• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

19 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini masuk kedalam jenis penelitian asosiatif dimana penelitian asosiatif di definisikan sebagai jenis penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain (Ulum &

Juanda, 2018) . Penelitian ini akan menguji pengaruh dari persepsi wajib pajak atas tarif pajak yang tercantum dalam PP No.23 Tahun 2018, kesadaran wajib pajak, dan omset penghasilan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM.

Variabel independen dalam penelitian ini adalah tarif pajak, kesadaran wajib pajak dan omset penghasilan sedangkan kepatuhan wajib pajak UMKM sebagai variabel dependen. Penelitian ini lebih menggunakan pendekatan kuantitatif karena pengukuran variabel-variabel nya yang berupa angka dan diolah hingga menghasilkan sebuah kesimpulan.

B. Populasi dan Teknik Penentuan Sampel

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Ulum & Juanda, 2018). Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak UMKM yang terdaftar pada KPP Pratama Batu. Adapun jabaran populasi dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1.Data Populasi Penelitian No Jenis Wajib Pajak UMKM Jumlah

1 Wajib Pajak Orang Pribadi 21.749 2 Wajib Pajak Badan

CV 1343

PT 460

(2)

Firma 166

Yayasan 66

Koperasi 34

Lainnya 220

Total Wajib Pajak Badan 2289 Total Wajib Pajak UMKM 24.038 Sumber : Data KPP Pratama Batu, 2020

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Probability sampling atau pengambilan sampel secara acak dan menggunakan metode simple random sampling yakni memberikan kesempatan yang sama kepada populasi untuk dijadikan sampel tanpa melihat strata. Sampel penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus slovin dengan rumus sebagai

berikut:

𝑛 = 𝑁 1 + 𝑁(𝑒)

2

𝑛 = 24.038 1 + 24.038(0,1)2 𝑛 = 24.038

1 + 24.038(0,01) 𝑛 = 24.038

1 + 240,38 𝑛 = 24.038

241,38

𝒏 = 𝟗𝟗, 𝟓𝟗 dibulatkan menjadi 100 sampel UMKM .

(3)

Keterangan :

N = Jumlah Populasi n = Jumlah Sampel

e = Prosentase kelonggaran ketelitian kesalahan pengambilan sampel yang masih ditolerir (e=0,1)

C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel Dependen :

Variabel Dependen adalah variabel yang terikat oleh variabel lain. Dalam arah hubungan antar variabel, variabel dependen adalah variabel yang dituju anak panah (Ulum & Juanda, 2018) . Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah Kepatuhan Wajib Pajak UMKM dimana variabel ini bergantung oleh variabel independen. Mengadopsi dari penelitian Yuliyanah et al., (2019), variabel ini diukur menggunakan indikator sebagai berikut dimana seorang wajib pajak UMKM dikatakan patuh apabila :

1. Pelaku UMKM yang terdaftar dan memiliki NPWP.

2. Wajib pajak yang memahami Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang berlaku di Indonesia.

3. Wajib pajak yang membayar pajak terutangnya.

4. Wajib pajak yang tidak memiliki tunggakan pajak.

5. Wajib pajak yang selalu membayar pajak terutang dan melaporkan SPT masa.

6. Wajib pajak yang melakukan pelunasan pajak kurang bayar.

7. Wajib pajak yang melakukan pencatatan atau pembukuan.

8. Wajib pajak yang mentaati pemeriksaan pajak.

9. Wajib pajak yang bersedia memberikan keterangan yang diperlukan oleh fiskus.

Indikator pengukuran variabel untuk Kepatuhan Wajib Pajak ini sesuai dengan teori kepatuhan dimana dari pengukuran tersebut akan diketahui sejauh mana wajib pajak sadar dan paham akan pajak sehingga membuat ia patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

(4)

Variabel Independen :

Jika variabel dependen adalah variabel terikat maka variabel independen adalah variabel bebas dimana variabel ini tidak terikat oleh variabel lain.

Dalam gambar arah hubungan antar variabel, variabel independen adalah variabel yang ditinggalkan anak panah (Ulum & Juanda, 2018). Variabel independen dalam penelitian ini adalah persepsi wajib pajak atas tarif pajak, kesadaran wajib pajak, dan omset penghasilan dimana variabel- variabel ini akan mempengaruhi variabel dependen yakni kepatuhan wajib pajak UMKM. Mengadopsi dari penelitian Yuliyanah et al., (2019) pula, variabel-variabel independen dalam penelitian ini diukur dengan indikator sebagai berikut :

1. Variabel Tarif Pajak diukur menggunakan indikator sebagai berikut : a. Keadilan dalam penentuan tarif pajak.

b. Pengenaan tarif pajak 0,5% sebagai dasar pengenaan pajak telah disetujui dengan baik oleh para pelaku UMKM atau justri memberatkan beberapa UMKM.

c. Pengenaan tarif 0,5% meringankan wajib pajak UMKM.

d. Penurunan tarif baru untuk omset UMKM tertentu.

e. Tarif yang rendah akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak UMKM.

f. Sosialisasi mengenai penurunan tarif pajak selalu dilakukan ke seluruh lapisan wajib pajak.

g. Pengenaan tarif pajak saat ini sudah sesuai dengan kemampuan UMKM.

h. Tarif pajak tinggi menyebabkan kecurangan wajib pajak UMKM.

i. Tarif yang berlaku dikenakan berbeda-beda tergantung jumlah omset penghasilan yang diterima wajib pajak UMKM.

Indikator pengukuran variabel untuk tarif pajak ini sesuai dengan teori atribusi eksternal dimana melalui pengukuran ini akan diketahui bagaimana respon pelaku wajib UMKM terhadap tarif pajak yang diberlakukan saat ini apakah tarif pajak saat ini sudah sesuai dengan kondisi UMKM atau justru tetap

(5)

memberatkan para pelaku UMKM sehingga membuat mereka tetap merasa terpaksa dalam membayar pajak.

2. Variabel Kesadaran Wajib Pajak diukur dengan menggunakan indikator yang diadopsi dari penelitian Yusro, (2014) yakni sebagai berikut :

a. Wajib pajak memahami bahwa pajak merupakan sumber penerimaan negara.

b. Wajib pajak memahami bahwa pajak yang dibayar dapat digunakan untuk menunjang pembangunan negara.

c. Wajib pajak memahami bahwa penundaan pembayaran pajak dapat merugikan negara.

d. Wajib pajak memahami bahwa membayar pajak yang tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya sangat merugikan negara.

Indikator pengukuran variabel untuk kesadaran wajib pajak ini sesuai dengan teori atribusi internal dan juga Theory Of Planned Behaviour dimana melalui pengukuran ini akan diketahui seberapa paham para pelaku UMKM akan peraturan pajak yang ditetapkan pemerintah dan seberapa paham para pelaku UMKM akan manfaat yang akan diperoleh ketika membayar pajak yang pada akhirnya memunculkan niatnya untuk sadar dalam memenuhi kewajiban perpajakan

3. Menurut Yuliyanah et al., (2019), Variabel Omset Penghasilan diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut :

a. Wajib pajak mengetahui bahwa penghasilan merupakan objek pajak.

b. Kemauan wajib pajak dalam mematuhi peraturan PPh Final.

c. Wajib pajak membayar pajak berdasarkan omseet.

d. Wajib pajak memahami bahwa apabila omset tinggi maka pajaknya juga tinggi.

e. Kebenaran dalam penyampaian penghasilan.

f. Wajib pajak membuat pembukuan untuk menghitung omset.

g. Wajib pajak memahami semakin lama UMKM berdiri, maka semain tinggi pula omset penghasilannya.

