PROSES PERAKITAN SEPEDA MOTOR PADA ASSEMBLING DI PT.XXX
Hotber Mangantar 23411404
23411404 Teknik Mesin
Dr.-Ing.MohamdYamin
LATAR BELAKANG
Sepeda Motor adalah salah satu sarana transportasi yang banyak di gunakan untuk menghindari kemacetan,kendaraan bermotor yang lebih sering kitag y g g jumpai adalah sepeda motor..Dalam menyikapi persaingan pasar dalam penjualan sepeda motor,tiap produsen harus mampu menjual sepeda motor dengan kualitas yang bagus dan harga terjangkau.sehingga dalm hal ini proses perakitan sepeda motor sangat motor ada beberapa proses yang harus dilalui,di antaranya : die casting,painting plastic,painting steel,plastic injection dan assembly.
Merupakan proses terakhir dalam pembuatan unit sepeda motor. proses perakitan sepeda motor merupakan penyambungan dari beberapa komponen
b k
atau sub komponen.
Pokok Pembahasan
Pokok pembahasan dalam laporan kerja praktek mengenai
“Proses Perakitan SepedaMotor Matik Tipe X” di titik beratkan pada pembahasan jalannya proses perakitan.
B t M l h
Batasan Masalah
Dalam penulisan Laporan kerja praktek mengenai
“Proses Perakitan Sepeda Motor Matik Tipe X”,penulis membatasi masalah-masalah yang akan dibahas,yaitu :
• Pengamatan terhadap proses perakitan dilakukan hanya
untuk unit sepeda motor skutik tipe X. p p
Metode Pengumpulan Datag p
Dalam mengumpulkan data di PT.XX untuk pembuatan Laporan kerja mengenai“ Proses perakitan sepeda Motor Matik Tipe X”digunakan 2 metode,yaitu metode penelitian lapangan,metode pengukuran kerja dan metode tinjauan pustaka.
Metode Penelitian Lapangan (Survei)
Dalam metode ini awalnya penulis melakukan pengamatan secara langsung mengenai proses mengenai proses assembling dari awal yang hanya ada rangka dan mesin hingga menjadi sebuah sepeda motor.setelah itu melakukan tanya
j b t k d k l t k i i t f l l bih ti i j l
jawab atau wawancara kepada kepala teknisi atau foreman yang secara langsung lebih mengerti mengenai jalanya proses assembling tersebut.
Metode Pengukuran Kerja Metode Pengukuran Kerja
Dalam melakukan metode ini,penulis melakukan pengukuran tentang waktu yang dibutuhkan tiap station dalam melakukan 1x proses kerja dengan menggunakan stopwatch.di sini penulis melakukan pengukuran terhadap tiap station yang ada di bagian assembling Line B,Plant 1,PT.XXX.
Metode Tinjauan Pustaka
Dengan metode tinjauan pustaka ini,dilakukan pencarian berbagai informasi yang berakitan dengan proses assembling dari berbagai literatur seperti buku-buku ilmiah,makalah,artiikel dari situs internet dan literatur lain.g p
• Teori Dasar
• Sepeda Motor
• Berikut ini kategori motor saat ini :
• Berikut ini kategori motor saat ini :
• Sport Bike
• Ini jenis yang motor berkategori sport.Motor jenis ini lebih mengutamakan performa daripada kenyamanan. Ciri-ciri motor ini adalah memiliki riding position membungkuk, memiliki jok belakang bertingkat, menggunakan fairing dan suspensi belakangnya menganut sistem monoshock. Motor ini digunakan untuk balapan di jalan beraspal. Karena jarak bodi motor dan tanah lumayan rendah. Hal ini untuk menjaga aerodinamis motor agar motor bisa melaju kencang tanpa hambatan dari bodi
untuk menjaga aerodinamis motor agar motor bisa melaju kencang tanpa hambatan dari bodi.
• Road Bike Sport
• Motor jenis ini digunakan di jalan beraspal, namun tidak digunakan untuk ajang balapan. Motor jenis ini digunakan untuk sehari-hari.
Motor jenis ini mempunyai jarak bodi dan tanah yang lebih tinggi dibandingkan Sport Bike. Motor jenis ini juga bisa digunakan di medan berbatu, walaupun penggunaannya terbatas, dibandingkan dengan motor jenis Offroad Bike.
C i ik
• Cruiser Bike
• Motor jenis ini umumnya bergaya Chopper. Karena ciri ciri motor jenis ini adalah Retro Classic, memiliki torsi mesin yang besar dan mempunyai kemampuan menarik beban besar. Biasanya motor jenis ini identik dengan mesin 2 silinder, riding position yang santai dan bergaya Chopper.
• Offroad Bike
• Jenis motor yang dikhususkan untuk melibas medan berat.Misalnya medan berbatu dan berlumpur. Motor jenis ini mempunyai ciri kontur ban kasar, menyerupai pacul atau tahu. Motor jenis ini mempunyai torsi besar dan tahan banting. Jarak bodi dan tanah relatif tinggi. Motor jenis ini tidak mengejar top speed, namun akselerasi. Motor jenis ini memiliki jenis suspensi yang lebih daripada motor lain karena penggunaannya di medan berat.
• All Terain Bike
• Jenis motor ini hampir sama dengan Offroad bike, namun motor jenis ini mempunyai 4 rods Motor jenis ini digunakan untuk segala medan. yang lebih ekstrim. Sesuai dengan namanya, motor ini juga mempunyai torsi besar namun low di bagian top speed. Motor jenis ini juga disebut dengan All Terrain Vehicle, atau kendaraan segala medan.
• Snow Bike
• Jenis motor ini khusus digunakan untuk medan bersalju.Di negara kita, motor jenis ini tidak dijual.Karena negara kita beriklim tropis. g j g , j j g p Motor jenis ini tidak menggunakan roda, melainkan menggunakan sistem caterpillar. Sistem yang digunakan untuk Tank.Sedangkan untuk kemudi, menggunakan dua bilah besi agar bisa meluncur di atas salju.
Moped
Motor jenis inilah yang merajai jalanan di negara kita. Motor jenis ini lebih dikenal dengan istilah motor bebek Motor moped memang sangat kondang di dikenal dengan istilah motor bebek. Motor moped memang sangat kondang di Asia.Motor jenis ini memang khusus digunakan untuk kegiatan sehari-hari.
Motor ini biasanya ber-cc kecil, karena penggunaannya.
S / S
Skuter / Skutik
Motor jenis ini mempunyai ciri khas yaitu adanya ruang kosong diantara kemudi dan pengendara.Pabrikan pelopor pembuat skuter ialah kemudi dan pengendara.Pabrikan pelopor pembuat skuter ialah Piaggio.Pabrikan asal Italia ini sukses dengan varian Vespanya.Sehingga sampai saat ini skater selalu identik dengan Vespa Piaggio. Motor jenis ini sangat cocok untuk pengendara wanita. Saat ini skuter banyak yang
k t i i t ti
menggunakan tranmisi otomatis.
Metode Perakitan
Dalam perakitan terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan sesuai dengan Dalam perakitan terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan.Macam - macam metode peraktian,adalah :
Metode perakitan yang dapat ditukar tukar.
Pada metode ini bagiati bagian yang akan dirakit dapat ditukarkan satu sama lain ( Pada metode ini, bagiati-bagian yang akan dirakit dapat ditukarkan satu sama lain (
interchangeable),karena bagian tersebut dibuat oleh suatu pabrik secara massal dan sudah distandarkan baik menurut ISO, DIN, JIS, dan lain sebagainya. Keuntungan bila kits
menggunakan bagian atau komponen yang telah distandarkan adalah waktu perakitan komponen yang lebih cepat dan dalam penggantian komponen yang rusak dapat diganti komponen yang lebih cepat dan dalam penggantian komponen yang rusak dapat diganti dengan komponen yang sejenis yang ada di pasaran. Akan tetapi tetap mempunyai kerugian yaitu kita harus membeli komponen tersebut dengan harga yang relatif lebih mahal.
Perakitan dengan pemilihan Perakitan dengan pemilihan.
Pada metode perakitan dengan metode pemilihan,komponen-komponennya juga dihasilkan dengan produksi massal yang pengukuran-pengukurannya tersendiri menurut batasan-batasan ukuran.
Perakitan secara individual.
Perakitan secara individual dalam pengerjaannya tidak dapat kita pisahkan antara pasangan satu dengan pasangannya.karena dalam pengerjaannya harus berurutan tergantung bagian yang sebelumnya Salah satu komponen yang berpasangan tersebut kita selesaikan terlebih yang sebelumnya.Salah satu komponen yang berpasangan tersebut kita selesaikan terlebih dahulu, kemudian pasangan lainnya menyusul dengan ukuran patokan yang diambil dan komponen yang pertama.
Macam dan Jenis Perakitan
Pada umumnya ada dua macam jenis perakitan yaitu : Perakitan Manual
Perakitan manual, yaitu perakitan yang sebagian besar proses dikerjakan secara
konvensional atau menggunakan tenaga manusia dengan peralatan yang sederhana tanpa alat-alat bantu yang spesifik atau khusus.
Perakitan otomatis
Perakitan otomatis yaitu perakitan yang dikerjakan dengan sistem otomatis seperti Perakitan otomatis, yaitu perakitan yang dikerjakan dengan sistem otomatis seperti otomasi, elektronik, mekanik, gabungan mekanik dan elektronik (mekatronik), dan membutuhkan alat bantu yang lebih khusus.
S d k k j i ki d dib d k j i d k k
Sedangkan untuk jenis perakitan dapat dibedakan menurut jenis produk yang akan dilakukan perakitan yaitu :
•Produk tunggal Jenis perakitan tunggal yaitu perakitan dengan produk hanya satu jenis sajaj
•Produk seri Jenis perakitan produk seri adalah bila perakitan dilakukan dalam jumlah massal dalam bentuk dan ukuran yang sama. Contohnya: proses perakitan produk elektronik, perakitan mobil, perakitan motor dan lain-lain.
Sambungan
Proses penyambuungan yaitu proses menghubungkan antara sate benda dengan benda lainnya.Dalam Proses Penyambungan menjadi sebuah benda utuh, dibutuhkanlah elemen penyambung. Melihat dari fungsinya, elemen penyambung sudah pasti akan mengalami pembebanan saat benda yang penyambung sudah pasti akan mengalami pembebanan saat benda yang dirangkainya dikenai beban.
Ada dua jenis sambungan yang dikenal secara umum :
•Sambungan Tetap (Permanent Joint)
merupakan sambungan yang bersifat tetap, sehingga tidak dapat dilepas selamanya kecuali dengan merusaknya terlebih dahulu Contohnya : selamanya, kecuali dengan merusaknya terlebih dahulu.Contohnya : sambungan paku keling (rivel joint) dan sambungan las (welded joint).
•Sambungan Tidak Tetap (Semi Permanent)
k b b if t t hi ih d t
merupakan sambungan yang bersifat sementara, sehingga masih dapat dibongkar pasang selagi masih dalam kondisi normal.Contohnya, yaitu sambungan mur-baut atau ulir (screwed joint) dan sambungan pasak (keys joint).
j )
Sambungan
Paku KelingPaku keling adalah batang silinder pendek dengan sebuah kepala di bagian was, silinder tengah sebagai badan dan bagian bawahnya yang berbentuk kerucut terpancung sebagai ekor, seperti gambar di bawah. Konsruksi kepalap g g , p g p (head) dan ekor (tail) dipatenkan agar permanen dalam menahan kedudukan paku keling pada posisinya. Badan
(body) dirancang untuk kuat mengikat sambungan dan menahan beban kerja yang diterima benda yang disambung saat berfungsi.
Penggunaan sambungan keling dapat dipakai untuk :
S b i b k k t d l k t k i l i (k t k i
•Sebagai sambungan kekuatan dalam kontruksi logam ringan (kontruksi bertingkat,kontruksi jembatan dan kontruksi pesawat pengangkat) pada setiap kontruksi mesin pada umumnya
•Sebagai sambungan kekuatan ke dalam kontruksi ketel tangki dan pipa
•Sebagai sambungan kekuatan ke dalam kontruksi ketel, tangki dan pipa dengan tekanan tinggi tetapi sekarang ketel umumnya dilas
•Sebagai sambungan kedap untuk tangki, cerobong asap pelat, pipa penurunan dan pipa pelarian yang tidak memiliki tekanan
penurunan dan pipa pelarian yang tidak memiliki tekanan
• Sebagai sambungan paku untuk kuliat plat (kontruksi kendaraan dan kontruksi pesawat udara).
Gambar.Sambungan Paku Keling
Sambungan Las
Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam menjadi satu akibat pans Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam menjadi satu akibat pans dengan atau tanpa pengaruh tekanan atau dapat jugs didefinisikan sebagai ikatan metalurgi yang ditimbulkan oleh gaya tarik menarik antara atom. Mengelas adalah menyambung dua bagian logam dengan cara memanaskan sampai suhu adalah menyambung dua bagian logam dengan cara memanaskan sampai suhu lebur dengan memakai bahan pengisi atau tanpa bahan pengisi.
Untuk menyambung baja bangunan kita mengenal 2 jenis las yaitu:
•Las Karbid (las Otogen)
Yaitu pengelasan yang menggunakan bahan pembakar dari gas oksigen (zat asam) dan gas acetylene (gas karbid). Dalam konstruksi baja las ini hanya untuk pekerjaan-pckerjaan ringan atau konstruksi sekunder, seperti; pagar besi,teralis dan sebagainya.
•Las Listrik (Las Lumer)
Yaitu pengelasan yang menggunakan energi listrik. Untuk pengelasannya diperl kan pesa at las ang dilengkapi dengan d a b ah kabel sat kabel diperlukan pesawat las yang dilengkapi dengan dua buah kabel, satu kabel dihubungkan dengan penjepit benda keria dan sate kabel yang lain dihubungkan dengan tang penjepit batang las / elektrode las. Jika elektrode las tersebut didekatkan pada benda kerja maka terjadi kontak yang menimbulkan panas yang didekatkan pada benda kerja maka terjadi kontak yang menimbulkan panas yang dapat melelehkan baja dan elektrode (batang las)
tersebut juga ikut melebur ujungnya yang sekaligus menjadi pengisi pada celah sambungan las. Karena elektrode / batang las ikut melebur maka lama-lama habis dan hares diganti, dengan elektrode yang lain. Dalam perdagangan elektrode / batang las terdapat berbagai ukuran diameter yaitu 2V2 mm, 3%, mm, 4 mm, 5 mm, 6 mm,dan 7 mm.Untuk konstruksi baja yang bersifat strukturil (memikul beban konstruksi) maka sambungan las tidak diijinkan menggunakan las Otogen, tetapi harus dikerjakan dengan las listrik dan hares dikerjakan oleh tenaga kerja ahli yang profesional.
Gambar.Sambungan Las Keterangan :
a)Sambungan tumpu (butt joint); kedua bagian benda yang akan disambung diletakkan pada bidang datar yang sama dan disambung pada kedua ujungnya.
b)Sambungan sudut (corner joint); kedua bagian benda yang akan disambung membentuk sudut siku-siku dan disambung pada ujung sudut tersebut.
c)Sambungan tumpang (lap joint); bagian benda yang akan disambung saling menumpang (overlapping) satu sama lainnya.
d)Sambungan T (tee joint); satu bagian diletakkan tegak lurus pada bagian yang lain dan membentuk huruf T yang terbalik.
e)Sambungan tekuk (edge joint); sisi-sisi yang ditekuk dari ke dua bagian yang akan disambung sejajar, dan sambungan dibuat pada kedua ujung bagian tekukan yang sejajar tersebut.
Sambungan Ulir
Sambungan ulir adalah sambungan yang menggunakan kontruksi ulir untuk mengikat dua atau lebih komponen permesinan.Sambungan Ulir merupakan jenis dari sambungan semi permesinan.Sambungan Ulir merupakan jenis dari sambungan semi permanent (dapat dibongkar pasang). Sambungan ulir terdiri dari 2 (dua) bagian, yakni Baut (Inggris=Bolt, yakni yang memiliki ulir di bagian luar) dan Mur (Inggris = Nut, yakni yang memiliki ulir di b i d l )
bagian dalam).
Dilihat dari kontruksi yang memiliki ulir (yang dapat di bongkar pasang) sambungan.ulir memiliki fungsi teknis utama, yaitu :
•Digunakan untuk bagian mesin yang memerlukan sambungan dang g y g g pelepasan tanpa merusak bagian mesin perawatan.
•Untuk memegang dan penyesuaian dalam perakitan.
Sambungan Solder
Sambungan solder merupakan penyambungan dari logam (besi, baja, tembaga, kuningan, seng dan baja paduan) dengan
pengkatan oleh bahan tambah yang dicairkan, dimana titik cair bahan tambah lebih rendah dari titik cair logam yang
disambungkan.
G b S b S ld
Gambar.Sambungan Solder
Proses Produksi
Proses produksi dalam penelitian merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.
Jenis-Jenis Proses Produksi
berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksig j g g p dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa administrasi. Proses produksi dilihat dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus(Continuous processes) dan proses produksi terputus-putus (Intermittent
) processes).
Perusahaan menggunakan proses produksi terns-menerus apabila di dalam
perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir. Proses produksi terputus-putus apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah.
Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti:
•Volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan
K lit d k di tk
•Kualitas produk yang disyaratkan
•Peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses. Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap situasi produksi.p p
Macam-macam tipe proses produksi dari berbagai industri dapat dibedakan sebagai berikut:
•Proses produksi terus-menerus
Produk diproses dalam kumpulan produk bukan atas dasar aliran terus¬ menerus Produk diproses dalam kumpulan produk bukan atas dasar aliran terus¬-menerus dalam proses produk ini. Perusahaan yang menggunakan tipe ini biasanya terdapat sekumpulan atau lebih komponen yang akan diproses atau menunggu untuk diproses, sehingga lebih banyak memerlukan persediaan barang dalam proses.
•Proses produksi terputus-putus
Proses produksi ini merupakan penggabungan dari proses produksi terus-menerus dan terputus-putus. Penggabungan ini digunakan berdasarkan kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara penuh
perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara penuh.
Manfaat yang Diciptakan
Diliat dari segi kegiatan atau manfaat dapat dibagi menjadi 5 manfaat, yaitu :
•Manfaat Dasar (Primary Utility)
terjadi jika kegiatan yang dilakukan perusahaan merupakan kegiatan yang bergerak dalam bidang pengambilan dan penyediaan barang-barang atau hasil-hasil dari sumber yang sudah tersedia oleh
p g p y g g y g
alam, misalnya perusahaan tambang, perikanan, dan lain-lain.
•Manfaat Bentuk (Form Utility)
Proses produksi ini terjadi setelah manfaat dasar dilakukan kemudian baru dilakukan proses selanjutnya untuk menciptakan manfaat yang lebih baik lagi. Proses produksi yang menciptakan manfaat bentuk adalah pembuatan meubel.
•Manfaat Waktu (Time Utility)
kenaikan nilai barang yang mempunyai selisih waktu, misainya disimpan di pergudangan (Bulog) setelah harga-harga naik, maka beras yang tidak habis dalam masa turunnya harga karena waktu berjalan terus menyebabkan nilai beras terus bertambah.
•Manfaat Tempat (Place Utility)
Manfaat tempat dapat dilihat pada perusahaan transportasi, misalnya perusahaan kereta api, bis, truk maupun pesawat. Perusahaan tersebut akan menyebabkan bertambahnya manfaat barang yang dipindahkan tersebut, seperti basil - hasil pertanian yang diangkut ke kota.
•Manfaat Milik (Ownership Utility)
Usaha untuk memindahkan barang dari hak milik orang yang satu ke orang yang lain, contohnya:
pedagang, toko, dealer, distributor, pengecer dan sebagainya.
PEMBAHASAN HASIL ASSEMBLING
Proses Assembling
Line assembly merupakan bagian terakhir dari suatu proses produksi. Di bagian inilah berbagai komponen dirakit menjadi sebuah produk bare, dimana line assembling ini terbagi menjadi beberapa bagian. Setiap unit harus melalui beberapa station kerja dimana setiap station tersebut terdapat operator yang memiliki tugasnya masing -
i i d d d i d ( ) d h
masing sesuai dengan Standard Operation Procedur (SOP) yang sudah ditentukan untuk mengerjakan bagian - bagian dalam unit tersebut hingga station kerja terakhir dimana komponen - komponen yang dirakit menjadi suatu unit
dirakit menjadi suatu unit.
