• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE : studi deskriptif pada siswi kelas VIII SMP Kartika XIX-2 Bandung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE : studi deskriptif pada siswi kelas VIII SMP Kartika XIX-2 Bandung."

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE

(Studi Deskriptif pada Siswi Kelas VIII SMP Kartika XIX-2 Bandung)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi

oleh

NEA MUSTIAKA SARI 1103258

PRODI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKRASI DEPARTEMEN PENDIDIKAN OLAHRAGA

FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE

Oleh

Nea Mustiaka Sari

(3)

© Nea Mustiaka Sari 2015

Universitas Pendidikan Indonesia

September 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(4)

LEMBAR PENGESAHAN

NEA MUSTIAKA SARI

PROFIL KOSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE

Disetujui dan Disahkan oleh Pembimbing: Pembimbing I

Dr. Hj. Tite Juliantine, M.Pd NIP. 196807071992032001

Pembimbing II

Dra. Hj. Oom Rohmah, M.Pd NIP. 196005181987032003

Mengetahui Ketua Program Studi

Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

(5)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

i

ABSTRAK

Nea Mustiaka Sari Nim. 1103258 Skripsi: Profil Konsentrasi Belajar Siswi yang Mengalami Dismenore. Skripsi ini dibimbing oleh Pembibing I Dr. Hj. Tite Juliantine, M. Pd dan Pembimbing II Dra. Hj. Oom Rohmah, M.Pd Program Studi Pendidikan Jasmani, kesehatan dan Rekreasi. Universitas Pendidikan Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil konsentrasi belajar siswi yang mengalami dismenore. Dismenore adalah gangguan menstruasi yang

sering dialami perempuan seperti nyeri perut bagian bawah, menstruasi tidak teratur, nyeri pinggang, dan lemas maka hal tersebut disebut dismenore.

Dismenore adalah nyeri di perut bagian bawah ataupun dipunggung bagian bawah

akibat gerakan rahim yang meremas-remas (kontraksi) dalam usaha untuk mengeluarkan lapisan dinding rahim yang terlepas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah siswi yang mengalami

dismenore sebanyak 10 orang. Pengambilan sampel diperoleh melalui teknik sampling purposive (sampel dengan pertimbangan tertentu). Penelitian ini

menggunakan kuesioner / angket tertutup untuk mendapatkan data gambaran mengenai konsentrasi belajar siswi. Berdasarkan data yang telah didapat menunjukkan bahwa, penurunan konsentrasi belajar siswi yang mengalami

dismenore sebesar 76, 4 % dan termasuk dalam kriteria tinggi. Rekomendasi

yang dapat dikemukakan berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah bagi peneliti khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya agar dapat lebih memperhatikan siswi yang sedang mengalami dismenore.

(6)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ii

ABSTRACT

Nea Mustiaka Sari Nim. 1103258 Essay: Concentration Profile Of Student Learning Experience Dysmenorrhea. This essay guided by advister I Dr. Hj. Tite Juliantine, M. Pd and advister II Dra. Hj. Oom Rohmah, M.Pd. Program of physical adecation study, health and recreation. Indonesia of Education University

This study aims to describe the concentration profile of the student learning experience dysmenorrhea. Dysmenorrhea is a menstrual disorder that is often experienced by women such as lower abdominal pain, irregular menstruation, back pain, and weakness then it is called dysmenorrhea. Dysmenorrhea is pain in the lower abdomen or in brisket lower part of the uterus due to movement of wringing (contraction) in an attempt to remove the uterine lining apart. This research uses descriptive method, the population in this study were female students who have dysmenorrhea as many as 10 people. Samples were obtained through purposive sampling techniques (sampling with particular consideration). This study used a questionnaire / questionnaire enclosed to obtain image data on the concentration of student learning. Based on the data already obtained show that, a decrease in the concentration of the student learning experience dysmenorrhea by 76, 4% and is included in the high criteria. Recommendations that can be put forward relating to the results of this research is for researchers in particular and for the readers in general in order to pay more attention to students who are experiencing dysmenorrhea.

(7)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

iii

UCAPAN TERIMA KASIH ... iv

DAFTAR ISI ... vii

2. Pengertian Konsentrasi Belajar ... 13

3. Pengertian Dismenore ... 20

B. Kerangka Berpikir ... 36

BAB III METODE PENELITIAN ... 38

A. Desain Penelitian ... 38

B. Partisipan ... 38

C. Populasi dan Sampel ... 39

D. Instrumen Penelitian ... 39

E. Prosedur Penelitian ... 47

(8)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

iii

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN ... 52

A. Pemaparan Data Penelitian ... 52 B. Diskusi Penemuan ... 54

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI…………..…….58

A. Simpulan ... 58 B. Implikasi dan Rekomendasi ... 58

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(9)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

iii

DAFTAR TABEL

TABEL 3.1 Kisi-Kisi Kuesioner / Angket Konsentrasi Belajar Siswi ... 41

TABEL 3.2 Tabel Pemberian Nilai Alternatif Jawaban Angket Skala Likert .. 42

TABEL 3.3 Hasil Uji Validitas ... 43

TABEL 3.4 Hasil Uji Validitas Item... 45

TABEL 3.5 Kisi-Kisi Angket Konsentrasi Belajar Siswi Setelah Ujicoba ... 46

TABEL 3.6 Interpretasi Nilai ... 47

TABEL 3.7 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Konsentrasi Belajar Siswi ... 47

TABEL 3.8 Kriteria Frekwensi Presentase ... 51

TABEL 4.1 Hasil Perhitungan Rata-Rata dan Simpangan Baku ... 52

TABEL 4.2 Hasil Pengujian Normalitas Liliefors ... 52

TABEL 4.3 Presentase Konsentrasi Belajar Siswi yang Mengalami Dismenore ... 53

(10)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

iii

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR 3.1 Desain Penelitian ... 38

GAMBAR 3.2 Langkah-Langkah Penelitian ... 48

GAMBAR 4.1 Grafik Presentase Konsentrasi Belajar Siswi yang mengalami

(11)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

iii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A : SK Judul Skripsi LAMPIRAN B : Surat Ijin Penelitian

LAMPIRAN C : Surat Keterangan Melakukan Penelitian LAMPIRAN D : Instrumen Uji Coba Angket

LAMPIRAN E : Hasil Uji Validitas Instrumen LAMPIRAN F : Hasil Uji Reliabilitas Instrumen LAMPIRAN G : Instrumen Penelitian

LAMPIRAN H : Hasil Penelitian

LAMPIRAN I : Rata-rata dan Simpangan Baku LAMPIRAN J : Uji Normalitas Liliefors

LAMPIRAN K : Hasil Perhitungan Presentase Alternatif Jawaban LAMPIRAN L : Hasil Analisis Data Setiap Indikator

(12)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masa remaja merupakan masa transisi antara masa anak-anak dan masa

dewasa, pada masa remaja seseorang akan mengalami pubertas. Pubertas adalah

masa ketika seseorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan kematangan

fungsi seksual. Pada perempuan pubertas ditandai dengan menstruasi pertama

(menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan tumbuhnya kumis dan

janggut serta jakun membesar. Menstruasi pada perempuan merupakan pertanda

bahwa masa reproduktif sudah memasuki masa suburnya. Secara fisiologis,

menstruasi di sebabkan karena luruhnya dinding rahim akibat dari tidak terjadinya

proses pembuahan. Seperti yang dikatakan oleh Andira (dalam Silfiana, 2013,

hlm. 1) mengemukakan bahwa:

Menstruasi atau yang kita kenal dengan istilah haid adalah kejadian alamiah yang terjadi pada wanita normal. Hal ini terjadi karena terlepasnya lapisan endometrium uterus. Hal ini terjadi biasanya setiap bulan dengan siklus setiap orang berbeda, selama menstruasi darah dan lapisan yang terbentuk pada dinding rahim mengalir keluar lewat vagina, termasuk juga sel telur yang mati karena tidak dibuahi dengan sperma. Sebanyak apapun darah haid keluar tidak akan menyebabkan anemia.

Pada saat menstruasi tingkat kesuburan seorang perempuan sedang masa

puncaknya, namun ada kalanya terdapat gangguan dengan menstruasi tersebut.

Masalah tersebut yaitu dapat berupa tidak mengalami menstruasi atau menstruasi

berkepanjangan. Menstruasi setiap perempuan berbeda-beda, ada yang mengalami

menstruasi tidak teratur, dan ada yang relatif teratur yaitu setiap satu bulan sekali.

Adapun ketidakteraturan menstruasi tersebut disebabkan oleh gangguan hormon

atau faktor psikis seperti stress, depresi dan lain-lain.

Sebagian perempuan mendapatkan menstruasi tanpa keluhan, namun tidak

sedikit dari mereka yang mendapatkan menstruasi disertai keluhan sehingga

mengakibatkan rasa ketidak nyamanan berupa dismenore. Dismenore adalah nyeri

haid yang dirasakan perempuan pada saat menstruasi, umunya nyeri haid tersebut

(13)

kadang-2

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kadang sampai ke punggung. Adapun hal-hal lain yang dirasakan perempuan pada

saat dismenore adalah pusing, mual tidak enak badan. Menurut Ramaiah (2006) “Dismenore adalah nyeri atau kram pada perut yang dirasakan sebelum dan selama menstruasi”. Sedangkan menurut Faizah (2000). “Dismenore adalah nyeri

di perut bagian bawah ataupun di pungung bagian bawah akibat dari gerakan

rahim yang meremas – remas (kontraksi) dalam usaha untuk mengeluarkan

lapisan dinding rahim yang terlepas”.

Pada umumnya perempuan akan mengalami menstruasi pada usia 10 tahun

tergantung keadaan biologis dari perempuan tersebut. Seperti yang di kemukakan

oleh Sumudarsono (1998) bahwa:

Menstruasi biasanya dimulai antara usia 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh. Walaupun begitu, pada kenyatannya banyak wanita yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya dismenore (nyeri haid).

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya waktu

menstruasi yang dialami sebagian perempuan tidak sama, karena dipengaruhi oleh

beberapa faktor seperti adanya kesehatan tubuh, status gizi dan berat badan.

Sedangkan menurut Proverawati & Misaroh (2009) mengungkapkan bahwa

Dismenore adalah gangguan nyeri menstruasi yang memaksa wanita untuk istirahat atau berakibat pada menurunnya kinerja dan berkurangnya aktifitas

sehari-hari”. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa

dismenore merupakan keluhan yang dirasakan sebagian perempuan pada saat

menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Angka kejadian dismenore sangat besar seperti yang diungkapkan oleh Abidin

(dalam Silfiana, 2013, hlm. 3) bahwa:

Dari hasil penelitian di Amerika persentase kejadian dismenore sekitar 60%, Swedia 72% dan Indonesia 55%. Penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa dismenore dialami oleh 30%-50% perempuan usia reproduksi dan 10%-15% diantaranya kehilangan kesempatan kerja, mengganggu kegiatan belajar di sekolah dan kehidupan keluarga”.

Berdasarkan angka kejadian dismenore di Indonesia berarti setengah

(14)

3

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

menstruasi pada perempuan, mereka juga di sisi lain harus menjalankan aktivitas

yang sama dengan perempuan lainnya. Begitu pula pada siswi yang masih sekolah

merekapun harus tetap mengikuti pembelajaran di sekolah seperti biasanya, salah

satunya adalah mata pelajaran pendidikan jasmani.

Pendidikan jasmani merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani yang

dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam segi kognitif, afektif dan

psikomotor. Pada saat pembelajaran berlangsung siswa dituntut untuk

berkonsentrasi agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan. Konsetrasi dalam

pembelajaran merupakan fokus perhatian pada pembelajaran yang sedang

berlangsung. Menurut Slameto (2013, hlm. 86) mengungkapkan bahwa:

Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Dalam belajar konsentrasi berarti pemusatan pikiran terhadap suatu mata pelajaran dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan dengan pelajaran.

Berdasarkan paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa konsentrasi

merupakan pemusatan pikiran seseorang terhadap bahan pelajaran yang sedang

dipelajari dengan mengesampingkan semua hal yang tidak ada hubungannya

dengan pelajaran. Sedangkan menurut Siswanto (dalam Setiani, 2014, hlm. 14)

mengemukakan bahwa “yang dimaksud konsentrasi yaitu kemampuan untuk

memusatkan perhatian secara penuh pada persoalan yang sedang dihadapi”.

Dengan demikian seseorang akan mempunyai konsentrasi yang baik apabila orang

tersebut berusaha keras agar setiap perhatian panca indera dan pikirannya hanya

fokus pada satu objek saja. Lebih jauh lagi seperti yang kemukakan oleh (Setiani,

2014, hlm. 15) bahwa “konsentrasi adalah sebagai suatu proses pemusatan pikiran

kepada suatu objek tertentu”. Berdasarkan beberapa paparan yang diatas dapat

disimpulkan bahwa konsentrasi merupakan pemusatan pikiran pada suatu objek

tertentu dengan menghiraukan segala hal yang sifatnya dapat mengganggu,

terutama dalam pembelajaran.

Konsentrasi belajar dalam penjas merupakan hal yang sangat penting karena

akan berpengaruh pada proses pembelajaran tersebut. Seorang siswa atau siswi

yang mempunyai konsentrasi tinggi dalam pembelajaran cenderung lebih cepat

(15)

4

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

aktivitas jasmani sebagai media untuk menyampaikan materi pembelajaran dan

materinya kompleks, jadi setiap siswa harus berkonsentrasi pada saat

pembelajaran berlangsung. Begitu pula dengan siswi yang sedang mengalami

dismenore (nyeri haid) harus tetap mengikuti pembelajaran sebagaimana

mestinya.

Pada dasarnya pendidikan jasmani sebagai mata pelajaran yang dapat merubah

perilaku seseorang maupun perkembangan pertumbuhan siswa dan siswi menjadi

lebih baik. Dalam penjas terdapat unsur belajar yaitu berubahnya keadaan

seeorang yang tidak tahu menjadi tahu dan yang tidak bisa menjadi bisa. Seperti

yang diungkapkan oleh Suyono dan Haryanto (2011, hlm. 9) bahwa “belajar

adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan,

meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan

kepribadian”.

Dalam proses pembelajaran penjas di sekolah tentunya tidak akan lepas dari

kendala-kendala yang dihadapi baik oleh guru maupun siswa itu sendiri. Beberapa

kendala tersebut dapat muncul, salah satunya adalah kendala fisiologis yang

dialami siswi yaitu pada saat dismenore. Rasa dismenore yang dialami siswi

tersebut tentunya akan berkaitan dengan konsentrasi belajar yang dimilikinya,

karena dismenore merupakan rasa nyeri subjektif maka yang mengetahui tingkat

nyerinya adalah dirinya sendiri.

Dismenore yang dirasakan oleh siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP)

adalah masa Dismenore Primer. Dismenore Primer yaitu nyeri haid yang terjadi

pada usia muda. Seperti yang dikemukakan oleh Afriliwanti (2012) bahwa:

Desminore Primer terjadi pada usia lebih muda, timbul setelah terjadinya

siklus haid yang teratur, sering pada nulipara, nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spesifik, nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau hari ke dua haid.

Berdasarkan pengalaman peneliti pada saat PPL di SMP Kartika XIX-2

Bandung dalam pembelajaran penjas adalah ada siswi yang meminta ijin untuk

tidak megikuti pembelajaran dikarenakan sedang nyeri haid (dismenore), adapun

siswi yang tetap mengikuti pembelajaran akan tetapi siswi tersebut menjadi malas

(16)

5

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

sama, bahkan ada siswi yang sampai tidak hadir sekolah. Seperti yang

diungkapkan oleh Kurniawati dan Kusumawati (2011) bahwa “ ada pengaruh

antara dismenore dengan penurunan aktivitas sehari-hari’. Sedangkan menurut

Ashtiani (2002) mengungkapkan bahwa “dismenore telah mengganggu kehidupan

sehari-hari dan menyebabkan harus absen dari sekolah antara 1-7 hari dalam

sebulan dan dismenore dianggap sebagai penyebab utama dari ketidak hadiran

sekolah”. Berdasarkan paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa dismenore merupakan hal yang mengganggu bagi siswi dalam mengikuti pembelajaran

penjas maupun dalam melakukan aktivits sehari-hari. Maka, peneliti mencoba

mengungkap tentang profil konsentrasi belajar siswi yang mengalami dismenore

yang dapat mengatasi masalah yang terjadi sebagai upaya untuk mengoptimalkan

pembelajaran penjas. Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan di atas

peneliti merasa tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Profil Konsentrasi

Belajar Siswi yang Mengalami Dismenore di SMP Kartika XIX-2 Bandung”.

B.Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan

ditelusuri dalam penelitian ini adalah seberapa besar konsentrasi belajar siswi

yang mengalami dismenore di SMP Kartika XIX-2 Bandung?

C.Tujuan Penelitian

Sebelum suatu kegiatan dilaksanakan, tentunya telah ditetapkan tujuan yang

ingin di capai. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui

konsentrasi belajar siswi yang mengalami dismenore di SMP Kartika XIX-2

Bandung.

D.Manfaat Penelitian

Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya peneliti mengharapkan apa

yang telah diteliti oleh peneliti dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun

(17)

6

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Manfaat Teoritis

a. Hasil dari penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta

pengalaman untuk mengetahui gambaran tentang konsentrasi belajar siswi

yang mengalami dismenore

b. Untuk memberikan sumbangan teori konseptual dan memperoleh

pengalaman berpikir bagi peneliti dalam memecahkan persoalan tentang

konsentrasi belajar siswi yang mengalami dismenore.

2. Praktis

a. Untuk melatih, mengembangkan kemampuan dan keterampilan peneliti

dalam melakukan penelitian lebih lanjut.

b. Sebagai bahan acuan untuk mengetahui hal-hal yang terjadi konsentrasi

belajar siswi yang mengalami dismenore pada saat pembelajaran penjas.

c. Memberikan gambaran tentang konsentrasi belajar siswi yang mengalami

dismenore.

E.Batasan Masalah Penelitian

Untuk menghindari timbulnya penafsiran agar tidak menyimpang dari

permasalahan dan tujuan penelitian, maka masalah yang telah penulis uraikan

perlu dibatasi sebagai berikut:

1. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dismenore.

2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah konsentrasi belajar siswi.

3. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif.

4. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMP Kartika XIX-2 Bandung.

5. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa putri kelas VIII yang diambil secara

purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel

dengan pertimbangan tertentu.

6. Kegiatan penelitian ini dilakukan di SMP Kartika XIX-2 Bandung.

F. Struktur Organisasi

Strukutur organisasi merupakan bagian ini memuat tentang sisitematika

penulisan skripsi, dengan memberikan gambaran kandungan setiap bab. Adapun

(18)

7

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Bab I Pendahuluan: Bab ini membahas mengenai latar belakang penelitian,

rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, dan

struktur organisasi.

Bab II Kajian Pustaka: Bab ini membahas mengenai kajian-kajian teoritis yang

berhubungan dengan penelitian, bab ini memiliki peran penting karena berisi

tentang kajian teori yang mendukung penelitian dan diuraikan mengenai kerangka

pemikiran penelitian dan hipotesis penelitian.

Bab III Metode Penelitian: Bab ini membahas tentang desain penelitian,

partisipan, populasi dan sampel, instrumen penelitian, prosedur penelitian serta

analisis data.

Bab IV Temuan dan Pembahasan: Bab ini membahas tentang temuan penelitian

berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data serta pembahasan temuan

penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan

sebelumnya.

Bab V Simpulan, Implikasi dan Rekomendasi: Bab ini membahas tentang bagian

akhir dari sistematika penulisan skripsi yang terdiri dari simpulan dan saran.

Simpulan dari penelitian ini berdasarkan hasil analisis data pada bab sebelumnya,

mengemukakan implikasi dan rekomendasi yang berhubungan dengan objek

(19)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

38

BAB` III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah

penelitian, karena desain adalah suatu rancangan tentang tata cara, proses,

pengumpulan data dan menganalisis data dalam sebuah penelitian untuk mencapai

tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Berikut adalah desain yang digunakan

dalam penelitian ini:

Gambar 3.1 Desain Penelitian

Sumber: Sugiyono (2013, hlm. 216)

Keterangan :

X : Dismenore

Y : Konsentrasi Belajar Siswi

Berdasarkan desain penelitian di atas, maka dapat di jelaskan bahwa dalam

penelitian ini terdapat dua variabel yaitu, variabel bebas (X) adalah Dismenore

dan variabel terikat (Y) adalah Konsentrasi Belajar Siswi.

B.Partisipan

Partisipan adalah orang-orang yang terlibat dalam penelitian, adapun

penjelasan partisipan yang dimaksud adalah berkaitan dengan partisipan yang

terlibat, seperti karakteristik yang spesifik dari partisipan, dan dasar pertimbangan

Y

(20)

39

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pemilihan partisipan. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Peneliti, merupakan partisipan sebagai penulis dan peneliti.

2. Siswi kelas VIII SMP Kartika XIX-2 Bandung sebagai populasi dan sampel.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan penelitian adalah

data. Data yang diperoleh hanya ada dan di dapat pada sumbernya, dalam hal ini

di istilahkan sebagai populasi dan sampel. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 117)

mengemukakan bahwa “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Berdasarkan paparan tersebut, maka populasi adalah keseluruhan individu atau obyek yang

ingin diteliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas

VIII di SMP Kartika XIX-2 Bandung.

2. Sampel

Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi

sumber data yang sebenarnya dalam suatu penelitian. Menurut Sugiyono (2013,

hlm. 118) bahwa “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang

dimiliki oleh populasi tersebut”. Teknik pengambilan sampel penelitian yang akan

digunakan yaitu Sampling Purposive. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 124)

mengemukakan bahwa “sampling purposive adalah teknik penentuan sampel

dengan pertimbangan tertentu”. Dengan demikian, sampling purposive dapat

diartikan sebagai sampel yang bertujuan atau sampel yang menjadi sumber data

sesuai dengan karakteristknya. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini

adalah siswi kelas VIII SMP Kartika XIX-2 Bandung yang mengalami dismenore.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian diperlukan sebagai alat untuk mengumpulkan data.

Instrumen merupakan sebuah alat ukur yang digunakan untuk memperoleh

informasi. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 148) mengemukakan bahwa “Karena

(21)

40

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen penelitian”.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner

(angket). Menurut Sugiyono (2013, hlm. 199) mengemukakan sebagai berikut:

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien apabila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

Untuk mengukur nilai variabel yang diteliti, maka perlu adanya skala, skala

yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Menurut Sugiyono (2013,

hlm. 134) mengemukakan bahwa “Skala likert digunakan untuk mengukur sikap,

pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena

sosial”. Dengan skala likert, variabel-variabel yang akan diukur dijabarkan

menjadi beberapa indikator, kemudian dijadikan titik tolak untuk menyusun

kisi-kisi kuesioner (angket) mengenai konsentrasi belajar siswa kemudian

dikembangkan menjadi butir pernyataan dalam kuesioner (angket). Menurut

harian pikiran rakyat bandung 2006 (dalam Pungkas & Novita, 2011, hlm. 1)

mengemukakan bahwa “…dismenore (nyeri haid) adalah gangguan pada saat

menstruasi juga semacam kram perut, nyerinya bisa menjalar kebagian-bagian

tubuh lainnya dismenore ini mempunyai tingkatan nyeri yang bervariasi dan bisa

melumpuhkan aktivitas sehari-hari membuat penderitanya pun harus beristirahat

dengan cukup”. Kemudian Slameto (2013, hlm. 86) mengemukakan tentang

konsentrasi bahwa “Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal

dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan”. Sedangkan

menurut Dimyati & Mudjiono (2010, hlm. 239) mengungkapkan bahwa

“Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada

pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun

proses memperolehnya”.

Untuk penyusunan butir-butir pertanyaan atau pernyataan serta alternatif

jawaban yang tersedia maka dibuatlah kisi-kisi kuesioner (angket) sebagai

(22)

41

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.1

Kisi-Kisi Kuesioner / AngketKonsentrasi Belajar Siswi

Indikator-indikator yang telah dirumuskan ke dalam bentuk kisi-kisi di atas,

selanjutnya dijadikan bahan penyusunan butir-butir pernyataan dengan

kemungkinan alternatif jawaban yang tersedia. Mengenai pemberian nilai altenatif

jawaban yang digunakan dalam skala menggunakan skala likert adalah sebagai

berikut:

Variabel Sub Variabel Indikator

Konsentrasi belajar

Perhatian 1. Memberikan

(23)

42

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.2

Tabel Pemberian Nilai Altenatif Jawaban Angket Skala Likert Alternatif Jawaban Skor Alternatif Jawaban

Positif Negatif

Untuk menggunakan instrumen dalam penelitian sangat diperlukan instrumen

yang mempunyai validitas tinggi dapat mengukur apa yang hendak diukur.

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data

(mengukur) itu valid. Menurut Sugiyono (2013, hlm. 173 mengemukakan bahwa

“Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur”. Untuk mengetahui tingkat validitas instrumen yang telah di ujicobakan ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:

(1) Memberi skor pada masing-masing pernyataan sesuai dengan jawaban.

(2) Menjumlahkan seluruh skor yang merupakan skor total setiap

responden.

(3) Setiap skor butir pernyataan dikorelasikan dengan skor total dengan

menggunakan rumus korelasi Product Moment menurut Arikunto (2010,

hlm. 213) sebagai berikut:

x : Skor tiap butir pertanyaan

y : Skor total

xy : Jumlah perkalian antara skor x dan skor y

∑x : Jumlah skor x

∑y : Jumlah skor y

(24)

43

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(4) Membandingkan niali r hitung yang didapat dengan r tabel yang terdapat

pada tabel nilai r Pearson Product Moment

(5) Menyimpulkan validitas dari masing-masing pernyataan denga kriteria:

Jika r hitung > r tabel maka butir pernyataan tersebut valid

Dalam hal lain maka butir pernyataan tidak valid.

Pengujian validitas instrument dilakukan dengan menggunakan program

Microsoft Excel 2010. Pada instrumen minat belajar sebanyak 64 item diperoleh

item pernyataan yang valid yaitu berjumlah 20 item dengan taraf kepercayaan

95% dan n= 7, nilai r tabel 0.754 hal ini menunjukkan berjumlah 44 item

pernyataan tidak valid. Hasil uji validitas setiap item dalam instrument

konsentrasi belajar siswi kelas VIII SMP NEGERI 12 Bandung secara rinci adalah

(25)

44

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(26)

45

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(27)

46

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.5

Kisi-kisi Angket Konsentrasi Belajar setelah uji coba

b. Uji Reliabilitas Instrumen

Suatu alat pengukuran atau tes dikatakan reliabel jika alat ukur

menghasilkan suatu gambaran yang benar-benar dapat dipercaya dan dapat

diandalkan untuk membuahkan hasil pengukuran yang sesungguhnya. Pengujian

instrumen ini dilakukan dengan split half metod (metode belah dua).

Dibawah ini adalah langkah-langkah pengolahan data untuk menentukan

reliabilitas skala tersebut.

(1) Membagi butir soal menjadi dua bagian soal bernomor ganjil dan genap.

Variabel Sub Variabel Indikator No Soal

(+) (-)

Perhatian 1. Memberikan

(28)

47

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

(2) Skor dari butir-butir pernyataan bernomor ganjil dikelompokkan menjadi

variabel X dan skor dari butir-butir soal yang bernomor genap menjadi

variabel Y.

(3) Mengkorelasikan antara skor butir-butir soal valid yang bernomor ganjil

dengan genap, dengan menggunakan formula correlation pearson product

moment dalam microsoft excel.

(4) Setelah koefisien korelasi diperoleh, kemudian di sesuaikan dengan tabel interpretasi nilai.

Tabel 3.6

Interpretasi Nilai Menurut Arikunto (2010, hlm. 319)

Besarnya nilai r Interpretasi

Antara 0,800 sampai dengan 1,000 Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Antara 0,000 sampai dengan 0,200

Tinggi Cukup Tinggi Agak Rendah

Rendah

Sangat Rendah (Tidak Berkorelasi)

Uji coba reabilitas instrumen angket konsentrasi belajar siswa dalam

pembelajaran pendidikan jasmani disajikan dalam bentuk tabel berikut ini :

Tabel 3.7

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Konsentrasi Belajar Siswa

Ganjil Genap

Ganjil 1 -

Genap 0.954 1

Instrumen tersebut memiliki koefisien sebesar 0,954. Nilai tersebut

menunjukkan bahwa instrumen ini memiliki reabilitas tinggi.

E. Prosedur Penelitian

Untuk memberikan kemudahan dalam penelitian, maka diperlukan adanya

langkah-langkah kerja penelitian agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan

sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Dengan adanya

(29)

48

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

penelitian. Berikut merupakan langkah-langkah penelitian yang disusun oleh

peneliti adalah sebagai berikut:

Gambar 3.2

Langkah-langkah penelitian

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa:

a. Langkah pertama adalah menentukan populasi yaitu siswa kelas VIII di

SMP Kartika XIX-2 Bandung.

b. Menentukan sampel yaitu dengan manggunakan sampling purposive

maka sampelnya siswa kelas VIII yang mengalami dismenore di SMP

Kartika XIX-2 Bandung.

c. Melakukan tes pengukuran dengan menggunakan kuesioner (angket).

d. Setelah di dapat hasil pengukuran dengan menggunakan angket, maka

langkah selanjutnya adalah melakukan pengolahan data dan analisis data.

e. Kemudian yang terakhir membuat kesimpulan yang di dasarkan dari

pengolahan dan analisis data tersebut. Populasi

Sampel

Kesimpulan Pengolahan data

(30)

49

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu F. Pengolahan dan Analisis Data

Setelah data dari tes terkumpul, maka tahap selanjutnya adalah mengolah dan

menganalisis data yang telah ada dengan menggunakan rumus-rumus statistika.

Seperti yang dikatakan oleh Sugiyono (2013, hlm. 207) bahwa:

Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.

Untuk mengolah dan menganalisis data-data yang telah dikumpulkan dalam

penelitian, maka langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Menghitung nilai rata-rata dari setiap kelompok sampel :

X̅ = ∑ xi

n

Keterangan :

X̅ = Nilai rata-rata yang dicapai

∑ = Jumlah

S = Simpangan baku yang dicari n = Jumlah sampel

X1 = Skor yang dicapai seseorang

X̅ = Nilai rata-rata

2. Menguji normalitas data menggunakan uji kenormalan Liliefors. Prosedur

yang digunakan menurut Abduljabar dan Darajat (2013, hal. 148) adalah

(31)

50

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

a. Membuat tabel penolong untuk mengurutkan data terkecil sampai terbesar,

kemudian mencari rata-rata dan simpangan baku.

b. Mencari Z skor dan tepatkan pada kolom Zi. Dengan menggunakan rumus :

Zi =XiS− X̅

Keterangan : Zi = Z skor Xi = Skor sampel

X̅ = Rata-rata

S = Simpangan baku dari sampel

c. Mencari luas Zi pada tabel Z.

d. Pada kolom F(Zi), untuk luas daerah yang bertanda 50egative maka 0,5 – luas

daerah, sedangkan untuk luas daerah bertanda positif maka 0,5 + luas daerah.

e. S(Zi) adalah urutan n dibagi jumlah n.

f. Hasil pengurangan F(Zi) – S(Zi) ditempatkan pada kolom F(Zi) – S(Zi).

g. Mencari data atau nilai tertinggi, tanpa melihat (-) atau (+) sebagai nilai L0.

h. Membuat kriteria penerimaan dan penolakkan hipoesis :

a) Jika L0 ≥ Ltabel tolak H0 dan H1 diterima artinya data tidak berdistribusi

normal.

b) Jika L0≤ Ltabel terima H0 artinya data berdistribusi normal.

3. Menghitung presentase gambaran alternatif jawaban digunakan rumus sebagai

berikut:

P = ∑��

∑�� x 100%

Keterangan:

P = Presentase

∑X1 = Jumlah skor aktual atau pengamatan ∑Xn = Jumlah skor ideal atau pengharapan

(32)

51

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Setalah data didapat, kemudian menafsirkan dan menyimpulkan data dengan

menafsirkan kriteria penilaian presentase sebagai berikut:

Tabel 3.8

Kriteria Frekwensi Presentase

Rentang Nilai Kriteria

76% - 100% Tinggi

56% - 75% Sedang

40% - 55% Rendah

< 40% Sangat Rendah

Sumber : Arikunto 2006, (dalam Chaerunisa, 2013, hlm. 45)

4. Analisis data setiap indikator agar diketahui indikator mana yang lebih

berpengaruh, untuk itu dapat dilakukan perhitungan dengan cara menjumlahkan

nilai untuk setiap butir pertanyaan, mencari skor ideal dengan cara skor tertinggi

dikali jumlah butir instrumen dikali jumlah responden. Kemudian, Jumlah nilai

butir pertanyaan dibagi skor ideal. Perhitungan tersbut sesuai dengan yang

(33)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

58

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dismenore

terhadap konsentrasi belajar siswi adalah sebesar 76,4 % dan termasuk dalam

kriteria tinggi. Maksud besarnya dari 76,4 % tersebut menunjukkan penurunan

konsentrasi belajar pada siswi yang sedang mengalami dismenore. Indikator yang

sangat menonjol dalam konsentrasi belajar siswi yang mengalami dismenore

adalah indikator perhatian sebesar 81, 09 %, kemudian Indikator memusatkan

pikiran sebesar 72,7 % dan Indikator melaksanakan pembelajaran sesuai dengan

tujuan 66,7 %.

B. Implikasi dan Rekomendasi

Berdasarkan hasil simpulan penelitian dan berkaitan dengan konsentrasi

belajar siswi yang mengalami dismenore, peneliti mengemukakan implikasi dan

rekomendasi, yaitu pentingnya konsentrasi yang dimiliki siswi dalam

pembelajaran merupakan hal yang sangat penting. Siswi yang mempunyai

konsentrasi yang baik maka akan mempunyai kemampuan untuk menyerap materi

pembelajaran dengan baik pula, sedangkan siswi yang mempunyai konsentrasi

yang kurang baik, seperti siswi yang mengalami dismenore maka tidak akan

mampu menyerap materi pembelajaran, sehingga akan berpengaruh terhadap

ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

dismenore mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap konsentrasi belajar siswi

sehingga dapat mengganggu berlangsungnya proses pembelajaran. Berdasarkan

penelitian tersebut, diharapakan bagi pihak-pihak terkait agar lebih

memperhatikan keadaan siswi pada saat proses belajar mengajar berlangsung,

terutama siswi yang sedang mengalami dismenore. Bagi guru khusunya, apabila

ada siswi yang mengalami dismenore dengan tingkat keluhan berat, maka di

ijinkan pulang untuk segera memeriksakan ke dokter dengan keluhan yang

dialaminya. Apabila siswi yang mengalami dismenore dengan tingkat keluhan

(34)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

59

penanganan khusus seperti perutnya dikompres air hangat atau dilakukan

pemijatan disekitar yang sakit dengan cara pijatan yang melingkar ringan di perut.

Kemudian siswi yang mengalami dismenore dengan tingkat keluhan ringan, maka

guru mengintruksikan untuk tetap beraktivitas atau tetap menggikuti

(35)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Abduljabar & Darajat. (2013). Aplikasi Statistika dalam Penjas. Bandung: FPOK.

Anugraheni, Dwi Merdianita Vonny & Wahyuningsih, Aries. (2013). Efektifitas

Kompres Hangat Dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Dysmenorrhoea Pada Mahasiswi Stikes Rs. Baptis Kediri, 6, No 1. Stikes Rs. Baptis

Kediri, Kediri.

Arikunto, S. (2010). Metode Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Chaerunisa, I. (2013). Dampak Kecemasan Terhadap Hasil Belajar Renang. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Dimyati & Mudjiono. (2010). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Innaka Dwi Notia. (2013). Tingkat Pengetahuan Renaja Putri Tentang

Dismenorea Pada Kelas VIII Di SMPN 1 Sambi Boyolali. (Skripsi).

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada, Surakarta.

Istianah. (2008). Pengaruh Sarapan terhadap Konsentrasi Belajar Siswa di Kelas

VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 20 Bekasi. (Skripsi) Universitas

Islam Negeri Syarifhidayatulloh, Jakarta.

Kaur, Deeprajh. (2014). Pengaruh Pengaturan Tempat Duduk U shafe Terhadap

Konsentrasi Belajar Siswa Primeri di Harvard English Course Sei Rampah. (Skripsi). Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara.