(6)

Indikator pengukuran variabel untuk tarif pajak ini sesuai dengan teori atribusi internal dimana melalui pengukuran ini akan diketahui seberapa paham para pelaku UMKM tentang pentingnya omset penghasilan di dalam perpajakan dan seberapa mengertinya para pelaku UMKM tentang pengaruh omset penghasilan terhadap pajak yang membuat memunculkan niat mereka untuk melaporkan omset penghasilan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

D. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer yakni data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama (Ulum & Juanda, 2018). Data primer dilakukan dengan membuat pertanyaan secara terstruktur berupa kuisioner online berupa google form yang mencantumkan desain pengukuran Skala Likert yakni untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang terkait fenomena sosial. Sumber Data dari penelitian ini adalah UMKM yang telah terdaftar di KPP Pratama Batu .

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membuat daftar pertanyaan terstruktur berupa kuisioner dengan desain pengukuran skala likert. Dengan skala likert, variabel yang diukur akan dijabarkan menjadi indikator variabel . Jenis pertanyaan dalam kuisioner ini berupa jenis pertanyaan tertutup dimana responden dapat langsung menjawab pertanyaan dari pilihan jawaban yang disediakan. Lebih mudah untuk diinterpretasikan dan dirangkum. Dalam jenis pertanyaan tertutup ini, jawaban kuisioner sudah disediakan oleh peneliti, sehingga responden tinggal memilih saja. Dengan menggunakan skala likert ini pula, jawaban setiap item akan memiliki nilai mulai dari sangat positif sampai sangat negatif.

(7)

Tabel 3.2. Skor Jawaban Responden

No Uraian Skor

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Netral (N) 3

4 Tidak Setuju (TS) 2

5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Tabel 3.3. Instrumen Kuisioner Penelitian

Variabel Dimensi Indikator

Kepatuhan Wajib Pajak UMKM (Y)

1. Pemahaman terkait peraturan perpajakan yang berlaku 2. Tepat Waktu

a. Wajib pajak memahami Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang berlaku di Indonesia.

b. Wajib pajak tepat waktu dalam membayar pajak terutang

c. Wajib pajak tidak memiliki tunggakan pajak

d. Wajib pajak tepat waktu dalam melaporkan SPT Masa e. Wajib pajak memahami dalam melakukan pembukuan atau pencatatan

f. Wajib pajak memberi keterangan yang diperlukan pemeriksa pajak.

(8)

Tarif Pajak PP No.23 Tahun 2018 (X1)

1. Pengetahuan terkait PP No.23 Tahun 2018

2. Pengetahuan terkait tarif pajak yang ditetapkan untuk wajib pajak UMKM

a. Pengetahuan wajib pajak terkait PP No.23 tahun 2018 b. Pengetahuan wajib pajak

UMKM terhadap penetapan tarif pajak sebesar 0,5% . c. Pengetahuan bahwa tarif pajak

yang ditetapkan bersifat final dan khusus untuk peredaran bruto kurang dari 4,8 miliar d. Sikap wajib pajak terhadap

penentuan tarif pajak sebesar 0,5%

e. Kemampuan wajib pajak

dalam menghitung,

membayar. dan membayar pajak terutang dengan adanya tarif pajak UMKM baru sebesar 0,5%.

Kesadaran Wajib Pajak (X2)

1. Kesadaran wajib pajak terkait manfaat dan dampak pajak terhadap negara

a. Wajib pajak memahami bahwa pajak merupakan sumber penerimaan negara dan sebagai penunjang pembangunan negara

b. Wajib pajak mengetahui bahwa menunda pembayaran dan tidak mematuhi aturan pajak sangat merugikan negara.

Omset Penghasilan (X3)

1. Penghasilan adalah objek

a. Wajib pajak mengetahui bahwa penghasilan merupakan

(9)

pajak 2. Jumlah

penghasilan yang diperoleh wajib pajak UMKM

3. Umur Usaha UMKM pada penghasilan UMKM

objek pajak

b. Kemauan wajib pajak dalam mematuhi PPh Final

c. Membayar pajak berdasarkan jumlah omset

d. Omset yang tinggi akan menghasilkan pajak yang tinggi.

e. Kebenaran dalam

menyampaikan penghasilan f. Mampu membuat pencatatan

dalam menghitung omset g. Semakin lama usaha berdiri,

semakin tinggi omset penghasilannya.

