• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DATA. 27 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISA DATA. 27 Universitas Kristen Petra"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

4.1. Gambaran Obyek Penelitian 4.1.1. Era Indonesia

ERA Franchise System, Inc., selanjutnya disebut ERA, merupakan perusahaan broker properti internasional yang didirikan pada tahun 1971 di Amerika Serikat. ERA dimiliki oleh Cendant Corporation, sebuah perusahaan franchisor terbesar di dunia yang bergerak dalam bidang jasa pemasaran properti, perkantoran dan perhotelan. Cendant Corporation di tahun 2002 memiliki 6400 hotel dengan jumlah kamar 540.000 dan jumlah franchisee (waralaba) sebanyak 5200 buah. Sampai saat ini, 5 bisnis utama yang digeluti oleh Cendant Corporation adalah:

a. Real estates Services: Broker Properti dan Industri Penunjang b. Hospitality Services: Jaringan Hotel dan Time-share

c. Vehicle Services: Car Rental, parkir, dll

d. Financial Services: Konsultan Pajak dan Asuransi Khusus e. Travel Distribution Services: Distribusi Tiket, dll

Dalam bidang realestat, Cendant Corporation memiliki perusahaan waralaba seperti ERA, Coldwell Banker, dan Century 21 21, dengan total kantor broker di tahun 2002 mencapai 12.000 kantor Member Broker dan memiliki lebih dari 200.000 marketing associatess yang tersebar di 7 Regional Area: USA, Mexico, Canada, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Eropa, dan Wilayah Asia Pasifik. Saat ini ERA Franchise System, Inc. sendiri, memiliki jaringan internasional yang meliputi 29 negara: USA, Austria, Japan, Singapore, Guam, Taiwan, Indonesia, Thailand, South Africa, Philippines, Netherlands, France, Belgium, Spain, Korea, Israel, Hong Kong, Finland, Great Britain, Greece, Ireland, Sweden, St. Martin, Switzerland, Turki & Caicos Island, Cayman Island, Luxembourg, Portugal, Germany dan Australia.

PT. ERA GRAHAREALTY (dikenal dengan nama ERA INDONESIA) adalah pemegang tunggal master franchise ERA untuk seluruh Indonesia, resmi

(2)

beroperasi pada tanggal 8 Mei 1992. Saat ini ERA Indonesia sudah memiliki lebih dari 75 kantor Member Broker dan lebih dari 1500 marketing associatess aktif yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia: Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Malang, Surabaya Barat, Semarang, Denpasar, Makassar, Palembang, Batam, Samarinda, dan Yogyakarta. Visi dari perusahaan ini adalah: ERA akan menjadi perusahaan pilihan konsumen dan agen pemasaran karena marketing associatess ERA berpikiran jauh kedepan, berorientasi pada hasil, dan melakukan pemasaran dengan pendekatan proaktif serta mengenal etika bisnis karena mereka dibekali dengan training, perangkat pemasaran terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Konsumen akan sepenuhnya percaya bahwa mereka dibantu oleh agen profesional yang memberikan pelayanan dan integritas terbaik.

Sebagai penunjang dalam aktivitas bisnisnya, perusahaan ini memiliki filosofi bisnis, yaitu mengembangkan dan menerapkan inovasi- inovasi baru dalam hal produk dan servis yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para penjual dan pembeli rumah. ERA, yang memposisikan dirinya sebagai yang terdepan dalam riset dan pengembangan solusi efektif bagi kebutuhan konsumen di bidang properti, memiliki motto 1st IN SERVICE (menjadi yang pertama dalam pelayanan), 1st IN RESULTS (menjadi yang pertama dalam mencapai hasil), dan 1st IN CUSTOMER SATISFACTION (menjadi yang pertama dalam memberikan kepuasan pelanggan). Filosofi bisnis ERA adalah Listing Control, Selling Control serta Market Control. Dengan filosofi bisnis ini, ERA semakin mengokohkan semangatnya untuk menjadi market leader dalam industri broker properti.

Selanjutnya, untuk mendukung kelangsungan bisnis, ERA Indonesia memiliki struktur organisasi sebagai berikut:

(3)

Gambar 4.1. Sistem Distribusi Kinerja Era Internasional Sumber: http://www.eraindonesia.com/

ERA Indonesia membuka peluang bagi perorangan dan perusahaan untuk bergabung sebagai member broker. Para member broker ERA Indonesia dilengkapi dengan perangkat operasional sehingga mampu menjadi usahawan yang mandiri mengelola dan mengembangkan bisnis jasa pemasaran properti seperti jual-beli dan sewa- menyewa. "Blueprint for Success", sebuah program training khas ERA Indonesia yang melatih Member Broker tentang bagaimana menjalankan usahanya dengan sukses, antara lain dengan cara: menyiapkan budget, menganalisa pasar, mengelola keuangan, mengarahkan dan memotivasi marketing associatess.

Produk dan servis ERA Indonesia merupakan fasilitas pendukung lain bagi para member broker dalam mempercepat dan mempermudah proses jual, beli, sewa properti. Dukungan para marketing associatess yang berperan sebagai ujung tombak pemasaran terhadap para penjual dan pembeli merupakan asset profesional member broker. ERA Indonesia mempersiapkan dan mendukung semua marketing associatess hingga mereka secara independen siap beroperasi di lapangan. "Sales System Training" yang diberikan oleh ERA Indonesia mengupayakan pengembangan potensi profesional mereka. Training ini meliputi cara dan teknik-teknik yang rinci dalam melakukan proses jual-beli properti serta follow up-nya. Seluruh produk dan servis ERA Indonesia memberikan peluang bagi para Marketing Associates dalam memperlancar pekerjaan mereka. ERA

(4)

Indonesia membuka peluang bagi marketing associatess untuk meraih tingkat penghasilan yang tidak terbatas.

ERA Indonesia sangat memperhatikan kemampuan individual dari para tenaga marketing yang dimilikinya. Untuk meningkatkan kemampuan individual tenaga marketing tersebut, perusahaan telah membuat berbagai program pelatihan, yang meliputi:

a. Success Seminar

Melalui berbagai program seminar terjadwal, maka Era Indonesia dapat melakukan penyampaian berbagai informasi yang berkaitan dengan cara bergabung dan menjadi marketing associatess ERA, persyaratan yang dibutuhkan, informasi- informasi tentang competitive advantage ERA, penyampaian tentang peluang-peluang yang didapat dari bisnis ini, serta cara ERA mem-provide para marketing associatesnya sehingga bisa sukses dan bekerja secara profesional di lapangan.

b. Sales System Training

Program pelatihan ini merupakan cara ERA mendidik dan melatih para marketing associatess yang baru bergabung dengan ERA. Training ini dilaksanakan selama 3-4 hari full day dan berisikan materi- materi: brokerage property system, legal, tax, market analysis, comprehensive selling skill knowledge and practices, roleplay.

c. Acceleration

Program pelatihan ini merupakan selling skills workshop yang berisi 4 modul integratif yang akan mengajar dan melatih karyawan dalam hal product knowledge, advanced selling skills (prospecting, presentation, negotiation, effective closing technique). Program ini didisain untuk marketing associatess ERA yang telah bergabung dengan ERA minimal selama 6 bulan. Program ini terdiri dari modul- modul:

1) Module 1: 3-days session, part one of a core program on ERA products, presentation, marketing and selling skills.

2) Module 2: a 30-days action plan.

3) Module 3: 3-days session, part two of a core program on working with sellers and buyers.

(5)

4) Module 4: a 60-days action plan to complete a certification requirement.

Untuk memberikan pelayanan terhadap transaksi jual beli dan sewa properti, ERA Indonesia bekerja sama dengan beberapa bank domestik, dengan ketentuan-ketentuan home loan rates sebagai berikut:

a. Lippobank : 11.99%-12.99%

b. Paninbank : 13%

c. Bank Danamon : 15%

d. Bank Niaga : 13,5%

e. Bank BCA : 13%

f. Bank BII : 16%

g. Bank NISP : 13%

h. Bank Mandiri : 12%.

Perusahaan ini juga menawarkan kepada para kliennya berbagai jasa dan servis dalam bidang properti, dengan berbagai kelebihan-kelebihan layanan sebagai berikut:

a. Harga Jual Sesuai Pasar (CMA)

Penggunaan Metode CMA (Comparative Market Analyasis) untuk memperkirakan nilai pasar dari properti. Setiap marketing associatess kami dilengkapi pengetahuan dan pengalaman mengenai penilaian properti, batasan harga, dan kondisi pasar sesuai dengan kondisi demand dari tiap2 area (Surabaya Barat & sekitarnya). Mempermudah anda menghitung harga penawaran tanpa resiko over-pricing (terlampau tinggi di atas kemampuan &

kebutuhan pasar) b. Cara Pendanaan

Penyediaan alternatif cara pendanaan yang fleksibel bagi para calon pembeli.

Memberikan kemudahan bagi para klien dengan anggaran terbatas untuk mewujudkan impian mereka memperoleh rumah idaman. Untuk jasa yang satu ini ERA bekerja sama dengan beberapa bank dan lembaga finansial terkemuka di Indonesia.

c. Pertimbangan Hukum

Pengontrolan transaksi secara menyeluruh dilakukan pada setiap proses transaksi. Mulai pengontrolan dan pemeriksaan dokumen secara lengkap dan

(6)

cermat, perhitungan biaya-biaya, prosedur legal di pejabat yang berwenang, hingga pengontrolan pelunasan pembayaran untuk melindungi anda dari setiap resiko secara hukum maupun finansial. Proses transaksi akan menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman.

d. Pemasaran Aktif

ERA menggunakan berbagai media dan marketing material untuk memasarkan rumah anda secara aktif (ERA® Marketing Action Plan) melalui berbagai metode, seperti : spanduk, pamflet, brosur, katalog, post-card, yard- sign, clients network, buletin bulanan ERA, iklan media- massa, Open House, dsb. Ekspos yang aktif akan sangat membantu terjualnya rumah anda dalam waktu singkat.

e. Jaringan On- line Team ERA Indonesia

Salah satu keunggulan utama ERA adalah luasnya jaringan cabang ERA di seluruh Indonesia. Didukung oleh ribuan marketing associatess dari 65 kantor cabang ERA di 19 kota di Indonesia. Jaringan database yang on-line di seluruh kantor cabang serta kerjasama team yang kuat semakin memperluas jangkauan pemasaran. Tidak mustahil bahwa calon pembeli yang tepat bagi rumah anda justru adalah orang-orang dari daerah-daerah lain di Nusantara.

f. 24-hours International Website (Internet) 24-hours International Website (Internet)

Salah satu tonggak pemasaran website ERA yang beroperasi 24 secara ekslusif melalui jaringan ERA. Suatu media iklan yang memiliki jangkauan luas dan mampu di-akses kapan pun dan dari mana pun daerah di seluruh dunia. Tiga website yang dapat diakses di internet:

http://www.eratjandra.com/,http://www.eraindonesia.com/, dan http://www.era.com/.

g. Pengontrolan trans aksi yang lengkap, meliputi:

1) PJP: pengecekan sertifikat, notaries, inspeksi properti

2) KPR: perjanjian jual beli, negosiasi harga, penilaian properti.

(7)

4.1.2. Raywhite Indonesia

Saat ini nama Raywhite telah dikenal secara luas. Lebih dari 700 kantor tersebar di Australia, New Zealand, Indonesia dan Asia Tenggara dan bersama- sama mereka membantu sekitar 180000 pemilik rumah dan pembeli yang menjual dan membeli properti setiap tahun. Raywhite adalah bisnis keluarga yang berasal dari Australia. Dengan perputaran penjualan tahunan Real estate sebesar 15 milyar dolar, Raywhite pada saat ini menyediakan pelayanan yang luas dalam bidang Real estate dan properti dengan jangkauan luas. Sebagai contoh, perusahaan mengelola sekitar 180.000 properti sewa pada tahun lalu dan menjual realestat komersial dengan nilai sekitar $550 juta. Berikut ini adalah prestasi yang dicapai hingga saat ini:

§ Dimulai pada tahun 1902 di Crows Nest, Queensland

§ Memiliki jaringan lebih dari 700 kantor yang beroperasi dan dimiliki secara individu

§ Berskala internasional. Sukses beroperasi di Australia, New Zealand dan Indonesia

§ Penjualan per tahun sebesar $15 milyar. Berarti properti bernilai lebih dari

$40.000.000 tiap harinya

§ Mempekerjakan 4600 staff

§ Mengelola 180.000 properti sewa

§ Membantu 25.000 penyewa pada tahun lalu dan negosiasi penjualan 90.000 properti

§ Menyediakan pelayanan menyeluruh, termasuk keuangan dan asuransi

§ Menyediakan $1.3 milyar kredit perumahan melalui Raywhite Financial Services

§ Membangun Raywhite Insurance Services yang menawarkan produk asuransi rumah

§ Menjual properti komersial senilai $550 juta

§ Memantapkan situs internet mandiri terbesar di Australia dengan menampilkan secara detil lebih 29.000 properti baik untuk dijual maupun disewakan

(8)

§ Ditunjuk sebagai manager resmi dalam program "Residential Accommodation" untuk Sydney 2000 Olympic Games

§ Dinominasikan sebagai penyelenggara lelang resmi untuk "Countdown Auctions" pada Sydney 2000 Olympic Games

Gambar 4.2. Annual Report Raywhite

Misi Raywhite adalah menjadi agen realestat yang sukses di setiap trade area. Untuk mencapai hal ini Raywhite mengerti bahwa pelanggan selalu menjadi yang terutama. Perusahaan memiliki komitmen dalam menjawab setiap kebutuhan pelanggan, termasuk pembelian, penjualan, investasi dan manajemen properti.

Secara konsisten perusahaan terus bertahan untuk tetap dinamik dan inovatif dalam setiap transaksi realestat dan selalu mencari cara yang lebih efektif dan efisien. Perusahaan akan terus membangun team realestat profesional yang paling bermutu, fokus pada pelanggan dan mengerti aturan main dan diberikan pengetahuan mengenai bagaimana memenuhi kebutuhan anda terhadap properti secara menyeluruh.

Pada tahun 1997, Raywhite Indonesia memasuki pasar properti di Indonesia dan memulai bisnis ini dengan menyediakan pelayanan melalui enam kantor franchise nya di Jakarta. Pengalaman yang luas di bisnis properti, bakat yang luar biasa dan kemauan yang keras adalah filosofi dari Bisnis Franchise Raywhite yang secara sukses membangun jaringan Raywhite menjadi lebih dari 75 kantor cabang dan 1.000 marketing executive yang tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya Barat,

(9)

Sidoardjo, Bali, Medan, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Pontianak, Balik Papan dan Manado.

Dalam rangka mempertahankan 100-tahun kesuksesan, jaringan kantor Raywhite selalu berusaha yang terbaik untuk memberikan informasi dan saran mengenai properti yang terakurat dan terkini untuk membantu pelanggan merencanakan target properti nya.

Berikut adalah keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai Raywhite Indonesia:

§ Dimulai tahun 1902 di Crows Nest, Queensland

§ Memasuki pasar properti Indonesia pada tahun 1997

§ Berskala internasional. Sukses beroperasi di Australia, New Zealand dan Indonesia

§ Mencapai penjualan per tahun sebesar Rp 3 triliun

§ Mempekerjakan 1000 staff

§ Menyediakan pelayanan yang menjawab kebutuhan klien

§ Menjual realestat komersial senilai Rp 500 milyar

§ Memantapkan situs internet mandiri terbesar di Australasia dengan menampilkan secara detil lebih 29.000 properti baik untuk dijual maupun disewakan.

§ Ditunjuk sebagai penyelenggara lelang resmi penjualan aset untuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)

Pertumbuhan perusahaan Raywhite Indonesia dapat digambarkan dalam diagram berikut ini:

Gambar 4.3. Pertumbuhan Raywhite Per Tahun

(10)

Raywhite memiliki sekitar 700 kantor di Australia, New Zealand dan Asia Pasific. Kantor-kantor tersebut termasuk franchise di Australia, New Zealand dan Asia Tenggara. Dengan memiliki kantor di antar negara sangat mendukung kerja sama antar jaringan guna menjangkau pembeli di luar area. Salah satu peningkatan kerjasama jaringan yang telah berhasil dalam mempromosikan properti adalah melalui web site Raywhite. Raywhite unggul dalam penyediaan paket pelayanan properti terlengkap dan menawarkan pelayanan khusus terkait yang sangat luas untuk memastikan anda mendapatkan saran terbaik yang berhubungan dengan pembelian, penjualan, investasi atau penyewaan properti.

Gambar 4.4. Pertumbuhan Kantor Raywhite Per Tahun

Jasa Keuangan, Strata Management (hanya terdapat di NSW dan QLD, Australia), Asuransi, Pemasaran dan Investasi Internasional adalah bisnis utama terfokus yang menawarkan saran profesional dan menjaga kerahasia. Jasa pelayanan tersebut melengkapi keahlian kami dalam pelayanan properti secara umum ketika Raywhite mengkhususkan dalam pemasaran dan penjualan segala jenis properti. Penjualan dan Penyewaan Perumahan; Komersial, Industri, dan penjualan serta penyewaan retail; Penjualan daerah pertanian; Manajemen Proyek dan Properti, Lelang dan Penilaian harga adalah beberapa hal yang telah ditangani Raywhite dengan hasil yang sangat baik.

Sebagai komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan dengan standar secara profesional, perusahaan memberikan jaminan pelayanan kepada para klien yang ingin menjual properti. Jaminan ini memberikan detil kegiatan

(11)

yang akan dilakukan dalam memasarkan rumah milik klien. Jika klien adalah pembeli atau pemilik properti, klien merupakan komponen utama dalam transaksi properti. Di Raywhite, manajemen menyadari hal itu. Karena itulah perusahaan ini selalu menawarkan jaminan pelayanan kepada semua pemilik properti.

Perusahaan bertanggung jawab secara terus menerus meningkatkan mutu pelayanannya kepada vendor, pembeli, penyewa dan pemilik tanah di samping kegiatan untuk memperlengkapi marketing perusahaan melalui pelatihan dan lokakarya.

4.1.3. CENTURY 21 Indonesia

CENTURY 21 RE Corp. dimiliki oleh Cendant Corporation, salah satu perusahaan franchise terbesar di dunia. Dengan lebih dari 6665 kantor di 40 negara, sistem CENTURY 21 adalah yang terbesar di bidang broker properti di dunia. Selama 3 tahun berturut-turut, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Wirthlin Wordwide, CENTURY 21 adalah nama yang nomor 1 diingat oleh pemilik rumah di Amerika Serikat.

