• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Karakteristik Koloni Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Agar Darah Domba dan Media Agar Darah Manusia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Perbedaan Karakteristik Koloni Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Agar Darah Domba dan Media Agar Darah Manusia"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Perbedaan Karakteristik Koloni Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Agar Darah Domba dan Media Agar Darah Manusia

Nurhidayanti1, Refina Ratna Sari2 Prodi DIV Teknologi Laboratorium Medis,

Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang

Abstrak

Media agar darah domba merupakan media standar untuk mengkultur bakteri pathogen, sebagai alternatifnya digunakan media agar darah manusia sisa transfusi.Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perbedaan karakteristik bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia yang dilakukan di BBLK Palembang.Jenis penelitian ini dilakukan yaitu eksperimen dengan jumlah sampel sebanyak 32 dan dianalisa secara statistik. Suspensi bakteri yang berasal dari Strain murni bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Karakteristik koloni diamati secara makroskopis meliputi morfologi koloni, jumlah koloni dan diameter koloni.Nilai rata-rata jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia sebanyak 173 dan 148 sedangkan diameter koloninya sebesar 2,5 mm dan 2 mm.

Hasil data penelitian jumlah koloni di uji dengan uji T tidak berpasangan dengan hasil nilai p = 0,001 dan data diameter koloni di uji dengan uji alternativeMann Whitney dengan hasil nilai p = 0,031 yang artinya secara statistik ada perbedaan signifikan antara karakteristik koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia.

Kata kunci :Media agar darah domba, media agar darah manusia, Staphylococcus aureus.

Difference Characteristics of Bacterial Colony Staphylococcus aureus on Sheep Blood Agar Media and Human Blood Agar Media

Abstract

Sheep blood agar is the standard medium for culturing pathogenic bacteria, as an alternative, human blood agar media is used as an alternative from transfusion. This study aims to observe the differences in the characteristics of Staphylococcus aureusbacteria on sheep blood agar media and human blood agar media which was carried out at BBLK Palembang. This type of research was conducted experimentally with a total sample of 32 and analyzed statistically. Bacterial suspension derived from the pure strain of Staphylococcus aureus ATCC 25923. The colony characteristics were observed macroscopically including colony morphology, colony number and colony diameter. The average value of the number of colonies of Staphylococcus aureus bacteria on sheep blood agar and human blood agar media were 173 and 148, while the colony diameters were 2.5 mm and 2 mm, respectively. The results of the research data on the number of colonies were tested with an unpaired T test with p value = 0.001 and colony diameter data was tested with the Mann Whitney alternative test with p = 0.031, which means that there is a statistically significant difference between the characteristics of the Staphylococcus aureusbacteria colony on the media. sheep blood agar and human blood agar media.

Keywords :Media for sheep's blood, media for human blood, Staphylococcus aureus.

Korespondensi: Nurhidayanti, S.Si., M.Kes, Prodi DIV Teknologi Laboratorium Medis, Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang, Jalan Ahmad Yani No. 13 Ulu Palembang, mobile 08112648222, e-mail [email protected]

(2)

Pendahuluan

Di dunia salah satu masalah kesehatan yang dialami di negara berkembang ataupun Negara maju yaitu penyakit infeksi. Penyakit infeksi adalah salah satu penyakit yang penularanya cukup mudah (Purbowarsito, 2011). Penyakit infeksi disebabkan oleh masuk dan berkembang biaknya suatu mikroorganisme. Bakteri, fungi, parasite serta virus merupakan suatu kelompok organisme mikroskopis yang sering menyebabkan infeksi pada manusia. Penyakit infeksi menimbulkan beberapa gejala klinis dan menyebabkan kerusakan pada tubuh host diakibatkan karena terjadinya interaksi dengan mikroba. Bakteri merupakan contoh mikroorganisme yang sering menyebabkan penyakit pada manusia yang sering disebut dengan bakteri pathogen (Novard et al., 2019).

