• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelas VII Kristen BS Isi. Database Dadang JSN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kelas VII Kristen BS Isi. Database Dadang JSN"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Pdt. Janse Belandina Non-Serrano
  • Pengajar:
    • Binsar Jonathan Pakpahan
    • Justitia Vox Dei Hattu
    • Marvel Kawatu
  • Sekolah: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
  • Topik: Kelas VII Kristen BS Isi. Database Dadang JSN
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2014
  • Kota: Jakarta

I. Indahnya Mengampuni

Bab ini mengangkat tema pengampunan dengan fokus pada pentingnya mengampuni dalam kehidupan sehari-hari. Pengampunan dianggap sebagai proses pembebasan diri dari kebencian dan perasaan negatif lainnya. Melalui contoh nyata seperti kisah Nelson Mandela, siswa diajak untuk memahami bahwa mengampuni bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri. Pengampunan memungkinkan individu untuk melanjutkan hidup dengan damai. Dalam konteks pendidikan, bab ini mengajarkan siswa untuk berlatih mengampuni dan berbagi pengalaman, yang dapat meningkatkan empati dan keterampilan sosial mereka.

1.1. Memahami Pengampunan

Pengampunan dijelaskan sebagai tindakan memaafkan kesalahan orang lain dan menghindari mengungkit kembali kesalahan tersebut. Hal ini menjadi tantangan karena sifat egois yang ada pada diri manusia. Kegiatan yang melibatkan diskusi kelompok memberikan kesempatan bagi siswa untuk merenungkan pengalaman pribadi mereka terkait pengampunan, yang dapat memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya sikap memaafkan.

1.2. Bagaimana Mengampuni

Bab ini juga membahas langkah-langkah praktis untuk mengampuni, termasuk merenungkan perasaan dan mencari pemahaman mengenai tindakan orang lain. Menggunakan kisah Yusuf sebagai contoh, siswa diajarkan bahwa pengampunan melibatkan proses evaluasi dan pengujian hubungan. Hal ini memperlihatkan bahwa pengampunan tidak berarti mengabaikan kesalahan, tetapi lebih kepada membangun kembali hubungan yang sehat.

II. Karya Pengampunan Allah dalam Yesus Kristus

Bab ini membahas tentang pengampunan yang diberikan oleh Allah melalui Yesus Kristus. Ditekankan bahwa pengampunan Allah bersifat tanpa syarat dan merupakan bagian dari rencana keselamatan bagi umat manusia. Siswa diajak untuk memahami bahwa melalui pengampunan Allah, mereka juga dipanggil untuk mengampuni orang lain. Hal ini memiliki relevansi yang kuat dalam konteks pendidikan, di mana siswa perlu belajar untuk mengatasi konflik dan membangun hubungan yang harmonis.

2.1. Makna Pengampunan

Pengampunan bukan hanya tentang memaafkan, tetapi juga tentang memahami dan menerima kasih Allah. Siswa diajarkan bahwa pengampunan Allah harus menjadi teladan dalam hidup mereka. Melalui diskusi dan refleksi, siswa dapat menginternalisasi makna pengampunan dalam konteks kehidupan sehari-hari.

2.2. Pengampunan Allah

Siswa belajar bahwa Allah selalu siap mengampuni mereka yang bertobat. Dengan memahami sifat kasih dan pengampunan Allah, siswa diharapkan dapat meneladani sikap tersebut dalam interaksi mereka dengan sesama. Ini penting untuk membangun karakter yang baik dan hubungan sosial yang sehat.

III. Baptisan sebagai Tanda Menjadi Milik Kristus

Bab ini menjelaskan tentang baptisan sebagai simbol pertobatan dan pengakuan iman. Siswa diajarkan bahwa baptisan bukan hanya ritual, tetapi merupakan langkah penting dalam perjalanan iman seseorang. Melalui baptisan, individu diakui sebagai bagian dari komunitas iman dan dipanggil untuk hidup sesuai ajaran Kristus.

