KEPUTUSAN DIREKTUR
POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN KARAWANG NOMOR: 1197/POLTEK.KRW/KP.110/IX/2021
TENTANG
PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN KARAWANG NOMOR 39a/POLTEK.KRW/KP.110/I/2020 TENTANG
RENCANA STRATEGIS POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN KARAWANG TAHUN 2020-2024
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
DIREKTUR POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN KARAWANG,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelarasan program dan kegiatan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan dengan redesain sistem perencanaan dan penganggaran di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, maka Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Peraturan Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Nomor 260/PER- BRSDM.4/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Nomor 195/PER-BRSDM.4/2020 tentang Rencana Strategis Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Tahun 2020-2024.
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang tentang Perubahan Atas Keputusan Direktur Politeknik Kelautan dan
Perikanan Karawang Nomor
39a/POLTEK.KRW/KP.110/I/2020 tentang Rencana Strategis Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang Tahun 2020-2024.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2014 KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN RISET DAN SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN KARAWANG
Jl. Baru Tanjungpura – Klari Kelurahan Karang Pawitan Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat 41315
Website: www.poltekkpkarawang.ac.id Email : [email protected]
tentang Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan;
4. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015;
5. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pengesahan International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel Personel 1995 (Konvensi Internasional Tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi, dan Dinas Jaga Bagi Awak Kapal Penangkap Ikan, 1995);
6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 91/PERMEN-KP/2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang;
7. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4/PERMEN-KP/2020 Tentang Statuta Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang.
MEMUTUSKAN
Menetapkan
PERTAMA
KEDUA
:
:
:
Mengubah Lampiran I, II, dan III dalam Pasal 4 Keputusan Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang Nomor 39a/POLTEK.KRW/KP.110/I/2020 tentang Rencana Strategis Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang Tahun 2020-2024 menjadi sebagaimana tersebut dalam Lampiran I, II, dan III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
Keputusan Direktur ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Karawang
pada tanggal 2 September 2021 Direktur,
Dr. Moch. Nurhudah, A.Pi., M.Sc
LAMPIRAN I
KEPUTUSAN DIREKTUR
POLITEKNIK KP KARAWANG NOMOR
……../POLTEK.KRW/KP.110/VII/2021 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR POLITEKNIK KP KARAWANG NOMOR 39a/POLTEK.KRW/KP.110/I/2020 TENTANG RENCANA STRATEGIS
POLITEKNIK KP KARAWANG TAHUN 2020- 2024
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Kondisi Umum
Dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan kelautan dan perikanan, dilaksanakan melalui proses yang bertahap, terencana, terpadu dan berkesinambungan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 telah menetapkan salah satu misi yang terkait dengan KKP, yakni “Mewujudkan Indonesia menjadi Negara Kepulauan yang Mandiri, Maju, Kuat, dan Berbasiskan Kepentingan Nasional”, dengan menumbuhkan wawasan bahari bagi masyarakat dan pemerintah, meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia yang berwawasan kelautan, mengelola wilayah laut nasional untuk mempertahankan kedaulatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun ekonomi kelautan secara terpadu dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber kekayaan laut secara optimal dan berkelanjutan.
Program Prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menggenjot peningkatan pendapatan negara dari sektor kelautan dan perikanan sepanjang 2021-2024, yaitu peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sub- sektor perikanan tangkap, pengembangan perikanan budidaya, dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut, seperti Kampung Lobster, Lele, Nila, Kakap, hingga Kampung Rumput Laut.
Program prioritas tersebut harus menjadi acuan seluruh fungsi organisasi dilingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam melakukan perencanaan, penyiapan dan penyusunan program-program pembangunan kelautan dan perikanan. Program prioritas pembangunan kelautan dan perikanan diharapkan mampu memberikan sumbangan bagi pembangunan nasional yang berujung pada meningkatnya taraf hidup masyarakat.
Program prioritas itu pula yang menjadi acuan pengembangan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan melalui pendidikan formal yang dilaksanakan oleh Politeknik Kelautan dan Perikanan. Penyelenggaran kegiatan pendidikan diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia kelautan dan perikanan yang tangguh, tanggap, konsisten, disiplin, kompeten dan berorientasi inovasi produktif serta memiliki daya saing.
Pengembangan Kelembagaan Pendidikan dan kemampuan lulusan pendidikan kelautan dan perikanan harus terus menerus dilakukan untuk menghasilkan SDM yang berguna bagi dunia usaha/dunia industri. Sumberdaya manusia yang demikian merupakan salah satu pilar yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan. Pada saat ekonomi kelautan dan perikanan kokoh dan maju pesat, maka meningkat pula perekonomian nasional yang berdampak kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang yang selanjutnya disebut Politeknik KP Karawang adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang kelautan dan perikanan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan.
Pembinaan Politeknik KP Karawang secara teknis akademik dilakukan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan pembinaan secara teknis operasional dan administratif dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Politeknik KP Karawang mempunyai tugas menyelenggarakan Tridarma pendidikan yaitu pendidikan vokasi, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kelautan dan perikanan, dimana dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Politeknik KP Karawang menyelenggarakan fungsi:
1) penyusunan rencana dan program pendidikan;
2) pelaksanaan dan pengembangan pendidikan vokasi yang meliputi pengajaran dan pelatihan di bidang kelautan dan perikanan;
3) pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
4) pengelolaan administrasi akademik dan ketarunaan;
5) pengembangan sistem penjaminan mutu;
6) pelaksanaan pembinaan karakter;
7) pembinaan civitas akademika dan hubungannya dengan lingkungan;
8) pengelolaan kesejahteraan taruna, dan praktik kerja taruna serta urusan alumni;
9) pelaksanaan pengawasan internal;
10) pengelolaan perpustakaan, laboratorium, instalasi, sarana dan prasarana lainnya; dan
11) pengelolaan keuangan, kepegawaian, tata usaha, kerumahtanggaan, evaluasi, dan pelaporan.
1.2. Potensi dan Permasalahan a. Potensi
Keberadaan SDM serta IPTEK memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian pembangunan kelautan dan perikanan secara keseluruhan. Peranan strategis tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pendidikan vokasi yang dilaksanakan oleh Politeknik KP Karawang.
Politeknik KP Karawang telah mempunyai sarana dan prasarana yang memadai dan telah mempunyai organisasi yang kuat. Sarana dan prasarana
penunjang pendidikan yang dimiliki oleh Politeknik KP Karawang, meliputi 3 (tiga) buah bangunan Teaching Factory yang luas per bangunan sekitar 1.000 m2 dengan dilengkapi peralatan pendukung. Luas lahan Politeknik KP Karawang secara keseluruhan mencapai 156.000 m2, yang dilengkapi jaringan internet yang luas, memiliki gedung lecture theater untuk kegiatan kuliah umum yang megah, dan beberapa prasarana pendukung pendidikan lainnya.
Pemerintah daerah juga turut berperan aktif memberikan dukungan dengan penyedian lahan untuk berdirinya Politeknik KP Karawang. Selain itu juga akan dijalin kerjasama yang lebih baik dengan beberapa SKPD terkait, sehingga keberadaan Politeknik KP Karawang akan semakin dirasakan kemanfaatannya secara luas. Keberadaan Politeknik KP Karawang bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan khususnya dan masyarakat pada umumnya sangat penting dan strategis, khususnya dalam hal pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, dengan beberapa pertimbangan, antara lain:
1. Politeknik KP Karawang merupakan bentuk pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan vokasi dengan karakteristik pendidikan spesifik yaitu bidang kelautan dan perikanan. Meningkatkan SDM Kelautan dan Perikanan pada perguruan tinggi yang lebih menitikberatkan pada program vokasi dengan kompetensi yang bersertifikat, kemudian penerapan teknologi yang relevan dan terjual untuk mengantisipasi tantangan pembangunan kelautan dan perikanan di masa datang.
2. Peluang pasar untuk para lulusan masih terbuka lebar karena memiliki keahlian yang spesifik di bidang Kelautan dan Perikanan.
