• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS UDAYANA NOTULA RAPAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "UNIVERSITAS UDAYANA NOTULA RAPAT"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

1

NOTULA RAPAT

Rapat : Rapat Pimpinan Hari/tanggal : Selasa, 4 Mei 2021

Tempat : Ruang Bangsa, Lantai III Bukit Jimbaran Waktu : 10.00 WITA – selesai

Agenda : 1. Evaluasi dan Pembahasan Capaian Kinerja Tri Wulan I 2. Merdeka Belajar

3. Eksekusi Anggaran 4. Kontrak Kinerja 5. Lain-lain

Pimpinan Rapat : Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) Notulen : 1. Ni Luh Putu Sri Sumarthini

Peserta Rapat : 1. Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. (Wakil Rektor I) 2. Prof. Dr. I Gusti Bagus Wiksuana, MS (Wakil Rektor II) 3. Prof. Dr. I Made Sudarma, M.S (Wakil Rektor III)

4. Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, SH, M.Hum (Wakil Rektor IV) 5. Para Dekan

6. Direktur Pascasarjana 7. Para Ketua Lembaga 8. Para Kepala Biro 9. SPI

10. Dir. RS Udayana 11. Kepala USDI Pembukaan oleh Rektor Universitas Udayana Persoalan yang dibahas :

1. Evaluasi dan Pembahasan Capaian Kinerja Tri Wulan I.

Unutk evaluasi kinerja saya sudah membagikan di WA grup pimpinan semoga sudah dicermati. Tentang kontrak kinerja masing-masing fakultas jadi seperta biasa yang pertama adalah meningkatnya lulusan pendidikan tinggi dimana indikatornya :

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS UDAYANA

Alamat : Jln. Raya Kampus Unud, Jimbaran Badung, Bali 80361 Telepon : (0361) 701954, 701797, 701812

Laman: www.unud.ac.id

(2)

2

1. Meningkatnya kualitas lulusan Pendidikan Tinggi

1.1 Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan, melanjutkan studi atau menjadi wiraswasta targetnya 80%, target pada TW1 adalah 0 karena ini biasanya akhir semester tetapi didata tercapai semua

1.2 Persentase mahasiswa S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit (dua puluh) sks di luar kampus atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional dimana targetnya 30% dan rekap capaian s/d 26 april 2,75%.

2. Meningkatnya kualitas dosen Pendidikan Tinggi

2.1 Persentase Dosen yang berkegiatan Tridarma di kampus lain, di QS 100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 by subject), bekerja sebagai praktisi di dunia industry, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi paling rendah tingkat nasional dalam 5 (lima) tahun terakhir, capaiannya masih banyak yang 0.

2.2 Persentase dosen tetap berkualifikasi akademik S3, memiliki sertifikat kompetensi/profesi yang diakui oleh industry dunia kerja, atau berasal dari kalangan praktisi professional, dunia industry atau dunia kerja. Ini hasilnya hijau dan sudah melampaui target namun masih ada yang merah.

2.3 Jumlah keluaran peneliti dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen.

Realisasinya sudah hijau namun ada beberapa yg masih 0.

3. Meningkatnya kualitas kurikulum dan pembelajaran.

3.1 Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan krjasama denngan mitra

3.2 Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case methd) atau pembelajaran kelompok berbasisi projek (team- based-project) sebagai bobot evaluasi. Ini secara umum sudah hijau tetapi masih banyak yg 0

3.3 Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi atau sertifikat internasional yang diakui pemerintah. Ini semuanya belum tercapai.

Saya mohon saran dan masukan terkait hasil evaluasi yang kita capai serta bagaimana cara memecahkan telor ini. Jadi jika direkap turun FIB yang belum pecah telornya 5, untuk FK

(3)

3

mohon disampaikan ke LP3M terkait akreditasi. Mohon dikonfirmasi ke LP3M supaya prodi terakreditasi nya pecah telornya

FEB :

Sepanjang pengetahuan kami Lembaga nya yang sudah diakreditasi artinya cara dia mengakreditasi sudah megikuti standar internasional. ABES sudah mengikuti standar internasional.

Rektor : Kita perlu konfirmasi ke kemendikbud apa ini sudah diakui. Saya harap setara akreditasi internasional.

Demikian sy kira hasil evaluasi TW 1 ini data diambil per 26 april, mohon saran untuk perbaikan ke depan.

Sesi diskusi FP:

Hasil evaluasi TW 1 unuk poin 1 dan 2 persentase mahasiswa S1 yang mengambil sks diluar sebenarnya ada tetapi per 26 april belum tercatat. Sehingga tidak 0 tetapi ada 1. Untuk poin 2.1 di QS 100 ada 5 dosen, untuk poin 2.3 sudah ada yang diimplementasikan di sektor industry, namun jumahnya belum bisa disampaikan. Yang perlu penjelasan untuk mata kuliah yang menggunakan kis metod dimana di fakultas belum bisa menyikapi. Yang dimaksud belum jelas yang bagaiman sehingga nanti kita akan konfirmasi ke LP3M.

Rektor : 0 nya sudah pecah tinggal perlu klarifikasi saja. Untuk agribisnis tahun depan agar direncakanan akreditasi internasional.

FT :

Dapat kami laporkan, yg 0 ini bahkan yang sudah ada angkanya sepertinya masih belum terinput, karena staf masih operasi seperti yang 2.1 mestinya ada cuma detailnya saya sendiri tidak pegang tetapi pasti ada. Yang 3.1 kerjasama juga sudah ada beberapa yang sudah tanda tangan cuma belum terinput, untuk matakuliah yang menggunakan kis metod kita sudah minta dosen untuk mencantumkan yg akan disampaikan dan sudah dituangkan dalam RPS. Dari 4 yang nilainya 0 ini ada 1 yg belum terpenuhi. Mohon diberikan waktu 1 minggu untuk mengklarifikasi ini.

Rektor : mohon direncanakan tahun depan untuk salah satu prodi yg AUN sehingga semua terpenuhi.

(4)

4 PLT BPKU :

Sesuai dengan surat yang diterima diperpanjang sampai 9 mei, kita harus melalorkan capaian kinerja di TW 1 dan masih ada waktu dan jika ada laporan kinerja yang belum terinput karena data-data yang dilaporkan ke Rektor adalah data-data isian yang dilaporkan oleh unit kerja. Saya mohon agar mencertmati kemendikbud nomor 754 tahun 2020 serta perubahnnya kemendikbud nomer 3 tahun 2021 disana sudah ada definisi operasional kriterianya sudah ada, agar saat dilalukan evaluasi oleh pihak Kemendikbud maupun Kementerian keuagan itu dapat diterima.

