• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI KOMUNIKASI STAKEHOLDERS DENGAN PENDEKATAN DATA ALUMNI MENGGUNAKAN DATA MINING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STRATEGI KOMUNIKASI STAKEHOLDERS DENGAN PENDEKATAN DATA ALUMNI MENGGUNAKAN DATA MINING"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI KOMUNIKASI STAKEHOLDERS DENGAN PENDEKATAN DATA ALUMNI MENGGUNAKAN DATA

MINING

MESTI WORO MAHATMI, MARIA MEDIATRIX SEBATUBUN Universitas Teknologi Digital Indonesia

Jl. Raya Janti 143 Karangjambe, Bantul 55198 Email: [email protected], [email protected]

DOI:

Article Info Article history:

Received : 2021-12-01 Revised : 2022-01-28 Accepted : 2022-03-10

ABSTRACT

The role of alumni for a university is significant because they represent the implementation of education in each institution.

Quality student output will be a source of pride for the institution. Research on alumni data will be useful in mapping and formulating policies related to stakeholders, so that organizations are able to develop effective communication strategies. This study uses a clustering technique by utilizing the K-means method. From the results of this study, it can be seen the relationship between GPA and length of study, GPA and majors, as well as the relationship between GPA and regional origin. Through the alumni data, it can be concluded that the primary stakeholders who have an interest in the data are management, graduate users and the government.

Meanwhile, secondary stakeholders who have indirect influence are the media, students, parents/guardians and senior/ vocational high school

Keywords: clustering, alumni data, K-means, stakeholders in university, communication strategy

ABSTRAK

Peranan alumni bagi sebuah perguruan tinggi signifikan karena menjadi representasi penyelenggaraan pendidikan di setiap institusi. Keluaran mahasiswa yang berkualitas akan menjadi kebanggaan bagi institusi. Penelitian data alumni akan bermanfaat dalam memetakan terkait pemangku kepentingan, sehingga organisasi mampu menyusun strategi komunikasi yang efektif. Penelitian ini menggunakan teknik clustering dengan memanfaatkan metode K-means. Dari hasil penelitian ini, dapat dilihat keterkaitan antara IPK dan lama studi, IPK dan jurusan, serta keterkaitan antara IPK dan asal daerah. Melalui data alumni, dapat disimpulkan bahwa stakeholder primer yang memiliki kepentingan terhadap data tersebut adalah pihak manajemen, pengguna lulusan dan pemerintah. Sedangkan stakeholder sekunder yang memiliki pengaruh tidak langsung adalah media, mahasiswa, orang tua/ wali dan SMA/ SMK.

Keywords: clustering, data alumni, K-means, pemangku kepentingan, stakeholder perguruan tinggi, strategi komunikasi

(2)

PENDAHULUAN

27

Alumni memegang peranan besar dalam proses perbaikan internal perguruan tinggi. Alumni juga berkontribusi membangun citra perguruan tinggi di masyarakat, memperluas relasi perguruan tinggi, dan berbagi pengalaman atau bertukar informasi tentang lapangan pekerjaan dengan adik angkatan yang masih aktif kuliah.

Artinya, sinergi dengan alumni akan mempengaruhi kemajuan perguruan tinggi secara signifikan. Menurut seven helix perguruan tinggi, para pemangku kepentingan terdiri dari mahasiswa, pemerintah, perusahaan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), media massa, perguruan tinggi lain, dan masyarakat. Dalam persaingan global ini, persaingan antar negara akan semakin ketat, termasuk di dunia pendidikan. Lembaga pendidikan dituntut untuk menghasilkan lulusan yang dapat bersaing sesuai dengan kebutuhan industri. Berdasarkan potensi tersebut, penelitian ini akan mempelajari data alumni dan menghasilkan temuan yang dapat meningkatkan relasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di institusi.

STMIK AKAKOM, yang saat ini dikenal dengan Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI), adalah institusi pendidikan yang berdiri sejak tahun 1979.

Perguruan tinggi ini telah meluluskan lebih dari 7.000 orang alumni, yang berhasil menempuh pendidikan di kampus ini. Para alumni tersebut saat ini memiliki pekerjaan yang bervariasi dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan di luar negeri. Melalui AKAKOM Career Center (ACC), institusi secara rutin melakukan pembekalan untuk calon wisudawan, mengadakan Tes Potensi Akademik (TPA), melaksanakan Campus Hiring, melakukan pendataan alumni hingga mengadakan gathering/ reuni untuk alumni. Adanya Ikatan Keluarga Alumni STMIK AKAKOM Yogyakarta, menunjukkan komitmen institusi untuk mendukung dan menjalin relasi dengan alumni.

Berdasarkan data alumni STMIK AKAKOM, maka akan dilakukan clustering untuk mengetahui keterkaitan antara IPK, lama studi, jurusan, dan asal daerah dengan menggunakan teknik data mining. Penelitian menggunakan data alumni periode 2018 – 2019 yang diperoleh dari Bagian Sistem Informasi dan Jaringan di UTDI. Penelitian dilakukan pada tahun 2020, sehingga data terbaru yang dapat ditarik adalah data alumni di tahun 2018 – 2019. Tujuan akhir dari penelitian

(3)

28

ini adalah memetakan para pemangku kepentingan berdasar data alumni dan menyusun strategi komunikasi.

TINJAUAN PUSTAKA (LITERATURE REVIEW)

Pemangku kepentingan (stakeholder) didefinisikan sebagai individu, grup atau organisasi yang terpengaruh, dipengaruhi atau merasa dirinya terkait dengan setiap keputusan, aktivitas, proyek, program dan hal – hal yang berhubungan dengan suatu organisasi (Bourne, 2016). Pemangku kepentingan dianggap penting kedudukannya bagi organisasi, sesuai dengan pernyataan Cornelissen sebagai berikut, “It requires that managers think strategically about their business overall and about how they can effectively communicate with stakeholders, including customers, investors, employees and members of communities in which the organization operates (Cornelissen, 2014)”. Artinya, dengan mempelajari para pemangku kepentingan yang berada dalam organisasi, organisasi dapat memetakan cara komunikasi yang tepat dan efektif dengan mereka. Lebih lanjut, Cornelissen menyatakan bahwa relasi dengan pemangku kepentingan dapat meningkatkan citra organisasi. Pemangku kepentingan perlu mendapatkan perhatian yang serius dari manajemen atau pimpinan organisasi karena pengaruh pemangku kepentingan pada terbentuknya nilai, kepercayaan, kebijakan, keputusan, dan manajemen organisasi cenderung meningkat (Susilo et al., 2016).

Dengan beragamnya pemangku kepentingan dalam organisasi, organisasi perlu melakukan strategi komunikasi sesuai dengan urutan prioritas. Berikut adalah alur yang perlu dilakukan untuk membuat strategi komunikasi bagi para pemangku kepentingan:

Gambar 1. Tahapan dalam Pembuatan Strategi untuk pemangku kepentingan (Nomor et al., 2019)

Identifikasi Pemangku Kepentingan

Tahap pertama adalah melakukan identifikasi dan menganalisis para pemangku kepentingan. Dalam institusi banyak pihak yang memiliki kepentingan masing –

(4)

masing, baik internal maupun eksternal. Identifikasi membantu institusi fokus

29

memberikan informasi stakeholder sesuai dengan kebutuhan mereka. Clarkson membagi pemangku kepentingan (stakeholder) menjadi dua, yaitu stakeholder primer dan stakeholder sekunder (Salsabila & Santoso, 2018). Stakeholder primer merupakan stakeholder yang memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu program, proyek atau kebijakan. Sedangkan stakeholder sekunder merupakan stakeholder yang tidak memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu program, proyek atau kebijakan tertentu, namun memiliki keterkaitan.

Analisis Pemangku Kepentingan

Setelah menemukan para pemangku kepentingan yang terkait, dianalisis tingkat kepentingan dan kekuasaan mereka pada institusi; tinggi atau rendah, sesuai dengan besar pengaruh dan tingkat ketertarikan pada organisasi.

Pemetaan pemangku kepentingan

Berdasarkan kepentingan dan kekuasaan tersebut, institusi dapat menilai jenis informasi yang perlu diterima masing – masing pemangku kepentingan, tergantung pada posisi atau hubungan para pemangku kepentingan pada aktivitas organisasi.

Dalam melakukan analisis ini, terdapat berbagai model klasifikasi, salah satunya adalah power - interest matrix (Cornelissen, 2014), yakni klasifikasi berdasarkan tingkat kekuasaan dan kepentingan pemangku kepentingan berdasarkan hasil atau outcome proyek, dalam konteks penelitian ini adalah data alumni.

