• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRAS ESSAY

N/A
N/A
DESI LAILATUL RAFNI

Academic year: 2023

Membagikan "PRAS ESSAY"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

1. Motifasi saya mengikuti Program guru penggerak adalah ingin memiliki ilmu pengetahuan utamanya yang berbasis TIK yang bisa saya terapkan dalam pembelajaran sehari-hari

disekolah. Karena pada zaman modern ini menurut saya sangatlah penting untuk menguasai teknologi informatika. Karena pada saat ini kita harus mengikuti perkembangan zaman yaitu zaman digitalisasi. kalau kita tidak mau belajar dan mengikuti perubahan jaman ini jelas nanti kita akan tertinggal jauh, karena perkembangan jaman digital sangatlah pesat. Oleh sebab itu saya mempunyai motivasi untuk mengikuti program guru penggerak supaya nanti saya bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru baik dari pengajar praktik ataupun tepam sejawad lainnya. sehingga bisa saya terapkan dalam pembelajaran sehari-hari. Selain itu saya juga ingin mengubah pola pikir yang selama ini terjadi di pembelajaran bahwa guru sebagai pusat pembelajaran, sihingga guru lebih aktif mengajar.

Yang akan saya lakukan untuk mencapai motivasi saya adalah saya akan mengikuti program guru penggerak ini dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh tanggung jawab

2. kelebihan yang mendukung peran saya sebagai guru penggerak adalah niat dari dalam hati dan motivasi saya untuk berubah. semangat yang tinggi untuk melaksanakan hal-hal positif dan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perubahan yang mendasar ini.

pada kenyataannya yang selama ini terjadi dalam sekolah saya ini, sebagian besar kegiatan pembelajaran sehari-hari yang dilaksanakan dikelas selalu guru yang berperan aktif, guru menerangkan materi sedangkan siswa hanya menyimak dan mendengarkan. biasanya metode yang digunakan adalah metode ceramah dan penugasan sehingga siswa terlihat pasif dalam pembelajaran. untuk mengubah hal tersebut saya akan mencoba menggunakan metode-metode baru yang lebih inovatif sehingga merangsang siswa aktif dalam pembelajaran. siswa tidak hanya menyimak saja, siswa akan lenih aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran tidak berpusat lagi kepada guru. Guru hanya sebagai/menjadi fasilitator dalam pembelajaran. Bukan hanya metode pembelajaran yang dibuat lebih inovatif,tak kalah pentingnya dengan itu juga dengan media pembelajaran harus dibuat lebih variatif dan menyenangkan sehingga siswa tidak bosan dalam pembelajaran. contohnya dengan memanfaatkan teknologi yang ada. biasanya dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikn jasmani dan kesehatan guru hanya hanya melakukan praktik dilapangan . dengan media ini guru pendidikan jasmani dan kesehatan seperti saya bisa memanfaatkan media pembelajaran seperti video animasi yang diputar melalui LCD proyektor/leptop.

sehingga nanti saat pembelajaran siswa mampu mengamati video tersebut dengan senang dan aktif karena ditampilkan secara langsung menggunakan video video animmasi. selain itu saya sebagai guru pjok harus kreatif memodifikasi alat peraga sederhana supaya pembelajaran bisa terlaksanan dengan baik..

3. salah satu bentuk perubahan inovasi yang akan memberikan dampak nyata terhadap sekolah adalah salah satunya dengan membuat program sekolah berdasarkan bakat dan minat siswa. program seperti ini bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa secara individe.

(2)

program sekolah ini diupayakan memberikan dampak yang baik dan positif terhadap siswa.

program sekolah inibisa dilaksanakan atau diterapkan dan dapat memberikan manfaat bagi sekolah dan siswa. salah satu manfaat bagi sekolah adalah jika ada lomba FL2SN atau KOSN maka sekolh tidak perlu mengadakan seleksi tetapi tinggal mengambil dari salah satu siswa yang sesuai dengan bakat dan minat tersebut.

