99
ANALISIS MODEL BISNIS PADA KEDAI KOPI BARIKA PEMATANGSIANTAR DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODAL
CANVAS
Reza Afriza 1, Risma Munthe 2, Liharman Saragih3, Yoan Hendrawan J Saragih4
1Reza Afriza (Universitas Simalungun)
2Risma Munthe (Universitas Simalungun)
3Liharman Saragih (Universitas Simalungun)
4Yoan Hendrawan J Saragih [email protected]
Abstract
The purpose of this research is to develop the Kedai Kopi Barika business using the Business Modal Canvas. The business model canvas is a hypothesis about a company that wants to make a profit. In this study, the researcher tried to identify how the canvas business model was applied to Kedai Kopi Barika by using primary data types with the interviewee method. This study also aims to map business processes using nine business model canvas blocks to solve existing problems. The result is how the application of the canvas business model affects the growth of Kedai Kopi Barika.
Keywords: Business Modal Canvas; Business Modal; 9 Blok Of Business Modal
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan bisnis Kedai Kopi Barika menggunakan Business Modal Canvas. Model bisnis canvas merupakan hipotesa tentang perusahaan yang ingin mendapat keuntungan. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba mengenali bagaimana penerapan model bisnis canvas pada Kedai Kopi Barika dengan menggunakan jenis data primer dengan metode wawancara narasumber. Penelitian ini juga bertujuan untuk memetakan proses bisnis menggunakan sembilan blok bisnis model canvas untuk menyelesaikan masalah yang ada. Hasilnya adalah bagaimana penerapan model bisnis canvas berpengaruh terhadap pertumbuhan Kedai Kopi Barika.
Kata Kunci : Business Modal Canvas; Model bisnis; 9 blok model bisnis
PENDAHULUAN
Dalam suatu kegiatan bisnis diperlukan adanyaa model bisnis agar bisnis tersebut dapat terus berjalan dan lebih ter-arah. Model bisnis dapat menentukan bagaimana cara perusahaan atau bisnis tersebut memperoleh keuntungan dan nilai yang akan di sampaikan ke konsumen dapat diterima sesuai dengan apa yang diharapkan
100
oleh perusahaan. Meningkatnya minat beli konsumen menyebabkan munculnya café-café baru. Hal ini menimbulkan adanya persaingan. Persaingan yang semakin ketat membutuhkan suatu strategi yang kompetitif untuk memenangkan kompetisi antara bisnis pada setiap usaha.
Strategi keunggulan bersaing dapat menjadikan perusahaan mampu bertahan serta dapat meningkatkan laba perusahaan (Widharta dan Sugiharto, 2013). Salah satu bidang yang mengalami persaingan yang cukup ketat adalah usaha café. Di kota Pematangsiantar, terdapat banyak café-café yang tersedia salah satunya adalah Kedai Kopi Barika. Kedai Kopi Barika terletak di Jalan Sipirok, Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Pemilihan Kedai Kopi Barika sebagai objek dalam penelitian ini dikarenakan Kedai Kopi Barika merupakan satu-satunya Café di Kota pematangsiantar yang menyediakan menu khas Aceh. Tidak hanya menyediakan menu khas Aceh saja Kedai Kopi Barika juga menyediakan beragam menu seperti bubur, lontong, dimsum, dan lain-lain. Kedai Kopi Barika juga memiliki tempat yang nyaman dan luas serta dilengkapi fasilitas yang lengkap.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menyusun kerangka bisnis Kedai Kopi Barika di Kota Pematangsiantar dengan menggunakan Sembilan blok Business Modal Canvas. Untuk memudahkan seseorang atau organisasi dalam merancang suatu model bisnis, maka gerdapat model bisnis canvas yang akan menjelaskan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk merancang model bisnis yaitu:
1. Customer Segment (Segmen Pelanggan) 2. Value Proposition (Proposisi Nilai)
3. Channels (Media untuk berinteraksi dengan pelanggan) 4. Customer Relantionship (Hubungan dengan Pelanggan) 5. Revenue Stream (Pendapatan dan Pemasukan)
6. Key Resource ( Sumber Daya Utama) 7. Key Activities ( Aktivias Utama) 8. Key Partnership ( Jaringan Pemasok) 9. Cost Structure ( Struktur Biaya)
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskripsi.
Lokasi yang diambil dalam penelitian ini ditentukan dengan sengaja (purposive).
Subjek penelitian adalah Kedai Kopi Barika di Kota Pematangsiantarvdan yang menjadi objek penelitian yaitu model bisnis yang diterapkan berdasarkan pendekatan Business Model Canvas (BMC).
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berasal dari data primer.
Data Primer
101
Data primer yaitu data utama yang bersumber dari data-data dan informasi yang diperoleh langsung dari sumbernya. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data primer yaitu:
a. Metode wawancara b. Metode observasi c. Metode dokumentasi
Menurut Sugiyono (2013:309) teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan 3 metode di dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.
1. Wawancara
Wawancara adalah suatu proses interaksi,komunikasi yang dilakukan oleh setidaknya minimal dua orang, atas dasar ketersediaan dan dalam setting alamiah, serta arah pembicaraan mengacu kepada tujuan dengan mengutamakan kepercayaan sebagai landasan utama (Haris Herdiansyah, 2015)
2. Observasi
Observasi adalah perilaku tampak dan juga dengan adanya tujuan yang ingin dicapai. Perilaku yang tampak ini dapat berupa perilaku yang dapat dilihat langsung oleh mata, dapat didengar, juga dapat dihitung, dan dapat diukur (Haris Herdiansyah, 2015)
Untuk medepatkan data penelitian, penulis melakukan survey lokasi penelitan yaitu pada Kedai Kopi Barika Pematangsiantar yang berlukasi di Jalan Sipirok, Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
3. Dokumentasi
Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang dokumen, arsip, ataupun catatan yang dimiliki oleh perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan tema penelitian.
Dengan bisnis modal canvas dapat memberikan rancangan berpikir tentang bisnis,memperoleh pemahaman bersama,memperoleh bahasa yang sama dan membantu lebih focus. Cara merancang Business Modal Canvas dengan menjabarkan 9 unsur penting dari ide bisnis yang akan dibuat.
102
Ada 9 unsur penting dalam Business Modal Canvas, yaitu : 1. Customers Segments
Pelanggan (customer) merupakan inti dari suatu bisnis model yang dapat memberikan keuntungan (profit) bagi perusahaan. Tanpa pelanggan, tidak ada perusahaan yang dapat bertahan lama. Perusahaan dapat mengelompokkan pelanggan ke dalam segmen yang berbeda dengan kebutuhan umum, perilaku umum, atau atribut lainnya. Sebuah model bisnis dapat menentukan besar atau kecil segmen pelanggan. (Osterwalder & Pigneur, 2010).
2. Value Propositions
Value Propositions (Proposisi nilai) merupakan berbagai macam produk dan jasa yang akan menciptakan nilai bagi pelanggan segmen tertentu. (Osterwalder dan Pigneur, 2010). Value adalah alasan mengapa pelanggan memilih produk dan jasa dari sebuah perusahaan dibandingkan perusahaan lain karena perusahaan tersebut dianggap memiliki kelebihan dalam memecahkan permasalahan dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
3. Channels
Menurut Osterwalder dan Pigneur (2010), channels adalah media dari perusahaan untuk berkomunikasi dengan pelanggannya untuk menyampaikan proposisi nilai, saluran komunikasi, distribusi dan penjualan merupakan penghubung antara perusahaan dan pelanggan.