Gambar 2. Power - Interest Matrix

(5)

30

Keterangan:

a. Kategori D (Key player) adalah pihak yang harus diberi perhatian penuh oleh organisasi.

b. Kategori B (Keep informed) adalah mereka yang memiliki keminatan tinggi pada organisasi namun memiliki power yang lemah.

c. Kategori C (Keep satisfied) adalah kategori yang cukup menantang dalam menjalin komunikasi yang baik. Keminatan mereka pada organisasi lemah, namun power mereka tinggi.

d. Kategori A (Minimal effort) mereka adalah pihak - pihak yang tidak memiliki kekuasaan terhadap suatu kepentingan dalam organisasi, bahkan mungkin tidak ingin mengetahui hal tersebut, namun perlu dimonitor

Penentuan Prioritas Stakeholder

Setelah pengkategorian dilakukan maka mulai menyusun strategi komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Strategi yang dimaksud adalah ‘set vision and level of ambition of future engagement and review past actions’ (Business for Social Responsibility, 2012). Artinya, organisasi fokus pada pemangku kepentingan yang punya pengaruh besar, namun pengalaman masa lalu merupakan pedoman penting untuk strategi komunikasi ke depan. Strategi komunikasi menekankan pada kolaborasi dan peningkatan relasi pemangku kepentingan dengan institusi. Upaya – upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara dua pihak, berorientasi pada hubungan jangka panjang, pendekatan yang bertujuan pada misi, visi dan tujuan institusi.

Di tataran perguruan tinggi, kemampuan untuk mengidentifikasi, memprioritaskan dan terlibat dengan komunitasnya mencerminkan perkembangan organisasi. Hasil analisis pemangku kepentingan memiliki dampak penting bagi perguruan tinggi untuk bertahan di penyelenggaraan pendidikan yang semakin ketat.

Mitchell dkk (Pradesa et al., 2019) , menyatakan bahwa memprioritaskan pemangku kepentingan merupakan hal penting, karena identifikasi pemangku kepentingan yang relevan dapat mendukung manajemen stakeholder yang efektif. Menurut Pradesa, Faktor yang dapat mempengaruhi penentuan prioritas stakeholder dalam lingkungan perguruan tinggi adalah sebagai berikut: pertama, kebijakan pemerintah, maka institusi harus memonitoring dan memahami kebijakan dan keputusan pemerintah

(6)

terkait penyelenggaraan Perguruan Tinggi. Kedua, meningkatnya peran perguruan

31

tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya saing di masyarakat. Ketiga, komunikasi dengan rekanan institusi, seperti SMA/ SMK sangat penting untuk rekrutmen calon mahasiswa.

Meskipun penelitian ini belum banyak dilakukan, tetapi pada tahun 2018 terdapat penelitian yang melakukan prediksi masa tunggu alumni mendapatkan pekerjaan menggunakan teknik Data Mining dengan algoritma Naïve Bayes Classifier (Asroni et al., 2018). Penelitian tersebut menggunakan data alumni Universitas Muhammadiah Yogyakarta sebanyak 435 sebagai data training dan 100 data sebagai data testing yang dikumpulkan sejak tahun 2011 – 2014. Tingkat akurasi yang diperoleh sebesar 71%.

Data Mining dan Knowledge Discovery

Data adalah kumpulan sesuatu, sedangkan pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang dapat membantu manusia untuk membuat keputusan yang tepat. Ekstraksi pengetahuan dari sebuah data disebut sebagai data mining. Data mining adalah proses menemukan pengetahuan yang penting dari sejumlah data yang besar yang disimpan dalam database, gudang data (data warehouse) atau repositori informasi lainnya (Han & Kamber, 2011). Data mining juga dapat didefinisikan sebagai proses mengeksplorasi dan analisis sejumlah data yang besar dengan tujuan untuk menemukan pola dan aturan (Negnevitsky, 2001). Secara sederhana, tujuan utama data mining adalah menemukan pengetahuan dan merupakan salah satu tahap dalam proses tersebut. Berdasarkan (Han & Kamber, 2011), knowledge discovery terdiri dari 7 tahap yaitu :

1. Data cleaning, proses untuk menghilangkan derau (noise) dan data yang tidak konsisten.

2. Data integration, proses penggabungan data, jika terdapat lebih dari satu sumber data.

3. Data selection, proses analisis data yang relevan yang diambil dari database.

4. Data transformation, proses transformasi atau penggabungan data ke bentuk yang sesuai untuk proses mining, misalnya dengan melakukan agregasi.

