• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. jenis penelitian yang sangat tepat. Hal ini dikarenakan peneliti bisa mendapatkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. jenis penelitian yang sangat tepat. Hal ini dikarenakan peneliti bisa mendapatkan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

17 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian 3.1.1 Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian, orang yang melakukan penelitian harus menggunakan jenis penelitian yang sangat tepat. Hal ini dikarenakan peneliti bisa mendapatkan contoh konkrit dari masalah yang dihadapi dan memberikan cara untuk memecahkan masalah tersebut. Beberapa jenis penelitian yang diujimenggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif ialah merupakan macam riset yang diperlihatkan dariawal dasarnya memakai strategi deduktif dan induktif.

strategi ini ialah berjalan dari berawal kerangka sebuah teori, gagasan setiapkelompok ahli, ataupun pengertian peneliti dilandaskan pengalamannya yang sudah ada, selanjutnya dikembangkan lah menjadikan masalah-masalah dan juga pemecahannya diserahkan agar mendapat suatu kebenaran (verifikasi) atau nilaian pada suatu dukungan data empiris yang ada lapangan.

3.2 Jenis Penelitian

Pada penelitian yang digunakan saat ini ialah memakai metode deskriptif kuantitatif. Model penelitiannya yang sudah dipakai di riset ini merupakan riset kuantitatif. Metode yang digunakan penelitian ini ialahjenis penelitian yang mempunyai spesifikasisecara sistematis, sudah direncanakansekaligus sudah tersruktur oleh karenanya jelas sejak di awal sampai pada pembuatan rancangan penelitiannya. Sugiyono (2011: 8) menjabarkan bahwasannya metode penelitian

(2)

18

kuantitatif yakni : “Metode penelitian yang berdasarkan atas filsafat positivisme, dipakai guna meriset pada populasi juga sampel sebagian tertentu, pengumpulan data yaitu memakai instrumen riset, analisis data yang sifatnya kuantitatif/statistik, yang tujuannya guna menguji hipotesis yang sudahditentukan”.

3.3 Populasi, Sampling dan Sampel Penelitian 3.3.1 Populasi

Populasi ialahkeseluruhan sebuah subjek penelitian, Suharsimi (2010:173).

Populasi ialah semuadata yang sudah jadi perhatian bagi kita sendiri dalam suatu ruang lingkup serta waktu yang sudahditentukan sendiri oleh kita.Maka dari itu, dari uraian pendapat diatasbisaditarik Batasan dari suatu definisi bahwasannya populasi merupakan semua bagian dari unsur objek yang berfungsi sebagai sumber data karakteristik tertentu pada penelitian itu sendiri.

Ada juga populasi pada penelitian ini yaituPopulasi penelitianya ini yatuseluruh siswa SMP Al Rifa’Ie Gondanglegi kelas VII.

3.3.2 Sampling

Purposive sampling merupakan tehnik mengambil bentuk sampel yang

dipakai oleh para peneliti jika penelitinya mempunyai sebuah peninjauan tertentu dalam mengambil sampelnya, Suharsimi (2010 174).

PadaSMP Al Rifa’Ie Gondanglegi terdiri kelas VII , VIII dan IX, untuk itu sampel yaitu diambil hanya kelas VII saja karena dianggap mampu mewakili karakteristik populasi para siswanya.

(3)

19 3.3.3 Sampel Penelitian

Sampel merupakan unsure maupunmewakili populasi yang telah diriset, Suharsimi (2010:174). Sampel dari penlitian ini ialah siswa dan siswi dari SMP Al Rifa’Ie Gondanglegi kelas VII jumlahnya 30 siswa. Alasannya pemilihan sampel ialah subjek sangat memenuhi karateristik masa-masa remaja yakni mempunyai rentangnya usia 10-14 tahun dan sudah berada pada masa peralihan.

3.4 Sumber Data, Variabel dan Skala Pengukuran 3.4.1 Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini merupakan subjek yang berasal dari datanya didapatkan, Suharsimi (2010:174). Sumber datanya dalam penelitian ini merupakan data primerysekaligus juga data sekunder.

Sumber data primer merupakan Sumber data yang secara langsung memberikan data terhadap pengumpulan data, Suharsimi (2010:172). Data Primer pada penelitian ini ialah siswa dan siswi dari SMP Al Rifa’Ie Gondanglegi kelas VII, data diperoleh dari Koesioner akan diberikan sebagai bentuk gambaran yang dibarengi dengan scenario mencerminkan perilaku tentangbullying yang terjadi dengan fisik, verbal dan juga psikologis.

Sumber tidak langsung memberikannya data terhadap pengumpul data, Suharsimi (2010:172).Data Sekunder pada penelitiannya merupakan hasil belar siswa yang diperolehnya dari para guru.

(4)

20 3.4.2 Variabel Penelitian

Oleh Suryabrata, (2010:126) variabel merupakan segala dari sesuatu menjadi sebuah obyek pengamatan penelitiannya, dan juga sering jugadisebut variable penelitian sebagai faktor-faktor yang berkaitan dengan peristiwa yang nantinya diteliti. Variabel pada penelitian ini merupakan terdiri dari variable terikat sekaligusvariable bebas.

Variable bebas (Independent Variablee) ialah variabel prediktor, ialah variabel yang sangat memberi pengaruh sebuah perubahannya pada variabel terikat dan memiliki suatuikatanyang positif sekaligus juga negatif. Disampaing itu terdapat pula variabel bebas pada penelitian ini ialah Persepsi Pelajar.

Variabel terikat (Dependent Variable) atau juga disebutkan variabel kriteria, menjadi perhatian penting (sebagai faktor yang sudah berlaku pada pengamatannya) serta juga sekaligus menjadikantarget dalam sebuah bentuk penelitian. Variabel yang terikat pada penelitian ini ialah Cyberbullying di Media Sosial.

3.4.3 Skala Pengukuran

Skala likert dipakai pada kelompok peneliti agar untuk mengukur sebuah pandangan ataupun tigkah lakuoranglain. Skala sangatlah menilai sikap ataupun tingkah laku yang dikehendaki oleh para peneliti ini denggan cara mengajukan beberapa sebuah pertanyaan kepada responden. Selanjutnya responden dimintai untuk memberikan sebuah pemilihan dengan jawaban maupun respon denganskala ukuryang telahtersedia, Sukardi (2008:146).

(5)

21

Riset ini juga menggunakan kuesioner agar mengumpulkan beberapa data tentang persepsi para siswa terhdap perilakunyaCyberbullying. Kuesioner akan diberikan dalam sebuah bentuk gambaran visual juga disertai degan skenario yang memberikan gambaran perilaku perundungan yang terjadi baik dengan fisik, verbal juga psikologis. Bagi setiap idikator yang sudah ada akan diberikan empat gambar dan juga skenario dan juga setelah itu jumlah gambar dan scenario itu yang diberikan sudah berjumlah 12. Dan beberapa gambar dan juga skenario yang diberikanakan diakhiri dengan sebuah suatu petanyaan yang mengarahkankepada bagaimana persepsi para siswa itu ketika ada pada kondisi sudah digambarkan dalam scenario tersebut.

Alternatif jawaban bagi setiap beberapa pertanyaan menggunakan carametode summated ratings atau biasa dikenal dengan model Likert. Skala tersebutjuga mempunyai pilihan beberapa jawaban. Skala ini juga tidak menggunakan alternatif jawaban pada bagian tengah agar menghindri subjek memberi jawaban netral dan tidak dapat memutuskan adanya pilihan yang adanya central tendency effect,dan juga bagi perespon masi ragu-ragu ketika memberikan sebuah jawaban. Alternatif jawabannya yang sudah dipakaibisadiketahui sebagaimana padatable d bawah ini.

(6)

22 3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.5.1 Teknik Pengumpulan Data

Data merupakan mediasebuah informasi dan sudah direkam ,media yang bisa membedakan dengan data yang berbeda dari yang lainnya, yang dianalisis dan relevan dengan pemogramansebagian saja. hasil data merupakan prosedur yang sangat sistematik dan juga standart guna mendapatkan data yang sangatlah dibutuhkan.dalam pengumpulan data riset ini, penulis memakai metode- metodediantaranya seperti dibawah ini:

1. Metode Observasi (Pengamatan)

Metode observasi merupakan pengamat juga pencatatan dengan cara sistematik dengan gejala yang merupakan dampak bagi objek penelitian itu sendiri.