103 4. Customer Relationships
Customer Relationships menjelaskan tentang menjaga hubungan antara perusahaan dan konsumen. Perusahaan harus menjelaskan jenis hubungan yang ingin dibangun oleh masing-masing segmen pelanggan. Macam-macam jenis hubungan mulai dari memberi bantuan personal perorangan kepada tiap konsumen, memanfaatkan komunitas, atau bahkan berupa “self-service” (Osterwalder &
Pigneur, 2010).
5. Revenue Streams
Menurut Osterwalder dan Pigneur (2010), revenue streams adalah pendapatan atau pemasukan yang diterima perusahaan dari pelanggannya atas value proposition yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan. Perusahaan dapat menciptakan satu atau lebih arus pendapatan dengan mekanisme penetapan harga yang berbeda seperti daftar harga yang tetap, penawaran, pelanggan , kebergantungan pasar atau manajemen hasil.
6. Key Resources
Key Resources menjelaskan aset yang paling penting yang dibutuhkan untuk membuat sebuah model bisnis berjalan dengan baik. Setiap model bisnis membutuhkan key resources (sumber daya utama). Key resources ini memungkinkan perusahaan untuk menciptakan dan menawarkan value proposition (proposisi nilai), menjangkau pasar, menjaga hubungan dengan pelanggan, dan memperoleh pendapatan (Osterwalder & Pigneur, 2010).
7. Key Activities
Key Activities menjelaskan hal yang paling penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk membuat model bisnisnya bekerja (Osterwalder & Pigneur, 2010). Setiap model bisnis membutuhkan sejumlah aktivitas kunci yaitu tindakan- tindakan terpenting yang harus diambil perusahaan agar dapat beroprasi dengan sukses untuk mempertahankan hubungan pelanggan dan memperoleh pendapatan.
8. Key Partnership
Key partnership menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis berjalan dengan baik. Perusahaan menjalin kemitraan karena berbagai alasan, dan kemitraan menjadi landasan banyak model bisnis.
Perusahaan menciptakan aliansi untuk mengoptimalkan model bisnis mereka, mengurangi resiko, atau memperoleh sumber daya (Osterwalder & Pigneur, 2010).
9. Cost Structure
104
Struktur Biaya menjelaskan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis. Cost structure menggambarkan biaya yang paling penting yang terjadi saat beroperasi di model bisnis tertentu. Menciptakan dan memberikan nilai, menjaga hubungan pelanggan, dan menghasilkan pendapatan semua dikenakan biaya (Osterwalder & Pigneur, 2010).
HASIL DAN PEMBAHASAN
BMC ( Business Modal Canvas ) adalah metode untuk menjelaskan bagaimana sebuah ide bisnis dapat memberikan manfaat kepada konsumennya.Business Modal Canvas adalah cara untuk menggambarkan model bisnis secara menyeluruh dalam bentuk visual di 1 halaman. Cara efektif untuk menilai integritas keseluruhan model bisnis adalah dengan mengombinasikan analisis klasik tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) melalui Business Model ( Canvas Osterwalder dan Pigneur, 2010 ).
Business Model Canvas adalah alat yang menjanjikan untuk membuat dan mengevaluasi model bisnis baru dengan mudah dan cepat ( Wallin, Chirumalla, dan Thomson, 2013 ). Business Model Canvas menawarkan kerangka kerja yang sangat berguna untuk menganalisis elemen elemen dari model bisnis karena mengandung banyak elemen penting dalam bisnis ( Anu H., 2010 ). Business Model Canvas mendeskripsikan dari nilai yang ditawarkan perusahaan kepada beberapa segmen pelanggan dan mitra kerja untuk membuat, memasarkan, dan memberikan aliran pendapatan yang menguntungkan dan berkelanjutan (Osterwalder, Pigneur & Tucci, 2005) Business Model Canvas merupakan alat yang sering digunakan untuk menilai suatu model bisnis dan telah memberikan kontribusi terhadap penggunaan model bisnis pada suatu organisasi. Business Model Canvas (BMC) juga lebih difokuskan pada pelaksanaan dari sebuah ide dalam hal menciptakan nilai pada suatu organisasi ( Bastian & Coes, 2014 ).
Tujuan dari model bisnis canvas adalah untuk memperkenalkan cara standar dalam menilai suatu model bisnis yang dijalankan oleh sebuah perusahaan.
Dengan konsep model bisnis yang harus mudah dipahami dan dapat dengan mudah dikomunikasikan melalui desain yang bagus, ini tidak berbicara tentang pengembangan model bisnis tetapi menilai suatu model bisnis yang baik ( Osterwalder & Pigneur, 2012 ).
Berdasarkan dari hasil penelitian, hasil wawancara, dan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti dapat dilihat bahwa Kedai Kopi Barika telah menerapkan konsep model bisnis dalam usahanya dengan menggunakan pendekatan Business Modal Canvas. Berikut ini adalah analisis pembahasan dari hasil penelitian yang dilakukan.
1. Customers Segments
Customers segment dari Kedai Kopi Barika adalah pelanggan. Pelanggan Kedai Kopi Barika meliputi semua kalangan dan gender. Pelanggan kedai kopi Barika terdiri dari semua kalangan dan gender. Jika diambil dalam bentuk persenan
105
pelanggan pria mecapai 70% dan pelanggan wanita 30%. Dikarenakan banyaknya menu beragam yang disediakan oleh Kedai Kopi Barika membuat siapa saja dapat menikmatinya dan harga menu Barika tergolong murah dimulai dari Rp.9.000- Rp.37.000. Kedai Kopi Barika ini sangat cocok dijadikan tujuan untuk makan bersama keluarga dan teman.
2. Value Propositions
Value Proposition atau proposisi nilai dalam Kedai Kopi Barika merupakan berbagai macam produk dan jasa yang ditawarkan. Dapat dilihat dari menu Kedai Kopi Barika menyediakan beragam menu mulai dari menu tradisional sampai menu modern. Menu ter-best seller minuman pada Kedai Kopi Barika adalah Kopi Aceh yaitu Kopi Ule Kareng dan minuman Sehat-Herbal seperti Lemon Serai Madu.
3. Channels
Kedai Kopi Barika terus berusaha untuk memperbanyak cabang kedai yang
dimiliki, terhitung sudah ada 1 cabang Kedai Kopi Barika di Aceh. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi kedai kopi Barika melakukan penjualan melalui online dengan mendaftar di aplikasi Grab dan Gojek untuk mempermudah pelanggan untuk membeli makanan dan minuman dari Kedai Kopi Barika.
Kedai Kopi Barika memiliki akun Instagram @kedaikopibarika dalam melakukan promosi untuk mengenalkan menu makanan dan minuman guna menarik
perhatian pelanggan untuk membeli dan menikmati menu tersebut.
4. Customer Relationships
Customer Relationships pada Kedai Kopi Barika lebih terfokus pada pendekatan langsung secara tatap muka karena dapat berinteraksi langsung kepada para pelanggan sehingga dapat tercipta jalinan komunikasi yang lebih baik. Pelanggan kedai kopi Barika terdiri dari semua kalangan dan gender. Jika diambil dalam bentuk persenan pelanggan pria mecapai 70% dan pelanggan wanita 30%.
Kedai kopi Barika juga memiliki tempat yang luas dan nyaman serta dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap serta menu yang beragam membuat kedai kopi barika sangat cocok dijadikan pilihan. Dan di dukung oleh jam operasional kedai kopi barika yaitu mulai buka jam 07.00 – 23.00 wib, sehingga memudahkan pelanggan terutama para pekerja dan anak sekolah karena juga menyediakan sarapan. Kedai Kopi Barika juga memiliki promo-promo hemat yang dapat dilihat melalui akun Instagramnya.