(7)

32

5. Data mining, proses utama dimana intelligent methods diterapkan untuk mengekstrak pola data.

6. Pattern evaluation, proses mengidentifikasi pola yang benar-benar dapat menggambarkan pengetahuan berdasarkan beberapa pengukuran.

7. Knowledge presentation teknik visualisasi dan representasi pengetahuan yang dilakukan menyajikan hasil pengetahuan yang diperoleh kepada pengguna.

Tahap 1 sampai 4 adalah merupakan tahap praproses data, dimana data dipersiapkan sebelum proses mining. Tahap data mining dapat berinteraksi dengan pengguna ataupun basis pengetahuan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yang diawali dengan proses pengumpulan data alumni, selanjutnya data tersebut digunakan sebagai data masukkan untuk proses selanjutnya yaitu transformasi data. Proses ini dilakukan karena data masukkan yang dapat diproses pada metode data mining hanya berupa data numerik sedangkan data mahasiswa terdiri dari data numerik dan non-numerik. Oleh karena itu, data-data non-numerik tersebut perlu ditransformasi menjadi data numerik.

Tahap kedua adalah mencari jumlah cluster terbaik menggunakan metode Elbow.

Tahap selanjutnya adalah penerapan metode K-Means untuk mengelompokkan data alumni. Pengelompokkan dilakukan sebanyak tiga kali yaitu berdasarkan IPK dan lama studi, IPK dan jurusan, serta IPK dan asal daerah. Hasil dari proses clustering kemudian dievaluasi dengan menggunakan pendekatan strategi komunikasi.

Gambar 3. Tahap Penelitian

Metode Elbow merupakan suatu metode yang digunakan untuk menghasilkan informasi dalam menentukan jumlah cluster terbaik dengan cara melihat persentase hasil perbandingan antara jumlah cluster yang akan membentuk siku pada suatu titik

(8)

(Madhulata, 2012). Metode ini memberikan gagasan dengan cara memilih nilai

33

cluster dan kemudian menambah nilai cluster tersebut untuk dijadikan model data dalam penentuan cluster terbaik (Putu et al., 2015). Persentase perhitungan yang dihasilkan akan menjadi pembanding antara jumlah cluster yang ditambah. Hasil persentase yang berbeda dari setiap nilai cluster dapat ditunjukkan dengan menggunakan grafik sebagai sumber informasinya. Jika nilai cluster pertama dengan nilai cluster kedua memberikan sudut dalam grafik atau nilainya mengalami penurunan paling besar maka nilai cluster tersebut yang terbaik (Putu et al., 2015).

K-means merupakan salah satu metode pengelompokkan data non-hierarki (sekatan) yang berusaha mempartisi data ke dalam kelompok sehingga data berkarakteristik sama dimasukkan ke dalam satu kelompok yang sama dan data yang berkarakteristik berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok yang lain. Algoritma K- Means menggunakan proses secara berulang-ulang untuk mendapatkan basis data cluster.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan data alumni periode 2018 – 2019, terdapat beberapa hasil penelitian yang akan dianalisis lebih lanjut untuk memetakan para pemangku kepentingan dan strategi komunikasi yang sesuai dengan mereka. Penelitian ini melakukan tiga clustering yang berbeda, clustering yang pertama yaitu berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan lama studi yang ditunjukkan pada Gambar 4.1. Berdasarkan pengolahan data pertama dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Data terbagi menjadi dua cluster, cluster lama studi di bawah enam semester dan cluster masa studi di atas enam semester.

2. Data menunjukkan alumni dengan lama studi yang lebih cepat belum tentu memiliki IPK yang lebih baik dari alumni dengan masa studi lebih dari enam semester. Terbukti ada beberapa alumni yang memiliki masa studi enam semester memiliki IPK di bawah 3,00. Sekedar catatan, terdapat mahasiswa alih jalur dalam data ini. Mereka yang alih jalur berasal dari jenjang diploma kemudian meneruskan studi ke jenjang sarjana. Dengan demikian mahasiswa alih jalur dapat menempuh studi lebih cepat dibanding mahasiswa regular

(9)

34

seangkatannya. Normalnya, mahasiswa alih jalur dapat menyelesaikan studi dalam kurun waktu dua tahun (empat semester).

3. Data menunjukkan bahwa mayoritas alumni STMIK AKAKOM menempuh waktu studi di atas enam semester (Cluster 2).

Gambar 4.1. Cluster berdasarkan IPK dan Lama studi Keterangan:

- Data alumni yang diolah adalah alumni dari program sarjana Sistem Informasi (SI) dan Teknik Informatika (TI).

- Kode angka yang digunakan adalah cluster 1 = SI dan cluster 2 = TI

Clustering yang kedua, yaitu berdasarkan IPK dan jurusan. Data yang digunakan berasal dari semua jurusan` di STMIK AKAKOM yang ditunjukkan pada Gambar 4.2. Berdasarkan cluster di atas dapat disimpulkan data sebagai berikut:

1. Masing – masing jurusan memiliki perolehan hasil IPK yang relatif sama, mulai IPK dibawah 2,50 hingga menyentuh nilai 4,00.

2. Jurusan Komputerisasi Akuntansi (KA) memang memiliki performa yang menonjol dibanding program studi yang lain. Namun jumlah mahasiswa memang relatif sedikit dibandingkan jurusan yang lain.

(10)

35

Gambar 4. 1 Cluster berdasarkan IPK dan Jurusan

Keterangan:

- Kode 1=SI, 2=TI, 3=MI, 4=KA, 5=TK

Clustering yang ketiga, yaitu berdasarkan IPK dan asal daerah, yang ditunjukkan pada Gambar 4.3. Berdasarkan cluster di atas dapat disimpulkan data sebagai berikut:

1. Sebagian besar data berkumpul di cluster 1. Kode 30 – 40 menunjukkan kode wilayah Provinsi di Pulau Jawa (DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur). Artinya, mahasiswa STMIK AKAKOM dominan berasal dari Pulau Jawa.

2. Alumni dari cluster 1 (Pulau Jawa) rata – rata lulus dengan IPK dengan rentang nilai 3,00 lebih.

3. Alumni dari cluster 2 (sekitar 50-65) yaitu mencakup daerah Bali, NTB, NTT dan Kalimantan menunjukkan IPK yang cukup baik namun, masih ada alumni yang memiliki IPK jauh lebih rendah dibanding daerah lain.

4. Alumni cluster 3 (sekitar 70-91) yaitu mencakup daerah Sulawesi, Maluku, Papua dan Papua Barat cukup sedikit.

5. Alumni cluster 4 (sekitar 11-21) yaitu mencakup daerah Aceh, Sumatera, Riau, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung dan Kep.Riau juga cukup sedikit namun IPK yang diperoleh cenderung baik.

(11)

36

Gambar 4. 2 Cluster berdasarkan IPK dan Asal daerah

Keterangan: Asal daerah sesuai dengan kode wilayah administrasi pemerintahan (https://sig-dev.bps.go.id/webgis/pencariankodenama)

Pembahasan

Berdasar konsep power - interest matrix yang dikemukakan Cornelissen, maka pemangku kepentingan (stakeholder) terkait data alumni dapat dibedakan menjadi pemangku kepentingan primer dan sekunder. Pemangku kepentingan primer adalah manajemen di Perguruan Tinggi, pemerintah dan pengguna lulusan.

Manajemen dimaksud adalah sekelompok pejabat yang berwenang memutuskan aturan dan kebijakan yang akan berdampak pada operasional di Perguruan Tinggi, sehingga perlu diberi perhatian penuh (key Player). Pihak manajemen dapat dijabarkan lebih spesifik sebagai berikut:

1. Bidang Akademik, yaitu bagian struktural yang bertugas melaksanakan kurikulum, pembelajaran, dan layanan administrasi akademik.

2. Bidang Kemahasiswaan, Kewirausahaan dan Alumni, yang meengelola kegiatan dan kesejahteraan mahasiswa, serta menangani alumni di perguruan tinggi.

3. Bidang Humas, Kerjasama, Admisi dan Pemasaran, yang mengelola penerimaan mahasiswa baru, kerjasama dengan pihak eksternal dan melakukan kegiatan promosi

(12)

Pengguna lulusan termasuk dalam prioritas karena data alumni menjadi dasar

37

bekerja sama dengan rekanan dari perusahaan atau industri. Jika data memadai dapat membuktikan bahwa alumni memiliki daya saing di masyarakat. Pengguna lulusan merupakan pemangku kepentingan yang bersinggungan dengan data alumni, namun tidak memberi kekuasaan besar dalam pengelolaannya. Institusi perlu memastikan pengguna lulusan mendapat informasi yang sepadan (keep informed), misalnya mengadakan campus hiring.