CENTURY 21 Indonesia adalah sebuah perusahaan franchise / waralaba broker properti dari CENTURY 21 Real Estate Corporation di Parsippany, New Jersey, USA yang menangani wilayah Indonesia & Timor Timur. CENTURY 21 Indonesia didirikan oleh Grup Ciputra bekerja sama dengan CENTURY 21 Real Estate Corp. pada tanggal 2 Agustus 1997. CENTURY 21 Indonesia saat ini memiliki 47 kantor franchisee yang dimiliki dan dioperasikan di 10 kota besar di Indonesia. Di tahun 2001, CENTURY 21 Indonesia telah mencapai omzet penjualan properti sebesar Rp. 1,5 trilyun. Sebagai master franchisor, CENTURY 21 Indonesia menyediakan konsultasi manajemen, akses kepada institusi / lembaga keuangan dan layanan lainnya.

Saat ini, CENTURY 21 Indonesia berperan aktif dalam AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia.

(12)

Visi CENTURY 21 Indonesia

Merevolusi pemasaran properti di Indonesia dan menjadi perusahaan franchise broker properti terbesar dan terbaik di Indonesia.

Misi CENTURY 21 Indonesia

Menjadi perusahaan yang selalu:

1. mengutamakan profesionalisme, pelayanan berkualitas dan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan klien

2. menawarkan jaringan kerja nasional dan internasional 3. menyediakan sistem pendukung pemasaran yang optimal

4. menyediakan produktifitas agen yang kondusif bagi pengembangan diri serta memuaskan bagi karyawan

5. menyediakan pertumbuhan dan keuntungan bagi pemegang saham

4.2. Deskripsi data

4.2.1. Pertumbuhan Broker

Pertumbuhan jumlah broker ini dihitung berdasarkan jumlah kantor broker real estate di Surabaya Barat. Terdapat tiga broker di Surabaya Barat yaitu Era, Raywhite, dan Century 21. Berdasarkan data yang dikutip dari tiga broker real estate yaitu Era (Era Kota, Era Chandra, Era Galaxi, Era Central), Raywhite (Mayjend Soengkono), dan Century 21, data dari pertumbuhan broker ini dideskripsikan sebagai berikut:

Tabel 4.1. Data Jumlah Kantor Broker Real estate Era, Raywhite, dan Century 21 per Bulan tahun 2003-2004 di Surabaya Barat Broker Bulan Era Rewhite Century

21

Jumlah Naik (turun)

2002 Desember 3 2 2 7

2003 Januari 3 2 2 7 0

Februari 3 2 2 7 0

Maret 3 2 2 7 0

April 3 3 2 8 1

Mei 4 3 2 9 1

Juni 4 3 2 9 0

Juli 4 3 2 9 0

Dilanjutkan…

(13)

Tabel 4.1. Data Jumlah Kantor Broker Real estate Era, Raywhite, dan Century 21 per Bulan tahun 2003-2004 di Surabaya Barat (lanjutan) Broker Bulan Era Raywhite Century

21

Jumlah Naik (turun)

Agustus 4 3 2 9 0

September 4 4 2 10 1

Oktober 4 4 2 10 0

Nopember 4 4 3 11 1

Desember 5 4 3 12 1

2004 Januari 5 4 3 12 0

Februari 5 4 3 12 0

maret 5 4 3 12 0

April 5 4 3 12 0

Mei 5 4 3 12 0

Juni 5 4 3 12 0

Juli 6 4 3 13 1

Agustus 6 4 3 13 0

September 6 4 3 13 0

Oktober 6 4 3 13 0

Nopember 6 4 3 13 0

Desember 6 3 3 12 -1

Sumber: dokumentasi Era, Raywhite, dan Century 21, 2005

Berdasarkan data yang disajikan di atas, jumlah broker mengalami fluktuasi. Ilustrasi dalam gambar disajikan berikut:

P e r t u m b u h a n J u m l a h K a n t o r B r o k e r d i S u r a b a y a B a r a t

0 2 4 6 8

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 B u l a n

Era Realestate Raywhite Century

Gambar 4.5. Pertubuhan Broker Real estate Tiap Bulan Mulai Tahun 2003-2004 di Surabaya Barat

(14)

Jika terjadi penurunan jumlah kantor berarti terjadi pengabungan dua kantor menjadi satu untuk melakukan efisiensi karena kantor tertentu dianggap tidak produktif lagi. Jika terjadi kenaikan jumlah kantor berarti terjadi pemekaran kantor sebagai upaya untuk mengintensifkan penawaran ke konsumen.

4.2.2. Produktivitas agen

Produktivitas ini menggambarkan jumlah ruma h yang berhasil terjual selama periode tertentu. Pemilihan periode ini adalah per bulan karena setiap setiap bulan terkadang mengalami perubahan dilihat dari jumlah rumah yang berhasil terjual. Adapun data yang berhasil terjual selama tahun 2003-2004 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2. Data rumah terjual Dari Broker Era, Raywhite, dan Century 21 per Bulan tahun 2003-2004 (unit rumah)

Tahun Bulan Era Raywhite Century

21

Jumlah

2003 Januari 42 19 24 85

Februari 6 3 5 14

Maret 35 16 14 65

April 53 14 19 86

Mei 34 22 23 79

Juni 33 19 26 78

Juli 24 15 10 49

Agustus 13 15 4 32

September 7 12 5 24

Oktober 3 8 8 19

Nopember 4 14 3 21

Desember 46 19 24 89

2004 Januari 43 39 26 108

Februari 6 9 4 19

Maret 28 22 16 66

April 16 14 11 41

Mei 6 15 5 26

Juni 9 13 6 28

Juli 21 14 10 45

Agustus 15 10 5 30

September 36 12 6 54

Oktober 12 10 3 25

Nopember 14 20 8 42

Desember 13 9 10 32

Sumber: Era, Raywhite, dan Century 21, 2005

(15)

Berdasarkan data yang berhasil terdokumentasi tersebut, secara garis besar jumlah rumah yang berhasil terjual untuk setiap bulan mengalami fluktuasi.