3.1. Arti Baptisan

Baptisan dijelaskan sebagai tindakan simbolis yang menunjukkan pertobatan dan penerimaan kasih karunia Allah. Siswa diajak untuk memahami bahwa baptisan melambangkan kematian terhadap dosa dan kebangkitan dalam hidup baru. Ini memberikan mereka pemahaman yang lebih dalam tentang identitas mereka sebagai orang Kristen.

3.2. Baptis Percik atau Selam

Bab ini juga membahas berbagai cara baptisan, menekankan bahwa esensi baptisan terletak pada maknanya, bukan pada metode. Diskusi tentang perbedaan ini membantu siswa menghargai tradisi yang berbeda dalam komunitas Kristen dan memperkuat rasa toleransi serta saling menghormati.

IV. Dosa dan Pertobatan

Bab ini mengupas tentang konsep dosa dan pentingnya pertobatan. Siswa diajarkan bahwa semua manusia berdosa dan membutuhkan pengampunan. Dengan memahami hakikat dosa, siswa dapat lebih menghargai kasih karunia Allah yang membawa kepada keselamatan. Pertobatan menjadi langkah penting dalam mengubah hidup dan kembali kepada Allah.

4.1. Hakikat Dosa

Dosa dipahami sebagai pemberontakan terhadap Allah yang merusak hubungan manusia dengan-Nya. Siswa diajarkan untuk mengenali dosa dalam kehidupan mereka dan pentingnya menghindarinya. Melalui diskusi dan refleksi, siswa dapat mengembangkan kesadaran moral dan spiritual yang lebih dalam.

4.2. Pertobatan

Pertobatan dijelaskan sebagai proses berbalik dari dosa dan kembali kepada Allah. Siswa diajarkan bahwa pertobatan bukan hanya sekadar penyesalan, tetapi juga tindakan nyata untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah. Ini sangat penting dalam membentuk karakter dan moral siswa sebagai individu yang bertanggung jawab.

Referensi Dokumen

  • Roh Kudus dan Pekerjaan-Nya ( Abineno J.L.Ch. )
  • Etika ( Bertens, K. )
  • Christian Religious Education ( Groome.H.Thomas )
  • Membangun Disiplin Diri melalui Kesadaran Rohani dan Kesabaran Emosional ( Kagoya Beny )
  • Pertumbuhan Spiritual, Jalan Pencerahan Hidup ( Leteng Hubertus )
  • Humility ( Murray Andrew )
  • Profesionalisme Guru dan Bingkai Materi PAK SD.SMP.SMA ( Non-Serrano Janse Belandina )
  • Pedoman untuk Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Melaksanakan Kurikulum Baru ( Non-Serrano Janse Belandina )
  • Agama dengan Dua Wajah-Releksi Teologis atas Tradisi dalam Konteks ( Samosir Leonardus, OSC )
  • Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen ( Sproul R.C. )
  • Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM ( Suprijono Agus )
  • Dogmatika Masa Kini ( Van Niftrik-B.J. Boland )
  • Hati dan Wajah Kristen, Terwujudnya Kerinduan Manusia & Dunia ( Wright N.T. )
  • Alkitab dengan Kidung Jemaat ( Lembaga Alkitab Indonesia )
  • Kurikulum Pendidikan Agama Kristen ( Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan )

Gambar

Gambar 3.1 Baptisan Bayi
Gambar 3.2 Yesus dibaptis di Sungai Yordan
Gambar 4.1 Adam dan Hawa terbuang dari Taman Eden akibat
Gambar A
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Selain kelima keyakinan dasar yang wajib dimiliki oleh umat Hindu, salah satu Kitab Suci Veda, yaitu Bhagavadgita yang disebut sebagai Veda Kelima (Pancama Veda), juga mewajibkan

Buddha menekankan pentingnya pergaulan yang baik, beliau bersabda, “Aku tidak melihat ada satu faktor lain yang sangat menolong seperti bersahabat dengan orang baik (kalyanamitta

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama- sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya sama seperti Kristus yang telah dibangkitkan dari antara orang

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh

Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-­sama dengan Dia oleh baptisan [pembenaman] dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati