RISET SAHAM HARIAN
Samuel Equity Research Tuesday, 11 October 2016
: 5,360.8
: -16.3 (-0.30%) : 4,050 Mn shrs : 5,327 Bn rupiah
CloseLast +/- %
ASII 8,275 75 0.9
TPIA 15,000 550 3.8
PPRO 1,465 100 7.3
MIKA 2,830 70 2.5
HMSP 4,030 -70 -1.7
TLKM 4,160 -40 -1.0
BBRI 11,850 -125 -1.0
BBCA 15,700 -100 -0.6
Foreign Net Buy / Sell
Net Buy (Rpbn) Net Sell (Rpbn)
BBNI 21 TLKM 49
BBCA 18 BMRI 30
INDF 11 BBRI 25
EXCL 10 UNTR 23
ICBP 8 ASII 16
Money Market Last
Close +/- %
USD/IDR 12,978 -7.0 0.1
JIBOR O/N 5.0 0.2 -
Infl (MoM) 0.2 - -
Dual Listing Securities Last
Close +/- %
TLKM 64.1 -0.1 -0.1
ISAT 34.9 -0.8 -2.3
EIDO 26.3 0.1 0.5
World Indices Last
Close +/- %
DJIA 18,329 89 0.5
S&P 500 2,164 10 0.5
Euro Stoxx 3,036 35 1.2
MSCI World 1,719 7 0.4
Nikkei 16,993 132 0.8
Hang Seng 23,852 -101 -0.4
Commodities Last
Close +/- %
WTI Oil 51 1.5 3.1
CPO Malay 2,542 -19.0 -0.7
Coal Newc 84 -0.4 -0.5
Changes Changes
Changes
Changes Lagging Movers
Market Activity Tuesday, 11 Oct 2016
Market Index Index Movement Market Volume Market Value
Changes Leading Movers
Dipacu oleh penguatan bursa Global, IHSG berpotensi menguat
Semalam mayoritas bursa AS ditutup menguat, dipimpin oleh kenaikan saham – saham berbasis energy, di mana kenaikan terjadi akibat kenaikan harga minyak menjelang pertemuan OPEC. Selain itu, debat calon presiden AS, Hillary Clinton dan Donald Trump, yang dinilai sama – sama kuat, turut memberikan sentimen tambahan bagi pasar. Sama halnya dengan bursa AS, mayoritas bursa Eropa pun ditutup menguat, mengiringi sentimen positif dari harga minyak yang naik sekitar 3%.
Pada pagi ini, mayoritas bursa utama regional Asia dibuka cenderung variatif, dengan Nikkei225 dibuka menguat, namun Hang Seng cenderung melemah. Untuk dalam negeri, IHSG kemarin ditutup melemah 0.3% ke level 5,360.8 % dan investor asing mencatatkan net sell tipis sebesar Rp140 miliar di pasar reguler. Namun, untuk hari ini, kami memprediksi IHSG mampu bergerak menguat, menyusul penguatan yang terjadi pada mayoritas bursa global, dan penguatan harga minyak dunia. Pelaku pasar tengah menantikan laporan keuangan 9M16 yang akan keluar pada bulan Oktober ini, yang berlangsung sampai dengan akhir bulan ini.
Highlights
WSBP : Incar proyek beton di ruas tol Kapal Betung
KIJA : Pertahankan target pre sales tahun ini
KAEF : Terus berekspansi
EXCL : Bidik jual 2 juta unit hingga akhir 2017
ANTM : Segera rampungkan proyek Feronikel Pomalaa
SIDO : Berencana melepas kembali saham treasuri
Semen : Penjualan semen September turun 3% y-y
Telekomunikasi: KPPU panggil ISAT dan EXCL terkait dugaan kartel
Telekomunikasi: Orang RI suka internetan ketika macet
Banking : Pertumbuhan kredit masih melemah
Plantation : Persediaan mulai meningkat
WSBP: Incar proyek beton di ruas tol Kapal Betung
PT Waskita Beton Precast, Tbk (WSBP) tengah mengincar tender pengadaan beton untuk jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) sepanjang 137 kilometer (km), dengan nilai kontrak sebesar Rp1tn
Adapun proyek tersebut (Kapal Betung) konsesinya dipegang oleh perusahaan satu grup, yakni PT Waskita Toll Road. Di proyek tol ini, Waskita Toll Road mengambilalih 60% saham dari PT Sriwijaya Makmore Persada pada Mei lalu, dengan dana akuisisi senilai Rp300miliar. (Kontan). WSBP: Buy 27.1x P/E17E dan 2.6x PBV17E.
