• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keadilan & Kesetaraan

N/A
N/A
Nur Duroh

Academic year: 2022

Membagikan "Keadilan & Kesetaraan"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

KEADILAN, KESETARAAN DAN PENEGAKAN SERTA

RELEVANSINYA TERHADAP PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Tugas Mata Kuliah Tafsir Ayat dan Hadis Pengembangan Masyarakat Dosen Pengampu :

Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A

Disusun Oleh :

1. Nur Duroh Maslakhah (21102030004)

2. Linka Chikita Ayu (21102030011)

3. Bilkys Salwa Yulia Vernanda (21102030036)

PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2022

(2)

i KATA PENGANTAR

Segala puji kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah- Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Sholawat serta salam senantiasa kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Dr.

Moch. Nur Ichwan, S.Ag, M.A. pada mata kuliah Tafsir Ayat & Hadis Pengembangan Masyarakat semester genap, dengan judul makalah “Keadilan, Kesetaraan dan Penegakan Serta Relevansinya Terhadap Pengembangan Masyarakat”. Dalam menyelesaikan makalah ini penyusun berusaha untuk melakukan yang terbaik tetapi penyusun menyadari bahwa dalam menyelesaikan karya tulis ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan penyempurnaan karya tulis ini pada hari yang akan datang.

Dengan terselesaikannya karya tulis ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembuatan makalah ini yang telah memberikan dorongan, semangat dan masukan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan masyarakat pada umumnya, serta mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Yogyakarta, 3 Maret 2022

Penyusun

(3)

1 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI... 1

BAB I ... 2

PENDAHULUAN ... 2

A. Latar Belakang ... 2

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan Penulisan ... 2

D. Manfaat Makalah ... 3

BAB II ... 4

PEMBAHASAN ... 4

A. Pengertian Keadilan dan Penegakan ... 4

B. Islam Memandang Keadilan dan Kesetaraan ... 5

C. Hadis yang Relevan ... 9

D. Refleksi dalam Konteks Pengembangan Masyarakat ... 10

BAB III ... 11

PENUTUP ... 11

A. Kesimpulan ... 11

DAFTAR PUSTAKA ... 12

(4)

2 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengembangan masyarakat merupakan salah satu upaya yang umum dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdikari. Dalam pelaksanaannya, sangat dimungkinkan terjadinya konflik, baik konflik antara fasilitator dengan masyarakat maupun masyarakat dengan masyarakat. Konflik yang terjadi pada umumnya terjadi karena kesalah pahaman, ketidak adilan, atau terjadinya pelanggaran hukum.

Oleh karena itu, dalam proses pengembangan masyarakat, sangat diperlukan pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep keadilan, kesetaraan, dan penegakan terhadap hukum yang berlaku.

Konsep mengenai keadilan, kesetaraan, dan penegakan tidak hanya ada dan diatur oleh pasal-pasal dalam aturan negara melainkan juga dalam agama islam.

Islam telah secara khusus membahas konsep ini baik dalam al qur’an maupun hadis.

Ini seharusnya dapat menjadi rujukan bagi pengembang masyarakat dan bagi seluruh elemen masyarakat untuk selalu memperhatikan konsep ini dalam menjalankan kehidupan mereka. Sehingga kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan tentram.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan keadilan dan penegakan?

2. Bagaimana islam memandang tentang keadilan dan kesetaraan melalui tafsir ayat al qur’an?

3. Apa saja hadis yang berkaitan dengan keadilan dan kesetaraan?

4. Bagaimana refleksi dalam konteks pengembangan masyarakat?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian keadilan dan penegakan

(5)

3 2. Untuk mengetahui bagaimana pandangan islam terhadap keadilan dan

kesetaraan melalui tafsir ayat al qur’an

3. Untuk mengetahui hadis-hadis yang berkaitan dengan keadilan dan kesetaraan 4. Untuk mengetahui bagaimana refleksi keadilan dan penegakan dalam monteks

pengembangan masyarakat

D. Manfaat Makalah

Makalah ini dapat digunakan sebagai acuan pembelajaran mengenai keadilan, kesetaraan, dan penegakan khususnya dalam konteks pengembangan masyarakat, yang mana kajian ini selalu berkembang sehingga diharapkan makalah ini dapat membantu dan berperan dalam pengembangan pengetahuan.

(6)

4 BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Keadilan dan Penegakan

Keadilan memiliki banyak pengertian. Dalam KBBI, kata keadilan berasal dari kata dasar “adil” yang mendapat awalan ke dan akhiran an. Makna kata adil memiliki arti kejujuran, kelurusan dan keikhlasan yang tidak berat sebelah, netral atau

seimbang. Sehingga, keadilan memiliki pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak dan tidka sewenang-wenang.

Keadilan menurut para ahli memiliki pengertian sebagai berikut : 1. Aristoteles

Keadilan adalah Tindakan yang memberikan sesuatu kepada orang yang memang menjadi haknya.

2. Thomas Hubbes

Keadilan adalah sebuah keadaan dimana ada suatu perjanjian yang kemudian isi perjanjian tersebut dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa berat sebelah

3. Plato

Keadilan adalah mematuhi semua hukum dan perundangan yang berlaku.

4. Frans Magnis Suseno

Keadilan adalah dimana sesama manusia saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing yang membuat keadaan menjadi harmonis.

5. Notonegoro

Keadilan adalah suatu keadaan dikatakan adil jika sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku

6. W.J.S. Poerwadarminto (2003)

Keadilan adalah tidak berat sebelah, sepatutnya tidak sewenang-wenang Keadilan menurut perspektif islam berarti memberikan satu ketentuan (hukum) yang tidak menyimpang dari kebenaran. Berdasarkan ketentuan umum, keadilan adalah bertindak sama atau serupa. Lawan dari keadilan adalah kezaliman. Seruan

(7)

5 menegakkan keadilan harus terwujud di tengah masyarkat. Keadilan mesti ditegakkan dalam segala bidang kehidupan, baik sosial, ekonomi maupun kehidupan politik.

Sedangkan pengertian penegakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata “tegak” yang artinya a. berdiri; b. sigap; c. lurus; d. setinggi orang berdiri; e.

tetap teguh; tetap tidak berubah. Arti sempitnya yaitu upaya untuk menjamin dan memastikan agar aturan hukum berjalan sesuai dengan kebenaran yang ada. Menurut Satjipto Raharjo, penegakan hukum sebenarnya merupakan penegakan terhadap ide maupun konsep yang berkaitan dengan keadilan, kebenaran, kemanfaatan sosial dan sebagainya untuk diwujudkan dalam kenyataan (Yunus Ardiansyah,2018). Keadilan dan penegakan sangatlah berhubungan karena penegakan tanpa keadilan itu tidaklah berguna karena keadilan dan penegakan digunakan untuk kestabilan hidup bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.1 Penegakan juga diperlukan agar terciptanya masyarakat yang harmonis, tentram, berkeadilan, aman, dan damai.

B. Islam Memandang Keadilan dan Kesetaraan a. Al Qur’an Surah Al Hujurat ayat 13

اَهُّيَآٰ ي ساَّنلا اَّنِا ْم ك نْقَلَخ ْن ِ م

رَكَذ ى ثْن ا َّو ْم ك نْلَعَج َو اًب ْو ع ش

َبَق َّو َلِٕىۤا ا ْو ف َراَعَتِل

ۚ َّنِا

ْم كَم َرْكَا َدْنِع

ِٰاللّ

ْم كى قْتَا

ۗ َّنِا َٰاللّ

مْيِلَع رْيِبَخ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

(Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan) yakni dari Adam dan Hawa (dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa) lafal Syu'uuban adalah bentuk jamak dari lafal Sya'bun, yang artinya tingkatan nasab keturunan yang paling tinggi (dan bersuku-suku) kedudukan suku berada di bawah bangsa, setelah suku atau kabilah disebut Imarah, lalu Bathn, sesudah Bathn adalah Fakhdz dan yang paling bawah adalah Fashilah.

