• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

4

Penelitian yang dilakukan oleh (Aliansyah, 2013), dalam penelitian yang berjudul “Perancangan Dan Implementasi Manajemen Bandwidth Menggunakan VYATTA Pada PT.GINTING JAYA ENERGI PALEMBANG”. Kebutuhan akses internet yang sangat tinggi bagi para pengguna, namun banyak masalah yang ditemui oleh pengguna yang menghabiskan bandwidth secara percuma, diantaranya streaming video, download, akses situs yang berlebihan, mengakibatkan lambatnya suatu client yang lain dalam suatu jaringan LAN. Hal ini tentunya akan menjadikan pengguna akses internet yang lain dalam suatu jaringan LAN tersebut menjadi terhambat dan tidak efektif. Maka diperlukan solusi untuk memecahkan masalah ini. OS router board Vyatta ini merupakan sebuah operasi sistem linux turunan debian yang dapat dijadikan sebagai solusi untuk memanajemen bandwidth, sistem ini juga dapat di peroleh secara free dan sama handalnya sekelas dengan CISCO router.

Dalam penelitian “Manajemen Bandwidth Menggunakan Mikrotik Routerboard Di Politeknik Indonusa Surakarta”. semakin tinggi. Manajemen bandwdith merupakan hal penting dalam sebuah jaringan komputer. Manajemen bandwidth berfungsi untuk mengatur bandwidth jaringan sehingga setiap pengguna jaringan memperoleh bandwidth yang merata walaupun pengguna jaringan tersebut banyak. Bandwidth nilai hitung atau perhitungan konsumsi transfer data telekomunikasi yang dihitung dalam satuan bit per detik atau yang biasa disingkat bps yang terjadi antara komputer server dan komputer client dalam waktu tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Semakin besar bandwidth yang diberikan, semakin banyak data yang dapat dikirimkan pada waktu yang sudah ditentukan. Manajemen bandwidth menggambarkan kebijakan yang diterapkan dalam menajemen jaringan untuk memastikan performa jaringan yang baik dan memuaskan (Pamungkas, 2016).

(2)

Menurut (Mulyani, 2014), dalam penelitian “Monitoring Traffic Dan Manajemen Bandwidth Jaringan Komputer Pada Badan SAR Nasional Menggunakan Aplikasi PRTG”. Masalah jaringan yang sering dialami pada Badan Sar Nasional adalah seringnya Downtime (Lambatnya Waktu Akses) pada jaringan komputer, pada Badan Sar Nasional sendiri belum adanya aplikasi yang dimanfaatkan untuk melakukan monitoring Traffic dan manajemen bandwidth jaringan komputer, oleh karena Pemantauan adanya Downtime jaringan komputer dalam transfer data pada Badan Sar Nasional sangat di butuhkan yaitu dengan cara Monitoring Traffic dan Manajemen Bandwidth jaringan komputer pada Badan Sar Nasional. Agar dapat Memaksimalkan kinerja jaringan internet pada Badan Sar Nasional. Karena itu aplikasi PRTG sangat di butuhkan pada Badan Sar Nasional sebagai fungsi monitoring terhadap host server maupun router, sehingga setiap host dapat di-monitoring setiap saat agar dapat mempermudah kinerja administrator dalam monitoring tiap host yang ada dikantor pusat dan kantor cabang.

Dalam penelitian (Burhanuddin, 2014), yang berjudul “Implementasi Manajemen Bandwidth Jaringan Local Area Network (LAN) Menggunakan Metode Queue Tree Pada PT.TUMBUH SELARAS ALAM”. Kelancaran koneksi internet sangat dipengaruhi oleh jumlah pengguna dan kapasitas bandwidth yang tersedia.

