• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMODELAN TINGKAT KUALITAS AIR DI KOTA PONTIANAK DENGAN MENGGUNAKAN MULTIVARIATE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMODELAN TINGKAT KUALITAS AIR DI KOTA PONTIANAK DENGAN MENGGUNAKAN MULTIVARIATE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Peta Titik Lokasi Sampel  Sumber: [10]
Tabel 1. Uji Serentak Model Regresi Multivariat  Y1 (COD)  SK  JK  db  KT  F hitung P-value  Model  30346,160  4  7586,540  31,762  0,000  Eror  8837,712  37  238,857  Total  39183,872  41  Y2 (TDS)  SK  JK  db  KT  F hitung P-value  Model  47313,167  4  1
Tabel 3. Nilai VIF dari Variabel Prediktor
Tabel 4. Uji Bartlett’s  Statistik Uji  Nilai  Chi Kuadrat (Chi-Square)  2,206

Referensi

Dokumen terkait

Faktor- faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kasus balita gizi buruk secara keseluruhan di Kabupaten Bojonegoro adalah persentase ibu yang mendapat tablet Fe3, balita

Metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi faktor-faktor yang mempengaruhi pneumonia dan dapat memperhatikan aspek data spasial adalah geographically weighted

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat kerawanan desa atau kelurahan terhadap penyakit DBD di Kabupaten Lamongan Tahun 2009

Pemodelan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat buta huruf tiap kabupaten/kota di Jawa Timur dengan menggunakan GWOLR lebih baik daripada menggunakan model regresi logistik

Kelompok pertama terdiri dari 9 kecamatan dengan sembilan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus TB yaitu persentase penduduk yang berusia ≥ 65

Pemodelan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat buta huruf tiap kabupaten/kota di Jawa Timur dengan menggunakan GWOLR lebih baik daripada menggunakan model regresi logistik

Oleh karena itu, pada penelitian ini akan diteliti faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi penderita kusta di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur dengan

Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi