769 Pemanfaatan Digital Marketing Dalam Memasarkan Produk Teh Di Desa Manik Maraja
Munawir Pasaribu
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara [email protected]
Putri Maulia
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara [email protected]
ABSTRAK
Pengabdian masyarakat yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini hadir untuk memberikan masukan dan saran yang diberikan kepada UMKM di desa Manik Maraja yang secara khusus permasalahan yang menjadi fokus dari pengabdian ini adalah : 1. Kurangnya pemasaran oleh para pelaku usaha Teh Juma, sehingga terdapat masih banyak masyarakat di luar daerah yang kurang mengetahui keberadaan produk tersebut. 2. Masih banyak pelaku UMKM yang melakukan pemasaran tradisional (offline) tanpa menyertakan pemasaran digital (online). 3. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang digital marketing (online), karena belum mengetahui dan memanfaatkannya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan menggunakan metode penjelasan, sharing, tanya jawab, diskusi dan praktek. Sehingga tujuan yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para pelaku UMKM mengenai pentingnya digital marketing bagi usahanya, membantu masyarakat dalam memasarkan produknya melalui digital marketing khususnya di media sosial, dan memperkenalkan produk teh juma superpeko sebagai merupakan ciri khas produk Sidamanik.
Kata Kunci : pemasaran digital, media sosial, UMKM
PENDAHULUAN
Selama dua dekade terakhir, digitalisasi telah merevolusi tidak hanya pemasaran konsumen tetapi juga pemasaran industri. Banyak sarjana pemasaran industri maupun tidak dari industri mencari wawasan untuk memahami bagaimana pengetahuan dan praktik pemasaran digital secara baik. Kemajuan terbaru dalam teknologi telah mempengaruhi hampir setiap aspek pemasaran. Namun, sedikit yang diketahui tentang apakah pendidikan mempengaruhi pemasaran yang mereka praktekkan. E-Commerce, perangkat seluler, produk pintar, dan Kecerdasan Buatan semuanya termasuk dalam konsep pemasaran digital yang lebih luas yang mencakup semua aktivitas, institusi, dan proses yang difasilitasi oleh teknologi digital untuk menciptakan, berkomunikasi, dan menyampaikan nilai bagi pelanggan ( (Herhausen et al., 2020; Langan et al., 2019). Internet memiliki beberapa daya tarik dan keunggulan bagi para konsumen maupun organisasi. Internet juga merupakan media elektronik mutakhir yang menunjang e-commerce (electronic commerce) dan mengalami pertumbuhan pesat. Secara simplistik dengan membuat homepage dan melayani pesanan produk melalui internet, maka sudah dapat dikatakan sebagai pemasaran global yang menjalankan e-commerce. Internet menciptakan interaksi yang potensial dengan pelanggan pada skala global (Arnott & Bridgewater, 2002) . Pesatnya perkembangan teknologi, dunia digital dan internet tentu juga berimbas pada dunia pemasaran.
Menururt Purwana tren pemasaran di dunia beralih dari yang semula konvensional (offline)
770 menjadi digital (online). Kegiatan pemasaran yang memanfaatkan kecanggihan teknologi digital seringkali disebut dengan digital marketing. Digital marketing terdiri dari pemasaran interaktif dan terpadu yang memudahkan interaksi antara produsen, perantara pasar dan calon konsumen (Purwana ES dkk, 2017).
Digital marketing adalah kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana misalnya jejaring sosial. Disamping itu, Digital Marketing dapat membantu pelaku usaha contohnya adalah UMKM dalam mepromosikan dan memasarkan produk dan jasa mereka dan mampu memperluas pasar baru yang sebelumnya tertutup atau terbatas karena adanya keterbatasan waktu, jarak dan cara berkomunikasi (Prabowo, 2018). Sekarang ini sudah jaman canggih internet dan beberapa media social yang mendukung sudah bisa dimanfaatkan oleh semua orang baik dalam pemanfaatan positif maupun dalam pemanfaatan negative. Beberapa media social seperti facebook, istagram, twitter, whatsapp dan bahkan youtube bisa dimanfaatkan menjadi media dalam penyebaran iklan produk-produk yang ditawarkan oleh orang. Sangat banyak kemanfaatan dari digital marketing ini salah satunya waktu yang bisa diatur, penyebaran yang luas serta pengefisensi pembiayaan, juga membuat ruang dan waktu pemasaran yang tidak terbatas. Sangat menjadi alas an yang nyata bahwa , digital marketing ini bersifat real time sehingga pengusaha dapat langsung memperhatikan minat dan feedback dari pasar yang dituju, serta dapat memutuskan strategi penyesuaian terkait konten iklan untuk hasil yang lebih baik dengan lebih cepat (Hendriadi et al., 2019).
Desa Nagori Manik Maraja, kecamatan Sidamanik merupakan kawasan perkebunan teh. Sehingga hasil dari perkebunan teh tersebut di kelolah dan di buat produk kemasan. Salah satu hasil produk olahan yang dibuat adalah Teh Juma Superpeko. Yang mana Teh Juma Superpeko merupakan oleh-oleh khas Sidamanik. Teh juma adalah produk teh herbal yang bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan resiko kanker secara dini. Serta mengurangi resiko diabetes, menyehatkan kulit, merawat kesehatan gusi dan gigi. Teh Juma Superpeko merupakan produk teh hijau dan teh hitam berkualitas tinggi atau premium dan beraroma harum serta memiliki cita rasa teh yang enak dan dan asli indonesia. Namun sayangnya, banyak masyarakat kurang mengetahui adanya produk teh hijau Juma dari Sidamanik ini. Kurang nya informasi tentang produk oleh- oleh khas Sidamanik disebabkan kurangnya dalam memasarkan produk tersebut. Para pelaku UMKM hanya memasarkan produk teh Juma secara konvensional (ofline) saja. Sehingga masyarakat yang diluar daerah setempat masih kurang mengetahui adanya oleh-oleh khas Sidamanik.
Disamping itu, Para pelaku UMKM tersebut terhadang kendala masih minimnya pengetahuan terhadap digital marketing dan electronic commerce (e-commerce). Sehingga lambatnya dalam memasarkan produk tersebut. Potensi pemanfaatan digital marketing ini mengharuskan masyarakat untuk melek teknologi, jika dilihat dari sebuah agensi digital marketing di Amerika yang bernama We are Social, mengatakan bahwa platform media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Youtube (49%) dan oleh Facebook (48%) kemudian ditempati oleh Instagram (39%), Twitter (38%), Whatsapp (38%), dan Google (36%) walaupun data ini dirujuk ketika per Januari 2017. Walaupun dalam keadaan pandemi Covid- 19 dapat mempengaruhi esensi fundamental dan perkembangan pemasaran. Banyak para pengusaha berpendapat bahwa pandemi Covid-19 menawarkan peluang bisnis yang bagus untuk beralih ke pemasaran nyata dan jujur yang benar-benar dapat mengatasi tantangan lingkungan dan sosial yang mendesak secara global. Dalam hal ini pemasaran dilakukan berubah, dan bukan hanya iklim pemasaran, tetapi juga bagaimana perusahaan menerapkan strategi pemasaran yang efisien. Salah satu jalannya adalah pemasaran digital selama pandemi bagaimana hal itu dapat membantu konsumen. konsumen merasa lebih tertarik pada
771 penawaran yang secara tepat tanpa melakukan tawar menawar lagi, komunikasi digital yang memang menghilangkan empati antara konsumen dan penjual (Alshaketheep et al., 2020).
Oleh karena itu diperlukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengabdian masyarakat ini penulis mengungkap mengenai pemanfaatan digital marketing yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman serta dapat menginspirasi pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi internet dan jejaring sosial sebagai alat untuk menjalankan bisnisnya dan memperkenalkan produknya keseluruh Indonesia.
Oleh sebab itu dari beberapa permasalahan yang telah di paparkan dalam latar belakang tersebut maka disini kami bertujuan untuk melakukan Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan tujuan untuk:
1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya digital marketing bagi usaha mereka.
2. Membantu masyarakat dalam memasarkan produknya melalui digital marketing terutama pada media sosial.
3. Memperkenalkan produk teh juma superpeko sebagai produk ciri khas Sidamanik dengan menggunakan media sosial.
KAJIAN TEORI Digital Marketing
Banyak orang yang mempersalahkan dari Pandemi Covid 19 yang begitu berdampak pada dunia industri dan pemasaran terutama sekali pelaku UMKM yang mempunyai modal yang terbatas. Meskipun banyak dari dampak ini sulit untuk memperkirakan kapan perkembangan dalam dunia industry dan usaha kecil menengah mengalami peningkatan secara signifikan baik dari segi pemasaran, pembuatan dan pengolaan. Jika dilihat dampak dari covid ini jika diamati dari perspektif digital marketing kemungkinan besar permasalahan itu tidak akan mendapatkan efek yang secara serius. Kata digital tidaklah asing di telinga kita, karena hampir sama artinya dengan angka, digital merupakan kata yang mewakili beberapa peralatan elektonik di dunia maya atau internet seperti komputer, kamera digital, handphone, MP3 player, CD, DVD, kalkulator, scanner, email. Dalam hal fungsi semua dari ketegori tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Semua peralatan tersebut menyusun, menyimpan, menukar dan memproses informasi dalam bentuk angka (Hendarsyah, 2020).
Saat ini mendengar dunia digital sudahlah tidak asing lagi, pemasaran produk telah menyentuh penggunaan media sosial .mentukan strategi pemasaran. Setidaknya saat ini hampir semua perusahaan atau pelaku bisnis memanfaatkan media sosial mulai dari menyampaikan informasi, membujuk, hingga menawarkan produknya kepada konsumen. Media sosial saat ini banyak digunakan oleh para pelaku bisnis sebagai salah satu media komunikasi pemasarannya.
Sebelum komunikasi pemasaran dilakukan, ada strategi yang saling mendukung untuk mencapai kesuksesan sesuai target yang diinginkan (Soedarsono et al., n.d.) Digital marketing adalah kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti blog, web site, e-mail, adwords, ataupun jejaring sosial. Tentu saja digital marketing bukan hanya berbicara tentang marketing internet. Namun bagimana melakukan penjualan dan promosi terkait produk yang dibuat. Kemampuan digital yang khusus untuk media sosial, sebagai platform dan layanan komunikasi digital yang memungkinkan pihak-pihak untuk terhubung satu sama lain, untuk berbagi informasi, dan terlibat dalam dialog. Pengenalan pemasaran industri yang terkait dengan kemampuan media sosial mulai muncul setelah tahun 2010, dan penelitian tentang topik ini secara substansial dirangsang oleh terbitan khusus dalam Jurnal Manajemen Penjualan & Penjualan Pribadi pada tahun 2012 dan dua bagian khusus Manajemen Pemasaran Industri pada tahun 2016 dan 2019. Meskipun aliran penelitian yang
772 relatif muda, media sosial di bidang pemasaran industri telah membangkitkan literatur yang memberikan informasi secara detail. (Herhausen et al., 2020).
Pemasaran yang dilakukan dengan Internet berupa media social yang bersama dengannya merupakan bagian dari sistem pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan yang mencakup komunikasi pemasaran secara terpusat di Internet ini semua pada umumnya untuk mencapai tujuan dengan mencapai efek sinergis dalam pelaksanan penjualan produk.
Manajemen pemasaran Internet terintegrasi, pada gilirannya, didasarkan pada penggunaan alat pemasaran di Internet dan pilihan strategi fungsional pemasaran Internet yang efektif (Pol et al., 2020). Dari beberapa pengertian diatas ada beberapa pengabdian yang telah dilakukan oleh beberapa tim terdahulu namun mempunyai perbedaan yang sangat signifikan dari yang akan tim PKM jadikan sebagai tempat pengabdian, adapun beberapa pengabdian terdahulu bisa dijabarkan dalam tabel berikut ini :
No Nama Pengabdi Judul Hasil
1. Jose Ramon Saura Using Data Sciences in Digital Marketing:
Framework,
methods, and performance metrics
Gambaran terstruktur tentang konsep utama yang harus dipertimbangkan pemasar dengan strategi digital Marketing berdasarkan kecerdasan data. Jumlah aplikasi pengguna berbasis Marketing Digital yang dapat digunakan oleh perusahaan, pemasar, dan peneliti non-teknis telah meningkat pesat.
Secara khusus, digital marketing membuat pengaturan efesiensi waktu, untuk bisa melayani dari konsumen.
Tidak diragukan lagi, aplikasi baru model marketing digital secara spesifik akan menentukan masa depan sektor industry dan UMKM dalam hal efektivitas strategi berbasis datanya.
(Saura, 2021).
2. Sandy Adithia dan Mega Puspita Perwira Jaya
Strategi Pemasaran Digital Produk Minuman Kopi di Masa Pandemi
Adapun hasil dari pengabdian ini adalah Kedai Morfee Coffee dikarekan Pasar digital mampu membuat kedai ini bisa berkembang, jika dilat sebelumnya tidak ada strategi pemasaran yang terencana dengan baik dalam menghadapi kondisi pandemi ini.
Solusi di situasi pandemi Covid – 19, pemasaran digital salah satu yang tepat dalam mengembangkan usaha kedai kopi melalui pemilihan layanan online yang cukup familiar seperti GoFood maupun GrabFood, meningkatkan promosi di media social , mengembangkan kreatifitas konten digital dan menggunakan KOL/
infuencer lokal (micro influencer).
(Adithia & Jaya, 2021)
773 3. Bayu Bagas
Hapsoro,
Palupiningdyah, Achmad Slamet
Peran Digital Marketing sebagai Upaya Peningkatan Omset Penjualan Bagi Klaster UMKM di Kota Semarang Bayu
Terjadi peningkatan pemahaman men- genai materi resolusi konflik yang di- buktikan dengan lebih dari 70% peserta mengerti akan materi yang disampaikan.
Hal ini terlihat, selama kegiatan diskusi, peserta pengabdian terlihat antusias bersedia berpartisipasi. Di sisi lain peserta juga mengaku kesulitan dalam mengungkapkan setiap ide, saran atau permasalahan yang kerap dialami.
Misalnya, seperti pemasaran yang masih tradisional, produk yang dihasilkan tidak sesuai harapan pasar, dan mulai mengerti tentang kebutuhan di dunia E- Commerce(Hapsoro et al., 2019) 4. Feky Reken, Basri
Modding, Ratna Dewi
Pengaruh Pemasaran Digital Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Pada Ciputra Tallasa Jo Makassar
Pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap Digital marketing melalui websites walupun tidak terlalu signifikan terhadap peningkatan penjualan pada Ciputra Tallasa JO Makassar. Hal ini dapat terjadi dikarenakan bahwa websites menjadi media yang mampu mempertemukan penjual dengan pembeli tanpa harus melalui tatap langsung akan tetapi di era milineal saat ini orang-orang kebanyakan lebih senang bergelut dengan media lain seperti media sosial yang mungkin lebih mudah, lucu, dan mungkin lebih banyak konten hiburan yang menyelingi proses pemasaran.
Digital marketing melalui media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan pada Ciputra Tallasa JO Makassar. Hal ini dapat terjadi dikarenakan Social media yang dilakukan oleh suatu bisnis dapat mempengaruhi pemikiran seseorang yang akan berdampak pada pemikiran orang lainnya secara lebih luas sebelum melakukan proses pembelian. Digital marketing melalui email marketing berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap peningkatan penjualan pada Ciputra Tallasa JO Makassar. Hal ini dapat terjadi dikarenakan sebagian besar orang (konsumen) lebih tertarik untuk membuka websites dan menjajal social media dibandingkan harus membuka
774 email jika tujuannya hanya untuk membeli barang atau suatu produk yang dibutuhkan. Salah satu alasan yang mungkin sejalan dengan kondisi tersebut adalah karena email merupakan media informasi yang cukup flat jika dibandingkan dengan websites yang lebih colorfull dan social media yang lengkap dengan konten hiburan yang menarik perhatian dan mampu membuat pelanggan atau konsumen betah menatap layar gadget mereka dalam waktu yang cukup lama sehingga proses pengenalan produk dan proses pemasaran lebih maksimal.disamping itu Email marketing tidak bersifat mobile friendly (Reken et al., 2020) 5. Ade Andri
Hendriadi, Betha Nurina Sari, Tesa Nur Padilah
Pelatihan Digital Marketing Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm) Di Kabupaten Karawang
Pengabdian yang di lakukan pada UMKM di Kabupaten Karawang yang diikuti oleh dua komunitas UMKM mendapatkan beberapa hasil yaitu : Pelatihan digital marketing yang berisi terkait pengenalan digital marketing, social media marketing dan e- commerce, content marketing dan manajemen digital marketing menjadi sarana edukasi dan menambah wawasan terkait digital marketing kepada mitra UMKM. Pelatihan ini menjadi penambahan wawasan serta skill mengenai digital marketing bagi peserta mitra yang terlibat (Hendriadi et al., 2019)
METODE
Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode transfer ilmu pengetahuan kepada peserta mitra yang telah ditetapkan dalam pengabdian ini. Adapun mitra yang terlibat adalah mereka yang mempunyai industri Teh Juma Superpeko yang ada di daerah Sidamanik kabupaten Simalungun. Pendampingan dan pelatihan dilakukan dimulai dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman dasar-dasar pemanfaatan sosial media sebagai sarana pemasaran hingga sampai mitra mampu melakukan pemanfaatan secara berkelanjutan Pelaksanaan transfer ilmu ini dilakukan dengan metode pendampingan dan pelatihan kepada mitra yang terlibat. Pendampingan dan pelatihan ini dilakukan dengan penyelesaian masalah berupa pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan pelatihan dimulai dengan mengamati dan mendeskripsikan mengenai pemahaman penggunaan media sosial pada pengembangan UMKM pada usaha yang ada di desa Manik Maraja. Dalam kegiatan yang digunakan adalah metode penjelasan sharing, tanya jawab, diskusi dan praktik. Pada metode penjelasan diberikan penjelasan mengenai apa itu digital marketing, perkembangan digital marketing secara umum, keunggulan serta kelemahan dari pemanfaatannya. Dijelaskan pula
775 media- media yang dapat digunakan untuk pemasaran secara digital untuk kemudian fokus kepada pemanfaatan media social yang mereka gunakan. Pada sesi selanjutnya di adakan sesi tanya jawab berupa siapa saja yang telah mempunyai media social dan kemudian bagaimana pemanfatan media social, shearing dan diskusi untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai digital produk Teh Juma, sehingga dapat meningkatkan produksi dan penjualan. Pada akhir sesi pelatihan ini bagi mereka yang tidak mempunyai accout media social dilakukan pelatihan tata cara pembuatan account media social tersebut.
Pendampingan dilakukan setiap hari dengan waktu yang telah di tentukan oleh pengabdi dan mitra, dalam pendampingan ini dilakukan pendampingan berupa melihat bagaimana cara penggunaan media social mereka. Pendampingan ini juga diberikan stategi bagaimana orang bisa tertarik dengan produk yang dimiliki mereka. Pendampingan ini mendapatkan respons yang positif karena disni diberikan masukan-masukan terkait bagaimana packaging yang bagus dan membranding produk supaya orang merasa tertarik. Pendampingan ini juga dilakukan bagaimana para mitra melakukan penjualan di media sosialnya. Dalam kegiatan pendampingan ini mitra diberikan keleluasan untuk cara bagaimana menposting produk, pengambilan dokumentasi produk sampai didampingi cara menjual produk tersebut yaitu bertransaksi berupa pengiriman barang dan transfer biaya (harga barang ) tersebut. Kegiatan ini dilakukan sesering mungkin kepada mitra sehingga mereka betul-betuk sudah teruji secara baik dalam hal penjualan secara digital ini. Tahapan monitoring dan Evaluasi , mitra yang telah diberikan pelatihan dan pendampingan tersebut seterusnya dilakukan monitoring. Monitoring ini berupa pengawasan account media social yang telah digunakan, apakah para mitra tersebut betul betul mengaplikasikan dari pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan. Tahap monitoring ini melibatkan banyak orang terkait dengan beberapa pesanan yang masuk ke media social dari mitra. Media social yang digunakan tersebut diberikan uji coba apakah mitra siap dalam menghadapi proses penjualan secara digital tersebut. Dalam proses monitoring dan evaluasi ini tim PKM memberikan beberapa evaluasi mengenai jarak waktu merespon pesanan, kata-kata gaul yang sering digunakan dalam marketing serta pengemasan produk dan pengiriman produk serta melihat dan menchek trasferan yang telah dibyarkan oleh konsumen. Dari berbagai tahapan yang dilakukan ini tim PKM bisa melihat bagaimana nantinya kesiapan dari mitra dalam melakukan pemasaran melalui digital marketing ini, sehingga memberikan kemanfaatan yang positif terhadap pelaku UMKM yang ada di sekitar Sidamanik kabupaten Simalungun.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian
Pengabdian yang dilakukan kepada masyarakat ini terkhusus kepada masyarakat yang memiliki usaha teh yang dilakukan selama 2 minggu yang terdiri dari tahapan berupa pengambilan izin, menjumpai tokoh adat dan tokoh agama dan sampailah kepada masyarakat yang memiliki perkebunan dan memperoduksi teh di daerah Sidamanik Kabupaten Simalungun . Adapun hasil dari pengabdian ini diuraikan sebagai berikut :
1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya digital marketing bagi pelaku usaha.
Pemberian pengetahuan ini dilakukan dengan cara pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat yang memiliki kebun teh. Digital Marketing membantu sebuah perusahaan atau industry dalam mepromosikan dan memasarkan produk maupun jasa yang mereka miliki salah satunya disini adalah mitra yang memiliki perkebunan dan usaha teh di Sidamanik ini. Salah satu kemanfaatan dari digital Marketing juga dapat membuat para UMKM penghasil teh untuk membuka pasar-pasar baru yang sebelunya tertutup karena adanya keterbatasan waktu yang sekarang tidak ada batasan bisa digunakan 24 jam dengan online, cara komunikasi dan mempromosikan , maupun jarak yaitu begitu jauh
776 dengan tempat , namun dalam digital marketing ini bisa di tembus semua dengan satu aplikasi yang kita sebut dengan media sosial dan tempatnya bisa di gemgaman atau di meja berupa handphon (gadget) atau komputer dan laptop. Pemberian pengetahuan ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan Koordinasi dengan pihak pemilik usaha, kegiatan ini dilakukan pada hari Senin, tanggal 20 September 2021 di jl Manik Maraja Sarimatondang, tim PKM melakukan wawancara dan sharing tentang produk teh yang diprodusksinya meminta izin untuk membantu dalam memasarkan produknya kedalam sosial media. Dan pada hari tersebut langsung memberikan materi penjelasan tentang sosial media dan keuntungan yang diperoleh dalam memasarkan produk. Wawancara yang dilakukan dengan karyawan toko mengatakan bahwa pemasaran yang dilakukan selama ini masih menggunakan pemasaran tradisional yaitu mengharapakan pembeli datang ke toko, jadi jika wisatawan tidak berkunjung maka penghasilan yang didapatkan tidak begitu besar, menurut karyawan ini tambahnya ketika pemberlakuan PPKM yang membatasi semua gerak dari masyarakat terkhususnya berwisata.
Wawancara yang dilakukan tim PKM kepada narasumber adalah karyawan dari pemilik teh juma. Yang mana informasi yang didapatkan adalah Teh Juma merupakan oleh-oleh khas Sidamanik yang terkenal memiki khasiat didalamnya yang mana bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan resiko kanker secara dini. Serta mengurangi resiko diabetes, menyehatkan kulit, merawat kesehatan gusi dan gigi, tapi disayangkan teh juma hanya terkenal didaerah sidamanik nya saja. Jika kita mendengar hasil wawancara yang dilakukan Tim ini kepada mitra, begitu banyak khasiat dari teh juma ini, sehingga mempunyai peluang bisnis yang begitu tinggi, bukan saja sekedar kebiasaan dalam meminum teh di pagi atau sore hari, namun nilai dari peluang usahanya bisa dikemas dalam hal khasiat dalam pengobatan tradisional sebagaimana yang disampaikan oleh karyawan teh juma ini. Setelah melakukan wawancara dan sharing tentang informasi pemasaran tim PKM memberikan pengetahuan tentang pentingnya melakukan pemasaran secara digital, dalam hal ini Tim memberikan
arahan supaya pemasaran yang dilakukan bukan lagi sifatnya konvensional namun sudah di lakukan penggabungan metode dalam hal ini adalah pemasaran digital yaitu menggunakan media-media berupa media social yang sedang trand dipakai oleh orang saat ini.
Gambar 1 : Tempat pemilik usaha
777 Pelaksanaan pemberikan informasi tentang pemanfaatan marketing digital disambut baik oleh pengelola usaha sehingga tim PKM memberikan pelatihan tentang penggunaan media social tersebut, ada sedikit kendala yang dihadapi oleh tim dalam hal ini pada pembuatan account media social, handphone yang digunakan selama ini sangatlah sederhana, hanya dalam bentuk komunikasi angkat telpon dan menelepon saja namun tidak bisa dalam pembuatan accout media social. Walaupun demikian tim PKM memberikan usulan supaya nanti pihak toko harus membedakan handpohe untuk usaha dan handphone pribadi sehingga tidak terganggu jika ada orang yang melakukan order produk ini. Pada kegiatan ini tim PKM melatih pihak mitra untuk membuat account media social, dalam hal ini menggunakan media social seperti istagram, facebook dan whatsapps yang ketegori bisnis dengan membuat nama sesuai dengan nama toko penjual teh ini.
2. Membantu masyarakat dalam memasarkan produknya melalui digital marketing terutama pada media sosial. Seperti penjelasan diatas bahwa pemberian ilmu berupa pembuatan account media social telah selesai dibuat maka tahap selanjutnya tim PKM membantu dalam hal pemasaran produk yang telah dibut oleh mitra. Pemasaran produk ini
salah satunya menggunakan account istagram.
Gambar 2 : Account Istagram
Branding yang dibangun melalui media social di istagram harus menarik perhatian dari konsumen, salah satunya adalah admin toko melakukan update terhadap produk yang di pasarkan, produk yang dipasarkan harus mempunyai keunggulan diantaranya adalah pengemasan produk berupa gambar yang menarik perhatian dari konsumen.
778
Gambar 3 : Profil Istagram dan pengemasan produk
Pemasaran produk ini di damping oleh tim PKM supaya ada masukan kepada mitra, tim mendampingi mitra dalam berbagai hal diantaranya adalah tim membuat pengemasan yang menarik, pemotretan produk yang baik, serta kapan saja melakukan upload untuk memasarkan produk. Kegiatan ini mendapatkan respons yang positif dari mitra dikarenakan mereka merasa ada peningkatan skil dalam penjualan produk yang mereka miliki.
3. Memperkenalkan produk teh juma superpeko sebagai produk ciri khas Sidamanik dengan menggunakan media social.
Pemasaran secara online sangatlah mendapatkan perhatian orang banyak, terkhususnya mereka yang melek dengan media social. Secara umum jika kita sudah memasarkan produk secara digital maka sudah barang tentu memperkenalkan produk tersebut kepada masyarakat luas, secara khusus memasarkan produk the juma supereko ini sudah barang tentu memperkanalkan secara umum produk teh yang merupakan ciri khas daerah Sidamanik kabupaten Simalungun.
Gambar 4 : Penjualan Produk di account istagram
Pelaksanaan penjualan produk melalui account media social yang telah di dampingi mendapatkan hasil yang positif, walaupun secara jujur belum mendapatkan peningkatan yang begitu signifikan dikarenakan Tim hanya berada di daerah tersebut selama satu minggu sehingga evaluasi yang dilakukan hanya beberapa hari saja.
779 Penjualan produk ini seperti yang dijelaskan diawal menggunakan tradisional yaitu pembeli hanya datang ke tempat (toko) hanya bisa ramai ketika hari-hari libur saja namun jika dihari biasa tidak terlalu ramai, namun setelah menggunakan digital marketing ini sudah ada yang menanya tentang produk ini diluar hari libur dengan menggunakan media social.
Evaluasi yang didapatkan ketika pendampingan ini bahwa produk ini bisa dikenal luas oleh masyarakat umum bahkan manca Negara jika promosi yang dilakukan betul-betul serius bukan saja dari tim PKM namun juga harus mendapatkan surpot dari pemerintahan setempat. Inilah yang dilakukan oleh tim PKM supaya teh juma supereko ini bisa dikenal sebagai produk asli dari Sidamanik kabupaten Simalungun.
Diskusi
Berdasarkan hasil dari pengabdian yang telah dilakukan maka didapatkan sebuah diskusi dengan pengelola UMKM bahwa pelaksanaan pemasaran the juma supereko masih menggunakan penjualan tradisional yaitu harus mendatangi toko tempat berjualan. Setelah diadakan sharing dan pendampingan dengan pihak mitra maka mitra sudah mengadakan perbaikan dalam pemasaran berupa menggunakan digital marketing untuk meningkatkan penjualan dari produk mereka, hal ini sesuai dengan apa yang di lakukan Sasongko bahwa Perubahan perilaku pemasaran dari konevensional ke digital tidak diimbangi oleh keberadaan pelaku UMKM yang menggunakan digital marketing, padahal UMKM dipercaya mampu memacu perekonomian Indonesia. Pemanfaatan konsep pemasaran secara digital menjadi harapan bagi UMKM untuk berkembang menjadi pusat kekuatan ekonomi. UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital khusunya media social sebagai sarana digital marketing.
Selain biaya murah, dan tidak dibutuhkannya keahlian khusus dalam melakukan inisiasi awal, media social dianggap mampu untuk secara langsung meraih konsumen. Minimnya pengetahuan pelaku UMKM mengenai digital marketing menginspirasi tim pengabdian kepada masyarakat ini menjadi kendala bagi pelaku usaha dalam memasarkan produknya yang seriring berkembangnya zaman. Apabila para pelaku UMKM paham akan pentingnya teknologi digital, dalam hal ini digital marketing bagi usaha mereka, diharapkan mereka termotivasi untuk menggunakan digital marketing sebagai sarana promosi. untuk menggunakan digital marketing dan memanfaatkan media social secara optimal, namun mereka menghadapi beberapa kendala, seperti halnya kurangnya pemahaman tentang teknologi informasi. Pemahaman mereka tentang bagaimana memaksimalkan platform Facebook, Instagram, Marketplace sangat kurang, bagaimana menciptkan “postingan” yang menarik dan dapat mempengaruhi pembeli (Sasongko et al., 2020)
Selain itu pengenalan produk ini juga bisa menghasilkan produk berupa pengobatan Salain UMKM ini untuk meningkatkan paariwisat Wisata halal merupakan wisata yang sangat mengutamakan unsur kehalalan dalam beberapa aspek yang berkaitan dengan kegiatan wisata.
Menurut Munawir Halal juga mencakup segala sesuatu yang digunakan untuk tubuh dan pikiran manusia yang tentunya bebas dari bahaya. Halal secara umum meliputi: harta benda, makanan yang mempunyai kemanfaatan (Holidah & Pasaribu, 2021)
Pendapatan dari hasil produksi bertambah meningkat sehingga perlu ada pengelolaan manajemen keuangan dalam memberikan penguatan kepada UMKM di Desa tersebut sebagaimana yang diungkapkan oleh Isra dalam mengelola manajemen keuangan usaha sesuai dengan syariah dengan menggunakan teknik pencatatan transaksi keuangan dan menghitung besarnya laba / rugi usaha. Kegiatan penguatan pengeloaan manajemen keuangan syariah ini juga membantu UMKM dalam menambah wawasan dan kemampuan UMKM dalan melaksanakan planning, organizing, actuating dan controlling usaha agar dapat memperkecil resiko usaha (Harfiani & Pasaribu, 2019; Hayati, 2020).
780 Pengabdian ini memberikan pengetahuan kepada mitra bagimana pemasaran produk dengan baik dan benar melalui account media social. Sebagaimana pengabdian Ira Setiawan dkk mengatakan bahwa pemanfaatan media sosial memberikan pengaruh signifikan terhadap pemasaran online produk barang dan jasa yang ditawarkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah, baik yang bergerak dalam bidang jasa, dagang maupun produksi manufaktur khususnya di wilayah Jawa Tengah, sehingga dapat meningkatkan omset penjualan dan laba UMKM (Setiawati & Novandalinda, 2017)
KESIMPULAN
Penggunaan marketing digital bagi usaha UMKM teh juma di daerah Sidamanik Kabupaten Simalungun ini sangatlah membutuhkan pendampingan dalam hal pemasaran produk yang akan mereka jual. Teh Juma ini sebenarnya bukan saja hanya enak diminum ketika pagi dan sore, namun teh juma ini memiliki keunggulan yang lain berupa khasiat dalam berbagai pengobatan alternative. Dari pemaparan ini sehingga ada peluang bisnis yang lain dalam bentuk pengemasan dan promosi terhadap produk teh juma ini.
Dari pendampingan dan pelatihan yang telah dilakukan oleh tim PKM maka di peroleh sebuah hasil yaitu pemilik usaha Teh Juma Superpeko dan karyawan mengerti pemasaran secara digital dan memiliki akun di media sosial dari yang sebelumnya belum memiliki.
Sehingga pemasaran produk the ini bisa lebih banyak lagi dipasarkan dan bisa di promosikan di beberapa media social yang ada.
Pendapingan dan pelatihan yang telah dilakukan mendapatkan hasil berupa pemilik dan karyawan UMKM Teh Juma Superpeko memiliki peningkatan skill dalam membuat akun disosial media dengan cara memposting produk yang akan dijual. Pendampingan dan pelatihan yang telah dilakukan berupa memberikan trik dan tips dalam memoto produk, pengoplotan produk serta mempromosikan akun media social yang di gunakan.
Monitoring dan Evaluasi yang telah dilakukan mendapatkan hasil berupa Pemilik dan karyawan UMKM Teh Juma Superpeko mendapatkan skill baru tentang tata cara manajemen media social dan marketplace. Pemilik dan karyawan UMKM Teh Juma Superpeko mendapatkan skill baru tentang menerima order dan mengirimkan pesanan kepada konsumen.
Harus disadari memang pelaksanaan pengabdian ini belum begitu sempurna dikarenakan waktu dan moitoring serta evaluasi yang begitu signifikan, dikarenakan mitra yang didampingi dengan tim PKM di pisahkan jarak yang begitu jauh, sehingga tim PKM tetap memberikan solusi jika dibutuhkan pendampingan lagi tim PKM siap menjelaskan dan meberikan masukan baik secara ofline maupun secara online.
Saran untuk peningkatan produksi Teh Juma Supereko adalah hendaknya pemerintah bisa memperhatikan UMKM yang ada sebagai basis penghidupan ekonomi masyarakat di daerah Sidamanik kabupaten Simalungun, dikarenakan potensi bahan baku yang begitu banyak dikarenakan didaerah ini merupakan pusat perkebunan teh terbesar di Sumatera Utara.
Saran untuk mitra bahwa walaupun pendampingan secara tertulis sudah selesai dilakukan hendaknya mitra tetap menjaga konsistensi dan mutu dari produknya, dikarenakan penjualan secara digital sangatlah sensitf dikarenakan jika konsumen itu merasa puas maka mereka akan melakukan testimoni sehingga bisa mempengaruhi orang lain untuk membeli produk ini, namun sebaliknya jika mitra tidak respect terhadap konsumen dan pelayanan tidak memuaskan maka demikian sebaliknya, konsumen bisa saja memberikan komentar buruk terhadap produk yang dijual sehingga mengakibatkan penjualan bisa merosot. Dengan menggunakan digital marketing ini plus minus bisa saja didapatkan namun jika Mitra menjaganya maka hasil yang didapatkan akan memuaskan.
781 REFERENSI
Adithia, S., & Jaya, M. P. P. (2021). Strategi Pemasaran Digital Produk Minuman Kopi Di Masa Pandemi. Journal Of Research On Business And Tourism, 1(1).
Https://Doi.Org/10.37535/104001120213
Alshaketheep, K. M. K. I., Salah, A. A., Alomari, K. M., Khaled, A. S. D., & Jray, A. A. A.
(2020). Digital Marketing During Covid 19: Consumer’s Perspective. Wseas Transactions On Business And Economics, 17. Https://Doi.Org/10.37394/23207.2020.17.81
Arnott, D. C., & Bridgewater, S. (2002). Internet, Interaction And Implications For Marketing.
Marketing Intelligence & Planning, 20(2). Https://Doi.Org/10.1108/02634500210418509 Hapsoro, B. B., Palupiningdyah, & Slamet, A. (2019). Peran Digital Marketing Sebagai Upaya
Peningkatan Omset. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 23(2).
Harfiani, R., & Pasaribu, M. (2019). Implementasi Business Model Canvas Pada Cv . Media (Penerbit Dan Distributor Buku Pelajaran Paud). Proseding Seminar Nasional Kewirausahaanv, 1(1).
Hayati, I. (2020). Penguatan Manajemen Keuangan Syariah Bagi Umkm Dengan Menggunakan Metode Door To Door Di Desa Kotasan. Ihtiyath : Jurnal Manajemen Keuangan Syariah, 3(2), 180–191. Https://Doi.Org/10.32505/Ihtiyath.V3i2.1783
Hendarsyah, D. (2020). Pemasaran Digital Dalam Kewirausahaan. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 9(1). Https://Doi.Org/10.46367/Iqtishaduna.V9i1.209
Hendriadi, A. A., Sari, B. Nurina, & Padilah, T. N. (2019). Pelatihan Digital Marketing Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm) Di Kabupaten Karawang. J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 120–125. Https://Doi.Org/10.25047/J- Dinamika.V4i2.1133
Herhausen, D., Miočević, D., Morgan, R. E., & Kleijnen, M. H. P. (2020). The Digital Marketing Capabilities Gap. Industrial Marketing Management, 90.
Https://Doi.Org/10.1016/J.Indmarman.2020.07.022
Holidah, S., & Pasaribu, M. (2021). Halal Tourism On Mandailing Natal Is Hampered Due To The Covid-19 Pandemic. Proceeding International Seminar Of …, 2.
Langan, R., Cowley, S., & Nguyen, C. (2019). The State Of Digital Marketing In Academia:
An Examination Of Marketing Curriculum’s Response To Digital Disruption. Journal Of Marketing Education, 41(1). Https://Doi.Org/10.1177/0273475318823849
Pol, A. S., Vynogradova, O., & Drokina, N. (2020). The Structure Of An Integrated Internet Marketing Complex , Based On The Marketing-Mix Concept. 19(3), 117–126.
Https://Doi.Org/10.22630/Aspe.2020.19.3.34
Prabowo, W. A. (2018). Pengaruh Digital Marketingterhadap Organizational Performance Denganintellectual Capital Dan Perceived Qualitysebagai Variabel Intervening Pada Industri Hotel Bintang Tiga Di Jawa Timur. Jurnal Manajemen Pemasaran, 12(2), 101–
112. Https://Doi.Org/10.9744/Pemasaran.12.2.101-112
Purwana Es, Dedi, Rahmi, Aditya, S. (2017). Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Usaha Mikro , Kecil , Dan Menengah ( Umkm ). Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (Jpmm), 1(1), 1–17.
Reken, F., Modding, B., & Dewi, R. (2020). Pengaruh Pemasaran Digital Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Pada Ciputra Tallasa Jo Makassar. Tata Kelola, 7(2).
Https://Doi.Org/10.52103/Tatakelola.V7i2.144
Sasongko, D., Putri, I. R., Alfiani, V. N., Qiranti, S. D., Sari, R. S., & Allafa, P. E. (2020).
Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Umkm Makaroni Bajak Laut Kabupaten
Temanggung. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 6(2), 92–96.
Https://Doi.Org/10.21107/Pangabdhi.V6i2.7809
Saura, J. R. (2021). Journal Of Innovation Performance Metrics. Suma De Negocios, 6(2), 92–
782 102. Https://Doi.Org/10.1016/J.Jik.2020.08.001
Setiawati, I., & Novandalinda, A. (2017). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Pemasaran. 13(1), 1–12.
Soedarsono, D. K., Mohamad, B., Adamu, A. A., & Pradita, K. A. (N.D.). Managing Digital Marketing Communication Of Coffee Shop Using Instagram. 108–118.