F. Teknik Analisis Data

Untuk Pengujian instrumen penelitian menggunakan : 1. Uji Validitas

Validitas merupakan kemampuan dari kuisioner untuk emngukur secara aktual apa yang seharusnya diukur sehingga tidak ada kesalahan dalam penarikan kesimpulan data. Uji validitas ini digunakan untuk mengetahui valid tidaknya suatu kuisioner dimana kuisioner dapat dikatakan valid apabila dapat mengukur apa yang seharusnya diukur dengan tepat. Dalam pengujian validitas, butir pertanyaan dalam kuisioner dikatakan valid jika r hitung ≥ r tabel . Sebaliknya, butir pertanyaan dikatakan tidkak valid apabila r hitung ≤ r tabel.

(10)

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah kemampuan dari kuisioner untuk mengukur ketepatan, keterandalan, konsistensi terhadap kuisioner. Uji reliabilitas ini digunakan untuk mengetahui apakah kuisioner yang disusun benar-benar memberikan hasil yang baik dan andal. Pengujian Reliabilitas ini menggunakan Cronbach Alpha dimana suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai Croanbach Alpha ≥ 0,70. Sebalikya, jika nilai Croanbach Alpha < 0,70 maka pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur variabel tersebut tidak reliabel.

Untuk analisis data meggunakan : 3. Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran umum dari semua variabel yang digunakan dalam suatu penelitian. Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan uji distribusi frekuensi dengan menguji setiap poin pernyataan pada kuesioner.

4. Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan pengujian analisis regresi linear berganda, terlebih dahulu harus melakukan uji asumsi klasik terhadap data yang akan diolah.

Uji asumsi klasik ini memiliki beberapa pengujian yaitu : a. Uji Normalitas

Uji Normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual terdistribusi secara normal atau tidak. Pengujiaan ini dapat menggunakan uji histogram, uji probability-plot, maupun uji statistik Kolmogorov-Smirnov. Apabila menggunakan histogram, data dikatakan terdistribusi secara normal apabila grafik tergambar pola seperti gunung. Sementara apabila uji normalitas menggunakan probability-plot, data dikatakan terdistribusi secara normal apabila titik-titik mengikuti arah garis. Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan uji normalitasmenggunakan uji statistik Kolmogorov- Smirnov karena pengujian dengan Kolmogorov-Smirnov telah

(11)

dibuktikan memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan menggunakan histogram maupun probability-plot. Dalam Uji Kolmogorv-Smirnov, data dikatakan terdistribusi secara normal apabila nilai residual memiliki nilainya signifikan > 0,05.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model yang baik sebaiknya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.

Untuk mengetahui hal tersebut dapat menggunakan nilai VIF (Variance Influence Factor). Bilai nilai VIF < 10 dan Tolerance >

0,1 maka model regresi dapat dikatakan terbebas dari multikolinearitas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedasitias pada model regresi digunakan untuk menguji apakah terdapat ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model yang baik adalah yang homoskedasitias yang berarti residual suatu pengamatan yang lain tetap. Hasil pengujian ini dapat dilihat dari hasil Grafik Scatterplot.

Suatu data dikatakan terbebas dari heteroskedastisitas apabila titik- titik pada grafik Scatterplot menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y.

5. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen yang dalam penelitian ini adalah persepsi wajib pajak atas tarif pajak, kesadaran wajib pajak dan omset penghasilan terhadap variabel dependen yang dalam penelitian ini adalah kepatuhan wajib pajak UMKM. Pengujian ini menggunakan persamaan

𝒀 = 𝒂 + 𝒃𝟏𝒙𝟏+ 𝒃𝟐𝒙𝟐+ 𝒃𝟑𝒙𝟑+ 𝒆

(12)

Keterangan :

Y = Kepatuhan Wajib Pajak UMKM

a = Konstanta

b1, b2, b3 = Koefisien Regresi

X1 = Persepsi Wajib pajak atas Tarif Pajak PP No.23 Tahun 2018

X2 = Kesadaran Wajib Pajak X3 = Omset Penghasilan

e = error

Untuk Pengujian Hipotesis menggunakan : 6. Uji Parsial (Uji t)

Uji parsial adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen pada model regresi. Hasil dari pengujian ini dapat dilihat dari nilai t atau dengan nilai t signifikan .Adapun ketentuan pengambilan keputusan sebagai berikut :

a. Apabila mengacu pada nilai t, dapat diketahui dari thitung dengan ttabel. Setiap variabel independen dikatakan berpengaruh terhadap variabel dependen dan hipotesis dapat diterima apabila thitung< ttabel . Sementara apabila thitung > ttabel maka hipotesis ditolak.

b. Apabila mengacu pada nilai t signifikan, dapat diketahui dari nilai signifikan. Setiap variabel independen dikatakan berpengaruh terhadap variabel dependen dan hipotesis dapat diterima apabila nilai t signifikan < 0,05 . Sementara apabila nilai t signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak (Ghozali, 2018).

7. Uji Simultan (Uji F)

Uji simultan merupakan pengujian yang digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel dependen. Uji simultan dalam penelitian ini menggunakan uji Anova. Adapun hasil dari pengujian ini

(13)

dapat dilihat dari nilai F atau dengan nilai F signifikan .Adapun ketentuan pengambilan keputusan sebagai berikut :

a. Apabila mengacu pada nilai F, dapat diketahui dari thitung dengan ttabel. Seluruh variabel independen dikatakan berpengaruh terhadap variabel dependen dan hipotesis dapat diterima apabila Fhitung< Ftabel. Sementara apabila Fhitung > Ftabel maka hipotesis ditolak.

b. Apabila mengacu pada nilai t signifikan, dapat diketahui dari nilai signifikan. Seluruh variabel independen dikatakan berpengaruh terhadap variabel dependen dan hipotesis dapat diterima apabila nilai F signifikan < 0,05 . Sementara apabila nilai F signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak (Ghozali, 2018)

8. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk menghitung besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai koefisien

determinasi antara nol dan satu. Hasil pengujian ini dapat dilihat dari tabel Model Summary dengan melihat nilai R dan nilai R2. Apabila nilai R> 0,05 maka hubungan antara varaiabel independen dengan variabel dependen dapat dikatakan cukup kuat begitupun sebaliknya. Sementara untuk melihat besarnya pengaruh antar variabel dapat dilihat dari nilai Adjust R square (R2) . Apabila nilai R2 kecil menandakan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas begitupun sebaliknya.

Gambar

Tabel 3.1.Data Populasi Penelitian  No  Jenis Wajib Pajak UMKM  Jumlah
Tabel 3.2. Skor Jawaban Responden  No  Uraian  Skor  1  Sangat Setuju (SS)  5  2  Setuju (S)  4  3  Netral (N)  3  4  Tidak Setuju (TS)  2

Referensi

Dokumen terkait

Analisis regresi berganda pada dasarnya merupakan eksistensi dari metode regresi dalam analisis bivariet yang umumnya digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel

Model regresi berganda pada umumnya digunakan untuk menguji dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen dengan skala pengukuran interval atau

Analisis regresi linear berganda digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel independen yang dalam penelitian ini dijelaskan melalui variabel Tingkat

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengukur pengaruh dua atau lebih variabel bebas (independen) dan satu variabel terikat (dependen) (Ghozali, 2013:57).Dalam

Analisis regresi linear berganda adalah regresi linier untuk mempengaruhi besarnya hubungan dan pengaruh variabel independen yang jumlahnya lebih dari 2. Jadi analisis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda yang digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel

Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda dari dua variabel independen terhadap satu variabel dependen, yang masing-masing variabel telah

Analisis Regresi Linier Berganda Analisis data untuk pengujian hipotesis ini menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji ada tidaknya pengaruh variabel - variabel