• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media Akuntansi : Vol. 30, No. 01 (Januari Juni) 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Media Akuntansi : Vol. 30, No. 01 (Januari Juni) 2018"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

73

TATA KELOLA UKM BERBASIS BUDAYA PANCASILA DAN IT SEBAGAI HASIL PEMODELAN PERANGKAT PEMBELAJARAN YANG HUMANIS

Margaretha Pri Hatiningsih STIE ST. Pignatelli Surakarta.

Email : [email protected]

ABSTRAK

Krisis perekonomian di Indonesia menimbulkan banyak perubahan pada struktur dan komposisi Industri. Industri besar banyak berjatuan, sedangkan Industri kecil (UKM) mengalami pertumbuhan pesat sebagai salah satu bentuk ekonomi kerakyatan yang dapat menyelamatkan perekonomian Indonesia, serta dapat menyerap tenaga kerja. UKM sebagai organisasi pembelajaran yang humanis dapat ditingkatkan melalui pelatihan pimpinan UKM.

Pelatihan/Pembelajaran ini dapat meningkatkan interaksi dan kerjasama antara pimpinan dan tenaga kerja UKM yang berbasis budaya Pancasila dan IT untuk Tata kelola UKM. Tujuan Penelitian ini adalah untuk dapat membuat model perangkat pembelajaran humanis tata kelola UKM dengan menghasilkan bahan ajar tata kelola UKM yang humanis, media pembelajaran (IT) yang tidak meningggalkan nilai-nilai budaya Pancasila. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yang dilakukan dua tahap dalam dua tahun dengan menggunakan model pengembangan 4-D (Four D Model) dari Thiagarajan (2009). Adapun Tahapan yang digunakan adalah (1) pendefinisian (define), (2) perencanaan (design), (3) pengembangan (develop), dan (4) penyebaran (desiminasi). Pada tahap pertama dan kedua akan menghasilkan draf awal yang teruji validitasnya oleh ahli materi, ahli media dan ahli evaluasi serta teruji keterbacaannya. Pada tahap kedua dari tahap ketiga pengembangan (develop) akan menyempurnakan draf dengan uji coba lapangan untuk mengetahui visibilitas model perangkat pembelajaran humanis Tata kelola UKM berbasis budaya Pancasila dan IT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre-eksperimen dengan menggunakan Pre test-Post test design. Populasinya adalah Industri makanan jenis restoran dan catering dengan sampel 30 UKM terdiri dari 15 (lima belas) restoran dan 15 (lima belas) catering di Surakarta. Data diperoleh melalui dokumen yang ada di Diperindag Surakarta. Angket untuk memperoleh data karakteristik pimpinan UKM, IT dan Budaya Pancasila. Skala Psikologis untuk memperoleh data Kualitas pembelajaran, Tata kelola UKM yang berbudaya. Tehnik analisis yang digunakan adalah Korelasi Produk Moment, Uji Chie Kuadrat, Linearitas, dan Regresi Corelation serta Uji ketuntansan klasikal, individual. Uji visibilitas model. Analisis validitas data menggunakan Analisis Korelasi antara skor butir dan skor total instrument, validitas diuji dengan Alpa dari Cronbach, Analysis data menggunakan Statistik deskriptip, dan Regresi Ganda yang diuji dengan Uji F.

Kata kunci : Model Perangkat Pembelajaran Humanis, GCG (Tata kelola UKM), Budaya Pancasila dan IT, Model pengembangan 4-D (Four D Model).

(2)

74 A. PENDAHULUAN

Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia menimbulkan perubahan besar di dalam struktur dan komposisi industri. Industri besar yang semula menjadi tulang punggung perekonomian bangsa satu persatu berjatuhan dilanda krisis ekonomi yang berkepanjangan (Estiningtyastuty, 2005). Pemerintah telah berupaya menggulirkan beberapa kebijakan terutama terkait dengan pendidikan dan ekonomi yaitu: (1) Perluasan kesempatan memperoleh pendidikan ekonomi, (2) Ekonomi kerakyatan (Baedowi, 2007).

Pemerintahan Ir Joko Widodo sangat menaruh perhatian besar terhadap ekonomi kerakyatan yang berkaitan dengan ekonomi kreatip. Salah satu contoh ekonomi kreatip adalah Usaha Kecil Menengah (UKM). UKM mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan (Hastaryo, RD, 2012). Industri kecil dan menengah lebih tangguh daripada Industri berskala besar. Oleh karena itu Industri Kecil dan Menengah (UKM) perlu dikembangkan dengan baik (Estiningtyastuty, 2001). Pengembangan UKM didukung oleh pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan berupa per-undang-undangan seperti (1) UU No.9 Tahun 1995 tentang Usaha kecil, (2) PP No. 32 Tahun 1998 Tentang Pembinaan dan pengembangan usaha kecil, (3) Inpres No.10 Tahun 1999 Tentang Pemberdayaan Usaha Menengah, (4) Kepres No.56 Tahun 2002 Tentang Restrukturisasi Kredit Usaha Kecil dan Menengah, (5) UU No.20 Tahun 2006 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Kontribusi UKM pada perekonomian sangat besar dan perkembangan semakin meningkat dari kuantitas ternyata belum diimbangi dengan peningkatan kualitas (Darmanto, 2015).

Peningkatan kualitas UKM dapat ditempuh dengan peningkatan kemampuan manajerial UKM melalui UKM sebagai organisasi belajar (learning organization, Nee Park dan Lee, Darmanto, 2015).

(Baedowi,et.all, 2007) menyatakan bahwa organisasi pembelajaran merupakan organisasi dimana orang secara terus-menerus memperluas dan meningkatkan kapasitas (kemampuan untuk menciptakan hasil yang sungguh-sungguh diharapkan). (Baedowi, 2009) menyatakan ada dua hal yang penting dalam organisasi pembelajaran yaitu (1) perlunya interaksi dan kerjasama antar anggota organisasi dan (2) perlu adanya budaya belajar untuk meningkatkan kemampuan anggota sehingga meningkatkan kinerja organisasi dalam mencapai tujuan organisasi secara maksimal.

Pembelajaran dan Budaya merupakan dua hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari, karena budaya merupakan satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh, berlaku dalam suatu masyarakat dan pendidikan pada umumnya dan pembelajaran pada khususnya, juga merupakan kebutuhan yang mendasar bagi setiap individu dalam masyarakat (Sukarno, 2014).

Penyimpangan budaya menjadi issu global yang sangat merusak saat ini, sehingga tujuan pendidikan bukanlah manusia supaya well-informed, tetapi perlu mengenal dan menguasai kebudayaannya. Karyati, (2010) menyatakan bahwa Penyimpangan budaya yang terjadi disebabkan oleh industri yang tumbuhnya cepat, termasuk penggunaan internet sebagai informasi tehnologi (IT) tanpa filter (Supriadi, 2010). Penyimpangan budaya ini sebagai akibat ditinggalkannya nilai-nilai budaya Pancasila sebagai akar budaya (Sukadi, 2010). Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa UKM sebagai organisasi

(3)

75

pembelajaran perlu memanfaatkan IT berbasis pada budaya Pancasila. UKM sebagai organisasi pembelajaran merupakan system pembelajaran yang meliputi komponen- komponen yang saling berhubungan menuju suatu tujuan yang diinginkan sebagai out put.

Gejala-gejala penyimpangan perilaku berbudaya sebagai contoh adalah:(1) menggelapkan uang, memalsukan dokumen, mencuri, (2) mengabaikan keadilan, menyuap, mengutip pungutan, meminta komisi, (3) membuat laporan palsu, (4) memanipulasi pinjaman, (5) menghindari pajak, meraih laba berlebih-lebihan, (6) menerima hadiah, uang, jasa dan uang pelican (Alfons Taryadi, 2006).

Survey Nasional menunjukkan bahwa (1) 48% dari Pejabat Pemerintah diperkirakan menerima pembayaran tidak resmi. Pungutan tak resmi berkisar 1-5%, (2) 35% Pengusaha bisnis melaporkan bahwa tidak bersedia Investasi karena biaya tinggi berkaitan dengan korupsi. Survey Partnership For Governance Reform (PGR), (2001) menyatakan bahwa 70% Responden menganggap korupsi itu lumrah dan lazim. Sedangkan hasil survey The Political and Economic Risk Consultancy (PERC) di Singapura menunjukkan peringkat transparansi di Indonesia rendah, hanya (8,83) dan Vietnam lebih rendah (9, 63). Peringkat paling rendah 10. Dari 12 negara Indonesia peringkat No.11 (8,83) sedangkan Vietnam peringkat ke-12 (9,63).

Permasalahan UKM di Indonesia adalah kurangnya permodalan dan terbatasnya akses biaya. Kualitas sumber daya rendah, baik dari segi pendidikan formal, maupun pengetahuan dan ketrampilan yang sangat berpengaruh terhadap pengabdopsian perkembangan teknologi baru.

Mentalitas Pengusaha yang rendah tampak pada semangat wirausaha yang rendah, sehingga kesiapsediaan berinovasi rendah, kurang ulet tanpa menyerah, kurang mau berkorban, semangat ingin mengambil resiko rendah, ritme kerja UKM berjalan dengan santai menjadi hilangnya kesempatan yang ada.

Organisasi pembelajaran secara sistematik melibatkan peserta didik (tenaga kerja UKM) sebagai raw input. IT sebagai instrumental input, budaya sebagai inviroment input dan kualitas pembelajaran sebagai proses dan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) bagi UKM (Sukarno, 2005). Kualitas pembelajaran UKM ditentukan oleh bahan ajar (Materi metode pembelajaran yang humanistik dan media pendidikan (Sukarno, Venty, 2015).

Pembelajaran humanistik menempatkan peserta didik sebagai subyek pembelajaran yang berperan aktif untuk meningkatkan kemampuan dirinya, sedangkan pendidik hanya sebagai vasilitator, motivator proses belajar mengajar. Peran aktif peserta didik ini akan menghasilkan kualitas belajar yang unggul. Pembelajaran humanistik disebut juga proses pembelajaran personal (Anton Sukarno, 2006). Kelompok model pembelajaran personal memiliki sasaran untuk mengembangkan pribadi, kreativitas, kehangatan setiap individu sehingga menjadi pribadi yang produktif, sadar akan dirinya dan bertanggung jawab terhadap tujuan hidupnya. Peserta didik (tenaga kerja UKM) dalam proses pembelajaran UKM adalah para pimpinan UKM yang memiliki kemampuan kognitif dan afektif. Kemampuan kognitif dapat diukur dengan pendidikan formal dan pengalaman yang diperoleh melalui pelatihan-pelatihan dan pengalaman hidup sehari-hari.

Sedangkan kemampuan afektif dapat diukur melalui perilaku yang berbasis budaya Pancasila.

(4)

76 B. LANDASAN TEORI/ KAJIAN PUSTAKA

Untuk menjawab beberapa persoalan terkait dengan penelitian tentang Pemodelan Perangkat Pembelajaran UKM Yang Humanis agar menghasilkan Tata Kelola UKM berbasis Budaya Pancasila dan IT, maka perlu dikaji teori-teori yang relevan, update dan terkait saling berhubungan dengan penelitian tersebut, yaitu :

1. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pengertian UKM

Sri Handayaningsih dan Wahyu Pujiyono (2009) menjelaskan bahwa pengertian yang berasal dari peraturan yang ada, terdapat 4 (empat) pengertian tentang UKM adalah (1) Usaha kecil adalah yang memenuhi criteria sebagai berikut : (a) Memiliki kekayaan bersih paling sedikit Rp 200 Juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat berusaha, (b) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1 milyard, (c) Milik WNI, (d) Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar, (e) Terbentuk usaha orang perorangan badan usaha yang tidak berbadan hukum atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi (UU No.9 Tahun 1995). (2) Usaha menengah adalah entitas usaha dengan asset bersih Rp.200 Juta- Rp 10 milyard termasuk tanah dan bahan bangunan (Impres No.10 Tahun 1999), (3) Industri kecil menengah adalah usaha dengan nilai investasi maksimal Rp 5 milyard termasuk tanah dan bangunan.(Keputusan Memperindag No. 257/

MPP/Kep/7/a997). (4) BPS membedakan dua jenis Industri kecil dan menengah (UKM) berdasarkan besar jumlah pekerja yaitu : (a) Kerajinan rumah tangga dengan jumlah tenaga kerja dibawah 3 orang termasuk tenaga kerja yang tidak dibayar.(b) Usaha kecil dengan jumlah tenaga kerja 5-19 orang dan usaha menengah jumlah tenaga kerja sebanyak 20- 99 orang.

Mariana Kristiyanti (2012) menyatakan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2008, tanggal 4 Juli 2008, tentang usaha Mikro, Kecil dan Menengah, maka dapat diketahui definisi UKM sebagai berikut: (1) Usaha kecil adalah inti usaha yang memiliki criteria sebagai berikut : (a) kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai dengan paling banyak Rp 500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat berusaha, (b) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta sampai dengan paling banyak 2,5 milyard. (2) Usaha menengah adalah usaha yang memiliki criteria sebagai berikut : (a) kekayaan bersih lebih dari Rp. 500 juta sampai dengan paling banyak 10 milyard tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, (b) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari 2,5 milyard sampai dengan paling banyak Rp. 50 milyard. Dari dua pendapat tersebut terdapat perbedaan sumber hukum dan perbedaan kekayaan serta penghasilan. Jadi UU No.20 tahun 2008, ini memperbaharui UU Nomer 10 tahun 1995 tentang besaran kekayaan dan penghasilan. Besaran criteria kekayaan dasar pengahasilan UU No. 20 tahun 2008 lebih besar dari UU No.10 tahun 1995.

2. Jenis UKM

Jenis UKM dibedakan menjadi dua yaitu usaha kecil dan usaha menengah.

(Mariana Kristiyanti, 2012), Jenis Usaha kecil adalah (a) usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja, (b) Pedagang dipasar grosir (agen) dan

(5)

77

pengumpul lainnya, (c) Pengrajin industri makanan dan minuman, industry meubelair kayu dan rotan, alat-alat rumahtangga, industri pakaian jadi, dan industry kerajinan tangan, (d) peternakan ayam itik dan perikanan, (e) koperasi berskala kecil. Jenis usaha menengah adalah (a) usaha pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan skala menengah, (b) usaha perdagangan (grosir) termasuk ekspor dan impor, (c) usaha expedisi muatan kapal laut (EMKL) garmen dan jasa trasportasi taxi dan bus antar propinsi, (d) industry makanan dan minuman, elektronik dan logam, dan (e) usaha pertambangan batu gunung untuk konstruksi dan marmer buatan. Dalam penelitian ini dibatasi pada industry makanan pada restoran dan catering di Jawa Tengah.

3. Kekuatan dan Kendala UKM

Kekuatan UKM sebagai salah satu bidang usaha yang memberikan kontribusi yang signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan daya serap UKM tenaga kerja yang sangat besar dan dekat dengan rakyat kecil (Kuncoro, 2008, Sripo, 2010). Adanya UKM dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia, padahal pengangguran yang tinggi adalah penyumbang terbesar sebagai penyebab kemiskinan di Indonesia (Joidan Jauhari, 2010). Banyaknya UKM akan menyebabkan perekonomian yang kuat, oleh karena itu UKM paling tahan terhadap krisis ekonomi (Kuncoro, 2008). Kendala UKM yang merupakan kelemahan UKM adalah (a) UKM kurang dapat memperoleh peluang pasar dan memperbesar pangsa pasar, (b) Struktur permodalan yang lemah dan keterbatasan untuk memperoleh jalur terhadap sumber-sumber permodalan. (c) Di bidang organisasi dan manajemen sumberdaya manusia lemah, (d) keterbatasan jaringan usaha antar pengusaha kecil (system informasi pemasaran), (e) iklim usaha yang kurang kondusif, karena persaingan yang saling mematikan dan, (f) pembinaan yang telah dilakukan masih kurang terpadu dan kurangnya kepercayaan serta kepedulian masyarakat terhadap usaha UKM (Kurniawan, 2009). Oleh karena itu penelitian ini memberikan solusi pembinaan dengan model pelatihan pimpinan UKM berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surakarta.

4. Budaya

a. Pengertian Kebudayaan

Secara Etimologis kebudayaan hal-hal dan kesesuaian dengan kata budaya. Budaya berasal dari akar kata bahasa Sansekerta budh yang berarti sadar (Anton Sukarno, 2015) Kata budh menjadi kata budhayah (Kuncaraningrat, 2000).

Budhayah ini berasal dari kata budi, akal. Alfons Taryadi (2004) kebudayaan adalah keseluruhan proses dan hasil perkembangan manusia yang berwujud dalam gagasan, wacana, tindakan dan artifak serta bergantung pada kemampuan manusia untuk belajar dan meneruskan pengetahuannya kepada generasi berikutnya, melalui penggunaan alat, bahasa dan sistem-sistem pikiran abstrak untuk kehidupan manusia yang lebih baik.

b. Ujud Kebudayaan

Chesler dan Cave dalam Wiryadi (1988) menyebutkan kebudayaan merupakan aspek-aspek interaksi social manusia yang unik yang terdiri dari dua

(6)

78

golongan yaitu (1) golongan pertama berupa artifak-artifak material dan (2) golongan kedua berupa simbol-simbol yang memiliki nilai tertentu. Alfons Taryadi (2004) kebudayaan berwujud dalam gagasan wacana, tindakan dan artifak.

Koentjoroningrat (2000) membedakan tiga wujud budaya sebagai berikut : (1) wujud kebudayaan sebagai kompleksitas dari idea-idea gagasan, nilai, norma- norma, peraturan dan sebagainya. (2) Wujud kebudayaan suatu kompleksitas aktivitas serta tindakan perpola dari manusia dalam masyarakat, (3) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Pendapat Alfons Tjahyadi dan Koentjaraningrat adalah sama yaitu bahwa kebudayaan memiliki tiga wujud yaitu hasil pemikiran atau gagasan, tindakan atau perilaku manusia dan berupa barang-barang material hasil karya manusia.