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan penyebab infeksi tersering. Terdapat 70% kasus Infeksi Staphylococcus aureus di Asia pada tahun 2007 dan di Indonesia pada tahun 2006 mencapai 23,5% (Candrasari et al., 2011). Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus memiliki tingkat keparahan, mulai dari infeksi di kulit (furunkulosis dan impetigo), infeksi traktus respiratoris, infeksi traktus urinarius, sampai infeksi pada mata dan Cenral Nervous System (Septiani, dkk., 2017).

Staphylococcus aureus merupakan bakteri coccus, gram positif, susunannya bergerombol dan tidak teratur seperti anggur.Staphylococcus aureus adalah bakteri yang bersifat non-spora, non-motil, anaerob fakultatif, oksidase negative dan katalase

positif. Suhu pertumbuhan

bakteriStaphylococcus aureus yaitu pada suhu 6,5-46º C dan pada pH 4,2-9,3. Dalam waktu 24 jam maka koloni bakteri Staphylococcus aureus akan tumbuh dengan diameter mencapai 4 mm.

pada media padat koloni berpermukaan halus, berbentuk bulat, berkilau, menonjol dan bewarna abu-abu sampai kuning emas tua (Krihariyani et al., 2016).

Media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus salah satunya yaitu media agar darah. Media agar darah adalah salah satu contoh media padat yang kaya akan nutrisi karena menambahkan darah dalam proses pembuatanmedianya (Hiaranya, 2017).

Media agar darah sering digunakan untuk mengkultur bakteri terutama bakteri pathogen seperti Staphylococcus aureus tujuan mengkultur bakteri yaitu sebagai pembeda

berdasarkan sifat hemolitiknya. Media agar darah dibuat dari media agar darah base dengan penambahan darah 5-10%. Darah yang biasa digunakan untuk mengisolasi dan menubuhkan bakteri adalah darah kuda, darah domba, darah kambing dan kelinci yang mengalami proses defebrinasi(Novita & Febrianti, 2019).

Media agar darah manusia juga sering digunakan sebagai alternative untuk menumbuhkan bakteri. Darah manusia yang digunakan untuk pembuatan media agar darah berasal dari darah donor yang sudah kadaluarsa atau darah sisa transfuse yang secara hematologic tidak bisa ditransfusikan kepada pasien karena penggunaan stock darah lebih diperuntukan untuk pasien dirumah sakit.

Syarat pemilihan darah donor yang sudah kadaluarsa atau sisa transfuse yaitu darah dengan seluruh komponennya masih memperlihatkan warna seperti darah segar.

Darah sisa transfuse memenuhi syarat untuk membuat medium biakan karna telah sangat berkurang factor pembekuannya, karena darah yang masih mengandung factor permbukuan harus di defibrinasi(Novita & Febrianti, 2019).

Penambahan darah manusia dalam pembuatan media bertujuan untuk mempersubur perbenihan dan untuk menumbuhkan bakteri yang sukar tumbuh pada perbenihan biasa.

Selain itu media agar darah dapat membedakan sifat-sifat bakteri dan kemampuan bakteri menghancurkan eritrosit (Krihariyani et al., 2016).

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan karakteristik koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia.Sedangkan manfaatnya memberikan informasi kepada petugas laboratorium bahwa darah manusia sisa transfusi dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif pengganti darah domba dalam mengisolasi bakteri Staphylococcus aureus.

Metode

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah Eksperimen, lokasi penelitian di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang dan waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret- April 2021, subjek penelitian ini adalah strain murni bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, kriteria inklusi ialah Strain murni bakteri Staphylococcus aureus Karakteristik koloni bakteri Staphylococcus aureus 2 harisedangkan kriteria ekslusi ialah terdapat

(3)

kontaminasi pada media agar darah domba dan manusia daan karakteristik koloni bakteri Staphylococcus aureus lebih dari 2 hari.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu berdasarkan rumus Federer didapatkan jumlah sampel sebanyak 32 sampel ulangan, dengan caraPurposive Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dengan kriteria yang telah ditentukanyang akan diambil sebagai sampel. Penelitian ini dilakukanmenggunakan aplikasi SPSS dengan Uji Hipotesis Uji Independent Sample T-Test.

dengan uji alternatifMann Whitney.

Alat dan bahan yang digunakan ialah, Rak tabung reaksi, tabung reaksi, ose, cawan petri, tabung durham, erlen meyer,beker glass, gelas ukur, batang L (L Rod), hot plate, timbangan analitik, autoklaf, incubator,, alumunium foil, pipet tetes, mikropipet 5µ, 10µ, yellow tip dan blue tip, kapas steri, kapas alcohol, spuit, touniket, lampu spiritus, coloni counter, penggaris, strain murni bakteri Staphylococcus aureus, blood agar base, aquades, NaCl 1% , H2SO4 1%., NaCl 0,9%.

Prosedur kerja penelitian pada tahap preanalitik lakukan sterilisasi alat, dan pembuatan media agar darah, pembuatan regensiaNaCl 0,9% dan Standar Mc Farland 0,5 dan dilakukan uji strain murni. Tahap AnalitikPenanaman Staphylococcus aureus pada media agar darah dan dilanjutkan tahap pasca analitiktahap mulai dari mencatat hasil pemeriksaan yaitu morfologi koloni, jumlah koloni bakteri dan diameter koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manuisa, memberikan interpretasi hasil sampai dengan pelaporan (Karimela, dkk., 2017)

Hasil

Berdasarkan uji kualitas media, uji kesuburan media dan uji sterilitasreagenNaCl, hasilnya dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1. Hasil Uji Kualitas Media, Kesuburan Media dan Sterilitas NaCl.

Pengujian Media Hasil Keterangan

Uji Kualitas Media

Agar Darah Domba

Tidak

Tumbuh Media Steril Agar Darah

Sisa Transfusi Tidak

Tumbuh Media Steril Uji

Sterilitas NaCl Tidak

Tumbuh Nacl Steril

Uji Kesuburan

Agar Darah

Domba Tumbuh Media Subur

Agar Darah

Sisa Transfusi Tumbuh Media Subur

Berdasarkan tabel1. Didapatkan hasil yang sesuai dengan uji yang dilakukan, yaitu media agar darah dan reagenNaCl yang akan digunakan dalam keadaan steril, serta kualitas media sangat baik, yaitu mampu menumbuhkan bakteri (uji kesuburan).

Pada gambar 1 dan gambar 2 merupakan gambar koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia

Gambar 1. Koloni Bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba

Gambar 2. Koloni Bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah manusia

Tabel 2. Jumlah Koloni Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Agar Darah Domba Dan Media Agar Darah Manusia.

No. Media Agar Darah Domba

Media Agar Darah Manusia

1. 153 142

2. 155 138

3. 171 137

4. 165 188

5. 160 140

6. 175 121

7. 180 149

8. 171 139

9. 166 159

10. 143 140

11. 194 143

12. 202 148

13. 181 153

14. 202 168

15. 143 133

16 210 170

Mean 173 148

(4)

Jumlah koloni pada media agar domba memiliki rata-rata 173 sedangkan koloni pada media agar manusia memiliki rata-rata 148.

Table 3. Hasil Uji T Independent Data Jumlah Koloni

Media Uji T Independent

Mean Df Sig.(2- tailed) Jumlah

Koloni

Media agar darah domba

173 16 0.001 Media agar

darah manusia 148

Berdasarkan tabel 3. diatas, hasil uji statistik dengan menggunakan uji T independen atau uji T tidak berpasangan diperoleh jumlah koloni pada media agar darah domba sebanyak 173 koloni sedangkan jumlah koloni pada media agar darah manusia sebanyak 148. Nilai p yang didapat 0,001 artinya secara statistik ada perbedaan yang bermakna antara jumlah koloni bateri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia.

Pembahasan

Media agar darah adalah salah satu contoh media standar yang kaya akan nutrisi untuk mengisolasi bakteri pathogen karena menambahkan darah dalam proses pembuatan medianya. Media agar darah sering digunakan untuk mengkultur bakteri terutama bakteri pathogen seperti Staphylococcus aureus tujuan mengkultur bakteri yaitu sebagai pembeda berdasarkan sifat hemolitiknya.Pembuatan media agar darah dengan menambahkan darah domba sebanyak 5% merupakan media standar untuk isolasi bakteri (Niederstebruch, 2017).

Penambahan darah tersebut bertujuan untuk mempersubur pembenihan dan membedakan sifat-sifat bakteri, kemampuan bakterimenghancurkan eritrosit.Namun di Indonesia darah domba tidak mudah di dapatkan karena di Indonesia beriklim tropis jadi domba sulit dikembangbiakan.Sebagai alternatifnya digunakan darah sisa transfusi sebagai pengganti darah domba untuk mengisolasi bakteri seperti bakteri Staphylococcus aureus(Krihariyani et al., 2016).

Syarat pemilihan darah donor yang sudah kadaluarsa atau sisa transfusi yaitu darah dengan seluruh komponennya masih memperlihatkan warna seperti darah segar.

Darah sisa transfusi memenuhi syarat untuk membuat medium biakan karna telah sangat

berkurang faktor pembekuannya, karena darah yang masih mengandung factor permbukuan harus di defibrinasi(Novita & Febrianti, 2019).

Pada penelitian karakteristik koloni bakteri Staphylococcus aureus yang tumbuh di media agar darah domba dan media agar darah manusia. Media agar di buat dengan menambahkan darah domba sebanyak 5% dan darah sisa transfusi sebanyak 5% dengan golongan darah O karna golongan darah O mempunyai perbedaan daram susunan antigennya.

Pada Jumlah koloni dan diameter koloni bakteri Staphylococcus aureus di media agar darah domba dengan jumlah rata-rata koloni mencapai 173 sedangkan pada gambarjumlah koloni dan diameter koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar manusia (sisa transfusi) hanya mencapai 148 dan ternyata lebih banyak koloni yang tumbuh di media agar darah domba karna disebabkan darah yang digunakan masih dalam keadaan segar, sehingga komponen-komponen darah masih dalam keadaan utuh akan tetapi perbedaan jumlah koloninya tidaklah jauh berbeda hal ini dikarenakan darah domba dan darah manusia mengandung karbohidrat yang merupakan sumber nutrisi utama untuk mendukung pertumbuhan bakteri pathogen (Nurhidayanti, 2019)

Jenis karbohidrat yang paling sering dimanfaatkan oleh mikroorganisme sebagai sumber energy adalah glukosa (Novard, dkk., 2017). Menurut pendapat peneliti karakteristik koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia tidak terdapat perbedaan yang signifikan hal ini disebabkan karena darah domba dan darah manusia sisa transfusi sama- sama mengandung karbohidrat yang bermanfaat untuk proses pertumbuhan bakteri. Jumlah koloninya tidaklah jauh berbeda yakni jumlah koloni pada media agar darah domba mencapai 173 dan 148 untuk jumlah koloni pada media agar darah manusia maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara karakteristik koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah manusia dan media agar darah domba.

Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut, karakteristik koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia tidaklah jauh berbeda hal ini membuktikan bahwa darah manusia atau darah sisa transfusi bisa dijadikan alternative pengganti darah

(5)

domba.Morfologi koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia sama- sama berbentuk bulat dan bewarna keemasan (Yusmaniar, 2017). Jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus pada media agar darah domba lebih subur atau lebih banyak di bandingkan dengan jumlah koloni yang tumbuh pada media agar darah manusia dan diameter koloni bakteri Stapylococcus aureus pada media agar darah domba dan media agar darah manusia tidak terdapat perbedaan yang signifikan yaitu antara 1 mm – 3 mm.

Sedangkan saran penulis sebaiknya menggunakan golongan darah O untuk pembuatan media agar darah manusia sisa transfuse karena golongan darah susunan antigen yang berbeda dan dapat menumbuhkan bakteri dengan subur.

Daftar Pustaka

Candrasari, A., Romas, M. A., &Astuti, O. R.

(2011). Uji Daya Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz &Pav.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 6538, Eschericia coliAtcc 11229 Dan Candida albicansAtcc 10231 Secara In Vitro. Biomedika, 5(1), 9–16.

https://doi.org/10.23917/biomedika.v4i1.

258

Hiaranya.(2017). Mikrobiologi.Bahan Ajar Keperawatan Gigi.Jakarta Selatan.

Karimela, E. J., Ijong, F. G., &Dien, H. A.

(2017).Karakteristik Staphylococcus Aureus Yang Di Isolasi Dari Ikan Asap Pinekuhe Hasil Olahan Tradisional Kabupaten Sangihe Characteristics of Staphylococcus aureus Isolated Smoked Fish Pinekuhe from Traditionally Processed from Sangihe District.Jphpi, 20(1).https://doi.org/10.17844/jphpi.2017 .20.1.356

Krihariyani, D., Woelansari, E. D.,

&Kurniawan, E. (2016).Pola Pertumbuhan Staphylococcus aureus Pada Media Agar Darah Manusia Golongan O, AB, dan Darah Domba Sebagai Kontrol.Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 3(2), 1–10.

https://www.poltekkesjakarta3.ac.id/ejurn alnew/index.php/jitek/article/view/96

Niederstebruch. (2017). A Suitable Blood Agar Containing Human Blood Especially For The Use Inlaboratories Of Developing Countries.Original Article. Vol 11 (5):399-406.

Novard, M. F. A., Suharti, N., & Rasyid, R.

(2019).Gambaran Bakteri Penyebab Infeksi Pada Anak Berdasarkan Jenis Spesimen dan Pola Resistensinya di Laboratorium RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2014-2016.Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2S), 26.https://doi.org/10.25077/jka.v8i2s.955

Novita, R. I. D., &Febrianti, I.

(2019).Pemanfaatan Penggunaan Darah Donor Yang Telah Kadaluwarsa Untuk Pembuatan Agar Darah Pada Pertumbuhan Staphylococcus aureus.Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan, 1(2), 64–69.

https://doi.org/10.14710/jplp.1.2.64-69

Nurhidayanti, N. (2019). Pemanfaatan Darah Sisa Transfusi Dalam Pembuatan Media Bap Untuk Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pyogenes.Indobiosains, 1(2),

63.https://doi.org/10.31851/indobiosains.

v1i2.3189

Purbowarsito, H. (2011). Uji Bakteriologis Air Sumur di Kecamatan Semampir

Surabaya.75, 39–40.

Septiani, S., Dewi, E. N., &Wijayanti, I.

(2017).Aktivitas Antibakteri Ekstrak Lamun (CymodoceaRotundata) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (Antibacterial Activities

of Seagrass Extracts

(Cymodocearotundata) Against Staphylococcus aureus and Escherichia coli).Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and

Technology, 13(1), 1.

https://doi.org/10.14710/ijfst.13.1.1-6 Yusmaniar. (2017). Mikrobiologi Dan

Parasitologi.Bahan Ajar Farmasi

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk membuat agar darah, yaitu dengan menggunakan darah domba yang diberi zat antikoagulan agar tidak terjadi koagulasi sehingga

Hasil penelitian dapat digunakan untuk laboratorium kesehatan yang tidak mempunyai alat pengolahan akuadest dalam melakukan pemeriksaan kultur bakteri dengan mengganti pelarut

Koloni bakteri Staphylococcus aureus yang sama sekali tidak tumbuh pada media MSA yang telah diberi perlakuan dengan perasan daun anting- anting dan daun

Untuk menentukan spesies Staphylococcus dilakukan tes koagulase dan uji sensitivitas Novobiocin sedangkan tipe hemolisis pada agar darah dan agar coklat digunakan untuk

Jenis bakteri yang digunakan pada uji ini adalah staphylococcus aureus Hasil yang di dapakan dari hasil uji Kirby-baur disk diffusion control positif menunjukkan memilki

Keunggulan medium ADP yang mengguna- kan darah manusia (5 hari sebelum dan sudah kadaluwarsa) dengan proses pencucian satu kali, dua kali dan sentrifugasi dilihat dari

Media SIM (Sulfida Indo Motility) merupakan salah satu media yang digunakan untuk pengujian fisio-metabolisme suatu bakteri yaitu untuk mengetahui kemampuan

Hasil penelitian ini didapatkan bahwa media alternatif pada bahan tepung kacang kedelai bisa menumbuhkan koloni bakteri Staphylococcus aureus karena didalam kacang kedelai mengandung