Kurnia, Nita. (2013). Pengalaman Mengatasi Dismenore pada Remaha di MA

Darul Ulum Bulusari Sayung Demak. (Skripsi). Universitas Muhammadiyah

Semarang, Semarang.

Lestari, Dewi Sri Made Ni. (2013). Pengaruh Dismenorea Pada Remaja. Fakultas

Penjaskesrek, Fakultas Olahraga dan Kesehatan.

Manan, EL. (2013). Kamus cerdik kesehatan wanita. Jogjakarta: flash books.

Mar’atussholiha, Aliah. (2013). Asuhan Kebidanan Pada Remaja Dengan

Dismenorea Di Poli Obsgyn Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.

(Skripsi). Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta, Yogyakarta.

Paramita, Dyah Pradnya. (2010). Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang

Dismenorea dengan Perilaku Penanganan Dismenorea pada siswi SMK YPKK I Sleman Yogyakarta. (Karya Tulis Ilmiah). Universitas Sebelas

(36)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Rakhma, Astrida, (2012). Gambaran Derajat Dismenore dan Upaya

Penangannya Pada Siswi Sekolah Menengah Kejuruan Arjuna Depok Jawa Barat. (Skripsi). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Rukmana, Fauzan Aswin. (2014). Implementasi Reward Dan Punishmnet

Terhadap Sportivitas Siswa Dalam Permainan Sepakbola. (Skripsi).

Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Saydam, G. Syafni. (2008). Waspadai Penyakit Reproduksi Anda. Bandung: Pustaka Reka Cipta.

Setiani, Amalia Cahya. (2014). Meningkatkan Konsentrasi Belajar Melalui

Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Karangcegak, Kabupaten Purbalingga Tahun Ajaran 2013/2014. (Skripsi).

Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Silfiana, Elsa. (2013). Gangguan Menstruasi pada Partisipasi Siswa Dalam

Pembelajaran Penjas Di SMK 45 Lembang. (Skripsi). Universitas

Pendidikan Indonesia, Bandung.

Slameto. (2013). Belajar dan faktor-fakor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Suyono & Hariyanto, (2011). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Wina, Sanjaya. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Yuliani, P. & Novita, N.H. (2011). Hubungan Antara Dismenorea dengan

Aktivitas Belajar Siswa SMPN 4 Boyolali. Akademi Kebidanan Estu Utamo

Boyolali, Boyolali.

Sumber dari internet:

Alodokter. Penyebab nyeri haid yang tidak tertahankan. Diakses dari : http : //www.alodokter.om/penyebab-nyeri-haid-yang-tidak-tertahankan

Ariffatun, Nurul (2013). Mengatasi Dismenore. Diakses dari : http // NurulAriffatun blogspot.com/2013/12/mengatasi-dismenore.html?m=1

(37)

Nea Mustiaka Sari, 2015

PROFIL KONSENTRASI BELAJAR SISWI YANG MENGALAMI DISMENORE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Deviyana, Nia. (2015). Sehatkah Anda? Cek Lewat Periode Menstruasi. Diakses darI; http://m.metrotvnews.com/read/2015/01/05/340854/sehatkah-anda-cek-lewat-periode-menstruasi

Darmayanti, Erin. (2012). Nyeri Haid/Dismenore, Bagaimana Cara

Menanggulanginya. Diakses dari:

https://erindarmayanti.wordpress.com/2012/03/13/nyeri-haid-dimenor-bagaimana-cara-menanggulanginya/.

Klik Healty. (2011). Penyebab Kram Haid (Dismenore) Pada Wanita. Diakses dari : http://www.klikhealthy.com/2011/07/Penyebab-Kram-haid-dismenore-pada_16.html?m=1

Kiqy, (2011). Kenali Faktor Risiko dari Nyeri menstruasi/Dismenore agar bisa

dicegah. diakses dari:

http://viqylezta.blogspot.com/2013/06/kenali-faktor-risiko-dari-nyeri.html?m=1

Lubis, Halimatussakdiyyah. (2015). Makalah Tentang Dismenore. Diakses dari: http://diyahhalsyah.blogspot.com/2015/03/makalah-tentang-dismenore.html.

Muhlisin, Ahmad (2015). Penyebab nyeri haid dan cara mengatasinya. Diakses dari :http://mediskus.com/penyakit/penyebab-nyeri-haid-dan-cara-mengatasinya.html

Nurul, Ugahari. (2011). Dysmenorrhea (dismenore): Penyebab dan Cara

Mengatasi. Diakses dari : http://ugaharinrl. Blogspot.com/2011/10/dysmenorrhea-dismenore-penyebab-dan.html?m=1

Pasupati, Budi Sryam. (2012). Nyeri Haid/ Dismenore, Bagaimana Cara

Menanggualnginya?. Diakses dari:http :

//herbal.obat.blogspot.com/2012/10/nyeri-haid-dismenore-bagaimana-cara?m=1.

Rizal. (2012). Hubungan Dismenorrhoe Dengan Gangguan Belajar Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 1 Nganjuk. Diakses dari:

Http://Arizalc.Blogspot.Com/2014/03/V-Behaviorurldefaultvmlo.Html

Gambar

Gambar 3.1 Desain Penelitian
Tabel 3.1
Tabel 3.2 Tabel Pemberian Nilai Altenatif Jawaban Angket Skala
Tabel 3.3
+6

Referensi

Dokumen terkait