Misalnya sertifikasi program studi tingkat internasional untuk program studi kalau untuk ABES untuk S2 tidak masuk karena yang disebutkan yang S1 dan diploma disana juga sudah ada kriterianya, sertifikat akreditasi mana yang sudah dituliskan di definisi operasionalnya supaya kita tidak salah melaporkan.Ada dua hal yang perlu disampaikan bahwa terkait indikator presentase mahasiswa yang 20 sks diluar kampus atau berprestasii paling rendah di tingkat nasional, kalau dicermati targetnya 30% untuk 1 tahun di TW I 3,58, dengan jumlah mahasiswa yang diperoleh data dari USDI dengan jumlah 21.192 yang mestinya mahiswa kita menghabiskan paling sedikit 20 sks diluar kampus. Mudahn2an program MBKM bisa digenjot lagi untuk dapat diikuti dimana 2 program yang sudah ditunjuk di BKM sebagai koordinator PTN program mengajar merdeka dan pertukaran pelajar merdeka yang pendaftarannya tanggal 12 juli sehingga saya mohonkan pimpinan memanfaatkan program ini untuk memenuhi target- target ini. Terkait persentase program studi S1 dan diploma yang memiliki akreditasi atau sertifkikat internasional, target kita adalah 5 dari 52 program studi , potensi yg tidak dicapai juga sangat tinggi sekali karena kalau kita baca definisi operasional AUN tidak keliatan di Kepmendikbud 754. Ini sebagai tambahan informasi barangkali sesuai dengan hasil asistensi sekjen kemendikbud kemarin ke Unud memang kita di dorong Sakip kita ditahun 2021 menjadi A sehingga ini diperlukan strategi untuk pencapaian 8 indikator ini tentu setiap agenda rapat- rapat agar diagendakan untuk melakukan evaluasi capaian kinerja diantaranya hari ini yang ditempatkan diposisi pertama nanti akan didokumentasikan untuk melengkapi dokumen pendukung atas evaluasi capaian kinerja tersebut.

Rektor : Terima kasih atas masukan PLT Biro BPKU atas masukan dan sarannya yang pertama terkait batas akhir, untuk Dekan FT jangan seminggu

(5)

5

FT : jika diperhatikan poin 1.2 mahasiswa S1 yang menghabiskan paling sedikit 20 sks artinya yang semester ini atau semester yang berjalan, sampai tgl 26 april yang tercatat ada 4 mahasiswa dan tedapat miss nya padahal data yang didapat juga data melalui USDI bahwa data mahasiswa yang tercatat ada 47 bahkan seharusnya lebih karena ada di Elektro tambahan lagi 23 di Sipil ada lagi 4 di Mesin adalagi 2 sehingga jumlah mahasiswa ada 76. Bagaimana link data antara 1 sistem dengan sistem yang lain.

Rektor : Ini perlu diklarifikasi oleh pak PLT Biro BPKU, silahkan nanti tim nya Pak Dekan Teknik berhubungan dengan Pak PLT BPKU untuk memverifikasi data-data ini serta tentu harus ada data pendukung yang kuat.

FT : Pengalaman tahun lalu di FT sudah masuk data MBKM nya? Seperti presentasi bu Rektor dengan mahasiswa dimana teknik datanya 0 padahal kita banyak melakukan MBKM

Rektor : Memang ada beberapa hal yang belum sampai di PD Dikti, kemarin keliatan program mahasiswa mengajar ternyata matakuliahnya belum link ke Dikti, kita sambil berjalan sambal mengvaluasi untuk melengkapi sehingga apa yang dilakukan oleh unud juga terdata di PD Dikti.

Kita perlu banyak bergerak dan berbuat untuk menyempurnakan program MBKM.

Tambahan dari PLT biro BPKU : Terkait mahasiswa yang mengambil tambahan 20 SKS data 582 kita ambil dari usdi dengan sebaran seperti yang sudah kita bagikan. Kita juga perlu mengklarifikasi 582 apakah mahasiswa sudah terpenuhi minimal 20 SKS dalam 1 tahun.

Kemarin sudah keluar keputusan Menteri Pendidikan nomer 74 tahun 2021 dimana ditetapkan pengakuan satuan kredit semester dalam kegiatan diluar kampus. Kegiatan itu ada yang diselenggrakan oleh Belmawa dan diselenggarakan oleh perguruan tinggi bersangkutan.

Kegiatan perguruan tinggi yang bersangkutan adalah kegiatan yang sudah tervalidasi oleh Kemendikbud dan sudah ditetapkan oleh Dirjen Dikti. Sehingga perlu diperhatikan ketika kita membuat program-program yang di link kan dengan MBKM, aspek legalitas tidak ditetapkan oleh Dirjen Dikti apalagi berkaitan dengan PD Dikti, mata kuliah mahasiswa maupun Dosen yang bersangkutan karena itu akan dicek keterkaitannya. Jika salah satu unsur tersebut tidak terdata maka tentu didalam proses verifikasi akan menjadi masalah saat kita melaporkan terakhir.

Jika ada perbedaan data karena ini data inputan dari masing-masing fakultas dan bersumber dari USDI maka dipersilahkan sampai batas waktu yang sudah disampaikan tadi serta tentu dengan dokumen-dokumen yang valid.

(6)

6

Rektor : Setiap angka harus diverifikasi bahkan dewas harus mendapat rekomendasi dari SPI.

Kontrak kinerja dan angka-angka ini harus valid dan akurat. Mereka 1 tim duduk dalam 1 meja untuk memverifikasi yang khusus Universitas Udayana. Kita harus betul-betul hati-hati agar apa yang dibuat bisa dipertanggung jawabkan.

FKH :

Dapat 2 merah tentang akreditasi internasional dan merdeka belajar. Mohon dihilangkan 1 karena kami dari ilmu kesehatan dibebaskan dari merdeka belajar. Di point 2.3 ada jumlah dosen yang berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia industri atau dunia kerja dan saya sudah mencantumkan beberapa dosen termasuk yang bekerja di bidang profesional tetapi tidak divalid karena dosen tersebut tidak memiliki NIDN atau NIDK.

Rektor : Jika tidak mempunyai NIDN/NIDK berarti dia bukan dosen, maka harus diusulkan terlebih dahulu serta harus dicari yang memenuhi syarat sesuai aturan.

Fapet :

Dari fapet seperti data yang diterima dapat 4 butir telor, cara memecahkan sudah kami bicarakan dengan para WD dan akan kami bahas di Rapim Fakultas. Untuk indikator 3.1 kami sudah gencar sekali mengadakan Kerjasama, apakah ini sama seperti kasus di FT atau fakultas lain apakah datanya belum terkonek? WD I kami akan menelusuri ke USDI.

Rektor : Silakan diklarifikasi dalam waktu 4 hari paling lambat karena hari ke 5 sudah ter upload ke Kementerian.

FTP :

Untuk data 1.2 terkait mahasiswa yang menghabiskan 20 SKS kami pikir untuk TW1 yang sudah menghabiskan 20 SKS, karena awal semester februari sehingga saya pikir yang memasukkan 20 SKS semester ini kami menganggap yang sudah tuntas di TW 1, jika yang sedang berjalan di semester ini ada 15. Kami akan telusuri juga di prodi yang melakukan Kerjasama secara virtual dengan perusahaan-perusahaan. Kami akan tindak lanjuti dalam 4 hari kedepan.