Pada line assembling sepeda motor skutik tipe X di Plant 1 PT XXX ini terdapat 2 bagian, yaitu sub frame dan main line. Pada sub framedan main line ini menggunakan conveyor sebagai sub.framedan main line ini menggunakan conveyor sebagai pentransferan komponen dari satu station ke station yang lain. Untuk mempermudah proses perakitan, di atas conveyor tersebut dilengkapi dengan jig sebagai alat penyangga unit yang akan dirakit.g j g g p y gg y g
Gambar.Alur Proses Produksi
Si t d k i di k t k b t d t tik Sistem produksi yang digunakan untuk pembuatan sepeda motor matik tipe X di PT XXX ini menggunakan continous production. Sistem continous production ini digunakan karena jumlah produksi yang dihasilkan besar (produksi masal) dengan variasi yang tidak terlalu banyak dihasilkan besar (produksi masal) dengan variasi yang tidak terlalu banyak dan sudah distandarisasi. Dalam 1 hari kerja dibagi menjadi 3 shift yang untuk 1 shiftnya terdapat 102 man power dan dapat menghasilkan 2000 unit per hari untuk sepeda motor matik tipe X dengan cycle time 21 detik.
unit per hari untuk sepeda motor matik tipe X dengan cycle time 21 detik.
Awal dari informasi kualitas diawali darn operator mesin yang langsung melihat kualitas setelah proses. Kemudian apabila terjadi masalah kualitasp p j operator menginformasikannya kepada QCL dimana is berhak untuk memutuskan bahwa barang tersebut siap untuk diproduksi. Jika ditemukan barang NG maka status part tersebut NG (reject).Sedangkan terdapat keraguan dalam mengambil keputusan (khususnya menyangkut dengan fungsi di proses selanjutnya) maka informasi masalah akan naik ke QCO, Qco akan menganalisa masalah tersebut dan mengkoordirasikan dengan
k i t k it b l bil k t k h b t b t OK
seksi terkait sebelum mengambil keputusan apakah barang tersebut OK atau NG.
Gambar Diagram Alur Informasi Kualitas Gambar. Diagram Alur Informasi Kualitas
Gambar. Diagram Alir Proses Assembling Sub Frame
Awal proses assembling ini diawali dengan proses pencetakan numbering pada frame body. Frame body diletakan pada mesin numbering lalu scan pads barcode tag sehingga mesin numbering akan mencetak nomor rangka pada
f b d l h i i d hk k j h & b b ll
frame body, setelah itu pindahkan ke meja shooter. Pasang top & bottom ball pada mesin MIC Press Cone Race dan letakan frame body untuk di press pada mesin M/C Press Cone Race, kemudian pindahkan pada meja shooter berikutnya untuk diberikan grease pada bagian yang telah di press tersebut Pasangkan key untuk diberikan grease pada bagian yang telah di press tersebut. Pasangkan key set pada frame body, kemudian pada saat bersamaan pasang sticker mark X dan cover key set pada fender assy serta kaitkan kunci motor ke seat lock comp.
Letakkan fender assy tersebut di conveyor Letakkan fender assy tersebut di conveyor.
Angkat frame body dari meja shooter dan letakan pada jig conveyor untuk memasangkan fender assy pada sisi belakang, kaitkan dan dipastikan agar tidak mudah lepas. Kemudian pasang coil IGN, cap & noise supressor assy danp p g , p p y dikencangkan dengan impact wrench. Sedangkan cushion assy hanya dikaitkan saja. Proses terakhir assembling pada bagian sub frame ini dengan melakukan check hasil numbering dan mengoleskan cairan clear pada basil number dan mengencangkan fender assy dengan menggunakan impact wrench.
Gambar.diagram Alir Proses Asembling Main Line
Awal proses pada bagian main line, yaitu memindahkan assy engine ke conveyor main line. Kemudian check dan memberi tanda pada area b si dengan paint marker bir Lal pindahkan j ga frame bod dari check dan memberi tanda pada area busi dengan paint marker biru. Lalu pindahkan juga frame body dari bagian sub frame dengan menggunakan engine lifter ke main line untuk digabungkan dengan assy engine.
Penggabungan antara assy engine dengan frame body dengan bolt flange 10x270 pada lift engine hanger.
Dan posisikan frame body ke engine assyy dan pemasangan cushion assy.
Lalu pasangkan kabel harness dengan cara mengaitkan kabel harness dengan cara mengaitkannya Lalu pasangkan kabel harness dengan cara mengaitkan kabel harness dengan cara mengaitkannya dengan main pipe, clamber cable dan guide cable di frame body sampai mengunci. Pasangkan side stand ke frame body dengan mengoleskan grease terlebih dahulu pada side stand tersebut.
Selanjutnya pemasangan key set dan tank assy fuel. Pemasangan dengan screw flat U lock 6x 12 sebanyak 2 ulir Lalu dilakukan pemasangan top ball stell sebanyak 23 buah dan hose assy fuel feed yang sebanyak 2 ulir. Lalu dilakukan pemasangan top ball stell sebanyak 23 buah dan hose assy fuel feed yang merupakan penghubung antara targki bahan bakar dengan ruang bakar pada engine.
Tahap berikutnya yaitu pemasang steering handle assy. Pasangkan steering handle assy ke front fork assy. Kemudian pada proses pemasangan front wheel, yaitu dengar, memasukkan axle front wheel pada front cushion left sampai tembus kemudian memasukkan collar pada axle front fork barulah front cushion left sampai tembus, kemudian memasukkan collar pada axle front fork, barulah memasukkan front wheel ke axle, lalu pasang collar lagi dan memasukkan axle front wheel ke front cushion right dan dilakukan pengencangan dengan nut. Selanjutnya memasangkan front brake damper pada front cushion left, memasangkan relay dan mengkaitkannya pada box battery di frame body serta pemasangan SW assy side stand
pemasangan SW assy, side stand.
Di station selanjutnya dipasangkan box luggage assy, yang terdiri dari seat comp, double dan box assy luggage. Kemudian pada bagian frame body ditempelkan rubber frame body yang terletak di bawah body.
Dilanjutkan proses pemasangan nut rear brake dan nut front wheel. Proses pemasangan nut rear brake dengan cara memasangkan joint brake arm pada lubang arm rear brake dan memasukanya ke bagian dengan cara memasangkan joint brake arm pada lubang arm rear brake dan memasukanya ke bagian ujung cable rear brake pada lubang joint braker arm sampai tembus,kemudian pasang nut rear brake pada bagian ujung cable rearbrake dar: arah belakang.
Pada pemasangan nut front wheel salah satu sisi harus ditahan dengan menggunakan spanner.Kemudian dilakukan pengecekan torsi dengan menggunakan torque click 550 650kgf cm
menggunakan torque click 550 - 650kgf.cm.
Proses terakhir adalah pemasangan cover inner assy set dan pengisian cairan coolant pada tank assy reserve. Pengisian coolant dilakukan dengan menggunakan mesin radiator coolant filter, volume dari coolant sesuai dengan menggunakan mesin radiator coolant filter, volume dari coolant sesuai dengan pengaturan mesin atau terletak di antara upper dan lower. Kemudian pemasangan cover under, step floor, cover R/L body assy dan cover front lower.Dilanjutkan pengisian bahan bakar dengan menggunakan volumetrik yang volumenya sudah
p g g gg y g y
ditetapkan. Dilanjutkan pemasangan cover front assy, cover center dan front top cover. Pemasangan cover front assy dilakukan penekanan ketika pemasangan.
Penyambungan antar cover menggunakan penyambungan tidak tetap yaitu screw dan tools yang berupa socket screw driver bit. Dan terakhir dengan melakukan pengecekan lagi terhadap nomor rangka, warns dan nomor engine pada barcode tag, kemudian diturunkan untuk dilakukan final inspection.
Kesimpulan
Berdasarkan kerja praktek yang telah dilakukan pada PT. XXX, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :
1. Proses assembling pada Plant 1 hanya terdapat 2 bagian, yaitu sub frame dan main line.g p y p g , y f 2. Flow process pada bagian sub frame dimulai dari proses numbering, pemasangan top &
bottom steering race pada mesin M/C press cone race,cable seat lock,seal catch comp, key set,cover key set,fender assy,cushion assy dan terakhir proses pelapisan kode numbering dengan cairan clear.
3. Flow process pada bagian main line dimulai dari pemindahan engine dari sub engine untuk digabungkan dengan frame body dari sub frame. Dilanjutkan pemasangan harness wire, side stand, key set, tank assy fuel, steering handle assy, front wheel, front brake clamper, box luggage assy cover inner assy cover front assy dan final inspection
box luggage assy, cover inner assy, cover front assy dan final inspection.
4. Fastening tools yang digunakan pada proses perakitan sepeda motor matik, yaitu Impact Wrench, Hexagon Socket, Hexagon Socket Bit, Screw Driver Bit, Torque Wrench dan Torque Click.