• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDY OF EROSION HAZARD ON DEGRADATION OF AGRICULTURAL LAND IN PONDOK PARIAN LUNANG VILLAGE DISTRICT OF LUNANG PESISIR SELATAN REGION.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STUDY OF EROSION HAZARD ON DEGRADATION OF AGRICULTURAL LAND IN PONDOK PARIAN LUNANG VILLAGE DISTRICT OF LUNANG PESISIR SELATAN REGION."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

STUDY OF EROSION HAZARD ON DEGRADATION OF

AGRICULTURAL LAND IN PONDOK PARIAN LUNANG VILLAGE DISTRICT OF LUNANG PESISIR SELATAN REGION

Oleh :

Idia Lola

1

Erna Juita

2

Farida

3

¹The geography education student of STKIP PGRI Sumatera Barat.

²׳³The lecturer at geography department of STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

This study aimed to analyze the level of erosion danger level on degradation of agricultural land in Pondok Parian Lunang village District of Lunang Pesisir Selatan region based vegetation land cover, soil texture, soil structure and precipitation. This type of research is quantitative descriptive. Data source is primary data obtained directly in the field, while secondary data is a source of reference and analysis were obtained from libraries or related institutions. The research unit is an agricultural area that is experiencing erosion is the area around the river, rice fields and plantations. Data analysis technique that measurements and observations made in the field and generate primary data into data analysis on the basis of this study. Results of the study explained: (1) Vegetation land cover research area consists of grass, rice, oil, nut and shrubs with a cover percentage ranging between 25% - 50% (rather tight) so that the potential of erosion, (2) The soil texture in Pondok Parian Lunang village District of Lunang Pesisir Selatan region at the research area is fine, so the potential erosion (3) The structure of the soil in Pondok Parian Lunang village District of Lunang Pesisir Selatan region at the area of research is the glob (dignity 4), so that the potential of erosion (4) Rainfall from PSDA Sumbar that the total rainfall in the study area is 2870.4 (mm / month), so the potential erosion and (5) The rate of erosion of the damage to agricultural land in Pondok Parian Lunang village District of Lunang Pesisir Selatan region including high category for each sample of sample 1 area around the river, sample 2 samples 3 rice fields and plantations.

Key Words: erosion, vegetation land cover, soil texture, soil structure, precipitation PENDAHULUAN

Lahan menjadi salah satu unsur utama dalam menunjang kehidupan manusia. Fungsi lahan sebagai tempat manusia beraktivitas untuk mempertahankan eksistensinya. Penggunaan lahan yang semakin meningkat oleh manusia, seperti untuk tempat tinggal, tempat melakukan usaha,lahan pertanian, pemenuhan akses umum dan fasilitas lain akan menyebabkan lahan yang tersedia semakin menyempit. Lahan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu seiring meningkatnya kebutuhan manusia akan lahan. Harini (2010: 2).

Menurut UU No. 41/2009 lahan adalah bagian daratan dari permukaan bumi sebagai suatu lingkungan fisik yang meliputi tanah beserta segenap faktor yang mempengaruhi penggunaannya seperti iklim, relief, aspek geologi, dan hidrologi yang terbentuk secara alami maupun akibat pengaruh manusia.

Sedangkan lahan pertanian adalah bidang lahan yang digunakan untuk usaha pertanian.

Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan potensinya akan mengakibatkan produktivitas menurun, degradasi kualitas lahan dan tidak berkelanjutan. Guna menghindari hal

(3)

1

tersebut, maka diperlukan adanya evaluasi lahan untuk mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang berkelanjutan (Asdak, 1995).

Daerah Sumatera Barat mempuyai berbagai macam lahan pertanian, seperti sawah, ladang dan perkebunan. Lahan pertanian tersebut untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pangan.Semakin bertambahnya jumlah penduduk maka sistem pertanian lebih diintensifkan dan diperluas bahkan sampai pada anah-tanah yang kurang produktif, berlereng- lereng curam dan peka terhadap erosi. Karena lahan digunakan untuk suatu usaha menuju kesejahteraan manusia, maka lahan tersebut dapat mengalami kerusakan karena kurang dikelola dengan baik.

Kerusakan lahan adalah perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik atau hayatinya yang mengakibatkan lahan tidak lagi berfungsi secara optimal dalam menunjang pembangunan berkelanjutan (PERMEN RI No.4/2001). Dari pengertian di atas bahwa kerusakan lahan merupakan lahan yang tidak dapat berfungsi secara optimal sehingga dapat menyebabkan lahan kritis yang dapat disebabkan oleh faktor perusak lahan.

Secara garis besar, penyebab kerusakan lahan disebabkan oleh 2 hal yaitu: 1) secara instrinsik lahan mempunyai potensi untuk mengalami kerusakan dan2) manusia,dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan lahan yang tidak tepat (Baskoro dkk,2010). Salah satu bentuk kerusakan lahan pertanian yang disebabkan oleh faktor diatas yaitu erosi. Erosi adalah proses perpindahnya/terangkutnya tanah atau bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain. Dampak erosi dapat sangat berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah maka erosi ini harus dapat dicegah yang bertujuan untuk mengontrol laju erosi supaya berada dalam batas yang dapat ditoleransikan dan melestarikan produktifitas lahan.

Keadaan iklim juga menentukan kecenderungan terjadinya erosi yang mencerminkan keadaan pola hujan. Selain pola hujan, jenis, dan pertumbuhan vegetasi serta jenis tanah juga mempengaruhi erosi di daerah

tropis (Arsyad, 2010). Hujan merupakan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap erosi di Indonesia, dalam hal ini besarnya curah hujan, intensitas, dan distribusi hujan menentukan kekuatan dispersi hujan terhadap tanah, jumlah dan kecepatan aliran permukaan dan kerusakan erosi.

Kenagarian Pondok Parian Kecamatan Lunang merupakan salah satu nagari yang mengalami erosi.Hal ini terlihat adanya perubahan tanah di berbagai tempat, salah satunya di pinggir sungai. Kenagarian Pondok Parian dilewati oleh salah satu aliran sungai yaitu Batang Kumbung.Erosi yang terjadi di pinggir sungai, disebabkan oleh vegetasi yang ada di pinggir sungai tidak dapat menahan terjadinya erosi. Vegetasi yang ada saat ini umumnya rumput dan tanaman semak yang kekuatannya tidak sanggup untuk menahan gerakan tanah.

Penyebab lain terjadinya erosi di Kenagarian Pondok Parian adalah struktur tanah yang mulai mengalami kerusakan karena tidak dipelihara dengan baik. Tanah yang selalu diolah untuk lahan pertanian, akan mengalami kerusakan dan apabila tidak diperbaiki akan terjadi erosi. Disamping kerusakan struktur, tekstur tanah pertanian juga mengalami perubahan seiring dengan pengelolaan tanah yang kurang arif dan kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Berdasarkan observasi awal di lapangan (Minggu 22 Maret 2015), erosi yang terjadi di Kenagarian Pondok Parian umumnya di pinggir sungai yang berada di Kampung Kumbung Gedang dan Kampung Bukit Tapus. Pinggir sungai yang mengalami erosi ini memiliki alur yang berliku. Erosi tidak hanya terjadi di pinggir sungai, tetapi ada beberapa titik lahan pertanian juga mengalami erosi. Erosi yang terjadi tersebut menyebabkan rusaknya lahan produktif masyarakat seperti ladang dan persawahan. Jika hal ini dibiarkan, maka erosi tersebut dapat memberikan dampak negatif berupa kurangnya hasil pertanian masyarakat.

Erosi yang terjadi ini tentu saja akan memiliki berbagai dampak, seperti kerusakan vegetasi penutup di sepanjang sungai, berubahnya

(4)

struktur tanah, rusaknya tekstur tanah dan apabila curah hujan tinggi maka akan menambah titik erosi

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah deskriptif.

Wilayah penelitian adalah Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan titik erosi yang ada di daerah penelitian, maka diambil sampel sebanyak 3 titik sampel pada daerah penelitian.

Hal ini disebabkan adanya terjadi erosi pada titik yang diamati. Sampel 1 di daerah sekitar sungai Batang Kumbung, dimana erosi terjadi pada pinggir sungai, sampel 2 pada daerah persawahan yang mengalami erosi karena sawah berada di pinggir sungai dan sampel 3 pada perkebunan yang mengalami erosi, dimana perkebunan berada di sekitar sungai

Data yang dikumpulkan adalah: a) vegetasi penutup laha, b) struktur tanah, c) tekstur tanah dan d) curah hujan

Data primer dianalisa secara deskriptif guna menggambarkan studi tingkat bahaya erosi terhadap kerusakan lahan pertanian di Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Data primer tersebut meliputi data vegetasi penutup, tekstur tanah,struktur tanahdan curah hujan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pertama, vegetasi penutup lahan daerah penelitian agak rapat, terdiri dari (rumput, pinang, padi, sawit dan semak belukar) dengan tutupan 25% pada sampel 1, 25% pada sampel 2 dan 30% pada sampel 3. Vegetasi penutup lahan pada lahan pertanian di Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang tergolong cukup kritis, karena tidak ada vegetasi penutup yang mampu menahan terjadinya erosi.

Vegetasi yang ada umumnya sejenis dan tidak mempunyai perakaran yang kuat. Kondisi ini membuat vegetasi penutup lahan di Kenagarian Pondok Parian Lunang ini tidak dapat dijadikan sebagai penahan terjadinya erosi tebing sungai.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Indrayati (2013) bahwa

perlindungan permukaan tebing pada aliran Sungai Kuantan tergolong baik sehingga dapat mencegah terjadinya erosi, tetapi ada yang cukup kritis, karena tidak ada perlindungan permukaan tebing yang tidak mampu menahan terjadinya erosi Tebing Sungai. Penelitian ini menggambarkan bahwa vegetasi penutup merupakan faktor pendorong terjadinya erosi tebing sungai.

Hal ini sesuai dengan pendapat Arsyad (2006) bahwa vegetasi penutup berkaitan erat dengan penutup tanah oleh tumbuh-tumbuhan, misalnya tanaman, hutan, dan rumput- rumputan. Vegetasi penutup tanah yang baik seperti rumput yang tebal atau rimba yang lebat akan dapat mencegah terjadinya erosi. Semua tanah tidak dapat dibiarkan tertutup hutan dan padang rumput karena kebutuan manusia akan pangan, sandang dan permukiman tetapi meskipun dalam usaha pertanian jenis tanaman yang diusahakan memainkan peranan penting dalam pencegahan erosi. Peranan vegetasi dalam mencegah dan melindungi erosi ditentukan oleh jenis dan kerapatan vegetasi (Thorne dalam Asdak, 1995).

Kedua, tekstur tanah pada daerah penelitian Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan terdiri dari halus pada sampel 2 yang berada pada daerah persawahan dan halus pada sampel 1 yang berada pada sungai dan sampel 3 yang berada pada daerah perkebunan.

Penelitian yang dilakukan oleh Indrayati (2013) bahwa tekstur tanah pada daerah penelitian terdiri dari halus, agak kasar dan kasar. Tekstur tanah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konsistensi serta struktur tanah, sehingga tanah pasir selalu lepas-lepas dan berbutir tunggal, sedangkan tanah tanah liat selalu sangat teguh dan hampir selalu mampat.

Tekstur tanah juga menentukan tata air dalam tanah berupa kemampuan pengikatan air oleh tanah. Tekstur tanah merupakan satu-satunya sifat fisika tanah yang tetap dan tidak mudah diubah oleh manusia, tapi mudah berubah oleh akibat pengaruh erosi tanah, selain itu tektstur tanah juga menentukan tipe struktur dan konsistensi tanah Hermon (2009).

(5)

3

Ketiga, struktur tanah pada sampel pada daerah penelitian di Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang Kabupten Pesisir Selatan seragam yaitu gumpal, baik pada sampel 1 yang berada pada sungai, sampel 2 yang berada pada daerah persawahan dan sampel 3 yang berada pada daerah perkebunan.

Struktur tanah adalah susunan geometri dan kerangka dari partikel atau butiran, dan gaya antar partikel yang mungkin bekerja pada tanah. Tingkat perkembangan struktur tanah (1) lemah : bagian struktur tanah dapat dilihat, tetapi mudah rusak dan hancur waktu diambil profil tanah. (2) sedang : butir-butir struktur tanah agak kuat dan tidak hancur waktu diambil profil tanah. (3) kuat: butir-butir sturktur tanah tidak rusak waktu diambil profil tanah dan tetap tidak hancur walaupun digerak-gerakkan (USDA, 1951 dalam Hermon, 2006).

Selanjutnya Hanafiah (2005) menyatakan struktur tanah merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel primer tanah (pasir, debu, dan liat) dan partikel-partikel sekunder (gabungan partikel-pertikel yang disebut ped (gumpalan) yang membentuk agregat (bongkah). Tanah yang partikel- partikelnya belum tergabung, terutama yang bertekstur pasir disebut tanah berstruktur lepas atau tanpa struktur, sedangkan tanah yang bertekstur liat, yang terlihat passif yang apabila dilumat dengan air akan membentuk pasta juga disebut tanpa struktur

Keempat, Curah hujan di Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan adalah 2870,4(mm/bln).

Daerah yang paling banyak mengalami erosi umumnya terbatas pada daerah di antara 40° Lintang Utara dan 40° Lintang Selatan (Kartasapoetra dan Sutedjo, 2002). Keadaan iklim menentukan kecenderungan terjadinya erosi yang mencerminkan keadaan pola hujan.

Selain pola hujan, jenis, dan pertumbuhan vegetasi serta jenis tanah juga mempengaruhi erosi di daerah tropis (Arsyad, 2010). Curah hujan tahunan >2000 mm terjadi pada sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini berpeluang besar menimbulkan erosi, apalagi di wilayah

pegunungan yang lahannya didominasi oleh berbagai jenis tanah.

Kelima, tingkat bahaya erosi pada sampel 1 adalah tinggi dengan jumlah nilai yang diperoleh adalah 17. Kriteria daerah sampel 1 adalah terletak pada daerah sekitar sungai yang memiliki memiliki vegetasi penutup lahan agak rapat (rumput, pinang dan semak belukar) serta tekstur tanah halus, struktur tanah gumpal dan curah hujan 2870,4 (mm/bln). Faktor yang dapat mendorong terjadinya bahaya erosi yaitu vegetasi penutup lahan.

Tingkat bahaya erosipada sampel 2 adalah tinggi dengan jumlah nilai yang diperoleh adalah 17. Kriteria daerah sampel 2 adalah terletak pada daerah sekitar persawahan yang memiliki memiliki vegetasi penutup lahan agak rapat (rumput, padi, pinang dan semak belukar) serta tekstur tanah halus, struktur tanah gumpal bersudut dan curah hujan 2870,4(mm/bln). Faktor yang dapat mendorong terjadinya bahaya erosi yaitu vegetasi penutup lahan.

Tingkat bahaya erosi pada sampel 3 termasuk tinggi dengan jumlah nilai yang diperoleh adalah 17. Kriteria daerah sampel 3 adalah terletak pada daerah perkebunan yang memiliki vegetasi penutup lahan agak rapat (rumput, sawit, pinang dan semak belukar) serta tekstur tanah halus, struktur tanah gumpal dan curah hujan 2870,4 (mm/bln). Faktor yang dapat mendorong terjadinya bahaya erosi yaitu vegetasi penutup lahan.

Penelitian yang dilakukan oleh Indrayati (2013) bahwa tingkat bahaya erosi tebing sungai Kuntan di Kenagarian Padang Tarok Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung tergolong rendah, sedang dan tinggi untuk sampel penelitian.

Penelitian yang dilakukan oleh Marnil (2013) bahwa tingkat erosi pada daerah penelitian terbagi atas 2 bagian yaitu rendah pada satuan litologi Qa1.I.Sw.Lat dan satuan litologi Qa1.I.Sm.Lat, sementara tingkat erosi seadang pada satuan litologi Tomp.III.Sw.Lat, Tomp.III.Kc.Lat dan Tomp.V.Ht.La.

(6)

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Di Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan, terdapat Vegetasi penutup lahan daerah penelitian agak rapat terdiri dari (rumput, padi, sawit, pinang dan semak belukar) dengan persentase tutupan berkisar antara 25% - 50% (agak rapat)

2. Sedangkan Tekstur tanah di Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan pada daerah penelitian adalah halus.

3. Struktur tanah di Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan pada daerah penelitian adalah gumpal (harkat 4).

4. Berdasarkan pengamatan dilapanagan dan data curah hujan dari PSDA Sumbar bahwa total Curah hujan pada daerah penelitian adalah 2870,4 (mm/bln) .

5. Tingkat bahaya erosi terhadap kerusakan lahan pertanian di Kenagarian Pondok Parian Lunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan termasuk kategori tinggi untuk setiap sampel yaitu sampel 1 daerah sekitar sungai, sampel 2 daerah persawahan dan sampel 3 daerah perkebunan.

Sedangkan saran yang dapat penulis kemukakan:

1. Disarankan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai, melakukan penanaman tumbuhan yang mempunyai sistem perakaran yang dalam dan bukan tanaman semusim, tetapi tanaman yang mempunyai sistem perakaran yang baik, seperti tanaman perkebunan, seperti mahoni, surian dan lain sebagainya, memberikan perhatian terhadap tebing sungai untuk mencegah terjadinya erosi tebing sungai dan

2. tidak memotong akar tanaman yang ada di sekitar tebing sungai akar tanaman dapat membantu menahan terjadinya erosi sehingga terhindar dari bahaya erosi daerah pertanian

3. Disarankan pada pemerintah untuk memberi penyuluhan pada masyarakat

tentang pentingnya menjaga sungai terutama sungai yang rawan terjadi erosi.

4. Disarankan kepada penelitiselanjutnya untuk dapat mengkaji tentang Erosi Tebing Sungai dengan variabel yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurachman dan Sutono. 2002. Konservasi tanah. IPB Bogor

Arikunto, S., 2013.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta,

Arsyad,Sitanala. 2006. Konservasi Tanah dan Air, IPB Bogor.

Arsyad, Sitanala. 2010.Konservasi Tanah dan Air. UPT Produksi Media Informasi Lembaga Sumberdaya, IPB. Bogor Press.

Asdak, Chay. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, UGM :Yogyakarta.

Baskoro, W.A., 2010, Kajian Pengaruh Pembangunan Jetty Terhadap Kapasitas Sungai Muara Way Kuripan Kota Bandar Lampung, Tesis, Program Pascasarjana, Magister Teknik Sipil, Universitas Diponegoro, Semarang

Dalim, Yeniwarti. 1991. Geografi Tanah, Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS UNP Padang: Padang.

Davidson D.A. 1992. The Evaluation of

LandResources. New York:

LongmanScientific & Technical - John Wiley& Son, Inc

Hardjowigeno, Sarwono. 2007. Klasifikasi Tanah Dan Pedogenesis. Jakarta:

Akademika Pressindo.

Harini, Rika. 2010. Hand-Out Penggunaan Lahan dan Vegetasi. Yogyakarta:Fakultas Geografi. Universitas Gadjah Mada Hanafiah, Ali Kemas. 2007. Dasar-dasar Ilmu

Tanah. Jakarta : PT. Rajawali Pers Hermon, Dedi. 2009. Metode dan Tekhnik

Penelitian Geografi Tanah. Padang.

Yayasan Jihadul Khair Center

Hermon, Dedi. 2012. Mitigasi Bencana Hidrometeorologi UNP Press. Padang

(7)

5

Indrayati, Titi.2013. “Studi Tingkat Bahaya Erosi Tebing Sungai di Kanagarian Padang tarok Kecamatan kamang baru Kabupaten Sijunjung. Skripsi. STKIP PGRI Sumatera Barat

Sarief, S., 1986.Konservasi Tanah dan Air.

Pustaka Buana. Bandung.

Sepka Marnil. 2013. Studi Tingkat Erosi Daerah Aliran Sungai Lumpo Kecamatan Linggo Sari BagantiKecamatan 1V Jurai Kabupaten Pesisir Selatan.Skripsi. STKIP PGRI Sumatera Barat

Suripin.2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air.ANDI.Yogyakarta.

Indrayati, Titi. Farida, Helfia Edial, 2013, studi tingkat bahaya erosi tebing sungai di Kenagarian Padang Tarok Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung.

http://ejournal-s1.stkip-pgri

sumbar.ac.id/index.php/geografi/article /view/2004 : diakses pada tgl 09 november 2015 pukul 14.00

Referensi

Dokumen terkait

Selain memenuhi persyaratan aspek teknis pelabuhan internasional, lokasi Pelabuhan Hub Internasional dipilih dengan kriteria diantaranya berada di wilayah depan atau

Berdasarkan beberapa pendapat tokoh tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran penemuan (discovery) adalah cara belajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan

Pemberian Tunjangan Penyuluh Perikanan dihentikan apabila Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, diangkat dalam jabatan struktural atau jabatan fungsional

Muay thai (pronounced mooay tie) is the national sport of Thailand, and is widely known throughout Southeast

The NFL released this week its official list of the 48 underclassmen granted eligibility for the April 29-30 draft, this list includes cornerback Youboty, Santonio Holmes,

But, Nitto tires will in one motion concur with that perspective and simultaneously motion for a realization that these only take you so far and that the importance of the tire

[r]

Isikan jawaban yang Anda pilih (A, B, C, atau E) pada Lembar Jawaban Ujian (LJU) yang tersedia sesuai dengan nomor soal dengan menghitamkan secara penuh