Rektor : agar segera diklarifikasi dengan biro perencanaan

(7)

7 FH

Untuk 3.1 sebenarnya memang kami sudah ada data mengenai Kerjasama dengan mitra terutama dengan kegiatan Tridarma baik seminar dan MBKM, datanya sudah dibawa seperti Kerjasama dengan kemenhumkam dan kejaksaan tinggi serta dengan perusahaan dan bank, mungkin disini ada kesalahan data yang belum terinput sehingga mohon koreksi dinomor tesebut. Untuk dosen yang berkegiatan di luar kampus atau yang diakui praktisi dalam dunia industri, sebenarnya dunia industri di FH terkait kegiatan di LBH apakah memungkinkan untuk praktisi rekognisi atau dianggap sebagai industri LBH tersebut. Ada beberapa di perbankan mungkin sertifikatnya kesulitan kita peroleh tapi dimanfaatkan didunia perbankan

Rektor: Kalau LBH sah dan punya ijin saya kira bisa dipakai namun harus ada MOU nya juga.

Profesi juga sekarang sudah punya badan hukum dan saya kira itu resmi. Jika definisi sudah sesuai maka dimasukkan saja. Agar direncakan juga untuk akreditasi internasional.

FIB

Di FIB kami punya 5 telur/ 0, jadi mohon petunjuk terkait nomer 2, disini kami memiliki dosen yang punya anak asuhan yang mempunyai juara internasional namun mereka tidak punya sertifikat / SK yang menyatakan bahwa mereka adalah pembina yang mengasuh mahasiswa yang sudah meraih juara tingkat internasional tersebut. Untuk akreditasi internasional harus mendapat dukungan dari Unud walaupun di FIB sudah mempunyai sertifkiat AUN namun AUN tidak bisa digunakan untuk menghitung persentase kinerja karena yang diminta adalah akreditasi bukan sertifikasi sehingga AUN sama seperti SPMI maupun ISO. Mohon bantuan dan petunjuk jika dibantu maka kami akan siap melakukan akreditasi internasional.

Rektor : Terkait AUN dulu banyak diperdebatkan untuk mendapat pengakuan sertifkat AUN sebagai akreditasi internasional. Kami sangat mendukung untuk menuju akreditasi internasional dan silahkan dianggarkan karena kedepan kita mau tidak mau harus masuk akreditasi internasioanal yang penting direncanakan.

PLT Biro BPKU

Mungkin untuk menjelaskan apa yang dipertanyakan oleh Dekan FTP jadi pertanyaan beliau untuk kegiatan MBKM di FTP sudah ada 5 orang mahasiswanya yang terdaftar jadi tolong Pak Dekan dikonversi sks nya jika tidak dikonversi maka tidak dapat pengakuan sebagai MBKM.

(8)

8

Terkait dengan pengakuan apakah dia termasuk dalam TW I atau tahun 2020, sekarang kita menghitung berdasarkan semester, kita sekarang di Semester Genap 2021/2022 untuk kegiatan merdeka belajar mahasiswa yang 5 orang tersebut berarti pada saat KRS di semester ganjil pada bulan Juli/ Agustus sesuai dengan kalender akademik sehingga pengakuannya disana. Kemarin unud juga telah meloloskan 26 mahasiswa sebagai kegiatan bisnis mahasiswa Indonesia dan ini tersebar di beberapa Fakultas dan ini agar dipersiapkan pengakuannya agar dapat menjadi capaian kinerja. Atas instruksi Rektor kita akan terus menginformasikan program MBKM yang sudah dikoorinir tahun 2021.

Rektor : Terkait kontrak kinerja sudah sangat jelas, dan silakan dikoreksi sampai tanggal 8 mei 2021 karena tanggal 9 sudah ter upload di Kementerian.

2. MBKM :

Rektor : Ini selalu menjadi trending topik setiap rapim karena menjadi konsen tidak hanya kementerian dan kemendiknbud dan juga menjadi perhatian presiden seperti yang dilansir pada komunikasi Pak Menteri dengan Presiden pada tanggal 2 Mei saat Hardiknas, saya harap Dekan sudah memahami betul panduan MBKM ini serta diingat apa tugasnya di Universitas adalah membuat kebijakan yaitu buku panduan sebagai kebijakan MBKM di Universitas Udayana yang isinya sudah sangat lengkap, Fakultas mengawal kebijakan tersebut untuk prodi yang ada dilingkungannya serta kurikulumnya mohon dicek lagi seperti hasil rapim bulan lalu masih banyak prodi yang belum mengimplementasikan 8 program MBKM secara optimal. Juga tentu kurikulumnya harus disempurnakan, juga mengawal prodi untuk mensosialisasikan dan mencari mahasiswa untuk mengambil program tersebut dan prodi juga mempunyai kewajiban khusus seperti yang ada di dalam buku panduan MBKM tersebut, bagaimana mahasiswa bisa mendaftar dengan pasti sudah diakui SKS nya kalau dia mengambil, ini mohon dikawal oleh Dekan melalui WD III karena ini menyangkut bidang kemahasiswaan tentu harus berkoordinasi juga dengan WD I, kurikulum harus sudah terdaftar di PD Dikti sehingga tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, serta jangan lupa juga untuk mitra kerja dunia usaha dan dunia industri untuk melakukan magang. Saya kira banyak pendanaan yang diberikan oleh pemerintah terkait pelaksanaan MBKM. Yang terakhir adalah launching KIT kuliah dimana ada kabar baik kalau dulu beasiswa bidikmisi maksimal 2,4 juta sekarang untuk KIT bisa dibayar sampai 12 juta untuk prodi tertentu kalau memang UKT nya tidak dibayar seperti bidang kesehatan, farmasi kedokteran dan lain

(9)

9

sebagainya yang sampai 20 yang dulu hanya 2,4 maksimat untuk KIT sekarang bisa dibayar 12 jt. Ini merupakan launching terkahir dari MBKM dan kita di Universitas Udayana sudah banyak mengikuti misalnya Hibah Kurikulum Bersama dan juga Program Krreativitas Mahasiswa dari KBMI ada 7 topik yang lolos.

WR III :

Impelmentasi Program MBKM Tahun 2021 yang pada program MBKM itu kalau tidak salah dimuat

1. Kemudahan membuka prodi baru

2. Kemudahan sistem akreditasi program studi 3. Kemudahan PPN menjadi PPNBH

4. Mahasiswa diberi kemudahan mengambil SKS di luar prodi 3 semester berupa 1 semester kesempatan mengambil kuliah diluar prodi, 2 semester melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi

Adapun Keputusan Menteri Kebudayaan Nomer 754/P/2020 tentang indikator kinerja utama PTN ada dua indicator yang berkaitan dengan kemahasiswaan.

Indikator I

Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil : a. Mendapat pekerjaan

b. Melanjutkan studi atau c. Menjadi Wiraswasta Indikator II

Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks diluar kampus atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.ini sering sering dibicarakan tadi dalam pembahsan kenapa nilainya 0.

Kemudian Kepmendikbud 74/P/2021 tentang pengakuan SKS pembelajaran program kampus merdeka

Menetapkan pengakuan satuan kredit semester (sks) bagi mahasiswa yang melaksanakan pembelajaran di luar perguruan tinggi asal melalui program Kampus Merdeka Belajar yang dikelola oleh :

a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara terpusat atau

(10)

10

b. Perguruan tinggi dan tervalidasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Oleh karena itu apapun program yang kita rencakan tentang MBKM jika belum mendapat persetujuan oleh Kemendikbud maka akan dianggap 0/ tidak ada sama sekali.

