WRAP UP SKENARIO 3 BLOK PANCA INDERA
“Bercak Merah & Gatal Di Selangkangan”
KELOMPOK B-10
KETUA : TRIAS PUTRA PAMUNGKAS 1102011286
SEKRETARIS : YUNINDAR SEVI ARVINTA 1102010303 RATNA MURNI SURYANINGSIH 1102011223
REDO ALIF ISZAR 1102011225
REKSI ANDRIANOL 1102011226
RETMA ROSELA NURKAYANTY 1102011228 RENDI MUFLIH 1102011227
UJANG KADIR 1102011287
RHEMENDA PERMATA ADEDANGGA 1102011232 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
JAKARTA 2013/2014
0
Bercak Merah dan Gatal Di Selangkangan
Seorang wanita berusia 28 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan bercak merah dan gatal terutama bila berkeringat di selangkangan sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan beruntus dan kulit yang menebal berwarna gelap . Kelainan ini hilang timbul selama 6 bulan, hilang apabila diobati dan timbul saat menstruasi atau menggunakan celana berlapis. Riwayat keputihan disangkal. Kelainan ini dirasakan setelah berat badan penderita bertambah.
Pada pemeriksaan generalis : dalam batas normal
Pada pemeriksaan dermatologis : Regioner, bilateral pada ke-2 sisi medial paha atas tampak lesi multiple , berbatas tegas, bentuk beraturan, ukuran bervariasi dari diameter 0,03cm sp 0,1 cm, kering, permukaan halus dengan efloresensi berupa plak eritem, sebagian likhenifikasi yg hiperpigmentasi, pada bagian tengah tampak central healing dengan ditutupi skuama halus . Setelah mendapatkan terapi, penderita diminta untuk control rutin dan menjaga serta memelihara kesehatan kulit sesuai tuntunan ajaran islam.
STEP 1
Kata-kata Sulit
1. Regioner : daerah terlokalisir 2. Lesi multiple : Banyak lesi
3. Plak eritem : Peninggian diatas kulit
4. Likhenifikasi : daerah penebalan kulit sehingga terlihat seperti realif atau bergaris-garis 5. Central healing : wujud kelainan kulit, dimana pada satu lesi bagian tengah tampak
bersih, seolah sudah sembuh, sedangkan bagian tepinya terlihat eritem.
6. Skuama : pengelupasan kulit
7. Beruntus : kulit yang berisi cairan bernanah atau bening
8. Evloresensi : kelainan kulit yang dapat dilihat dengan mata objektif dan perlu diperiksa dengan perabaan
Pertanyaan
1. Apakah gejala pasien dapat terkena pada anak kecil ? Ya, karena infeksi jamur dapat terkena pada segala umur 2. Hubungan gejala hilang timbul dengan menstruasi ?
Karena menstruasi adalah salah satu penyebab yg menimbulkan gatal pada selangkangan, dan memicu jamur untuk tumbuh
3. Apakah hubungan kelainan yang dirasa dengan pertambahan berat badan ? Berat badan naik karena terdapat banyak lipatan lemak
4. Mengapa setelah diobati timbul kembali ?
Karena pengobatan yg dilakukan tidak tuntas, pengobatan pada jamur cenderung butuh waktu yg lama dan menyebabkan resika seseorang menjadi malas atau lupa, dan penyebab lain kemungkinan kebersihan yg kurang baik
5. Bagaimana cara membersihkan kulit sesuai ajaran agama islam ? Dengan cara berwudhu, mandi, tidak memakai pakaian yg ketat
2
menstruasi menyebabkan menjadi lembab, dan itu merupakan faktor resiko yang membuat munculnya jamur. Pemeriksaan fisik : beruntus, plak eritem, hiperpigmentasi bilateral, skuama, central healing, defenifikasi. Diagnosis : dermasis, Diagnosis banding : tinea cruris. Lalu segera diberikan terapi yg teratur dan berlangsung lama, dan edukasi untuk menjauhi segala faktor pencetus.
Sasaran Belajar
LI.1. Memahami dan menjelaskan mikroskopik kulit LI.2. Memahami dan menjelaskan FAAL
LO.2.1 Fungsi kulit
LI.3. Memahami dan menjelaskan infeksi jamur tinea LO.3.1 Definisi
LO.3.2 Etiologi LO.3.3 Klasifikasi LO.3.4 Patofisiologi LO.3.5 Manifestasi
LO.3.6 Diagnosis dan diagnosis banding LO.3.7 Penatalaksanaan
LO.3.8 Komplikasi LO.3.9 Pencegahan LO.3.10 Prognosis
LI.4 Memahami dan menjelaskan cara memelihara kesehatan kulit sesuai anjuran agama islam
STEP 3
LI.1. Histologi Kulit
Kulit adalah organ tunggal terberat di tubuh dengan berat sekitar 15% dari berat badan total dengan luas permukaan sekitar 1,2 - 2,3 m2 pada orang dewasa. Kulit terdiri atas lapisan epidermis yang berasal dari ektoderm permukaan dan lapisan dermis yang berasal dari mesoderm. Berdasarkan ketebalan epidermis kulit dapat dibedakan menjadi kulit tebal dan kulit tipis. Turunan epidermis meliputi rambut, kuku, kelenjar sebasea, dan kelenjar keringat.
EPIDERMIS
Epidermis terdiri dari 5 lapisan dan tidak mempunyai pemubuluh darah maupun limpa sehingga semua nutrisi dan oksigen di dapat dari pembuluh kapiler pada lapisan dermis yang berdifusi melalui cairan jaringan serta membran basal untuk mencapai epidermis.
4
a. Keratinosit
Sel terbanyak dengan jumlah mencapai 85%-95% pada epidermis. Berasal dari ektoderm permukaan. Sel berbentuk gepeng ini memiliki sitoplasma yang dipenuhi oleh skleroprotein birefringen, yakni keratin. Keratin ini mengandung sedikitnya 6 macam polipeptida dengan berat molekul 40kDa sampai 70 kDa. Sel basal mengandung berat molekul yang lebih rendah. Proses keratinisasi berlangsung selama 2-3 minggu yang dimulai dari proses proliferasi, diferensiasi, kematian sel dan pengelupasan. Pada tahap akhir diferensiasi diikuti penebalan membran sel, kehilangan inti dan organel lain di dalam sel. Selama proses keratinisasi berlangsung enzim hidrolitik lisosom berperan pada penghancuran organel sitoplasma.
b. Melanosit
Warna kulit ditentukan oleh berbagai faktor penting seperti kandungan melanin dan karoten, jumlah pembuluh darah dalam dermis, dan warna darah yang mengalir di dalamnya.
Eumelanin adalah pigmen coklat tua yang dihasilkan oleh melanosit. Sel ini berjumlah 7%-10%
dan berasal dari neuroektoderm. Melanosit memiliki badan sel yang bulat dengan cabang dendritik yang panjang dan tipis. Hemidesmosom mengikat melanosit ke lamina basalis.
Melanosit paling banyak terdapat pada kulit muka dan genitalia eksterna. Jumlah melanosit tiap individu hampir sama, hanya jumlah produksi melanin berbeda. Sintesis melanin berlangsung di dalam melanosit dengan tirosinase berperan penting. Tirosin mula-mula diubah menjadi 3,4- dihidroksifenilalanin (dopa) dan kemudian menjadi dopaquinon yang kemudian bertransformasi dan dikonversi menjadi melanin. Dalam melanosit, melanin berkumpul dalam vesikel yang disebut premelanosom. Vesikel kemudian matang menjadi melanosom yang disebarkan melalui cabang sitoplasma melanosit ke keratinosit di sekitarnya terutama yang berada di stratum basale.
Setelah granula melanin bermigrasi di dalam juluran sitoplasma, granula melanin akan berkumpul di daerah supranuklear sehingga inti sel terlindungi dari radiasi matahari yang merusak. Menggelapnya kulit karena sinar uv adalah hasil proses dua tahap yakni reaksi
c. Sel langerhans
Merupakan sel dendritik yang berbentuk bintang, ditemukan terutama di antara keratinosit dalam lapisan atas stratum spinosum. Sel ini mempunyai reseptor penanda imunologis yang mirip makrofag. Sel ini mengikat antigen asing di permukaannya dan merupakan sel pembawa antigen yang menyebabkan limfosit T dapat bereaksi terhadap antigen yang dibawanya. Sel ini berasal dari sekelompok sel prekursor dalam sumsum tulang.
d. Sel Merkel
Sel ini memiliki jumlah paling sedikit dan berasal dari krista neuralis. Sel ini terdapat pada lapisan basal kulit tebal, terutama banyak ditemukan di ujung jari, folikel rambut dan mukosa mulut. Sel ini memiliki peranan sebagai mekanoreseptor.
Lapisan Epidermis Kulit
1. Stratum korneum
Lapisan kulit yang terluar dan terdiri dari beberapa sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti, dan protoplasmanya telah berubah menjadi keratin. Selama proses keratinisasi berlangsung enzim-enzim hidrolitik lisosom berperan dalam penghancuran sitoplasma.
2. Stratum lusidum
6
3. Stratum granulosum
Stratum granulosum ini terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang sitoplasmanya berisikan granul basofilik kasar yang disebut granul keratohialin. Protein granul ini kaya akan histidin berfosfor selain protein yang mengandung sistin. Struktur khas lainnya adalah granul lamela, yakni suatu struktur lonjong yang mengandung cakram berlamel yang dibentuk oleh lapisan lipid ganda. Granula lamela ini mengeluarkan suatu materi ke dalam ruang antar sel di stratum granulosum. Materi ini berfungsi sebagai sawar terhadap materi asing dan menyediakan suatu efek pelindung bagi kulit.
4. Stratum spinosum
Stratum spinosum terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal.
Protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen, dan inti terletak di tengah-tengah.
Sel-sel spinosum saling terikat erat melalui spina sitoplasma yang berisi filamen dan desmosom sehingga memberi corak berduri pada permukaan sel ini. Berkas keratin tersebut disebut tonofilamen. Filamen ini penting untuk mempertahankan kohesi antar sel dan melawan efek abrasi. Epidermis di daerah-daerah yang terkena gesekan secara terus menerus memiliki stratum spinosum yang tebal dengan lebih banyak tonofilamen dan desmosom.
5. Stratum basale
Stratum basale terdiri atas sel-sel berbentuk kubus yang tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal. Sel-sel basal ini berfungsi reproduktif. Lapisan ini terdiri atas dua jenis sel yaitu sel yang berbentuk kolumnar dengan protoplasma basofilik inti lonjong dan besar dan sel pembentuk melanin yang berwarna muda, inti gelap, dan memiliki butir pigmen. Sejumlah besar desmosom saling mengikat sel-sel pada lapisan ini pada permukaan lateral dan atas sedangkan hemidesmosom membantu mengikat sel ini pada lamina basalis.
Epidermis manusia diperbaharui setiap 15-30 hari bergantung pada usia, bagian tubuh dan faktor
DERMIS
Dermis berasal dari lapisan mesoderm embrional. Terdiri dari jaringan penyambung dengan beberapa lapisan serat kolagen dan serat elatis. Epidermis dilekatkan pada dermis melalui lamina basal dan ikatan ini diperkuat oleh adanya tonjolan-tonjolan dermis ke epidermis yang disebut papila. Epidermis dipermukaan tonjolan dermis ini membentuk rigi (pematang) dengan alur diantaranya. Pola rigi dan alur ini yang terbentuk pada bulan ketiga dan keempat kehidupan janin, gambarannya khas pada tiap individu. Gambaran khas pada telapak tangan, kaki, dan jemari ini disebut sidik jari. Dermis bagian permukaan yang membentuk papila atau tonjolan ke epidermis, lapisan ini disebut stratum papilare. Stratum pailare tersusun lebih longgar ditandai oleh banyak papila dermis yang berjumlah 50-250 per mm2. Jumlah papila terbanyak dan lebih dalam pada daerah yang menerima tekan dan gesekan paling besar misalkan pada telapak kaki.
Sebagian besar papila mengandung pembuluh kapiler yang memberi nutrisi pada epitel diatasnya. Papila lainnya mengandung badan akhir saraf sensorik untuk reseptor perabaan yang disebut badan meissner.
Lapisan dermis dibawah strtum papilare disebut stratum retikulare. Lapisan ini lebih padat, tebal dan dalam. Terdiri atas berkas-berkas kolagen kasar tersusun rapat. Rongga-rongga diantara berkas serat terisi jaringan lemak, kelenjar keringat, dan kelenjar sebasea serta folikel rambut.
Serat otot polos juga ditemukan pada tempat-tenpat tertentu seperti m.arector pili yang menempel pada folikel rambut membentuk lapisan tipis pada scrotum, prepusium, dan puting payudara. Otot ini turut berperan dalam ekspresi fasial. Lapisan retikular dibagian yang lebih dalam menyatu dengan hipodermis atau fasia superfisialis dibawahnya yang terdiri atas jaringan ikat longgar yang banyak mengandung jaringan lemak. Jumlah sel dalam dermis relatif sedikit.
Merupakan sel-sel jaringan ikat seperti fibroblas, fibrosit, sel lemak, sedikit makrofag dan sel mast. Pada daerah yang berpigmen ditemukan melanosit.
Turunan Kulit
Kelenjar Sebasea
Kelenjar ini mensekresikan subtansi berminyak yang disebut sebum. Satu atau beberapa kelenjar sebasea bermuara dan mencurahkan sekretnya ke folikel rambut bagian atas. Kelenjar ini bertambah jumlahnya pada daerah muka, dahi, dan kulit kepala. Sebum berperan melembabkan dan membuat kedap air rambut dan permukaan kulit. Pada tempat peralihan kulit misalkan di daerah bibir, kelopak mata, glans penis, labia minora dan puting payudara ditemukan 8
kehilangan air.
Rambut
Rambut merupakann bangunan berzat tanduk yang diproduksi oleh folikel rambut yang merupakan pertumbuhan epitel permukaan kedalam lapisan dermis dibawahnya. Pertumbuhan rambut berlangsung dalam bagian pangkal folikel yang menggelembung dan disebut bulbus pili, yang terdiri atas sel-sel epitelial yang aktif membelah dan mengitari suatu papila jaringan ikat yang banyak mengandung pembuluh darah, dan saraf yang penting bagi kelangsungan hidup folikel rambut. Papila dermis dalam bulbus pili ini disebut papila pili. Batang rambut dibentuk oleh sel folikel yang paling dalam yang membatasi papila yang disebut sel matriks. Sel-sel folikel rambut merupakan lanjutan dari startum basal dan spinosum epidermis kulit. Pada permulaan perkembangan semua sel pada folikel aktif bermitosis akan tetapi seltelah folikel terdiferensiassi sempurna hanya tinggal sel-sel matriks yang aktif bermitosis dan menghasilkan berbagai bagian rambut yaitu, medula, korteks, dan kutikula rambut. Pigmen melanin ditemukan terjepit diantara dan di dalam sel tersebut sehingga mewarnai rambut. M. arector pili melekat ke sarung folikel dan berinsersi di daerah papila dermis pada epidermis. Kontraksi ini menyebabkan rambut menegak dan menarik ke dalam daerah tempat insersinya pada papila sehingga terjadi keadaan yang tampak pada kulit yang merinding. Muskulus arektor pili dipersarafi oleh sistem saraf simpatis dan penegakan rambut terjadi apabila kedinginan atau ketakutan.
Kelenjar Keringat
Kelenjar keringat ini merupakan kelenjar merokrin dimana vesikel/gelembung sekret di bawa ke permukaan sel kemudian membran vesikel menyatu dengan membran sel dan sekret dicurahkan ke lumen kelenjar tanpa kehilangan bagian dari sitoplasma sel. Terdapat dua jenis sel pada sekresi kelenjar keringat yaitu sel gelap dan sel bening. Sel gelap memiliki granula sekretoris dan sel bening sebaliknya. Kelenjar keringat berperan dalam termoregulator. Bila tubuh perlu