PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN MODEL KOMPETENSI
5.1 Kerangka Identitas MEDIOR
1. Dasar PemikiranKelompok Media Olahraga (MEDIOR) merupakan anggota KKG (Kelompok Kompas Gramedia) yang bertujuan untuk ikut serta mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa, menuju masyarakat baru Indonesia, melalui penerbitan media khususnya di bidang olahraga dan kesehatan.
2. Visi Perusahaan
Menciptakan kelompok usaha di bidang media olahraga dan kesehatan yang unggul, tangguh, dan terpercaya.
3. Misi
Mengkoordinasikan dan mengendalikan usaha-usaha di Kelompok MEDIOR agar sesuai dengan visi dan tujuan pembentukannya.
4. Strategi dasar
a. Pengelolaan usaha
Menciptakan usaha yang profesional, partisipatif, menguntungkan, berpegang pada asas subsidiaries dan etik usaha bersih.
b. Pengelolaan SDM
Mengupayakan tersedianya SDM yang memiliki kepribadian positif, profesional, semangat kebersamaan dengan adanya system perlakuan yang proposional.
c. Tanggung jawab sosial
Mengupayakan semakin berkembangnya tanggungjawab sosial perusahaan dan kesempatan kerja bagi masyarakat luas.
5.2 Gambaran Umum Proyek Percontohan Model Kompetensi pada Kelompok Usaha MEDIOR
MEDIOR merupakan kelompok usaha dari KKG yang bergerak dibidang surat kabar. Dengan pertimbangan struktur organisasi MEDIOR yang dianggab cukup mewakili model sebuah perusahaan media, maka MEDIOR dipilih sebagai proyek percontohan perancangan model kompetensi. Jabatan pada struktur organisasi MEDIOR semuanya berjumlah 24 posisi. Karena keterbatasan waktu dalam penyusunan GFP, maka hanya beberapa jabatan yang dijadikan percontohan dalam perancangan model kompetensi ini. Pada struktur organisasi (Gambar 5. 1) terlihat posisi jabatan yang dijadikan percontohan. Hasil dari percontohan ini, nantinya akan diimplementasikan pada semua jabatan yang ada di MEDIOR, dan langkah berikutnya akan diimplementasikan di semua unit usaha yang ada di KKG.
Model kompetensi yang dirancang akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu Kompetensi Inti dan Kompetensi Fungsi. Kompetensi Inti merupakan kompetensi
yang harus dimiliki oleh semua karyawan di semua bagian dan semua jabatan. Pada Kompetensi Inti ini akan dimiliki oleh semua jabatan, hanya levelnya saja yang membedakan. Sedangkan Kompetensi Fungsi tidak semuanya harus dimiliki oleh semua jabatan di MEDIOR, tetapi tergantung jenis dan fungsi masing-masing jabatan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan dengan baik.
5.2.1 Penjabaran Kompetensi Inti berdasarkan visi, misi dan strategi MEDIOR
Dalam proses mendapatkan Kompetensi Inti, penulis melakukan analisis yang mendalam terhadap visi, misi dan strategi bisnis pada MEDIOR. Hal ini juga mengacu pada KKG (Kelompok Kompas Gramedia) sebagai holding company.
Adapun visi KKG adalah dengan dasar asas solidaritas dan kemanusiaan, ikut serta memberikan pencerahan dan memajukan kehidupan bangsa, melalui usaha media komunikasi dan usaha lain dengan manajemen sehat dan etika usaha bersih yang memperhatikan kepentingan umum dan kesejahteraan karyawan.
Gambar 5.1 Potensial Kompetensi Inti dijabarkan dari Visi dan Misi Potensial Kompetensi Inti
• Dorongan Berprestasi
• Perbaikan Terus Menerus
• Kerja Sama
• Fleksibilitas
• Percaya Diri
• Integritas
• Pencarian Informasi
• Orientasi Pelayanan Pelanggan Visi dan Misi
• Unggul
• Tangguh
• Terpercaya
Potensial Kompetensi Inti
• Kerja Sama
• Integritas
• Dorongan Berprestasi
• Integritas
• Enterpreneurship
• Expertise Strategi Bisnis
• Usaha Professional
• Partisipatif
• Subsidiaritas
• Etik Usaha Bersih
• Menguntungkan
• Pribadi Positif
Gambar 5.2 Potensial Kompetensi Inti dijabarkan dari Strategi Bisnis.
Sesudah mendapatkan potensial kompetensi utama dari penjabaran nilai visi, misi dan strategi bisnis MEDIOR maka dapat dikelompokan potensial kompetensi yang ada dan dikelompokan berdasarkan kategori (cluster).
Tabel 5.1 Tabel Potensial Kompetensi Inti
Kategori Kompetensi
Achievement and Action Dorongan Berprestasi Jiwa Kewirausahaan Pencarian Informasi Perbaikan Terus Menerus Helping and Human Service
Interpersonal Influence / Influencing KeefektifanPersonal Effectiveness
Integritas Percaya Diri
Cognitive Expertise Empati
Orientasi Pelayanan Pelanggan Kerja Sama
Fleksibilitas
Sesudah mendapatkan daftar yang potensial untuk Kompetensi Inti, kemudian didiskusikan bersama pihak management dan team ahli. Hasil dari penyeleksian Kompetensi Inti yang harus dimiliki oleh setiap karyawan di MEDIOR, adalah seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 5.2 Tabel Kompetensi Inti
Kategori Kompetensi
Dorongan Berprestasi Perbaikan Terus Menerus Orientasi Pelayanan Pelanggan Kerja Sama
Integritas Achievement and Action
Interpersonal Influence / Influencing Personal Effectiveness
5.2.2 Pengindentifikasian Jabatan
Dalam mengidentifikasikan jabatan yang sudah dipilih mengunakan Form Uraian Jabatan (Gambar 5.3 ). Dengan bekerja sama dengan bagian SDM MEDIOR dilakukan pengisian Form Uraian Jabatan. Pada form ini kita akan mendapatkan data mengenai deskripsi jabatan, termasuk bagian unit usaha apa, seksi apa dan bagian ini bertanggung jawab pada bagian apa. Kemudian dilakukan wawancara untuk uji silang dengan para role-model per-jabatan agar didapatkan keakuratan mengenai uraian suatu pekerjaan lebih lengkap sehingga mempermudah menentukan kompetensi jabatan yang dibutuhkan.
URAIAN JABATAN Unit Usaha
Unit/Bagian/Seksi Nama Jabatan
Tanggung Jawab Kepada
Maksud Jabatan : ...
PEKERJAAN RINCIAN PEKERJAN UKURAN
KEBERHASILAN
Gambar 5.3 Form Uraian Jabatan
5.2.3 Penentuan Kompetensi Jabatan
Dari uraian pekerjaan yang ada maka dilakukan analisis mengenai kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam suatu jabatan. Berikut ini adalah hasil potensial kompetensi jabatan yang ada pada semua pekerjaan dan jabatan yang ada di MEDIOR.
Tabel 5.3 Tabel Daftar Potensial Kompetensi yang Ada Pada Kelompok MEDIOR Kategori
Kompetensi Inti
Achievement and Action
Perbaikan Terus Menerus Orientasi Pelayanan Pelanggan Interpersonal Influence / Influencing Kerja Sama
Integritas Kompetensi Fungsi
Achievement & Action Komitmen pada Prosedur dan Kualitas Pencarian Informasi
Manajemen Waktu
Cognitive Pemikiran Analitis
Pemikiran Kreatif Pemikiran Konseptual Pengambilan Keputusan Penyelesaian Masalah
Perencanaan dan Pengorganisasian Inisiatif
Interpersonal Influence /Influencing Negosiasi
Kompetensi
Dorongan Berprestasi
Dampak dan Pengaruh Mebina Hubungan
Leadership / Managerial Pengembangan Orang Lain Kepemimpinan Kelompok Personal Effectiveness Fleksibilitas
Toleransi Terhadap Stress Pengertian Antar Pribadi
5.2.4 Pendefinisian Kompetensi dan Indikator Perilakunya
Untuk penjelasan kompetensi mengunakan Form Katalog Kompetensi (Gambar 5.4). Cara pengisian form ini dengan terlebih dulu mengisi nama kompetensi kemudian definisi mengenai kompetensi tertentu. Kemudian dilanjutkan dengan pengisian perilaku kunci untuk setiap level yang dimiliki. Setiap kompetensi yang ada pada MEDIOR tidak mempunyai level yang sama. Ada kompetensi yang hanya mempunyai tiga buah level namun ada juga yang mempunyai 6 buah level.Pada tiap level mempunyai perilaku kunci yang menunjukan perbedaan antara tiap level. Untuk mengetahui perilaku tertentu sudah mencapai suatu level maka pada Form tersebut juga disebutkan indikator perilaku untuk setiap level yang ada pada kompetensi itu.
Kompetensi: ...
Definisi: ...
Level
1 2 3 4
Indikator Perilaku : ……
1 ……..
2………
3………
Dst…..
Gambar 5.4 Form Katalog Kompetensi
Dari kumpulan form Katalog Kompetensi yang sudah didefinisikan dengan jelas maka dapat dibuat kamus kompetensi untuk Kelompok MEDIOR ini seperti yang ada pada lampiran. Pada kamus kompetensi dapat dilihat penjelasan setiap kompetensi yang terdapat pada kelompok MEDIOR beserta level yang ditentukan berdasarkan perilaku kunci. Kamus kompetensi lebih lengkap terdapat pada lampiran.
5.2.5 Penentuan Level Kompetensi untuk Tiap Jabatan
Sesudah mendapatkan daftar kompetensi yang dibutuhkan maka dilakukan penentuan level kompetensi. Untuk tingkatan level, tidak sama untuk masing-masing kompetensi yang ada.
Jabatan : ...
Kompetensi Level
Kategori
1 2 3 4 5 6 Kompetensi Inti
Achievement and Action Dorongan Berprestasi
Perbaikan Terus Menerus Orientasi Pelayanan
Pelanggan
Kompetensi Fungsi
Achievement & Action Komitmen pada Prosedur dan Kualitas
Pencarian Informasi Managemen Waktu
Cognitive Pemikiran Analitis
Interpersonal Influence Kerja Sama Integritas
Pemikiran Kreatif Pemikiran Konseptual Pengambilan Keputusan Penyelesaian Masalah Perencanaan dan Pengorganisasian Inisiatif
Interpersonal Influence Negosiasi
Dampak dan Pengaruh Membina Hubungan Leadership / Managerial Pengembangan Orang Lain
Kepemimpinan Kelompok Personal Effectiveness Fleksibilitas
Toleransi Terhadap Stress Pengertian Antar Pribadi Gambar 5.5 Form Kompetensi
Form yang digunakan untuk pengisian level dapat dilihat pada gambar (Gambar 5.5).
Hasil analisis dan interview dengan team ahli dari masing masing pekerjaan dan jabatan yang dipilih dapat dilihat pada lampiran.
5.2.6 Pengukuran Level Kompetensi Karyawan
Dalam melakukan pengukuran level kompetensi karyawan selain dilakukan dengan metode pengamatan, juga dilakukan dengan metode wawancara. Dalam melakukan metode pengamatan dan wawancara, penulis dibantu dari staf PSDM MEDIOR dan pimpinan terkait untuk melakukan pengukuran level kompetensinya.
Metode pengamatan dilakukan dengan berpatokan pada deskripsi pekerjaan masing- masing jabatan yang sudah ada dibandingkan dengan kinerja karyawan dalam bekerja. Sedangkan metode wawancara yang dilakukan selain berpatokan pada deskripsi pekerjaan juga menggunakan cara dan struktur langkah-langkah wawancara, antara lain:
• Introduksi
o Memperkenalkan diri.
o Bangun suasana yang nyaman.
o Menjelaskan tujuan wawancara, yaitu untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam rangka melihat ketepatan antara persyaratan jabatan dengan kandidat.
o Menjelaskan struktur wawancara yang terdiri dari tiga bagian, yaitu:
! Pemahaman tentang latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja
! Bagian inti, kandidat diminta untuk menceritakan kejadian/peristiwa/pengalaman kerja yang spesifik yang terjadi dalam kurun waktu 1 – 2 tahun terakhir dimana ia terlibat penuh
didalamnya dan memegang peranan kunci. Dalam bagian ini penulis ingin mendapatkan informasi tentang peran kandidat secara spesifik dalam kejadian tersebut.
! Kesempatan bagi kandidat untuk bertanya mengenai hal-hal yang ingin diketahui.
o Memberitahukan waktu yang dibutuhkan untuk wawancara ini.
o Menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan artinya hanya orang yang terlibat dalam proses yang dapat mengakses informasi ini.
o Menjelaskan bahwa penulis akan menginterupsi antuk mengklarifikasi dan menggunakan alat perekam (jika diperlukan) dan penulis akan mencatat informasi yang diberikan.
o Penulis juga harus memberikan kesempatan kepada kandidat untuk mengajukan pertanyaan (jika ada) tentang wawancara ini.
• Mendapatkan informasi pendidikan dan pengalaman kerja o Menanyakan latar belakang pendidikan.
o Menanyakan perjalanan karir/pengalaman kerja.
! Di perusahaan apa, sebagai apa, berapa lama.
! Apa tanggung jawab utamanya.
! Alasan kandidat keluar dari pekerjaan.
o Menanyakan tanggung jawab utama pekerjaan yang sekarang
! Apa yang menjadi tanggung jawab utama pekerjaan saat ini.
! Apa yang terpenting yang harus dicapai atau dihasilkan dari
Dari hasil data pengamatan dan data wawancara digabungkan untuk menentukan level kompetensi karyawan yang bersangkutan. Berikut contoh dari hasil assesment karyawan pada bagian iklan dalam jabatan ”Tata Laksana Iklan” dan karyawan bagian TI (Teknologi Informasi) dalam jabatan ”Staf TI” (Gambar 5.6) dan (Gambar 5.7).
Pada Gambar 5.6 dan Gambar 5.7 terlihat kompetensi yang dimiliki oleh contoh karyawan di MEDIOR. Tanda ’O’ menunjukan level kompetensi yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Tanda ’x’ menunjukan batas level maksimum yang dimiliki oleh kompetensi. Sedangkan tanda kotak hitam menunjukan level kompetensi yang perlu dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.
Jabatan : Tata Laksana Iklan : Level Kompetensi Jabatan NIK : 01132 O : Level Kompetensi Karyawan Nama : Yudhi Herlianto x : Batasan Maksimum Level Pendidikan : S1
Kompetensi Level
Kategori
1 2 3 4 5 6 Kompetensi Inti
Achievement and Action Dorongan Berprestasi O
Perbaikan Terus Menerus O x x Orientasi Pelayanan Pelanggan O x
Interpersonal Influence Kerja Sama O x
Integritas O x x x
Kompetensi Fungsi
Achievement & Action Komitmen pada Prosedur dan Kualitas O x
Pencarian Informasi x x
Managemen Waktu x
Cognitive Pemikiran Analitis x x
Pemikiran Kreatif x x x
Pemikiran Konseptual x x
Pengambilan Keputusan x x
Penyelesaian Masalah x x x
Perencanaan dan Pengorganisasian x x
Inisiatif x x
Interpersonal Influence Negosiasi x x
Dampak dan Pengaruh x x
Membina Hubungan x x
Leadership / Managerial Pengembangan Orang Lain x
Kepemimpinan Kelompok
Personal Effectiveness Fleksibilitas O x x
Toleransi Terhadap Stress
Pengertian Antar Pribadi O x x
Gambar 5.6 Kompetensi Yudhi Herlianto
Jabatan : Staf TI : Level Kompetensi Jabatan NIK : 99178 O : Level Kompetensi Karyawan Nama : Puri Purini x : Batasan Maksimum Level Pendidikan : S1
Kompetensi Level
Kategori
1 2 3 4 5 6 Kompetensi Inti
Achievement and Action Dorongan Berprestasi O
Perbaikan Terus Menerus O x x Orientasi Pelayanan Pelanggan O x
Interpersonal Influence Kerja Sama O x
Integritas O x x x
Kompetensi Fungsi
Achievement & Action Komitmen pada Prosedur dan Kualitas O x Pencarian Informasi O x x
Managemen Waktu x
Cognitive Pemikiran Analitis O x x
Pemikiran Kreatif x x x
Pemikiran Konseptual x x
Pengambilan Keputusan O x x
Penyelesaian Masalah O x x x
Perencanaan dan Pengorganisasian x x
Inisiatif x x
Interpersonal Influence Negosiasi x x
Dampak dan Pengaruh x x
Membina Hubungan x x
Leadership / Managerial Pengembangan Orang Lain x
Kepemimpinan Kelompok
Personal Effectiveness Fleksibilitas O O x x
Toleransi Terhadap Stress O
Pengertian Antar Pribadi x x
Gambar 5.7 Kompetensi Puri Purini
5.2.7 Aplikasi Web
Selain model kompetensi yang dibuat, pihak perusahaan juga meminta untuk membuat aplikasi software yang mengunakan basis model kompetensi.
Sehingga dengan adanya aplikasi software ini dapat membantu pihak PSDM MEDIOR dalam mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan sumber daya manusia seperti pemindahan karyawan dari sebuah bagian ke bagian lain atau mengetahui apakah kompentesi seorang karyawan sudah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan pekerjaan tertentu. Bagian PSDM MEDIOR akan terbantu sekali dengan komputerisasi sistem model kompetensi yang sudah dibuat sehingga tidak perlu melakukan secara manual. Tentunya akan membuat pekerjaan bagian PSDM MEDIOR menjadi lebih efektif.