa cepat merasa
bosan karena mereka selalu
membayangkan hal-hal baru yang belum
mereka ketahui dan mereka lakukan. Cara
ini kurang efektif dan efisien karena siswa
tidak dapat menangkap materi yang akan
dipraktikkan dengan baik. Ketika
mempraktikkan Microsoft Excel 2003
ternyata guru harus menuntun seluruh
siswa satu persatu meskipun materinya
sederhana.
2) Analisis
Kebutuhan
Analisis kebutuhan ada 2 macam yaitu
analisis kebutuhan user dan analisis
kebutuhan perancang / penulis. Adapun
uraiannya adalah sebagai berikut :
a. Analisis Kebutuhan Pengguna
Dari hasil wawancara peneliti
dengan guru dan siswa diperoleh
satu kebutuhan adanya media
pembelajaran Interaktif Microsoft
Excel 2003 yang dapat digunakan
sebagai media pembelajaran mandiri.
Dengan adanya media pembelajaran
mandiri siswa tidak sekedar
mendengarkan ceramah, mencatat
dan menjawab pertanyaan ketika
guru menyampaikan materi. Siswa
dapat belajar menggunakan media
pembelajaran Interaktif Microsoft
Excel 2003 di sekolah maupun di
rumah. Media pembelajaran mandiri
ini dapat difungsikan sebagai sumber
materi dalam pembelajaran. Sehingga
dalam proses pembelajaran siswa
merupakan subyek dan guru sebagai
fasilitator.
Hasil analisis kebutuhan guru
terhadap media pembelajaran
interaktif Microsoft Excel 2003 adalah:
1.
Isi media pembelajaran Interaktif
Microsoft Excel mendukung
pelaksanaan kurikulum
pelajaran Teknologi Informasi
dan Komunikasi, khususnya
dalam materi Microsoft Excel
2003.
2.
Media pembelajaran tersebut
disertai Standar Kompetensi dan
Kompetensi dasar yang
digunakan di SD Negeri 01
Sukosari
3.
Media pembelajaran tersebut
mudah dijalankannya dan tidak
membutuhkan proses instalasi.
4.
Media pembelajaran tersebut
memiliki tutorial cara
penggunaannya.
5.
Media pembelajaran Interaktif
Microsoft Excel 2003 tersebut
disertai dengan alat evaluasi
yang berguna untuk mengukur
kemampuan siswa.
6.
Media pembelajaran disertai
latihan praktik yang dapat
dilakukan secara langsung tanpa
membuka aplikasi Microsoft Excel
2003.
Hasil analisis kebutuhan siswa terhadap
Media pembelajaran Interaktif Microsoft
Excel 2003 tersebut adalah:
1. Mudah menjalankannya dan ada
cara penggunaanya
2. Media pembelajaran disertai
dengan alat evaluasi dan video
pembelajaran.
3. Media pembelajaran disertai
latihan praktik
b. Analisis
Kebutuhan
Perancang/
Penulis
Dalam pembuatan Media Pembelajaran
Interaktif Microsoft Excel 2003 penulis
menggunakan software Macromedia Director
MX 2004, Adobe Captivate, Adobe Photoshop,
dan Cool EditPro. Sedangkan hardware yang
digunakan untuk pembuatan Media
Pembelajaran Interaktif Microsoft Excel 2003
sebagai berikut:
No Hardware/
Software Spesifikasi Minimum 1 Processor
AMD Athlon™X2 DualCore QL-64 2.1O GHz
2 Memory 1 GB
3 Monitor ATI Radeon HD3200 Graphics 4 Operating System Windows XP Profesional 2002 SP 2 5 Hard disk 240 GB
Tabel 3.2. Spesifikasi minimum komputer
untuk penelitian
Spesifikasi komputer yang digunakan dalam
penelitian untuk menjalankan Media
Pembelajaran adalah sebagai berikut :
No Hardware/ Software Spesifikasi Minimum
1 Processor Pentium (R) 4 CPU 1,70 GHz
2 Memory 256 MB
3 Monitor Resolusi 800X600
4 Operating System Windows XP Profesional 2002 SP 2
5 Hard disk 40 GB