Selengkapnya jika dilihat dari gambar penjualan antara Era, Raywhite, dan Century 21dapat disajikan berikut:

Data Produktifitas Agen

0 10 20 30 40 50 60

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23

Bulan

Unit Terjual

Era Raywhite Century

Gambar 4.6. Penjualan rumah Tiap Bulan Tahun 2003-2004 di Surabaya Barat Sumber: Era, Raywhite, dan Century 21, 2005

Berdasarkan data tersebut, bisa dilihat bahwa tingkat penjualan rumah pada Era, Raywhite, dan Century 21 mengalami fluktuasi. Terkadang Era mampu menjual rumah dalam kuantitas lebih tinggi dibandingkan Raywhite dan Century 21, namun juga bisa terjadi sebaliknya.

4.2.3. Harga Rumah

Berikut disajikan data harga rumah untuk satu tipe berdasarkan dokumentasi dua real estate yaitu Citra Raya dan Pakuwon.

(16)

Tabel 4.3 Data Harga Rumah pada Citra Raya Real estate dan Pakuwon Real estate per Bulan Tahun 2003-2004

Tahun Bulan Luas

Tanah

Luas bangunan

Harga Naik/turun (%) 2002 Desember 375 m2 305 m2 1.601.910.000 - 2003 Januari 375 m2 305 m2 1.690.200.000 5,51

Februari 375 m2 305 m2 1.690.200.000 0

Maret 375 m2 305 m2 1.690.200.000 0

April 375 m2 305 m2 1.690.200.000 0

Mei 375 m2 305 m2 1.690.200.000 0

Juni 375 m2 305 m2 1.813.180.000 7,28

Juli 375 m2 305 m2 1.813.180.000 0

Agustus 375 m2 305 m2 1.813.180.000 0

September 375 m2 305 m2 1.813.180.000 0

Oktober 375 m2 305 m2 1.813.180.000 0

Nopember 375 m2 305 m2 1.813.180.000 0

Desember 375 m2 305 m2 1.813.180.000 0

2004 Januari 375 m2 305 m2 1.926.410.000 6,24

Februari 375 m2 305 m2 1.926.410.000 0

Maret 375 m2 305 m2 1.926.410.000 0

April 375 m2 305 m2 1.926.410.000 0

Mei 375 m2 305 m2 1.926.410.000 0

Juni 375 m2 305 m2 1.926.410.000 0

Juli 375 m2 305 m2 2.027.800.000 5,26

Agustus 375 m2 305 m2 2.027.800.000 0

September 375 m2 305 m2 2.027.800.000 0

Oktober 375 m2 305 m2 2.027.800.000 0

Nopember 375 m2 305 m2 2.027.800.000 0

Desember 375 m2 305 m2 2.027.800.000 0

Sumber: Citra Raya Real estate dan Pakuwon Real estate, 2005

Data diatas adalah data untuk untuk satu tipe rumah sebagai perwakilan kenaikan harga rumah. Data yang disajikan tersebut menunjukkan bahwa harga terus mengalami kenaikan, hanya saja persentase kenaikan berbeda antar periode.

Rat-rata harga mengalami kenaikan per enam bulan, dan kisaran kenaikan antara 4% - 7%.

Ilustrasi dari pertumbuhan kenaikan harga rumah untuk tipe di atas adalah sebagai berikut:

(17)

Pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat

0 2 4 6 8

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 2 25

Bulan

Pertumbuhan harga rumah

Gambar 4.7. Pertumbuhan harga Rumah di Surabaya Barat Tiap Bulan

Tahun 2003-2004

Sumber: Citra Raya Real estate dan Pakuwon Real estate, 2005

Harga rumah untuk setiap tipe adalah berbeda, namun untuk mengetahui pertumbuhan harga bisa diwakili dengan satu tipe. Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa harga rumah terus mengalami kenaikan, meskipun besarnya persentase kenaikan adalah berbeda setiap periodenya.

4.2.4. Pertumbuhan Broker, Harga Rumah, dan Produktivitas,

Berdasarkan data-data yang disajikan di atas, maka pertumbuhan broker, harga rumah, dan produktivitas agen dapat disajikan berikut:

Tabel 4.4. Pertumbuhan Broker, Harga Rumah, dan Produktivitas Agen di Surabaya Barat

Tahun Bulan Pertumb

Harga rumah (%)

Pertumb broker (jml kantor)

Produktivitas agen (unit)

2003 Januari 5.51 0 85

Februari 0 0 14

Maret 0 0 65

April 0 1 86

Mei 0 1 79

Juni 7.28 0 78

Juli 0 0 49

Agustus 0 0 32

Dilanjutkan….

(18)

Tabel 4.4. Pertumbuhan Broker, Harga Rumah, dan Produktivitas Agen di Surabaya Barat (lanjutan)

Tahun Bulan Pertumb

Harga rumah (%)

Pertumb broker (jml kantor)

Produktivitas agen (unit)

September 0 1 24

Oktober 0 0 19

Nopember 0 1 21

Desember 0 1 89

2004 Januari 6.24 0 108

Februari 0 0 19

Maret 0 0 66

April 0 0 41

Mei 0 0 26

Juni 0 0 28

Juli 5.26 1 45

Agustus 0 0 30

September 0 0 54

Oktober 0 0 25

Nopember 0 0 42

Desember 0 -1 32

Sumber: dokumentasi Era dan Raywhite, Century 21, Citra Raya dan Pakuwon Real estate 2003-2005

Berdasarkan data tersebut, maka akan diidentifikasikan pengaruh dari pertumbuhan broker dan produktivitas agen terhadap pertumbuhan harga rumah Surabaya.

4.3. Uji Asumsi Klasik Regresi 4.3.1. Multikolinieritas

Untuk masuk dalam model regresi, maka salah satu uji asumsi klasik dari sebuah persamaan regresi adalah uji multikolinieritas untuk memastikan bahwa setiap variabel penelitian tidak terjangkit multikolinieritas. Multikolineritas adalah gejala dimana semua variabel bebas saling berkorelasi.Untuk mengidentifikasikan gejala ini dilakukan dengan nilai variance inflation factor (VIF). Berdasarkan hasil kalkulasi dengan mengunakan program SPSS release 11.00, maka diperoleh nilai- nilai yang dapat digunakan untuk mendeteksi terjadinya multikolinieritas sebagai berikut:

(19)

Tabel 4.5 Hasil Uji Multikoliniaritas (Uji klasik)

Variabel Bebas Penelitian Variance Inflation Factor

Pertumbuhan broker (X1) 1,008

Produktivitas agen (X2) 1,008

Sumber: Lampiran 2

Nilai variance inflation factor (VIF) yang dihasilkan masih lebih kecil dari 10 (Hair, et al., 1995:127). Hal ini berarti persoalan multikolinearitas diantara semua variabel bebas masih dapat ditolerir.