Pemerintah juga termasuk pemangku kepentingan yang signifikan. Data dan kualitas lulusan akan dilaporkan secara rutin ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Laporan ini adalah salah satu faktor penilaian akreditasi, baik akreditasi jurusan maupun institusi, sehingga asesor atau penilai akreditasi menjadi bagian dari pemangku kepentingan yang tidak dapat diabaikan. Pemerintah termasuk dalam kategori keep satisfied. Mereka memiliki wewenang dalam kekuasaan, misalnya menentukan nilai akreditasi. Namun di lapangan mereka tidak terlibat secara aktif.

Sedangkan pemangku kepentingan sekunder adalah mahasiswa, orang tua/

wali, rekanan media dan SMA/ SMK yang masuk dalam kelompok monitor.

Mereka tidak terlibat dalam pengelolaan data, adakalanya tidak tahu atau tidak mau tahu mengenai informasi data alumni. Institusi perlu memonitor pemangku kepentingan sekunder, supaya peran mereka maksimal dan berpindah ke kategori yang lebih potensial. Misalnya orang tua/ wali yang puas dengan pendidikan di institusi tersebut, berpotensi untuk merekomendasikan kepada kenalannya. Berikut gambaran pemetaan pemangku kepentingan berdasarkan power – interest matrix:

Pemangku Kepentingan (Stakeholder)

Identifikasi Kepentingan

(Interest) Kekuasaan

(Power) Pemetaan

Manajemen Primer Tinggi Tinggi Key Player/

Manage closely

Pengguna lulusan Primer Tinggi Rendah Keep

informed

Pemerintah Primer Rendah Tinggi Keep satisfied

Mahasiswa Sekunder Rendah Rendah Monitor

Orang tua/ wali Sekunder Rendah Rendah Monitor

Rekanan Media Sekunder Rendah Rendah Monitor

SMA/ SMK Sekunder Rendah Rendah Monitor

Tabel 1. Pemetaan Pemangku Kepentingan

(13)

38

Strategi Komunikasi

Kebijakan komunikasi dapat dikembangkan melalui pemahaman tentang pemangku kepentingan karena mereka memiliki ekspektasi, keinginan, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Aspek penting dari komunikasi yang dinilai efektif adalah memastikan informasi dapat tersampaikan, tujuannya jelas, dan sesuai dengan konteksnya. Komunikasi ini dilakukan untuk mendukung alumni secara maksimal.

Menurut Bourne, komunikasi pada pemangku kepentingan dapat dilakukan dengan tiga acara, yaitu menyediakan informasi atau pelaporan, melakukan pemasaran (broadcast communication) dan mengarahkan komunikasi pada pemangku kepentingan yang dianggap penting. Lebih detilnya, komunikasi terarah menggunakan taktik seperti;

1. menyelaraskan kebutuhan proyek dengan pemangku kepentingan, seperti memberi keuntungan yang akan mereka dapatkan

2. melibatkan pemangku kepentingan lain untuk memberikan pengaruh atau membangun jaringan untuk mendorong pemangku kepentingan yang lain 3. menyampaikan informasi secara bertahap dan berulang

4. membuat informasi yang beragam dan mudah diakses

Setelah diketahui pemetaan pemangku kepentingan dari pengolahan data alumni, selanjutnya disusun strategi komunikasi yang tepat dan efektif, sebagai berikut:

Pemangku

Kepentingan Kepentingan Strategi Komunikasi Pemangku Kepentingan internal terkait

Media Komunikasi Manajemen:

Bidang Akademik

Menghasilkan lulusan yang berkompeten

• Membuat kebijakan nilai minimal IPK bagi mahasiswa yang akan lulus

Mahasiswa diminta untuk mengulang mata kuliah dengan nilai kurang memuaskan

Melakukan evaluasi pada jurusan SI dan MI, karena IPK minimal alumni yang cenderung lebih rendah dibanding jurusan lain, padahal jumlah mahasiswa relatif lebih sedikit

Bidang

Kemahasiswaan, Kewirausahaan dan Alumni

• Sosialisasi melalui masing - masing program studi

• Sistem akademik kampus

(14)

39

Pemangku

Kepentingan Kepentingan Strategi Komunikasi Pemangku Kepentingan internal terkait

Media Komunikasi Manajemen:

Bidang Humas, Kerjasama, Admisi dan Pemasaran

Promosi bagi calon

mahasiswa

baru dan menjalin

relasi dengan kalangan industri

Memprioritaskan promosi ke wilayah Pulau Jawa, sebagai

daerah yang potensial

Jumlah alumni di cluster 3, terutama yang berasal dari Pulau Sulawesi masih relatif sedikit.

Kegiatan promosi dan program kerjasama institusi untuk ke depan dapat diarahkan ke daerah pulau Sulawesi, terutama untuk menjaring calon mahasiswa baru

Berdasarkan data alumni, performa untuk cluster 4, yaitu Pulau Sumatera, cukup baik, maka kegiatan promosi dan program kerjasama institusi ke depan dapat

mempertimbangkan wilayah ini jika dana mencukupi

• Menjaring lulusan diploma untuk lanjut program sarjana

Bidang Akademik, Bidang

Kemahasiswaan, Kewirausahaan dan Alumni

Pameran Pendidikan (roadshow)

• Promosi melalui website dan media sosial kampus

Pengguna

lulusan Mendapatkan lulusan yang berkompeten

Merekomendasikan mahasiswa yang lulus tepat waktu, lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan lulusan diploma yang unggul secara praktik yang sesuai dengan kriteria pengguna lulusan

Bidang

Kemahasiswaan, Kewirausahaan dan Alumni

• Campus hiring

• Praktek kerja lapangan

Jejaring alumni Pemerintah Mendapatkan

laporan atau tracer study yang layak, valid dan update dari perguruan tinggi

• Membuat

perwakilan alumni di area tertentu untuk menjaga komunikasi dengan alumni

• Membuat angket atau kuesioner yang

Bidang

Kemahasiswaan, Kewirausahaan dan Alumni

• Laporan PD Dikti

• Website alumni

Whatsapp Group alumni

(15)

40

Kepentingan Kepentingan Pemangku Strategi Komunikasi Pemangku Kepentingan internal terkait

Media Komunikasi sederhana dan

komunikatif

• Memberikan

souvenir pada alumni yang bersedia terlibat dalam tracer study Mahasiswa Lulus dengan

nilai memuaskan dan mendapatkan pekerjaan

• Menyalurkan

lulusan ke dunia kerja

Menghubungkan

lulusan dengan alumni

Pembimbingan dan pembekalan lulusan

Bidang Akademik, Bidang

Kemahasiswaan, Kewirausahaan dan Alumni

• Seminar

• Workshop

Kuliah umum

Orang

tua/wali Anak lulus dan mendapatkan pekerjaan

• Melaporkan hasil belajar mahasiswa secara real time

• Mengarahkan

mahasiswa untuk tidak sekedar lulus cepat, namun meraih predikat memuaskan

Bidang

Akademik Sistem akademik kampus

Rekanan

media Menghasilkan konten yang informatif ke masyarakat luas

Membuat konten mengenai lulusan

berprestasi, lulusan tercepat, lulusan dengan predikat memuaskan,

terutama untuk mendukung lulusan Diploma

Manajemen:

Bidang Humas, Kerjasama,

Admisi dan Pemasaran

Mengundang rekanan ke acara

internal

• Membuat press release

SMA/ SMK Memiliki referensi

studi lanjut untuk peserta didiknya (siswa SMA/SMK)

Menjalin dan meningkatkan hubungan

dengan SMA/SMK di area Pulau Jawa sebagai kantong promosi yang potensial

Manajemen:

Bidang Humas, Kerjasama,

Admisi dan Pemasaran

Kunjungan industri ke kampus

Pameran Pendidikan

• Penelitian dan pengabdian pada masyarakat

SIMPULAN Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa stakeholder primer, yang memiliki pengaruh langsung terhadap data alumni adalah manajemen, pengguna lulusan dan pemerintah.

Sedangkan stakeholder sekunder yang memiliki pengaruh tidak langsung adalah mahasiswa, orang tua/ wali, media dan SMA/ SMK. Strategi komunikasi yang

(16)

dilakukan adalah komunikasi terarah yang disesuaikan dengan kepentingan masing-

41

masing pemangku kepentingan. Komunikasi adalah sebuah proses yang berulang dan berkelanjutan, oleh karena itu relasi perlu dikembangkan sesuai dengan tujuannya.

Saran

1. Data alumni yang dimiliki adalah salah satu komponen yang dapat digunakan untuk evaluasi secara internal, namun sekaligus menjadi aset penting untuk menyusun strategi komunikasi dengan pihak pemangku kepentingan eksternal. Berdasarkan hal tersebut, maka data alumni perlu dikelola dengan baik.