1 M. Rais Ahmad, “Penegakan Hukum Atas Keadilan Dalam Pandangan Islam”, Mizan: Journal of Islamic Law 1, no. 2 (2018): 143-148, https://doi.org/10.32507/mizan.v1i2.122

(8)

6 Contohnya ialah Khuzaimah adalah nama suatu bangsa, Kinanah adalah nama suatu kabilah atau suku, Quraisy adalah nama suatu Imarah, Qushay adalah nama suatu Bathn, Hasyim adalah nama suatu Fakhdz, dan Al-Abbas adalah nama suatu Fashilah (supaya kalian saling kenal-mengenal) lafal Ta'aarafuu asalnya adalah Tata'aarafuu, kemudian salah satu dari kedua huruf Ta dibuang sehingga jadilah Ta'aarafuu; maksudnya supaya sebagian dari kalian saling mengenal sebagian yang lain bukan untuk saling membanggakan ketinggian nasab atau keturunan, karena sesungguhnya kebanggaan itu hanya dinilai dari segi ketakwaan. (Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui) tentang kalian (lagi Maha Mengenal) apa yang tersimpan di dalam batin kalian.

Ayat ini memberikan gambaran kepada kita tentang persamaan laki-laki dan perempuan baik dalam hal ibadah maupun aktivitas sosial yang menegaskan tidak ada perbedaan nilai kemanusian yang dimana ayat ini bertujuan agar umat manusia saling mengenal sehingga dapat memberikan manfaat pada sesama. Di ayat ini Allah SWT memerintahkan agar umat manusia mengenal satu sama lain walaupun tiap umat itu memiliki keunikannya sendiri dan Allah SWT juga memberitahukan bahwa yang mulia itu dilihat dari ketakwaan dan kepatuhan dalam beribadah bukan karena tampilan fisik.2

b. Al Qur’an Surah an Nahl Ayat 90

ِرَكْن مْلا َو ِءۤاَشْحَفْلا ِنَع ى هْنَي َو ى ب ْر قْلا ىِذ ِئۤاَتْيِا َو ِناَسْحِ ْلْا َو ِلْدَعْلاِب ر مْأَي َٰاللّ َّنِا َن ْو رَّكَذَت ْم كَّلَعَل ْم ك ظِعَي ِيْغَبْلا َو

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

(Sesungguhnya Allah menyuruh kalian berlaku adil) bertauhid atau berlaku adil dengan sesungguhnya (dan berbuat kebaikan) menunaikan fardu-fardu, atau hendaknya kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya sebagaimana

2 Agus Tohawi and Suwandi, “Tafsir Ayat-Ayat Ke-Pancasilaan”, Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf 6, no. 2 (2020), https://doi.org/10.53429/spiritualis.v6i2.134.

(9)

7 yang telah dijelaskan oleh hadis (memberi) bantuan (kepada kaum kerabat) famili;

mereka disebutkan secara khusus di sini, sebagai pertanda bahwa mereka harus dipentingkan terlebih dahulu (dan Allah melarang dari perbuatan keji) yakni zina (dan kemungkaran) menurut hukum syariat, yaitu berupa perbuatan kekafiran dan kemaksiatan (dan permusuhan) menganiaya orang lain. Lafal al-baghyu disebutkan di sini secara khusus sebagai pertanda, bahwa ia harus lebih dijauhi; dan demikian pula halnya dengan penyebutan lafal al-fahsyaa (Dia memberi pengajaran kepada kalian) melalui perintah dan larangan-Nya (agar kalian dapat mengambil pelajaran) mengambil pelajaran dari hal tersebut. Di dalam lafal tadzakkaruuna menurut bentuk asalnya ialah huruf ta-nya diidghamkan kepada huruf dzal. Di dalam kitab Al-Mustadrak disebutkan suatu riwayat yang bersumber dari Ibnu Masud yang telah mengatakan, bahwa ayat ini yakni ayat 90 surah An-Nahl, adalah ayat yang paling padat mengandung anjuran melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan di dalam Al-Qur'an.

Ayat ini menjelaskan tentang perintah untuk selalu berbuat kebajikan, menjauhi segala larangan yang melanggar norma maupun syariat agama, memerintahkan umat manusia agar selalu berbuat adil, berbuat ihsan yang mempertinggi keimanan dan menjaga silatutahmi dengan orang-orang sekitar atau kerabatnya.3

c. Al Qur’an Surah an Nahl Ayat 97

ْم هَّنَي ِزْجَنَل َو ًۚةَبِ يَط ًةو يَح هَّنَيِيْح نَلَف نِمْؤ م َو ه َو ى ثْن ا ْوَا رَكَذ ْنِ م اًحِلاَص َلِمَع ْنَم َن ْو لَمْعَي ا ْو ناَك اَم ِنَسْحَاِب ْم ه َرْجَا

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

(Barang siapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik) menurut suatu pendapat dikatakan bahwa yang dimaksud adalah kehidupan di surga. Menurut pendapat yang lain dikatakan adalah kehidupan dunia, yaitu dengan mendapatkan rasa qana`ah atau menerima apa adanya atau ia

3 Agus Tohawi and Suwandi, “Tafsir Ayat-Ayat Ke-Pancasilaan”, Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf 6, no. 2 (2020), https://doi.org/10.53429/spiritualis.v6i2.134.

(10)

8 mendapatkan rezeki yang halal (dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan).

Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan tentang kehidupan yang sejahtera baik untuk kaum laki-laki maupun perempuan, jika mereka mau beriman dan mengerjakan amal saleh maka ia akan mendapatkan balasan yang lebih tinggi daripada apa yang dikerjakan.4

d. Al Qur’an Surah al Maidah Ayat 8

َّلَْا ىٰٓ لَع م ْوَق ن اَنَش ْم كَّنَم ِرْجَي َلْ َو ِطْسِقْلاِب َءۤاَدَه ش ِٰ ِلِل َنْيِما َّوَق ا ْو ن ْو ك ا ْو نَم ا َنْيِذَّلا اَهُّيَآٰ ي َن ْو لَمْعَت اَمِب رْيِبَخ َٰاللّ َّنِاۗ َٰاللّ او قَّتا َو ى وْقَّتلِل ب َرْقَا َو ه ۗا ْو لِدْعِاۗ ا ْو لِدْعَت

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

(Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu selalu berdiri karena Allah) menegakkan kebenaran-kebenaran-Nya (menjadi saksi dengan adil) (dan janganlah kamu terdorong oleh kebencian kepada sesuatu kaum) yakni kepada orang-orang kafir (untuk berlaku tidak adil) hingga kamu menganiaya mereka karena permusuhan mereka itu. (Berlaku adillah kamu) baik terhadap lawan maupun terhadap kawan (karena hal itu) artinya keadilan itu (lebih dekat kepada ketakwaan.

Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) sehingga kamu akan menerima pembalasan daripadanya.

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan agar orang-orang mukmin mengerjakan segala hal selalu melakukan kejujuran, cermat dan ikhlas hanya karena Allah semata agar apa yang telah mereka kerjakan mendapatkan balasan yang setimpal atau bahkan lebih besar. Supaya orang-orang mukmin ini berlaku adil kepada siapapun walaupun musuh mereka sendiri. Sebagai orang mukmin harus melakukan sebuah keadilan ataupun menjadi penegak keadilan jangan sampai hanya karena orang tersebut adalah musuhmu kamu tidak mau berbuat adil.5

4 Mira Fauziah, “Kehidupan yang Baik dalam Pandangan al Qur’an”, At-Taujih: Bimbingan dan Konseling Islam 1, no. 2 (2018), https://doi.org/10.22373/taujih.v1i2.7200.

5 Imronudin Imronudin, “Pendidikan Inter-Religius Perspektif Al Qur’an”, Alim | Journal of Islamic Education 2, no. 2 (2021), https://doi.org/10.51275/alim.v2i2.186.

(11)

9 C. Hadis yang Relevan

1. Hadis mengenai keadilan

َّبَحَأ َّنِإ: ملسو هبحصو هلآ ىلعو هيلع الله ىلص الله لوسر لاق: لاق ،هنع الله يضر يردخلا ديعس يبأ نع ِة َماَيِقْلا َم ْوَي َِّاللّ ىَلِإ ِساَّنلا َضَغْبَأ َّنِإ َو لِداَع ماَمِإ ًاسِلْجَم هْنِم ْم هَب َرْقَأ َو ِةَماَيِقْلا َم ْوَي َّلَج َو َّزَع َِّاللّ ىَلِإ ِساَّنلا رِئاَج ماَمِإ ًاباَذَع هَّدَشَأ َو Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah SWT dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil, sedangkan manusia paling dibenci oleh Allah dan paling jauh tempat duduknya adalah pemimpin yang zalim." (HR At-Tirmidzi).