Program kampus merdeka yang dikelola terpusat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah:

a. program Kampus Mengajar;

b. program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka;

c. program Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka;

d. program Pertukaran Mahasiswa Merdeka;

e. program Indonesian International Student Mobility Awards;

f. program kewirausahaan Kampus Merdeka;

g. program penelitian Kampus Merdeka;

h. program kemanusiaan Kampus Merdeka; dan i. program pembangunan desa Kampus Merdeka.

Program kampus merdeka yang dikelola oleh perguruan tinggi dan tervalidasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

Program kampus mengajar sebanyak 30 orang

No Fakultas Jumlah Mahasiswa Ket

1 FIB 20

2 FTP 5

3 FISIP 3

4 FMIPA 1

5 FP 1

Pengakuan 12 SKS agar difasilitasi oleh prodi masing-masing mata kuliah Program pertukaran mahasiswa merdeka

Ada 9 mata kuliah yang diampu oleh Dosen yang sudah masuk dan terdaftar di Kemendikbud.

(11)

11 Rekapitulasi Peserta MBKM per 2 Mei 2021

No. Fakultas Kampus

Mengajar

Kewirausahaan (KBMI)

Pertukaran Pelajar

Proyek di Desa

Total

1 FK 0 5 5

2 FP 1 7 8

3 FT 0 5 5

4 FAPET 0 0 0

5 FTP 5 0 5

6 FKH 0 0 0

7 FMIPA 1 0 1

8 FKP 0 0 0

9 FIB 21 2 23

10 FEB 0 7 7

11 FH 0 0 0

12 FISIP 2 0 2

13 FPAR 0 0 0

Sehingga kampus mengajarnya ada 30 dan KBMI ada 26.

Pengakuan SKS

Perguruan tinggi wajib menyetarakan/ pengakuan angka kredit setara dengan 20 sks bagi peserta program pertukaran mahasiswa merdeka. Ini ada di dalam SK Mendikbud Nomor 74/P/2021 pasal 4 tentang pembelajaran.

Informasi sosialisasi Kompetensi

Menurut dari jadwal yang harus dipersiapkan:

NUDC dan KDMI pendaftarannya tanggal 3 Mei 2021 KBMK pendaftarannya tanggal 3 Mei 2021

KRI pendaftarannya tanggal 4 Mei 2021 KRTI pendaftarannya tanggal 4 Mei 2021 KKCTBN pendaftarannya tanggal 5 Mei 2021

(12)

12

Rektor : Ada beberapa fakultas yang mengikuti MBKM dibawah koordinasi Pak Sadyana mohon nanti difasilitasi pengakuan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa ke dalam SKS nya.

Dipastikan mahasiswa ini sudah mendapat 12 SKS terkait kegiatan MBKM yang dilakukan.

Demikian juga yang KBMI dan kampus mengajar juga dipastikan kegiatan yang diambil mahasiswa diakui dalam SKS nya sehingga tidak memperpanjang masa studi dan ini juga merupakan kontrak kinerja kita dengan Kementerian.

Prof suprapti/LP3M

Ada beberapa hal pokok yang ingin saya sampaikan : 1. Akreditasi internasional

Mengenai akreditasi internasional memang ada perdebatan antara sertifikasi dengan akreditasi dimana sertifikasi itu sampai saat ini belum diakui oleh Dikti sebagai sebuah capaian program studi tingkat internasional. Namun faktanya sebelum keputusan dari Dikti itu keluar hampir setiap perguruan tinggi papan atas di Indonesia itu sebelumnya sudah memiliki dan mencapai raihan sertifikasi AUN dan sampai sekarang pun meski SK sudah turun di Dikti tetap saja program studi di PTN masih submit proposalnya ke AUN.

Ini kemungkinan karena proses penilaian pada sertifikasi AUN itu sangat detail sehingga saat prodi mencapai sertifikasi AUN itu bisa dikatakan sebagai sebuah jembatan untuk menuju lembaga akreditasi yang diakui oleh Dikti. Sehingga jika disana kita lolos berarti sudah dapat meningkatkan rasa percaya diri kita untuk menuju Akreditasi yang mungkin saja prosesnya lebih sulit.

2. Apakah LAMPTKES setara dengan akses internasional? Tadi juga sudah share buku panduannya dan sudah sangat jelas menyebutkan lembaga akreditasi mana yang diakui oleh Dikti salah satunya adalah sesuai dengan Keputusan Menteri Nomer 83 tahun 2020 tentang lembaga akses internasional, memang LAMPTKES tersebut di rekognisi sebagai sebuah lembaga yang bertaraf internasional dan itu ada pres rilisnya berlaku sampai tahun 2028 berlangsung dari 2018. Mengapa diakui karena proses akreditasi yang dilaksanakan oleh LAMPTKES tersebut diterma oleh Word Hard Acreditation, namun yang belum bisa dijamin adalah karena LAMPTKES ada peringkatnya belum kami dapatkan surat secara resmi yang mana diakui secara internasional, apakah setiap peringkat akreditasi LAMPTKES boleh dikatakan internasional, apa yang unggul saja. Ini yang belum kami

(13)

13

dapatkan informasinya, apabila itu tidak kita dapatkan kami akan berusaha memasukkan prodi –prodi yang terakreditasi unggul lewat LAMPTKES untuk dimasukan kedalam tabel LKPP karena BAN PT sampai sekarang belum mengeluarkan informasi resmi bahwa LAMPTKES boleh dimasukkan/diinput ke dalam tabel-tabel LKPP. Disana juga ada daftar lembaga-lembaga akreditasi internasional lainnya yang diakui sesuai dengan bidang studi. Salah satu yang membanggakan adalah IADI yang mirip dengan LAMPTKES, lembaga ini yang sudah diakui karena itu kami mohon kepada 4 program studi keteknikan yang sudah berproses ke IADI silahkan dilanjutkan, kami juga sudah bersurat 3 di prodi Teknik dan 1 di FTP karena profseional akreditasinya sudah lewat 1 tahun sejak professional akreditasi 4 tahun lagi Prodi itu harus ke Jenderal Akreditasi dan itu diakui di internasional.

3. Mengenai Proposal PKKM memang kita kurang beruntung hasilnya sudah dishare mohon bapak ibu bisa mencermati, saya kira itu tidak hanya bagi 5 prodi dan USDI tetapi pembelajaran bagi kita semua bagaimana kita belum berhasil mewujudkan proposal seperti yang ditentukan dalam ketentuan tersebut.

4. Mengenai MBKM karena kami ada lembaga fasilitator tentu yang akan mengeksekusi adalah Bapak/Ibu yang ada di Garda Depan mulai dari Prodi, Dekanat, BAKH dan juga di backup oleh USDI

Rektor : Terima kasih untuk bu sprapti penjelasannya sangat terang benderang tentang sertifikasi AUN yang belum direkognisi tetapi menjadi jembatan untuk menuju akreditasi internasional dan saya lihat juga persiapannya sangat luar biasa sehingga dalam pelaksanaan kita harapkan dapat tersertifikasi 4 prodi yang mengikutinya. Untuk LAMPTKES perlu komunikasi lagi ke Kementerian tentang sertifikat program studi kedokteran khususnya yang setara internasional. Tentang IADI untuk 3 prodi di teknik agar difasilitasi agar tidak mati suri.

