27
Universitas Kristen Petra 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Profil Responden
Total responden terdiri dari 100 orang yang telah mengisi kuisioner yang telah disebar oleh penulis. Pengambilan sampel responden menggunakan convenience sampling. Responden yang mengisi yaitu orang-orang yang berusia 15-25 tahun dan mengetahui tentang merek Peripera dan produk liptint Peripera yaitu Airy Velvet dan Peri Velvet. Dari 117 kuisioner yang telah disebar dan diisi oleh responden terdapat 12 responden yang tidak mengetahui merek Peripera dan produk liptint Peripera. Selain itu terdapat 3 responden yang mengetahui merek Peripera, tetapi tidak mengetahui produk liptint Peripera. Sehingga terdapat 102 responden yang cocok dengan kriteria penulis dan penulis mengambil data dari 100 responden berdasarkan penghitungan jumlah sampel pada bab 3.
Berikut merupakan data berdasarkan usia dari 100 responden yang menjadi sampel penulis :
Tabel 4.1 Usia Responden
Usia Frekuensi Persentase
15-20 tahun 29 29%
20-25 tahun 71 71%
Total 100 100%
Dari tabel diatas diketahui bahwa mayoritas responden sebanyak 71 responden (71%) berusia 20-25 tahun. Sedangkan 29 responden (29%) berusia 15- 20 tahun.
4.2 Analisa Deskriptif
Data mengenai jawaban responden akan dijelaskan secara deskriptif dengan menggunakan metode top bottom two boxes. Top two boxes merupakan akumulasi jawaban responden dari skala 4-5 yaitu setuju dan sangat setuju.
Sedangkan untuk bottom two boxes merupakan akumulasi jawaban responden dari skala 1-2 yaitu sangat tidak setuju dan tidak setuju. Akumulasi jawaban tersebut
28
Universitas Kristen Petra dipersentasekan terhadap jumlah total responden yang menjawab kuisioner. Hasil dari penghitungan ini menunjukkan antara usia responden dengan dimensi :
1. Kemasan yaitu tulisan/gambar, warna, bentuk dan ukuran
2. Brand image yaitu favorabilty of brand associations, strength of brand associations, dan uniqueness of brand associations.
3. Brand preference yaitu :
a. Produk liptint Peripera lebih unggul dibandingkan dengan produk liptint merek lain
b. Saya lebih memilih produk liptint Peripera dibandingkan dengan produk liptint merek lain
c. Saat ingin membeli produk liptint saya mempertimbangkan Peripera sebagai pilihan pertama
d. Saya tidak tertarik untuk mencoba produk liptint dari merek lain e. Saya tidak berniat untuk berpindah terhadap produk liptint dari
merek lain
Tabel 4.2 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Tulisan/Gambar (X1)
Pernyataan BTB TTB
X1.1 Tulisan / Gambar Peripera menarik
perhatian 3% 75%
X1.3 Tulisan / Gambar Peripera mampu
mengkomunikasi image positif 18% 30%
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa responden mayoritas merasa setuju bahwa tulisan / gambar Peripera menarik perhatian responden.
Dimana nilai top two boxes mencapai angka 75% yang berarti 75 dari 100 responden merasa setuju pada pernyataan X1.1 . Dan responden juga merasa setuju bahwa tulisan / gambar pada kemasan Peripera mampu mengkomunikasi image yang positif bagi konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa tulisan / gambar yang ada pada kemasan Peripera mampu memengaruhi konsumen dalam hal menarik perhatian dan memberikan kesan yang positif bagi konsumen yang melihat kemasan Peripera.
29
Universitas Kristen Petra Tabel 4.3 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Warna (X2)
Pernyataan BTB TTB
X2.1 Warna kemasan Peripera menarik
perhatian saya 5% 87%
X2.2
Warna kemasan Peripera memudahkan saya untuk mengetahui varian warna produk kosmetik
23% 53%
X2.3 Warna kemasan Peripera memudahkan
saya untuk mengenali produk 5% 84%
Dari tabel 4.3 menunjukkan bahwa mayoritas responden berpendapat setuju bahwa warna kemasan Peripera menarik perhatian mereka dimana hasil dari top two boxes mencapai angka 87%.
Untuk pernyataan selanjutnya 53% responden merasa bahwa warna dari kemasan Peripera membantu mereka untuk mengetahui warna dari liptint Peripera. Hal ini disebabkan warna dari kemasan Peripera dibuat sesuai dengan warna dari liptint tersebut sehingga responden merasa terbantu untuk mengetahui warna liptint yang diinginkan.
Selanjutnya sebanyak 84% responden merasa bahwa warna dari kemasan Peripera memudahkan untuk mengenali produk. Dilihat dari warna kemasan Peripera dimana perpaduan antara warna hitam dan mayoritas liptint yang berwarna merah atau orange sehingga perpaduan ini terlihat menonjol dan membuat responden merasa mudah untuk mengenali produk.
Tabel 4.4 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Bentuk (X3)
Pernyataan BTB TTB
X3.1 Bentuk kemasan Peripera memiliki bentuk
yang unik 5% 83%
X3.2 Bentuk kemasan Peripera nyaman untuk
dibawa 3% 86%
X3.3 Bentuk kemasan Peripera memudahkan
dalam penggunaan 5% 83%
30
Universitas Kristen Petra Tabel 4.4 yang membahas mengenai bentuk kemasan Peripera menunjukkan bahwa 83% responden merasa setuju bahwa kemasan Peripera memiliki bentuk yang unik. Peripera mengemas bentuk liptint mereka menyerupai botol tinta yang sesuai dengan nama dari series-nya yaitu Peri’s Ink Series. Oleh karena itu responden merasa bahwa bentuk kemasan Peripera unik bagi responden.
Untuk kenyamanan dalam membawa 86% responden merasa nyaman dalam membawa produk ini. Hal ini membuktikan bahwa walaupun memiliki bentuk yang tidak biasa untuk bentuk liptint pada umumnya, hal ini tidak mengurangi kenyamanan konsumen untuk membawa produk liptint Peripera ini.
Untuk pernyataan bentuk kemasan yang memudahkan dalam penggunaan, sebanyak 83% responden merasa setuju dengan pernyataan ini. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk kemasan yang menyerupai botol tinta tidak menyusahkan konsumen dalam menggunakan produk. Konsumen tetap merasa mudah dalam menggunakan produk liptint Peripera.
Tabel 4.5 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Ukuran (X4)
Pernyataan BTB TTB
X4.1 Ukuran kemasan Peripera mencerminkan
isi produk yang banyak 22% 48%
X4.2 Ukuran kemasan Peripera sesuai untuk
produk liptint 12% 60%
Tabel 4.5 membahas tentang ukuran kemasan Peripera. Dapat dilihat bahwa 48% responden setuju bahwa ukuran kemasan Peripera mencerminkan isi produk yang banyak. Tetapi ada 22% responden yang merasa tidak setuju. Menurut penulis hal ini disebabkan karena ukuran kemasan Peripera yang cenderung terlihat kecil sehingga menimbulkan persepsi dalam benak responden bahwa Peripera tidak memiliki isi produk yang banyak.
Untuk pernyataan ukuran kemasan Peripera sesuai untuk produk liptint atau tidak mayoritas responden sebanyak 60% merasa setuju bahwa ukuran kemasan Peripera sesuai untuk produk liptint dimana tidak terlalu besar
31
Universitas Kristen Petra ataupun terlalu kecil yang artinya ukuran kemasan Peripera sesuai untuk produk liptint.
Tabel 4.6 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Favorability of Brand Associations (Y1)
Pernyataan BTB TTB
Y1.1 Kemasan Peripera melindungi kualitas
produk 2% 80%
Y1.2 Kemasan Peripera mempermudah
menemukan produk 4% 83%
Tabel 4.6 yang membahas mengenai favorability of brand associations dengan indikator kemasan Peripera melindungi kualitas produk, sebanyak 80% responden merasa setuju dengan pernyataan ini. Kemasan Peripera yang terbuat dari bahan semacam plastik tebal menimbulkan persepsi bahwa jika produk itu jatuh tidak akan pecah, selain itu adanya garis-garis penahan pada tutup botol sehingga jika tidak tertutup dengan benar maka mudah untuk terdeteksi. Hal-hal inilah yang menyebabkan mayoritas responden merasa bahwa kemasan Peripera mampu melindungi kualitas produk.
Untuk indikator kemasan Peripera mempermudah menemukan produk, sebanyak 83% responden menjawab setuju. Perpaduan dari elemen kemasan Peripera mempermudah untuk menemukan produk. Hal ini didukung dari bentuk yang unik, warna, tulisan dan gambar yang menarik sehingga mayoritas responden setuju bahwa kemasan Peripera memudahkan untuk menemukan produk. Di antara banyak produk yang beredar jika suatu produk memiliki elemen-elemen yang mampu menarik perhatian konsumen, maka konsumen akan tertarik dan mengenali produk tersebut.
Tabel 4.7 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Strength of Brand Associations (Y2)
Pernyataan BTB TTB
32
Universitas Kristen Petra Y2.1 Mempermudah untuk mengingat produk
Peripera 3% 91%
Y2.2 Meyakinkan saya untuk memilih produk
Peripera 6% 61%
Tabel 4.7 menunjukkan bahwa dalam hal mempermudah untuk mengingat produk Peripera sebanyak 91% responden menjawab setuju. Bentuk Peripera yang tidak seperti liptint pada umumnya hal inilah yang berkontribusi besar dalam menanamkan produk Peripera dalam benak konsumen. Liptint yang mempunyai bentuk menyerupai botol tinta sehingga hal inilah yang membuat mayoritas responden merasa setuju bahwa kemasan Peripera mempermudah untuk mengingat produk.
Untuk pernyataan kemasan Peripera meyakinkan saya untuk untuk memilih produk Peripera sebanyak 61% responden menjawab setuju. Hal ini menunjukkan bahwa kemasan Peripera yang memiliki bentuk yang unik mampu meyakinkan responden untuk memilih produk Peripera.
Tabel 4.8 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Uniqueness of Brand Associations (Y3)
Pernyataan BTB TTB
Y3.1 Kemasan Peripera berbeda dengan
kemasan kosmetik pada umunya 6% 81%
Y3.2
Kemasan Peripera membuat Peripera lebih menonjol dibanding produk kosmetik pada umumnya
5% 73%
Tabel 4.8 membahas mengenai uniqueness of brand associations, menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa setuju terhadap dua pernyataan terkait faktor ini. Sebanyak 81% responden merasa setuju bahwa kemasan Peripera berbeda dengan kemasan kosmetik pada umumnya. Hal ini berarti bahwa kemasan Peripera memang berbeda dengan kemasan liptint pada umumnya. Dalam tabel yang menganalisa faktor bentuk, mayoritas responden menjawab bahwa kemasan Peripera memiliki bentuk yang unik sehingga
33
Universitas Kristen Petra menimbulkan image dalam benak konsumen bahwa kemasan Peripera berbeda dengan kemasan liptint pada umumnya.
Untuk pernyataan kemasan Peripera membuat Peripera lebih menonjol dibanding dengan produk kosmetik pada umumnya, sebanya 73%
responden merasa setuju. Dengan keunikan yang dimiliki oleh kemasan Peripera menimbulkan image di dalam benak konsumen bahwa Peripera lebih menonjol dibandingkan dengan produk kosmetik lainnya. Oleh karena itu mayoritas responden setuju dengan pernyataan ini.
Tabel 4.9 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Brand preference (Z1)
Pernyataan BTB TTB
Z1
Produk liptint Peripera lebih unggul dibandingkan dengan produk liptint dari merek lain
7% 59%
Dari tabel 4.9 menunjukkan bahwa 59% responden setuju bahwa produk liptint Peripera lebih unggul dibandingkan dengan produk liptint dari merek lain. Bentuk yang unik yang dimiliki kemasan Peripera, selain itu warna dan tulisan/gambar yang menarik dapat menjadi faktor yang dijadikan sebagai pertimbangan sehingga responden merasa produk Peripera lebih unggul dibandingkan dengan produk liptint dari merek lain.
Tabel 4.10 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Brand preference (Z2)
Pernyataan BTB TTB
Z2 Saya lebih memilih produk liptint Peripera
dibandingkan produk liptint merek lain 18% 44%
Tabel 4.10 membahas mengenai apakah responden lebih memilih produk liptint Peripera dibandingkan produk liptint merek lain, sebanyak 44%
responden merasa setuju. Hal ini berarti bahwa 44% responden tersebut lebih memilih liptint Peripera dibandingkan liptint mereka lain. Namun ada 18%
responden yang tidak setuju dengan pernyataan ini. Banyaknya produk liptint dari merek lain yang mungkin mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan
34
Universitas Kristen Petra responden dibanding liptint Peripera sehingga menimbulkan ada sebagian responden yang merasa tidak setuju.
Tabel 4.11 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Brand preference (Z3)
Pernyataan BTB TTB
Z3
Saat ingin membeli produk liptint saya mempertimbangkan Peripera sebagai pilihan yang pertama
23% 47%
Tabel 4.11 menunjukkan bahwa 47% responden merasa setuju pada saat ingin membeli produk liptint, mempertimbangkan Peripera sebagai pilihan yang pertama. Namun terdapat 23% responden yang merasa tidak setuju untuk menjadikan Peripera sebagai pertimbangan pilihan pertama pada saat ingin membeli produk liptint. Hal ini disebabkan karena untuk produk kosmetik dibutuhkan banyak pertimbangan supaya menjadi pilihan yang pertama. Selain itu juga banyaknya produk kosmetik yang beredar sehingga responden merasa masih banyak produk lain yang bisa menjadi pertimbangan untuk pilihan pertama mereka.
Tabel 4.12 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Brand preference (Z4)
Pernyataan BTB TTB
Z4 Saya tidak tertarik untuk mencoba produk
liptint dari merek lain 61% 19%
Berdasarkan tabel 4.11 jawaban responden 61% pada kolom bottom tow boxes. Hal ini berarti mayoritas responden sebanyak 61 responden merasa tidak setuju dengan pernyataan diatas. 61 responden tersebut merasa mereka tetap tertarik untuk mencoba produk liptint dari merek lain.
Hal ini disebabkan kecenderungan konsumen untuk mencoba produk lain terutama dengan banyaknya produk terutama liptint dari merek-merek lain.
35
Universitas Kristen Petra Walaupun terkadang konsumen tetap memiliki pilihan utama mereka, namun kecenderungan untuk mencoba produk lain akan tetap ada. Terutama untuk anak muda jaman sekarang yang mengikuti tren sehingga jika ada produk atau barang baru mereka akan tertarik untuk mencoba sehingga tidak dianggap ketinggalan jaman.
Tabel 4.13 Analisa Top dan Bottom Two Boxes Faktor Brand preference (Z5)
Pernyataan BTB TTB
Z5 Saya tidak berniat untuk berpindah
terhadap produk liptint dari merek lain 46% 22%
Berdasarkan tabel 4.13 membahas tentang adanya atau tidak niat konsumen untuk berpindah terhadap produk liptint dari merek lain atau tidak.
Sebanyak 46% responden merasa tidak setuju. Hal ini berarti bahwa mayoritas responden mempunyai niat untuk berpindah terhadap produk liptint dari merek lain.
Hal diatas disebabkan hanya dengan melihat dari kemasan produk, maka konsumen tidak mungkin tidak berpindah terhadap merek lain. Preferensi setiap konsumen berbeda, mungkin 22% responden yang merasa setuju merasa bahwa kemasan yang dimiliki Peripera unik sehingga dengan memilih produk Peripera mereka akan merasa mendapat value yang lebih. Sedangkan untuk responden yang merasa tidak setuju, mereka merasa bahwa kemasan saja tidak cukup untuk membuat mereka tidak berpindah terhadap merek lain. Butuh pertimbangan yang lebih supaya konsumen tidak berniat untuk berpindah merek.
Alasan lain mungkin adanya produk lain yang lebih bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Sehingga untuk dimensi brand preference ini mayoritas konsumen merasa tidak setuju.
4.3 Analisa Partial Least Square 4.3.1 Uji Realibilitas
Uji realibilitas dalam PLS ini melihat dari nilai composite realibility dan Cronbach’s Alpha. Nilai dari Cronbach’s Alpha dan composite realibility harus
36
Universitas Kristen Petra lebih besar dari 0,7 agar suatu indikator dapat dikatakan reliabel. Di bawah ini merupakan tabel hasil dari Cronbach’s Alpha dan composite realibility.
Tabel 4.14 Nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Realibility Variabel Cronbach’s Alpha Composite Realibility
Kemasan 0,893 0,912
Brand image 0,832 0,878
Brand preference 0,892 0,919
Dari tabel diatas nilai dari Cronbach’s Alpha dan Composite Realibility masing-masing variabel diatas 0,7 sehingga seluruh variabel dikatakan reliabel dan dapat digunakan untuk analisa selanjutnya.
4.3.2 Uji Validitas
Untuk menguji valid tidaknya suatu indikator dapat dilihat dari convergent validity dan discriminant validity
4.3.2.1 Convergent validity
Nilai dari convergent validity dilihat dari nilai Average Variance Extracted (AVE). Nilai dari AVE harus lebih besar dari 0,5 untuk suatu indikator dapat dikatakan valid. Berikut merupakan tabel nilai dari AVE masing-masing variabel.
Tabel 4.15 Nilai AVE
Variabel AVE Keterangan
Kemasan 0,511 Valid
Brand image 0,546 Valid
Brand preference 0,696 Valid
37
Universitas Kristen Petra Berdasarkan tabel di atas, variabel kemasan memiliki nilai AVE 0,511 dimana nilai tersebut lebih dari 0,5 sehingga variabel kemasan dikatakan valid.
Selanjutnya untuk variabel brand image juga memiliki nilai AVE lebih dari 0,5 yaitu 0,546 sehingga variabel brand image juga dikatakan valid. Yang terakhir untuk variabel brand preference memiliki nilai AVE 0,696 yang dimana lebih dari 0,5 sehingga variabel brand preference juga dikatakan valid.
Cara lain untuk menilai convergent validity yaitu dengan melihat nilai outer loading dari masing-masing indikator. Nilai outer loading harus lebih dari 0,5 untuk suatu indikator dikatakan valid. Tabel berikut merupakan tabel nilai outer loading dari masing-masing indikator.
Tabel 4.16 Nilai Outer Loadings
Variabel Simbol Indikator Outer
Loadings
Kemasan X1.1 Tulisan / gambar Peripera menarik
perhatian 0,753
X1.2 Tulisan / gambar Peripera membantu saya
menemukan produk 0,450
X1.3 Tulisan / gambar Peripera mampu
mengkomunikasikan image positif produk 0,718 X2.1 Warna kemasan Peripera menarik perhatian
saya 0,702
X2.2
Warna kemasan Peripera memudahkan saya untuk mengetahui varian warna produk
kosmetik
0,572
X2.3 Warna kemasan Peripera memudahkan saya
untuk mengenali produk Peripera 0,716 X3.1 Bentuk kemasan Peripera memiliki bentuk
yang unik 0,629
X3.2 Bentuk kemasan Peripera nyaman untuk
dibawa 0,734
X3.3 Bentuk kemasan memudahkan dalam 0,629
38
Universitas Kristen Petra penggunaan
X4.1 Kemasan Peripera mencerminkan isi produk
yang banyak 0,667
X4.2
Ukuran kemasan Peripera sesuai untuk produk liptint (tidak terlalu besar, tidak
terlalu kecil)
0,655
Tabel 4.16 Nilai Outer Loadings (sambungan) Brand
image Y1.1 Kemasan Peripera melindungi kualitas
produk 0,727
Y1.2 Kemasan Peripera memberi informasi
produk 0,821
Y2.1 Mempermudah untuk mengingat produk
Peripera 0,783
Y2.2 Meyakinkan saya memilih Peripera 0,712 Y3.1 Kemasan Peripera berbeda dengan kemasan
kosmetik pada umumnya
0,661
Y3.2 Kemasan Peripera membuat Peripera lebih menonjol dibanding produk kosmetik pada
umumnya
0,720
Z2 Saya lebih memilih produk liptint Peripera dibandingkan produk liptint dari merek lain
0,890
Z3 Saat ingin membeli produk liptint saya mempertimbangkan Peripera sebagai
pilihan yang pertama
0,882
Z4 Saya tidak tertarik untuk mencoba produk liptint dari merek lain
0,754
Z5 Saya tidak berniat untuk berpindah terhadap produk liptint dari merek lain
0,790
Dari tabel nilai outer loadings diatas terdapat satu indikator dari variabel kemasanyang memiliki nilai outer loadings kurang dari 0,5 yaitu indikator X1.2.
39
Universitas Kristen Petra Dimana indikator X1.2 adalah tulisan / gambar dari kemasan Peripera membantu saya menemukan produk. Nilai outer loadings yang kurang dari 0,5 dikatakan tidak valid menurut syarat convergent validity. Oleh karena itu indikator X1.2 tidak bisa digunakan untuk analisa selanjutnya.
Penulis memutuskan untuk menghitung kembali nilai outer loadings dengan tidak menyertakan indikator X1.2. Tabel berikut merupakan hasil nilai outer loadings kedua tanpa indikator X1.2.
Tabel 4.17 Nilai Outer Loadings Kedua
Variabel Simbol Indikator Outer
Loadings Kemasan X1.1 Tulisan / gambar Peripera menarik perhatian 0,765
X1.3 Tulisan / gambar Peripera mampu
mengkomunikasikan image positif produk 0,709 X2.1 Warna kemasan Peripera menarik perhatian
saya 0,740
X2.2
Warna kemasan Peripera memudahkan saya untuk mengetahui varian warna produk
kosmetik
0,689
X2.3 Warna kemasan Peripera memudahkan saya
untuk mengenali produk Peripera 0,679 X3.1 Bentuk kemasan Peripera memiliki bentuk
yang unik 0,720
X3.2 Bentuk kemasan Peripera nyaman untuk
dibawa 0,761
X3.3 Bentuk kemasan memudahkan dalam
penggunaan 0,749
X4.1 Kemasan Peripera mencerminkan isi produk
yang banyak 0,661
X4.2 Ukuran kemasan Peripera sesuai untuk
produk liptint (tidak terlalu besar, tidak 0,663
40
Universitas Kristen Petra terlalu kecil)
Brand
image Y1.1 Kemasan Peripera melindungi kualitas
produk 0,715
Y1.2 Kemasan Peripera memberi informasi produk 0,814 Tabel 4.17 Nilai Outer Loadings Kedua (sambungan)
Y2.1 Mempermudah untuk mengingat produk
Peripera 0,775
Y2.2 Meyakinkan saya memilih Peripera 0,711 Y3.1 Kemasan Peripera berbeda dengan kemasan
kosmetik pada umumnya 0,676
Y3.2 Kemasan Peripera membuat Peripera lebih menonjol dibanding produk kosmetik pada
umumnya
0,732
Brand preference
Z1 Produk liptint Peripera lebih unggul dibandingkan produk liptint dari merek lain
0,846
Z2 Saya lebih memilih produk liptint Peripera dibandingkan produk liptint dari merek lain
0,890
Z3 Saat ingin membeli produk liptint saya mempertimbangkan Peripera sebagai pilihan
yang pertama
0,882
Z4 Saya tidak tertarik untuk mencoba produk liptint dari merek lain
0,754
Z5 Saya tidak berniat untuk berpindah terhadap produk liptint dari merek lain
0,790
Setelah menghilangkan indikator X1.2, maka nilai outer loadings untuk masing-masing indikator lebih dari 0,5. Oleh karena itu semua indikator dikatakan valid menurut syarat convergent validity.
4.3.2.2 Discriminat Validity
41
Universitas Kristen Petra Untuk menilai apakah valid atau tidak suatu indikator menurut syarat discriminant validity, dapat dilihat melalui tabel cross loading. Nilai outer loadings suatu indikator terhadap variabel latennya jika lebih besar dari nilai outer loadings suatu indikator terhadap variabel laten lainnya, maka dikatakan bahwa indikator tersebut valid. Di bawah ini merupakan tabel cross loadings untuk masing-masing indikator
Tabel 4.18 Tabel Cross Loadings
Kemasan (X) Brand image (Y) Brand preference (Z)
X1.1 0,765 0,576 0,288
X1.3 0,709 0,614 0,243
X2.1 0,740 0,532 0,186
X2.2 0,689 0,457 0,240
X2.3 0,679 0,444 0,068
X3.1 0,720 0,505 0,183
X3.2 0,761 0,645 0,338
X3.3 0,749 0,597 0,302
X4.1 0,661 0,603 0,314
X4.2 0,663 0,517 0,297
Y1.1 0,535 0,715 0,273
Y1.2 0,645 0,814 0,223
Y2.1 0,695 0,775 0,136
Y2.2 0,517 0,711 0,524
Y3.1 0,520 0,676 0,329
Y3.2 0,537 0,732 0,475
Z1 0,347 0,405 0,846
Z2 0,348 0,423 0,890
Z3 0,355 0,428 0,882
Z4 0,199 0,275 0,754
Z5 0,183 0,291 0,790
42
Universitas Kristen Petra Berdasarkan tabel cross loading diatas dapat dilihat bahwa nilai outer loadings masing-masing indikator untuk variabel latennya lebih besar dibandingkan dengan dari nilai outer loadings masing-masing indikator untuk variabel laten lainnya. Sehingga semua indikator dikatakan valid berdasarkan discriminant validity.