Semakin banyak pengguna yang terhubung ke internet melalui switch, maka kapasitas bandwidth yang didapat oleh pengguna semakin kecil. Hal ini dapat menyebabkan koneksi internet di setiap pengguna semakin lambat dan tidak lancar. penggunaan bandwidth agar optimal, maka diperlukan suatu fasilitas teknologi jaringan yang dikenal sebagai router. Router berfungsi sebagai jembatan dari dua buah atau lebih jaringan komputer yang berbeda sehingga dapat berinteraksi satu sama lain, dalam hal ini digunakan fasilitas PC router menggunakan sistem operasi berbasis linux yaitu mikrotik OS. PC router yang dibangun akan difungsikan sebagai router yang dapat mengelola bandwidth sesuai dengan kebutuhan koneksi internet di masing-masing penggunanya.

Dalam penelitian (Sujalwo, 2011), yang berjudul “Manajemen Jaringan Komputer Dengan Menggunakan Mikrotik Router”. Studi ini dimulai dari membuat observasi atau pengumpulan data tentang kondisi jaringan komputer di Fakultas dalam

(3)

distribusi bandwidth dan autentication. Pada tahap pengujian, menggunakan simulasi dengan 3 pengguna dalam infrastruktur dan ad-hoc. Otentikasi pengguna Hotspot digunakan untuk membatasi jumlah pengguna yang menggunakan fasilitas wireless.

Kecepatan akses internet menjadi lebih cepat dengan distribusi bandwidth yang adil bagi pengguna. Mikrotik adalah sistem operasi yang handal, bukan hanya karena data keamanan yang sulit untuk menembus, tapi juga router dapat digunakan untuk kantor, kafe, dan lain-lain. Dengan manajemen penggunaan hotspot, akan mempercepat pengguna untuk melakukan kegiatan mereka dengan bandwidth besar yang cukup besar.

(Rofiq, 2013), dalam penelitian yang berjudul “Perancangan Manajemen Bandwidth Internet Menggunakan Metode Fuzzy Sugeno”. Kebutuhan internet dalam proses perkuliahan memiliki peran yang cukup signifikan sehingga dalam pemakaiannya dibutuhkan pengaturan akses atau bandwidth demi kelancaran akses internet tersebut. Pemakaian internet dengan pemakai (user) yang cukup banyak mengakibatkan load akses internet yang cukup tinggi. Dan jika akses internet tidak dilakukan pengaturan maka akan mengakibatkan pemaikaian antar user yang tidak seimbang, ada yang cukup cepat dan ada yang lambat bahkan tidak dapat akses sama sekali. Dalam perancangan manajemen bandwidth ini dikembangkan dengan menggunakan metode fuzzy sugeno. Tujuan yang dicapai adalah untuk mengoptimal pemakaian akses internet. Input sistem berupa akses internet saat itu (real time). Dalam proses fuzzy input dibagi menjadi 3 variabel yaitu kecepatan browsing, kecepatan download, dan kecepatan streaming. Akses ini tidak melihat kecepatan per-user tetapi kecepatan total user dari masing-masing variable. Himpunan fuzzy yang digunakan adalah sangat rendah, rendah, normal dan tinggi. Domain yang dirancang disesuaikan dengan kecepatan bandwidth yang diperoleh dari provider internet yaitu 0 – 2 Mbps.

Output sistem adalah maksimal (max limit) dari browsing, download, dan streaming.

Pengujian data diperoleh dengan memasukkan nilai data kecepatan akses dari router yaitu mikrotik RB1100 setiap lima menit sekali selama 8 jam. Hasil penelitian berupa pembatasan trafik browsing, download, dan streaming. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata max limit browsing adalah 851 kbps, download 592 kbps, dan streaming 643 kbps.

(4)

Penelitian (Indriani, 2016), dengan judul “Manajemen Jaringan”. Didalam suatu management jaringan, monitoring jaringan merupakan bagian dari fungsi management yang berguna untuk mengetahui kondisi suatu jaringan. Misalnya status up atau down dari sebuah peralatan jaringan. Elemen dari SNMP adalah Manager, Agent dan MIB (Management Information Base).

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah himpunan “interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless). Bila sebuah komputer dapat membuat komputer lainnya restart, shutdown, atau melakukan kontrol lainnya, maka komputer-komputer tersebut bukan autonomous (tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh).

Dua unit komputer dapat dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi,berbagai resource yang dimiliki, seperti file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk dan lain-lain). Data yang berupa teks, audio, maupun video bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat bertukar file/data, mencetak printer yang sama dan menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan secara bersama-sama.

Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut dengan node. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih, dapat berjumlahpuluhan komputer, ribuan, atau bahkan jutaan node yang saling terhubung satu sama lain.

2.2.1.1 Peer To Peer

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Untuk penggunaan khusus, seperti laboratorium komputer, riset, dan beberapa hal lain, maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk koneksi lebih dari

(5)

10 hingga 100 komputer. Peer to peer adalah suatu model di mana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain.

Dengan kata lain dapat berfungsi sebagai client maupun server pada priode yang sama.

Metode peer to peer ini pada sistem windows dikenal sebagai Workgroup, di mana tiap- tiap komputer dalam satu jaringan dikelompokan dalam satu kelompok kerja. Misalnya terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen yang diberi nama group sesuai dengan departemen yang diberi nama group sesuai dengan departemen yang bersangkutan. Masing-masing komputer diberi alamat IP dari satu kelas IP yang sama agar bisa saling sharing untuk bertukar data atau resource yang dimiliki komputer masing-masing,seperti printer, cdrom, file, dan lain-lain.

Gambar 2.1 Peer To Peer (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.1.2 Client-Server

Selain pada jaringan local, sistem ini juga bisa diterapkan dengan teknologi internet di mana ada suatu unit komputer yang berfungsi sebagai server yang hanya memberikan layanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses dilakuukan secara transparan dari client dengan melakukan login terlebih dahulu dari server yang dituju.

Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client bisa saja merupakan resource yang tersedia di server atau aplikasi yang di-instal di sisi client namun hanya bisa di jalakan setelah terkoneksi ke server.

(6)

Jenis layanan client-server antara lain:

1) File server : memberikan layanan fungsi pengolahan file.

2) Print server : memberikan layanan fungsi percetakan.

3) Database server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada msein ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.

4) DIP (Document Information Processing) : meberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen, dan pengolahan data.

Gambar 2.2 Client-Server (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.2 Jenis-Jenis Jaringan Komputer 2.2.2.1 Local area network (LAN)

Sebuah LAN adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau tiap-tiap ruangan pada setiap sekolah. Biasanya jarak antar node tidak lebih jauh dari sekitar 200 meter, speperti terlihat pada Gambar 2.3.

(7)

Gambar 2.3 Local Area Network (LAN) (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.2.2 Metropolitan Area Network (MAN)

Sebuah MAN biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya anatar gedung dalam suatu daerah (wialayah seperti propinsi atau negara bagian). Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar. Sebagai contoh, jaringan beberapa kantor cabang sebuah bank di dalam sebuah kota besar yang dihubungkan antara satu dengan lainnya.

Gambar 2.4 Metropolitan Area Network (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.2.3 Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit, ataupun kabel serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam satu wilayah, tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain. Sebagai contoh, jaringan komputer kantor City Bank yang ada di indonesia ataupun yang ada di negara lain, yang saling berhubungan, jaringan ATM Master Card, Visa Card atau Cirrus yang bersebar di seluruh dunia, dan lain-lain. Biasanya WAN lebih rumit dan sangat kompleks bila

(8)

dibandingkan LAN maupun MAN. Menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam komunikasi global seperti internet, meski demikian antara LAN, MAN, dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal. Hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu dengan yang lain.

Gambar 2.5 Wide Area Network (WAN) (Sumantry, 2017)

Tabel 2.1 Tabel Interkoneksi Berdasarkan Antar Node

Jarak antar komputer

Lokasi/area Jenis jaringan

1-10 m Ruangan Local Area Network (LAN)

100 m - < 1 km Gedung perkantoran

1– 10 km Kota Metropolitan Area Network

(MAN)

> 10 -< 100 km Kabupaten, propinsi

>=100 km Negara Wide Area Network (WAN)

>= 1.000 km Benua

>= 10.000 km Planet Internet

2.2.3 Hardware Jaringan

Di dalam membentuk suatu jaringan, baik itu bersifat LAN (Local Area Network) maupun WAN (Wide Area Network), kita membutuhkan media baik hardware maupun software. Beberapa media hardware yang penting di dalam membangun suatu jaringan adalah kabel atau perangkat Wi-Fi, ethernet card, hub atau switch, repeater, bridge, atau router dan lain-lain.

(9)

2.2.3.1 Kabel

Ada beberapa tipe (jenis) kabel yang banyak digunakan dan menjadi standar dalam penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer. Kabel-kabel ini sebelumnya harus lulus uji kelayakan sebelum dipasarkan dan digunakan. Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda. Oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum dan sering dipakai untuk LAN, yaitu coaxial dan twisted pair (UTP unshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair).

1) Coaxial cable

Dikenal dua jenis tipe kabel koaksial yang dipergunakan buat jaringan komputer, yaitu:

 Thick coax ( mempunyai diameter lumayan besar).

 Thin coax ( mempunyai diameter lebih kecil).

2) UTP (Unshielded Twisted Pair)

Selain kabel koaksial, Ethernet juga dapat menggunakan kabel jenis lain,yakni UTP (Unshielded Twisted Pair) dan Shielded Twisted Pair (STP).

Kabel UTP atau STP yang bisa digunakan adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel terpilih. Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel ini, hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data (Ethernet). Perangkat- perangkat lain yang berkenan dengan penggunaan jenis kabel ini adalah konektor RJ-45 dan HUB.

Tabel 2.2 Tabel Tipe Kabel UTP

Type cable Keterangan

UTP Category 1 Analog. Biasanya digunakan diperangkat telepon pada jalur ISDN (Integrated Service Digital Network ), juga untuk menghubungkan modem dengan line telepon.

UPT Category 2 Bisa mencapai 1Mbits (sering digunakan pada topologi token ring).

(10)

Type cable Keterangan

UTP/STP Category 3 16Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi ring atau 10BaseT).

UTP/STP Category 4 20Mbits data transfer (sering digunakan pada topologi token ring).

UTP/STP Category 5 Bisa mencapai 100Mbits data transfer/22db (sering digunakan pada topologi star atau tree)

UTP/STP Category 5 Enhanced

1Gigabit Ethernet, jarak 100m, terdiri dari 4 pasang kabel tembaga yang tiap pasangnya di-plintir (sering digunakan pada topologi token ring 16 Mbps, Ethernet 10Mbps, atau pada Fast Ethernet 100Mbps).

UTP/STP Category 6 2,5 Gigabit Ethernet, menjangkau jarak hingga 100m atau 10Gbps up to 25 m, 20,2 db (Gigabit Ethernet) Up to 155 MHz atau 250 MHz.

UTP/STP Category 7 Gigabit Ethernet/20,8 db (Gigabit Ethernet). Up to 200Mhz atau 700MHz.

3) Fiber Optic Cable

Kabel yang memiliki serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar terminal sering dipakai sebagai saluran BACKBONE karena kehandalannya yang tinggi dibandingkan dengan coaxial cable atau UTP. Kabel ini tidak terpengaruh oleh cuaca dan panas.

2.2.3.2 Ethernet Card (Kartu Jaringan Ethernet)/Network Adapter

Cara kerja Ethernet Card berdasarkan brodcaset network, di mana setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu node yang lain. Setiap Ethernet Card mempunyai alamat sepanjang 48bit yang dikenal sebagai Ethernet address (MAC Address). Alamat tersebut telah ditanam ke dalam setiap rangkaian kartu jaringan (NIC) yang dikenali sebagai Media Access Control (MAC) atau lebih dikenal istilah hardware address. 24 bit atau 3 byte awal merupakan kode

(11)

yang telah ditentukan oleh IEEE. Kartu Ethernet biasanya dibeli terpisah dengan komputer, kecuali network adapter yang sudah onboard.

2.2.3.3 Hub dan Switch (Konstentrator)

Sebuah konsentrator (Hub atau switch) adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap workstation, server atau perangkat lain.

