• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada distributor penjualan smartphone yang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada distributor penjualan smartphone yang"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

26 A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada distributor penjualan smartphone yang terdapat di Malang.

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanasi (explanatory research), yaitu yaitu penelitian yang melakukan pengumpulan data sedemikian rupa untuk menjelaskan hubungan sebab akibat (kausal) antara variabel-variabel malalui pengujian hipotesis sehingga memungkinkan diperoleh suatu kesimpulan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian survey, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Singarimbun dan Effendi, 2008:3). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif karena membutuhkan perhitungan secara sistematis tentang hubungan suatu variabel dengan menggunakan rumus statistik tertentu.

C. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional merupakan penjelasan tentang bagaimana operasi atau kegiatan yang harus dilakukan untuk memperoleh data atau menunjukkan indikator (Widayat, 2004:31). Variabel dalam penelitian ini terdiri dari:

(2)

1. Variabel Terikat (dependent varabel)

Variabel terikat dinotasikan dengan kinerja perusahaan (Y). Kinerja perusahaan adalah efektifitas perusahaan dalam melaksanakan kegiatan atau aktivitas yang menjadi tanggung jawabnya dalam mengoptimalkan pencapaian visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan perusahaan yang dapat dinilai dengan cara membandingkan pencapaian dengan target.

Kinerja perusahaan diukur melalui indikator berdasarkan Kaplan dan Norton (dalam Mahmudi, 2013:143), sedangkan sub indikator berdasarkan penelitian Anggraini (2012:8), yaitu:

a. Perspektif Keuangan, yaitu mengukur kemampulabaan dan pengembalian modal diantara distributor-distributor penjualan smartphone. Sub indikator perspektif keuangan yaitu:

1) Laba yang didapatkan dari penjualan smartphone sesuai dengan target 2) Pengembalian modal sesuai dengan waktu yang telah ditentukan b. Perspektif Proses Bisnis Internal, yaitu merefleksikan proses-proses yang

dapat dioptimalkan agar dapat meningkatkan value proposisi yang dapat menarik dan mempertahankan pelanggan. Sub indikator perspektif proses bisnis internal yaitu:

1) Produk smartphone yang dijual sesuai dengan standar yang ditentukan 2) Produk smartphone yang dijual berkualitas

2. Variabel Bebas (independent variabel)

Variabel bebas dinotasikan dengan Total Quality Management (X).

TQM adalah suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba

(3)

untuk memaksimumkan daya saing perusahaan melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya. TQM diukur melalui indikator berdasarkan Goetsch dan Davis dalam Nasution (2015:18- 19), sedangkan sub indikator berdasarkan penelitian Widjaya (2014:93), yaitu:

a. Fokus pada pelanggan, yaitu setiap produk yang dijual distributor smartphone bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sub indikator fokus pada pelanggan yaitu:

1) Manajer selalu menyebarluaskan kebutuhan pelanggan kepada seluruh karyawan

b. Obsesi terhadap kualitas, yaitu sikap tidak pernah puas akan kualitas dari produk yang dijual. Sub indikator obsesi terhadap kualitas yaitu:

1) Menerapkan sistem kualitas produk yang dijualnya

c. Pendekatan ilmiah, yaitu suatu prosedur yang didasarkan pada suatu struktur logis untuk mencapai target. Sub indikator pendekatan ilmiah yaitu:

1) Mempunyai target penjualan yang ditetapkan di awal

d. Komitmen jangka panjang, yaitu kuatnya pengenalan dan keterlibatan karyawan pada sesuatu hal. Sub indikator komitmen jangka panjang yaitu:

1) Distributor penjualan smpartphone memiliki komitmen jangka panjang untuk memperbaiki budaya yang ada

(4)

e. Kerjasama tim, yaitu suatu kemampuan dari sekelompok individu untuk dapat bekerja sama menuju ke visi yang sama. Sub indikator kerjasama tim yaitu:

1) Memberi serta menerima umpan balik untuk menguatkan tim kerja f. Perbaikan berkelanjutan, yaitu perbaikan secara berkala disegala bidang

yang dilakukan oleh distributor penjualan smartphone untuk dapat meningkatkan kinerjanya. Sub indikator perbaikan berkelanjutan yaitu:

1) Distributor penjualan smpartphone selalu memperbaiki sistem secara terus menerus

g. Pendidikan dan pelatihan, yaitu proses pembelajaran yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas manajemen perusahaan. Sub indikator pendidikan dan pelatihan yaitu:

1) Distributor penjualan smpartphone melakukan pelatihan yang rutin supaya karyawan dapat meningkatkan keterampilan serta keahlian yang dimilikinya

h. Kebebasan yang terkendali, yaitu kemauan para karyawan untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan cepat tanggap.

Sub indikator kebebasan yang terkendali yaitu:

1) Karyawan dituntut untuk bertanggungjawab terhadap keputusan yang dibuat

i. Kesatuan tujuan, yaitu setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama. Sub indikator kesatuan tujuan yaitu:

1) Distributor penjualan smpartphone mempunyai kesatuan tujuan untuk mencapai target laba yang telah ditentukan

(5)

j. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan, yaitu karyawan memiliki andil dalam setiap keputusan dan aktivitas yang dilakukan. Sub indikator keterlibatan dan pemberdayaan karyawan yaitu:

1) Memberikan karyawan wewenang untuk ikut membuat keputusan guna meningkatkan rasa tanggungjawab

Butir-butir item pertanyaan atau pernyataan disusun berdasarkan variabel dan indikator seperti pada Tabel 3.1 berikut ini.

Tabel 3.1. Kisi-kisi Instrumen Penelitian

Variabel Indikator Sub Indikator

Kinerja Perusahaan

(Y)

a. Perspektif Keuangan

b. Perspektif Proses Bisnis Internal

- Laba yang didapatkan dari penjualan smartphone sesuai dengan target

- Pengembalian modal sesuai dengan waktu yang telah ditentukan

- Produk smartphone yang dijual sesuai dengan standar yang ditentukan

- Produk smartphone yang dijual berkualitas

Total Quality Management

(X)

a. Fokus pada pelanggan b. Obsesi terhadap kualitas c. Pendekatan ilmiah d. Komitmen jangka

panjang e. Kerjasama tim

f. Perbaikan berkelanjutan g. Pendidikan dan pelatihan

h. Kebebasan yang terkendali i. Kesatuan tujuan

j. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan

- Manajer selalu menyebarluaskan kebutuhan pelanggan kepada karyawan

- Menerapkan sistem kualitas produk yang dijualnya

- Mempunyai target penjualan yang ditetapkan di awal

- Distributor penjualan smpartphone memiliki komitmen jangka panjang untuk memperbaiki budaya yang ada

- Memberi serta menerima umpan balik untuk menguatkan tim kerja

- Distributor penjualan smpartphone selalu memperbaiki sistem secara terus menerus - Distributor penjualan smpartphone

melakukan pelatihan yang rutin supaya karyawan dapat meningkatkan keterampilan serta keahlian yang dimilikinya

- Karyawan dituntut untuk bertanggungjawab terhadap keputusan yang dibuat

- Distributor penjualan smpartphone mempunyai kesatuan tujuan untuk

mencapai target laba yang telah ditentukan - Memberikan karyawan wewenang untuk

ikut membuat keputusan guna meningkatkan rasa tanggungjawab

(6)

D. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:115). Populasinya dalam penelitian ini adalah manajer distributor penjualan smartphone di Malang yang berskala menengah keatas sebanyak 37 distributor.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, dan harus betul-betul representatif atau mewakili (Sugiyono, 2012:116). Apabila subjek penelitian kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, selanjutnya jika jumlah subjeknya lebih dari 100 maka diambil antara 10% - 20% atau 20% - 30% atau lebih (Arikunto, 2010:107). Penelitian ini jumlah sampelnya sebanyak 37 distributor penjualan smartphone.

3. Teknik Sampling

Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik sensus atau total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel, yang karena pertimbangan jumlah yang cukup kecil, seluruh anggota populasi diambil sebagai sampelnya. Sementara itu, populasi adalah seluruh unit yang menjadi subyek penelitian, yang siap diambil sebagian atau seluruhnya, sebagai sampel sebuah penelitian.

(7)

E. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer.

Sumber primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini melalui cara penyebaran kuesioner kepada manajer distributor penjualan smartphone di Malang. Kuesioner berisikan data mengenai Total Quality Management dan kinerja perusahaan.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Riduwan, 2009:69). Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner.

Kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data dengan menyebarkan pertanyaan kepada responden dan responden akan memberikan respon atas pertanyaan tersebut. Kuesioner dipilih karena merupakan suatu mekanisme pengumpulan data yang efisien untuk mengetahui dengan tepat apa yang diperlukan dan bagaimana mengukur variabel penelitian.

G. Teknik Pengukuran Variabel

Teknik pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012:132). Pengisian kuesioner motivasi dan kemampuan kerja terhadap kinerja karyawan diukur

(8)

dengan menggunakan skala likert yang dilambangkan dari skala 1 (satu) sampai dengan 5 (lima). Jawaban responden dibagi menjadi 5 kategori skala likert seperti dalam Tabel 3.2 berikut ini.

Tabel 3.2. Skala Likert

Pilihan Jawaban Skor Keterangan

Total Quality Management Kinerja Perusahaan Sangat Tidak Setuju 1 Sangat Lemah Sangat Rendah

Tidak Setuju 2 Lemah Rendah

Netral 3 Cukup Cukup

Setuju 4 Kuat Tinggi

Sangat Setuju 5 Sangat Kuat Sangat Tinggi

Sumber: Riduwan (2011:87)

H. Uji Instrumen 1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2011:52). Pengujian validitas menggunakan rumus korelasi product moment dengan rumus:

rxy =

2 2

2

2 -( X) . n . Y - ( Y) X

. n

Y) ( . X) ( - XY . n

Keterangan:

rxy = Koefesien korelasi n = Jumlah sampel

x = Skor tiap butir-butir pernyataan y = Total skor

(9)

Pengujian validitas menggunakan nilai koefisien Corrected Item- Total Correlation [r-hitung], dengan kriteria apabila nilai koefisien Corrected Item-Total Correlation [r-hitung] > r-tabel, maka dinyatakan valid, dan apabila Corrected Item-Total Correlation [r-hitung] < r-tabel, maka tidak valid dan dan harus dihilangkan.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana instrumen dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Instrumen dapat dikatakan reliabel jika instrumen tersebut dapat dipakai dua kali atau lebih untuk mengukur gejala yang sama dengan hasil pengukuran yang relatif konstan (Arikunto, 2010:178). Uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan rumus alpha cronbach, yaitu:

𝑟!!= k

k-1 1- σb2 ót2 Keterangan:

rii = Reliabilitas instrumen k = Banyaknya butir pertanyaan Σσ = Jumlah varian butir b2

2

σt = Variasi total

Arikunto (2010:171) menjelaskan keputusan uji reliabilitas ditentukan dengan kriteria sebagai berikut:

a. Jika nilai Cronbach Alpha > 0.60 maka reliabel.

b. Jika nilai Cronbach Alpha < 0.60 maka tidak reliabel.

(10)

I. Teknik Analisis Data 1. Rentang Skala

Rentang skala digunakan untuk mengetahui bagaimana deskripsi Total Quality Management dan kinerja perusahaan penjualan smartphone di kota Malang. Rentang skala ditentukan dengan menggunakan rumus:

Rs=n(m-1)

m = 37(5-1) 5 = 148

5 = 29 Sumber: Umar (2008:225)

Keterangan:

Rs = Rentang skala

m = Jumlah alternatif jawaban item n = Jumlah responden

Penilaian total quality management dan kinerja perusahaan dapat dituangkan pada Tabel 3.3 berikut ini.

Tabel 3.3. Rentang skala total quality management dan kinerja perusahaan Skor Total Quality Management Kinerja Perusahaan 37 – 66

67 – 96 97 – 126 127 – 156 157 – 186

Sangat Lemah Lemah Cukup Kuat Sangat Kuat

Sangat Rendah Rendah

Cukup Tinggi Sangat Tinggi

2. Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana.

Penggunaan analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat, yaitu antara Total Quality Management (X) terhadap kinerja perusahaan (Y) dengan model yang digunakan yaitu:

(11)

Y = a + bX Keterangan:

Y = Kinerja Perusahaan a = Konstan

b = Koefisien Regresi

X = Total Quality Management 3. Determinasi

Koefisien determinasi (R) pada intinya digunakan untuk mengukur seberapa jauh ketepatan model yang memasukkan X dibandingkan dengan variasi Y (Setiaji, 2008:41), dengan rumus :

R2=JKRegresi JKTotal Keterangan:

R2 = Koefisien Determinasi JKReg = Jumlah kuadrat Regresi JKTotal = Jumlah kuadrat Total

R digunakan karena variabel bebas dalam penelitian ini hanya satu variabel. Apabila hasil yang diperoleh > 0.5, maka model yang digunakan dianggap cukup handal dalam membuat estimasi. Nilai koefisien determinasi (R) mempunyai range antara 0 sampai dengan 1. Apabila analisis yang digunakan adalah regresi sederhana, maka yang digunakan adalah nilai R. Namun, apabila analisis yang digunakan adalah regresi berganda, maka yang digunakan adalah Adjusted R Square.

(12)

J. Pengujian Hipotesis (Uji t)

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2011:178).

Rumus:

𝑡!!"#$% = 𝑏! 𝑆𝑏! Keterangan:

bi = Koefisien dari variabel bebas (penaksir koefisien) ke i Sbi = Simpangan baku dari variabel bebas ke i

Gambar 3.1 Gambar kurva distribusi t

Kriteria uji t dua sisi dengan tingkat signifikansi (α) = 0,05 ditentukan sebagai berikut:

1. Jika -ttabel < thitung < ttabel dan nilai Sig. t > α = 0.05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti total quality management tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan.

2. Jika -thitung < -ttabel atau thitung > ttabel dan nilai Sig. t < α = 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti total quality management berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, dengan selesainya laporan tugas akhir ini maka penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut membantu

Mandiri: mahasiswa mencari sumber atau referensi lain yang terkait materi.. Tujuan

a) Kelompok Maseral Vitrinite umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung serat kayu dan maseral ini sebagai bahan pembentu utama suatu batubara.

Metode dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder yang dipublikasikan oleh pemerintah yaitu dari Bursa Efek Indonesia berupa

Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi web berbasis SMS yang mampu mempermudah komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa dengan hasil pengujian sebagai berikut : Dari ahli

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah didalam model regresi residual berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji apakah data berdistribusi normal maka digunakan

Pengaruh Temperatur Dinding Ruang Bakar Dari Gambar 3 terlihat bahwa semakin tinggi temperatur dinding akan menyebabkan biomas kayu Jati terbakar diawal.. Sedangkan dengan

Pokok Bahasan : Ruang lingkup, Sistem, Peran Dan Fungsi Manajemen SDM Dalam Organisasi Sub Pokok Bahasan : Ruang Lingkup dan Sistem Manajemen SDM (Sesi 2)1. Kegiatan Pembelajaran