4.4 Path Coefficient dan Coefficient of Determination (R2)
Path coefficient digunakan untuk melihat seberapa kuat variabel independen memengaruhi variabel dependen. Coefficient of determination atau R2 dapat dilihat dari tabel R Square dan berfungsi untuk melihat bagaimana suatu variabel endogen dipengaruhi oleh variabel lainnya. Gambar di bawah ini merupakan hasil dari path
coefficient dan coefficient of determination.
Gambar 4.1 Path Coefficient dan Coefficient of Determination
Dari hasil path coefficient dapat dilihat bahwa brand image merupakan variabel intervening yang memperkuat hubungan antara kemasan dan brand preference. Pengaruh kemasan terhadap brand image memiliki nilai path coefficient yang cukup besar yaitu 0,780. Sedangkan untuk pengaruh kemasan
43
Universitas Kristen Petra terhadap brand preference memiliki path coefficient sebesar 0,021. Hasil dari semua path coefficient memiliki nilai yang positif. Hal ini berarti semakin besar nilai path coefficient suatu pada satu variabel independen terhadap variabel dependen, maka semakin kuat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Hasil dari coefficient of determination (R2) dalam gambar 4.1 merupakan angka yang berada dalam lingkaran. Dalam lingkaran brand image yang dipengaruhi oleh kemasan menunjukkan angka 0,608. Hal ini berarti variabel kemasan dijelaskan variabel brand image sebesar 60,8%, sedangkan untuk 39,2%
dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Untuk angka yang berada dalam lingkaran brand preference menunjukkan angka 0,201. Hal ini berarti bahwa variabel kemasan dijelaskan variabel brand preference sebesar 20,1%, dan untuk 79,9% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian.
4.5 T-statistic dan Uji Hipotesis
Nilai dari t-statistic didapatkan dari penghitungan dengan metode bootstrapping. Nilai dari t-statistic ini digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini. Nilai t-statistic yang >1,96 berarti memiliki pengaruh.
Tabel 4.19 Nilai T-statistic
Hipotesis Path
Coefficient
T-statistic Keterangan
H1 Kemasan Peripera →
brand image 0,780 13,733 Berpengaruh
H2 Brand image → brand
preference 0,431 3,210 Berpengaruh
H3 Kemasan Peripera →
brand preference 0,021 0,153 Tidak
berpengaruh
Dari tabel T-statistic diatas nilai dari t-statistic untuk H1 yaitu 13,733, yang berarti terdapat pengaruh antara kemasan Peripera dan brand image.
Untuk nilai t-statistic H2 yaitu 3.210, yang berarti terdapat pengaruh antara brand
44
Universitas Kristen Petra image dan brand preference. Yang terakhir H3 memiliki nilai t-statistic sebesar 0,153, yang berarti kemasan Peripera tidak berpengaruh terhadap brand preference.
4.6 Pembahasan
4.6.1 Kemasan Peripera terhadap Brand image
Kemasan Peripera terhadap brand image yang merupakan hipotesis 1 (H1) mempunyai nilai di atas 1,96 yang berarti kemasan Peripera dalam segi tulisan/gambar, warna, bentuk, dan ukuran berpengaruh terhadap brand image yaitu strength , favourability , dan uniqueness dalam benak konsumen. Oleh karena itu hipotesis 1 dimana kemasan Peripera memengaruhi brand image diterima.
Aspek-aspek dari kemasan seperti warna, tulisan/gambar, bentuk, dan ukuran merupakan hal pertama yang dilihat oleh konsumen dari suatu produk.
Aspek-aspek tersebut yang memberikan kontribusi bagaimana persepsi konsumen terhadap produk tersebut. Brand image terbentuk dari bagaimana konsumen berpikir mengenai suatu produk, entah dari kemasan produk, kualitas, perusahaan yang memproduksi.
Dalam kasus penelitian ini adalah kemasan, jika kemasan dikemas secara bagus, perpaduan warna yang menarik dan tidak berlebihan akan menimbulkan perasaan positif terhadap produk tersebut. Selain itu bentuk juga berkontribusi pada bagaimana konsumen melihat produk tersebut apakah unik, menarik atau tidak. Kemasan Peripera yang berbentuk menyerupai botol tinta membuat mayoritas responden berpendapat bahwa produk ini adalah produk yang unik dan berbeda.
Selain itu kemasan yang unik ini membuat Peripera lebih menonjol dibanding dengan produk liptint dari merek lain. Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa aspek kemasan yaitu tulisan, gambar, warna, bentuk maupun ukuran mampu membuat konsumen membentuk suatu persepsi seperti unik, lebih
45
Universitas Kristen Petra menonjol, menarik. Sesuai dengan hasil penelitian Aidnik (2013), dimana dengan melihat dari kemasan kosmetik responden mampu membentuk suatu persepsi bahwa produk ini berasal dari produk high-end atau low-end. Hal ini sejalan dengan juga hasil penelitian dari Deliya dan Parmar (2012) dimana aspek-aspek dari kemasan mampu memengaruhi bagaimana persepsi konsumen terhadap produk.
Oleh karena itu tugas kemasan untuk mengkomunikasikan image dari produk melalui aspek-aspek kemasan terbukti benar sesuai dengan hasil penelitian Musa (2015). Sehingga kemasan merupakan salah satu faktor pembentuk brand image konsumen terhadap suatu produk. Sesuai dengan path coefficient yang memiliki nilai yang positif, hal ini berarti semakin bagus dan menarik kemasan suatu produk maka tingkat untuk semakin kuat pengaruh kemasan tersebut memengarui terbentuknya brand image yang positif pula dimata konsumen.
4.6.2 Brand image terhadap Brand preference
Hipotesis 2 (H2) dimana brand image berpengaruh terhadap brand preference memiliki nilai t-statistic >1,96 yang berarti bahwa hipotesis ini diterima. Penelitian ini membuktikan bahwa semakin positif brand image yang terbentuk dalam benak konsumen, maka tingkat brand preference konsumen pun juga semakin positif. Hasil ini mirip dengan hasil penelitian dari Cobb-Walgren, Ruble, & Donthu (1995), dan penelitian Chang& Liu (2009), persepsi yang baik akan menimbulkan suatu brand image yang positif dan brand image yang positif akan berdampak pada brand preference yang positif pula.
Jika konsumen memiliki pikiran yang baik dan positif terhadap suatu produk atau merek yang berarti brand image yang terbentuk juga positif dan baik, maka konsumen akan cenderung untuk mengubah preferensinya terhadap merek atau produk memiliki brand image yang baik (Alamro & Rowley, 2011 ; Onyedikachi & Eberechukwu, 2015). Hal diatas mendukung hipotesis dimana brand image berpengaruh terhadap brand preference.
4.6.3 Kemasan dengan Brand preference
46
Universitas Kristen Petra Hipotesis 3 (H3) yang menyatakan bahwa kemasan berpengaruh terhadap brand preference memiliki nilai t-statistic <1,96 yaitu 0,153 yang berarti bahwa hipotesis ini ditolak. Elemen-elemen kemasan yaitu warna, bentuk, ukuran, dan tulisan/gambar tidak berpengaruh terhadap brand preference konsumen.
Kosmetik merupakan barang dengan kategori shopping goods. Shopping goods merupakan barang yang dibeli dengan membandingkan antara merek, harga, keunggulan masing-masing barang, memerlukan pertimbangan sebelum diputuskan untuk dibeli (Kotler dan Armstrong, 1996). Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan jika konsumen ingin membeli kosmetik tertentu, seperti harga, kualitas produk, kegunaan dari produk kosmetik. Konsumen cenderung untuk membandingkan satu merek dengan merek yang lain untuk melihat produk mana yang lebih cocok dengan kebutuhan konsumen.
Konsumen dalam membeli kosmetik tidak bisa hanya dengan melihat salah satu faktornya saja. Kemungkinan ada faktor lain yang memengaruhi dalam memengaruhi brand preference konsumen. Pernyataan ini juga didukung oleh penelitian dari Onyedikachi & Eberechukwu (2015), penelitian ini menganalisa faktor yang menentukan brand preference konsumen terhadap produk kosmetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama brand, bau dari kosmetik, pekerjaan konsumen memberikan pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan faktor lainnya. Faktor kemasan memang memengaruhi brand preference konsumen, tetapi yang paling memengaruhi yaitu bau yang tahan lama dan kualitas dari body cream dan lotion itu sendiri.