2. Hadis mengenai kesetaraan

َسْيَل ،ِبَسَّنلا يِف َن ْو واَسَت م َساَّنلا َّنَٔا اَذَهِب َدا َرَٔا َّيِبَّنلا َّنِٕا: ِ يِبْيَت عْلا ِنَع ًةَياَك ِح ُّي ِرَه ْزَٔلْا َلاَق ِناَمَيْلا يِبَٔا ْنَع ةَل ِحا َر اَهْيِف َسْيَل ، ةَئاِم لِبِٕاَك هاَبْشَٔا ْم هَّنِكَل َو ، لْضَف ْم هْنِم دَحَٔلْ

“Dari Abi al Yaman al Azharu menceritakan dari al Utaiby: Sesungguhnya yang dikehendaki Nabi daam hal ini adalah bahwa manusia adalah sama (setara) dalam nasab. Tidak seorangpun dari mereka memiliki kelebihan (dari yang lainnya), akan tetapi mereka serupa, seperti 100 ekor unta yang tidak memiliki induk (H.R.

Bukhari)”

3. Hadis mengenai kesetaraan dan keadilan

نع ىبأ ةريره – ىضر الله هنع – َلاَق َلاَق لوسر الله ىلص- الله هيلع ملسو او ص ْوَتْسا–

،ِءاَسِ نلاِب َّنِإَف ًةَأ ْرَمْلا

ْتَقِل خ ْنِم

،ِعَل ِض ْنِإ َو َج َوْعأ ءْىَش ِعَل ِ ضلاىِف

هَلاْعَأ َّنِإَف، َتْبَهَذ ه مْيِق ت هَت ْرَسَك ْنِإ َو،

هَتْك َرَت ْمَل ْل َزَي

َج َوْعَأ ،

او ص ْوَتْساَف ِءاَسِ نلاِب

Artinya : Rasulullah saw., bersabda, “Wasiatkanlah (berilah nasihat) kebaikan kepada perempuan! Sebab, dia diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok.

Sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas bila kamu terlalu keras meluruskannya maka tulang rusuk itu akan pecah. Bila kamu tidak meluruskannya, maka ia akan selalu bengkok. Untuk itu, wasiatkanlah kebaikan kepada perempuan”

(12)

10 D. Refleksi dalam Konteks Pengembangan Masyarakat

Dalam konteks pengembangan masyarakat, konsep keadilan, kesetaraan dan penegakan harus diperhatikan. Seorang fasilitator pengembang masyarakat harus berlaku adil terhadap masyarakat yang dibimbingnya atau dilatihnya. Fasilitator tidak boleh membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lainnya. Mereka harus memberikan pelatihan dengan porsi yang sama, tidak membodohi masyarakat, tetapi memberikan pelatihan dan pengetahuan dengan baik dan sesuai kaidah teori pengembangan masyarakat. Serta mengutamakan tercapainya tujuan dari dilaksankaannya pengembangan masyarakat, yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri.

Dalam melaksanakan pengembangan masyarakat, prinsip kesetaraan juga harus dijunjung tinggi. Utamanya prinsip kesetaraan gender. Saat ini masih banyak masyarakat yang menolak seorang perempuan untuk menjadi pemimpin, serta memandang sebelah mata kemampuan seorang perempuan. Padahal dalam salah satu hadis nabi, Rasulullah SAW. mewasiatkan untuk berbuat dan memperlakukan dengan baik seorang perempuan. Hal ini juga termasuk dalam hal memilih mereka sebagai pemimpin, serta mendengar usulan-usulan mereka dalam sebuah diskusi.

(13)

11 BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Keadilan, penegakan dan kesetaraan adalah hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pengembangan masyarakat. Keadilan memiliki pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak dan tidka sewenang-wenang.

Sedangkan keadilan menurut perspektif islam berarti memberikan satu ketentuan (hukum) yang tidak menyimpang dari kebenaran. Berdasarkan ketentuan umum, keadilan adalah bertindak sama atau serupa. Adapun penegakan dalam artian yang sempit adalah upaya untuk menjamin dan memastikan agar aturan hukum berjalan sesuai dengan kebenaran yang ada.

Islam sendiri sangat memperhatikan kaedilan dan kesetaraan, gambaran tersebut dapat kita temukan dalam beberapa ayat al-qur’an dan beberapa hadits.

Beberapa surah dan hadits tersebut sebagai berikut: Al Qur’an Surah Al Hujurat ayat 13, Al Qur’an surah an-Nahl ayat 90, Al Qur’an surah an-nahl ayat 97, Al qur’an surah Al-Maidah ayat 8, dan salah satu potongan hadits tentang keadilan adalah “ Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah SWT dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil, ...” (HR At-Tirmidzi).

Seperti yang di katakan di awal bahwa keadilan, penegakan dan kesetaraan adalah hal yang penting dan hal yang harus di junjung tinggi dalam proses pengembangan masyarakat, maka salah satu contoh reflesksi nya adalah tentang prinsio kesetraan gender, yaitu dengan tidak memandang sebelah mata kemampuan perempuan untuk menjadi pemimpin di banding laki-laki, padahal dalam segi hukum islam sendiri, dalam satu hadits rasulallah SAW mewasiatkan untuk memperlakukan perempuan dengan baik, termasuk dalam hal pemilihan pemimpin.

Dari semua hal ini, bisa kita lihat bahwa keadilan, penegakan dan kesetaraan, dilihat dari pandangan umum, dalam pandangan islam, ataupun dari pandangan pengembangan masyarakat sama-sama memiliki arti yang sangat penting untuk selalu di junjung tinggi dan di lestarikan penerapan nya.

(14)

12 DAFTAR PUSTAKA

Pandit, I. G. (n.d.). KONSEP KEADILAN DALAM PERSEPSI . Jurnal Administrasi Publik, 15.

Suwandi, A. T. (2020). Tafsir Ayat-Ayat Ke-Pancasilaan. Jurnal Ilmiah Spiritualis : Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf 6. doi:https://doi.org/10.53429/spiritualis.v6i2.134

Syam, N. F. (2018). PEMAHAMAN KESETARAAN GENDER DALAM HADIS. Studi Tekstual dan Kontekstual dalam Al Kutub As Sittah, 79. Retrieved from

http://repository.uinsu.ac.id/4304/1/Tesis%20FIX.pdf

TafsirQ. (2015, April 01). Tafsir Jalalayn Surat Al Hujurat Ayat 13. Retrieved from TafsirQ.com: https://tafsirq.com/49-al-hujurat/ayat-13#tafsir-jalalayn

TafsirQ. (2015, April 01). Tafsir Jalalayn Surat An Nahl Ayat 90. Retrieved from TafsirQ.com:

https://tafsirq.com/16-an-nahl/ayat-90

Poerwadarminta. W.J.S. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka Satjipto Rahardjo. 1987. Masalah Penegakan Hukum. Bandung : Sinar Baru. hlm.15

Referensi

Dokumen terkait

Metode Vernam Cipher merupakan algoritma berjenis symmetric key kunci yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi yang menggunakan kunci yang

Karena fungsinya yang memungkinkan aplikasi Java mampu berjalan dibeberapa platform sistem operasi yang berbeda dan secara luas dimanfaatkan dalam

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah 1 plot tanaman kedelai (Glycine max L. ) (1 plot berisi 6 varietas Detam II dan 6 varietas Anjasmoro) sebagai

Dalam laporan posisi keuangan pada PT.Adhi Karya tahun 2015 yang sudah melakukan konvergensi terhadap ifrs tahap ke empat ditemukan beberapa perbedaan antara laporan yang

[Kemenkes] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktur Jenderal Bina Pelayanan Kefarmasian, 2011, Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik, Jakarta. [Kemenkes] Kementerian

Adapun skripsi yang ditulis oleh penulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata 1 pada Jurusan Syari‟ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN)

Dalam persiapan pengadaan barang/jasa pemerintah, terdapat kegiatan pembentukan panitia pengadaan, pembuat paket pengadaan, dan pengumuman pengadaan kepada penyedia

Kalimat emosional marah mengamuk yang ditemukan dalam bahasa Minangkabau di Kanagarian Lubuk Basung Kecamatan Sangkir Kabupaten Agam terjadi saat penutur