• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERMAINAN TRADISIONAL ANAK SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN LUKISAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERMAINAN TRADISIONAL ANAK SEBAGAI OBJEK PENCIPTAAN LUKISAN."

Copied!
79
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Riyan Ilhami
  • Pengajar:
    • Djoko Maruto, M.Sn
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Seni Rupa
  • Topik: Permainan Tradisional Anak Sebagai Objek Penciptaan Lukisan
  • Tipe: tugas akhir karya seni
  • Tahun: 2017
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya permainan tradisional dalam budaya Indonesia serta dampaknya terhadap perkembangan anak. Penulis mengemukakan bahwa permainan tradisional tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan yang tinggi. Dengan kemajuan teknologi, permainan tradisional semakin terpinggirkan, sehingga perlu dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal dan memahami budaya mereka. Penulis juga menjelaskan bahwa lukisan yang dihasilkan akan menggambarkan momen-momen bermain permainan tradisional, yang diharapkan dapat menginspirasi dan mendidik masyarakat tentang pentingnya permainan ini.

II. KAJIAN SUMBER DAN METODE PENCIPTAAN

Dalam bagian ini, penulis menguraikan berbagai sumber yang digunakan dalam penelitian, termasuk tinjauan tentang permainan tradisional dan seni lukis. Penulis juga menjelaskan metode penciptaan lukisan yang meliputi observasi, improvisasi, dan visualisasi. Penekanan pada pengamatan langsung terhadap anak-anak yang bermain permainan tradisional menjadi kunci dalam penggambaran yang autentik. Metode ini membantu penulis dalam menangkap esensi dan nuansa permainan yang akan divisualisasikan dalam karya seni.

2.1 Tinjauan Tentang Permainan Tradisional

Bagian ini membahas pentingnya permainan tradisional sebagai bagian dari budaya yang harus dilestarikan. Penulis mencatat bahwa permainan tradisional memiliki nilai edukatif yang mendukung perkembangan fisik dan mental anak. Selain itu, penulis menjelaskan bahwa permainan ini juga mengajarkan nilai-nilai sosial dan kerjasama antar anak, yang sangat penting dalam pembentukan karakter.

2.2 Tinjauan Tentang Seni Lukis

Dalam sub-bagian ini, penulis menjelaskan seni lukis sebagai ekspresi estetis yang menggunakan berbagai unsur rupa. Penulis menekankan pentingnya warna, garis, dan bentuk dalam menciptakan karya seni yang menarik. Penulis juga menguraikan bagaimana seni lukis dapat menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai budaya melalui visual.

III. PEMBAHASAN DAN PENCIPTAAN KARYA

Di bagian ini, penulis membahas setiap karya lukisan yang dihasilkan, menjelaskan tema, teknik, dan proses penciptaan masing-masing lukisan. Penulis menggambarkan bagaimana setiap lukisan merepresentasikan permainan tradisional yang berbeda, serta bagaimana teknik pop art digunakan untuk menonjolkan elemen-elemen visual yang menarik. Penulis juga menyoroti pentingnya konteks sosial dan budaya dalam menciptakan karya seni yang relevan.

3.1 Pembahasan Judul dalam Setiap Karya

Sub-bagian ini menguraikan detail setiap lukisan, termasuk permainan tradisional yang diangkat dalam karya tersebut. Penulis menjelaskan elemen-elemen khas dari setiap permainan dan bagaimana hal itu diterjemahkan ke dalam bentuk visual. Penulis juga menyampaikan bagaimana ekspresi anak-anak dalam bermain dapat diinterpretasikan melalui gaya pop art yang ceria dan dinamis.

3.2 Bahan, Alat, dan Teknik

Penulis menjelaskan bahan dan alat yang digunakan dalam penciptaan lukisan, seperti cat akrilik dan kanvas. Penulis juga merinci teknik yang diterapkan, termasuk teknik sapuan kuas dan penggunaan pola. Penjelasan ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang proses teknis di balik penciptaan karya seni yang berkualitas.

IV. PENUTUP

Bagian ini menyimpulkan temuan dari penelitian dan penciptaan karya. Penulis menekankan pentingnya melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Selain itu, penulis berharap karya-karya yang dihasilkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya mereka. Penulis juga memberikan saran untuk penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh permainan tradisional dalam pendidikan dan perkembangan anak.

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan bahwa permainan tradisional memiliki nilai yang sangat penting dalam pendidikan dan perkembangan anak. Penulis menekankan bahwa seni lukis dapat menjadi sarana untuk mendokumentasikan dan melestarikan budaya ini.

4.2 Saran

Penulis memberikan saran untuk melibatkan lebih banyak seniman muda dalam eksplorasi tema-tema budaya melalui seni. Selain itu, penulis juga merekomendasikan agar institusi pendidikan memasukkan permainan tradisional dalam kurikulum untuk meningkatkan kesadaran budaya di kalangan anak-anak.

Gambar

Gambar 1 : Lukisan Roy Lichtenstein
Gambar 2 : Lukisan Aurelie Cauvin
Gambar 3 : Foto Kanvas
Gambar 4 : Foto Cat Lukis, Gelas Plastik
+7

Referensi

Dokumen terkait

Permainan tradisional tentu tidak bisa dimainkan sendirian karena anak dituntut untuk berkelompok, oleh karena itu anak cenderung lebih memilih memainkan permainan modern

Penulisan tugas akhir karya seni ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penciptaan, tema, teknik dan bentuk lukisan dengan judul Rongsokan Sebagai Objek Penciptaan

Penulisan tugas akhir karya seni ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penciptaan, tema, teknik dan bentuk lukisan dengan judul Rongsokan Sebagai Objek Penciptaan

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan proses visualisasi yang meliputi : konsep, tema, teknik dan bentuk lukisan dengan judul topeng sebagai inspirasi penciptaan

Karena secara keseluruhan figur manusia dalam penciptaan lukisan yang saya buat terdiri dari susunan bentuk geometris yang disusun sehingga menjadikan bentuk figur

Penulisan tugas akhir karya seni ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, tema, proses visualisasi, dan bentuk lukisan dengan judul Aktivitas Petani Sabagai Objek

Anak-Anak Sedang Melakukan Hompimpa Sebelum Bermain Permainan Tradisional Engklek Perubahan sikap ataupun karakter pada anak dapat dilihat setelah melaksanakan permainan

Nilai rekreatif merupakan nilai hiburan dimana permainan tradisional yang dimainkan oleh anak merupakan kegiatan hiburan dan sebagai langkah menjalin sistem sosial anak dengan teman