Observasi juga yaitu sebuah metode pengumpulan para data yang memakai pengamatan atas sebuah obyek penelitiannya yang sudah bisa dilakukan secara langsung ataupun juga tidaklah langsung. Dalam pengembangan riset ini ialah peneliti mengamati secara langsung ke tempat penelitian terutama di berbagai kelas VII serta keadaan para siswanya, guru, sarana sertaprasarana belajar di SMP Al Rifa’Ie Gondanglegi untuk memperoleh data observasi yang dipakai untuk proses jalannya pengisian sebuah angket.

2. Metode Angket (Kuesioner)

Metode angket atau biasa disebut dengan kuesioner merupakandaftar yang berisi sebuah rangkaian pertanyaan tentang suatu masalah atau bidangnya yang nantinya diteliti tersebut. Dalammendapatkan data, angket diberikan ke para responden (orang lain yangmenjawab pertanyaan yg diberikan guna kepentingan penelitiannya), khususnya penelitian surveynya, Ahmadi (2010:76).

(7)

23

Dalam penelitian ini Kuesioner akan diberikan dalam bentuk sebuah gambaran dengan skenario yang mencerminkan perilaku bullying yeng terjadi baik fisik, verbal ataupun psikologisnya. Agar pada tiap idikatornya nantinya diberikan empat gambaran serta skenarionya sehingga jumlahnya pada gambar serta skenario yang diberikan berjumlahkan 12. Pada gambar serta skenario yang dipaparkan nantinya berakhir dengan satu pertanyaan yang mengarahkan kepada bagaimanakah gambaran persepsi siswa saat meraka ada pada situasi yang sudahtertera pada skenario.dengan pelaksanaan penelitian siswa ditunjukkan guna mengisi angket didasarkan pada keadaan diri mereka sendiri yang sesungguhnya.

3. Metode Dokumenter

Metode dokumenter ialah alat pengumpulan data yangdinamai dengan formpencatatan dokumen, dan juga sumber datanya merupakan catatan

maupun dokumen yangsudah ada. sama halnya dengan kehadiran siswa ketikaturut pada acara-acara pelajaran di kelas, dokumennya terteradalam daftar hadir siswa

3.5.2 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat dan juga media fasilitas yang dipakaidalam menimbun data riset supaya pekerjaannya lebih mudah dan akurat,agar mudah juga untuk di olah Suharsimi, (2010:203). Instrumen pnelitian menjadikan posisi penting sekali dalam bagaimana, lalu apa yang akan dilakukan agar mendapatkan data yang ada dilapangan. Dan juga instrumen menggunakan pedoman observasi,angket dan juga dokumentasi

(8)

24 3.6 Validitas Instrumen

1. Uji Validitas

Validitas ialah oleh Sugiyono (2016:177) memberikan sebuah derajat ketepatan antara data dan yakin dikumpulkan oleh penelitinyaguna mencari atau mengulik validitas item, kita juga menilaiskor item dengan total berbagai macam item tersebut. apabila koefisien antara item dengan keseluruhan item sama ataupun melebihi 0,3 maka item itu dikatakan valid, tapi kalau nilainya korelasinya ada dibawahnya 0,3 dikatakan tidak valid.

Guna menemukan nilai koefisien, peneliti memakai sebuah rumus pearson product moment dibawah ini :

Keterangan:

Syarat ialah minimum untuk dianggapnya suatu butir instrument valid ialah≥ 0,3 (Sugiyono, 2016 : 179). Oleh karena itu, seluruh pernyataan yang juga punya tingkatan korelasi rendah di bawah 0,3 wajib dibenahi karena dirasa tidaklah valid.

(9)

25 2. Uji Reliabilitas

jika selesai melakukan uji validitas dan juga sudah dapat kesimpulanya pengukuran tersebt sudahlah valid, maka selanjutnya ialah mengkur reliabilitasnya. Reliabilitas merupakan tingkat kestabilan itu dari alat pengukuran dengansebuah gejala ataupun kejadiann.