KIJA: Pertahankan target pre sales tahun ini
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA), YTD telah membukukan perolehan pre sales sebesar 60% dari FY16E sebesar Rp1.4tn. Kawasan industri di Kendal yang ditargetkan dibuka Nov16 menjadi salah satu sumber pencapaian target FY16E pre sales tersebut.
Adapun saat ini harga jual lahan di wilayah tersebut sebesa r Rp.2juta/m2 atau naik 20%YoY. Sepanjang 6 bulan terakhir, kawasan tersebut telah memberikan kontribusi sebesar Rp60miliar pre sales atau 23.81% dari target sebesar Rp252miliar.
KIJA juga akan mengembangkan kawasan industri di Moratai, Maluku dan kawasan industri existing lainnya untuk mendorong pencapaian target tahun ini. ( Kontan).
KIJA: Buy 11.5x P/E17E dan 1.2x PBV17E.
KAEF: Terus berekspansi
KAEF terus berkespansi dengan menganggarkan capex Rp 1 triliun lebih di tahun depan, naik dari Rp 958 miliar di tahun ini. Setelah melakukan groundbreaking pembangunan pabrik bahan baku obat kemarin, perseroan akan memulai pembangunan pabrik garam industri dan pembangunan rumah sakit.
Pabrik bahan baku obat itu merupakan kerja sama dengan perusahaan Korea Selatan bernama Sungwun Pharmacopia Co Ltd. Pabrik itu berdiri di Cikarang senilai Rp 132 miliar di luar investasi lahan. Mulai komersialisasinya pa da tahun 2018 dengan total kapasitas produksi 30 juta ton per tahun meliputi 8 jenis bahan baku obat.
Pabrik itu diperkirakan menambah penjualan USD 134 juta dan laba USD 26 juta dalam 10 tahun ke depan dengan payback period 4 tahun dan 9 bulan. ( Investor Daily) KAEF: Non-Coverage.
EXCL: Bidik jual 2 juta unit hingga akhir 2017
PT XL Axiata Tbk (EXCL) menargetkan penjualan mobile broadband (MBB) mencapai 2 juta produk dan menyumbang pendapatan Rp 1 triliun hingga akhir 2017. Hal ini seiring dengan meluasnya jaringan 4G LTE EXCL
Layanan ini menggunakan perangkat router atau MiFi untuk membagi koneksi internet 4G secara Wifi ke 10-32 smartphone atau laptop. Jaringan ini menggunakan teknologi 4T4R dan alokasi spectrum selebar 15MHz, EXCL memberikan klaim kestabilan dan kecepatan internet hingga 150Mbps . (Bisnis Indonesia). Telekomunikasi: Under Review.
ANTM : Segera rampungkan proyek Feronikel Pomalaa
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) segera merampungkan proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa (P3FP) menjelang akhir tahun ini. Hal itu ditandai rampungnya pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x30 megawatt (MW) senilai US$ 145 juta. (Investor Daily).
Comment:
Kami melihat selesainya proyek P3FP tersebut, dapat meningkatkan kapasitas produksi ferronikel menjadi 27-30 ribu nikel dalam feronikel (TNi). Selain itu beroprasinya PLTU ini dapat menurunkan biaya energi feronikel ANTM yang diharapakan akan turun sekitar 15%-20%.
Sehingga kedepannya ANTM akan tetap menjadi salah satu produsen feronikel dengan tingkat biaya produksi paling rendah.
Serta kami melihat prospek nikel tetap memberi outlook positif dengan tingkat permintaan global relatif meningkat dan memberikan profitabilitas yang solid.
ANTM: Buy 75.2x P/E17E dan 1.0x PBV17E.
SIDO: Berencana melepas kembali saham treasuri
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) berencana untuk melepas kembali saham treasuri yang dimilikinya. Hingga kini, jumlah saham treasuri yang dimiliki sebanyak 259,87 juta. Rencananya, penjualan saham akan dilakukan pada periode 26 Oktober 2016, hingga 24 Oktober 2018. ( Kontan) SIDO: Buy; 16E’PE:
16.2x, PBV: 2.9x.
Semen: Penjualan semen September turun 3% y-y
Penjualan semen pada September 2016 turun 3,3% y-y menjadi 5,64 juta ton. Hal ini disebabkan oleh turunnya kebutuhan semen di sektor perumahan dan apartemen. Hingga September 2016, penjualan semen mencapai 44,71 juta ton,
Telekomunikasi: KPPU panggil ISAT dan EXCL terkait dugaan kartel
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) segera memanggil dua operator telekomunikasi PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) untuk mengklarifikasi dugaan praktik kartel terkait pembentukan joint venture (JV) PT One Indonesia Synergy. KPPU melihat adanya 3 indikasi yaitu, price fixing, market allocation dan output restriction.
EXCL memberikan keterangan bahwa pembentukan JV ini merupakan bagian dari upaya efisiensi biaya terkait pengembangan jaringan 4G LTE. ( Investor Daily).
Telekomunikasi: Under Review.
Telekomunikasi: Orang RI suka internetan ketika macet
Pengelola web dan software asal Amerika Serikat, Opera, mengungkapkan sebagian besar penduduk Indonesia lebih memilih terkoneksi dengan internet dibandingkan ditemani oleh keluarga atau kerabatnya saat menunggu dan menghindari kemacetan lalu lintas.
Dari 1.000 responden yang disurvey, sekitar 78% menyatakan menunggu terurainya kemacetan lalu lintas akan terasa lebih baik jika memiliki internet, lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang menyatakan lebih memilih berbincang bersama teman, atau keluarga mereka, hanya 52,9%
Hasil survey juga menyatakan browsing dan menggunakan aplikasi me dia social di ponsel pintar (smartphone) merupakan pilihan utama sambil menunggu macet terurai. (Investor Daily). Telekomunikasi: Under Review.
Banking: Pertumbuhan kredit masih melemah
Penyaluran kredit perbankan hingga 9M16 diperkirakan BI hanya tumbuh sekitar 6%yoy, namun akan naik menjadi 7-9% pada akhir tahun ini. Sejumlah bankir menilai permintaan kredit infrastruktur akan meningkat di 4Q16 karena banyaknya proyek infrastruktur yang membutuhkan dana. Sementara itu, kredit perumahan sebelumnya diberitakan juga mulai meningkat menyusul penurunan suku bunga dan relaksasi aturan.
Pertumbuhan kredit BBCA hanya sekitar 5%yoy saat ini karena lemahnya sektor kredit korporasi, ritel, dan komersial. Sementara itu, kredit BMRI saat ini tumbuh sekitar 10% dan diperkirakan naik hingga 10-12% di akhir 2016. Untuk BBTN, kredit saat ini naik 16-17% dan diperkirakan menguat ke 18-20% di akhir tahun ini.
(Investor Daily, Bisnis Indonesia) Banking: Neutral.
Plantation: Persediaan mulai meningkat
Data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada Sep’16 menunjukkan peningkatan persedian sebesar 5.7% menjadi 1.55 juta ton. Hal tersebut ditopang dengan meningkatnya produksi 0.8% dan menurunnya ekspor sebesar 20.4%. (Bisnis Indonesia).
Comment:
Kami melihat naiknya persediaan masih relatif rendah secara historis yang kurang dari 2 juta ton. Bahkan jika produksi pada 2H16 diperkirakan bertumbuh persedia an CPO tidak langsung pulih. Dan kami melihat produksi sepanjang tahun 2016 masih akan lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang.
Kami melihat secara global pasokan tahun ini relatif berkurang jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga hal tersebut dapat menjaga harga CPO.
Permintaan CPO India diprediksi akan meningkat sebesar 12% pada Okt’16. Pada 2016, peningkatan impor terjadi akibat berkurangnya persediaan di negara tersebut. Plantation: Overweight.
