• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH FUNDAMENTAL KEUANGAN, TINGKAT BUNGA DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP PERGERAKAN HARGA SAHAM (Studi Kasus Perusahaan Semen Yang Terdaftar Di BEI)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH FUNDAMENTAL KEUANGAN, TINGKAT BUNGA DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP PERGERAKAN HARGA SAHAM (Studi Kasus Perusahaan Semen Yang Terdaftar Di BEI)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

P E N G A R U H F U N D A M E N T A L K E U A N G A N , T I N G K A T B U N G A D A N T I N G K A T I N F L A S I T E R H A D A P P E R G E R A K A N H A R G A S A H A M

( S t u d i K a s u s P e r u s a h a a n S e m e n Y a n g T e r d a f t a r D i B E I ) Y o g i p e r m a n a

M a h a s i s w a , J u r u s a n A k u n t a n s i – U n i v e r s i t a s G u n a d a r m a

A B S T R A K S

Investasi saham di pasar modal membutuhkan beberapa informasi untuk membantu para investor dalam melakukan pengambilan keputusan. Pasar modal yang efisien merupakan pasar yang mencerminkan semua informasi yang relevan terhadap harga sekuritas saham.

Informasi relevan tersebut dapat di peroleh dari kinerja fundamental keuangan emiten dan kondisi makro ekonomi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh secara simultan maupun parsial antara fundamental keuangan emiten diwakili oleh EPS, PER, BVS, PBV, ROE sementara kondisi ekonomi diwakili tingkat suku bunga SBI dan tingkat inflasi dihubungkan dengan pergerakan harga saham perusahaan semen periode 2006 - 2008 secara kuartalan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Fundamental, suku bunga, inflasi mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham perusahaan semen sedangkan Secara parsial hanya variabel PBV mempunyai pengaruh secara signifikan.

K a t a K u n c i : h a r g a s a h a m , f u n d a m e n t a l , t i n g k a t b u n g a , i n f l a s i .

P E N D A H U L U A N

Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara yang mempunyai fungsi sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi. Pasar Modal Indonesia mulai tumbuh dan berkembang kearah positif pasca krisis ekonomi tahun 1998 hingga sekarang ini.Walaupun,ditengah - tengah krisis keuangan global tahun 2008 pun kepercayaan investor terhadap pasar saham di indonesia masih tetap terjaga ketimbang negara lain yang mengalami koreksi negatif.

Pendanaan dari pasar saham yang terhimpun dan masuk ke dalam perusahaan go publik pada tahun 2008 sebesar 1,802,059 miliar turun 9,36 % dari tahun 2007 sebesar 1,988,326 miliar rupiah ini berarti ada sedikit pengalihan atau pengurangan dana keluar bursa yang dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kinerja emiten, kebijakan BI dalam ekonomi makro maupun faktor eksternal yaitu kondisi ekonomi global. Dilihat dari kinerja fundamental perusahaan semen yang baik Tercatat pada tahun 2008 ini semen holcim membukukan laba 282 miliar meningkat 66,5% dari tahun 2007 dengan closed price 630 rupiah menurun 64% dari tahun 2007. indocement membukukan laba 1.7 triliun meningkat 78% dari tahun 2007 dengan closed price 4.600 rupiah menurun 43% dari tahun 2007.

sedangkan semen gresik membukukan laba 2,5 triliun naik 47% dari tahun 2007 dengan

closed price 3.425 rupiah menurun 38% dari tahun 2007, kapitalisasi market yang masuk ke

(2)

dalam sektor ini sebesar 46.525 miliar rupiah atau 57 % dari keseluruhan total dana yang masuk ke sektor ini.Dari sisi kebijakan moneter BI dari tahun 2006 sampai 2008 tingkat suku bunga SBI cenderung mengalami penurunan hingga akhir semester pertama di 2007 dan merambat naik hingga akhir semester 2008 yang berdampak pada naik turunya instrument di pasar uang yang memungkinkan adanya efek pengalihan dana oleh investor keluar saham.

Selain tingkat suku bunga faktor inflasi bulanan di tahun 2006 sampai 2008 juga mengalami sedikit penurunan hal ini yang memungkinkan berpengaruh terhadap prilaku investor di pasar saham dan inflasi juga akan menurunkan daya beli dan penurunan nilai asset perusahaan.

Meningkatnya kinerja badan usaha dan kurang stabilnya ekonomi dunia yang berdampak diindonesia akan direspon oleh investor yang akhirnya akan mempengaruhi harga pasar saham.

Berdasarkan fakta tersebut di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah kinerja fundamental keuangan emiten dan faktor suku bunga serta inflasi secara simultan mempunyai pengaruh nyata (signifikan) terhadap pergerakan harga saham perusahaan semen yang terdaftar di BEI ?

2. Dari faktor - faktor yang diteliti, faktor manakah yang mampu memberikan informasi secara parsial kepada investor berinvestasi melalui pasar modal di perusahaan semen go publik ?

TUJUAN PENELITIAN

1. Untuk mengetahui apakah kinerja fundamental keuangan dan faktor suku bunga serta inflasi secara simultan mempunyai pengaruh nyata (signifikan) terhadap pergerakan harga saham perusahaan semen yang yang terdaftar di BEI.

2. Untuk mengetahui faktor manakah yang mempunyai pengaruh signifikan secara parsial terhadap pergerakan harga saham kepada investor berinvestasi melalui pasar modal di perusahaan semen go publik.

T I N J A U A N T E O R I

Pasar modal yang efisien sebagai pasar yang harga sekuritas-sekuritasnya telah mencerminkan semua informasi yang relevan. Di mana semakin cepat informasi baru akan bereaksi dalam penawaran dan permintaan suatu sekuritas, maka akan semakin efisiennya pasar modal tersebut. klasifikasi informasi yang relevan terbagi tiga tipe:

1. Informasi dalam bentuk perubahan harga di waktu yang lalu.

2. Informasi yang tersedia kepada publik (public information).

3. Informasi yang tersedia kepada publik maupun tidak (public and private information).

Dalam pasar modal yang efisien, akan sangat sulit bagi para pemodal untuk

memperoleh keuntungan di atas normal secara konsisten. Bentuk efisiensi pasar ditentukan

oleh informasi yang tersedia. Informasi yang tercermin dalam harga saham akan menentukan

bentuk pasar efisien yang dapat dicapai. Tingkat efisisensi ini tidak semata-mata merupakan

kinerja suatu perusahaan sendiri atau kinerja lembaga keuangan. secara teoritikal. pasar

modal yang efisien terbagi ke dalam tiga bentuk: Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Lemah

(Weak Form), Hipotesis Pasar Efisien Bentuk Semi-Kuat (Semi-Strong Form), Hipotesis

Pasar Efisien Bentuk Kuat (Strong Form).Menurut Frank J. Fabozzi (2001) untuk

menganalisis saham dengan pendekatan tradisional digunakan dua analisis, yaitu analisis

(3)

teknikal dan analisis fundamental. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara garis besar terdapat dua metode yang digunakan untuk menganalisis saham, yaitu:

1. Analisis fundamental yaitu analisis yang berasal dari kinerja keuangan perusahaan dari tahun ke tahun seperti tingkat penjualan dan laba usaha perusahaan, siklus usaha perusahan, dan rasio-rasio keuangan perusahaan.

2. Analisis teknikal yaitu analisis yang dilakukan dengan mempelajari harga pasar saham sebagai usaha untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa yang akan datang.

Analisis fundamental keuangan merupakan dasar untuk menilai dan menganalisis prestasi operasi perusahaan. Dalam penganalisaan, analisis harus dapat menyesuaikan faktor-faktor yang mungkin ada pada periode masa datang yang mungkin mempengaruhi posisi keuangan atas hasil usaha perusahaan di masa yang akan datang serta dapat memberi hasil analisis dan interpretasi yang baik sehingga bermanfaat dalam menentukan kebijaksanaan manajemen dalam pengambilan keputusan.

Tingkat Bunga SBI

Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia merupakan suku bunga yang dikeluarkan oleh bank sentral untuk mengontrol peredaran uang di masyarakat, dengan kata lain pemerintah melakukan kebijakan moneter. Peredaran uang yang terlalu banyak dimasyarakat akan mengakibatkan masyarakat cenderung membelanjakan uangnya yang pada akhirnya bias berdampak pada kenaikan harga – harga barang, yang salah satun factor pemicu inflasi . dengan menaikan bunga SBI berarti bank – bank dan lembaga keuangan akan terdorong untuk membeli SBI. Adanya bunga yang tinggi dalam SBI membuat bank dan lembaga keuangan menikmatinya, ini otomatis akan memberikan tingkat bunga yang lebih tinggi untuk produknya. Bunga yang tinggi akan berdampak pada alokasi dana investasi para investor .investasi pada produk bank seperti deposito / tabungan jelas lebih kecil resikonya atau dapat dikatakan investasi bebas resiko oleh karena itu investor akan menjual sahamnya dan dananya serentak akan berdampak pada penurunan harga saham. Selain itu dampak dari tingkat suku bunga bank yang tinggi juga berdampak pada bunga pinjaman modal kerja perusahaan. Ini artinya penambahan pengeluaran perusahaan jika ini terjadi maka kondisi fundamental perusahaan akan terganggu. Salah satu sifat tingkat bunga adalah mudah berubah-ubah; yang terjadi dalam kurun waktu yang relatif singkat berjangka waktu pendek.

Tingkat bunga jangka panjang relatif kurang berfluktuatif.

METODE ANALISIS

Regresi berganda adalah analisis regresi dengan menggunakan dua atau lebih variabel bebas.

Dengan persamaan : Y = a + b

1

X

1

+ b

2

X

2

+ b

3

X

3

+ b

4

X

4

+ b

5

X

5

+ b

6

X

6

+ b

7

X

7

+ e Dimana:

Y adalah perubahan harga saham periode t (P

t

– P

t-1

) : P

t-1

a adalah koefisien konstanta b

1-7

adalah koefisien regresi

X

1

adalah perubahan EPS periode t (EPS

t

– EPS

t-1

) : EPS

t-1

X

2

adalah perubahan PER periode t (PER

t

– PER

t-1

) : PER

t-1

X

3

adalah perubahan BVS periode t (BVS

t

– BVS

t-1

) : BVS

t-1

X

4

adalah perubahan PBV periode t (PBV

t

– PBV

t-1

) : PBV

t-1

X

5

adalah perubahan ROE periode t (ROE

t

– ROE

t-1

) : ROE

t-1

X

6

adalah perubahan tingkat SBI periode t (SBI

t

– SBI

t-1

) : SBI

t-1

X

7

adalah perubahan tingkat Inflasi periode t (Ti

t

– Ti

t-1

) : TI

t-1

e adalah residual

(4)

Selanjutnya dilakukan uji F untuk melihat kemaknaan dari hasil model regresi tersebut. Bila nilai F

hitung

lebih besar dari F

tabel

atau tingkat signifikan lebih kecil dari 5% ( a=5% ), maka hipotesis null ditolak. Ini berarti ada pengaruh antara variabel independen secara bersama sama terhadap variabel dependen. Uji t digunakan untuk membuktikan hipotesis ke dua yakni ada pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Bila nilai t

hitung

lebih besar dari pada t

tabel

atau nilai signifikan < 5%, maka hipotesis null ditolak, artinya ada pengaruh antara variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.

P E M B A H A S A N

1. Pengujian Asumsi Klasik

Dalam penggunaan analisis regresi, agar menunjukan hubungan yang valid atau tidak bias maka perlu pengujian asumsi klasik pada model regresi yang digunakan. Adapun asumsi dasar yang harus dipenuhi, antara lain:

a. Pengujian Multikolinearitas.

Untuk menguji asumsi multikolinearitas digunakan VIF (Variance Inflation Factor), dimana Gujarati (2003) mengatakan bila nilai VIF lebih besar dari 10 berarti terdapat kolinearitas sangat tinggi. Tabel 1 menunjukan bahwa nilai VIF pada profitabilitas, suku bunga, inflasi dan nilai tukar lebih kecil dari 10. Ini dapat diartikan tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas.

Nilai tolerance dan VIF model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

eps .943 1.060

per .922 1.084

bvs .932 1.073

pbv .738 1.355

roe .825 1.212

SB .547 1.828

TI .521 1.919

b. Pengujian Autokorelasi

Durbin-Watson test digunakan untuk menguji autokorelasi, autokorelasi tidak terjadi bila DW terletak diantara du dan (4-du) (du<DW<4-du). Hasil uji autokorelasi menunjukkan bahwa Dw =

1,863

; atau dapat dituliskan sebagai berikut:

1,9 < 1,863 < 2,1

; ini berarti tidak ada autokorelasi.

2. Uji Statistik

Berdasarkan hasil pengujian terbukti F hitung sebesar 5.115 atau nilai signifikan yang

dihasilkan sebesar 0.001, dan ini lebih kecil dari derajat kesalahan (a ) yang ditetapkan

sebesar 5%. Ini berarti hipotesis null ditolak atau dengan kata lain EPS,PER,BVS,PBV,ROE

dan tingkat bunga SBI serta inflasi secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap

harga saham.

(5)

k o n s t a n t a

V a r i a b e l b e b a s

K o e f .

r e g r e s i t - H i t u n g S i g K e t e r a n g a n Fh i t u n g S i g K e t E p s . 0 0 6 . 6 9 9 . 4 9 1 T d k s i g n i f i k a n 5 . 1 1 5 0 . 0 0 1 s i g n i f i k a n

P e r - . 0 1 6 - 1 . 5 9 6 . 1 2 2 T d k s i g n i f i k a n

B v s - . 4 4 1 - . 7 6 7 . 4 4 9 T d k s i g n i f i k a n

P b v . 1 1 6 3 . 6 8 4 . 0 0 1 s i g n i f i k a n

R o e - . 0 0 4 - . 6 0 3 . 5 5 1 T d k s i g n i f i k a n

S B I - . 4 8 4 - 1 . 0 0 3 . 3 2 5 T d k s i g n i f i k a n

- 0 . 3 3 1

I n f l a s i - . 4 0 4 - 2 . 4 6 7 . 0 2 0 T d k s i g n i f i k a n

Model persamaan regresi berdasarkan analisis regresi diatas adalah :

Harga saham = -0,331 + 0,006(EPS) - 0,016(PER) - 0,441(BVS) + 0,116(PBV) - 0,004(ROE) - 0,484(SBI) - 0,404(Inflasi)

Berdasarkan koefisien regresi, variabel independen yaitu PER, BVS, ROE, suku bunga dan inflasi mempunyai hubungan negatif terhadap harga saham tetapi tidak demikian dengan EPS dan PBV yang justru mempunyai hubungan positif. Ini berarti kenaikan PER sebesar 1%

dapat menurunkan harga saham sebesar 1,6%, atau sebaliknya. Demikian juga naiknya BVS sebesar 1% akan menurunkan harga saham sebesar 44,1%, atau sebaliknya. naiknya ROE sebesar 1% akan menurunkan harga saham sebesar 0,4%, juga naiknya suku bunga sebesar 1% akan menurunkan harga saham sebesar 48,4%, juga naiknya inflasi sebesar 1% akan menurunkan harga saham sebesar 40,4%, Namun tidak demikian dengan PBV dan EPS dimana naiknya PBV sebesar 1 % akan meningkatkan harga saham sebesar 11.6%, atau sebaliknya; demikian juga meningkatnya EPS sebesar 1% akan meningkatkan harga saham 0.6%, atau sebaliknya. Berdasarkan derajat kesalahan (a) sebesar 5%, menunjukkan bahwa secara terpisah (parsial) terbukti hanya PBV yang menunjukkan pengaruh secara signifikan terhadap harga saham kelompok perusahaan semen di BEJ.

KESIMPULAN DAN SARAN

Analisis yang telah dilakukan terhadap hasil studi ini memberikan beberapa kesimpulan, yang meliputi:

1 Berdasarkan pengujian secara bersama-sama, diketahui bahwa ketujuh variabel bebas (EPS, PER, BVS, PBV, ROE, tingkat bunga SBI, dan tingkat inflasi) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.

2 Berdasarkan pengujian secara parsial, diketahui bahwa kedua variabel variabel bebas yaitu hanya PBV yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, pada perusahaan-perusahaan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3 Penelitian untuk berikutnya diharapkan memasukkan variabel-variabel independen lain yang berpengaruh terhadap variabel dependen, yang belum dimasukkan dalam model penelitian ini. Karena masih terdapat 54,9 % variabel independen lain yang tidak terdapat dalam model ini. Seperti faktor nilai tukar rupiah terhadap mata uang keras, pembagian dividend, kebijakan BEJ dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

B o b y , T r i h a r t o n o , 2 0 0 7 , A n a l i s i s F u n d a m e n t a l D a n R i s i k o S i s t e m a t i k

T e r h a d a p H a r g a S a h a m B a n k B u m n D i B E J , S k r i p s i , U n i v e r s i t a s

G u n a d a r m a , J a k a r t a .

(6)

F r a n k , j . F a b o z z i , 1 9 9 9 , M a n a j e m e n I n v e s t a s i , B u k u S a t u , S a l e m b a E m p a t , J a k a r t a .

H a r t o n o . M , J o g i y a n t o , 1 9 9 8 , T e o r i P o r t o f o l i o d a n A n a l i s i s I n v e s t a s i , E d i s i K e t i g a , P e n e r b i t U n i v e r s i t a s G a j a h M a d a . , Y o g y a k a r t a .

H a r y o n o , S u b i y a k t o , 1 9 9 4 , S t a t i s t i k a 2 , G u n a d a r m a , J a k a r t a .

H e r v i a n a n d a , V e g a , 2 0 0 7 , A n a l i s i s F u n d a m e n t a l D a n R i s i k o S i s t e m a t i k T e r h a d a p H a r g a S a h a m I n d u s t r i B a r a n g K o n s u m s i D i B E I , S k r i p s i , U n i v e r s i t a s G u n a d a r m a , J a k a r t a .

H u s n a n , S u a d , 1 9 9 6 , D a s a r - D a s a r T e o r i P o r t o f o l i o d a n A n a l i s i s S e k u r i t a s , E d i s i 2 . Y o g y a k a r t a : U P P A M P Y K P N

K u s t i a n t o , B a m b a n g d a n R u d y B a d r u d i n , 1 9 9 4 , S t a t i s t i k a 1 ( D e s k r i p t i f ) , G u n a d a r m a , J a k a r t a .

R a h a r j a p r a t h a m a d a n m a n d a l a , 2 0 0 4 , P e r k e m b a n g a n P a s a r M o d a l I n d o n e s i a , G r a m e d i a , J a k a r t a .

R a h a y u , U t a m i , 2 0 0 3 , P e n g a r u h S u k u B u n g a S e r t i f i k a t B a n k I n d o n e s i a d a n N i l a i K u r s T e r h a d a p I H S G , P e n u l i s a n I l m i a h , U n i v e r s i t a s G u n a d a r m a , J a k a r t a .

R i y a t n o , 2 0 0 7 , P e n g a r u h S u k u B u n g a S e r t i f i k a t B a n k I n d o n e s i a d a n N i l a i K u r s T e r h a d a p R i s i k o S i s t e m a t i k S a h a m P e r u s a h a a n D i B E J , J u r n a l K e u a n g a n D a n B i s n i s V o l . 5 , N o . 8 , S e p t e m b e r .

U t a m i , M u d j i , 2 0 0 3 , P e r a n a n P r o f i t a b i l i t a s , S u k u B u n g a , I n f l a s i d a n N i l a i T u k a r D a l a m M e m p e n g a r u h i P a s a r M o d a l I n d o n e s i a S e l a m a K r i s i s E k o n o m i , J u r n a l M a n a j e m e n & K e w i r a u s a h a a n , V o l . 5 , N o . 2 , S e p t e m b e r .

S a n t o s o , S i n g g i h , 2 0 0 2 , B u k u L a t i h a n S P S S S t a t i s t i k M u l t i v a r a t , E l e x M e d i a K o m p u t i n d o , J a k a r t a .

T u a s i k a l , A s k a m . , 2 0 0 2 , P e n g g u n a a n I n f o r m a s i A k u n t a n s i U n t u k

M e m p r e d i k s i R e t u r n S a h a m , J u r n a l R i s e t A k u n t a n s i V o l . 5 , N o . 3 ,

S e p t e m b e r

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan

Lestari melakukan analisis jumlah pengungkapan sukarela laporan keuangan tahunan perbankan syariah melalui website dengan hasil skor IFR bank syariah paling banyak jumlahnya pada

1 PC 2 ke IP Kamera 0 Sangat Baik 2 PC 2 ke PC 1 NA Tidak Terdefinisi 3 PC 1 ke IP Kamera NA Tidak Terdefinisi Pada tabel 22 adalah hasil perhitungan Packet Loss

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar WUS tidak pernah melakukan pemeriksan IVA, walaupun sudah ada dukungan dari petugas kesehatan karena wanita usia

121 E történeti és régészeti jelenség kapcsán szükséges kitérnünk, illetve megemlítenünk a legkorábbi avar kori régészeti emlékekhez 122 sorolható erdélyi

Pengetahuan empiris pemanfaatan pakundalang ( Blumea balsamifera ) di beberapa desa di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, menunjukkan bahwa pakundalang telah turun

Untuk penugasan setiap perawat, metode roulette-wheel digunakan untuk memilih satu rule (pola shift ) sesuai dengan probabilitas kondisional dari seluruh node yang

Saran dari orang lain sebatas pembanding saja dalam pertimbangan saya, tetapi keputusan mutlak ada di tangan saya.. SS S