3. Terpenuhinya kuota Calon Peserta didik (Taruna) di Kabupaten Karawang dan sekitarnya pada khususnya.
Dunia kerja yang dimasuki oleh lulusan Politeknik KP Karawang sangat luas. Sesuai dengan kompetensinya, maka profil lulusan Politeknik KP Karawang, meliputi pelaut kapal penangkap ikan (Perwira kapal penangkap ikan dengan panjang 24 meter atau lebih pada perairan unlimited waters), Kepala pelabuhan perikanan, Syahbandar perikanan, pengusaha dibidang keluatan dan perikanan (perikanan tangkap, pengolahan produk perikanan, pembudidaya), Observer, Pegawai Negeri Sipil, Guru, dan sebagainya. Para lulusan diharapkan mampu untuk memasuki sektor swasta, baik sebagai pengusaha pemula, maupun menjadi tenaga operator pada perusahaan dibidang kelautan dan perikanan. Oleh karena itu perubahan kearah kemampuan berbisnis sangat diperlukan saat ini dan masa yang akan datang, dengan peluang potensi mengelola kelautan secara bisnis semakin luas bagi lulusan Politeknik KP Karawang.
b. Permasalahan
Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program pendidikan untuk mendukung pengembangan Politeknik KP Karawang antara lain:
1. Belum optimalnya tata kelola kampus dalam pengelolaan kegiatan dan pengembangan sarana dan prasarana Politeknik KP Karawang;
2. Kelembagaan Politeknik KP Karawang sebagai institusi belum terakreditasi.
Akreditasi program studi saat ini masih terbatas pada nilai B untuk Prodi TPI dan TPPP, C untuk Prodi TKL, dan akreditasi minimum untuk Prodi BDI;
3. Sarana dan prasarana Pendidikan yang dimiliki sudah cukup memadai, namun diperlukan peningkatan mengikuti perkembangan kebutuhan sarpras pendidikan tinggi saat ini.
4. Kualitas tenaga pendidik dan kependidikan sebagian besar berusia muda dan bekerja pada awal karir sehingga masih minimnya pengalaman kerja riil di lapangan. Sehingga dibutuhkan biaya yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas kompetensinya.
5. Pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi dan aksesibilitas terhadap infrastruktur dan informasi masih terbatas.
1.3. LINGKUNGAN STRATEGIS
Politeknik KP Karawang mempunyai tugas menyelenggarakan Tridharma perguruan Tinggi yaitu pendidikan vokasi, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kelautan dan perikanan.
Dalam menjalankan tugas tersebut Politeknik KP Karawang harus menyusun rencana strategisnya. Politeknik KP Karawang harus memperhatikan perkembangan lingkungan strategis sehingga mempengaruhi pencapaian kinerja pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia, khususnya yang didorong melalui peran pendidikan kelautan dan perikanan.
Secara teoritis, lingkungan strategis ini dapat diartikan sebagai situasi faktor yang strategis baik internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan Politeknik KP Karawang yang telah ditetapkan untuk periode ke depan (tahun 2020-2024). Dalam hal ini, yang dimaksud dengan situasi faktor yang strategis tersebut adalah faktor- faktor strategis yang bersumber dari internal (Internal Factor Strategic) maupun eksternal (External Factor Strategic) baik yang bersifat statis maupun dinamis yang tercakup dalam perspektif wilayah baik di tingkat global, regional, nasional maupun sektoral. Faktor-faktor strategis internal tersebut meliputi faktor-faktor strategis yang berhubungan dengan kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknes) Politeknik KP Karawang, sedangkan faktor-faktor strategis eksternal meliputi faktor-faktor strategis yang berhubungan dengan peluang (opportunity) dan ancaman (threats) Politeknik KP Karawang. Berikut diuraikan faktor-faktor strategis yang berhubungan dengan Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Peluang (opportunity) dan Ancaman (threats)
Tabel 1. Analisis SWOT Politeknik KP Karawang
Strength (Kekuatan) Weakness (Kelemahan) - SDM Pendidik dan
Kependidikan yang kompeten - Minat calon taruna tinggi
- Lokasi yang strategis berada pada kawasan industri terbesar di Asia Tenggara
- Tata kelola kampus yang belum optimal
- Peran Politeknik KP Karawang dalam pengembangan ristek yang relevan dan pemberdayaan masyarakat
- Teknologi dan inovasi produk KP untuk dikerjasamakan di tingkat nasional/internasional cukup memadai
- Banyak hasil penelitian terapan yang bisa di kerjasamakan
masih kurang
- Kurangnya sarpras dan anggaran untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
- Untuk Kerjasama
Internasional tergantung dari dukungan biro Kerjasama dan humas,setjen KKP
Oppurtunity (Peluang) Threat (Ancaman)
- Kebijakan Presiden
- Dukungan pemerintah daerah - Dunia kerja yang luas
- Kebijakan pendidikan mengarah vokasi
- Pengembangan Program Studi yang menyesuaikan dengan kebutuhan DUDI
- Adanya Kerjasama dengan DUDI - Adanya teknologi dan inovasi bidang
KP yang akan dimanfaatkan masyarakat KP
- Kebijakan intensive tax bagi DUDI yang kerjasama dengan Lembaga Pendidikan
- Masyarakat Kelautan dan Perikanan Karawang sangat terbuka terhdap program pendidikan
- Banyaknya Perguruan tinggi sejenis di tingkat nasional
- Adanya rencana Globalisasi (MEA dan AFTA)
- Import produk-produk KP
membanjiri pasar di tingkat nasional maupun internasional
1. Kekuatan
Arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan oleh presiden Jokowi yaitu mengembalikan Indonesia Berjaya dibidang maritim (menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia). Kebijakan dibidang maritim salah satunya adalah penguatan SDM dan Iptek Kelautan; serta meningkatkan harkat dan taraf hidup nelayan serta masyarakat pesisir. Ini merupakan sebuah dorongan positif yang harus dapat dilaksanakan oleh Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah.
Pemerintah daerah sangat memberikan dukungan dengan penyedian lahan untuk berdirinya Politeknik KP Karawang. Selain itu juga akan dijalin kerjasama yang lebih baik dengan beberapa SKPD terkait, sehingga Keberadaan Politeknik KP Karawang bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan khususnya dan masyarakat pada umumnya sangat penting dan strategis khususnya dalam hal pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, karena:
a. Politeknik KP Karawang merupakan bentuk pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan akademis dan vokasi dengan karakteristik pendidikan spesifik yaitu bidang kelautan dan perikanan.
Meningkatkan SDM Kelautan dan Perikanan pada perguruan tinggi yang
lebih menitikberatkan pada program vokasi dengan kompetensi yang bersertifikat, kemudian penerapan teknologi yang relevan dan terjual untuk mengantisipasi tantangan pembangunan kelautan dan perikanan di masa datang.
b. Peluang pasar untuk para lulusan masih terbuka lebar karena memiliki keahlian yang spesifik di bidang Kelautan dan Perikanan.
c. Tersedianya kuota Calon Peserta didik (Taruna) di Kabupaten Karawang dan sekitarnya yang memadai.
Dunia kerja yang dimasuki oleh lulusan Politeknik KP Karawang sangat luas.
Secara garis besar dunia kerja yang akan dimasuki lulusan Politeknik KP Karawang adalah Pelaut kapal penangkap ikan (Perwira kapal penangkap ikan Panjang 24 meter atau lebih pada perairan tak terbatas atau unlimited waters), Kepala pelabuhan perikanan, Syahbandar perikanan, Pengusaha dibidang usaha kelautan dan perikanan, pengolah hasil perikanan, pembudidaya ikan dan jasa kelautan, Observer, Pegawai Negeri Sipil, Dosen, Guru, dan sebagainya. Namun para lulusan diharapkan mampu untuk memasuki sektor swasta, baik sebagai pengusaha pemula, maupun menjadi operator Perusahaan. Oleh karena itu perubahan ke arah kemampuan berbisnis sangat diperlukan saat ini dan masa yang akan datang. maka di masa yang akan datang potensi mengelola kelautan secara bisnis semakin luas bagi lulusan Politeknik KP Karawang.