4.3.2. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas adalah sebuah uji klasik dalam regresi untuk memastikan bahwa tidak terjadi varians yang berbeda diantara responden penelitian dalam memberikan jawaban atas kuesioner yang diberikan. Pengujian ini dapat dilakukan melalui SPSS dengan mengidentifikasikan tingkat penyebaran data yang tergambar dari scatterplot (Santoso, 2004:210) dengan hasil sebagai berikut:

Scatterplot

Dependent Variable: pertumbuhan harga

Regression Standardized Predicted Value

3 2

1 0

-1 -2

Regression Studentized Residual

3

2

1

0

-1

-2

Gambar 4.8. Uji Heterokedastisitas Sumber: Pengolahan data

(20)

Dasar pengambilan keputusan:

(a) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik (poin-poin) yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka telah terjadi heterokedastisitas.

(b) Jika tidak ada yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas, dan di bawah angka nol dibawah sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

Keputusan:

Berdasarkan ilustrasi tingkat penyebaran data dalam penelitian tersebut, terlihat bahwa titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol dibawah sumbu Y, hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

4.3.3. Uji Normalitas Data

Uji normalitas data dilakukan untuk memastikan bahwa semua data dalam penelitian ini adalah menyebar normal. Untuk menguji normalitas data ini dapat dilakukan melalui SPSS dengan hasil sebagai berikut:

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: pertumbuhan harga

Observed Cum Prob

1.00 .75

.50 .25 0.00

Expected Cum Prob

1.00

.75

.50

.25

0.00

Gambar 4.9. Uji Normalitas Sumber: Pengolahan data

Dasar pengambilan keputusan:

(a) Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

(21)

(b) Jika data menyebar jauh dia atas garis diagonal dan/ tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

Keputusan:

Berdasarkan ilustrasi tingkat penyebaran data dalam gambar di atas, terlihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

4.3.4. Uji Autokorelasi

Uji ini untuk memastikan bahwa dalam sebuah model regresi linear terdapat korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka berarti terjadi autokorelasi.

Untuk mengetahui terjadi autokorelasi atau tidak dalam sebuah persamaan regresi, diidentifikasikan berdasarkan nilai durbin Watson. Ketetntuan dari nilai Durbin Watson ini adalah sebagai berikut:

a. Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif

b. Angka D-W antara -2 sampai + 2 berarti tidak ada autokorelasi c. Angka D-W diatas +2 berarti ada autokorelasi negatif

Berdasarkan hasil pengolahan data, nilai D-W adalah 1.977, berarti persamaan regresi ini bebas dari gejala autokorelasi.

4.4. Analisis Data

4.4.1. Analisis Regresi Linier Berganda

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak komputer program SPSS sebagaimana disajikan pada Lampiran regresi, diperoleh nilai- nilai konstan dan koefisien regresi yang disajikan pada tabel beerikut:

Tabel 4.6 Nilai Konstanta dan Koefisien Regresi

Variabel bebas Koefisien Regresi Konstanta -1,424

Pertumbuhan broker -0.215

Produktifitas agen 0.054

Sumber: Lampiran 2

(22)

Berpijak pada hasil perhitungan di atas, maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = -1,424 - 0.215 (X1) + 0.054 (X2)

Pada persamaan tersebut, terlihat bahwa nilai koefisien regresi untuk variabel pertumbuhan broker (X1) adalah negatif dan variabel Produktifitas agen (X2) adalah positif. Hal ini berarti pertumbuhan broker (X1) mempunyai pengaruh terhadap penurunan pertumbuhan harga dan produktifitas agen (X2) berpengaruh positif terhadap pertumbuhan harga rumah. Sifat pengaruh yang positif menunjukkan bahwa apabila produktifitas agen meningkat, maka pertumbuhan harga rumah akan meningkat.

Nilai koefisien regresi variabel pertumbuhan broker (b1) sebesar -0.215, berarti setiap penambahan jumlah kantor pemasaran agen menyebabkan penurunan pertumbuhan harga rumah, dengan asumsi variabel produktifitas agen tetap atau ceteris paribus.

Nilai koefisien regresi variabel produktifitas agen (b2) sebesar 0.054, berarti setiap peningkatan produktivitas agen akan mampu menaikkan harga rumah sebesar 0.054 poin, dengan asumsi variabel pertumbuhan broker tetap atau ceteris paribus.

4.4.2. Analisis Korelasi dan Determinasi Berganda

Ukuran yang dipakai untuk menentukan tingkat keeratan hubungan antara variabel pertumbuhan broker (X1) dan variabel Produktifitas agen (X2) terhadap pertumbuhan harga rumah (Y) adalah koefisien korelasi berganda (R). Sedangkan besarnya kontribusi yang diberikan atau pengaruh pertumbuhan broker (X1) dan variabel produktifitas agen (X2) terhadap pertumbuhan harga rumah (Y) ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi berganda (R²). Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan perangkat lunak komputer program SPSS diperoleh nilai koefisien korelasi berganda (R) dan koefisien determinasi berganda sebagaimana disajikan pada tabel di bawah ini.

(23)

Tabel 4.7. Nilai Koefisien Korelasi dan Determinasi Berganda

Koefisien Nilai

Korelasi berganda (R) 0.598

Determinasi berganda (R²) 0.358

Sumber: Lampiran 2

Nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0.598, menunjukkan bahwa keeratan hubungan antara variabel bebas, yaitu pertumbuhan broker (X1) dan Produktifitas agen (X2) terhadap pertumbuhan harga rumah pada Real estate adalah sedang. Besarnya kontribusi atau pengaruh pertumbuhan broker (X1), dan Produktifitas agen (X2) terhadap pertumbuhan harga rumah Real estate adalah sebesar 35,8% sedangkan sisanya sebesar 64,2% dipengaruhi oleh faktor- faktor lain di luar model. Hal ini berarti naik turunnya pertumbuhan harga rumah Real estate pada Real estate 35,8% dipengaruhi oleh perubahan pertumbuhan broker (X1), dan perubahan produktifitas agen (X2) sedangkan 64,2% dipengaruhi oleh faktor- faktor lain di luar pertumbuhan broker (X1), dan perubahan Produktifitas agen.

4.4.3. Analisis Korelasi dan Determinasi Parsial

Keeratan hubungan masing- masing variabel pertumbuhan broker (X1) atau variabel Produktifitas agen (X2) secara parsial terhadap pertumbuhan harga rumah (Y) dapat diketahui dari nilai koefisien korelasi parsial, sedangkan untuk mengetahui pengaruh yang dominan di antara variabel pertumbuhan broker (X1), dan variabel Produktifitas agen (X2) terhadap pertumbuhan harga rumah (Y) dapat dilihat dari nilai koefisien determinan parsial. Nilai koefisien determinasi parsial (r²) merupakan kuadrat dari nilai koefisien korelasi parsial (r). Nilai koefisien korelasi dan koefisien determinasi parsial berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS, disajikan pada tabel di bawah ini.

(24)

Tabel 4.8. Nilai Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Parsial No Variabel Koefisien Korelasi

Parsial (r)

Koefisien Determinasi Partial (r²) 1 Pertumbuhan broker (X1)

dan Y

-0.058 0,003

2 Produktifitas agen (X2) dan Y

0.598 0,358

Sumber : Lampiran 2

Nilai koefisien korelasi antara variabel pertumbuhan broker (X1) dan pertumbuhan harga rumah (Y) adalah sebesar -0.058, berarti hubungan variabel pertumbuhan jumlah kantor broker (X1) dan pertumbuhan harga rumah real estate (Y) adalah sangat lemah, karena terletak pada interval 0,00 - 0,25

(Lampiran 5). Tanda negatif menunjukkan bahwa pertumbuhan broker mempunyai hubungan yang berbalik dengan pertumbuhan harga rumah, berarti bahwa penambahan jumlah kantor broker akan diikuti oleh penurunan pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat.

Nilai koefisien korelasi antara produktifitas agen (X2) dan pertumbuhan harga rumah real estate (Y) sebesar 0.598, berarti hubungan variabel Produktifitas agen (X1) dan pertumbuhan harga rumah Real estate (Y) adalah kuat, karena terletak pada interval 0,51 - 0,75 (Lampiran 5). Tanda positif menunjukkan bahwa produktifitas agen mempunyai hubungan yang positif dengan pertumbuhan harga rumah, berarti peningkatan Produktifitas agen akan diikuti oleh peningkatan pertumbuhan harga rumah real estate.

Nilai koefisien determinan parsial (r²) untuk variabel pertumbuhan broker (X1) adalah 0,003, berarti bahwa pengaruh pertumbuhan broker (X1) terhadap pertumbuhan harga rumah Real estate (Y) adalah sebesar 0,3% atau besarnya kontribusi variabel pertumbuhan broker terhadap pertumbuhan harga rumah Real estate adalah sebesar 0,3%. Nilai koefisien determinan parsial (r²) untuk variabel produktifitas agen (X2) adalah 0,358, berarti bahwa pengaruh Produktifitas agen (X2) terhadap pertumbuhan harga rumah Real estate adalah sebesar 35,8% atau besarnya kontribusi variabel produktifitas agen terhadap pertumbuhan harga rumah Real estate adalah sebesar 35,8%.

Dengan melihat nilai koefisien determinasi parsial (r²) diketahui variabel produktivitas agen (X2) mempunyai pengaruh atau kontribusi yang dominan terhadap pertumbuhan harga rumah, yaitu sebesar 35,8%

(25)

dibandingkan variabel pertumuhan broker (X2). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pertumbuhan broker, maka pertumbuhan harga rumah akan semakin tinggi.

4.5. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis mutlak dilakukan untuk membuktikan pengaruh yang berarti (signifikan) antara variabel pertumbuhan broker (X1) dan produktifitas agen (X2) terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat baik secara simultan maupun secara partial.

4.5.1. Uji F

Uji F digunakan untuk menguji apakah variabel- variabel bebas pertumb uhan broker (X1) dan produktifitas agen (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat. Langkah- langkah yang ditetapkan untuk pengujian adalah sebagai berikut:

1) Merumuskan hipotesis statistik:

Ho : b1, b2 = 0, variabel- variabel bebas pertumbuhan broker (X1) dan produktifitas agen (X2) tidak berpengaruh terhadap variabel terikat (Y)

Ha : b1, b2 ≠ 0, variabel- variabel bebas pertumbuhan broker (X1) dan produktifitas agen (X2) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y)

2) Penetuan nilai Ftabel

Dalam menentukan nilai Ftabel ditempuh dengan prosedur tersebut dibawah ini:

a. Dipilih level of significant : = 0,05 (5%), ketetapan untuk ilmu sosial.

b. df. pembilang (df1) = k = 2

c. df. penyebut (df2) = n - k - 1 = 24 - 2 - 1 = 21 maka nilai Ftabel = 3,47 (Lampiran 3)

3) Berdasarkan perhitungan program SPSS (Lampiran 2) nilai Fhitung adalah 5,854

4) Ketentuan uji :

Ho diterima jika Fhitung < Ftabel Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel

(26)

5) Hasil pengujia n:

Ho ditolak dan Ha diterima, karena F hitung (5,854) > F tabel (3,47).

Hal tersebut berarti terjadi penolakan Ho sehingga dapat dipahami bahwa pertumbuhan broker (X1) dan produktifitas agen (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat.

Adapun ilustrasi gambar kurva uji F tersebut adalah sebagai berikut:

d a e r a h p e n o l a k a n H o

d a e r a h

p e n e r i m a a n H o

F tabel F hitung = 3,47 = 5,854 Gambar 4.10. Kurva Normal UJI F

Ketika nilai Fhitung > Ftabel ini menunjukkan bahwa semua variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat.

4.5.2. Pengujian secara parsial (uji t)

Uji t merupakan uji parsial, dalam melakukan uji ini masing- masing variabel bebas yaitu pertumbuhan broker (X1) dan produktifitas agen (X2) akan diuji pengaruh secara partial terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat. Adapun langkah- langkah dalam uji t tersebut adalah sebagai berikut:

1) Hipotesis

H0 : bi = 0, variabel bebas Xi (pertumbuhan broker (X1) dan produktifitas agen (X2)) secara partial tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat.