Ticker Rec. JCI Wgt Last price 1D Chg 5D Chg 1M Chg YTD Chg TP Cons TP SSI Upside
(%) (Rp) (%) (%) (%) (%) (Rp) (Rp) (%) 16E 17E 16E 17E 16E 17E 16E 17E
Banks
BMRI HOLD 4.4 10900 0.0 (3.33) 0.5 17.8 10786 10300 -5.5 13.7 11.2 1.6 1.5 12.0% 13.2% n/a n/a
BBCA HOLD 6.6 15700 (0.6) (1.72) 4.3 18.0 15531 14900 -5.1 20.3 17.3 3.7 3.2 18.3% 18.4% n/a n/a
BBRI BUY 5.0 11850 (1.0) (3.46) 0.9 3.7 12914 13700 15.6 11.3 9.5 2.0 1.7 17.9% 18.3% n/a n/a
BBNI BUY 1.7 5300 0.0 (5.78) (6.6) 6.2 6233 6300 18.9 9.3 7.3 1.1 1.0 12.2% 13.9% n/a n/a
BBTN BUY 0.3 1920 (0.3) (0.52) (4.0) 48.3 2184 2300 19.8 8.7 7.7 1.1 1.0 12.4% 12.6% n/a n/a
Consumer (Staples)
ICBP BUY 1.9 9625 0.5 (1.28) 2.1 42.9 10078 10300 7.0 30.2 27.0 6.3 5.6 21.0% 20.8% 22.7 19.3
INDF BUY 1.3 8725 (2.0) (4.64) 6.4 68.6 9837 9900 13.5 19.4 16.4 2.6 2.3 13.2% 14.2% 10.2 9.1
KLBF HOLD 1.4 1715 0.3 (0.58) 0.3 29.9 1751 1700 -0.9 36.5 30.6 6.8 6.0 18.7% 19.6% 24.6 20.7
ROTI BUY 0.1 1595 (0.3) (3.33) 2.2 26.1 1705 2000 25.4 30.1 22.5 5.7 4.7 18.9% 21.1% 14.0 12.4
ULTJ BUY 0.2 4650 1.1 8.64 3.3 17.9 5663 5300 14.0 21.3 17.4 4.8 4.0 22.5% 23.0% 13.5 11.6
UNVR HOLD 5.9 44600 0.2 (1.33) (0.3) 20.5 43623 45200 1.3 53.3 47.6 63.4 55.5 118.9% 116.6% 37.2 34.0
SIDO BUY 0.1 550 (2.7) (0.90) 5.8 0.0 628 730 32.7 17.2 14.1 3.0 2.9 17.7% 20.4% 7.8 6.2
Cigarette
HMSP HOLD 8.1 4030 (1.7) (1.95) 3.6 7.2 4202 4390 8.9 39.6 35.4 13.2 12.0 33.3% 33.8% 28.4 25.6
GGRM BUY 2.2 65025 (1.3) 0.19 6.4 18.2 74929 77150 18.6 19.1 18.4 2.9 2.6 15.2% 14.1% 12.4 11.4
Healthcare
MIKA BUY 0.7 2830 2.5 1.43 2.9 17.9 3046 2950 4.2 61.5 54.4 11.5 10.4 18.6% 19.0% 33.4 30.1
SILO BUY 0.2 10400 0.0 0.97 (2.8) 6.1 12206 12500 20.2 138.7 107.2 5.6 5.1 4.1% 4.8% 18.1 14.8
Retail
MAPI BUY 0.1 4500 (0.7) (2.17) 0.4 18.6 5087 5500 22.2 39.8 23.8 2.3 2.1 5.8% 8.9% 7.9 6.3
RALS BUY 0.2 1225 4.3 7.46 6.1 89.9 1281 1570 28.2 16.6 11.2 2.4 2.1 14.2% 18.4% 18.1 16.9
ACES HOLD 0.3 850 0.6 (3.41) (11.5) 3.0 975 950 11.8 29.3 21.8 4.9 4.2 16.8% 19.2% 16.3 14.4
LPPF HOLD 0.9 18200 0.1 (5.21) 0.7 3.4 22005 23150 27.2 20.9 18.7 22.2 14.0 106.4% 74.5% 16.6 14.8
Telco
EXCL BUY 0.5 2600 (1.5) (6.14) (3.0) (27.8) 3789 4550 75.0 17.1 16.8 1.4 1.4 8.4% 8.1% 5.6 4.8
ISAT HOLD 0.6 6350 0.0 0.79 22.1 15.5 7906 6600 3.9 28.7 19.3 2.6 2.3 8.9% 12.0% 4.1 3.7
TLKM HOLD 7.3 4160 (1.0) (5.02) 2.7 34.6 4655 3500 -15.9 25.1 22.2 5.1 4.6 20.5% 20.5% 8.1 7.4
Auto and HE
ASII BUY 5.8 8275 0.9 (2.36) 0.6 37.9 8575 9000 8.8 21.0 17.8 3.1 2.7 14.8% 15.2% 15.3 14.7
UNTR BUY 1.2 18850 (3.1) 2.72 7.7 11.2 18270 20500 8.8 16.3 14.4 1.7 1.6 10.7% 11.4% 4.5 3.9