Sumber daya manusia baik tenaga pendidik dan kependidikan saat ini sudah memadai dimana terdapat 34 (tiga puluh empat) orang PNS dosen, dan PNS calon dosen untuk empat program studi yang ada saat ini. Latar belakang pendidik juga sangat mumpuni karena beberapa dosen merupakan para ahli dibidangnya masing- masing. Penambahan dosen akan terus dilakukan seiring dengan pengembangan (penambahan program studi) menjadi 5 (lima) program studi. Sedangkan untuk tenaga kependidikan juga sudah cukup untuk melayani taruna saat ini. Namun ke depan juga akan dilakukan penambahan disesuaikan dengan keterampilan dan kompetensinya masing-masing.
Arah kebijakan pendidikan nasional yaitu revitalisasi pendidikan vokasi untuk meningkatkan daya saing bangsa. Pendirian Politeknik KP Karawang sudah berada pada jalur yang benar dimana system pendidikan yang dianut adalah pendidikan berbasis vokasi dengan Porsi pembelajaran teori berbanding kegiatan praktek adalah sekitar 1 : 2. Sistem pembelajaran mencakup:
pembelajaran tatap muka di kelas, pembelajaran di Teaching Factory, serta pemagangan pada dunia usaha dan industri. Metode pembelajaran yang dikembangkan melalui pembejaran tatap muka langsung atau luar jaringan (luring), di dalam jaringan (daring), pembelajaran praktek di tefa dan dudi serta blended learning.
Model pendidikan di Politeknik KP Karawang telah dibangun atau didesain sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, produktif, kompeten dan berjiwa wirausaha dalam aspek teknologi terapan, aspek kewirausahaan/bisnis dan kedisiplinan. Karakteristik lulusan yang sedemikian rupa akan mempunyai daya juang tinggi dalam menggeluti dunia
usaha kelautan dan perikanan, sehingga memiliki daya saing tinggi. Dengan demikian ke depan dapat diharapkan akan lahir generasi baru pelaku usaha kelautan dan perikanan dari lulusan Politeknik KP Karawang yang meningkat kesejahteraannya.
2. Kelemahan
Isu-isu permasalahan yang menjadi kelemahan pada sektor kelautan dan perikanan dalam bidang pendidikan khususnya yang terjadi di Politeknik KP Karawang, yaitu :
a. Masih kurangnya tenaga pendidik yang memiliki sertifikasi kompetensi, dikarenakan keterbatasan anggaran untuk peningkatan kapabilitas kompetensi setiap tenaga pendidik;
b. Peran Politeknik KP Karawang dalam pengembangan riset yang relevan dan pemberdayaan masyarakat masih kurang. Karena minimnya sarpras dan anggaran yang disediakan untuk kegiatan penelitian bagi dosen.
Berdasarkan permasalahan sekaligus peluang tersebut harus dijawab oleh Politeknik KP Karawang dengan penerapan strategi melaui upaya-upaya yang harus dilaksanakan berupa:
1) Kualitas pendidikan yang produktif dan berdaya saing diantaranya :
a. Kurikulum yang berbasis Iptek yang berkembang secara dinamis, tuntutan kebutuhan dudi dan bisnis di bidang kelautan dan perikanan.
b. Meningkatnya Kualitas tenaga kependidikan yang berwawasan bisnis berbasis teknologi di bidang penangkapan ikan, pengolahan, kelautan, mesin dan budidaya perikanan.
c. Kegiatan metode perkuliahan dengan pendekatan teaching-Factory pra produksi, produksi, pengolahan dan pemasaran dengan inovasi teknologi, dan tata kelola bisnis yang menguntungkan
2) Tata kelola kampus berakreditasi nasional dan internasional, melalui upaya :
a. Sarana dan prasarana pendidikan dengan jenis dan rasio terhadap peserta didik yang sesuai standar Pendidikan tinggi baik secara nasional maupun . b. Sarana dan prasarana administrasi secara ISO 9001, c. Sarana dan prasarana asrama taruna dan unit pendukung lainnya yang
sesuai standar nasional.
3) Jaringan kerja global yang produktif dan sinergis, melalui upaya:
a. Menjalin kerjasama dengan K/L, Perguruan Tinggi, SMK dan Pemerintah daerah
b. Menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri maupun UMKM skala lokal dan nasional
c. Menjalin kerjasama Internasional
4) Berperan aktif dalam pengembangan riset yang relevan dan penguatan lembaga pemberdayaan masyarakat, melalui upaya:
a. Melaksanakan penelitian terapan tepat guna yang berorientasi bisnis
b. Melaksanakan penelitian permasalahan sosial ekonomi masyarakat dan rekomendasi solusinya
c. Membangun Showroom Teknologi di Kampus dan Taman Technologi di Kabupaten Karawang,
d. Penguatan data statistik kelautan dan perikanan, Sehingga di dalam rencana strategis Politeknik KP Karawang perlu disusun kebijakan Mewujudkan pendidikan vokasi yang berorientasi kelautan dan perikanan yang tangguh, tanggap, dan konsisten
3. Peluang
Kurikulum yang sudah dirancang saat ini merupakan peluang untuk menjawab kebutuhan SDM yang handal dan berdaya saing global. Melalui pendekatan kurikulum yang berorientasi pada Vokasi dimana ketrampilan dan wirausaha dipadukan dalam pelaksanaan pendidikan pada Politeknik KP Karawang diharapkan akan lahir inovasi kreatif baru yang datang dari para taruna yang pada akhirnya nanti akan mengurangi jumlah pengangguran para lulusan. Sebagai contoh, Politeknik KP Karawang akan jeli melihat program studi yang dibutuhkan pasar dan menyiapkan lulusan yang banyak terlibat dalam industri dari mulai industri rumahan sampai pabrikan.
Oleh karena itu sudah selayaknya Politeknik KP Karawang memperoleh dukungan dana yang besar untuk praktek dan riset sebagai upaya modernisasi bisnis dan memperkuat aspek pemasaran di bidang tersebut. Dengan demikian dana riset tersebut akan menjadi stimulus bagi pengembangan potensi bisnis, sehingga pada akhirnya secara agregat akan mampu memberikan kontribusi secara nasional.
Di masa yang akan datang, Politeknik KP Karawang juga akan mengembangkan bidang-bidang riset yang relevan dan termanfaatkan yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini dan yang akan datang. Perhatian serius pada bidang usaha dan industri yang produktifitasnya tinggi, yang mencerminkan tingkat demand yang tinggi terhadap sumber daya manusia kelautan dan perikanan yang produktif dan bersaing tinggi. Kebutuhan ini belum dapat terpenuhi, karena tingkat suplai operator yang demikian untuk dunia usaha dan industri yang masih jarang.
Nilai produktifitas yang tinggi di dunia usaha dan industri secara tidak langsung akan menunjukkan daya saing yang tinggi bagi sumberdaya manusia nya.
Hal tersebut menjadi peluang untuk menyediakan tenaga yang berkarakter, produktif dan berdaya saing tinggi. Untuk mendukung rencana besar tersebut perlu adanya Rencana Strategi Lima Tahun ke depan yang benar benar bisa dilaksanakan dengan memperoleh dukungan dari K/L, Perusahaan-perusahaan dibidangnya, dan Pemerintah Daerah.
Kurikulum yang baik tentunya juga tidak terlepas dari adanya sarana dan
prasarana yang terstandar nasional maupun internasional. Saat ini Politeknik KP Karawang terdapat beberapa sarana yang dapat menjawab kurikulum yaitu telah dibangun 3 (tiga) buah sarana belajar dengan pendekatan industri (teaching factory) dengan luas masing-masing bangunan 1.000 meter persegi lengkap dengan berbagai peralatan pendukung praktek lainnya. Ini merupakan sebuah peluang yang diharapkan mampu untuk menjawab tantangan dimana lulusan yang dihasilkan harus mampu memiliki daya saing tinggi secara global. Karena dengan pembelajaran atau perkuliahan dengan pendekatan teaching factory para lulusan akan menemukan dunia kampus hampir sama dengan dunia kerjanya. Artinya gap antara kondisi kerja di kampus dengan kondisi kerja di DUDI sangat kecil. Lulusan dapat segera mengadaptasi saat kerja di industri.
Para user tidak perlu lagi menyiapkan anggaran yang besar untuk peningkatan kapasitas para pekerjanya.