(27)

H1 : bi ≠ 0, variabel bebas Xi (pertumbuhan broker (X1) dan produktifitas agen (X2)) secara partial berpengaruh terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat.

di mana Xi adalah variabel X1, X2

2) Menentukan nilai t tabel (uji dua sisi) Level of significance (α) =

2

∂ , jika diketahui a = 5% = 0,005 maka:

( a )=

2 05 ,

0 = 0,025

Degrees of freedom = n - k -1 = 24 -2 - 1 = 21

t tabel = 2,080 (lampiran 4) 3) Menghitung thitung

bi

t hitung = 

SE (bi) 4) Kriteria pengujian:

Ho ditolak bila t hitung > ttabel

Ho diterima bila thitung ≤ ttabel

Berdasarkan perhitungan program SPSS, nilai t hitung dapat disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4.9. Pengujian Variabel Bebas secara Parsial

No Variabel Bebas Nilai thitung ttabel Kriteria Uji 1 Pertumbuhan broker (X

1) -0,267 2,080 Ho di tolak

2 Produktifitas agen (X2) 3,422 2,080 Ho di tolak Sumber: Lampiran 2.

Penerimaan Ho untuk pertumbuhan broker (X1) menunjukkan bahwa pertumbuhan broker tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat. Sedangkan penolakan Ho untuk produktifitas

(28)

agen (X2) menunjukkan bahwa secara parsial (individu) pertumbuhan agen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat. Ilustrasi dari gambar masing- masing kurva untuk varabel bebas tersebut:

1. Kurva daerah penerimaan dan penolakan Ho variabel pertumbuhan broker

d a e r a h p e n o l a k a n H o

d a e r a h p e n o l a k a n H o

d a e r a h p e n e r i m a a n H o

-ttabel thitung 0 ttabel

-2,080 -0,267 2,080 Gambar 4.11. Kurva Normal X2 Terhadap Y

Nilai thitung berada di daerah penerimaan Ho menunjukkan bahwa pertumbuhan broker (X1) mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat. .

Sedangkan ilustrasi pengujian untuk produktivitas agen terhadap harga pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat adalah sebagai berikut:

d a e r a h p e n o l a k a n H o

d a e r a h p e n o l a k a n H o

d a e r a h p e n e r i m a a n H o

-ttabel 0 ttabel thitung

-2,080 2,080 3,422 Gambar 4.12. Kurva Normal X2 Terhadap Y

(29)

Nilai thitung berada di daerah arsir sebelah kanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa koefisien variabel produktifitas agen (X2) adalah positif. Penolakan Ho tersebut dapat diketahui bahwa produktifitas agen (X2) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat.

4.5. Pembahasan

Deskripsi hasil analisis pengaruh pertumbuhan broker real estate dan produktivitas agen real estate terhadap pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat sebagaimana disajikan tabel berikut:

Tabel 4.10. Rangkuman Analisa Statistik

Keterangan Beta Sig.

Korelasi berganda 0.598 0.010

Pengaruh berganda 0,358 0.010

Pengaruh parsial

Pertumbuhan broker terhadap pertumbuhan harga rumah

0,003 0.792 Produktivitas agen terhadap

pertumbuhan harga rumah

0,358 0.003

Persamaan regresi Y = -1,424 - 0,215X1+ 0.054X2 0.832

Fhitung (Uji F) 5,8540 0.806

thitung (Uji t)

Pertumbuhan broker -0,267 0.792

Produktivitas agen 3,422 0.003

Sumber: lampiran regresi

Semakin tinggi pertumbuhan jumlah broker yang diidentifikasikan dari pertumbuhan jumlah kantor berkorelasi negatif dengan pertumbuhan harga rumah di Surabaya Barat.

Selama tahun 2003 dan tahun 2004, CitraRaya telah melakukan launching produk sebanyak tiga kali dan Pakuwon melakukan launching produk sebanyak dua kali. Launching produk ini dilakukan dengan mengadakan pameran- pameran dengan harga promosi. Kondisi inilah yang menyebabkan produktivitas agen rata-rata mengalami peningkatan karena penjualan produk yang semakin banyak.

Baik pertumbuhan broker maupun produktivitas agen, keduanya mampu mempengaruhi pertumbuhan harga rumah. Hal ini merupakan indikasi bahwa jumlah broker dan keberadaan agen ikut memberikan kontribusi terhadap

(30)

pertumbuhan harga rumah. Demikian halnya ketika dilakukan pengujian secara parsial, menunjukkan bahwa produk tivitas agen mempunyai pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah, meskipun pertumbuhan broker tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan harga rumah.

Gambar

Gambar 4.1.  Sistem Distribusi Kinerja Era Internasional  Sumber:  http://www.eraindonesia.com/
Gambar 4.2. Annual Report Raywhite
Gambar 4.3. Pertumbuhan Raywhite Per Tahun
Gambar 4.4. Pertumbuhan Kantor Raywhite Per Tahun
+7

Referensi

Dokumen terkait

Anal isis dilakukan terhadap hasil evaluasi pada semua komponen program pelatihan yang memil i ki nilai pencapaian target mutu kurang dari 70% atau yang memiliki banyak

Pada prinsipnya untuk membuat thyristor jenis SCR (Silicon Controlled Rectifier) menjadi ON adalah dengan memberi arus trigger lapisan P yang dekat dengan katoda.. Yaitu dengan

Gambaran Pengetahuan tentang Patient Safety pada Mahasiswa Profesi Keperawatan Angkatan XXII Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pembimbing: Lisa Musharyanti, S.Kep.,

Pengamatan yang dilakukan pada kondisi baseline (A) sebanyak tujuh kali dan kemampuan penguasaan kosakata stabil pada pengamatan ke 4, 5, 6, dan ke-7 dalam artian tidak

Kegiatan merupakan penjabaran dari program pengawasan dan pembinaan, yang memiliki dimensi waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun. Kegiatan yang bersifat tahunan

Dari pengamatan dan pendampingan , pada umumnya mitra telah menerapkan hasil pelatihannya. Contohnya untuk pemilik waning:, mereka sudah memiliki buku catatan keluar masuk barang,

Fenomena baster dapat dianggap sikap negatif bahasa apabila penutur sebenarnya mengetahui atau memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bahasa Jawa dan Indonesia tetapi

Biasanya anak usia dini selalu tertarik dengan hal-hal yang baru dan teknologi adalah sesuatu yang baru bagi anak, maka dari itu guru harus bisa memanfaatkan