manfaat bagi siswa adalah siswa bisa menggali potensi dan mengasah kemampuan siswa tersebut sehingga bisa bisa bersaing dengan siswa dari sekolahlainnya. salah satu bakat dan minat siswa yang akan dikembangkan misalnya saja dalam bidang olahraga, bidang

keagamaan bidang bahasa, bidang kesenian dan bidang bidang lainnya sesuai bakat dan minat siswa. contoh bidang olah raga misalnya : atlletik, futsal, volli, karate, pencak silat, basket dan pentaque. bidang keagamaan misalnya saja prograam tahfids dan menulis indah atau kaligrafi. sedangkan dalam bidang bahasa misalnya saja siswa yang mempunyai bakat pidato, menulis cerita dan lain lain.sedangkan bidang seni misalnya melukis, menari, menyanyi atau membuat kerajinan seperti anyaman patung dan lain lain.untuk melaksanakan program tersebut ddibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak bukan hanya sekolah saja melainnkan kerja sama dari semua warga sekolah seperti kepala sekolah, dewan guru, penjaga , siswa dan jugakomite, walimurid dan tokoh masyarakat sekitar. semuanya harus saling berkoordinasi sihingga program sekolah bisa terlaksana dengan baik tampa dukungan dari pihak pihak tersebut mustahil program ini akan terlaksana dengan baik dan lancar. sekolah juga bisa melakukan kerja sama dengan pihak lain. misalnya saja dengan mendatangkan pelatih khusus untuk membina kegiatan kegiatan tersebut sesuai dengan bidangnya. karena bila ditangani olaeh pelatih khusus maka kegiatan tersebut akan lebih maksimal.

2.

1. Kesulitan yang saya hadapi saat bekerjasama dengan pihak lain yaitu dengan wali murid adalah pada saat awal di masa pandemi covid 19 yaitu pada tahun 2020. Dampaknya bagi saya seorang guru sangatlah jelas sekali. Mereka sebagai wali murid menuntut agar kegiatan belajar mengajar di sekolah harus dilaksanakan secara tatap muka. Mereka tidak paham akan kondisi pandemisaat itu. Mereka tidak tahu akan aturan-aturan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan. Mereka hanya fokus dengan kemantapan hati mereka yaitu bagaimana agar putra putrinya bersekolah seperti biasanya. Dengan adanya hal seperti itu, saya sebagai seorang guru mengambil langkah tegas yaitu segera mengkoordinasikan dengan pihak sekolah utamanya kepala sekolah dan pengawas bina. Tidak lupa juga komite dilibatkan secara aktif.

2. Kesulitan yang saya hadapi adalah mereka sebagai wali murid tetap pada prinsipnya yaitu putra putrinya harus sekolah. Mereka tidak mendukung adanya sekolah daring. Mereka hanya menginginkan tatap muka. Mereka tidak setuju dan menolak tegas dengan sekolah daring dikarenakan sebagian besar mereka tidak mempunyai HP android, tidak memiliki paket data

(3)

dan lain sebagainya. Mereka juga tidak sanggup untuk mengajari putra putrinya karena materi pembelajarannya sangatlah sulit, menurut mereka. Melihat kondisi pada saat itu, tersentuhlah hati saya. Jika siswa dibiarkan seperti itu, maka mereka tidak dapat belajar dengan baik. Salah satu cara yang saya ambil adalah dengan kegiatan guling yaitu guru keliling. Setiap hari saya harus berkeliling ke setiap kelompok untuk menemui mereka agar bisa belajar dengan baik. Beruntunglah dengan kegiatan guru keliling disambut dengan baik oleh wali murid dan siswa. Meskipun siswa hanya belajar beberapa jam saja tetapi mereka sangat antusias dan senang dengan adanya guru keliling ini. Wali murid pun banyak memberikan dukungan, karena keinginan mereka terwujud yaitu adanya kegiatan belajar mengajar tatap muka meskipun dilaksanakan di rumah bukan di sekolah.

3. Upaya yang saya lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerjasama adalah saya berusaha meyakinkan dan memberikan pengertian kepada wali murid untuk tetap memperhatikan putra putrinya di rumah selama masa pandemi covid 19 ini.

Karena selama masa pandemi ini, biasanya mulai pagi sampai siang siswa berada di sekolah, dikarenakan ada aturan yang tidak memperbolehkan untuk berkerumun , jaga jarak dan lain sebagainya, maka wali murid harus ekstra menjaga putra putrinya. Tidak hanya wali murid yang diajak untuk kerjasama tetapi pihak lain juga yaitu salah satu contohnya komite dan tokoh masyarakat. Komite dan tokoh masyarakat diajak untuk memberikan pengertian kepada wali murid terhadap kasus saat ini. Mereka juga menyampaikan bahwa sekolah dan utamanya guru tidak menginginkan hal seperti ini terjadi tetapi apa boleh buat, sudah ada aturan yang mengikat. Seandainya sekolah menentang aturan, maka kepala sekolah yang menjadi penanggung jawab harus mempertanggung jawabkan hal tersebut. Sehingga agar hal tersebut tidak terjadi, maka komite dan tokoh masyarakat memberikan pengertian kepada wali murid. Pihak sekolah pun tidak tinggal diam, guru bersama dengan kepala sekolah ikut berperan aktif dalam memberikan pengertian dan pandangan kepada wali murid. Dan ada kalanya pengawas bina juga dilibatkan. Dengan adanya berbagai pihak yang terlibat, dari kepala sekolah, guru, pengawas bina, komite dan tokoh masyarakat maka bisa memberikan pandangan yang jauh kepada wali murid. Sehingga mereka akan tahu akan dampak yang terjadi jika melanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

4. Hasil dari upaya yang saya lakukan adalah sesuai dengan yang saya harapkan. Dari awal wali murid tidak dapat menerima keputusan yang telah disepakati, tetapi dengan adanya

(4)

pendekatan yang saya lakukan dan melibatkan berbagai pihak, maka mereka menerima dengan baik hasil keputusan tersebut. Mereka mendukung semua program yang berlaku di sekolah dan bisa menerima keadaan yang terjadi pada saat ini. Mereka mau diajak kerjasama dan mau memberikan saran, sehingga dapat menjadi acuan buat sekolah agar ke depannya lebih baik lagi.

3

1. Waktu kejadian dalam menghadapi situasi sulit saat menjalankan tugas adalah pada saat awal pandemi covid 19. Banyak sekali hal-hal yang tidak dapat berjalan dengan baik salah satu contohnya kegiatan belajar mengajar di kelas. Pada masa pandemi, mereka tidak terbiasa belajar dengan daring sehingga mereka mengalami kesulitan dan kendala. Contohnya terkendala dengan HP android, sebagian besar siswa di sekolah saya tidak memiliki HP Android. Hal ini merupakan tantangan bagi saya sebagai seorang guru , bagaimana cara yang tepat agar mereka bisa belajar dengan daring

2. Upaya yang saya lakukan untuk memahami situasi tersebut adalah dengan memberikan pengertian kepada wali murid bahwa masa saat ini adalah masa pandemi. Jika mereka tidak diberi pemahaman seperti itu, maka akan timbul kesalahpahaman. Dikira guru tidak mau mengajar dan diibaratkan guru hanya duduk-duduk saja. Selain itu juga untuk mempermudah kegiatan belajar mengajar, saya melakukan kegiatan guru keliling setiap hari setiap kelompok secara bergantian sehingga mereka tidak vakum dalam belajar. Mau mengadakan kegiatan belajar mengajar secara daring , terkendala dengan alat komunikasi. Terus terang saja, karena saya mengajar di daerah pedesaan yang notabene nya wali murid sebagian besar hanya bekerja sebagai buruh tani, maka mereka kurang mendukung terhadap pendidikan. Alat yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar secara daring salah satu contohnya adalah HP, Sebagian besar siswa tidak memiliki alat komunikasi tersebut. Sehingga Langkah yang saya tempuh tersebut, menurut saya sudah cukup baik untuk kegiatan belajar mengajar. Hal itu pun saya tetap menjaga prokes.

3. Pertimbangan dalam membuat keputusan tersebut adalah dengan melihat kondisi real yang terjadi di lapangan. Banyak kendala yang dihadapi para guru, utamanya yang mengajar di daerah pedesaan. Para guru kurang mendapat dukungan, utamanya dari wali murid. Para wali murid hanya ingin melihat putra putrinya sekolah secara tatap muka, mereka pasrah terhadap

(5)

guru. Mereka kurang informasi dan jarang melihat berita yang ada. Seharusnya dengan kegiatan belajar mengajar secara daring, maka putra putrinya difasilitasi dengan alat kominikasi. Tetapi itu dibiarkan saja, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak berjalan sesuai aturan. Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus, maka dampaknya sangat fatal.

Siswa hanya diam di rumah, bermain dan tidak dapat melakukan kegiatan belajar mengajar.

Hal inilah yang mendorong saya, untuk melakukan kegiatan guling (guru keliling) setiap hari ke kelompok secara bergantian. Dengan kegiatan guru keliling ini, siswa sangat antusias dan senang karena mereka bertemu dengan saya gurunya setiap hari meskipun waktunya hanya beberapa jam saja. Selain itu juga, saya juga memberikan motivasi kepada wali murid untuk memberikan perhatian kepada putra putrinya di rumah. Karena di masa pandemi ini, banyak sekali keluhan dari wali murid. Saya mengajak wali murid untuk saling bekerjasama, bagaimana cara yang tepat untuk kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi. Saya menerima dengan tangan terbuka saran dari wali murid agar putra putrinya bisa belajar lagi.

Semua saran dari wali murid, saya tampung dan saya pertimbangkan. Selama saran itu masih sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

4. Tindakan yang segera saya ambil adalah dengan mengadakan sharing kepada kepala sekolah dan pengawas bina untuk permasalahan tersebut. Alhamdulillah, saran yang saya sampaikan dapat diterima dengan baik. Senyampang saran dan upaya yang saya lakukan itu bisa memberikan manfaat kepada siswa sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik tanpa ada kendala. Hasil yang didapat dari kegiatan tersebut adalah mereka yaitu pengawas bina, kepala sekolah dan wali murid menerima dengan tangan terbuka dan memberi dukungan penuh terhadap program saya agar kegiatan belajar mengajar tidak vakum.

4.

1. Pengalaman saya saat mendapat masukan terkait dengan kemampuan adalah pada saat kepala sekolah baru datang ke tempat saya mengajar. Beliau menceritakan pengalamannya mengikuti guru penggerak. Dari cerita dan pengalaman beliau, saya merasa sangat minim sekali tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang saya punya. Padahal sekarang tuntutan zaman seperti ini yaitu zaman digitalisasi. Beliau memberikan masukan positif untuk melakukan perubahan yang mendasar. Saya harus keluar dari zona nyaman, saya harus bangkit dan adaptif terhadap informasi. Beliau memberikan dukungan sepenuhnya terhadap

(6)

saya agar bisa berubah menjadi lebih baik. Dari situlah, saya merasa sadar bahwa saya selama ini masih banyak kekurangan , masih minim tentang ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Saya niat dari hati yang paling dalam, untuk melakukan perubahan yang positif. Saya harus semangat mengikuti kegiatan-kegiatan yang mendukung tugas saya. Tidak hanya itu, saya selalu sharing dengan beliau tentang masalah-masalah yang saya hadapi di kelas maupun sekolah. Alhamdulillah beliau menerima dengan tangan terbuka apa yang menjadi keluhan saya dan beliau bisa memberikan solusi yang terbaik.

2. Cara saya menyikapi masukan untuk pengembangan diri adalah saya berusaha untuk menerima masukan tersebut karena saya sadar atas kekurangan diri saya. Saya menerima dengan lapang dada atas kritikan ataupun saran yang diberikan kepada saya. Saya melakukan introspeksi diri. Apakah kelemahan yang saya miliki ini dapat teratasi dengan baik atau tidak.

Saya sangat beruntung memiliki kepala sekolah yang bisa diajak sharing dan bisa memberikan solusi yang terbaik. Selain kepala sekolah, saya juga memiliki teman sejawat yang bisa diajak kerjasama dan bertukar pendapat tentang berbagai permasalahan yang terjadi di kelas ataupun di sekolah. Teman sejawat ini merupakan senior di sekolah saya, selain memberikan saran dan bisa diajak kerjasama, mereka juga memberikan motivasi kepada saya agar dapat terus bersemangat mengatasi berbagai persoalan yang terjadi. Beliau (kepala sekolah dan teman sejawat) merupakan partner kerja saya di sekolah sehingga ada tempat untuk melakukan sharing. Sehingga semua permasalahan yang terjadi dapat teratasi dengan baik.