Lokasi yang strategis yaitu berada di beberapa pusat industri Karawang juga merupakan salah satu peluang yang sangat bagus mengingat system pendidikan pada Politeknik KP Karawang berbasis vokasi dengan pendekatan industri. Diharapkan dengan adanya jalinan kerjasama dengan beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Karawang dan sekitarnya mampu untuk menjawab tantangan pasar global.
Pengembangan Program Studi pada POLTEK-KP Karawang diarahkan pada kebutuhan pasar dimana saat ini sudah terdapat 4 (empat) Program Studi yaitu :
1) Teknik Penangkapan Ikan
2) Teknik Pengolahan Produk Perikanan 3) Teknik Kelautan
4) Budi Daya Ikan
Sedangkan kedepan akan dikembangan program studi baru dan diarahkan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan tenaga kerja nasional dan internasional. Selain itu pengembangan program studi juga berdasarkan beberapa alasan salah satunya adalah pendekatan sarana dimana telah dibangun fasilitas Teaching Factory untuk mesin perikanan namun belum terutilisasi secara optimal sehingga perlu dikembangan prodi yang sesuai untuk memanfaat fasilitas tersebut.
Hal inilah yang merupakan suatu kesempatan (opportunity) untuk mengembangkan program studi baru. Adapun program studi baru yang akan dikembangkan adalah 1 (satu) program studi yaitu: Mekanisasi Perikanan 4. Ancaman
Hasil dari pendidikan adalah lulusan sebagai tenaga profesional dan produktif yang berkarakter untuk pengelolaan usaha perikanan yang dibutuhkan oleh user dan bangsa Indonesia. Adanya lulusan dari program studi sejenis dan yang diselenggarakan pada Politeknik KP Karawang dalam lingkup nasional merupakan acaman yang menjadikan Politeknik KP Karawang harus mampu untuk menjawab ancanman tersebut dengan menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing.
Analisa kebutuhan lulusan adalah pertimbangan akan terserapnya semua lulusan ke dunia kerja sehingga diharapkan para lulusan tidak ada yang menganggur atau tidak memiliki lapangan pekerjaan. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut dibutuhkan keterkaitan (linkage) dari hulu sampai ke hilir dalam penataan dan pendekatan sistem pendidikan di sektor kelautan dan perikananan, yang dimulai dari proses penerimaan dan seleksi taruna yang selektif, dan memenuhi persyaratan program study, proses transformasi pendidikan yang berkualitas sampai ouput lulusan, sehingga para lulusan memiliki profesionalisme dan berkarakter yang menjamin ia tidak akan menganggur, karena ia telah dibekali pendidikan moral, memiliki percaya diri, berbudaya belajar, mandiri, ingin maju dan berdaya saing tinggi.
Ancaman lain yang patut untuk dipertimbangankan yaitu pasar bebas sebagai contoh MEA, ancaman tersebut di antaranya :
Pertama, mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah, di mana hingga Febuari 2014 jumlah pekerja berpendidikan SMP atau dibawahnya tercatat sebanyak 76,4 juta orang atau sekitar 64 persen dari total 118 juta pekerja di Indonesia.
Kedua, ketersediaan dan kualitas infrastuktur masih kurang sehingga mempengaruhi kelancaran arus barang dan jasa. Menurut Global Competitiveness Index (GCI) 2014, kualitas infrastruktur kita masih tertinggal dibandingkan negara Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.
Politeknik KP Karawang harus mampu untuk menjawab tantangan in sebagai keunggulan yaitu dengan mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi dan inovtif.
Ketiga, minimnya sarpras dan anggaran untuk mendukung terselenggaranya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya penambahan sarpras dan anggaran diharapkan kualitas dan kuantitas hasil dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dapat dimanfaatkan oleh KKP dan pemerintah daerah
1.4. ISU-ISU STRATEGIS
Politeknik KP Karawang memiliki peran untuk mendorong peningkatan kompetensi SDM melalui Pendidikan Kelautan dan Perikanan. Dalam merespon sejumlah isu yang berkembang, keberadaan Politeknik KP Karawang berperan sangat penting. Beberapa isu strategis yang memerlukan kontribusi dari Pendidikan KP, yaitu:
1. Senantiasa berusaha dan bekerja secara optimal dalam mengontrol penyaluran alumninya, baik sebagai tenaga kerja yang mengisi lingkup pekerjaan maupun membuka lapangan kerja sendiri.
2. Lulusan yang berkarakter, professional dan produktif mampu menjadi aset negara dan bukan beban negara, maka setiap lulusan memiliki kesempatan yang sama dalam pengembangan diri; menjadi pelaku utama dan usaha sektor kelautan dan perikanan untuk tingkat nasional, regional dan bahkan internasional secara berkelanjutan.
3. Lulusan Politeknik KP Karawang harus memiliki jiwa wirausaha sehingga mereka ikut mengembangkan dunia usaha dan dunia industri kelautan dan perikanan secara langsung sebagai pelaku utama yang sekaligus akan turut membantu penyerapan tenaga kerja nasional dengan bekal para taruna yang diberikan pendidikan bisnis/kewirausahaan.
4. Pengembangan peningkatan kualitas lulusan, dilakukan melalui pengembangan networking, berupa penciptaan dan penguatan jaringan antara Politeknik KP Karawang dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), komunikasi dan saling memberdayakan para lulusan.
5. Pengembangan teknologi dan inovasi penangkapan, pengolahan produk dan peningkatan nilai tambah, keamanan pangan, serta pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan berbasis bioteknologi, pengembangan teknologi kelautan melalui pengembangan kurikulum.
6. Penyediaan lapangan kerja sebagai upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan ketahanan pangan melalui pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
7. Adanya produk-produk teknologi dan inovasi dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh DUDI, pemerintah pusat (KKP), dan Pemerintah Daerah (Karawang)
8. Politeknik KP Karawang berkeinginan untuk mengedepankan inovasi teknologi KP agar diterima di pasar nasional dan internasional. Adapun Langkah yg diambil adalah
a. mempersiapkan taruna-taruni karawang untuk memiliki potensi menghasilkan produk inovasi yang memiliki jiwa entrepreneur b. meningkatkan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai c. upaya peningkatan jejaring kemitraan ditingkat nasional maupun
internasional
d. mencetak kader-kader entrepreneurship untuk menjadi pengusaha pemula/star up yang siap menciptakan lapangan kerja baru
BAB II. VISI, MISI DAN TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS 2.1. Visi
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diberikan tugas- tugas strategis terkait pengelolaan di sektor kelautan dan perikanan menjawab visi pembangunan nasional, dengan menetapkan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2020-2024 menggunakan Visi Presiden dan Wakil Presiden yaitu “Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong”.
Visi KKP 2020-2024 adalah “Terwujudnya Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang Sejahtera dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan” untuk mewujudkan “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, berlandaskan Gotong Royong”.
Politeknik KP Karawang merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang berfokus pada pengembang SDM kelautan dan perikanan melalui penyelenggaran pendidikan tinggi vokasi. Untuk itu, visi Politeknik KP Karawang 2020-2024 adalah “Menjadi Pusat Unggulan Pendidikan Vokasi Bidang Industri Kelautan dan Perikanan” demi “Terwujudnya Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang Sejahtera dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan” untuk mewujudkan “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, berlandaskan Gotong Royong”.
2.2. Misi
Sebagai tindak lanjut dari Visi tersebut di atas, maka misi Politeknik KP Karawang yang ditetapkan adalah sebagai berikut :
1. Mewujudkan pendidikan vokasi untuk menghasilkan SDM yang unggul di bidang industri kelautan dan perikanan dengan penguatan kemitraan dalam pengembangan Teaching Factory bekerjasama dunia usaha dan dunia industri (DUDI);
2. Melaksanakan penelitian melalui kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk menghasilkan produk yang inovatif dan produktif;
3. Melaksanakan pengabdian masyarakat dengan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
4. Melaksanakan Tata kelola administrasi pendidikan yang bersih dan akuntable standar ISO 9001:2015.
2.3. Tujuan
Menjabarkan misi Politeknik KP Karawang, sebagaimana tersebut di atas, maka tujuan yang harus dicapai adalah :
1. Politeknik KP Karawang menghasilkan lulusan bidang industri kelautan
dan perikanan yang tangguh, tanggap, konsisten, dan berorientasi inovasi produktif dan berdaya saing tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
2. Politeknik KP Karawang menghasilkan penelitian dan melaksanakan pengabdian masyarakat berorientasi inovative untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
3. Politeknik KP Karawang memiliki tata kelola kampus yang terakreditasi , sehingga mampu membangun jaringan kerja yang produktif, berperan dalam pengembangan teknologi terapan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
2.4. Sasaran Strategis
Sasaran strategis pembangunan kelautan dan perikanan melalui pelaksanaan kegiatan Politeknik KP Karawang merupakan kondisi yang diinginkan dapat dicapai oleh Politekik KP Karawang sebagai suatu outcome/impact dari kegiatan yang dilaksanakan. Untuk itu ditetapkan 5 (lima) Sasaran Strategis Politeknik KP Karawang, meliputi:
1. Kapasitas dan Kompetensi SDMKP yang meningkat melalui kegiatan pendidikan KP.
Sasaran strategis ke-satu (SS-1) yang akan dicapai adalah kapasitas dan kompetensi SDM KP meningkat, dengan indikator kinerja:
a). Persentase lulusan pendidikan dan pelatihan yang terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri dari 60 % pada tahun 2020 menjadi 75%
pada tahun 2024.
b). Jumlah lulusan pendidikan dan pelatihan yang membentuk start up (usaha rintisan) pada tahun 2020 sebanyak 3 orang, dan tahun 2024 sebanyak 26 orang.
2. Terselenggaranya Pendidikan Vokasi Kelautan dan Perikanan Yang Kompeten.
Sasaran strategis ke-dua (SS-2) yang akan dicapai adalah terselenggaranya Pendidikan vokasi kelautan dan perikanan yang kompeten meningkat, dengan indikator kinerja:
a). Lulusan Politeknik KP Karawang yang bersertifikat kompetensi dari 66 orang pada tahun 2020 menjadi 140 orang pada tahun 2024;
b). Peserta Pendidikan vokasi kelautan dan perikanan yang kompeten di Politeknik KP Karawang dari 264 orang pada tahun 2020 menjadi 365 orang pada tahun 2024;
c). Persentase anak pelaku yang diterima sebagai peserta didik di Politeknik KP Karawang dari 50 % tahun 2020 menjadi 75 % pada tahun 2024;
d). Pendidik dan tenaga kependidikan Politeknik KP Karawang yang meningkat kompetensinya.
3. Tersedianya Sarana dan Prasarana Pendidikan KP Yang Terstandar
Sasaran strategis ini menunjukkan jumlah sarana dan prasarana Pendidikan yang ditingkatkan kapasitasnya. Adapun sarana yang akan ditingkatkan kapasitasnya meliputi Gedung dan bangunan, peralatan laboratorium, peralatan mesin, alat transportasi, kolam indoor dan outdoor, jaringan/IT, dan revitalisasi lahan yang belum optimal.
4. Terselenggaranya Pengabdian Pendidikan Tinggi KP.
Sasaran strategis keempat (SS-4) Terselenggaranya Pengabdian Pendidikan Tinggi KP sedangkan IKU-9 di Politeknik KP Karawang adalah
“Penelitian Terapan Pendidikan Tinggi KP (Paket), dengan 9 hasil riset terapan pada tahun 2020 menjadi 57 hasil riset terapan pada tahun 2024.
Jumlah data, informasi dan peta hasil riset KP yang digunakan dalam penyusunan kebijakan Pusat KKP dan Daerah di Kabupaten Karawang, sampai dengan tahun 2024 direncanakan sebanyak 4 paket. Jumlah hasil riset yang dimanfaatkan oleh sektor industri sebanyak 4 paket pada tahun 2021 dan sebanyak 16 paket sampai tahun 2024. Jumlah rekomendasi hasil riset terapan Poltek KP Karawang yang digunakan dalam penyusunan kebijakan, sampai dengan tahun 2024 direncanakan menghasilkan 4 paket yang dijadikan menjadi kebijakan pusat di KKP dan atau di Kabupaten Karawang.
IKU ke – 10 di Politeknik KP Karawang adalah Pengabdian kepada masyarakat KP (Paket) dengan jumlah desa mitra/kawasan mitra yang menerapkan teknologi dan inovasi lingkup Politeknik KP Karawang sebanyak 7 paket di tahun 2020 dan menjadi 35 paket pada tahun 2024.
Dengan teknologi dan inovasi Poltek KP Karawang, maka Desa mitra di Dusun Tengkolak, Kecamatan Cilamaya Wetan sampai dengan Tahun 2020 dapat terlihat perkembangan melalui kegiatan wahana wisata bahari, sehingga masyarakat di dusun tengkolak bisa menarik minat masyarakat lokal karawang untuk berkunjung ke wahana tersebut.
Sesuai dengan Peraturan Kepala BRSDMKP No. 13 Tahun 2021 Tentang Pengembangan Teknologi Kampung Inovasi di daerah pesisir, maka mulai tahun 2021 sampai dengan tahun 2024 Poltek KP Karawang akan memilih desa Tambaksari Kecamatan Tirtajaya sebagai proyek percontohan Kampung Inovasi di Kabupaten Karawang. Poltek KP Karawang memilih dusun tersebut, karena:
1. Ketersedian potensi sumber daya alam berupa Bandeng base produk dan
Rumput Laut base product mendominasi di Kabupaten Karawang;
2. Sebagian besar masyarakat di tambak sari merupakan anggota kelompok yang sudah berbadan hukum dalam wadah poklashar, KUB, Pokdakan, Koperasi, UMKM, dan penggiat lingkungan (kelompok masyarakat hutan mangrove);
3. Adanya dukungan dari pemerintah pusat (KKP), pemerintah daerah dan lembaga permodalan melalui CSR melalui BUMN dan perusahan mitra.
5. Tata Kelola Pemerintahan yang baik pada Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
Learning and Growth Perspective (input), untuk melaksanakan pencapaian sasaran strategis sebagaimana tersebut di atas, dibutuhkan input yang dapat mendukung terlaksananya proses untuk menghasilkan output dan outcome BRSDM melalui Sasaran Strategis ke lima (SS-5)
“Tatakelola pemerintahan yang baik” dengan indikator kinerja:
a). Indeks Profesionalisme ASN BRSDM dari 72 pada tahun 2020 menjadi 76 pada tahun 2024;
b). Persentase unit kerja BRSDM yang menerapkan Manajemen Pengetahuan yang terstandar, pada tahun 2020 sampa 2024 sebesar 82 %;
c). Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi (RB) BRSDM dari 30 pada tahun 2020 menjadi 34 pada tahun 2024;
d). Penilaian Mandiri AKIP BRSDM, dari A pada tahun 2020 menjadi AA pada tahun 2024;
e). Level Maturitas SPIP BRSDM, dari 3 pada tahun 2020 menjadi 3 pada tahun 2024; dan
f). Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran BRSDM dari Baik (88) pada tahun 2020 menjadi Sangat Baik pada tahun 2024.
BAB III. ARAH KEBIJAKAN, STRATEGIS, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN
3.1. Arah Kebijakan dan Strategis Nasional
Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 telah mengarusutamakan Sustainable Development Goals (SDGs). RPJMN 2020- 2024 telah menetapkan 7 (tujuh) agenda pembangunan Indonesia sebagai berikut:
1. Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan;
2. Agenda mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan;
3. Agenda meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing;
4. Agenda membangun revolusi mental dan pembangunan kebudayaan;
5. Agenda memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar;
6. Agenda membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim;
7. Agenda memperkuat stabilitas Polhukhankam dan transformasi pelayanan publik.
Pelaksanaan Agenda Pembangunan Nasional (Prioritas Nasional) dilakukan bersinergi antara KKP dengan K/L dan instansi lain yang terkait dengan Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (BUMN/Swasta). Strategi agenda yang terkait dengan tugas KKP, antara lain:
1. Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan, yang meliputi peningkatan pengelolaan kemaritiman, perikanan dan kelautan, memperkuat komitmen pelaksanaan target SDG 14 Ekosistem Lautan (Life Below Water), dan peningkatan nilai tambah, lapangan kerja, dan investasi di sector riil, dan industrialisasi.
2. Mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, dengan strategi penguatan basis produksi dan pengolahan komoditas unggulan daerah yang tersebar pada sentra- sentra hilirisasi pertanian dan perikanan di Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Kawasan transmigrasi Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), dan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT)/Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP);
3. Membantu lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, dengan strategi konservasi Kawasan dan perlindungan keanekaragaman hayati di daratan maupun pesisir, perlindungan
kerentanan pesisir dan sector kelautan, dan pengembangan rendah karbon pesisir dan laut.
3.2. Arah Kebijakan dan Strategis a. Arah kebijakan
Arah kebijakan mengacu pada arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan nasional (RPJMN) dan arah kebijakan pembangunan KP, BRSDM KP, dan PUSDIK KP 2020-2024 yang ada. Strategi peningkatan kompetensi lulusan merupakan prioritas utama Politeknik KP Karawang yang diarahkan untuk menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing yang mendukung pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan.
Politeknik KP Karawang mempunyai tugas melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yakni Pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Arah kebijakan Politeknik KP Karawang, dalam upaya mendukung kebijakan KKP, BRSDM, dan PUSDIK KP, diantaranya:
1. Pemberian kesempatan yang lebih besar kepada putra/putri pelaku utama kelautan dan perikanan untuk memperoleh Pendidikan di Politeknik KP Karawang;
2. Peningkatan kompetensi peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory, dan sistem sertifikasi kompetensi dan sertifikasi keterampilan peserta didik;
3. Pengembangan jiwa kewirausahaan bagi peserta didik;
4. Meningkatkan kerjasama Pendidikan dengan dunia usaha/dunia industri;
5. Meningkatkan kapasitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Arah kebijakan nasional yang terkait dengan kegiatan pendidikan vokasi dibidang kelautan dan perikanan yang diselenggarakan oleh Politeknik KP Karawang, meliputi:
1. Meningkatkan kualitas pendidikan tinggi vokasi melalui penerapan sistem sertifikasi kompetensi dan sertifikasi keterampilan;
2. Mengembangkan pendidikan tinggi vokasi yang berorientasi pada menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan;
3. Meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi vokasi dibidang kelautan dan perikanan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan teknologi terapan, serta pusat pengembangan inovasi;
4. Meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan budi pekerti.
b. Strategi
Dengan memperhatikan tujuan dan sasaran strategis yang akan dicapai Politeknik KP Karawang pada tahun 2020-2024, maka strategi yang akan dikembangkan adalah sebagai berikut:
1. Sasaran Strategis 1: Kapasitas dan Kompetensi SDMKP yang meningkat melalui kegiatan pendidikan KP.
Strategi 1: Membangun sistem penyelenggaraan Pendidikan berbasis kerjasama industri dan pengembangan kewirausahaan.
Langkah Operasional:
1). Menghasilkan lulusan Pendidikan sebagai tenaga kerja professional;
2). Mengembangkan kurikulum vokasi dengan pendekatan “Teaching Factory” dan memperkuat link and match berbasis kerjasama dengan industri;
3). Menguatkan Pendidikan tinggi berkualitas (pembangunan kampus Pendidikan dan riset terapan).
4). Memperkuat karakter Tangguh dan mandiri dalam membangun pola pembelajaran kewirausahaan;
5). Mengembangkan modul, kurikulum Pendidikan berbasis SKKNI dan kebutuhan dunia industri;
6). Mengembangkan sertifikasi kompetensi KP sesuai kebutuhan DUDI bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi;
7). Meningkatkan kompetensi tenaga pendidik sesuai bidang keahlian/keilmuan yang dibutuhkan;
8). Meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana Pendidikan dan sesuai kebutuhan kurikulum;
9). Penumbuhan budaya maritime melalui Pendidikan karakter bangsa dan bela negara.
2. Sasaran Strategis 2: Terselenggaranya Pendidikan Vokasi Kelautan dan Perikanan Yang Kompeten.
Strategi 1: Penumbuhan dan penguatan kewirausahaan, inisiasi, pengembangan kreativitas dan inovasi
Langkah Operasional:
1) Membumikan teori melalui kegiatan praktikum di TEFA, kolaborasi dengan orang tua, dekat dengan domisili taruna
2) Memberikan pengalaman pembelajaran langsung di tempat kerja (experiental learning) melalui kegiatan PPKMP, Praktek Kerja Lapangan, Praktek kerja Akhir di TEFA, kolaborasi dengan orang tua, dekat dengan domisili taruna, usahanya sendiri, UMKM, dan DUDI
3) Pembentukan hard/soft skill sesuai dengan kebutuhan kerja
4) Meningkatkan link and match dengan DUDI melalui kegiatan magang, kunjungan, sinergitas kurikulum dengan DUDI
5) Mempersiapkan karakter peserta didik sesuai dunia kerja sejak dini dan terfokus
3. Sasaran Strategis 3: Tersedianya Sarana dan Prasarana Pendidikan KP Yang Terstandar.
Strategis 1: Revitalisasi Lahan, Gedung dan bangunan Langkah operasional:
1) Pemeliharaan secara berkala serta renovasi dan perbaikan non struktur yang disesuaikan dengan kebutuhan
2) Pemasangan system control suhu dan pemantauan konsumsi energi agar dapat dilakukan control demi mencapai tingkat efisiensi konsumsi energi yang baik
3) Audit kelayakan system kelistrikan dan penggantian/upgrad pada beberapa komponen kelistrikan yang telah digunakan.
Penggantian/upgrade ini diperlukan untuk menerapkan system control dan pemantauan energi Gedung
4) Pemasangan system pencegahan kebakaran
5) Perbaikan system sanitasi Gedung melalui pemantauan dan perbaikan saluran pipa air bersih, pipa air kotor dan instalasi Sewage Treatment Plant (STP)
6) Optimalisasi pemanfaatan lahan dilingkungan Poltek KP Karawang Strategis 2: Revitalisasi sistem tata suara dan system telekomunikasi Langkah operasional:
1) Penggantian sistem tata suara dengan teknologi yang lebih modern dan handal sehingga mampu mendukung penyelenggaraan pertemuan dan penyampaian informasi
2) Penyedian jaringan internet yang optimal di seluruh Gedung dan lingkungan Poltek KP Karawang
3) Penyediaan perangkat telekomunikasi berupa handly talky untuk mendukung pengelolaan keamanan di dalam dan di luar Gedung Poltek KP Karawang
4) Instalasi sistem keamanan Gedung berupa gate parkir, gate lobby, sistem keamanan pintu ruangan dan instalasi CCTV untuk memantau gerak pegawai/tamu/taruna
Strategis 3: Revitalisasi sistem pelayanan umum Langkah operasional:
1) Penataan ulang sistem administrasi persuratan dengan tingkat kecepatan penyampaian surat masuk kepada unit kerja tujuan maksimal 1 (satu) hari
2) Menggalakkan penggunaan e-disposisi
3) Penataan ulang sistem administrasi kearsipan melalui penyediaan sarpras yang memadai
4) Pembangunan ruang arsip untuk mendukung ruang arsip yang memadai
5) Mengikutsertakan diklat ke arsipan
6) Peningkatan pelayanan perpustakaan melalui digital library, dan e- repository
7) Penyediaan Sumberdaya manusia untuk optimalisasi ketatausahaan pimpinan,
8) Penyediaan layanan Kesehatan meliputi klinik umum, klinik gigi, ruang laktasi, dan penitipan anak
9) Penyediaan sarana tranportasi yang memadai bagi taruna dan pegawai lingkup Poltek KP Karawang
