• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM WORLD FOOD PROGRAMME (WFP) SERTA KRISIS PANGAN DI MYANMAR. 2.1 Gambaran Umum World Food Programme (WFP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM WORLD FOOD PROGRAMME (WFP) SERTA KRISIS PANGAN DI MYANMAR. 2.1 Gambaran Umum World Food Programme (WFP)"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

44 BAB II

GAMBARAN UMUM WORLD FOOD PROGRAMME (WFP) SERTA KRISIS PANGAN DI MYANMAR

2.1 Gambaran Umum World Food Programme (WFP)

2.1.1 Sejarah World Food Programme

World Food Programme merupakan organisasi internasional yang dibentuk PBB sebagai organisasi yang memberikan bantuan makanan negara- negara di dunia. Kantor pusat WFP terletak di Roma, Italia dan telah memiliki lebih dari 80 kantor cabang di negara-negara di dunia. World Food Programme (WFP) merupakan lembaga kemanusiaan terbesar di dunia yang telah membantu hampir 100 juta jiwa pada setiap tahunnya yang tersebar di 83 negara di dunia. Program WFP sendiri yaitu menyelamatkan jiwa dan mengubah kehidupan dengan cara memberikan bantuan pangannya dalam keadaan darurat serta bekerja keras dalam meningkatkan nutrisi dan membangun ketahanan pangan masyarakat dunia.1

Kemunculan World Food Programme sendiri tidak terlepas dari beragam sejarah terbentuknya. Berdasarkan sejarah terbentuknya, WFP pertama kali dibentuk oleh Food and Agricultural Organization (FAO) pada

1 Arya, Aditya. 2020. Overview. Diakses dalam https://www.wfp.org/overview pada 30 Mei 2020 Pukul 12.06

(2)

45

tahun 1961, dimulai ketika seseorang yang menjabat sebagai direktur program pangan untuk perdamaian atau Food For Peace Amerika Serikat yaitu George McGovern yang mengusulkan pembentukan program bantuan pangan multilateral. Sebelum adanya usulan dari George, Presiden Amerika Serikat ke-34 Dwight D. Eisenhower pada tahun 1960 telah menyampaikan usulan tersebut kepada Majelis umum PBB untuk menciptakan beberapa program pangan di bawah sistem PBB. Sebelumnya, pada tahun 1954 Presiden Dwight telah menandatangani Agricultural Trade Developmment and Assistance Act yang merupakan suatu undang-undang federasi Amerika Serikat yang digunakan sebagai pembentuk program pangan untuk perdamaian atau Food for Peace. Food for Peace menjadi salah satu kebijakan Amerika Serikat yang bertujuan untuk memberikan bantuan makanan kepada negara-negara di dunia yang membutuhkan. Usulan dari Presiden Dwight tersebut kemudian dipertimbangkan dan World Food Programme baru terbentuk pada masa kepemimpinan Presiden AS John F.

Kennedy.2

George McGovern kemudian melanjutkan usulannya dalam membuat program bantuan pangan multilateral dengan dukungan Amerika Serikat, hingga pada tanggal 24 November 1961 secara resmi WFP dibentuk sebagai program gabungan dari FAO dan PBB dengan misi memberantas

2 Wahyuni, Fitri. 2017.Upaya World Food Programme (WFP) Dalam Menangani Krisis Pangan di Yaman Tahun 2015-2017. Repository UMY

(3)

46

kelaparan di dunia.3 Namun secara resmi WFP telah didirikan pada tahun 1963 yang diciptakan atas perintah Presiden AS Dwight Eisenhower sebagai percobaan untuk memberikan bantuan pangan melalui sistem PBB, kemudian WFP dinilai dalam beberapa masa percobaan dalam waktu tiga tahun yaitu tahun 1963-1965. Percobaan pertama dilakukan pada September 1962 di Iran Utara pada saat terjadi gempa bumi yang melanda daerah Boein Zahra.

Gempa bumi tersebut menyebabkan lebih dari 12.000 orang meninggal dan ribuan rumah hancur. Saat itu WFP mampu memberikan bantuannya dengan mengirim 1.500 ton gandum, 270 ton gula, dan 27 ton teh untuk membantu para korban bencana tersebut. Selain itu juga terdapat beberapa bencana alam lainnya seperti letusan gunung berapi,angin topan, banjir dan bencana buatan manusia, bencana-bencana tersebut yang mengakibatkan banyak pengungsi dan warga terlantar. Seperti angin topan yang melanda Thailand pada bulan Oktober, Aljazair yang pada saat itu baru merdeka dan harus memulangkan serta memberi makan kepada para pengungsi perangnya sebanyak 5 juta orang. Pada setiap kasus, WFP selalu terlibat dengan membawa misi yaitu bantuan darurat dan rehabilitasi.4

Program pengembangan pertama yang diluncurkan oleh WFP yaitu pada tahun 1963 untuk Nubia di Sudan. WFP memberikan bantuan makanan

3 UN Documentation Research Guide.17 Feb 2020. World Food Programme (WFP) A/RES/1714 (XVI) . Diakses dalam https://undocs.org/en/A/RES/1714(XVI) pada 30 Mei 2020 pukul 13.20

4 Page, Trevor. 2020. History. Diakses dalam https://www.wfp.org/history pada 30 Mei 2020 pukul 14.30

(4)

47

kepada 50.000 orang di Nubia. Selanjutnya pada tahun yang sama terdapat program makanan sekolah pertama yang dijalankan WFP di Togo disetujui.

Dari hasil percobaan tersebut memberikan prinsip dan landasan bagi WFP, yaitu prinsip bantuan pangan sebagai papan utama darurat dan bantuan pembangunan memperoleh landasan. Sehingga pada tahun 1965, WFP diabadikan sebagai program PBB secara lengkap sehingga yang akan menjalankan beberapa program bantuan pangan multilateral. 5

World Food Programme melalui berbagai peranannya yang dilakukan untuk memberantas kelaparan dunia. WFP terus mengembangkan potensinya sebagai organisasi multilateral yang mampu merespon kebutuhan darurat dengan cara cepat dan efektif. Hingga pada tahun 1965 yang menjadi masa berakhirnya percobaan WFP, WFP telah mampu melibatkan sebanyak 101 negara untuk berpartisipasi sebagai negara pendonor maupun negara penerima ataupun kedua-duanya.6 Setelah mempertimbangkan laporan Komite antar pemerintah PBB dan FAO tentang masa depan WFP yang ditransmisikan oleh dewan ekonomi dan sosial. Setelah mempertimbangkan resolusi dewan ekonomi dan sosial pada 30 Juli 1965 serta resolusi kelanjutan WFP yang diadopsi oleh dewan FAO. Kemudian FAO dan PBB menambahkan dua resolusi sebagai lahirnya WFP secara permanen yaitu

5 Ibid

6 Shaw, D. J. 2011. The UN World Food Programme and the Development of Aid. London:

Palgrave Publishers.

(5)

48

dengan sumbangan sukarela dalam bentuk biaya atau dana dari negara-negara anggota dalam bentuk uang tunai, maupun jasa pengiriman. 7

Pada dekade berikutnya semakin banyak peranan yang dilakukan WFP dalam memberikan bantuan pangannya di berbagai negara. Krisis yang terjadi selama bertahun-tahun menyebabkan adanya peningkatan kasus kelaparan yang mengakibatkan banyak terjadinya kasus kematian. Namun pada saaat itu, logistik bantuan pangan mengalami revolusi. Selama kelaparan panjang tersebut yang mempengaruhi Sahel Barat pada tahun 1970-an, WFP terus mengupayakan dengan segala kemampuan dan daya yang dimilikinya, mengubah metode-metode dalam penyaluran bantuan. Hal-hal tersebut dilakukan WFP untuk membantu korban yang membutuhkan bantuan makanan. Dalam memberikan bantuannya, WFP juga menerjunkan sebanyak 30 pesawat kargo dari 12 angkatan udara nasional sebagai upaya untuk membantu menyalurkan bantuannya. Kelaparan Ethiophia pada tahun 1984 semakin memusatkan pikiran dan sarana, hal yang dilakukan WFP yaitu dengan mengirim 2 juta ton makanan. Pada tahun 1989 Operation Lifeline Sudan diluncurkan untuk memimpin konsorsium badan-badan PBB dan badan amal bersama UNICEF, WFP sendiri telah menyumbangkan 1,5 juta ton makanan. Setiap hari WFP telah menerjunkan 20 pesawat yang dilakukan

7 UN Documentation Research Guide.17 Feb 2020. World Food Programme (WFP) A/RES/2095 (XX). Diakses dalam https://undocs.org/en/A/RES/2095(XX) pada 30 Mei 2020 pukul 16.02

(6)

49

hingga hari ini. Peran WFP ini merupakan peranan terbesar dalam sejarah dalam menyelamatkan ratusan ribu nyawa. 8

Pada tahun 1990-an, kebebasan mulai diperoleh kembali, yang mana pada beberapa negara mampu memulai kembali hidup secara berdampingan dengan banyaknya fragmentasi dan kesulitan. Namun pada tahun-tahun tersebut mulai munculnya banyak kemiskinan yang menimbulkan banyak permasalahan. Dalam portofolio WFP, keseimbangan program pembangunan dan intervensi darurat bergeser bolak-balik. WFP juga membantu peristiwa Genosida Rwanda yang terungkap saat Yugoslavia hancur di Kosovo pada tahun 1999. WFP membangun jaringan toko roti mobile. Ketika dekade ditutup, sebuah konsensus global menyatakan bahwa kelaparan tidak dapat dilawan dalam kehampaan yang artinya dalam menangani kelaparan harus menangani penyebabnya secara mendasar. Berdasarkan dengan Protokol Kyoto, dunia mengakui dampak perubahan iklim yang menyatakan bahwa payung konseptual baru terbentuk untuk menjalankan proyek-proyek bantuan jangka panjang WFP. Perspektif semakin mendalam dalam menangani kasus- kasus kelaparan yang kemudian kemitraan WFP meningkat berlipat ganda.

World Food Programme menjadi organisasi non-pemerintah yang mengkonsolidasikan peranannya dalam bantuan kemanusiaan dan

8 Op, Cit. Page Trevor

(7)

50

pembangunan. WFP mendukung aliansi yang dinamis dan semakin kuat dalam upayanya dalam mengatasi kelaparan secara menyeluruh di dunia.9

Pada tahun 2000, WFP mampu membawa kepada tujuan pembangunan millennium yang mencetak The First Global Blueprint atau global biru pertama untuk dunia yang bebas dari kemiskinan, kelaparan dan penyakit terkait. Di bawah banyaknya tekanan untuk memberikan pencapaian yang lebih terukur, maka dibutuhkan juga energi yang lebih besar. Banyak negara melihat standar tata kelola yang meningkat, bahkan ketika negara- negara lain bergulat dengan konflik dan rasa tidak aman. Kemiskinan menjadi sudut ekstrem. Pada dekade ini bukannya tanpa krisis kemanusiaan yang besar, namun juga telah terjadi adanya Tsunami di Asia pada tahun 2004 dan gempa Haiti pada 2010 yang keduanya menuntut intervensi besar-besaran, tetapi WFP menemukan ruang untuk mengejar inovasi. Di tengah pembaruan yang intens, baik secara konsep maupun teknologi, misi agensi WFP terus berkembang. 10

Bantuan makanan memberi jalan kepada pendekatan yang lebih holistik, pandangan yang lebih panjang dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dunia. Penyediaan uang tunai dan voucher yang diinisiasi oleh WFP mulai muncul sebagai pelengkap yang mampu memberdayakan distribusi makanan kepada masyarakat yang terkena kasus kelaparan.

9 Ibid

10 Ibid

(8)

51

UNHAS lahir sebagai layanan udara reguler kemanusiaan pertama di dunia.

Sistem pemantauan terintegrasi yang baru memungkinkan WFP untuk menilai ketahanan pangan dengan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ketika keadaan darurat menyerang, WFP menangani telekomunikasi dan memberikan dukungan logistik kepada semua badan PBB dan LSM. Platform digital yang terus dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi operasional seperti yang terlihat pada gempa bumi Nepal tahun 2015 yaitu dengan menawarkan mereka yang membutuhkan kemampuan untuk menerima makanan dalam hitungan jam. Tahun sebelumnya, wabah virus Ebola di Afrika Barat telah berhasil menguji kemampuan komunitas kemanusiaan untuk bertindak sebagai satu kesatuan dari sebagian kecil, berkat Cluster Logistik yang dikelola oleh WFP dengan skema yang bisa diterapkan untuk menyediakan bantuan makanan. WFP saat ini telah tumbuh menjadi organisasi kemanusiaan terkemuka dunia yang menyelamatkan nyawa dan mengubah hidup masyarakat dunia melalui peranannya dalam meningkatkan nutrisi serta sebagai aktor yang berperan dalam menjaga ketahanan pangan atau Food Security . 11

2.1.2 Struktur Organisasi

Struktur World Food Programme terbagi atas dua yaitu Pertama, Dewan Eksekutif dibentuk bersama oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan

11 Ibid

(9)

52

FAO yang terdiri dari 36 Negara Anggota PBB atau Anggota FAO yang dipilih oleh Dewan Ekonomi dan Sosial PBB dan Dewan FAO dari antara Negara-negara yang tercantum. Kedua, Sekretariat yang terdiri dari Direktur Eksekutif dan staf WFP.

1. Dewan Eksekutif

Dewan Eksekutif merupakan badan pemerintahan tertinggi di WFP.

WFP diatur oleh Dewan Eksekutif WFP yang terdiri dari 36 anggota yang berasal dari negara anggota dengan memberikan dukungan antar pemerintah, arahan dan pengawasan kegiatan WFP. WFP sendiri bekerjasama dengan dua organisasi saudaranya yang berbasis di Roma yaitu Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) dan International Fund for Agricultural Development atau Dana Internasional untuk pengembangan pertanian. Dewan Eksekutif menjadi badan yang memiliki wewenang dalam mengatur WFP. Dewan ini bertanggung jawab dalam menyediakan dukungan antar pemerintah dan arahan kebijakan khusus terhadap pengawasan kegiatan WFP yang sesuai dengan pedoman kebijakan keseluruhan Majelis Umum PBB, Konferensi FAO, Dewan Ekonomi Sosial dan Dewan FAO, untuk memastikan bahwa WFP responsif terhadap kebutuhan dan prioritas negara penerima. Dewan ini akan tunduk pada otoritas umum Dewan Ekonomi dan Sosial dan Dewan dari FAO.12

12 World Food Programme. 2018. Overview of The New WFP Organization Chart.

(10)

53

Dewan Eksekutif ini memiliki fungsi antara lain :13

• Mengembangkan dan mengoordinasikan kebijakan bantuan pangan jangka pendek dan jangka panjang. Hal yang dilakukan seperti memastikan implementasi kebijakan yang dirumuskan oleh Majelis Umum dan Konferensi FAO dan dengan langkah koordinasi dan bimbingan yang diterima dari Dewan Sosial Ekonomi dan Dewan FAO, menyediakan forum untuk melakukan konsultasi antar pemerintah tentang program nasional dan kebijakan bantuan pangan internasional, meninjau tren umum secara berkala dalam persyaratan bantuan pangan dan ketersediaan bantuan pangan, dan implementasi rekomendasi yang dibuat tentang kebijakan bantuan pangan, merumuskan proposal untuk perbaikan dan lebih efektif koordinasi multilateral, bilateral dan non- pemerintah kebijakan dan program bantuan makanan, termasuk makanan darurat membantu dan merekomendasikan inisiatif kebijakan baru untuk Ekonomi dan Dewan Sosial dan Dewan FAO dan, melalui mereka, masing-masing, kepada Majelis Umum dan Konferensi FAO.

https://docs.wfp.org/api/documents/a1aed6b5-91ce-4f02-9160-ae578748daec/download/

pada 1 Juli 2020 pukul 16.11

13 Napolitano, Giulio 2020. Governance and Leadership. Diakses dalam https://www.wfp.org/governance-and-leadership pada 2 Juni 2020 pukul 19.30

(11)

54

• Dewan Eksekutif bertanggung jawab dalam memberikan pengawasan antar pemerintah dan arahan manajemen WFP.

Khususnya menerima informasi dan memberikan arahan dan panduan kepada Direktur Eksekutif seperti memastikan bahwa kegiatan dan strategi operasional WFP konsisten dengan pedoman kebijakan keseluruhan yang ditetapkan oleh Majelis Umum dan Konferensi FAO, serta Dewan Ekonomi dan Sosial serta Dewan FAO, memantau kinerja WFP, dan meninjau administrasi dan pelaksanaan kegiatan WFP, memutuskan strategi rencana keuangan dan anggaran, mendorong dan memeriksa program baru inisiatif, mengadopsi dan merevisi aturan umum dituntut untuk memberi efek pada Peraturan Umum ini. Aturan umum dan amandemen di dalamnya harus dilaporkan kepada Dewan Ekonomi dan Sosial dan Dewan FAO, mengadopsi dan, juga merevisi Peraturan Keuangan sesuai dengan Pasal XIV Peraturan Umum, dan pertimbangkan laporan tahunan Inspektur Jenderal, dan mengambil tindakan seperti itu diatasnya dianggap tepat.

• Melakukan pengamatan kembali, mengoreksi dan melakukan modifikasi program seperlunya, menganggarkan rencana manajemen, menyetujui program, proyek dan kegiatan yang telah diserahkan kepadanya oleh Direktur Eksekutif

(12)

55

(mendelegasikan kepada Direktur Eksekutif wewenang tersebut dalam persetujuan yang ditentukan). Dewan eksekutif memiliki wewenang dalam melakukan peninjauan, memodifikasi, serta penyetujui adanya proyek, program dan kegiatan yang diserahkan oleh Direktur Eksekutif. Dengan persetujuan tersebut dapat mendelegasikan kepada otoritas Direktur Eksekutif seperti yang ditentukan. Setelah meninjau,memodifikasi seperlunya, dan menyetujui anggaran proyek, program dan kegiatan, kemudian dewan ini meninjau administrasi dan pelaksanaan proyek, program dan kegiatan WFP yang disetujui.

• Meninjau kembali pelaksanaan proyek, program, dan aktivitas WFP yang disetujui serta meninjau administrasi. Dewan akan berkontribusi dalam program, proyek dan kegiatan lainnya di bawah pengawasannya, yaitu pasar komersial serta mengembangkan perdagangan yang tidak terganggu ataupun terganggu, bahwa ekonomi pertanian di negara-negara penerima dilindungi secara memadai dan dengan pertimbangan secara wajar yang diberikan untuk menjaga praktik normal komersial sehubungan dengan layanan yang dapat diterima sesuai dengan keputusan PBB dan FAO yang relevan, dan keputusan koreksi mereka tidak dilakukan.

(13)

56

• Memberikan laporan di setiap tahunnya tentang beberapa program, proyek, dan kegiatan WFP kepada Dewan Sosial Ekonomi PBB atau Economic and Social Council (ECOSOC) dan Dewan FAO.

Dewan Eksekutif dalam mengambil keputusan berusaha untuk membuat keputusan dengan consensus. Peran Presiden Dewan Eksekutif sendiri untuk memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan untuk mencapai konsensus. Hanya pada kesempatan-kesempatan tertentu ketika Presiden menentukan bahwa konsensus tidak mungkin dilakukan, yang kemudian baru memasukkan masalah tersebut ke pemungutan suara. Namun, dalam sejarah Dewan Eksekutif tidak ada mosi yang pernah diajukan untuk memilih program atau kegiatan.14

2. Direktur Eksekutif

World Food Programme (WFP) merupakan organisasi internasional yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif, ditunjuk bersama dengan Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Jenderal FAO, penunjukan ini setelah adanya konsultasi dengan Dewan Eksekutif. Direktur Eksekutif ditunjuk untuk masa jabatan lima tahun dan tetap bertanggung jawab atas administrasi organisasi serta pelaksanaan program, proyek, dan kegiatan lainnya. Selain itu, pada struktur organisasinya Direktur Eksekutif WFP memiliki satu Wakil Direktur

14 Ibid

(14)

57

Eksekutif yang juga dibantu oleh tiga Asisten Direktur Eksekutif dengan arahan khusus. Arah organisasi ini dipetakan dalam rencana strategisnya yang diperbarui setiap empat tahunnya.15 Sejak tahun 2017, Direktur Eksekutif WFP telah dipegang oleh David Beasley, David melanjutkan pekerjaannya dalam menjembatani batas-batas agama, politik dan etnis untuk memperjuangkan pembangunan pendidikan dan ekonomi. Perannya di dalam WFP, David Beasley menggunakan empat dekade kepemimpinan dan keterampilan komunikasi untuk memobilisasi lebih banyak dukungan keuangan dan kesadaran publik untuk perjuangan global melawan kelaparan.16

Direktur Eksekutif bertanggung jawab untuk menyediakan layanan yang diperlukan Dewan Eksekutif. Selain itu, Direktur Eksekutif juga bertanggung jawab atas kepegawaian dan organisasi sekretariat. Direktur Eksekutif menjadi actor yang bertanggung jawab untuk memastikan program, proyek dan kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan sesuai dengan tujuan, arahan, rencana untuk memastikan mobilisasi yang diperlukan teknis dan administrasi keterampilan, dan untuk menilai kemampuan negara penerima untuk melaksanakan program-program ini, proyek dan kegiatan lainnya.

Direktur Eksekutif juga bertanggung jawab untuk memastikan pasokan

15 World Food Programme. 2020. About the Board. Diakses dalam https://executiveboard.wfp.org/about-board pada 3 Juni 2020 pukul 11.10

16 World Food Programme. 14 May 2020. 2020-WFP Executive Director- Biography.

Diakses dalam https://www.wfp.org/publications/2020-wfp-executive-director-biography pada 3 Juni 2020 pukul 11.30

(15)

58

komoditas, uang tunai, barang non-makanan, dan layanan yang dapat diterima sesuai kesepakatan. Direktur Eksekutif akan membuat pengaturan untuk evaluasi program, proyek dan kegiatan lainnya. Direktur Eksekutif juga memiliki tanggung jawab dalam mencari kekurangan program, proyek, dan kegiatan lainnya dan melakukan koreksi yang dilakukan dengan melakukan konsultasi bersama pemerintah negara penerima.17

2.1.3 Sumber Dana

World Food Programme dalam membantu menangani kelaparan dunia juga memerlukan bantuan sukarela dari beberapa pihak yang kemudian akan disalurkan kepada yang membutuhkan. WFP sendiri menjadi organisasi internasional yang tidak memiliki sumber pendanaan secara independen, seluruh dana berasal dari sumbangan sukarela yang berbentuk tunai maupun barang, seluruh bantuan pendanaan tersebut kemudian di distrisbusikan oleh WFP. Hal ini, WFP juga memerlukan uang tunai yang digunakan untuk mengelola, memindahkan, serta memantau bantuan. Pendanaan WFP sendiri berasal dari tiga sumber yaitu pemerintah, perusahaan dan individu. Sumber pertama yaitu pemerintah yang menjadi sumber utama pendanaan untuk WFP, organisasi tidak menerima iuran atau porsi kontribusi yang dinilai oleh PBB. Secara rata-rata ada lebih dari 60 pemerintah yang menanggung proyek

17 WFP. March 2019. General Regulations General Rules Financial Regulations Rules of Procedure of The Executive Board. Diakses dalam https://docs.wfp.org/api/documents/WFP- 0000102455/download/ pada 3 Juni 2020 pukul 15.15

(16)

59

pembangunan dan proyek kemanusian yang dijalankan oleh WFP. Seluruh dukungan yang berasal dari pemerintah sepenuhnya bersifat sukarela. Sumber kedua yaitu perusahaan, sumber dana dari perusahaan ini biasanya diberikan melalui program pemberian perusahaan, masing-masing perusahaan dapat memberikan kontribusi penting untuk memerangi kelaparan. Pendanaan yang berasal dari perusahaan yaitu berupa sumbangan uang tunai, produk maupun layanan perusahaan yang dapat membebaskan sumber daya langka, bantuan- bantuan tersebut yang kemudian membantu WFP dalam memberikan bantuan makanan, selain itu juga agar WFP mampu menjangkau lebih banyak orang yang terdampak kelaparan. Dalam peranannya perusahaan juga melibatkan beberapa aktor seperti melibatkan karyawan, pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam misi vital dan menyelamatkan jiwa. 18

Sumbangan terbaru dari perusahaan swasta yang telah memberikan dukungannya di garis depan untuk beberapa operasi darurat dengan keahlian untuk meningkatkan kapasitas logistik penggalangan dana WFP, dan uang tunai yang juga digunkan untuk bantuan makan di sekolah. Kemudian sumber dana WFP Ketiga adalah individu, Individu juga menjadi aktor yang mampu merubah kehidupan orang yang mengalami kekurangan pangan dengan keadaan lapar. Adanya bantuan dari individu ini yang kemudian dapat memberikan banyak manfaat bagi penerima bantuan, khususnya dalam

18 Baratraf, Ammar. 2020. Funding and Donors. Diakses dalam https://www.wfp.org/funding-and-donors pada 4 Juni 2020 pukul 9.11

(17)

60

pemberian jatah makanan darurat selama krisis, pemberian makanan sekolah bagi anak-anak yang mengalami kelaparan di sekolah, serta bantuan individu berupa insentif makanan juga mampu mendorong kesejahteraan keluarga miskin, mendorong program sekolah, makanan juga dapat menjadi upah pembayaran bagi orang yang membangun kembali sekolah, jalan, dan infrastruktur lainnya yang terdampak konflik maupun bencana alam.19

2.1.4 Tujuan WFP

World Food Programme dibentuk sebagai organisasi yang berperan penting dalam menghapuskan kelaparan dan malnutrisi bagi rakyat yang berada pada suatu daerah tertentu yang membutuhkan melalui bantuan pangannya. WFP memiliki tujuan yaitu :20

• Untuk menyelamatkan nyawa, pengungsi dan situasi darurat lainnya

• Meningkatkan gizi dan kualitas hidup orang-orang yang paling rentan pada saat kritis dalam kehidupan mereka

• Untuk membantu membangun aset dan mempromosikan kemandirian orang miskin dan masyarakat, khususnya melalui program pekerjaan padat karya.

19 Ibid

20 WFP Office of Evaluation. 2015. Orientation Guide on WFP and Its Operations For New WFP Employees and Evaluatation Companies. Diakses dalam https://documents.wfp.org/stellent/groups/public/documents/tor/wfp281427.pdf pada 4 Juni 2020 pukul 12.01

(18)

61

Bantuan pangan ini merupakan suatu hal yang sangat penting dalam melakukan perlindungan sosial dan kemanusian. Hal ini disebabkan karena, adanya bantuan pangan yang digunakan secara konsisten serta dikembangkan mampu menyelamatkan banyak nyawa manusia. Pemberian bantuan makanan bantuan akan dikoordinasikan dengan bantuan- bantuan yang diberikan oleh organisasi kemanusiaan lainnya. Bantuan makanan adalah pra- investasi pada sumber daya manusia. Dengan menggunakan sumber daya yang paling melimpah milik orang miskin, mereka memiliki tenaga kerja, untuk menciptakan lapangan kerja dan pendapatan untuk membangun infrastruktur yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan. WFP ditempatkan dengan baik untuk memainkan peran utama dalam kontinum dari keadaan darurat bantuan untuk pembangunan. WFP akan memberikan prioritas untuk mendukung bencana pencegahan, kesiapsiagaan dan mitigasi dan rehabilitasi pasca bencana kegiatan sebagai bagian dari program pembangunan. Sebaliknya, bantuan darurat akan digunakan sejauh untuk membantu melayani program bantuan kemanusiaan serta tujuan pengembangannya.21

2.1.5 Fungsi WFP

World Food Programme (WFP) menjadi organisasi yang berperan penting dalam memerangi kelaparan dunia dan pembangunan. Dengan

21 Ibid

(19)

62

menggunakan bantuan makanan WFP dapat mendukung untuk pengembangan perkonomian dan sosial, selain itu juga untuk bertemu dengan pengungsi dan lainnya darurat yang berlarut-larut dengan kebutuhan makanan bantuan dan untuk mempromosikan keamanan pangan dunia sesuai dengan rekomendasi dari PBB dan FAO. WFP akan melaksanakannya berdasarkan permintaan melalui program bantuan pangan, proyek dan kegiatan. Dalam mencapai tujuan tersebut yaitu :22

• Untuk membantu dalam bidang ekonomi dan sosial pengembangan, berkonsentrasi pada upaya dan sumber dayanya terhadap negara paling membutuhkan.

• Untuk membantu dalam kontinum dari bantuan darurat ke pengembangan dengan memberikan prioritas untuk mendukung pencegahan bencana, kesiapsiagaan dan mitigasi dan kegiatan rehabilitasi pascabencana

• Untuk membantu dalam pertemuan pengungsi, keadaan darurat lainnya dan kebutuhan pangan bantuan yang berlarut-larut, menggunakan bantuan yang sedapat mungkin untuk melayani dan pengembangan tujuan.

22 Op, Cit. General Regulations

(20)

63

• Untuk memberikan layanan kepada bilateral donor, badan PBB dan non-pemerintah organisasi untuk operasi yang konsisten dengan tujuan WFP dan yang melengkapi operasi WFP.

2.1.6 Operasionalisasi WFP

Terdapat empat jenis operasional utama yang dimiliki oleh WFP yaitu Emergency Operation (EMOP), Protacted Relief and Recovery Operation (PRRO), Development Operation (DEV), Special Operation (SO).

1. Emergency Operation (EMOP)

Emergecy Operation merupakan suatu tindakan cepat yang dilakukan WFP untuk memberikan bantuan darurat serta menetapkan banyaknya bantuan makanan yang akan diberikan dan melalui cara-cara terbaik yang kemudian akan disalurkan langsung kepada orang yang membutuhkan.

Keadaan darurat digambarkan sebagai situasi mendesak di mana terdapat bukti yang jelas bahwa suatu peristiwa, atau serangkaian peristiwa yang telah terjadi menyebabkan penderitaan manusia atau mengancam kehidupan dan mata pencaharian, serta pemerintah yang bersangkutan tidak memiliki sarana untuk memperbaiki peristiwa yang tidak normal, atau serangkaian peristiwa yang menghasilkan dislokasi dalam kehidupan komunitas pada skala besar. Selama lebih dari 50 tahun WFP telah memberikan bantuan pangan darurat yang seringkali dalam

(21)

64

situasi konflik, pasca konflik atau bencana. Hingga saat ini, WFP terus membantu jutaan orang yang kehilangan tempat tinggal, atau kehilangan sumber daya oleh peristiwa bencana, baik buatan manusia atau alami, yang dapat dihindari atau tidak. Melalui dekade krisis dan intervensi yang tak terhitung jumlahnya. Selain itu WFP juga telah mengembangkan tubuh keahlian yang unik dalam menangani keadaan darurat. Ini berlaku untuk pemrograman melalui seperangkat kebijakan dan konsep yang memandu tindakan serta mekanisme kesiapsiagaan dan respons.23

WFP terus mengodinasikan respon terhadap keadaan darurat dalam skala besar, sebagai tanggapan dalam penyaluran bantuan dalam komunitas kemanusiaan yang lebih luas. Dengan memimpin Cluster Logistik yang menyimpan dan mengangkut barang-barang bantuan darurat ke zona bencana, dan Darurat Cluster Telekomunikasi yang mengatur atau mengembalikan konektivitas di daerah paling terpencil.

WFP juga menyebarkan Staf WFP melalui Teknologi Informasi Cepat dan Tim Dukungan dan Darurat Telekomunikasi.24

2. Protacted Relief and Recovery Operation (PRRO)

23 Hussein, Abdurahman. 2020. Emergency Relief. Diakses dalam https://www.wfp.org/emergency-relief pada 6 Mei 2020 pukul 13.13

24 WFP. October 2019. World Food Progamme: Emergency Response and Preparedness.

Diakses dalam https://docs.wfp.org/api/documents/WFP-

0000108994/download/?_ga=2.118692042.2119991951.1591733647- 1675125245.1586111241 pada 5 Juni 2020 pukul 15.01

(22)

65

Protacted Relief and Recovery Operation (PRRO) meruapakan program bantuan WFP yang berfokus pada penguatan komunitas lokal dan mendorong penerima manfaat operasi WFP lainnya. Yang dalam peranannya lebih suka beralih kepada kegiatan penciptaan aset bersyarat atas distribusi gratis, dan mekanisme berbasis pasar untuk meningkatkan ketahanan pangan. Kebijakan PRRO tidak membedakan antara penerima manfaat berdasarkan status mereka, yaitu pengungsi atau pengungsi yang kembali. Bantuan kemanusiaan ini diberikan berdasarkan kebutuhan dari penerima manfaat. Memberikan bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang tepat pada waktu yang tepat adalah aspek yang sangat penting dalam pekerjaan WFP, maka logistik kemanusiaan memainkan peran penting bagi WFP. 25

Tujuan utama kebijakan PRRO adalah sebagai berikut : 26

• Menjamin konsumsi makanan yang cukup untuk pengungsi Sudan dan Afrika Tengah yang ditargetkan dan pengungsi yang kembali serta populasi rentan lainnya.

• Memberikan bantuan kepada masyarakat dan rumah tangga rawan pangan yang ditargetkan untuk merawat mata pencaharian mereka.

25Bisen, Trapti. 2018. An Optimization Model For The World Food Programme’s

“Protracted Relief and Recovery Operation” in Chad. Diakses dalam https://mospace.umsystem.edu/xmlui/bitstream/handle/10355/66313/research.pdf?sequence

=1&isAllowed=y pada 6 Juni 2020 pukul 18.15

26 Ibid. Hal 20

(23)

66

• Secara bertahap memperkenalkan voucher makanan WFP atau sistem uang tunai kepada masyarakat setempat, yang memungkinkan WFP untuk memantau reaksi pasar dan memastikan bahwa kegiatan baru ini dilakukan tidak mengganggu ekonomi yang sudah rapuh.

• Kebijakan PRRO membangun ketahanan populasi rentan yang ditargetkan dengan mengadopsi “Mekanisme yang mendukung pengembangan dan integrasi pasar lokal yang berbasis voucher transfer dan pembelian makanan lokal ”

3. Development Operation (DEV)

Development Operation (DEV) atau Operasi Pengembangan atau yang sering disebut juga Country Programme (CP) merupakan intervensi program lain yang dimaksudkan untuk memberikan bantuan terhadap kelompok populasi yang terpinggirkan dalam menghadapi sosial ekonomi secara berkelanjutan yang mengakibatkan masalah secara kronis. Seperti contohnya tingginya angka malnutrisi atau kekurangan gizi secara terus menerus dan ketersediaan pangan yang rendah. Bantuan ini dirancang sebagai pemenuhan kebutuhan pangan orang miskin dalam jangka waktu pendek melalui pembangunan asset manusia dan fisik untuk jangka panjang. Program DEV ini menjadi instrumen yang tepat dalam

(24)

67

mengatasi kekuranagan gizi dan kerawanan pangan. DEV memiliki lima prioritas dalam memberikan bantuan pangan yaitu :27

• Mengupayakan bagi anak, wanita hamil dan menyusui dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan yang termasuk dalam pemenuhan gizi mereka.

• Mengupayakan pelatihan dan pendidikan sebagai investasi bagi keluarga miskin dalam pemenuhan sumber daya manusia.

• Membantu dalam mendapatkan serta melestarikan asset bagi keluarga miskin

• Mengupayakan pengurangan dampak bencana alam bagi daerah yang rentan terjadi bencana alam

• Mengupayakan peningkatan produktivitas sserta mencegah degradasi lebih lanjut dari sumber daya alam terhadap keluarga yang bergantung kepada sumber daya alam yang terdegrasi untuk hidup dalam mata pencaharian secara berkelanjutan.

4. Special Operation (SO)

27 Pangestu, Ragil Panggih. 2019. Upaya World Food Programme (WFP) dalam Menangani Krisis Pangan di Yaman Tahun 2015-2017. Diakses dalam http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/31088 pada 30 Mei 2020 pukul 13.11

(25)

68

Special Operation (SO) atau operasi khusus merupakan salah satu program atau operasi bantuan yang tidak berbasis makanan. Namun Special Operation (SO) juga tetap dapat memberikan dukungan operasi WFP seperti Emergency Operational (EMOP) / Protacted Relief and Recovery Operation (PRRO) atau melayani komunitas kemanusiaan pada umumnya. WFP dalam meluncurkan operasi khusus ini sebagai bentuk dalam mengatasi persyaratan proyek-proyek tertentu, seperti penyediaan kapasitas logistic pengembangan, pembangunan, atau rehabilitasi insfrastruktur transportasi. SO juga menjadi program dalam memberikan mekanisme pendanaan untuk memberikan layanan umum yang ditunjukkan kepada komunitas kemanusiaan oleh WFP, termasuk yang disediakan oleh UNHAS, Cluster Logistik, Telekomunikasi Darurat Cluster (ETC) dan Cluster Keamanan Pangan. Dalam pengimplementasian SO memiliki empat jenis utama :28

• Augmentasi logistik : pembangunan dan perbaikan jalan, rehabilitasi pelabuhan, dll

• UNHAS : layanan penumpang udara umum untuk kemanusiaan masyarakat

• Cluster : layanan umum atau koordinasi untuk mitra, melalui Cluster Logistik, ETC, dan Cluster Ketahanan Pangan

28 Op, Cit. Evaluation hal 29

(26)

69

• Campuran dua atau lebih di dari hal diatas.

2.2 Masuknya WFP di Myanmar

World Food Programme pertamakali melaksanakan operasinya di Myanmar yaitu di Rakhin Utara pada tahun 1978 dan WFP mendirikan kantor pada tahun 1994. Pekerjaan WFP di Myanmar dilaksanakan untuk mengimplementasikan bantuan makanan yang spesifik nutrisi dan sensitif nutrisi yang mendukung krisis yang mempengaruhi orang-orang yang terkena dampak untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka, meningkatkan ketahanan masyarakat rentan dengan memperkuat kemampuan lembaga pemerintah untuk menyediakan program perlindungan sosial dan meningkatkan nutrisi.29

WFP telah hadir di Myanmar sejak 1994 dan telah menerapkan beberapa intervensi bantuan pangan untuk meningkatkan gizi, keamanan pangan, dan akses mata pencaharian bagi masyarakat yang terkena dampak konflik dan keadaan paling rentan di daerah-daerah terpencil di seluruh negeri. WFP melaksanakan operasinya di 11 dari 14 negara bagian dan wilayah termasuk Chin, Kachin, Kayin, Mon, Shan (termasuk Divisi Swadaya Masyarakat) dan negara bagian Rakhine di Ayeyarwady, Bago, Magway, Sagaing (termasuk Zona Pemerintahan Sendiri Naga), Tanintharyi dan wilayah Yangon. Bantuan

29 Tlad, Min Par. 2020. Myanmar. Diakses dalam https://www.wfp.org/countries/myanmar pada 7 juni 2020 pukul 10.01

(27)

70

WFP disalurkan kepada rumah tangga miskin dan rentan, anak-anak di bawah usia 5 tahun, wanita hamil dan menyusui, anak sekolah dan keluarga mereka, serta pasien yang menerima pengobatan untuk HIV dan TB.

WFP mengimplementasikan program-program berikut di Myanmar:30

• WFP menyediakan bantuan-bantuan yang dapat membantu keluarga dalam keadaan rawan pangan, orang-orang yang terlantar secara internal akibat konflik dan pengungsi yang kembali yang membutuhkan dukungan tambahan dalam pemukiman kembali, orang yang terkena dampak bencana alam dan sangat rawan pangan serta rumah tangga miskin dengan kegiatan mata pencaharian terbatas.

• Program gizi bertujuan untuk mengurangi malnutrisi akut dengan menangani kebutuhan gizi anak-anak di bawah 5 tahun dan wanita hamil dan menyusui. Karena Keadaan malnutrisi dalam 1.000 hari pertama di dalam kehidupan seorang anak mulai dari konsepsi hingga usia 2 tahun dapat menyebabkan kerusakan permanen. WFP menyediakan makanan yang diperkaya untuk anak-anak untuk mengurangi prevalensi gizi buruk di daerah sasaran, dan menyediakan makanan dan suplemen gizi mikro untuk wanita hamil dan menyusui yang dapat memaksimalkan asupan kalori dan gizi mikro mereka.

30 Mohinga. e.d. World Food Programme. Diakses dalam https://mohinga.info/en/profiles/organisation/41140/ pada 7 Juni 2020 pukul 10.20

(28)

71

• Kegiatan Penciptaan Aset WFP membantu masyarakat untuk membangun atau memperbaiki aset masyarakat begitu kebutuhan pangan akut telah terpenuhi. Kegiatan-kegiatan ini membangun aset rumah tangga dan masyarakat yang dapat mengurangi dampak bencana di masa depan, seperti proyek-proyek terasering tanah yang melawan erosi tanah, meningkatkan akses ke pasar seperti pembangunan jaringan jalan, dan diversifikasi sumber pendapatan.

• WFP bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk mengimplementasikan Program Pemberian Makan Sekolah Nasional.

WFP menyediakan biskuit berenergi tinggi atau makanan yang dimasak untuk siswa sekolah dasar dan siswa pra-sekolah di berbagai negara bagian dan wilayah. Mulai tahun 2016, WFP menggunakan modalitas biaya yang efisien dengan transfer berbasis tunai yang berlaku di mana pun (yaitu penerima manfaat dengan akses ke pasar yang berfungsi), memungkinkan penerima manfaat untuk membuat pilihan makanan yang disukai.

• Orang yang hidup dengan HIV dan TB membutuhkan lebih banyak kalori dan nutrisi dalam makanan mereka untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka. WFP menyediakan bantuan makanan dan gizi untuk orang yang hidup dengan pasien HIV dan TB (ODHA / TB) yang menjalani terapi Anti-Retroviral (ART) dan pengobatan yang diamati secara langsung (DOT).

(29)

72

• WFP menyediakan saran teknis dukungan kebijakan dan pelatihan bagi pemerintah untuk meningkatkan sistem pangan serta penyampaian program perlindungan sosial dan kesiapsiagaan darurat nasional.

Myanmar terus menyajikan konteks operasi yang kompleks dan dinamis di mana tantangan sosial ekonomi dan politik yang sedang berlangsung, termasuk konflik, perpindahan, kemiskinan yang meluas dan kerawanan pangan, menghambat upaya pengembangan. Diperkirakan 24,8 persen dari 54 juta perusahaan populasi hidup di dekat atau di bawah garis kemiskinan.

Banyak yang berjuang dengan akses fisik, sosial dan ekonomi yang tidak memadai terhadap kecukupan, keamanan dan makanan bergizi, dengan wanita, anak, perempuan, penyandang cacat dan minoritas paling terpengaruh. Malnutrisi adalah tantangan utama, dan tingkat pemborosan berlaku pada 6,5 persen secara nasional. Demikian juga, Myanmar adalah salah satu dari 20 TBC tertinggi di dunia (TB) yang membebani negara.

Selain itu juga di antara 35 negara yang berjumlah 90 negara persen dari infeksi HIV baru secara global. Konflik etnis juga memperburuk situasi Myanmar yang sudah rapuh. Lebih dari 1 juta orang telah mengungsi ke tempat asal mereka sejak Juni 2011. Dengan pembatasan pergerakan dan

(30)

73

terbatasnya akses ke mata pencaharian, banyak orang yang terkena dampak konflik sangat dibutuhkan bantuan makanan.31

2.3 Penyebab Krisis Pangan di Myanmar

Adapun penyebab krisis pangan yang terjadi di Myanmar, Meliputi : 32

• Sekitar 25,6 persen dari 53 juta orang yang tinggal di Myanmar berada di bawah garis kemiskinan. Menurut WFP, sekitar 298.700 orang tidak memiliki akses makanan yang aman, memadai, dan bergizi serta membutuhkan bantuan makanan. Perempuan, orang-orang cacat, lansia dan minoritas adalah yang paling terpengaruh.

• Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur perkembangan dasar manusia, dengan mempertimbangkan variabel-variabel seperti harapan hidup, tahun sekolah dan pendapatan. Menurut indeks, Myanmar berada di peringkat 148 dari 189 negara. Mayoritas penduduk negara itu, hampir 70 persen, tinggal di daerah pedesaan di mana kemiskinan dua kali lebih tinggi dan kondisi kerawanan pangan jauh lebih buruk daripada daerah perkotaan. Statistik dari Bank Dunia pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 6,4 persen hidup dengan $ 1,90 sehari.

31 Op,cit. Tlad, Min Par

32 Sirakova, Aleksandra. 2018. Top 10 Facts About Hunger in Myanmar. Diakses dalam https://borgenproject.org/top-10-facts-about-hunger-in-myanmar/ pada 8 Juni 2020 pukul 9.12

(31)

74

• Anak-anak lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi ketika pertumbuhan dan perkembangan mereka terhambat karena pola makan yang buruk. Di Myanmar, 29,4 persen anak balita menghambat perkembangan. Menurut statistik dari 2016, 18,9% anak-anak kekurangan berat badannya.

• Angka kematian bayi di Myanmar tinggi karena kekurangan gizi.

Pada setiap 1.000 kelahiran ada 35,8 % kematian. Menurut statistik 2012 dari UNICEF, angka kematian anak adalah 52% untuk anak- anak di bawah lima tahun. Sehingga dalam masa perkembangan anak sangat penting untuk menerima nutrisi yang cukup. Malnutrisi dan Stunting pada bayi dapat berkurang jika ibu menyusui anak-anak mereka selama enam bulan yang disarankan. Program nutrisi sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa keluarga memiliki akses dan mampu membeli makanan bergizi.

• Tingkat rata-rata pendaftaran di sekolah dasar mendekati 88%. Yang mana 75% dari anak-anak itu berhasil sampai ke kelas lima. Namun, sekitar setengah dari siswa tersebut menyelesaikan sekolah yaitu sebesar 54%. Keluarga miskin pada komunitas pedesaan tidak mampu mengirim anak-anak mereka ke sekolah atau menyediakan makanan yang cukup untuk mereka. Anak-anak ini akhirnya menghentikan pendidikan mereka dan mulai bekerja. WFP bertujuan untuk menjaga anak-anak di sekolah dengan menyediakan makan siang di sekolah.

(32)

75

• Myanmar sangat rentan terhadap bencana alam dan merupakan salah satu dari 10 negara teratas yang paling terkena dampak risiko iklim.

Kondisi iklim ekstrem seperti curah hujan yang tidak teratur atau deras mengancam pertaniannya yang menyumbang 30 persen dari PDB nasional. Sebanyak 85% rumah tangga di Kayah, negara bagian di Myanmar timur, sering mengalami kekurangan pangan karena tantangan lingkungan.

• Myanmar sangat bergantung pada pertanian dan menghadapi banyak tantangan. Pertanian Global dan Program Keamanan Pangan yang bertujuan untuk memerangi kemiskinan, kekurangan gizi dan kelaparan dengan mengimplementasikan program pembangunan berkelanjutan pertanian. Proyek Sektor Rantai Nilai Agribisnis yang Ramah Iklim di Central Dry Zone (CDZ) Myanmar berencana untuk mengimplementasikan $ 27 juta untuk mengurangi kerawanan pangan bagi masyarakat miskin pedesaan. Dampak proyek yang diproyeksikan menargetkan 100.000 orang, di delapan kota di CDZ, setengahnya adalah wanita.

• Banjir, kerawanan pangan, konflik bersenjata dan kekerasan antar- komunitas menciptakan gelombang pemindahan. Bahkan, lebih dari satu juta orang di Myanmar telah mengungsi sejak Juni 2011. Menurut Action Against Hunger, ada sekitar 863.000 orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan di Myanmar, 241.000 di

(33)

76

antaranya mengungsi. Terpaksa meninggalkan rumah mereka juga berarti keluarga-keluarga ini meninggalkan mata pencaharian mereka.

Pengungsi dan orang-orang terlantar secara internal dibiarkan tanpa sarana mengamankan makanan untuk diri mereka sendiri.

• Pasien tuberkulosis dan HIV memiliki kebutuhan gizi yang lebih tinggi selama masa pengobatan mereka, dan Myanmar memiliki salah satu pasien dengan jumlah tertinggi. Tingkat TB adalah yang tertinggi di Asia, dan Myanmar adalah di antara 20 negara dengan TB yang tinggi. Itu juga salah satu dari 35 negara yang memiliki 90 % infeksi HIV baru di dunia. WFP menawarkan bantuan makanan kepada 17.000 pasien untuk memastikan kepatuhan dan keberhasilan pengobatan.

• Keamanan pangan dan gizi buruk disertai dengan masalah-masalah seperti kurangnya akses terhadap air dan sanitasi. Menurut perkiraan dari 2015 oleh CIA World Factbook, 19,4 % populasi tidak memiliki akses ke sumber air minum yang lebih baik seperti air leding, sumur yang dilindungi atau mata air. Pada tahun 2017, program Action Against Hunger's nutrition dan kesehatan mencapai 31.233 orang.

9.344 orang mendapat manfaat dari program air, sanitasi dan kebersihan sementara 9.837 orang memanfaatkan program ketahanan pangan dan mata pencaharian. Operasi organisasi di negara ini dimulai pada 1994 dan pada 2017, itu membantu total 50.414 orang.

(34)

77

2.4 Dampak Konflik Terhadap Krisis Pangan

Salah satu penyebab krisis pangan di Myanmar yaitu adanya konflik etnis yang tidak berkesudahan seperti konflik Rohingya. Konflik ini terjadi akibat adanya penolakan etnis Rohingya atau tidak adanya pengakuan legal dari pemerintah Myanmar. Penganiayaan terhadap komunitas Rohingya memiliki akar panjang yang mulai tumbuh sejak tahun 1970-an dan sejak itu karena kebijakan diskriminatif pemerintah Myanmar, mereka dipaksa untuk meninggalkan negara asal mereka ke Bangladesh. Faktor ekonomi dan politik harus dipertimbangkan untuk memahami akar penyebab penganiayaan ini, pemindahan paksa, dan kerentanan terhadap orang-orang Rohingya. Negara miskin Arakan diberkati dengan sumber daya alam yang cukup untuk memahami mengapa otoritas negara begitu tertarik pada bagian Myanmar ini.

Perampasan tanah atas nama proyek-proyek pembangunan seperti;

perluasan pangkalan militer, eksploitasi sumber daya alam, proyek pertanian, infrastruktur, dan pariwisata.33

Penyebab struktural konflik ini adalah perbedaan agama dan etnis.

Krisis Rohingya pertama kali muncul di garis depan pada tahun 1977-

33 Mahmud, Md. Tareq. 2019. A Conflict Profile On The Rohingya Conflict in Myanmar.

Journal of Social Research Vol.14. Hal. 2

(35)

78

1978 yang merupakan awal dari pemindahan paksa terhadap komunitas etnis ini. Sejak itu tindakan keras terhadap masyarakat telah berlangsung secara berkala; awal 1990-an hingga sekarang. Setelah Myanmar memenangkan kemerdekaan dari pemerintahan Inggris pada tahun 1948, populasi Muslim memulai pemberontakan di Negara Bagian Rakhine untuk mencari persamaan hak dan otonomi daerah. Ini sangat didorong kembali oleh pemerintah dan diyakini telah semakin memperkuat titik perselisihan antara dua kelompok agama besar di wilayah tersebut.

Meningkatnya Islamofobia juga memberi alasan fundamentalis bagi umat Buddha untuk melanjutkan agenda bahwa etnis Rohingya merupakan ancaman terhadap budaya yang mayoritas beragama Budha di negara itu.34

Konflik ini kemudian pecah pada tahun 2012, yang melibatkan Muslim Rohingya dan Budha dari etnis Rakhine. Pecahnya konflik ini berawal dari adanya pemerkosaan terhadap seorang wanita Budha yang dilakukan oleh pria Muslim. Hal tersebut yang memicu adanya pembalasan yang dilakukan oleh etnis Rakhine yang merupakan mayoritas Budha. Peristiwa tersebut yang memicu adanya kekerasan eksplosif yang menelan korban lebih dari 200 orang. Pasca kejadian tersebut, pengungsi Rohingya dipaksa untuk keluar rumah dan mulai terjadinya pembatasan dalam pekerjaan dan kebebasan beragama.

34 Ibid

(36)

79

Kekerasan yang terjadi pada 2012 ini juga disebut dengan pembersihan etnis karena telah menyebabkan banyak korban yang di alami oleh etnis Rohingya35. Krisis mulai terungkap lagi pada tahun 2017 yang mengakibatkan pemindahan 700.000 Rohingya di Bangladesh dengan total keseluruhan sebanyak 1,3 juta orang. Sejak itu mulai banyak terjadi kekerasan yang dirasakan oleh etnis Rohingya, sekitar 6700 etnis Rohingya tewas di antaranya ada 730 adalah anak-anak yang berusia di bawah lima tahun. Selain itu perempuan dan gadis Rohingya diperkosa dan dianiaya oleh militer Myanmar.36

Adanya kekerasan baru di Kachin dan Shan serta meningkatnya kekerasan di Rakhine, keadaan kemanusiaan yang sudah rapuh situasi di negara ini telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, membuat lebih dari 1 juta orang kehilangan tempat tinggal tempat asal sejak Juni 2011.

Delapan persen dari pengungsi adalah wanita dan anak-anak. Dengan batasan pada gerakan dan kurangnya akses ke mata pencaharian, bantuan eksternal telah menjadi garis hidup bagi banyak orang. Situasi konflik yang berlarut-larut dan kekerasan telah memicu mekanisme penanggulangan negatif, kekerasan seksual yang meningkat, pemaksaan

35 Sadewa, Dzikiara Pesona. 2020. Pengaruh Keterlibatan Food and Agricalture Organization (FAO) dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian Pasca-Konflik Krisis Pangan Etnis Rohingya di Myanmar. Insignia Journal of International Relations Vol.

7 No. 1. Diakses dalam

http://jos.unsoed.ac.id/index.php/insignia/article/view/2243/1423 pada 10 Juni 2020 pukul 14.12

36 Op, Cit. Mahmud hal. 7

(37)

80

rekrutmen, perdagangan manusia dan kerentanan terhadap praktik migrasi berisiko yang khususnya memengaruhi perempuan, anak.

Membantu dalam hal untuk bertahan hidup dengan bermartabat tetap menjadi tantangan utama. Konflik etnis dan kontaminasi ranjau darat secara luas di Negara Bagian Kachin dan Shan menghambat akses para pengungsi internal ke lahan pertanian dan peluang mata pencaharian lainnya, memperkuat ketergantungan mereka pada bantuan kemanusiaan.

Di Kachin, pertempuran antara pasukan pemerintah dan Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) yang telah menggusur 91.000 orang-orang sejak 2011 berlanjut sepanjang 2017. Sekitar 40 % orang terlantar berada di daerah Kachin. Negara di luar kendali pemerintah di mana para aktor internasional memiliki akses kemanusiaan yang sangat terbatas atau tidak ada sama sekali Juni 2016. Di Negara Bagian Shan, 15.000 orang tetap mengungsi sejak pecahnya konflik etnis pada tahun 2011.37

Pasca konflik Rohingya menyebabkan banyak kerugian dan kerusakan yang dialami oleh etnis Rohingya. Banyak tempat tinggal dan rumah ibadah yang hancur yang kemudian berakibat pada lebih dari 140.000 etnis Rohingya terlantar dan kemudian mengungsi ke berbagai negara tetangga. Selain itu etnis Rohinya mulai mengalami keadaan yang

37 World Food Programme. 2017. Supporting Transition by Reducing Food Insecuriity and Undernutrition Among the Most Vulnerable. Standard Projeect Report 2017. Diakses dalam https://docs.wfp.org/api/documents/WFP-0000069855/download/ pada 11 Juni 2020 pukul 10.11

(38)

81

darurat dan mulai timbul rasa tidak nyaman dalam melakukan aktivitas karena disebabkan adanya banyak diskriminasi dan kekerasan. Dampak lain yang sangat berpengaruh yaitu dari factor kesehatan yang sangat memprihatinkan, dimana indeks kesehatan pasca konflik di Myanmar mengalami tingkat yang buruk dan tersebarnya kekurangan gizi secara luas. Hal ini sangat dirasakan oleh etnis Rohingya sebagai etnis minoritas.

Peningkatan anak yang mengalami gizi buruk ters meningkat drastis setiap tahunnya. Peningkatan ini terjadi sejak tahun 2012, dan sejak itu mulai banyak ditemukan anak Rohingya dengan jumlah lebih dari 40.000 jiwa yang membutuhkan bantuan. Anak-anak yang memiliki presentase sebanyak 40% dari seluruh pengungsi ynag rentan terhadap kelaparan.38

Adanya peningkatan pertempuran sejak 2018 di Negara Bagian Rakhine antara Tentara Arakan dan militer Myanmar, serta intensifikasi konflik bersenjata etnis di negara-negara Kachin dan Shan sejak 2011, telah semakin berkontribusi pada ketidakstabilan. Diperkirakan 823.600 orang yang tinggal di daerah yang terkena dampak konflik rentan terhadap kerawanan pangan. Lebih dari 240.000 orang tetap terlantar secara inner dengan akses terbatas ke lahan pertanian dan peluang mata pencaharian lainnya.39 Krisis pangan dan gizi buruk terus mengalami peningkatan

38 Op, cit. Sadewa

39 WFP Myanmar. 2019. Relief. Diakses dalam https://docs.wfp.org/api/documents/WFP- 0000105025/download/?_ga=2.136453491.2119991951.1591733647-

1675125245.1586111241 pada 11 juni 2020 pukul 10.30

(39)

82

setiap tahunnya yang banyak dialami oleh pengungsi Rohingya. Di negara bagian Kachin, Kayin, Rakhine, dan Shan di Burma ada lebih dari 734.000 orang yang terkena dampak konflik sehingga mengalami krisis pangan akut dan sekitar 175.000 anak-anak dan wanita memerlukan layanan nutrisi yang menyelamatkan jiwa.40 Hal-hal tersebut yang memicu peran penting organisasi internasional sebagai actor sukarela yang memberi bantuan terhadap krisis pangan dan gizi buruk yang terjadi di Myanmar. WFP menjadi salah satu organisasi internasional yang berperan penting dalam mengatasi krisis pangan yang terjadi pasca konflik di Myanmar.

40 Op,cit. USAID.

Referensi

Dokumen terkait