Uji reliabilits instrumen dipakaipada penelitian ini ialah mmakai Cronbach's Alppha dengan mmakai bantuan pemograman SPSS yang versi 20. Kriterianya pengujian validitas memakai Cronbach's Alppha yaitu yakni diantaranya: 1) Instrumen bila ditunjukkan reliabel apabila nilai Cronbach's Alpha > 0,80. 2) Instrumen dapat dikatakanlah tidak reliabel apabila nilai Cronbach's Alpha < 0,80.29 .

3.7 Teknik Analisis Data 3.7.1 Statistik Daskriptif

Agar supaya menghasilkandengan cara mendeskripsikan atau menunjukkan gambaran persepsi para siswanya terhadap perilaku perundungan lembaga pendidikan di lembaga sekolahnya. Statistik deskriptif yang dipakai pada riset ini merupakan mean, median dan standart deviasi (SD).

(10)

26 3.7.2 Uji Prasyarat Analisis

1. Uji Normalitas

Uji normalitas ialah uji yang dilaksanakan untuk prasyarat dalam menganalisis sebuah data. Uji normalitas juga dikerjakan sebelum data diolah dengan model-model penelelitian yangakan diajukan. Data yang baik juga sudah pantas guna membuktikan para model model penelitian tersebutkanialah data distribusi normal. Uji normalitas yang dgunakan merupakan uji Kolmogorov-Smirnov. Rumus Kolmogorov-Smirnov ialah dibawah ini :

Kriteria yang digunakan jika data tersebut berdistribusi normal nilai signifikan > 0,05, sebaliknya apabila data tersebut berdistribusi tidak normal nilai signifikan < 0,05.

2. Uji Homogenitas

Uji Homogenitas ialah memakaiLevin’s test dan dengan medianyaSPSS untuk window untuk menguji homogenits yang kedua variannya. Jika probabilias > 0.05, maka H0 tidak bisa ditolak atau dan juga mempunyai varians yang sama (Ghozali, 2005:58)

(11)

27 3. Uji Hipotesis

Hipotesis penelitian yaitu merupakan:

H0: Persepsi Pelajar terhadapCyberbullying di Media Sosial khususnya di SMP Modern Al Rifa’Ie Gondanglegi.

H1: Persepsi Pelajar terhadap PerilakuCyberbullying di Media Sosial khususnya di SMP Modern Al Rifa’Ie Gondanglegi

Pengujian hipotesis memakai independen sampel t test menggunakan media SPSS for window agar memperbandingkan nilai rata-ratanya dua kelompok subjeknya (Ghozalii, 2005:56). Jika probabilitas signifikansinya<

0,05, maka H0 di tolak atau ada beberapa sebuah perbedaan yang signifikan anatara kelompok yang menjadi subjeknya.

Referensi

Dokumen terkait

Whistle blowing merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan baik yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya

Penggunaan daun gamal (Gliricidia sapium), guna mempercepat kematangan buah pisang Raja Sere dan Emas yang dilakukan Yulianingsih dan Dasuki (1989), menyatakan bahwa daun gamal

disampaikan guru, dan diskusi, siswa dapat mempraktikkan gerak spesifik menahan (menggunakan kaki bagian dalam, dan kaki bagian luar) pada permainan sepak bola

Suatu kegiatan yang dilakukan oleh para pimpinan untuk melatih para bawahannya guna meraih kinerja yang optimum dan mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi serta bagaimana

Pola pergerakan kapal rawai tuna saat melakukan kegiatan alih muatan dapat diidenti- fikasi dari hasil tracking VMS dengan menandai hanya dua pola kecepatan kapal yang berbeda

Konsentrasi K+ dlm larutan tanah merupakan indeks ketersediaan kalium, karena difusi K+ ke arah permukaan akar berlangsung dalam larutan tanah dan kecepatan difusi tgt pada

Field research adalah sumber data yang diperoleh dari lapangan penelitian yaitu mencari data terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang kongret

bahwa dengan telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler