• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Serviks Pada Wanita Dengan Metode TOPSIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Serviks Pada Wanita Dengan Metode TOPSIS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Serviks

Pada Wanita Dengan Metode TOPSIS

Sefrika

Universitas Bina Sarana Informatika Jalan Kramat 98 Senen, Jakarta Pusat, DKI Jakarta

[email protected] Abstract

One thing that can be done to prevent cervical cancer in women is to vaccinate against HPV.

However, further research needs to be done on the priority scale of vaccine recipients so that the goal of service cancer prevention can be carried out. The aim of the study was to determine the administration of the HPV vaccine to women to prevent cervical cancer. The research method used is the TOPSIS method. TOPSIS uses alternative criteria so as to get ideal results from the various options offered. The results showed a value of 1.22 for criteria C4, a value of 0.83 for criteria C1, a value of 0.53 for criteria C2 and a value of 0.37 for criteria C3.

Suggestions for giving vaccines should be carried out according to priorities, namely sexually active women (C4), married women (C1), adolescents (C2) and children (C3).

Keywords: TOPSIS, Decision Support System , vaccines, HPV Abstrak

Salah satu yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks pada wanita adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai skala prioritas penerima vaksin sehingga tujuan dari pencegahan kanker servis dapat dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pemberian vaksin HPV pada wanita untuk mencegah terjaidnya kanker serviks. Metode penelitian yang digunakan dengan menggunakan metode TOPSIS. TOPSIS menggunakan alternatif kriteria sehingga mendapatkan hasil ideal dari berbagai pilihan yang ditawarkan. Hasil penelitian menunjukan nilai sebesar 1, 22 untuk kriteria C4, nilai 0,83 untuk kriteria C1, nilai 0, 53 kriteria C2 dan nilai 0,37 untuk ktiteria C3. Saran pemberian vaksin baiknya dilakukan sesuai dengan prioritas yaitu wanita yang aktif secara seksual (C4), wanita yang sudah menikah (C1), remaja (C2) dan anak-anak (C3).

Kata kunci: TOPSIS, Sistem Pendukung Keputusan, vaksinasi, HPV

1. PENDAHULUAN

Human Paviloma Virus atau HPV adalah sebuah virus yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker serviks pada wanita. Kanker serviks seringkali terlambat diketahui sehingga seringkali menjadi penyebab kematian pada wanita. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan cara melakukan papsmear sebagai deteksi awal, dan pemberian vaksin HPV sebagai upaya pencegahan terjadinya kanker serviks pada wanita. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor yang melandasi pemberian vaksin HPV pada wanita. Metode TOPSIS digunakan karena metode ini memiliki perhitungan dengan cara menghitung jarak terpendek sari sebuah solusi yang paling ideal dan juga menghitung jarak terpanjang yang mungkin terjadi sebagai solusi negatif. Metode TOPSIS

(2)

sering digunakan untuk mencari solusi permasalahan untuk menangani berbagai alternatif kriteria yang mungkin terjadi jika sebelum sesuatu hal dapat diputuskan.

Penyebab kanker serviks sebanyak 99,7 persen adalah human human papilloma virus (HPV). Di Indonesia sekitar 76.6 persen pasien mengetahui mengidap kanker serviks pada saat stadium lanjut karena terlambat mendeteksi gejala awalnya [1]. Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah tumor ganas yang tumbuh pada leher rahim wanita dan berada di urutan teratas sebagai penyebab kematian wanita usia produktif di dunia [2].

Vaksin HPV adalah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker mulut rahim [3]. Vaksinasi dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus yang mungkin terjadi dalam tubuh manusia [2]

TOPSIS adalah suatu metode untuk proses pengambilan keputusan yang menggunakan alternatif pilihan sebagai hasil solusi terbaik yang berjarak paling dekat dan bernilai positif juga berjarak terjauh dari nilai negatif [4]. Sistem Pendukung Keputusan dilakukan berdasarkan perhitungan metode TOPSIS menghasiilkan solusi paling ideal yang membantu perusahaan dalam menentukan keputusan pemberian souvenir yang akan diberikan oleh perusahaan kepada calon pelanggan [5]. TOPSIS digunakan untuk memberikan penilaian terhadap penetapan keluarga miskin panca karsa dengan kriteria dan bobot yang sudah ditetapkan [6].