5. Budaya Pancasila

Budaya Pancasila melekat pada tiga wujud kebudayaan idea, tindakan atau perilaku dan benda hasil karya manusia. Berkaitan dengan bangsa dan Negara Indonesia, Pancasila memiliki dua fungsi yaitu (1) Pancasila sebagai dasar filsafat Negara dan pandangan hidup bangsa (B. Sukarno, 2005), Anton Sukarno (2009) Pancasila sebagai falsafah Negara merupakan hasil perenungan yang mendalam terhadap perikehidupan bangsa. Perenungan menggunakan metoda analisis abstraksi dengan menggunakan definisio logis metafisis yang menghasilkan rumusan hakekat tentang Tuhan, Manusia satu, rakyat dan adil (Natanagara, 1967), Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan tantangan tingkah laku bagi hidup manusia, ber-Tuhan, berperikemanusiaan, dan berkebangsaan (berpersatuan), berkerakyatan dan berkeadilan (Anton Sukarno, 2009). Budaya Pancasila merupakan wujud budaya yang ideal yaitu berupa hasil permenungan kehidupan bangsa Indonesia yang bersifat abstrak ini versi tentang Tuhan, manusia satu, rakyat dan adil. Budaya Pancasila juga berwujud perilaku manusia/ bangsa Indonesia yang berketuhanan, berperikemanusiaan, berkebangsaan/

persatuan, berkerakyatan dan berkeadilan social. Budaya Pancasila yang berwujud tindakan ini merupakan etika tingkah laku manusia yang dirumuskan tuntunan tingkah laku manusia/ bangsa Indonesia yang disebut butir-butir tuntunan tingkah laku berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat. Soegito, (2009) menjelaskan bahwa Pancasila sebagai sosiologi bangsa dan sekaligus karakter bangsa dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti keyakinan dan pengakuan yang diekspresikan dalam bentuk perbuatan terhadap zat Yang Maha Tunggal tiada duanya, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung makna kesadaran dan perilaku yang sesuai dengan nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan mutlak hati nurani dengan memperlakukan sesuatu sebagaimana mestinya, (3) Persatuan Indonesia mengandung arti usaha kearah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina Nasionalisme dalam Negara, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Karakter yang keempat ini berasal dari filsafat social bahwa manusia menhendaki hubungan, kerjasama yang baik, serta saling menghormati dengan yang lain, sehingga dalam komunikasi tidak akan terjadi pertengkaran dan percecokan. (5) Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia yang berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan baik materi maupun spiritual. Agip dan Sujak (2011) nilai-nilai Pancasila dalam segala aspek kehidupan antara lain (1) religious dan jujur mewakili sila

(7)

79

Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Toleransi, disiplin, kreatif dan rasa ingin tahu mewakili sila kemanusiaan yang adil dan beradab, (3)Kerjasama mewakili sila ketiga Persatuan Indonesia dan (4) Musyawarah demokrasi dan tanggung jawab mewakili sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, (5) Kerja keras mewakili sila-sila keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

6. Informasi Teknologi (IT)

Istilah Informasi Teknologi (IT) pada dasarnya sama dengan Teknologi Informasi (TI), Istilah TI juga dikembangkan dalam Information and Communication Technology (ICT). IT dan ICT telah merambah pada berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, ekonomi bidang bisnis dan perdagangan (Feusel, 2001). Web / Internet salah satu IT bisa nengirimkan berbagai bentuk data seperti teks, grafik, gambar, suara animasi, atau bahkan video, maka banyak kalangan bisnis memanfaatkan tehcnologi informasi untuk mempromosikan usahanya (Boderndaf, 2009.) Usaha yang dapat menggunakan IT antara lain pendidikan dan ekonomi. Pendidikan sebagai proses pembelajaran selalu menggunakan media pendidikan yang pada awalnya disebut alat peraga. Bahan ajar dapat dikemas dalam kaset / cd yang dapat disampaikan lewat tape recorder, lewat radio. Pada akhir-akhir ini bahan ajar dikemas dalam bentuk animasi dan Web. Bahan ajar lewat computer dengan menggunakan LCD disampaikan pada peserta. Dinamika pada website digunakan dalam pembelajaran Matematika (Anton Sukarno, 2014).

Website pembelajaran sebagai bagian dari ICT dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai cara (Tunio, 2002) antara lain (1) meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses belajar, (2) menfasilitasi problem ketrampilan dasar, pengulangan proses pembelajaran yang dapat dilakukan oleh peserta didik kapanpun dan dimanapun dapat membantu dalam pemahaman konsep peserta didik, (3) meningkatkan pelatihan guru, sehingga menjadikan guru lebih trampil dalam penguasaan bahan ajar. Masvold (2008) mengemukakan bahwa penggunaan IT dalam pembelajaran dapat berfungsi sebagai (1) dinamis dan alat-alat visual yang memungkinkan ilmu pengetahuan diekspresikan diruang bersama, (2) member variasi selama pembelajaran, perhatian tidak hanya guru (pelatih), (3) Representasional, Infrastruktur baru untuk ilmu pengetahuan, (4) kognitivitas membuka kesempatan baru untuk berbagi pengetahuan konstruksi, (5) mempermudah dalam pemecahan dan penyelarasan masalah dan (6) membantu guru (pelatih) untuk lebih mengeksplorasikan lingkungan. ICTI/IT telah digunakan dalam UKM untuk memasarkan produk UKM telah berhasil dikembangkan diberbagai Negara seperti Cina, Jepang dan India (Jaidan Jauhari, 2010). Penggunaan IT pada UKM di Indonesia belum merata hanya di beberapa UKM saja. Tehnologi Handphone untuk memperkenalkan produk dan UKM sebagai pelestarian budaya. Teknologi yang digunakan dengan SMS untuk mendapatkan informasi tentang UKM (Sri Handayani dn Wahyu Pujiono (2009).

(8)

80

7. UKM sebagai Organisasi Pembelajaran yang Humanis a. Pengertian Organisasi.

Teori Organisasi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana mengorganisasi orang-orang di dalamnya dalam mencapai tujuan tertentu (M Drity Duberly dan Johnson, 2007) Sedangkan Lubis dan Husein (2007) dalam Lita Febriana (2015) menyatakan bahwa Oganisasi adalah suatu kesatuan social dari sekelompok manusia yang berinteraksi menurut pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memiliki fungsi dan tugasnya serta mempunyai batas yang jelas, sehingga dapat dipisahkan secara tegas dengan lingkungannya. Kuspriani (2009) menyatakan ada 3 (tiga) elemen pokok dalam organisasi adalah (1) interaksi manusia, (2) kegiatan yang mengarah pada tujuan dari (3) struktur organisasi itu sendiri.

b. Pembelajaran yang humanis

Pembelajaran (learning) berkaitan dengan pengajaran (teaching). Dua istilah ini berkaitan dengan model dan strategi pembelajaran (Anton Sukarno. 2006) Pada dasarnya ada dua model yaitu teaching model dan learning model (Bruce Jayee, Marsha Weil, 2000). Teaching model merupakan proses belajar mengajar yang berpusat pada guru, sedangkan Learning model proses belajar berpusat pada siswa.

Model Pembelajaran berkembang menjadi empat orientasi atau empat kelompok salah satunya adalah orientasi personal atau personal family (Anton Sukarno, 2006) Pendidikan Humanistik ini termasuk pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Sasaran dari pembelajaran humanistic adalah untuk mengembangkan pribadi, kreativitas, vitalitas (semangat hidup). Setiap individu siswa (Abin Syamsudin Makmun (2000). Model pembelajaran personal memusatkan perhatian pada pandangan perseorangan, dan berusaha menegakkan kepribadian yang produktif, sehingga menjadi manusia yang makin sadar diri dan bertanggungjawab atas tujuan hidupnya (Toeti Sukamto, Udin Syamsudin Winata Putra 1995). Model Pembelajaran humanistik ini juga menggunakan antologi pembelajaran yang humanistic (Abin Syamsudin, 2000).

Menurut Gage dan Berliner dalam Arsury (2007) ada lima tujuan mendasar pada penerapan pendekatan strategi pembelajaran humanistic yaitu (1) mengembangkan self sirection yang positip dan kemamdirian pada diri peserta didik, (2) mengembangkan kemampuan untuk pertanggungjawaban terhadap apa yang dipelajari, (3) membangun kreativitas, (4) membangun rasa keingin tahuan dan (5) membangun minat terhadap mata pelajaran atau bidang studi.

c. Organisasi Pembelajaran yang humanis

Organisasi pembelajaran, mengembangkan interaksi antara pendidik dan peserta didik, dimana kegiatanya diarahkan pada itujuan pendidikan yaitu kompensasi (kemampuan) peserta didik. Organisasi pembelajaran yang humanistic tidak lain adalah pembelajaran yang berbasis pada sosio humanisim yang memiliki empat prinsip dalam kegiatan pembelajaran yaitu: (1) kepercayaan akan saling berpengaruh antara kesejahteraan individu dan kesejahteraan masyarakat. (2) keyakinan akan kemampuan yang dimiliki individu, (3) kebebasan dalam berpikir bagi setiap individu, (4) kerjasama dan penggunaan perkembangan pengetahuan dapat memberikan kesejahteraan bersama (Lloyd, 2007).

(9)

81

UKM sebagai organisasi pembelajaran humanis merupakan bentuk interaksi antara pemimpin UKM (sebagai pendidik) dan tenaga kerja UKM sebagai peserta didik. Kegiatan pembelajarannya diarahkan pada peningkatan kemampuan tenaga kerja UKM yang humanis berbasis budaya Pancasila sehingga dihasilkan tenaga kerja UKM yang berkarakter. Disamping menghasilkan tenaga kerja yang berkarakter, juga menghasilkan tata kelola UKM yang berbudaya Pancasila.

8. Tata Kelola UKM yang Baik

Tata kelola berarti tata cara pengaturan komponen-komponen yang ada pada usaha kecil dan menengah (UKM). Komponen-komponen dalam UKM tersebut adalah: (1) Aturan-aturan hukum, (2) Pimpinan, (3) Tenaga kerja, (4)Sarana dan Prasarana, (5) Hubungan UKM dan pelanggan (masyarakat), (6) Investasi UKM dan (7) Iklim kerja UKM. Pengelolaan UKM perlu memperhatikan ciri-ciri usaha kecil dan menengah. Menurut Mariana Kristiyanti (2012) ciri usaha kecil sebagai berikut : (1) jenis barang/ komoditi yang diusahakan umumnya, sudah tetap, tetapi tidak mudah berubah, (2) lokasi/ tempat usaha pada umumnya sudah menetap tidak berpindah- pindah, (3) Pada umumnya sudah dilakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha, (4) sudah memiliki ijin usaha dan persyaratan legalitas lain termasuk NPWP, (5) Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwiraswasta, (6) sebagai UKM sudah memiliki akses ke perbankan dalam keperluan modal dan (7) Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning. Sedangkan ciri-ciri usaha menengah adalah : (1) pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern dengan pembagian tugas yang jelas antara lain bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produk, (3) Tidak melakukan administrasi keuangan dengan system akuntansi yang teratur sehingga memudahkan auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan atau lembaga yang telah mendapat ijin oleh Departemen penilai keuangan, (3) Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, sudah ada jamsostek, pemeliharaan kesehatan dan lain-lain, (4) sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain ijin tetangga, kepada sumber- sumber pendanaan perbankan, (6) pada umumnya telah memiliki sumberdaya manusia yang terlatih dan terdidik.

C. METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian Pengembangan ini menggunakan 4-D (Four D Model) dari Thiagarajan (2009). Model 4-D ini terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) pendefinisian (define) perencanaan (design), pengembangan (develop) dan penyebarluasan (dessiminate). Empat tahap pengembangan itu sebagai berikut: (1) Tahap Pendefinisian (Define), tujuan dari tahap ini adalah mendefinisikan kebutuhan pembelajaran pelatihan dengan menganalisis tujuan pelatihan dan batas-batas materi. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi: (a) analisis ujung awal, (b) analisis peserta didik, (c) analisis konsep, (d) analisis tugas, (e) spesifikasi tugas pembelajaran. (2) Tahap Perancangan (Design), tujuan dari tahap ini adalah untuk

(10)

82

merancang prototype (contoh) perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Tahap ini dimulai setelah ditetapkan indicator ketercapaian dari tujuan pembelajaran pelatihan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah (a) Penyusunan bahan ajar, (b) pemilihan media, (c) penyusunan tes dan skala psikologis, (d) pemilihan format (e) perancangan awal yang merujuk pada standat proses. (3) Tahap Pengembangan (develop), tujuan dari tahap pengembangan ini adalah untuk memodifikasi perangkat pembelajaran dan instrumen portotipe yang telah dihasilkan pada perancangan awal, revisi berdasarkan masukan para ahli materi dan instrument serta data yang diperoleh dari uji coba. (4) Tahap desiminasi/ penyebar luasan, perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah mencapai produk akhir, ketika ujicoba lapangan menunjukkan hasil yang konsisten dan mendapat tanggapan yang positif dari validasi. Desiminasi dilakukan melalui seminar nasional yang menghasilkan proseding dan jurnal terakreditasi. Variabel Penelitian : Respon validator ahli materi, ahli evaluasi dan ahli budaya meerupakan variabel independen. Sedangkan Variable dependent adalah Tata kelola UKM (GCG).

D. PEMBAHASAN

Berdasarkan Persoalan yang muncul dalam penelitian ini dapat dibahas sebagai berikut :

1. Pemodelan perangkat pembelajaran yang humanis pada UKM.

Pemodelan perangkat pembelajaran yang humanis pada UKM dapat dibantu memasukan isi pembelajaran yang relevan yang akan diuji dengan Model 4-D dengan kajian teoritisnya yaitu bahwa Pada dasarnya ada dua model yaitu teaching model dan learning model (Bruce Jayee, Marsha Weil, 2000). Teaching model merupakan proses belajar mengajar yang berpusat pada guru, sedangkan Learning model proses belajar berpusat pada siswa. Model Pembelajaran berkembang menjadi empat orientasi salah satunya adalah orientasi personal atau personal family (Anton Sukarno, 2006) Pendidikan Humanistik ini termasuk pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Sasaran dari pembelajaran humanistic adalah untuk mengembangkan pribadi, kreativitas, vitalitas (semangat hidup). Model pembelajaran personal memusatkan perhatian pada pandangan perseorangan, dan berusaha menegakkan kepribadian yang produktif, sehingga menjadi manusia yang makin sadar diri dan bertanggungjawab atas tujuan hidupnya (Toeti Sukamto, Udin Syamsudin Winata Putra 1995). Menurut Gage dan Berliner dalam Arsury (2007) ada lima tujuan mendasar pada penerapan pendekatan strategi pembelajaran humanistic yaitu (1) mengembangkan self sirection yang positip dan kemandirian pada diri peserta didik, (2) mengembangkan kemampuan untuk pertanggungjawaban terhadap apa yang dipelajari, (3) membangun kreativitas, (4) membangun rasa keingin tahuan dan (5) membangun minat terhadap mata pelajaran atau bidang studi.

2. Pemodelan perangkat pembelajaran yang humanis pada UKM tersebut di atas juga berbasis pada budaya Pancasila. Jika dikaitkan dengan landasan teoritis tentang budaya Pancasila maka perancangan model pembelajarannya adalah berisi tentang pengungkapan bagaimana tata kelola UKM yang sekarang banyak sekali penyimpangan-penyimpangan dalam praktik yang bertentangan dengan budaya pancasila khususnya di wilayah Indonesia, dimana budaya Pancasila seharusnya menjadi dasar dalam kehidupan ber UKM tersebut. UKM sebagai organisasi

(11)

83

pembelajaran humanis merupakan bentuk interaksi antara pemimpin UKM (sebagai pendidik) dan tenaga kerja UKM sebagai peserta didik. Kegiatan pembelajarannya diarahkan pada peningkatan kemampuan tenaga kerja UKM yang humanis berbasis budaya Pancasila sehingga dihasilkan tenaga kerja UKM yang berkarakter. Disamping menghasilkan tenaga kerja yang berkarakter, juga menghasilkan tata kelola UKM yang berbudaya Pancasila. Kekuatan UKM sebagai salah satu bidang usaha yang memberikan kontribusi yang signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini dikarenakan daya serap UKM tenaga kerja yang sangat besar dan dekat dengan rakyat kecil (Kuncoro, 2008, Sripo, 2010). Adanya UKM dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia, padahal pengangguran yang tinggi adalah penyumbang terbesar sebagai penyebab kemiskinan di Indonesia (Joidan Jauhari, 2010). Banyaknya UKM akan menyebabkan perekonomian yang kuat, oleh karena itu UKM paling tahan terhadap krisis ekonomi (Kuncoro, 2008). Kendala UKM yang merupakan kelemahan UKM adalah (a) UKM kurang dapat memperoleh peluang pasar dan memperbesar pangsa pasar, (b) Struktur permodalan yang lemah dan keterbatasan untuk memperoleh jalur terhadap sumber-sumber permodalan. (c) Di bidang organisasi dan manajemen sumberdaya manusia lemah, (d) keterbatasan jaringan usaha antar pengusaha kecil (system informasi pemasaran), (e) iklim usaha yang kurang kondusif, karena persaingan yang saling mematikan dan, (f) pembinaan yang telah dilakukan masih kurang terpadu dan kurangnya kepercayaan serta kepedulian masyarakat terhadap usaha UKM (Kurniawan, 2009). Oleh karena itu penelitian ini memberikan solusi pembinaan dengan model pelatihan pimpinan UKM berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surakarta.

3. Model perangkat pembelajaran humanis UKM tersebut berbasis IT.

IT dan ICT telah merambah pada berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, ekonomi bidang bisnis dan perdagangan (Feusel, 2001). Web / Internet salah satu IT biasa mengirimkan berbagai bentuk data seperti teks, grafik, gambar, suara animasi, atau bahkan video, maka banyak kalangan bisnis memanfaatkan tehcnologi informasi untuk mempromosikan usahanya (Boderndaf, 2009.) Usaha yang dapat menggunakan IT antara lain pendidikan dan ekonomi. Pendidikan sebagai proses pembelajaran selalu menggunakan media pendidikan yang pada awalnya disebut alat peraga. Bahan ajar dapat dikemas dalam kaset / cd yang dapat disampaikan lewat tape recorder, lewat radio. Pada akhir-akhir ini bahan ajar dikemas dalam bentuk animasi dan Web. Bahan ajar lewat computer dengan menggunakan LCD disampaikan pada peserta. Dinamika pada website digunakan dalam pembelajaran Matematika (Anton Sukarno, 2014).

Website pembelajaran sebagai bagian dari ICT dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai cara (Tunio, 2002) antara lain (1) meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses belajar, (2) menfasilitasi problem ketrampilan dasar, pengulangan proses pembelajaran yang dapat dilakukan oleh peserta didik kapanpun dan dimanapun dapat membantu dalam pemahaman konsep peserta didik, (3) meningkatkan pelatihan guru, sehingga menjadikan guru lebih trampil dalam penguasaan bahan ajar. Masvold (2008) mengemukakan bahwa penggunaan IT dalam pembelajaran dapat berfungsi sebagai (1) dinamis dan alat-alat visual yang memungkinkan ilmu pengetahuan diekspresikan diruang bersama, (2) member variasi selama pembelajaran, perhatian tidak hanya guru (pelatih), (3) Representasional,

(12)

84

Infrastruktur baru untuk ilmu pengetahuan, (4) kognitivitas membuka kesempatan baru untuk berbagi pengetahuan konstruksi, (5) mempermudah dalam pemecahan dan penyelarasan masalah dan (6) membantu guru (pelatih) untuk lebih mengeksplorasikan lingkungan. ICTI/IT telah digunakan dalam UKM untuk memasarkan produk UKM telah berhasil dikembangkan diberbagai Negara seperti Cina, Jepang dan India (Jaidan Jauhari, 2010). Penggunaan IT pada UKM di Indonesia belum merata hanya di beberapa UKM saja. Tehnologi Handphone untuk memperkenalkan produk dan UKM sebagai pelestarian budaya. Teknologi yang digunakan dengan SMS untuk mendapatkan informasi tentang UKM (Sri Handayani dan Wahyu Pujiono (2009).

Dengan demikian akan meningkatkan kinerja UKM.

4. Dari uraian 1 s/d 3 akan menghasilkan Tata kelola UKM Humanis yang Berbudaya Pancasila yaitu Tata kelola yang berorientasi pada tata cara pengaturan komponen- komponen yang ada pada usaha kecil dan menengah (UKM). Komponen-komponen dalam UKM tersebut adalah: (1) Aturan-aturan hukum, (2) Pimpinan, (3) Tenaga kerja, (4)Sarana dan Prasarana, (5) Hubungan UKM dan pelanggan (masyarakat), (6) Investasi UKM dan (7) Iklim kerja UKM. Pengelolaan UKM perlu memperhatikan ciri-ciri usaha kecil dan menengah. Menurut Mariana Kristiyanti (2012) ciri usaha kecil sebagai berikut : (1) jenis barang/ komoditi yang diusahakan umumnya, sudah tetap, tetapi tidak mudah berubah, (2) lokasi/ tempat usaha pada umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah, (3) Pada umumnya sudah dilakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha, (4) sudah memiliki ijin usaha dan persyaratan legalitas lain termasuk NPWP, (5) Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwiraswasta, (6) sebagai UKM sudah memiliki akses ke perbankan dalam keperluan modal dan (7) Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning. Sedangkan ciri-ciri usaha menengah adalah : (1) pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern dengan pembagian tugas yang jelas antara lain bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produk, (2) Tidak melakukan administrasi keuangan dengan system akuntansi yang teratur sehingga memudahkan auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan atau lembaga yang telah mendapat ijin oleh Departemen penilai keuangan., (3) Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, sudah ada jamsostek, pemeliharaan kesehatan dan lain-lain, (4) sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain ijin tetangga, kepada sumber-sumber pendanaan perbankan, (5) pada umumnya telah memiliki sumberdaya manusia yang terlatih dan terdidik. Dengan memperhatikan hal-hal di atas diharapkan akan menghasilkan Tata kelola UKM yang baik, humanis dan berbudaya Pancasila dengan memperhatikan dan memanfaatkan kemajuan IT.

5. Visibilitas model perangkat pembelajaran berbasis budaya Pancasila dan IT dapat meningkatkan Kinerja Pimpinan UKM . Hal ini jika dilanjutkan dan dilaksanakan secara terus menerus usaha-usaha memperhatikan komponen-komponen penting dalam Tata kelola UKM, maka akan tercapai Visi-misi pengelolaan UKM secara menyeluruh dan berdampak pada Tata kelola UKM Humanis yang berbasis pada Budaya Pancasila dan IT bagi UKM-UKM seluruh pelosok tanah air Indonesia sehingga dapat

(13)

85

menjadikan UKM sebagai soko guru perekonomian, meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil dan menengah. Lebih jauh mempunyai visibilitas yang terus maju kedepan yang sangat tinggi dan berjangka panjang dalam mengentaskan kemiskinan.

Bahkan konsep-konsep ideal dalam pengembangan UKM dapat merambah ke seluruh dunia dalam perekonomian global. Untuk hasil yang maksimal dari usaha-usaha pengembangan model tersebut dalam mensolusi lima persoalan diatas dapat menggunakan prosedur pengembangan pembelajaran Model 4-D dari Thiagarajan (2010) yang dimodifikasi menjadi tiga tahap yaitu: Tahap pendefinisan, Tahap perancangan, dan tahap ujicoba terbatas untuk memperoleh bahan ajar dan instrument yang valid. Tahap ketiga Ujicoba perangkat pembelajaran. Prosedur pengembangan seperti pada gambar 1. dibawah ini :

---

--- p

----

B

Tahap I ---

--- ---

--- ---

Analisis Ujung Awal ---- --

Analisis Peserta didik dan Lingkungan -Analisis Tugas Analisis Materi

Spesifikasi Tujuan Pembelajaran Pemilihan Media Penyusunan test beracuan

patokan

Pemilihan format

Validasi Ahli

Perancangan Awal Perangkat Pembelajaran

Analisis

Revisi Revisi

Analisis Uji keterbacaan dan validitas

instrument test

Laporan

Statistik 2 Lemahnya pemahaman

budaya Pancasila &

Pembelajaran yang humanis

Persiapan &

Pelaksanaan Bahan Ajar

Draf I Hasil Validasi

Draff II

Draff III

Hasil uji instrument test

Pengembangan antara soft & hard skill.

(14)

86

--- ---

---

---

Tahap II

Keterangan :

: garis pelaksanaan : kegiatan --- : garis hasil kegiatan : hasil kegiatan

E. KESIMPULAN

1. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:

Pemodelan perangkat pembelajaran yang humanis pada UKM dapat dibantu memasukan isi pembelajaran yang relevan yang akan diuji dengan Model 4-D dengan kajian teoritisnya yaitu bahwa Pada dasarnya ada dua model yaitu teaching model dan learning model (Bruce Jayee, Marsha Weil, 2000). Teaching model merupakan proses belajar mengajar yang berpusat pada guru, sedangkan Learning model proses belajar berpusat pada siswa.

2. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan UKM di Indonesia, maka UKM sebagai organisasi pembelajaran humanis merupakan bentuk interaksi antara pemimpin UKM (sebagai pendidik) dan tenaga kerja UKM sebagai peserta didik. Kegiatan pembelajarannya diarahkan pada peningkatan kemampuan tenaga kerja UKM yang humanis berbasis budaya Pancasila sehingga dihasilkan tenaga kerja UKM yang berkarakter, juga menghasilkan tata kelola UKM yang berbudaya Pancasila.

3. ICTI/IT telah digunakan dalam UKM untuk memasarkan produk UKM telah berhasil dikembangkan diberbagai Negara seperti Cina, Jepang dan India (Jaidan Jauhari, Draft III

Draft IV/ Final

Hasil Uji II Uji coba Perangkat dengan

skala luas

Revisi Analisis

Gambar 1. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran dari Model 4-D (Four D Model) LAPORAN AKHIR

SEMINAR NASIONAL

PUBLIKASI ILMIAH

Proseding Jurnal Terakreditasi

(15)

87

2010). Penggunaan IT pada UKM di Indonesia belum merata hanya di beberapa UKM saja. Tehnologi Handphone untuk memperkenalkan produk dan UKM sebagai pelestarian budaya.

4. Pengelolaan UKM perlu memperhatikan ciri-ciri usaha kecil dan menengah. Ciri usaha kecil sebagai berikut : (1) jenis barang/ komoditi yang sudah tetap, tetapi tidak mudah berubah, (2) lokasi/ tempat usaha sudah menetap tidak berpindah-pindah, (3) sudah dilakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha, (4) sudah memiliki ijin usaha dan persyaratan legalitas lain termasuk NPWP, (5) Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwiraswasta, (6) sebagai UKM sudah memiliki akses ke perbankan dalam keperluan modal dan (7) diusahakan dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning. Sedangkan ciri-ciri usaha menengah adalah : (1)memiliki manajemen dan organisasi yang lebih teratur dan terarah, (2) Melakukan administrasi keuangan dengan system akuntansi yang teratur sehingga memudahkan auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan atau lembaga yang telah mendapat ijin oleh Departemen penilai keuangan., (3) Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, sudah ada jamsostek, pemeliharaan kesehatan dan lain-lain, (4) sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain ijin tetangga, kepada sumber-sumber pendanaan perbankan, (5) pada umumnya telah memiliki sumberdaya manusia yang terlatih dan terdidik.

5. Visibilitas model perangkat pembelajaran berbasis budaya Pancasila dan IT dapat meningkatkan Kinerja Pimpinan UKM . UKM harus memiliki visi dan misi tergantung pada muatan lokalnya, dimana UKM berada.

DAFTAR PUSTAKA

Arsury, (2007), Pendidikan yang Humanistik, http: 11 arsury bolgspot (2007,2012) Pendidikan yang Humanistik.html (14/10/2009).

Bodendorf, Freimutand and Florian Lang-2009 Automated Service for Market-Based E Commerce Fransactions, Proceeding of The International Multi Conference of Engineer and Computer Scientist, 2009, vol 1 IMECS 2009, March 18 -20, 2009 Hongkong.

Darmanto, (2005), Keterkaitan Kinerja Pemasaran, Orientasi Pelanggan : Orientasi Kewirausahaan, Sistem Reward, dan Orientasi sebagai Variabel Antesiden, Jurnal Ilmiah Media Akuntansi, Edisi No. 78, Tahun XXVI –Juni 2015, hal: 1- 13.

Darmanto, FX. Sri Wardaya, Titik Dwiyani, (2015) Bauran Orientasi Strategi dan Kinerja Organisasi, Penerapan Variabel Antesiden, Moderasi dan Mediasi dalam Penelitian Ilmiah: Yogjakarta, Penerbit: Deepublish.

(16)

88

Estiningyatstuty, (2005), Peranserta Pengusaha Kecil dalam Menanggulangi Krisis Ekonomi 2000/2001; Jurnal Ilmiah Media Akuntansi, Edisi No.36 Tahun X, Maret 2001, hal:

70-80.

Fencel, Detall-2001, Product Data Commerce,IEEE. Intelegent System Masvold Ruder, 2008, ICME, Norway, Matematics Education at University of blogspot.com/2008/2007/icme- 11-day-2 html (1710, 2009).

Handayaningsih, Sri Wahyu Pujiono, 2009, Pembuatan Model Tehcnologi Informasi Paket Wisata UKM Dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Kerakyatan, Proseding Seminar Nasional (email, 2009) UPN Veteran Yogjakarta, 23 Mei 2009.

Jauhari Jaidan, 2010, Upaya Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan Memanfaatkan E-Commerce, Jurnal Sistem Informasi (JSI) Vol.2. No.1 April 2010.

Hal:159-168.

Kristiyanti Mariana, 2012, Peran Strategi Usaha Kecil & Menengah (UKM) dalam Pembangunan Nasional Majalah Ilmiah Informatika Vol.3 No.1 Januari 2012, hal: 63- 89.

Kurniawan, Didi, 2009. Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan dengan Akselerasi Sektor Riil dan UKM. Tersedia (online) htt: didikan ekonomi kerakyatan dengan akselerasi sector riil dan ukm/ diakses tanggal 5 Januari 2010.

Sukarno.B., 2005. Tinjauan Filsafat tentang Pancasila sebagai Filsafat. Surakarta: UNS Press.

Sukarno Anton, 2015. Filsafat Pendidikan, Semarang : UPGRIS Semarang.

Sukarno Anton, Venty, (2015) Penilaian Pendidikan, Semarang : UPGRIS Semarang.

Toety Sukamto, Udin Syariffudin Winotoputra, 1995. Teori Belajar dan Model –model Pembelajaran, Jakarta: PAU-PPAL.

Wahyuni, Astri, Tias Ayu A.W., Sani Budiman, 2013, Peran Etnomatematika dalam Membangun Karakter Bangsa, Yogjakarta: UNY Press.

Gambar

Gambar  1. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran dari Model 4-D (Four D Model) LAPORAN  AKHIR

Referensi

Dokumen terkait

3) Likuiditas perusahaan berpengaruh negatif terhadap luas pengungkapan sukarela. Penilaian kinerja perusahaan yang lemah memotivasi pihak manajemen perusahaan untuk

Hasil penelitian tentang pengaruh variabel karakteristik UMKM yang terdiri dari gender, usia, pengalaman dan pendidikan pada orientasi pelanggan menunjukan bahwa

Dasar hukum yang dipakai dalam melaksanakan hibah menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata antara lain sebagai berikut. 1) Pasal 1666 berisi menyatakan bahwa penghibahan

Hipotesis kesembilan dalam penelitian ini yang akan dibahas adalah sebagai berikut: hipotesis kesembilan : diduga intervensi motivasi kerja dapat menambah

Adapun prosedur penyaluran Kredit Usaha Rakyat pada Bank Nagari Cabang Pulau Punjung untuk calon debitur adalah sebagai berikut : 1 Nasabah mendatangi Bank Nagari Cabang Pulau Punjung,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Meski usaha tersebut telah dilakukan oleh kedua negara tersebut secara intensif, tetapi terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi kedua negara tersebut agar dapat menciptakan