Aviation
GIAA HOLD 0.2 406 (0.5) (4.25) (6.9) 31.4 446 490 20.7 10.3 10.3 0.6 0.7 6.3% 6.5% 3.8 3.7
Property
BSDE BUY 0.7 2140 (1.4) (4.89) 2.9 18.9 2416 2350 9.8 16.7 13.6 1.9 1.6 11.1% 11.8% 12.2 10.7
PWON BUY 0.5 650 (2.3) (5.80) 5.7 31.0 704 710 9.2 23.2 21.7 3.9 3.4 17.0% 15.8% 9.3 8.1
KPIG BUY 0.2 1550 0.0 - 19.2 9.9 n/a 1810 16.8 36.0 30.4 1.3 1.2 3.5% 4.1% n/a n/a
ASRI HOLD 0.2 454 (2.2) (4.62) (4.2) 32.4 442 390 -14.1 14.2 13.0 1.3 1.2 9.0% 9.1% 6.6 5.8
SMRA BUY 0.4 1740 (1.1) (2.52) 2.7 5.5 1889 1750 0.6 28.1 26.8 3.1 2.8 11.2% 10.5% 11.5 10.4
Construction
PTPP HOLD 0.4 4200 0.2 (3.89) (4.1) 8.4 5416 4000 -4.8 21.6 17.1 4.1 3.4 18.9% 20.1% 10.8 9.5
ADHI HOLD 0.1 2370 0.0 (4.44) (9.2) 10.7 3301 2700 13.9 14.3 10.3 1.5 1.4 10.5% 13.1% 6.8 6.0
WSKT BUY 0.6 2630 0.4 (2.23) 1.5 57.5 3255 2900 10.3 22.8 18.8 3.3 2.9 14.5% 15.4% 22.8 19.3
WIKA BUY 0.3 2770 (2.1) (5.46) (11.5) 4.9 3660 3300 19.1 21.8 16.7 3.4 3.0 15.7% 17.8% 10.1 8.7
WSBP BUY 0.3 575 0.0 9.52 n/a n/a 730 690 20.0 28.8 23.0 2.4 2.2 8.4% 9.4% 22.8 17.9
Cement
INTP HOLD 1.1 17800 (0.8) - 4.4 (20.3) 18146 18000 1.1 13.7 12.4 2.5 2.3 18.3% 18.6% 8.5 7.2
SMGR HOLD 1.1 10300 (1.0) (0.96) 2.5 (9.6) 11182 10000 -2.9 13.1 11.9 2.1 1.9 16.2% 16.3% 6.2 5.2
SMCB SELL 0.1 1005 (0.5) (4.29) (10.7) 1.0 998 920 -8.5 -125.6 83.8 0.9 0.9 -0.7% 1.1% 10.5 8.6
Utility
PGAS BUY 1.1 2610 0.4 (9.06) (7.1) (4.9) 3086 3375 29.3 11.6 9.4 1.4 1.3 12.1% 13.3% 7.5 6.6
JSMR BUY 0.5 4670 (0.2) - (1.9) (10.6) 6360 6500 39.2 16.6 17.6 2.7 2.5 16.2% 14.3% 10.6 10.2
Coal and Metal
ANTM BUY 0.3 790 (1.3) (1.86) 14.5 151.6 770 840 6.3 -37.6 75.2 1.0 1.0 -2.8% 1.4% 33.2 26.4
INCO HOLD 0.5 2670 0.0 (14.70) (5.3) 63.3 1927 2800 4.9 197.7 28.2 1.1 1.0 0.6% 3.7% 14.1 9.2
TINS HOLD 0.1 795 0.0 (4.79) (0.6) 57.4 768 850 6.9 33.1 16.6 1.1 1.0 3.3% 6.3% 5.9 5.1
ITMG HOLD 0.3 13025 1.2 16.29 16.8 127.5 13431 8800 -32.4 2.2 2.8 0.3 0.3 11.5% 9.0% 5.0 5.5
ADRO BUY 0.8 1385 0.7 6.54 9.1 168.9 1380 1500 8.3 30.9 26.0 1.8 1.7 5.8% 6.6% 8.9 7.8
PTBA BUY 0.4 11200 3.2 12.56 10.6 147.5 11992 12000 7.1 16.1 11.1 2.6 2.3 16.1% 20.3% 14.2 8.8
Plantation
AALI BUY 0.5 15200 (0.8) 1.33 (7.0) 0.6 16885 17000 11.8 17.6 16.7 1.9 1.8 10.7% 10.7% 13.3 12.1
LSIP BUY 0.2 1500 (1.0) (3.85) (5.1) 13.6 1693 1830 22.0 16.1 12.6 1.3 1.2 8.1% 9.7% 6.1 4.9
SIMP BUY 0.1 486 (0.4) (2.02) (2.8) 46.4 516 600 23.5 16.8 11.3 0.5 0.5 3.3% 4.8% 5.9 5.5
Poultry
CPIN BUY 1.0 3650 (1.4) (3.69) 2.2 40.4 3968 4800 31.5 17.2 15.0 2.2 2.0 13.0% 13.2% 13.9 12.7
JPFA BUY 0.3 1745 (1.1) (1.41) 6.1 174.8 1894 2000 14.6 11.6 10.4 2.2 1.8 19.1% 17.7% 9.4 12.0
MAIN BUY 0.1 1515 (1.9) (2.26) (14.4) (0.7) 2306 2280 50.5 8.9 8.0 1.4 1.3 16.3% 15.9% 11.7 9.7
Other Sectors
AKRA HOLD 0.4 6375 (0.8) (1.92) (6.3) (11.1) 7489 7000 9.8 20.8 18.0 3.6 3.2 17.4% 17.7% 15.0 12.1
Source: SSI Research, Bloomberg
Note: GIAA, PGAS, ITMG, ADRO, INCO report in USD.
EV/EBITDA (x)
PE PBV ROE
Regional Indices 1D Change
Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
World 6.89 1,719 0.40 0.05 0.09 0.66 2.57 3.40 2.72 1,750 1,460
U.S. (S&P) 9.92 2,164 0.46 0.18 0.11 1.68 1.24 5.86 7.38 2,194 1,810
U.S. (DOW) 88.55 18,329 0.49 0.26 0.41 1.35 0.56 5.19 7.28 18,668 15,451
Europe 35.19 3,036 1.17 0.31 1.24 (0.57) 5.21 (7.09) (6.60) 3,524 2,673
Emerging Market 3.87 919 0.42 0.18 0.34 1.03 8.50 15.68 6.91 930 687
FTSE 100 53.11 7,098 0.75 0.91 1.63 4.73 6.20 13.70 n/a 7,122 5,500
CAC 40 47.35 4,497 1.06 0.16 0.98 0.13 5.46 (3.01) (4.34) 5,012 3,892
Dax 133.22 10,624 1.27 0.36 1.08 0.48 8.04 (1.11) 5.22 11,431 8,699
Indonesia (16.32) 5,361 (0.30) (1.10) (1.89) 1.49 5.76 16.72 16.81 5,483 4,331
Japan 139.71 17,000 0.83 1.07 2.42 0.20 12.53 (10.69) (7.80) 20,012 14,864
Australia 16.57 5,492 0.30 0.16 0.15 2.86 2.90 3.70 4.02 5,611 4,707
Korea 1.79 2,059 0.09 (0.32) 0.18 1.02 3.52 4.96 1.94 2,074 1,818
Singapore (5.00) 2,870 (0.17) (0.40) (0.02) (0.11) (0.21) (0.43) (4.28) 3,105 2,528
Malaysia (0.06) 1,665 (0.00) 0.14 0.77 (1.25) 0.69 (1.61) (2.42) 1,729 1,601
Hong Kong (100.68) 23,852 (0.42) 0.69 2.38 (1.03) 15.99 8.84 6.20 24,364 18,279
China 43.44 3,048 1.45 2.02 2.27 (1.00) 1.78 (13.87) (4.24) 3,685 2,638
Taiwan (18.50) 9,266 (0.20) (0.24) 1.08 2.34 7.23 11.13 9.71 9,303 7,628
Thailand (47.32) 1,457 (3.15) (3.50) (2.28) 0.81 (0.77) 13.12 3.24 1,558 1,221
Philipines (43.58) 7,535 (0.58) (1.38) (1.86) (0.62) (4.20) 8.38 5.54 8,118 6,084
Monetary Indicators 1D Change
Points 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
JIBOR Overnight (%) 0.21 5.00 (0.62) (0.20) (2.18) (34.13) (14.40) 8.26 4.63
Foreign Reserve (US$bn) n/a 115.67 n/a 1.88 5.36 9.19 13.72 115.67 100.24
Inflation Rate (%) n/a 0.22 n/a 1200.00 (66.67) (77.08) 540.00 0.96 (0.45)
US Fed Rate (%) 0.00 0.50 0.00 0.00 0.00 0.00 100.00 0.50 0.25
Indo Govt Bond Yld (10yr) - % (0.00) 7.11 1.54 2.70 0.16 (18.72) (17.51) 9.11 6.77
Exchange Rate (per US$) 1D Change
Currency Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
Indonesia (7.00) 12978 0.05 0.15 0.04 0.93 6.24 6.24 3.29 14,095 12,920
Japan 0.29 103.90 (0.28) 0.05 (0.96) (1.97) 15.71 15.71 15.53 123.76 99.02
UK (0.00) 1.23 (0.15) (2.16) (3.02) (7.45) (16.23) (16.23) (19.57) 1.55 1.18
Euro (0.00) 1.11 (0.04) (0.15) (0.62) (0.90) 2.50 2.50 (1.97) 1.16 1.05
China 0.04 6.71 (0.53) (0.53) (0.53) (0.41) (3.19) (3.19) (5.72) 6.71 6.32
Commodities Indicators 1D Change
Spot Points 1D 3D 1W 1M 3M YTD 1YR High Low
Oil (0.05) 51.30 (0.10) 1.70 5.36 11.81 14.61 38.50 3.36 51.67 26.05
CPO (19.00) 2,542.00 (0.74) (0.55) (3.57) (3.71) 13.43 2.29 14.66 2,793.00 2,186.00
Rubber 0.50 674.00 0.07 0.45 1.28 1.66 (0.81) 24.93 1.89 728.50 506.50
Coal (0.40) 84.05 (0.47) 0.54 3.64 20.59 41.86 66.11 56.81 69.00 69.00
Iron Ore (0.03) 57.77 (0.05) 1.42 1.89 (0.40) 7.78 33.11 1.00 69.70 37.50
Tin 93.00 20,175.00 0.46 0.94 0.57 4.23 13.19 38.27 23.91 20,295.00 13,223.80
Nickel 320.00 10,520.00 3.14 4.37 1.64 1.45 6.48 19.27 0.19 11,030.00 7,550.00
Copper 70.50 4,848.50 1.48 1.02 0.61 4.65 2.93 3.05 (8.43) 5,350.00 4,318.00
Gold 1.40 1,258.90 0.11 0.73 (0.58) (5.40) (7.20) 18.74 8.87 1,377.50 1,046.20
Source: SSI Research, Bloomberg
Last Price
Last Price Change (%) 1 Year
Change (%) 1 Year
Last Price
Last Price Change (%) 1 Year
Change (%) 1 Year
Research Team
Andy Ferdinand, CFA Head Of Equity Research,Strategy, Banking, Consumer
[email protected] +6221 2854 8148
Rangga Cipta Economist [email protected] +6221 2854 8396
Muhamad Makky Dandytra, CFTe Technical Analyst [email protected] +6221 2854 8382 Akhmad Nurcahyadi, CSA Auto, Aviation, Cigarette, Construction
Healthcare, Heavy Equipment, Property
[email protected] +6221 2854 8144 Arandi Ariantara Cement, Telecommunication, Utility [email protected] +6221 2854 8392 Marlene Tanumihardja Poultry, Retail, Small Caps [email protected] +6221 2854 8387 Sharlita Lutfiah Malik Mining, Plantation [email protected] +6221 2854 8339 Adde Chandra Kurniawan Research Associate [email protected] +6221 2854 8338
Private Wealth Management
Evelyn Satyono Head of PWM /
Head of Institutional Marketing
[email protected] +6221 2854 8380 Muhamad Alfatih CSA, CTA, CFTe Senior Technical Portfolio Advisor [email protected] +6221 2854 8129 Ronny Ardianto Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8399 Clarice Wijana Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8395
Wahyudi Budiono Dealer [email protected] +6221 2854 8152
Equity Sales Team
Kelvin Siwah Long Head of Equities [email protected] +6221 2854 8150
Yulianah Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8146
Indra S. Affandi Institutional Equity Sales [email protected] +6221 2854 8334 Lucia Irawati Head of Retail Equity Sales [email protected] +6221 2854 8173
Ferry Khusaeri Equity Sales [email protected] +6221 2854 8304
Iwan Setiadi Equity Sales [email protected] +6221 2854 8313
Lia Chaterina Equity Sales [email protected] +6221 2854 8315
Amelia Sintama Equity Sales [email protected] +6221 2854 8308
Salt World Widjaja Equity Sales [email protected] +6221 2854 8163
Jovita Widjaja Equity Sales [email protected] +6221 2854 8314
James Wihardja Equity Sales [email protected] +6221 2854 8397
Joseph Soegandhi Equity Sales [email protected] +6221 2854 8872
Dian Anggraeni Equity Sales [email protected] +6221 2854 8301
Sylviawati Equity Sales [email protected] +6221 2854 8112
Verawati Gunawan Equity Sales [email protected] +6221 2854 8312
Cenni Liawisusi Equity Sales [email protected] +6221 2854 8303
Frans Ferdiansah Equity Sales [email protected] +6221 2854 8337
Muhamad Faisyal Dealer [email protected] +6221 2854 8155
Wulan Budi Setyowati Dealer [email protected] +6221 2854 8369
Bismar Ferryaman Dealer [email protected] +6221 2854 8368
Online Trading Sales Team
Nugroho Nuswantoro Head Of Marketing OLT [email protected] +6221 2854 8372
Wahyu Widodo Marketing [email protected] +6221 2854 8371
Rina Lestari Customer Service [email protected] +6221 2854 8180
Martha Lamtiurma Tampubolon Customer Service [email protected] +6221 2854 8182
Mohamad Andhika Prasetia Customer Service [email protected] +6221 2854 8183
DISCLAIMERS : Analyst Certification : The views expressed in this research accurately reflect the personal views of the analyst(s) about the subject securities or issuers and no part of the compensation of the analyst(s) was, is, or will be directly or indirectly related to the inclusion of specific recommendations or views in this research. The analyst(s) principally responsible for the preparation of this research has taken reasonable care to achieve and maintain independence and objectivity in making any recommendations. This document is for information only and for the use of the recipient. It is not to be reproduced or copied or made available to others. Under no circumstances is it to be considered as an offer to sell or solicitation to buy any security. Any recommendation contained in this report may not be suitable for all investors. Moreover, although the information contained herein has been obtained from sources believed to be reliable, its accuracy, completeness and reliability cannot be guaranteed. All rights reserved by PT Samuel Sekuritas Indonesia.