3. Selain memanfaatkan masukan dalam proses pengembangan diri, hal berbeda yang saya lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri adalah dengan melakukan pendekatan kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran. Tidak hanya kepada wali murid saja, tetapi komite juga diajak untuk berperan aktif dalam membantu proses pembelajaran. Jika semua pihak sekolah terlibat aktif dalam proses pembelajaran, maka pembelajaran akan terlaksana dengan baik. Salah satu contoh yang sering ditemui di sekolah adalah pada saat pelaksanaan ujian akhir di kelas enam, siswa yang akan mengikuti ujian terkadang tidak masuk ke sekolah. Mereka memiliki pemikiran buat apa mengikuti ujian, nantinya juga tidak jadi apa-apa. Wali murid pun terkadang tidak mendukung akan pelaksanaan ujian tersebut. Sehingga disinilah kepala sekolah, komite dan warga sekolah yang lain harus berperan aktif, utamanya peran seorang guru sangatlah penting. Sekolah

(7)

harus mengadakan sosialisasi kepada wali murid sebelum pelaksanaan tersebut. Sehingga jika sudah pelaksanaan , tidak akan terjadi kendala.

4. Aplikasi hasil proses pembelajaran dalam pekerjaan saya adalah pelaksanaan pembelajaran yang terjadi di sekolah utamanya di kelas harus berjalan dengan menyenangkan dan berpusat pada siswa. Tidak hanya guru yang berpearn aktif, tetapi siswa yang aktif dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang menyenangkan akan berdampak dan berpengaruh terhadap semangat belajar dan kecintaan terhadap mata pelajaran yang dipelajari. Bagaimana hal tersebut bisa terwujud, maka kita sebagai seorang guru harus pandai mengembangkan kompetensi dan harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Guru harus mempunyai ide-ide kreatif untuk meningkatkan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Sebagai seorang guru harus mempunyai kemampuan mengelola kelas dengan baik, mencari metode yang tepat dengan pembelajaran dan media yang digunakan juga harus media yang konkret atau nyata . Hasil proses pembelajaran yang baik juga mampu meningkatkan motivasi belajar, semangat belajar dan prestasi siswa. Oleh karena itu, segera lakukan perubahan yang mendasar pada diri kita sendiri agar terwujud keinginan atau cita- cita yang selama ini kita harapkan.

5

1. Pengalaman saya saat melakukan pengembangan terhadap orang lain yaitu ketika diadakan Kegiatan Kelompok Kerja Guru atau KKG di KECAMATAN. Setiap bulan KKG dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan dari berbagai sekolah, misalnya berkaitan dengan siswa, berkaitan dengan administrasi kelas ataupun pembuatan soal penilaian tengah semester, penilaian akhir semester dan soal ujian sekolah khusus PJOK. KKG merupakan wadah bagi guru untuk saling koordinasi dan melakukan sharing tentang berbagai macam masalah. Yang selama ini saya kembangkan dalam KKG adalah teman sejawat. Teman sejawat dalam KKG adalah beliau yang sudah senior dan sudah hampir purna tugas sehingga mereka kurang mengenal tentang teknologi yang canggih seperti saat ini. Sehingga ada sebuah motivasi dalam diri saya untuk memberikan pengalaman yang saya punya untuk mengembangkan hal tersebut.

(8)

2. Hal yang menjadi fokus pengembangan dalam kegiatan tersebut adalah yang berkaitan dengan masalah perkembangan teknologi yang terjadi saat ini. Zaman saat ini merupakan zaman digitalisasi, sehingga semua kegiatan berpedoman pada digitalisasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saya ambil contoh kegiatan dalam KKG yang sering dibahas yaitu tentang program pembuatan soal baik itu penilaian tengah semester, penilaian akhir semester ataupun ujian sekolah khusus untuk kelas enam. Dalam pembuatan soal tersebut biasanya dibagi antar beberapa guru. Dalam KKG terdapat beberapa guru diantaranya ada yang senior (guru yang sudah hampir purna tugas) dan ada pula yang junior (guru yang mengenal tentang teknologi, guru yang mengenal zaman digitalisasi). Untuk guru senior, mereka tidak paham tentang bagaimana cara pengetikan soal, bagaimana cara edit soal dan lain sebagainya.

Dengan demikian guru yang junior lah yang berperan aktif. Terkadang guru senior yang membuat soal hanya ditulis tangan saja karena mereka tidak paham tentang cara mengetik di laptop. Dengan demikian , saya sering membantu guru-guru tersebut untuk mencoba dan berlatih mengenal teknologi. Ada beberapa yang sangat antusias dan ada sebagian yang memang sudah tidak ada keinginan untuk belajar. Saya mendorong dan memberikan motivasi kepada beliau-beliau agar tidak ketinggalan zaman. Sehingga ada kesepakatan antara saya dengan beliau untuk terus belajar, belajar dan belajar agar beliau tidak ketinggalan zaman.

3. Dukungan yang saya berikan kepada teman sejawat adalah berupa dukungan moril dan dukungan sosial. Dukungan sosial ini meliputi dukungan emosional dan dukungan informatif.

Saya memberikan dukungan emosional dengan cara memberikan rasa peduli terhadap teman sejawat, sedangkan dukungan informatif yaitu dengan cara memberikan petunjuk atau saran- saran yang baik. Dalam hal ini, pasti ada sebuah kendala yang dihadapi, entah itu berasal dari dalam diri sendiri ataupun berasal dari pihak lain. Tentu saja ini membutuhkan pemikiran yang mendalam. Salah satu kendala yang muncul dari dalam diri sendiri adalah rasa malas dan bosan untuk memberikan pengembangan kepada teman sejawat. Sedangkan dari pihak lain yaitu terkadang mereka kurang bersemangat dalam melakukan pengembangan diri mereka, mengapa hal itu terjadi? Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah faktor U yaitu usia. Untuk mengatasi masalah tersebut, saya mencoba memberikan pengertian, dukungan dan motivasi agar mereka tidak patah semangat. Saya selalu melakukan pendekatan terhadap teman sejawat agar timbul dari dalam diri mereka sendiri keinginan untuk melakukan perubahan yang mendasar. Perubahan itu nanti akan dirasakan oleh mereka sendiri dan akan memberikan manfaat kepada siswa. Jika hal ini dibiarkan saja dan tidak mau melakukan

(9)

perubahan, maka sangat disayangkan sekali. Marilah kita berlomba-lomba melakukan perubahan yang mendasar untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya perubahan ini, bisa bermanfaat bagi siswa kita.

4. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengembangan tersebut adalah sangat membantu guru dalam proses pembelajaran. Guru dapat meningkatkan kompetensinya dan dapat mengelola kelas dengan baik sehingga proses pembelajaran yang terjadi di kelas menyenangkan. Metode yang digunakan juga bervariasi tidak hanya ceramah saja, tetapi metode yang lain bisa digunakan. Begitu pula dengan media yang digunakan, biasanya media yang digunakan adalah benda konkret atau benda nyata. Siswa akan bersemangat dalam belajar dan akan mencintai mata pelajaran yang diberikan. Hal tersebut dapat mendorong motivasi belajar dan prestasi siswa.

Referensi

Dokumen terkait

Kepada pendidik sekolah Yayasan Pembinaan Anak Cacat Semarang diharapkan untuk mengadakan kerjasama kepada orang tua atau wali murid terhadap program bina diri

Kepala sekolah terbuka untuk menyampaikan/menerima informasi Kepala sekolah memberikan informasi kepada bawahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas Kepala sekolah

Fasilitator adalah pendamping kepala sekolah, guru/pendidik PAUD dan pengawas sekolah/penilik untuk mewujudkan sekolah yang berpusat pada murid dan memiliki

Murid Sinto Gendong menyeringai dan garuk-garuk kepala dengan tangan kanan sementara tangan kiri mengandung ilmu Menguras Bahala Menyedot Petaka yang didapat dari

4 Data yang termasuk dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan kepala sekolah, kepala tata usaha, beberapa wali murid, dan beberapa murid di MTs Ulumul

Visi tersebut dibuat oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang terdiri dari kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, dan wali murid. Apakah sekolah menentukan tujuan

KELUAR Tanggal Kelas yang ditinggalkan Sebab-sebab Keluar atau Atas Permintaan Tertulis Tanda Tangan Kepala Sekolah, Stempel Sekolah, dan Tanda Tangan Orang Tua/Wali ...,.....

2 Untuk meningkatkan pembinaan guru, kepala sekolah harus menciptakan komunikasi terbuka di sekolah, dengan cara kepala sekolah mengumpulkan dukungan dari diskusi dengan para guru