Implementasi metode TOPSIS digunakan untuk melakukan pemilihan sosial media untuk keperluan pemasaran produk pariwisata di Lombok [7]. Sistem pendukung keputusan membantu dalam proses pengambilan keputusan untuk masalah yag tidak terstuktur. TOPSIS membantu menghitung kriteria yang ditawarkan sehingga didapatkan hasil solusi ideal yang paling baik [8].

Salah satu metode sistem pendukung keputusan yang bisa digunakan adalah metode TOPSIS karena menawarkan perhitungan dari berbagai alternatif sehingga di dapatkan nilai yang paling mendekati solusi ideal dari permasalahan [9]. Penelitian ini diharapkan dapat membantu wanita dalam memutuskan tindakan vaksin HPV demi pencegahan kanker serviks dengan mengetahui hal-hal yang mendasari keputusan tersebut.

2. METODOLOGI PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode TOPSIS yang memiliki tahapan sebagai berikut:

2.1. Tahapan Pengumpulan Data

Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan data dari data primer dan data sekunder.

2.2. Tahap Pengolahan Data

Data yang sudah diperoleh kemudian dikelompokan berdasarkan kriterianya. Kriteria yang digunakan adalah wanita yang sudah menikah(C1), remaja (C2), anak-anak (C3), wanita yang aktif secara seksual (C4).

(3)

Sedangkan nilai kriterianya adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Nilai bobot kriteria Kriteria Bobot SangatBaik 5

Baik 4

Cukup 3

Buruk 2

SangatBuruk 1 2.3 . Tahapan analisa TOPSIS

Ada beberapa tahapan dalam Metode TOPSIS, yaitu:

a) Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi

b) Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot

c) Membuat matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif d) Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi

ideal positif dan matriks solusi ideal negatif.

e) Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif

1) Decision Matrix D mengacu terhadap m alternatif yang akan dievaluasi berdasarkan kriteria yang didefinisikan

2) Dengan xij menyatakan performansi dari perhitungan untuk alternatif ke-i terhadap atribut ke-j.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk memudahkan penelitian maka diperlukan penilai bobot kriteria untuk setiap alternatif yang akan dihitung. Berikut adalah nilai bobot kriterianya.

Tabel 2. Hasil Nilai Bobot Kriteria C1 C2 C3 C4

5 4 4 5

a) Matriks Keputusan Ternormalisasi

Tabel 3. Matriks keputusan Normalisasi Kriteria C1 C2 C3 C4

A1 5 4 4 5

A2 5 4 4 4

A3 5 5 5 3

A4 4 5 4 5

Sumber: Hasil penelitian b) Matriks Keputusan Ternormalisasi Terbobot

Tabel 4. Nilai ternomalisasi berdasarkan bobot kriteria Kriteria C1 C2 C3 C4

A1 5 4 4 5

(4)

Kriteria C1 C2 C3 C4

A3 5 5 5 3

A4 4 5 4 5

nilai 91 82 73 75 Hasil akhir 9,5 9,0 8,5 8,6

Sumber: Hasil penelitian Tabel 5. Matriks ternormalisasi c1

Kriteria C1 Penilaian Hasil

A1 5 9,5 0,52

A2 5 9,5 0,52

A3 5 9,5 0,52

A4 4 9,5 0,42

Sumber: Hasil penelitian Tabel 6. Matriks ternormalisasi c2

Kriteria C2 Penilaian Hasil

A1 4 9,0 0,44

A2 4 9,0 0,44

A3 5 9,0 0,55

A4 5 9,0 0,55

Sumber: Hasil penelitian Tabel 7. Matriks ternormalisasi c3

Kriteria C3 Penilaian Hasil

A1 4 8,5 0,47

A2 4 8,5 0,47

A3 5 8,5 0,58

A4 4 8,5 0,47

Sumber: Hasil penelitian

Tabel 8. Matriks ternormalisasi c4 Kriteria C4 Penilaian Hasil

A1 5 8,6 0,58

A2 4 8,6 0,46

A3 3 8,6 0,34

A4 5 8,6 0,58

Sumber: Hasil penelitian Tabel 9. Data ternormalisasi Kriteria C1 C2 C3 C4

A1 0,52 0,44 0,47 0,58 A2 0,52 0,44 0,47 0,46 A3 0,52 0,55 0,58 0,34 A4 0,42 0,55 0,47 0,58

Sumber: Hasil penelitian Tabel 10. Ternormalisasi terbobot

Kriteria C1 C2 C3 C4 A1 2,60 1,76 1,88 2,90 A2 2,60 1,76 1,88 2,30 A3 2,60 2,20 2,32 1,70 A4 2,10 2,20 1,88 2,90

Sumber: Hasil penelitian c) Matriks solusi ideal positif dan matriks solusi ideal negatif

Tabel 11. Solusi Ideal Positif dan Negatif Kriteria C1 C2 C3

A1 2,60 1,76 1,88 2,90 A2 2,60 1,76 1,88 2,30 A3 2,60 2,20 2,32 1,70 A4 2,10 2,20 1,88 2,90 min 2,10 1,76 1,88 1,70 maks 2,60 2,20 2,32 2,90 Sumber: Hasil penelitian

(5)

d) Jarak nilai alternatif dengan matriks solusi ideal positif dan Negatif Tabel 12. Jarak Solusi Ideal Negati & Positif

Kriteria Nilai

D+ Nilai D- C1 0,38 1,94 C2 0,74 0,86 C3 1,44 0,88 C4 0,69 1,66 e) Nilai Preferensi Akhir

Tabel 13. Nilai Preferensi akhir Kriteria Nilai Vi=(Di-/(Di-+Di+) Nilai D-

C1 (1,94)/( 1,94+0,38) 0,83

C2 (0,86)/( 0,86+0,74) 0,53

C3 (0,88)/( 0,88+1,44) 0,37

C4 (1,66)/( 1,66+0,69) 1,22

Sumber: Hasil penelitian

Hasil penelitian menunjukan nilai sebesar 1, 22 untuk kriteria C4, nilai 0,83 untuk kriteria C1, nilai 0, 53 kriteria C2 dan nilai 0,37 untuk ktiteria C3.

Saran pemberian vaksin baiknya dilakukan sesuai dengan prioritas yaitu wanita yang aktif secara seksual (C4), wanita yang sudah menikah (C1), remaja (C2) dan anak-anak (C3). Berdasarkan penelitian maka yang menjadi prioritas pemberian vaksin HPV untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah diutamakan wanita yang aktif secara seksual sebagai pencegahan dini terjadinya kaker serviks.

4. SIMPULAN

Vaksinasi HPV pada wanita disarankan dilakukan untuk mencegah gejala dan timbulnya penyakit kanker multu rahim atau kanker serviks.

Namun tidak semua wanita perlu diberikan vaksinasi, maka tindakan vaksinasi ini dilakukan dengan skala prioritas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan kriteria berikut sudah menikah (C1), remaja (C2) dan anak-anak (C3), dan wanita yang aktif secara seksual (C4), maka yang menjadi prioritas pemberian vaksin HPV untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah diutamakan wanita yang aktif secara seksual sebagai pencegahan dini terjadinya kaker serviks. Di susul kemudian wanita yang sudah menikah, remaja dan anak-anak. Penelitian ini dilakukan dengan menyajikan data berdasarkan sampel penelitian yang diambil. Penelitian tidak mewakili seluruh popoulasi wanita yang ada di Indonesia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan prioritas vaksinansi HPV dengan jumlah responden yang lebih banyak.

(6)

DAFTAR PUSTAKA

[1] D. Setiawati, “Human Papilloma Virus Dan Kanker Serviks,” Al-Sihah Public Heal. Sci. J., vol. VI, no. 2, pp. 450–451, 2014.

[2] B. Rachmani, Z. Shaluhiyah, and K. Cahyo, “Sikap Remaja Perempuan Terhadap Pencegahan Kanker Serviks Melalui Vaksinasi HPV di kota Semarang,” Sikap Remaja Peremp. Terhadap Pencegah. Kanker Serviks Melalui Vaksinasi HPV di kota Semarang, vol. 11, no. 1, pp. 34–41, 2012, doi: 10.14710/mkmi.11.1.34-41.

[3] C. M. Dethan and N. L. P. Suariyani, “Pengetahuan Dan Sikap Tentang Perilaku Vaksinasi Hpv Pada Siswi Sma Swasta,” Media Kesehat. Masy.

Indones., vol. 13, no. 2, p. 167, 2017, doi: 10.30597/mkmi.v13i2.1989.

[4] A. N. Fitriana, H. Harliana, and H. Handaru, “Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Prestasi Akademik Siswa dengan Metode TOPSIS,” Creat. Inf. Technol. J., vol. 2, no. 2, p. 153, 2015, doi:

10.24076/citec.2015v2i2.45.

[5] H. Loardi, “Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Souvenir Pada Hotel Lestari Makassar Dengan Metode Topsis,” vol. 5, no. 1, pp. 57–65, 2018.

[6] I. Muzakkir, “Penerapan Metode Topsis Untuk Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Keluarga Miskin Pada Desa Panca Karsa Ii,” Ilk. J.

Ilm., vol. 9, no. 3, pp. 274–281, 2017, doi:

10.33096/ilkom.v9i3.156.274-281.

[7] E. Suryadi, “Penerapan Metode TOPSIS Pemilihan Sosial Media Marketing Untuk Penjualan Aksesoris Pariwisata Lombok,” JATISI (Jurnal Tek. Inform. dan Sist. Informasi), vol. 7, no. 3, pp. 429–440, 2020, doi: 10.35957/jatisi.v7i3.545.

[8] D. O. Wibowo and A. T. Priandika, “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Gedung Pernikahan Pada Wilayah Bandar Lampung Menggunakan Metode Topsis,” J. Inform. dan Rekayasa Perangkat Lunak, vol. 2, no. 1, pp. 73–84, 2021.

[9] M. Tri Handoyo, “Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Dengan Metode AHP,” Semantik, vol. 3, no. 1, pp. 108–116, 2017.

Gambar

Tabel 1. Nilai bobot kriteria  Kriteria  Bobot  SangatBaik  5  Baik  4  Cukup  3  Buruk  2  SangatBuruk  1  2.3
Tabel 11. Solusi Ideal Positif dan Negatif  Kriteria  C1  C2  C3  A1  2,60  1,76  1,88  2,90  A2  2,60  1,76  1,88  2,30  A3  2,60  2,20  2,32  1,70  A4  2,10  2,20  1,88  2,90  min  2,10  1,76  1,88  1,70  maks  2,60  2,20  2,32  2,90  Sumber: Hasil penel
Tabel 13. Nilai Preferensi akhir  Kriteria  Nilai Vi=(Di-/(Di-+Di+)  Nilai D-

Referensi

Dokumen terkait

Contoh tanah yang digunakan adalah contoh tanah tidak terganggu (utuh), diambil dengan menggunakan ring atau selinder dari metal (umumnya terbuat dari kuningan atau plastik,

Aturan tentang pengelolaan pendidikan agama di sekolah sesungguhnya dijadikan sebagai standar dan ketetapan turunan dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional

[r]

Penerapan konsep pada bangunan tersebut terlihat dari massa bangunan yang terlihat linier (gambar 2.2) dan pada gambar 2.3 menunjukkan bahwa bangunan tersebut

akhirsetiapsiklus yang mencakup pengetahuan (C1), pemahaman (C2), aplikasi (C3), analisis (C4), sintesis (C5) dan evaluasi (C6). 2) Pemberiankuis yang

Untuk menguji hal itu maka akan dilakukan penelitian dengan menggunakan metode fraksinasi, menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dari fraksi aktif, menentukan

Tarif Air sesuai dengan Pembagian Mekanisme ini tergantung dari administrasi yang ketat untuk mengontrol suplai air irigasi dan juga pada pembagian air irigasi

Melihat kenyataan di atas, kami memiliki gagasan mengembangkan pangan darurat berupa stok makanan yang dapat langsung dikonsumsi (Ready To Eat), yang tidak