FT : Proses dari IADI tidak mati suri, karena proses juga sudah berlangsung dengan dibantu oleh USDI. Proposal juga belum bisa disusun karena tahun 2023 baru bisa Submit proposal. Jadi proses untuk IAD sudah berlangsung sehingga tidak mati suri, proses dari PA ke GA ini yang sangat dinilai.

Rektor : Tolong diperhatikan tahapan-tahapannya mungkin sampai tahun 2023 agar bisa masuk ke Jenderal Akreditasi mohon dikawal 3 prodi di teknik dan 1 di FTP.

Tentang program MBKM kedepan kita harapkan lebih baik lagi.

(14)

14 WR II :

Beberapa hal terkait dengan bidang tugas WR II

1. Terkait nama kementerian perubahan nomenklatur kementerian.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

•Perubahan Tata Naskah Dinas, Cap Unud menunggu Surat Edaran dari Kementerian terkait perubahan tersebut.

2. Capaian non konstruksi

Secara total capaiannya di TW I sudah 86% dan banyak yang dilakukan di biro akademik kerjasma dan humas.

3. Capaian konstruksi

Sampai saat ini semua yang disulkan sudah mendapat persetujuan dari Ibu Rektor seperti di FKH untuk Rumah Sakit Hewan sudah dianggarkan dan anggarannya tidak berubah sama sekali yang mungkin menunggu karena menunggu persetujuan DIPA, karena sumber dana adalah melalui Saldo Awal karena seperti yang Dekan ketahui yang memiliki proyek konstruksi dananya dari saldo awal 2021, ini nilainya 216M tahun 2021 tersebar di berbagai proyek konstruksi. Proses sebelum pelaksanaan sudah selesai tetapi uangnya belum bisa kita gunakan karena hak untuk menggunakan uang tersebut belum turun dari Kementerian. Dari beberapa proyek ini adalah yang sudah berjalan sampai saat ini adalah rehabiltasi gedung FB, gedung ex LPPM lama Unud ini nilainya 6,9M sudah melalui mekanisme pradipa dan evaluasi penawaran, yang sudah berjalan juga adalah perbaikan sumur Bor di FT sudah hampir selesai, kita ada efisiensi 6jt. Perencanaan pembangunan RSGM pagu anggarannya 100 jt realisasinya sudah 99.268.895 melalui mekanisne Pradipa. Perencanaan pembangunan gedung Rumah Sakit Hewan belum ada realisasi perencanaanya, nanti juga akan menggunakan mekanisme Pradipa. Saya harap PLT BPKU bisa menjelaskan sejauh mana proses persetujuan dari Kementerian Keuangan untuk penggunaan saldo awal ini karena saya mendengar kemarin sudah ada keputusan namun sampai saat ini belum ada kabar karena ada perubahan mekanisme yang tadinya tahun lalu kita cukup dengan Kanwil DJPB

(15)

15

dan sekarang semua harus lewat Jakarta. Ini sebabnya kenapa proyek-proyek konstruksi kita belum ada yang jalan, saya menyadari jika semakin lama maka waktu akan berlalu dan penyelesaiannya menjadi semakin terhambat.

4. Inventarisasi BMN

Inventarisasi BMN tahun 2016 s.d 2019, mohon perhatian Bapak dan Ibu Dekan bahwa BMN yang ada di Biro, fakultas ternyata banyak yang hilang jadi tidak ada pertanggung jawabannya. Saya mohon perhatian Bapak Ibu Dekan kalau ada menyangkut fakultas Bapak dan Ibu.

5. Penghapusan BMN Tahun 2021.

Pos Jaga Permanen (lokasi rektorat Jimbaran)

Kendaraan dinas Roda Empat (2 Kendaraan (DK 1150 F : FMIPA, DK 1109 : FKP) Bangunan Gedung kantor permanen dan Gedung pertokoan koperasi/ pasar permanen (Lokasi Denpasar: Gedung SPI, Inkubator Bisnis, KPN & Gedung AE FP)

6. Tender yang sudah berjalan

 Baju Kaos dan Topi KKN : 269.269.000

 Toga dan Tas Wisudawan/Tas Unud : 697.088.700

 Lanjutan rehabilitasi gedung FB (Gedung Eks LPPM Lama) : Proses Verifikasi

 Pengadaan Jas Almamter (BAKH) : Proses upload Doc Penawaran

 Pengadaan Blanko Ijazah, Transkrip Nilai, Pengganti Ijazah, Sertifikat, SKPI dan Penguat Ijazah (BAKHM) : Proses upload Doc Penawaran

7. PL Konstruksi Sudah Berjalan

(16)

16 8. Status Paket Konstruksi 2021

9. Hambatan implementasi

 Perubahan kebijakan PBJ di Kemendikbud (UKPBJ POKJA Pemilihan)

 revisi DIPA Saldo awal pembahasannya di Jakarta ( 4 minggu terlewat dari Rencana Awal )

 Tambahan kelengkapan dokumen pendukung Konstruksi, Rekomendasi Usulan Biaya dari PU untuk setiap paket.

 Setiap POKJA Pemilihan minimal 2 orang memiliki Jabatan Fungsional Pengadaan di wilayah Satpel XII

(17)

17 10. Data SDM per 1 mei

11. PENGADAAN SDM

PENERIMAAN CPNS (DARI KEMENDIKBUD)

Kita sedang berproses dimana bagian SDM sekarang ada berkantor di Bali Beach karena harus menginput data yang sudah disampaikan ke Kementerian serta dokumen-dokumen pendukungnya. Ini sedang berjalan, tentang berapa pagu yang dosen yang sudah diusulkan

(18)

18

ke Kementerian dan sudah dilaporkan ke Rekttor. Diharapkan apa yang kita usulkan itu yang akan turun. Usulan yang dari Fakultas juga sudah kita usulkan ke Kementerian.

 Usulan Eksisting Dosen dan Pegawai diusulkan tanggal 12 September 2020 sesuai surat Kemendikbud Nomor : 6941/A3/KP/2020

 Usulan Formasi Dosen dan Pegawai diusulkan tanggal 17 januari 2021 sesuai surat Kemendikbud Nomor : 0739/A.3/KP/2021 dan untuk kebutuhan Dosen berdasarkan usulan ABK dari masing-masing Fakultas dan untuk Tenaga Kependidikan berdasarkan hasil Anjab ABK. (Dosen sejumlah 192, Tendik sejumlah 196)

 Pengimputan E-Formasi sesuai surat Nomor : 28747/A3/KP.00.03/2021 tanggal 28 April 2021

12. Kegiatan SDM

Peningkatan Mutu SDM

1. Pelatihan Kepemimpinan nasional TK II. Ada salah satu pegawai yang mengikuti diklat PIM II

2. Seleksi jabatan pimpinan Tinggi Pratama (Kepala Biro). Kita tahu ini sedang berproses, kita memiliki 2 jabatan Biro yang kosong yaitu Biro Umum dan Biro Perencanaan Keuangan. Kita harapkan ada kepala biro definitif pada bulan Juli. Ini prosesnya sudah berjalan, sudah menunjuk panitia seleksi dsb dan kita juga sudah punya calon Kepala Biro karena minimal pangkatnya sudah IV/b.