2. Supaya pengambilan keputusan bisa berjalan dengan seimbang dan tidak pincang, maka saran untuk penelitian ke depan adalah sebagai berikut:

a. Memisahkan clustering program studi sarjana dengan diploma atau clustering per jurusan

b. Data mahasiswa alih jalur sebaiknya dipisahkan dari mahasiswa jalur reguler

c. Untuk clustering IPK dan daerah asal, sebaiknya clustering dilakukan per jurusan untuk menghasilkan data yang lebih detil

DAFTAR PUSTAKA

Asroni, A., Maharty Ali, N., & Riyadi, S. (2018). Perkiraan Masa Tunggu Alumni Mendapatkan Pekerjaan Menggunakan Metode Prediksi Data Mining Dengan Algoritma Naive Bayes Classifier. Semesta Teknika, 21(2), 189–197.

https://doi.org/10.18196/st.212225

Bourne, L. (2016). Targeted Communication: The Key to Effective Stakeholder Engagement. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 226(September), 431–438.

https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.06.208

Business for Social Responsibility. (2012). Stakeholder Engagement Strategy. June, 1–8.

https://www.bsr.org/reports/BSR_Stakeholder_Engagement_Strategy_Briefing_Paper.

pdf%0Ahttp://anpha.gov.au/internet/anpha/publishing.nsf/Content/CA2C56665DBF72 80CA257B7E00270FBB/$File/ANPHA STAKEHOLDER STRATEGY FINAL.pdf Cornelissen, J. (2014). Corporate Communication: A Guide to Theory & Practice (Fourth).

Sage Publication.

(17)

42

Han, J., & Kamber, M. (2011). Data Mining: Concepts and Techniques. In Elsevier (Vol.

12). https://doi.org/10.1007/978-3-642-19721-5

Madhulata, T. S. (2012). An overview on clustering methods. IOSR Journal of Engineering, 11(6), 583–605. https://doi.org/10.3233/ida-2007-11602

Negnevitsky, M. (2001). Artificial intelligence. In Library: Vol. VII.

Nomor, V., Desember, J., Fedora, S. D., & Hudiyono, R. F. (2019). Analisis Pemangku Kepentingan (Stakeholder) pada Unit Hubungan Masyarakat (Humas) dan Kesekretariatan PT Semen Padang. Jurnal Administrasi Bisnis Terapan, 2(1).

https://doi.org/10.7454/jabt.v2i1.72

Pradesa, H., Priatna, R., & Novira, A. (2019). Perspektif Analisis Stakeholder pada Perguruan Tinggi: Sebuah Pengalaman Praktis dari Literatur Terdahulu. Konferensi

Nasional Ilmu Administrasi, 3(1), 1–5.

http://180.250.247.102/conference/index.php/knia/article/view/208

Putu, N., Merliana, E., & Santoso, A. J. (2015). Analisa Penentuan Jumlah Cluster Terbaik pada Metode K-Means. Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu & Call for Papers UNISBANK, 978–979.

Salsabila, T. A., & Santoso, R. S. (2018). Analisa Stakeholders (Aktor Kebijakan) dalam Pengembangan Obyek Wisata Candi gedongsongo di Kabupaten Semarang. E-Jurnal Undip, 1–15.

Susilo, M. E., Prayudi, & Erawati, H. (2016). Pendekatan Stakeholders Engagement dalam Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(2), 122–135.

Referensi

Dokumen terkait

Simpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Hasil perhitungan uji t didapatkan nilai t hitung sebesar 4,36. nilai tersebut kemudian dibandingkan

Banyak strategi pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan minat, motivasi, kesenangan siswa dalam

Untuk meningkatkan kualitas semen sapi aceh yang disimpan dingin sebaiknya hanya menambahkan ekstrak kulit buah naga merah sampai dosis 0,2 g/100 ml dalam media sitrat

Prevalensi Patogen Penyebab Mastitis Subklinis (Staphylococcus aureus dan Streptococcus agalactiae) dan Patogen Penyebab Mastitis Subklnis lainnya pada Peternakan

Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, peneliti menggunakan alat pengujian statistik one sample t-test, karena berdasarkan uji normalitas diketahui bahwa

Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan Program Studi Sistem Informasi S-1 pada Fakultas Teknik Universitas

Angandika wong kang ahlul supi, khakekate amaujud edat, iku rupane maklume, kang aneng ndalem ngelmu, ing tingale tekeng ing budi, de ngelmune tan ana, tan

Lama penyimpanan 8 minggu memiliki perlakuan terbaik dalam menurunkan kandungan NDF%, ADF%, dan ADL%, namun belum mampu meningkatkan kandungan hemiselulosa% dan selulosa%