NOTULENSI KAMKOT TANGGAL 7 APRIL Notulen : I0218089
KONDISI FISIK DAN NON FISIK KAMPUNG KENTENG HP 16
- Kampung semanggi merupakan wilayah dengan predikat paling kumuh dan menjadi fokus pemerintah Surakarta dalam penataan wilayahnya. Pemetaannya dimulai pada tahun 2017 - Dilakukan 2 jenis survey
1. In-site
Batas wilayah, pemetaan makro, pemetaan mikro, jumlah rumah per-RT, status lahan dan kependudukan warga, kondisi fisik dan lingkungan kampung, dan sistem infrastruktur 2. In-depth
Pemetaan makro dan mikro lebih mendalam, jumlah KK per-rumah, jumlah populasi, kepemilikan serifikat, komposisi penduduk asli dan pendatang, perekonomian warga
- Kampung semanggi dibagi menjadi lima daerah administrasi RT
RT 3 dengan wilayah paling luas dengan ketua RT Pak Joko, memiiki kurang dari 250 KK
RT 4 dengan ketua RT Pak Supardi, memiliki 39 KK dan ±27 rumah
RT 5 dengan ketua RT Pak Susilo, memiliki ±108 KK dengan ±98 rumah
RT 6 dengan ketua RT Pak Eko, memiliki 81 rumah lahan HP dan 36 rumah ex-relokasi silir
RT 6 plus atau biasa disebut RT 2 dengan ketua RT Pak Hardi. Daerah ini awalnya menggabung dengan RT 3
- Status lahan di kampung semanggi ada yang non-sertif dan bersertifikat.
- Di RT 6 Plus memiliki kehidupan social yang cukup kompleks, karena ada komunitas yang mengatas namakan agama bernama “lascar jihad”
- Terdapat taman dan wahana yang telah direlokasi dan di desain sedemikian rupa, namun sebagian area taman sekarang digunakan untuk menaruh rongsokan mobil. Karena kampung semanggi terkenal dengan kampung kenteng(kaleng), besi rongsokan yang dihasilkan juga dari mobil-mobil bekas dan perkakas lainnya
HP 16 KTP-KK & boro
Area BBWS
KTP-KK & boro Ex- Relokasi Silir Ngindung Awalnya sertifikatnya
“numpang”
- Kebanyakan rumahnya pun masih menggunakan material yang semi permanen - Berikut adalah gambaran pembagian wilayah menurut beberapa kategori
- Di rt 3 terdapat beberapa rumah yang pemiliknya memiliki taraf kehidupan menengah ke atas.
walau merka menempati tanah yang illegal, yaitu HP 16
- Sanitasinya juga saat ini telah diperbaiki dan diperindah. Ditambah dengan jalan setapak dan ruang public untuk melakukan kegiatan sosial.
- Di rt 4 bagian timur terdapat pusat belajar yang dikelola oleh ketua hp 16 - Di rt 4 sudah cor dan aspal seperti layaknya jalan kapung biasa
- Di sepanjang sungai telah direlokasi daan diberi tanggul.
- Ada sebuah pos ronda di tengah-tengah wilayah hp 16
- Di rt 5/6 ada gedung pertemuan yang merupakan swadaya warga yang dibangun tahhun 2015 yang bisa menampung 70 orang.
- Gereja di rt 5
- Di rt 6 ada masjid, pos ronda, angkringan, dan terdapat penampungan air komunal untuk kebtuhan air bersih. Ada MTS juga. Dan ada pompa air di dekat anak sungai bengawan solo.
- Proses dan tahan pembangunan kampung di kampung sewu
Pemetaan (2017) > pembuatan dokumen LARAP > verifikasi > pembuatan siteplan >
perencanaan dan perancangan > pembuatan dokumen kajian perencanaan dan perancangan >
pelaksanaan > warga menempati hunian
RT 3
RT 4 RT 6 plus
HP 16
RT 5 RT 6
HP 16 Legal
Legal
RT 6
- Arkom akan mengusahakan peserta kamkot dapat mengikuti pertemuan arkom dan warga semanggi dengan aplikasi daring
- Bagaimana dengan rumah bagus yang berada di RT 3 tadi? Apakah tetap dibongkar?
(Yucka)
Status tanah milik pemerintah (HP 16) tiak bisa dibeli > konsolidasi lahan> memiliki jatah lahan yang sama.
Tanah yang di dapatkan melalui tanah verifikasi yang menentukan siapa yang akan mendapatkan rumah dengan syarat dan ketentuan tertentu. Tidak dapat verifikasi makan mendapat biaya bongkar dan biaya angkut.
- Apa sudah dilihat bahwa rumah yang 2 lantai ity hak pakai? Bukan legal (HGB/HM)?
(Bu Ana)
Awal pemetaan masuk ke tanah hp 16 tadi, secara lebih lanjut dengan tabel verifikasi.
Bangunan tersebut berada di tengah2 hp 16, jadi sudah dipastikan bahwa itu haanya hak pakai.
- Tapi kalau di tanah illegal apakah tetap bisa diperjuangkan?
Hgb adalah legal, dan berpotensi menjadi hak milik. Sedangkan hak pakai tidak bisa meningkat menjadi hgb atau hak milik. Yang dipermasalahkan apabila bangunan itu hanya hak pakai, sebagus apapun maka akan tetap dibongkar.
- Di pemetaan tadi, ada dua lukasi HP 16. Nah di antara kedua lokasi itu kan ada bagian yang legal, apakah ada kemungkinan bagian yang legal itu akan digunakan pemerinah juga?
(Risalah)
Yang menjadi focus penataan adalah HP 16, sedangkan yang kegal tidak akan ditata ulang oleh pemerintah karena itu sudah jadi kejawiban si pemilik legal dan bukan focus dari pemerintah
Namun tetap ada kemungkinan di tata olleh pemerintah, tergantung kebijakan pemerintah dan persetujuan bersama
- Sebelumnya tanah yang ditinggali warga kan berukuran berbeda-beda, kemudian untuk perancangan rumah layak huni ini akan dibagi rata ukuran tanahnya. Hal ini pasti berdampak kepada warga tang tdk mau tanahnya dikurangi karena merasa sudah lama merawat/tinggal di tanah dengan ukuran sekian. Lalu bagaimana dengan konsolidasinya ya?
(Yasa)
Pemerintah ingin membuat skema alternative yang mencoba mendobrak aturan yang ada dengan mencari alternative baru.
Melakukan konsolidasi sebisa mungkin, dilakukan konsolidasi di warga terlebih dahulu, namun bila masih tidak terima maka tidak akan menadapatkan sepeserpun.
- Langkah awal apa yang sudah mulai dilakukan arkom di semanggi untuk merespon pandemic yang sedang terjadi? Mungkin itu proses awal yang nanti dilakukan adek2 kamkot untuk men-support tindakan awal yang telah dilakukan oleh arkom
(Bu Anita)
Sekarang di perencanaan dan perancangan di HP 16, namun karena ada wabah, kedepannya mereka focus untuk menemukan solusi bagaimana menangani wabah di HP 16. Akan mengkaji dampak dari wabah ini ke HP 16. Arkom siap mengedukasi dan melakukan pendampingan pada masyarakat termasuk dalam hal ekonominya.
Banyak yang bisa dilakukan oleh mahasiswa seperti social campign. Atau membangun fasilitas sederhana seperti tempat cuci tangan,
- Semanggi sendiri merupakan red-zone. Bagaimana metode dari arkom?
(Bu Rully)
Kegiatan arkom di semanggi tetap berjalan dengan penerapan physical distancing dan peningkatan kehigienisan. Prinsip respirator hygiene juga dilakukan dengan harus membawa masker.
Untuk proses kegitan hp 16 ada dua kemungkiinan, akan dilakukan sesuai kemanan dan protocol, namun bila urgensinya berubah menjadi survival dari hunian, missal yang dibtuhkan warga ada pangan, maka mereka akan membantu memenuhinya, kegiatan2 pun akan disesuaikan dengan apa yang ada. Edukasi masyarakat dilakukan terkait kebutuhan apa saja, lalu manajemen keuangan sederhana, dan kemudian desain akan dikaitkan dengan kesehatan yang ada seperti kebun toga, sehingga akan disesuaikan dengan masyrakat. Melihat apa yang paling mendesak dan dibutuhkan.
- Bagaimana kegiatan arkom jogja selama wabah?
(Bu Rully)
Dijogja awalnya mendata, apa yang paling urgent > muncul list > galang dana, proposal, dll>
mengorganisir masyarakat agar memiliki kekuatan sendiri missal belanja bersama dll >
assessment lanjutan untuk mengukur kerentanan komunitas> menemukan solusi - Apa kriteria verifikasinya?
(Destiani)
Kriteria verifikasi; 509 kk yag di data oleh satpol pp. Karena ada “ajimumpung” sehingga nanti dikhawatirkan ada orang nakal yang akan menambah jatah tanah. Berktp solo dan memmiliki
kk solo dan tidak memiliki rumah di tempat lain. Walau 1 rumah ada 3 kk, namn yang mendapat jatah hanya sang pemilik rumah.
- Di kawasan HP 16 apakah penerapan social distance/ physical distance bisa optimal dilakukan… kadang2 satu rumahh bisa lebih dari 2 KK,,, bagaimana disitu?
(Bu Ana)
Terkait covid arkom belum memiliki data terupdate di semanggi, namun di sub-komunal katanya sudah tertip dan melaakukan anjuran pemerintah untuk pencegahan wabah ini.
Warga di semanggi sudah menggunakan masker dsb, dan sudah dilakukan penyemprotan disenektan salahsatunya di rt 3. Arkom berencana untuk melakukan pendataan kebutuhan.
- Penataan ini insiatif dari siapa?
(Erisena)
Penataan ini insiatif siapa? Di hp 16 berinisiatif dari pemkot menanggapi laporan tingkat kekumuhan, dan semanggi merupakan daerah yang paling kumuh karena terdapat rumah- rumah yang beridiri di tanah illegal atau tanah pemerintah. Dan menjadi contoh untuk bisa memiliki tingkat 0% kekumuhannya. Dan pemeintah ingin memfokuskan pada semanggi ini.
Ingin menjadikan solo contoh 0% kekumuhannya.
- Dalam pelaksanaan perbaikan di semanggi, selain dari arkom dan pemrintah, apakah ada komunitas laib yang ikut bekerja sama? Atau memang fokus hanya arkom dan pemerintah saja?
(Darin)
Untuk saat ini hanya arkom dan pemerintah, namun tidak menutup bila ada komunitas lain yang ingin kut serta, karena akan sangat membantu.
- Apa mata pencaharian yang dominan? Apakah dengan wabah ini kehidupan ekonominya terganggu?
(Chandra)
Rata-perekjaan informal, ukang bakso, tukang kenteng, tukang jual barangbekas.
Masyarakatnya sangat terdampak dengaan wabah ini, krn aktifitas perekonomian menjadi sepi dan hampir mati. Pnggunaan apd juga belum dapat dipastikan.
- Katanya solo dapat penghargaan ya mas? Paling gencar melalukan kegiatan perbaikan kampung
(Bu Rully)
Di solo mendapat perhargaan sebagai kota dengan kegencara untuk penataan pemukiman.
Dari arkom membantu pemerintah untuk lebih gencar dalam penataan semanggi ini.
Pemerintah dari atas dan arkom dr bawah sehingga arkom menjadi fasilitator agar pemerintah dan warga menjadi “saklek”
- Bagaimana awalnya bisa warga bisa mnggununakan tanah HP? Apakah membayar, atau bagimana? Kenapa luasnya bisa berbeda-beda?
(Desi)
Tanah hp di th 1990 merupakan tanah kosong. Awalnya hanya di belakan di dekat sungai premulung. Awlanya hanya gubug2 kcil dan tersembunya dibalik kebun jagung dan tebu. Lalu mereka berkembang menjadi peindustrian kecil seperti took kelontong. Lalu berkembang lagi rumahnya dibangun dengan tempok dan menjadi semi permanen. Jaman dahulu siapa cepat dia yang dpat. Ada juga yang menjual rumah di atas tanah hp yang bekas ditinggali arga situ.
1warga memiliki lebih dr 1 rumah dan dijual ke pendatang. Sehingga bertambah2 menjadi sebuah kampung yang kompleks