3. Sosialisasi Bidang SDM

Administrasi Kepegawaian

1. Rapat Pleno Tim Angka Kredit (Calon Profesor)

Kompetensi SDM

1. Penyusunan profil kompetensi SDM untuk memetakan gap kompetensi SDM dan Merencakan pengembangan SDM melalui Pendidikan dan pelatihan

2. Kuesioner kompenesi SDM

 Penyusunan profil kompetensi SDM untuk memetakan gap kompetensi SDM dan merencanakan pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan

(19)

19

 Kuisioner Kompetensi SDM akan disebar melalui IMISSU (wajib di isi Dosen dan Tenaga Kependidikan)

 Program pengembangan SDM akan dibuat terstruktur dalam bentuk SOP, Pedoman, dan Peraturan Rektor

13. Revisi anggaran TA 2021 di DJA Kemenkeu

Revisi Anggaran TA 2021 di DJA KEMENKEU

1. Menunjuk surat Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor: 1130/E1/PR/2021 Tanggal 4 Maret 2021 Tentang Surat Pemberitahuan Terkait Mekanisme Revisi Rincian Output (RO) Prioritas Nasional (PN), Seluruh Rincian Output (RO) yang ada di Universitas Udayana masuk ke dalam Prioritas Nasional (PN)

2. Sehingga sesuai Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 208/PMK.02/2020 Pasal 17, revisi Rincian Output (RO) Prioritas Nasional (PN) yang kewenangannya melalui Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu RI

(20)

20 14. Dana Penelitian 2020.

Ini sering menjadi pertanyaan, dana penelitian 2021 ini ada yang bersumber dari luncuran dana 2020. Seperti yang BApak/Ibu Dekan ketahui bahwa ada sebagian dari anggaran penelitian yang seharusnya direalisasi tahun 2020 karena pandemic covid ini sehingga diluncurkan di 2021. Dana penelitian TA 2020 yang tidak tereksekusi, sudah dialokasikan di TA 2021 melalui skema penggunaan Saldo Awal sesuai usulan masing-masing fakultas.

Jika tidak bs menggunakan anggran di 2020 maka akan menjadi saldo awal di 2021 dan ini harus mendapat persetujuan di Jakarta. Di dana penelitian 2021 ini ada juga anggran penelitian di tahun 2021 bukan luncuran, ini seharusnya bisa jalan yang tidak bisa jalan adalah yang luncuran 2020. Anggran 2021 yang untuk penelitian di 2021 bisa dikeluarkan uangnya asalkan keputusan pemenangnya sudah ada di LP2M.

(21)

21

15. Anggaran pendapatan dan belanja BLU Unud TA 2021

16. Daya Serap Anggran

Semua sumber dana Per 3 mei 2021 penyerapan anggran kita sudah mencapai 26,68%

penyerapan ini kita merupakan ranking 1 di 32 PTN BLU dimana RM 36,57% dan PNBP 18,55%. Jika dirinci per masing-masing unit kerja seperti ditabel dibawah ini.

(22)

22

(23)

23 PLT Biro BPKU :

Terkait proses revisi penggunaan saldo awal 2021 yang nilai totalnya mencai 263M. Kita sudah 2x melakukan pembahasan secara zoom meting, memang pada pembahasan pertama mungkin perlu diketahui bersama untuk kedepan terkait proyek konstruksi jadi waktu pembahsan pertama kita tidak bisa menujukkan bukti pendukung namun atas kerja keras pak lie selaku PPK dalam waktu 1 hari kita bisa melengkapi data proyek kontruksi surat dari dinas PU. Tgl 30 april kita sudah melakukan proses pembahasan pendalaman, terkait pemeliharaan Gedung RS yang nilainya sebesar 24M pada saat pembahasan kita diminta dokumen pendukung dalam bentuk

(24)

24

perencanaan yang didalamnya berupa RAB dan pada hari itu Dir. RS membuatkan RAB sederhana yang sifatnya gelondongan dan semoga itu bisa diterima. Sekarang posisi dari pembahasan sampai hari ini masih proses penetapan, mudah-mudahan hari ini atau besok penetapan revisi penggunanaan saldo awal bisa diterbitkan agar sesuai dengan rencana output.

WR 2 juga sudah menyampaikan terkait serapan anggaran, kita tiap minggu dipantau dipusat terkait evaluasi pelaksanaan anggaran dari sisi serapan nomer 1 namun ketika besok sudah ditetapkan revisi akan jauh turun karena nilai revisi saldo awal kita juga cukup besar, ini juga perlu mendorong pelakasnaan anggraan dana PNBP dilihat secara detail masih banyk di kantor pusat, saya mohon pada kesempatan ini agar dekan juga memantau penyerapan anggran di masing-masing fakultas.

Dana luncuran penelitian dari revisi saldo awal ada 8M diluar dana penelitian yang ditetapkan DIPA awal 2021, mudah-mudahan hari ini bisa selesai.

Sesi Diskusi SPI :

 Pada kesempatan ini ingin menyampaikan SPI sedang mereview anggaran tahun 2022 terkait itu ada surat edaran Rektor dengan nomer yang sama tapi isinya berbeda yaitu SE nomer 1 tahun 2021 mohon ini dikoreksi lagi karena tidak ada yang membatalkan yang sebelumnya, agar tidak ada masalah saat ada audit dari pihal ekternal khususnya mengenai Honor yang sebelumnya menyebutkan honornya terbatas pada hal tertentu sedangkan yang keluar kedua namun nomernya sama tanggalnya berbeda menyebutkan sesuai dengan DIPA.

Ini artinya yg dilaksanakan sesuai dengan DIPA yang sudah ada,yang sebelumnya ada pembatasan mengenai honor dan transport untuk bidang-bidang tertentu saja sehingga jika yang pertama berlaku tentu harus ada revisi anggaran untuk 2021, jika yang kedua berlaku berarti harus ada pembatalan SE yang pertama. Agar ada kepastian mana yang akan digunakan nanti.

 Mengenai akuntan publik agak terlambat tahun ini karena ada kesalahan teknis penganggaran terkait penujukkan akuntan publik yang akan bekerja/ mengaudit Universitas udayana di tahun 2021. Ini sedang berproses semoga dapat selesai lebih cepat.

Rektor : Terkait SE Nomer 1 Tahun 2021, sebenarnya sebelum direvisi kita melakukan rapat bersama WR II, Akademik, Keuangan, SPI dan PPK Non Kontruksi. Masalah kepastian honor

(25)

25

transportasi pengawas ujian UTBK, suratnya akan direvisi tentu nomer suratnya akan berbeda pula karena akademik minta kepastian apakah akan diberikan honor transportasi atau tidak, karena edaran dari Dirjen Keuangan jadi kita putuskan diberikan honor bagi pengawas UTBK.

Mohon dikoordinasikan ke HTL.

Terkait akuntan publik saat ini sudah ditindaklanjuti.

WR II : Perlu informasikan tentang pencairan dana kerjasama karena banyak menghambat seperti Dekan FP yang banyak punya Kerjasama dan fakultas lain, terkait dengan dana kerjasama ini kita rencana akan menggunakan sistem artinya dana kerjasama ini sesuai dengan temuan BPK yang sebelumnya di dana kelolaan sekarang didana penerimaan kita maunya menggunkan system. USDI akan menjelaskan sudah sejauh mana sistem yang akan dibuat.

Solusi yang akan ditawarkan kepada Dekan yang memiliki dana kerjasama agar segera bisa dicairkan. Kami menggunakan mekanisme panjar karena uangnya sudah ada. Dari keuangan masih menunggu sistemnya, namun sistemnya belum selesai tpi jika menunggu sistemnya selesai maka akan menjadi lambat sedangkan dana kerjasama ini sangat diperlukan oleh peneliti. Oleh karena itu kami menggunkana mekanisme panjar silakan diajukan panjar nanti di pertanggung jawabkan panjar itu dipakai apa. Agar tidak ada hambatan terkait penciran dana Kerjasama yang ada di fakultas.

Rektor : Dana kerjsama agar masuk dulu ke dana rektor agar tercatat dan diakui sebagai penghasilan Unud. Ini harus dibuatkan kebijakan SK rektor terkait penggunaan agar tidak mengikuti mekanisme penggunaan uang Negara sehingga harus ada kebijakan SK Rektor.

Apakah di USDI ada masalah terkait penggunaan dana kerja sama di sistem, apakah ada komponen yang belum ada sehingga belum bisa diwujudkan sistemnya?

USDI : Kami sudah mengerjakan sistem untuk Kerjasama. Sistem ini menjadi 1 dengan sistem penerimaan, kami mendapat beritanya sebelum galungan. Targetnya akhir mei atau awal juni agar kita cobakan, mengapa agak tersendat karena kendalanya seluruh pegawai masih mengikuti panitia UTBK sehingga tidak bisa optimal. Kira-kira akhir Mei aplikasi akan dilaksanakan.

(26)

26

Rektor : Mohon WR II koordinasi terus dengan USDI agar penggunaan dana yang kita rencanakan sesuai dengan sitem yang ada.

SPI :

Kalau boleh diusulkan untuk unit usaha agar disatukan disana, karena saat ini unit-unit yang melaksanakan pekerjaan tidak terduga pendapatan mereka karena jika mengikuti sistem yang sekarang, pendapatan yang diterima sekarang tahun depan baru bisa mereka anggarkan karena terkait dengan penganggaran. Kalau boleh untuk unit seperti itu bisa masuk dalam sistem sehingga mekanisme UP bisa berjalan, jika tidak ada banyak hambatan yang bisa ditemui dibawah dan bisa mengurangi pendapatan unud yang diperoleh.

Rektor : Terima kasih masukannya bagus. Jadi ini kebijakan khusus mungkin biro tau apakah boleh begitu, karena ini pun kebijakan penggunaan dana kerjasama dari hasil konsultasi kami ke BPK menyatakan bahwa dibuatkan SK oleh Rektor untuk penggunaan dana kerjasama bisa langsung tetapi tetap mengacu ke mekanisme penggunaan uang Negara kalau tidak nanti Rektor yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.

WR II :

Seharusnya unit bisnis apapun bentuknya, disisi penerimaan dia harus mampu meprediksi jenis penerimaanya seperti apa saja. Oleh karena itu jika dilihat cakupan lebih besar seperti fakultas misalnya kalau selama ini fakultas hanya memasukkan penerimaannya dari UKT, ini saja yang dianggap sebagai penerimaaan padahal ia juga memiliki jenis penerimaan dari non ukt seperti Kerjasama. Dianggaran 2021 atau 2022 jadi seperti unit bisnis, fakultas, lab, RS, dia harus memprediksi penerimaan nya di tahun aggaran tersebut dan bisa merinci jenis penerimaannya seperti apa. Namun kenyataan nya banyk unit bisnis belum teripikrkan belum mendapat penerimaan yang seperti itu, sehingga saat dia mendapatkan penerimaan tersebut ini akan diberlakukan seperti apa, yang seperti itu diharapkan bisa dimasukkan sebagai dana Kerjasama padahal kenyataannya mungkin tidak kerjasama. Yang paling bagus setiap unit bisnis harus mampu memprediksi berapa penerimaannya dan jenis penerimaan serta dari mana saja berdasarkan pengalaman dimasa yang lalu.

(27)

27 LPPM :

Untuk Kerjasama tadi sudah mendapat solusi dari WR II karena lumayan di LPPM dana Kerjasama yang masuk, solusinya mekanisme panjar karena system belum memungkinkan untuk melakukan eksekusi dana kerjasama yang masuk ke rekening unud. Jika mekanisme lewat siaku sehingga POK tidak mencantumkan jumlah Kerjasama itu yang aka nada jalur khusu bukan seperti mekanisme penggunaan uang Negara yang lain. Jadi dengan adanya mekanisme panjar, kita merasa cukup terbantu dari keluhan-keluhan tim peneliti kerjasama.

Kinerja di LPPM baru saja menyelesaikan input data kinerja penelitian dan pengabdian nanti sebagai bahan pemeringkatan kinerja pengabdian dan penelitian ini adalah untuk tahun 2020 ini untuk tahun yang kedua, nanti akan ada 3 tahun yang dipakai untuk pemeringkatan yaitu tahun 2019,2020 dan 2021. Semua itu berkat bantuan dan kerjasama para pimpinan sehingga kami bisa melakukan input data. Kedepan kami pada bulan Juli Agustus aka nada KKN sejumlah -+3500 mahasiswa yang melakukan KKN dan sebelumnya sudah melakukan pendaftaran desa yang akan dipakai menjadi lokasi KKN dan kami masih merancang KKN kombinasi. Kemudian kami akan melakukan TOT untuk dosen pembimbing lapangan terutama dosen tetap BLU. Kami tahun ini memerlukan 200 dosen pembimbing lapangan. Kami sedang mengerjakan lensa pengabdian rencana induk penelitian untuk periode 2022/2026. Untuk proses pemenang peneliti dan pengabdi sedang berproses SK.

Rektor :

Terkait input data, mumpung saya ingat terkait simkatmawa sedang berproses sekarang, mohon data kegiatan pemeringkatan mahasiswa dari fakultas segera diinput.

KKN 3500 jadi arahan saya KKN yang dilakukan mengacu pada program MBKM, kapan bisa diwujudkan mungkin dari segi modul sudah ada tentu sangat strategis kalau mahasiswa KKN mengacu ke merdeka belajar mungkin waktunya bisa ditambah menjadi 6 bulan. Mohon bisa diwujudkan sesegera mugkin karena MBKM ini menjadi program sangat strategis dalam menghasilkan kualitas lulusan mahasiswa.

Bagaimana LPPM lebih banyak menghasilkan produk inovasi dengan Kerjasama dengan berbagai UKM yang ada di Bali disamping kedaereka yang skup nasional seperti misalnya produk coklat. Disamping skup nasional kita dibali perlu memperkuat Kerjasama dengan

(28)

28

menghasilkan inovasi produk yg dikerjasamakan, kita harus memetakan dahulu apa saja kebutuhan industry yang ada di Bali. Mungkin buat kedaireka cipta kecil ditingkat bali, agar tidak monotun penelitian berdasarkan kebutuhan dosen tetapi kebutuhan untuk meningkatkan nilai ekonomi juga.

FEB :

Seperti kata Ketua LPPM bahwa ini sudah bulan mei dan bulan asgustus biasanya tuntutan laporan 70% peneliti data sudah harus dilaporkan sehingga ada waktu lagi 3 bulan untuk mempersiapkan penelitian. Beberapa dosen menitipkan pesan agar bs dibantu apa ada kepastian kapan bisa menandatangani PKM. Terkait saldo awal 2020 penelitian yang menggunakan dana luncuran jika memang belum disetujui mungkin bisa seperti usulan WR II yaitu menggunakan mekanisme Panjar.

Kami ingin menyampaikan pada tanggal 6 mei Dirjen Kelembagaan Dikti akan melakukan evaluasi lapangan ke FEB terhadap usuan pemilihan prodi studi doktor ilmu akuntansi. Kami ingin mengundang Rektor, WR dan pimpinan lain untuk hadir mendampingi kami krn PSDIA merupakan mimpi lama dari tahun 2009. Kami minta doa restu semoga mimpi kami yg hampir 1 dekade terwujud dan memberikan produk baru S3 ilmu akuntansi kepada masyarakat luas dapat terwujud.

Rektor :

Untuk visitasi dalam rangka pembukaan S3 akuntansi pasti saya support karena banyak masyarakat juga sudah menunggu kapan akan keluar prodi S3 akuntasni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Dir RS terkait UTBK yang sudah berlangsung, juga kepada Dekan, Ketua dan seluruh pimpinan dan USDI yang mempersipakan system. Dir RS Unud mempersiapkan Swab bagi calon yang tidak membawa hasil yang mengikuti tes sehingga tidak batal kesempatan untuk megikuti ujian.

(29)

29 Dir RS Unud

Dalam rangka pembukaan bandara ngurah rai. Kami kemarin kedatangan dari Tim Rumah Sakit Medistra Jakarta atas rekomendasi dari Menko Maritim, dimana RS ini sudah berpengalaman untuk mengatur kedatangan WNA. Mereka ingin mengajak kerjasama untuk tes lab PCR. Kami ingin menanyakan mungkinkah kita bekerjasama dengan swasta?

Rektor : Jadi sangat memungkinkan melakukan kerjasaama dengan pihak swasta/BUMN dan lain sebagainya, dengan diperkuat dengan PKS nya untuk menguntungkan kedua belah pihak.

BPU :

Terkait dengan hasil jejak pendapat dengan pengelola unit bisnis dimana hampir rata-rata merasa rendah tingkat kepuasannya terhadap timbale balik atau kompensasi yang diterima sebagai pengelola unit bisnis dibandingkan dengan perjuangan mereka untuk mengembangkan unit bisnis dan kemudian meningkatkan omset.

Terkait rendah kepuasan merka terkait prosedur penarikan dana dan pengadaan barang-barang terkait dengan aktivitas bisnis mereka . mengenai kedua hal ini sudah kami koordinasikan dan kosultasikan dengan WR II dan teman-teman di BPKU dan saat ini teman-teman dikeuangan sedang merapikan lagi SOP tentang penarikan dana, semoga dalam waktu dekat bisa dilaksankan sosialisasi tentang prosedur baru yang mana ini akan berbeda dengan penarikan dana untuk aktivitasaktivitas lain. Sampai saat ini kita memang belum memiliki pedoman tentang tarif layanan sehingga untuk sementara setiap ada pengajuan usulan tarif layanan selama ini masih kita terima saja dulu dan diproses sebagai revisi-revisi terus menerus. Saat ini kami sedang menyusun tim dan tim akan segera bekerja untuk menyusun pedoman sehingga kedepan periode waktu mengajukan usulan akan diatur demikian juga tariff SK Rektor akan ditentukan paling tidak setahun sekali, jadi hanya merevisi setahun sekali supaya tidak terjadi banyak perubahan.

Dalam tariff layanan ini juga nanti perlu arahan dari Rektor terkait karena ini adalah layanan jadi tariff yang kita kenakan pada pengguna jasa, apakah kita menganut tarif terendah, tertinggi atau berupa interval. Ini perlu disepakati karena kami khawatir nanti masing-masing unit/fakultas memiliki persepsi yang berbeda.

(30)

30

Mohon ijin terkait dengan pertemuan audiensi dari ano makasar yang rencana akan bekerjasama dengan unud terkait pelayanan kesehatan mata. Sementara dari hasil pertemuan pertama ada potensi akan mengadakan Kerjasama dan mereka akan menyampaikan propsosal secara detail mengenai manfaat yang akan diterima oleh kedua belah pihak.

Rektor :

Terima kasih atas masukan yang menarik, tentang hasil survey mengapa unit usaha tidak mencuat karena adanya ketidak puasan, agar puas maka kita harus membuat pedoman dan membuat tim sehingga kedepannya bisa bekerja dengan baik. Pak staf kusus juga merupakan tim dari BPU untuk mencari solusi terkait ketidak puasan pengelola unit bisnis. Saya kira karena ada kesulitan dalam menarik uang sehingga kita belum mendapat solusi yang terbaik.

Tambahan : Sekarang kita sudah mendapat 1868 mahasiswa yang melalui jalur SNMPTN dan ada 122 mahasiswa yang rapotnya masih perlu verfikasi. Untuk SBMPTN dari 8050 yang mendaftar 7462 yang hadir dalam seleksi dan datanya sudah masuk ke LTMPT. Demikian informasi tmbhan terkait penerimaan mahasiswa baru.

Penutupan oleh Rektor Universitas Udayana

Jimbaran, 4 Mei 2021 Pimpinan Rapat Rektor

A.A. Raka Sudewi

NIP 195902151985102001

ISO 9001:2015 CERT #104883/A/0001/UK/En

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa posisi dan daya tarik jabatan fungsonal peneliti menjadi lemah karena kurangnya jumlah peneliti, rendahnya tunjangan resmi dan tidak

Ketentuan yang diatur dalam UUPA mengakibatkan peralihan hak atas tanah melalui jual beli bersumber pada hukum adat. Hukum adat menyebutkan bahwa dengan jual beli, hak

Dengan memperhatikan bahwa umur ubi kayu berkisar antara 11-12 bulan, maka panen akan terjadi pada bulan Maret-April dan hal tersebut berimbas pada harga tapioka.

Yang jelas bahwa bola dari bahan apapun akan dapat digunakan dalam permainan basket ball like games, karena pada tahap-tahap awal memainkan obyek permainan bisa

Kelainan ini merupakan degenerasi primer fotoreseptor batang dengan fotoreseptor kerucut sebagai degenerasi sekunder, yang dapat menjelaskan mengapa pasien dapat mengalami

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peubah agronomi yang meliputi tinggi tanaman, sudut daun, luas daun, jumlah daun, bobot spesifik daun, luas daun per helai, bobot kering

●Daripada 443,883 pelajar lepasan SPM 2017, hanya 10% diterima melanjutkan pengajian ke Institut Pengajian Tinggi Awam (IPTA) termasuk Universiti Islam Antarabangsa Malaysia

Akan ada perulangan sejumlah permutasi dan sebanyak jumlah kata atau shingle yang ada didalam dokumen lalu akan dilakukan perhitungan dari hashval dimana dengan