5. Revenue Streams
Sumber penghasilan dari Kedai Kopi Barika terletak dari penjualan produk. Kedai Kopi Barika juga memiliki banyak pelanggan yang rutin membeli produk
minuman kopi dan teh herbal membeli jajanan tradisional seperti bubur sumsum, kacang hijau dan lainnya. Adapula para pelanggan yang bekerja memilih kedai kopi Barika untuk dijadikan tempat sarapan dan makan siang atau istirahat kerja serta dijadikan sebagai tempat meet up.
106
6. Key Resources
Bagian operasional Kedai Kopi Barika khususnya untuk sumber daya manusia, kedai kopi Barika selalu memperkerjakan orang-orang yang mau belajar dan memiliki pengetahuan tentang kopi demi tetap menjaga cita rasa yang berbeda dengan yang lain. Untuk bagian tertentu kedai kopi Barika memperkerjakan orang-orang yang sudah ahli dan berpengalaman terutama di bagian Barista.
Lokasi Kedai Kopi Barika terbilang cukup strategis dan sangat nyaman. Fasilitas yang disediakan sangat mencukupi seperti lahan parkir yang luas, wifi, colokan di setiap meja , kamar mandi yang bersih serta disediakannya Mushola untuk
beribadah
7. Key Activities
Aktivitas bisnis yang dilakukan Kedai Kopi Barika tetap berfokus pada ciri khas yaitu menjual makanan dan minuman khas Aceh. Namun, Kedai Kopi Barika tetap menjual beraneka ragam menu lainnya dalam upaya menyesuaikan dengan permintaan para pelanggan. Tingkat permintaan akan kebutuhan kopi bagi para penikmat kopi semakin meningkat sehingga membuat Kedai Kopi Barika selalu ingin menawarkan Kopi dengan kualitas terbaik.
Demi mempertahankan kualitas kopi terbaik, pihak Kedai Kopi Barika juga memberhatikan bagian sumber daya manusia untuk terus dijaga dan dikembangkan. Karyawan dari Kedai Kopi Barika sebelum dijadikan sebagai barista harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kualitas dan citra rasa yang baik untuk mewujudkan tujuan perusahaan yaitu menawarkan kopi dengan kualitas terbaik dan juga harga yang sesuai.
8. Key Partnership
Key partnership pada bisnis dianggap sangat penting karena dapat membuat model bisnis dapat berjalan dengan baik. Pihak Kedai Kopi Barika berpendapat dalam jasa minuman seperti ini perusahaan bergantung pada pihak lain. Supplier harus memberikan bahan baku yang berkualitas, agar produk yang dihasilkan dapat juga berkualitas. Untuk bahan baku Kopi berasal langsung dari Aceh.
9. Cost Structure
Cost structure atau struktur biaya untuk menghasilkan model bisnis dalam Kedai Kopi Barika adalah bahan baku mentah meliputi kopi dan menu lainnya, biaya persiapan dalam membuka toko, biaya gaji para karyawan dan biaya lainnya seperti : biaya listrik,air dan gas. Ada juga biaya yang tidak terduga seperti perbaikan kursi dan meja.
107 SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, analisis dan kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Gambaran model bisnis dari Kedai Kopi Barika Pematangsiantar sudah
memenuhi standar dari teori Osterwalder & Pigneur, yang terdiri dari 9 blok yang saling berkaitan, yaitu :
a. Customers Segment, dari Kedai Kopi Barika adalah pelanggan.
b. Value Proposition atau proposisi nilai dalam Kedai Kopi Barika merupakan berbagai macam produk yang ditawarkan. Ciri khas Kedai kopi Barika adalah Menu khas Aceh yaitu Kopi Ule Kareng dan Mie Aceh.
c. Channels, Kedai Kopi Barika memiliki akun instagram @kedaikopibarika untuk mempromosikan menu dan juga tersedia dalam aplikasi online grabfood dan gofood.
d. Customer Relantionship, Kedai kopi Barika lebih terfokus pada pendekatan langsung secara tatap muka karena dapat berinteraksi langsung kepada para pelanggan sehingga dapat tercipta jalinan komunikasi yang lebih baik.
e. Revenue Streams, Pendapatan Kedai Kopi Barika berasal dari penjualan beraneka ragam menu.
f. Key Resource, aset yang paling penting adalah sumber daya manusia dan lokasi yang cukup strategis.
g. Key Activities, Kedai Kopi Barika adalah menjual makanan dan minuman khas Aceh serta beraneka ragam menu lainnya serta memberikan
pelayanan yang baik.
h. Key Partnership, Kedai kopi Barika adalah supplier yang memberikan bahan baku kopi dari Aceh.
i. Cost Structure, Biaya yang dikeluarkan oleh Kedai Kopi Barika adalah bahan baku mentah meliputi kopi dan menu lainnya, biaya persiapan dalam membuka toko, biaya gaji para karyawan dan biaya lainnya seperti : biaya listrik,air dan gas.
Saran Untuk Penelitian Selanjutnya
Beberapa saran dari peneliti untuk peneliti selanjutnya adalah
1. Melakukan penelitian mengenai desain dari model bisnis dari kedai kopi Barika Pematangsiantar dengan menggunakan teknik analisis data seperti pengumpulan data analisis SWOT
2. Melakukan penelitian dengan objek penelitian yang berbeda seperti para pesaing dari kedai kopi Barika yaitu cafe i-coffee dan Kok Tong Lims agar peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian dengan membandingkan model bisnis ketiga bisnis tersebut secara keseluruhan.
DAFTAR PUSTAKA
Osterwalder, Alexander dan Pigneur Yves. (2012). Business Model Generation.
Jakarta: PT.Elexmedia Komputindo
108
Indriantono Nur ddan Supomo Bambang. (2013). Metode Penelitian Bisnis untuk Akuntansi & Manajemen. Yogyakarta: BPFE
Hidayat, Karunia Saputra. 2020. 5 Tips dan Cara Unik Meningkatkan Penjualan Bisnis Kafe. (online) https://www.jurnal.id/id/blog/ti ps-dan-cara-unik meningkatkan-penjualan bisnis-kafe/.
Teece, D. J. (2010). Business models, business strategy and innovation. Long Range Planning, 43(2-3), 172-194.
Tjitradi, E. C. (2015). Evaluasi Dan Perancangan Model Bisnis Berdasarkan Business Model Canvas. Surabaya. Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas kriten Petra., 3(1), 8-16.
Trimi,S., & Berbegal-Mirabent, J. (2012). Business model innovation inentrepeneurship. International Entrepreneurship and Management Journal, 8(4), 449-465.
Gabriel, C. A., & Kirkwood, J. (2016). Business model for model business:Lessons from renewable energy entrepreneurs in developing
countries. Energy Policy, 95, 336-349.
https://doi.org/10.1016/j.enpol.2016.05.006.
Rainaldo M., Wibawa,B.M., Rahmawati, Y. 2017. Analisis business model canvas pada operator jasa online ride-sharing(Studi kasus Uber di Indonesia). Jurnal Sains dan Seni ITS,6 (2):235-239.
Markides, C. C. (2013). Business Model Innovation: What Can the Ambidexterity Literature Teach US? Academy of Management Perspectives, 27(4), 313–
323. https://doi.org/10.5465/amp.2012.0172.
Anonim. 2012. Business Model Canvas: Penerapan di Indonesia. Jakarta:
Pembinaan Pembangunan Manajemen.
Fadlan, Muhamad. 2016. Perancangan Business Model Canvas Sebagai Alternatif Strategi Bisnis Budidaya Ikan Gurame (Studi Kasus Pada Ukm Mitra Mina Desa Sridadi, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah). Lampung: Skripsi Universitas Lampung
Putra Indra M. 2019. Business Model and Business Plan di Era 4.0 Cara Ampuh Membangun dan Merencanakan Bisnis. Yogyakarta: Quadrant