Dalam topologi bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk ke dalam hub atau switch.

Gambar 2.6 Hub/Switch (Mail, 2015)

2.2.3.4 Repeater

Fungsi utama repeater adalah untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain. Dengan cara ini jarak antara kabel dapat diperjauh.

2.2.3.5 Bridge

Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tetapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas daripada repeater. Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunkan metode transmisi yang berbeda. Misalnya bridge dapat menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband.

Bridge mampu memisahkan sebagian dari trafik karena mengimplementasikan mekanisme frame filtering. Mekanisme yang digunakan bridge ini umum disebut store and forward. Walaupun demikian broadcast traffic yang dibangkitkan dalam LAN tidak dapat difilter oleh bridge.

(12)

2.2.3.6 Router

Sebuah router mampu mengirimkan data/informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang berbeda. Router hampir sama dengan bridge. Meski tidak lebih pintar dibandingkan bridge, namun pengembangan perangkat router dewasa ini sudah mulai mencapai bahkan melampaui batas tuntutan teknologi yang diharapkan. Router akan mencari jalur terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal. Router mengetahui alamat masing-masing komputer di lingkungan jaringan lokalnya, mengetahui alamat bridges, dan router lainnya.

Router juga mengetahui jaringan lainnya dengan melihat sisi mana paling sibuk dan bisa menarik data dari sisi sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih/clean. Jika perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke internet, maka mereka sebaiknya membeli dan menggunakan router. Karena kemampuan yang dimiliki router diantaranya :

1) Router dapat menerjemahkan informasi di antara LAN dan internet.

2) Router akan mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet.

3) Mengatur jalur sinyal secara efisien dan dapat mengatur datayang mengalir di antara dua buah protokol.

4) Dapat mengatur aliran data diantera topologi jaringan linear bus dan bintang (star).

5) Dapat mengatur aliran data melewati kabel fiber optic, kabel koaksial atau kabel twisted pair.

Gambar 2.7 Router (Dewobroto, 2017)

2.2.4 Topologi Jaringan

Topologi jaringan atau arsitektur jaringan adalah gambaran perencanaan hubungan antar komputer dalam Local Area Network yang umumnya menggunakan kabel (sebagai media transmisi), dengan konektor, ethernet card, dan perangkat

(13)

pendukung lainnya. Ada beberapa jenis topologi yang terdapat pada hubungan komputer pada jaringan local area.

2.2.4.1 Topologi Bus

Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, di mana sepanjang kabel terdapat node-node. Signal dalam kabel dengan topologi ini dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah collision terjadi .

Keuntungan :

1) Murah, karena tidak memakai banyak media dan kabel yang dipakai banyak tersedia di pasaran.

2) Setiap komputer dapat saling berhubungan secara langsung.

Kerugian :

1) Sering terjadi hang/crass talk, yaitu bila lebih dari satu pasang memakai jalur di waktu yang sama, harus bergantian atau ditambah relay.

Gambar 2.8 Topologi Bus (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.4.2 Topologi Ring

Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node. Signal mengalir dalam dua arah sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan data yang sangat cepat. Semua komputer saling tersambung membentuk lingkaran (seperti bus tetapi ujung-ujung bus disambung). Data yang dikirim diberi address tujuan sehingga dapat menuju komputer yang dituju. Tiap stasiun (komputer) dapat diberi repeater (transceiver) yang berfungsi sebagai :

1) Listen State : Tiap bit dikirim kembali dengan mengalami delay waktu.

(14)

2) Transmit State : Bila bit yang berasal dari paket lebih besar dari ring maka repeater akan mengembalikan ke pengirim. Bila terdapat beberapa paket dalam ring, repeater yang tengah memancarkan, menerima bit dari paket yang tidak dikirimnya harus menapung dan memancarkan kembali.

3) Bypass State : Berfungsi untuk menghilangkan delay waktu dari stasiun yang tidak aktif.

Keuntungan :

1) Kegagalan koneksi akibat gangguan media dapat diatasi lewat jalur lain yang masih terhubung.

2) Penggunaan sambungan poin to poin membuat transmission error dapat diperkecil.

Kerugian :

1) Data yang dikirim, bila melalui banyak komputer, transfer data menjadi lambat.

Gambar 2.9 Topologi Ring (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.4.3 Topologi Star

Karakteristik dari topologi jaringan ini adalah node (station) berkomunikasi langsung dengan station lain melalui cantral node (hub/switch), traffic data mengalir dari node ke central node dan diteruskan ke node (station) tujuan. Jika salah satu segmen kabel putus, jaringan lain tidak akan terputus.

Keuntungan :

1) Akses ke station lain (client atau server) cepat.

(15)

2) Dapat menerima workstation baru selama port di central node (hub/switch) tersedia.

3) Hub/switch bertindak sebagai konsentrator.

4) Hub/switch dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah jumlah station yang terkoneksi di jaringan.

5) User dapat lebih banyak dibanding topologi bus maupun ring.

Kerugian :

1) Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, maka semua komunikasi akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan dengan cara random, apabila hub/switch mendeteksi tidak ada jalur yang sedang dipergunakan oleh node lain.

Gambar 2.10 Topologi Star (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.4.4 Topologi Daisy-Chain (Linear)

Topologi ini merupakan pelatihan dari topologi bus dan topologi ring, di mana tiap simpul terhubung langsung ke dua simpul lain melalui segmen kabel, tetapi segmen membentuk saluran, bukan lingkaran utuh. Antar komputer seperti terhubung secara seri.

Keuntungan :

1) Instalasi dan pemeliharaan murah.

Kerugian :

1) Kurang andal (tidak sesuai dengan kemajuan jaman).

(16)

Gambar 2.11 Topologi Daisy-Chain (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.4.5 Topologi Tree/Hierarchial

Tidak semua stasiun mempunyai kedudukan yang sama. Stasiun yang kedudukannya lebih tinggi menguasai stasiun di bawahnya, sehingga jaringan sangat tergantung pada stasiun yang kedudukannya lebih tinggi dan kedudukan stasiun yang sama disebut peer topology.

Gambar 2.12 Topologi Tree/Hierarchial (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.4.6 Topologi Mesh dan Full Connected

Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antarsentral secara penuh. Jumlah saluran yang harus disediakan untuk membentuk jaringan mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n= jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Di samping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoprasiannya. Topologi mesh ini merupakan teknologi khusus (add hock) yang tidak dapat dibuat dengan pengkabelan, karena sistemnya yang rumit, namun dengan teknologi wireless topologi ini sangat memungkinkan untuk diwujudkan (karena dipastikan tidak akan ada kabel yang berseliweran). Biasanya untuk

(17)

memperkuat sinyal transmisi data yang dikirimkan, di tengah-tengah (area) antar komputer yang kosong ditempelkan perangkat radio (air point) yang berfungsi seperti repeater untuk memperkuat sinyal sekaligus untuk mengatur arah komunikasi data yang terjadi.

Gambar 2.13 Topologi Mesh dan Full Connected (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.4.7 Topologi Hybrid

Topologi ini merupakan topologi gabungan dari beberapa topologi yang ada, yang bisa memadukan kinerja dari beberapa topologi yang berbeda, baik berbeda sistem maupun berbeda media transmisinya.

Gambar 2.14 Topologi Hybrid (Melwin Syafrizal, 2005)

2.2.5 Internet

Internet adalah jaringan komputer global yang memungkinkan dua komputer atau lebih berkoneksi untuk mentransfer file dan tukar menukar email dan pesan-pesan real-time. Internet merupakan landasan untuk World Wide Web. Internet juga merupakan kumpulan jaringan komputer yang berbeda-beda dan saling berhubungan di seluruh dunia. Semua komputer yang dihubungkan dengan internet dapat

(18)

berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan Transmission Control Protokol/Internet Protocol (TCP/IP).

2.2.6 Bandwidth

Bandwidth adalah kapasitas atau daya tampung kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dalam jumlah tertentu. Bandwidth juga bisa berarti jumlah konsumsi paket data per-satuan waktu dinyatakan dengan satuan bit per second [bps].