4. Sasaran Strategis 4: Terselenggaranya Pengabdian Pendidikan Tinggi KP.
Strategis 1: Melakukan pengabdian terhadap masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan profesionalisme Perguruan Tinggi dalam pemberdayaan masyarakat menuju pemerataan pembangunan
Langkah operasional:
1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir 2) Memberikan edukasi dan motivasi pada masyarakat pesisir
3) Meningkatkan kemampuan adopsi inovasi teknologi pada masyarakat pesisir
4) Menumbuhkankembangkan desa inovasi
5) Meningkatkan hilirisasi hasil riset untuk mewujudkan masyarakat KP yang berdaya saing berbasis pengetahuan
6) Melakukan publikasi hasil riset
7) Melakukan penerapan teknologi melalui kegiatan alih teknologi 8) Meningkatkan promosi dan diseminasi hasil riset melalui media dan
jejaring (nasional/internasional) untuk memperoleh pengakuan ilmiah nasional/internasional dan perolehan sumber-sumber pendanaan riset di luar APBN
5. Sasaran Strategis 5: Tata Kelola Pemerintahan yang baik pada Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
Strategis 1: Membangun dan memperkuat tata Kelola pemerintahan yang baik di lingkungan Politeknik Kelautan dan Perikanan
Langkah operasional:
1) Memperkuat tata Kelola dan Kerjasama serta pengembangan sumberdaya manusia yang dilandasi prinsip-prinsip konsultatif, fleksibel, dan transparan
2) Meningkatkan pranata dan kelembagaan birokrasi yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan prima melalui pembinaan dan pendampingan reformasi birokrasi, pelaksanaan SAKIP, dan menuju satker berstatus WBK/WBBM
3) Pengelolaan perencanaan dan anggaran pembangunan secara akuntabel
4) Pengelolaan keuangan sesuai prinsip pengelolaan keuangan negara secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatuhan.
3.3. Kerangka Regulasi
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional kita selain mengenal kerangka anggaran, juga terdapat kerangka regulasi yang digunakan dalam mempengaruhi kinerja pembangunan nasional. Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam Renstra Politeknik KP Karawang Tahun 2020-2024, untuk melaksanakan arah kebijakan dan strategi pembangunan tahun 2020-2024, memerlukan pula kerangka regulasi yang merupakan perencanaan pembentukan regulasi dalam rangka memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan kelauatan dan perikanan.
Kerangka regulasi Politeknik KP Karawang disiapkan mengacu pada program legislasi nasional dan program legislasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, meliputi:
1. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 91 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik KP;
2. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 4 Tahun 2020 tentang Statuta Politeknik KP Karawang.
3.4. Kerangka Kelembagaan
Renstra KKP Tahun 2020-2024 menyatakan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan KKP dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal, yakni:
1. Perubahan paradigma pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan dari production oriented ke people oriented.
2. Mandat yang diberikan meliputi mandat konstitusional, mandat teknis, mandat pembangunan, dan mandat organisasi;
3. Kebijakan pembangunan, kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah, peraturan perundangan terkait yang berlaku;
4. Prinsip-prinsip pengorganisasian yang right sizing, unified function, efektif, efisien dan transparan, sesuai dengan bisnis proses (business process management) pembangunan kelautan dan perikanan;
5. Penguatan mutu kelembagaan satuan Pendidikan kelautan dan perikanan.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2017 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan, KKP telah melakukan penataan kelembagaan Politeknik Kelautan dan Perikanan yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 91 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kelautan dan Perikanan.
Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang sebagai salah satu unit pelaksana teknis BRSDM KP yang berada dibawah dan bertanggungjawab secara teknis kepada Kepala PUSDIK KP mempunyai tugas melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi fungsi Pendidikan, penelitian
terapan, dan pengabdian masyarakat. Untuk mengoptimalkan pencapaian kinerjanya, Politeknik KP Karawang dilengkapi struktur kelembagaan sebagai berikut:
BAB IV. TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN 4.1. Target Kinerja
4.1.1. Indikator Kinerja Sasaran Strategis PUSDIK KP Tahun 2020-2024 Indikator kinerja sasaran strategis Pusat Pendidikan KP disusun mengacu pada Indikator Kinerja BRSDM KP Tahun 2020-2024. Rincian indikator kinerja Pusat Pendidikan KP Tahun 2020-2024 adalah sebagai berikut:
SASARAN KEGIATAN/INDIKATOR KINERJA TARGET
2020 2021 2022 2023 2024 Kapasitas dan kompetensi SDM KP yang meningkat melalui
Kegiatan Pendidikan KP
1 Persentase lulusan Politeknik KP Karawang yang bekerja
di bidang kelautan dan perikanan (%) 75 75 75 75 75 2 Lulusan satuan pendidikan KP yang melakukan rintisan
wirausaha di bidang kelautan dan perikanan (%) 5 10 15 17 19 3 Desa mitra pendidikan KP yang meningkat
kompetensinya (Desa) 1 1 1 1 1
4 Lulusan satuan pendidikan KP yang besertifikat
kompetensi (Orang) 2.450 2.479 2.735 2.579 2.996 5 Peserta pendidikan vokasi kelautan dan perikanan yang
kompeten (Orang) 8.171 8.308 8.668 8.843 9.068 6 Sarana dan prasarana Pendidikan KP yang ditingkatkan
kapasitasnya (Unit) 21 17 17 17 17
7 Jejaring dan/atau kerjasama pendidikan yang disepakati
dan/atau ditindaklanjuti (Dokumen) 22 34 34 34 34 8 Persentase anak pelaku utama yang diterima sebagai
peserta didik di Politeknik KP Karawang (%) 50 55 60 65 75 9 Jumlah Lembaga Pendidikan terstandard (Lembaga) 10 17 17 17 17 10 Pendidik dan tenaga kependidikan yang meningkat
kompetensinya (Orang) 343 350 350 350 350
11 Pengabdian Pendidikan tinggi KP (Paket) 17 17 17 17 17 12 Aparatur KKP yang ditingkatkan jenjang Pendidikan
formalnya (Orang) 180 180 235 240 250
13 Dokumen perencanaan kegiatan pendidikan KP yang
tersusun sesuai kaidah yang berlaku (Dokumen) 50 50 50 50 50 14 Nilai hasil monitoring dan evaluasi kegiatan pendidikan
KP (Nilai) 80 81 83 84 85
Tata kelola Pemerintahan yang baik pada Pusat Pendidikan KP
15 Indeks Profesionalitas ASN Politeknik KP Karawang
(indeks) 72 72 72 72 72
16 Persentase unit kerja yang menerapkan sistem
manajemen pengetahuan yang terstandar (%) 82 82 82 82 82 17 Nilai kinerja pelaksanaan anggaran Pendidikan KP (nilai) Baik
(88)
Baik (88)
Baik (88)
Baik (88)
Baik (88)
4.1.2. Indikator Kinerja Sasaran Strategis Politeknik KP Karawang Tahun 2020-2024
Indikator kinerja sasaran strategis Pusat Pendidikan KP disusun mengacu pada Indikator Kinerja BRSDM KP Tahun 2020-2024. Rincian indikator kinerja Politeknik KP Karawang Tahun 2020-2024 adalah sebagai berikut:
SASARAN KEGIATAN/INDIKATOR KINERJA TARGET
2020 2021 2022 2023 2024 Kapasitas dan kompetensi SDM KP yang meningkat melalui
Pendidikan KP
1 Persentase lulusan Politeknik KP Karawang yang bekerja
di bidang kelautan dan perikanan (%) 75 75 75 75 75 2 Lulusan satuan pendidikan KP yang melakukan rintisan
wirausaha di bidang kelautan dan perikanan (%) 5 10 15 17 19 Terselenggaranya Pendidikan Vokasi Kelautan dan
Perikanan Yang Kompeten
3 Lulusan Politeknik KP Karawang yang besertifikat
kompetensi (Orang) 66 85 100 115 140
4 Peserta pendidikan vokasi kelautan dan perikanan yang
kompeten di Politeknik KP Karawang (Orang) 264 290 315 340 365 5 Persentase anak pelaku utama yang diterima sebagai
peserta didik di Politeknik KP Karawang (%) 50 55 60 65 75 6 Pendidik dan tenaga kependidikan Politeknik KP
Karawang yang meningkat kompetensinya (Orang) 6 6 10 10 10 7 Kerjasama pendidikan kelautan dan perikanan yang
disepakati (Dokumen) 1 1 1 1 1
8 Nilai hasil monitoring dan evaluasi kegiatan pendidikan
KP (Nilai) 80 81 83 84 85
Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan kp yang terstandar
9 Sarana pendidikan KP yang ditingkatkan kapasitasnya
(Unit) 1 1 1 1 1
10 Prasarana Pendidikan Tinggi KP yang ditingkatkan
kapasitasnya (unit) 1 1 1 1 1
Terselenggaranya Pengabdian pendidikan tinggi 11 Penelitian Terapan Pendidikan Tinggi KP (Paket)
1 1 1 1 1
12 Pengabdian kepada masyarakat KP (Paket) 1 1 1 1 Terlaksananya Layanan Umum dan Layanan Perkantoran 80 81 83 84 85 13 Persentase penyelesaian temuan LHP BPK Politeknik KP
Karawang 100 100 100 100 100
14 Indeks Profesionalitas ASN Politeknik KP Karawang
(indeks) 72 72 72 72 72
15 Nilai Rekonsiliasi Kinerja Politeknik KP Karawang 80 80 80 80 16 Unit kerja yang menerapkan sistem manajemen
pengetahuan yang terstandar (%) 85 84 84 84 84 17
Persentase rekomendasi hasil pengawasan yang dimanfaatkan untuk perbaikan kinerja Politeknik KP Karawang (%)
65 65 65 65
18 Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA)
Politeknik KP Karawang 89 89 89 89
19 Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Politeknik KP Karawang 85 86 86 86 86 20 Persentase Layanan Dukungan Manajemen Internal
Politeknik KP Karawang (%) 100 100 100 100 100 4.1.3.Indikator Kinerja Kegiatan
Indikator kinerja kegiatan merupakan alat ukur yang mengindikasikan keberhasilan pencapaiankeluaran (output) dari suatu kegiatan. Indikator kinerja kegiatan telah ditetapkan secara spesifik untuk mengukur pencapaian kinerja berkaitan dengan sasaran kegiatan (Output) sebagaimana Lampiran II.
4.2. Kerangka Pendanaan
Kegiatan pelaksanaan Pendidikan Tinggi vokasi pada Politeknik KP Karawang dalam rancangan Renstra mengusulkan rencana pendanaan melalui APBN 2020-2024 dan PNBP 2020-2024. Anggaran tersebut akan didistribusikan setiap tahunnya untuk membiayai pelaksanaan penyelenggaraan Pendidikan di Politeknik KP Karawang sebagaimana Lampiran III.
BAB V. PENUTUP
Rencana Strategis Politeknik KP Karawang 2020-2024 merupakan dokumen yang disusun mengikuti penjabaran dari Rencana Strategis Pusat Pendidikan KP Tahun 2020-2024 dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2020-2024 untuk bidang riset dan pengembangan sumber daya manusia.
Direktur,
Dr. Moch. Nurhudah, A.Pi., M.Sc
LAMPIRAN II
KEPUTUSAN DIREKTUR
POLITEKNIK KP KARAWANG NOMOR
……./POLTEK.KRW/KP.110/VII/2021 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR POLITEKNIK
KP KARAWANG NOMOR
39a/POLTEK.KRW/KP.110/I/2020 TENTANG RENCANA STRATEGIS POLITEKNIK KP KARAWANG TAHUN 2020- 2024
Indikator Kinerja Kegiatan Politeknik KP Karawang Tahun 2020-2024
LAMPIRAN III
KEPUTUSAN DIREKTUR
POLITEKNIK KP KARAWANG NOMOR
……../POLTEK.KRW/KP.110/VII/2021
TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR POLITEKNIK KP KARAWANG NOMOR 39a/POLTEK.KRW/KP.110/I/2020 TENTANG RENCANA STRATEGIS POLITEKNIK KP KARAWANG TAHUN 2020- 2024
Matriks Kinerja Program Dukungan Manajemen Politeknik KP Karawang Tahun 2020-2024
MATRIK INDIKATOR KINERJA DAN INDIKASI PENDANAAN POLITEKNIK KP KARAWANG TAHUN 2020-2024
SASARAN KEGIATAN/INDIKATOR KINERJA TARGET INDIKASI PENDANAAN (RP.MILYAR) JUMLAH (Rp.Milyar) 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024
Kapasitas dan kompetensi SDM KP yang
meningkat melalui Pendidikan KP 14,037 18,405 20,39 21,13 22,88
96,842 1
Persentase lulusan Politeknik KP
Karawang yang bekerja di bidang kelautan dan perikanan (%)
75 75 75 75 75
2
Lulusan satuan pendidikan KP yang melakukan rintisan wirausaha di bidang kelautan dan perikanan (%)
5 10 15 17 19
Terselenggaranya Pendidikan Vokasi Kelautan
dan Perikanan Yang Kompeten 2,4 3,48 4,18 4,88 5,58
20,52 3 Lulusan Politeknik KP Karawang yang
besertifikat kompetensi (Orang) 66 85 100 115 140 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14
0,708
4
Peserta pendidikan vokasi kelautan dan perikanan yang kompeten di Politeknik KP Karawang (Orang)
264 290 315 340 365 1,93 2,83 3,53 4,23 4,93
17,447 5
Persentase anak pelaku utama yang diterima sebagai peserta didik di Politeknik KP Karawang (%)
50 55 60 65 75 0,17 0,17 0,17 0,17 0,17
0,868 6
Pendidik dan tenaga kependidikan Politeknik KP Karawang yang meningkat kompetensinya (Orang)
6 6 10 10 10 0,09 0,27 0,27 0,27 0,27
1,150 7 Kerjasama pendidikan kelautan dan
perikanan yang disepakati (Dokumen) 1 1 1 1 1 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02
0,100 8 Nilai hasil monitoring dan evaluasi
kegiatan pendidikan KP (Nilai) 80 81 83 84 85 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05
0,250 Tersedianya sarana dan prasarana
pendidikan kp yang terstandar 1,6 4,54 4 3 3 16,14
9 Sarana pendidikan KP yang ditingkatkan
kapasitasnya (Unit) 1 1 1 1 1 1,6 4,1 2 2 2
11,7 10 Prasarana Pendidikan Tinggi KP yang
ditingkatkan kapasitasnya (unit) 1 1 1 1 1 0,44 2 1 1
4,44 Terselenggaranya Pengabdian pendidikan
tinggi 0,157 0,105 0,18 0,22 0,27 0,932
11 Penelitian Terapan Pendidikan Tinggi KP
(Paket) 1 1 1 1 1 0,1 0,06 0,1 0,12 0,15
0,53 12 Pengabdian kepada masyarakat KP (Paket) 1 1 1 1 0,057 0,045 0,08 0,1 0,12 0,402 Terlaksananya Layanan Umum dan Layanan
Perkantoran 80 81 83 84 85 9,88 10,28 12,03 13,03 14,03
59,25 13 Persentase penyelesaian temuan LHP BPK
Politeknik KP Karawang 100 100 100 100 100 0,03 0,03 0,03 0,03 0,03
0,15 14 Indeks Profesionalitas ASN Politeknik KP
Karawang (indeks) 72 72 72 72 72 0,31 0,31 0,31 0,31 0,31
1,56
15 Nilai Rekonsiliasi Kinerja Politeknik KP
Karawang 80 80 80 80 0,07 0,07 0,07 0,07 0,07
0,35 16
Unit kerja yang menerapkan sistem
manajemen pengetahuan yang terstandar (%)
85 84 84 84 84 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25
1,26 17
Persentase rekomendasi hasil
pengawasan yang dimanfaatkan untuk perbaikan kinerja Politeknik KP Karawang (%)
65 65 65 65 0,07 0,07 0,07 0,07 0,07
0,37 18 Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan
Anggaran (IKPA) Politeknik KP Karawang 89 89 89 89 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14
0,69 19 Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Politeknik KP
Karawang 85 86 86 86 86 0,05 0,05 0,05 0,05 0,05
0,23 20
Persentase Layanan Dukungan Manajemen Internal Politeknik KP Karawang (%)
100 100 100 100 100 8,96 9,36 11,11 12,11 13,11
54,64
Direktur,
Dr. Moch. Nurhudah, A.Pi., M.Sc