Bandwidth internet disediakan oleh provider internet dengan jumlah tertentu tergantung sewa pelanggan. Dengan QoS dapat diatur agar user tidak menghabiskan bandwidth yang di sediakan oleh provider. Istilah bandwidth muncul dari bidang teknik elektro, dimana bandwidth mempresentasikan jarak keseluruhan atau jangkauan di antara sinyal tertinggi dan terendah pada kanal (band) komunikasi. Pada dasarnya bandwdith mempresentasikan kapasitas dari koneksi, semakin tinggi kapasitas, maka umumnya akan diikuti oleh kinerja yang lebih baik, meskipun kinerja keseluruhan juga tergantung pada faktor-faktor lain, misalnya latency yaitu waktu tunda antara masa sebuah perangkat meminta akses ke jaringan dan masa perangkat itu memberi izin untuk melakukan transmisi.

2.2.7 IP Address

IP atau Internet Protocol adalah sederetan angka biner 32 bit yang terbagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas biner 8 bit yang dipisahkan dengan tanda titik (dot). IP beroperasi pada lapisan network OSI (Open System Interconnection). Untuk mempermudah dalam pemahaman, biner 32 bit ini dinotasikan dalam bentuk bilangan desimal dengan angka 0 sampai 9 di semua sistem operasi network baik Windows, Linux, Novell netwere maupun free BSD atau Open BSD.

Format IP bisa disimbolkan dengan huruf “x”, dimana x bisa bernilai biner 1 atau 0.

Contoh :

xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx (label huruf x)

11000000.10101000.00000000.00000001 (jika x bernilai 1 atau 0) 192.168.0.1 (konversi biner ke desimal)

(19)

Walaupun IP address dinotasikan dalam angka desimal diberbagai sistem operasi network (network operating system), untuk komunikasi protokol TCP/IP tetap menggunakan angka biner (karena komputer dalam berkomunikasi atau berinteraksi antar komponen menggunakan sinyal digital).

Dalam pengeloalaannya IP address dibagi menjadi 5 kelas, yang mana masing- masing kelas akan mempunyai fungsi bit yang berbeda-beda. Berikut merupakan pembagian ke 5 kelas dari IP address tersebut:

Kelas A

Format : 0nnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn Bit pertama : 0

Panjang NetID : 8 bit Panjang HostID : 24 bit Byte pertama : 0-127

Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan) Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214 IP Address di setiap Kelas A

Deksripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar Kelas B

Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn Bit pertama : 10

Panjang NetID : 16 bit Panjang HostID : 16 bit Byte pertama : 128-191 Jumlah : 16.384 kelas B

Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532 IP Address di setiap Kelas B Deksripsi : Diberikan untuk jaringan besar dan sedang Kelas C

Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn Bit pertama : 110

(20)

Panjang NetID : 24 bit Panjang HostID : 8 bit Byte pertama : 192-223

Jumlah : 2.097.152 kelas C

Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx Jumlah IP : 254 IP Address di setiap Kelas C

Deksripsi : Diberikan untuk jaringan berukuran kecil Kelas D

Format : 1110nnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn Bit pertama : 1110

Bit multicast : 28 bit Byte inisial : 224-247

Deksripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP mulicasting (RFC 1112)

Kelas E

Format : 1111rrrr.rrrrrrrr.rrrrrrr.rrrrrrr Bit pertama : 1111

Bit cadangan : 28 bit Byte inisial : 248-255

Deskripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluan eksperimen

2.2.8 DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protocol yang memberikan alamat IP khas kepada perangkat, mengeluarkan dan memperbarui alamat IP ketika perangkat keluar dan masuk kembali ke jaringan. Banyak Internet Service Provider (ISP) memakai DHCP guna memberi izin pelanggan untuk bergabung dengan internet tanpa perlu syarat-syarat yang memberatkan.

2.2.9 DHCP Client

Pengaturan protocol (IP Address) dilakukan di client, apakah mode static atau dynamic, dhcp client meminta server untuk memberikan IP, sebelum client

(21)

mendapatkan IP dynamic, client terlebih dahulu me-request ke server yang ada pada jaringan tersebut, dan server melakukan pemeriksaan terhadap client yang meminta IP dynamic, jika sesuai dan diperbolehkan maka server baru mengirimkan IP ke client.

2.2.10 Manajemen Bandwidth

Manajemen bandwidth adalah sebuah teknik untuk mengatur dan membatasi pemakaian bandwidth dengan tujuan untuk mencegah terjadinya monopoli penggunaan bandwidth sehingga semua client dapat mendapatkan jatah bandwidth masing-masing.

QOS (Quality Of Services) atau lebih dikenal dengan bandwidth managemen.

2.2.11 Simple Queue

Simple Queue merupakan menu pada RouterOS untuk melakukan manajemen bandwidth untuk skenario jaringan yang sederhana. Untuk menggunakan Simple Queue, pekerjaan packet classification dan marking packet tidak wajib untuk dilakukan.

Meskipun demikian, Simple Queue sebenarnya juga bisa melakukan manajemen bandwidth terhadap paket-paket yang sudah di-marking.

2.2.12 Client

Client adalah sebuah node atau program perangkat lunak yang meminta suatu layanan dari sebuah server.

2.2.13 Server

Server adalah pengelola semua sumberdaya jaringan atau sebuah komputer yang bertugas untuk melayani permintaan dari komputer client di jaringan komputer.

2.2.14 Download

Download adalah suatu kegiatan menyalin data (biasanya berupa file) dari sebuah komputer yang terhubung dalam sebuah network ke komputer lokal.

2.2.15 Upload

Upload adalah kegiatan pengiriman data (berupa file) dari komputer lokal ke komputer lain yang terhubung dalam sebuah network.

(22)

2.2.16 CIR (Committed Information Rate)

CIR merupakan alokasi bandwidth terendah yang bisa didapatkan oleh sebuah komputer user jika traffic jaringan sangat sibuk. Seburuk apapun kondisi jaringan tersebut, komputer user tidak akan mendapatkan alokasi bandwidth di bawah dari CIR.

Ditentukan oleh parameter limit-at pada simple queue.

2.2.17 MIR (Maximum Information Rate)

MIR merupakan alokasi bandwidth maksimum yang bisa didapatkan seorang user. MIR biasanya akan didapatkan seorang user jika ada alokasi bandwidth yang tidak digunakan lagi oleh user lain. Ditentukan oleh parameter max-limit pada simple queue.

Gambar

Gambar 2.1 Peer To Peer (Melwin Syafrizal, 2005)
Gambar 2.2 Client-Server (Melwin Syafrizal, 2005)
Gambar 2.5 Wide Area Network (WAN) (Sumantry, 2017)
Tabel 2.2 Tabel Tipe Kabel UTP
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakter moral dan kinerja peserta didik yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berada pada katagori

Cakupan layanan yang dapat diberikan oleh lembaga penyedia layanan pengembangan bisnis (LPLPB) bidang pembiayaan kepada UKM adalah sebagai berikut :.. • Memberikan bimbingan

Metode adalah cara untuk mengamati atau menganalisis suatu fenomena, sedangkan metode penelitian mencakup kesatuan dan keserangkaian atau perumusan masalah, penentuan

(2006), “Analisis faktor psikologis konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian roti merek Citarasa di Surabaya”, skripsi S1 di jurusan Manajemen Perhotelan, Universitas

regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian. Untuk penelitian eksperimental sederhana dengan kontrol eskperimen yang

Hubungan formulasi bentuk dasar saluran terhadap harga koefisien kekasaran hidraulik (n Manning) yang terjadi pada saluran mempunyai berbagai variasi harga

Adapun tujuan dari penelitian ini yakni (1) untuk mengetahui hubungan antara daya tarik pesan iklan secara rasional di fanpage facebook Lazada Indonesia dengan

Alhamdulillah, segala puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penyusunan dapat menyelesaikan dan menyusun