• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUKURAN SIGNAL WIFI & TRANSFER RATE ACCESS POINT INDIHOME DI PERUM BUANA BUKIT PERMATA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGUKURAN SIGNAL WIFI & TRANSFER RATE ACCESS POINT INDIHOME DI PERUM BUANA BUKIT PERMATA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGUKURAN SIGNAL WIFI & TRANSFER RATE ACCESS POINT INDIHOME DI PERUM BUANA BUKIT PERMATA

Muhamad Sigid Safarudin1), Dodi Putra Yani2)

1Sistem Informasi, Universitas Batam, Jl. Uniba No. 5 Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau 29432

1[email protected]

2Sistem Informasi, Universitas Batam, Jl. Uniba No. 5 Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau 29432

2[email protected] Abstract

Wifi is an electromagnetic wave that propagates without medium, so the question arises whether the limitation of the media physically affects wifi? Fajariyanto (2011) conducted a research on the access point distance to the effect of wifi signal. Likewise, Garnis, Suroso and Soim (2017) also conducted research on the accest point position. So this research is also done to find out the effect of the room barrier and the distance to the wifi signal? Is the wifi signal spectrum circular like many WiFi application displays in the playstore? From the results of this study indicate that within 1 or 2 meters the wifi signal has experienced an up and down with an average result of -52.28 dBm because the polarization formed is not in the form of linear graphs. Unlike the signal strength in this distance the data transfer rate does not change by 65 Mbps. Signal wifi starts to decrease at an average distance of 10 meters with signal strength being -73.67 and data transfer of 36.67 Mbps.

Keywords: Wifi, Access Point Signal, Transfer Rate Abstrak

Wifi merupakan gelombang elektromagnetik yang merambat tanpa medium sehingga timbul pertanyaan apakah batasan media secara fisik berpengaruh terhadap wifi?Fajariyanto (2011) melakukan penelitain tentang jarak acces point terhadap pengaruh signal wifi. Demikian juga dengan Garnis, Suroso dan Soim (2017) juga melakukan penelitian tentang posisi accest point.

Sehingga penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui pengaruh penghalang ruangan dan jarak terhadap signal wifi? Apakah spektrum signal wifi melingkar seperti banyak tampilan aplikasi wifi yang ada di playstore?. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jarak 1 atau 2 meter signal wifi sudah mengalami naik turun dengan hasil rata-rata -52,28 dBm karena memang polarisasi yang terbentuk tidak dalam bentuk grafik linear. Berbeda dengan kekuatan signal dalam jarak ini transfer rate data tidak mengalami perubahan sebesar 65 Mbps. Signal wifi mulai mengalami penurunan pada jarak rata-rata 10 meter dengan kekuatan signal menjadi -73,67 dan transfer data sebesar 36,67 Mbps.

Kata Kunci: Wifi, Acces Point Signal, Transfer Rate

PENDAHULUAN

Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat dan aman. (Awaludin, 2014). WiFi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, WiFi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan (WAN)

(2)

Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya. (Rudi Hartono, 2011)

Wifi merupakan bentuk gelombang elektromagnetik yang merambat dalam ruangan.

Sedangkan gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur antara lain dari panjang gelombang/ wavelength, frekuensi, amplitudo/ amplitude, kecepatan. (Sandi, 2016). Parameter yang digunakan dalam membaca kekuatan signal gelombang elektromagnetik adalah dalam dBm. Dalam telekomunikasi, khususnya dalam frekuensi radio, kekuatan sinyal (juga disebut sebagai kekuatan medan) mengacu pada output daya pemancar sebagaimana diterima oleh antena referensi pada jarak dari antena pemancar. Transmisi bertenaga tinggi, seperti yang digunakan dalam penyiaran, dinyatakan dalam dB-millivolts per meter (dBmV / m). Untuk sistem dengan daya sangat rendah, seperti telepon seluler, kekuatan sinyal biasanya dinyatakan dalam dB-microvolts per meter (dBµV / m) atau dalam desibel di atas tingkat referensi satu milliwatt (dBm).

Merupakan satuan perbedaan atau rasio antara kekuatan daya pancar signal. Penamaanya juga untuk mengenang Alexander Graham Bell (Makanya huruf “B” merupakan huruf besar) dan satuan ini digunakan untuk menunjukkan efek dari sebuah perangkat terhadap kekuatan atau daya pancar suatu signal. (Fajariyanto, 2011). Dalam terminologi penyiaran, 1 mV / m adalah 1000 µV / m atau 60 dBµ (sering ditulis dBu). (Wikipedia, 2018). dBm (kadang-kadang dB mW atau desibel-miliwatt) adalah singkatan untuk rasio daya dalam desibel (dB) yang dirujuk ke satuan milliwatt (mW). Satuan ini biasa digunakan dalam jaringan radio, microwave dan serat optik. Tanda minus (-) pada dBm maka nilai semakin besar maka kekuatan sinyal akan semakin kecil. Pengukuran kekuatan signal yang lain menggunakan parameter Arbitrary Strength Unit (ASU) yaitu sebuah nilai dalam interger (bilangan buat) sebanding dengan kekuatan sinyal yang diterima yang diukur oleh perangkat Telepon Seluler.

Dalam keseharian kita wifi sangat membantu dalam mendukung proses komunikasi yang kita butuhkan atau informasi yang kita butuhkan melalui internet dan media sosial yang ada dalam gadget kita. Namun pada saat kita akan terhubung dengan wifi sering mengalami kendala koneksi. Wifi merupakan gelombang elektromagnetik yang merambat tanpa medium sehingga timbul pertanyaan apakah batasan media secara fisik berpengaruh terhadap wifi? . Fajariyanto (2011) melakukan penelitain tentang jarak access point terhadap pengaruh signal wifi. Demikian juga dengan Garnis, Suroso dan Soim juga melakukan penelitian tentang posisi access point. (Aishah Garnis, 2017).

Sering pada saat kita berpindah dari suatu ruangan ke ruangan yang lainnya pada saat menggunakan handphone/cell phone signal turun-naik atau bahkan kadang-kadang tidak memperoleh signal sama sekali. Apakah hal ini disebahkan karena penghalang atar ruangan (1) ? Ataukah disebabkan karena pengaruh jarak access point dengan receiver (2)?

Dipasaran banyak ditemukan aplikasi wifi analyzer ataupun wifi signal strength yang menampilkan tampilan polarisasi gambar melingkar. Aplikasi ini dapat ditemui di google play antara lain : Wi-fi Visualizer (ITO Akhiro), Wifi Analyzer (Webprovider), Wifi Hetmap (Wifi Solution) dan lain-lain. Apakah tampilan ini benar ataukah hanya untuk memudahkan dalam menvisualisasikan signal wifi (3)?. Oleh karena itu penelitian ini

(3)

METODE PENELITIAN

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini memiliki data teknis sebagai berikut : Access Point/ STB Huawei Optical Network Terminal sebagai sumber wifi yang akan dianalisa dengan data teknis sebagai berikut : P/N : 50082766; Model : H35M8245ATK2;

S/W Ver :V300R013C10SPC128; Lot. Number: JPZH2G4088Y; Prod ID:

2150082766EGG4001002; MAC: 58605F116262; SN : 4857544311626270. Dengan posisi antena horizontal. Alat ukur yang digunakan memiliki data teknis sebagai berikut : HP Evercross U50A; Android : 7.0(API 24); Hardware : Mt6735; CPU Arch: ARM (armv71);

RAM : 1.85 GB. Software pengukuran menggunakan: Network Cell Info Lite untuk mengukur wifi signal dalam satuan dBm. Karena merupakan pembacaan digital maka proses pengukuran pada display dihitung selama 1 menit dan tampilan display terakhir yang akan dipakai sebagai data hasil pengukuran.

Gambar 1. Tampilan Network Cell Info Lite.

Setelah dilakukan pengukuran dan dimasukkan dalam tabel akan dibuat diagram berdasarkan sudut 360 derajat secara melingkar dalam posisi horizontal. Derajat nol dimulai dari posisi utara berdasarkan arah kompas. Setelah data diperoleh dalam tabel dan diperoleh pola gambar maka dilakukan analisa gain yang ada. Lokasi penelitian di Perumahan Buana Bukit Permata Tembesi Sagulung Batam pada salah satu rumah yang memiliki acces point dengan internet akses menggunakan provider IndiHome. Adapun skema proses penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

(4)

Gambar 2. Metode Penelitian yang Dilakukan HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk memahami cara pembacaan signal wifi maka digunakan kriteria seperti dalam penelitian yang dilakukan oleh Fadli (2016) seperti ditunjukkan dalam tabel 1 berikut ini:

Tabel 1. Range RxLevel.

RxLevel Remark

-75 dBm sd 0 dBm Biru Excellent

-85 dBm sd -75 dBm Hijau Very Good

-90 dBm sd -85 dBm Kuning Good

-120 dBm sd -90 dBm Merah Bad

Seperti halnya dalam pembacaan dalam bilangan negatif semakin besar penunjukan bilangan negatif berarti memiliki nilai yang semakin kecil dan sebaliknya.

Selesai Studi Literatur

Persiapan Peralatan

Proses Pengambilan Data

Analisa Data

Penelitian yang berkaitan dengan topik yang diteliti

Mobile Android Evercross sepagai alat ukur;

Indihome sebagai internet provider & Access Point; Networks Cell Info Lite sebagai software pengukur; Kompas untuk mengetahui derajat posisi

Pengukuran signal dengan parameter dBm dan Mbps

Mulai

(5)

1. Pengukuran Access Point Horizontal dengan Jarak 1 meter.

Tabel 2. Hasil Pengukuran Signal Wifi pada Jarak 1 meter.

No Derajat dBm Mbps

1 -69 65

2 45˚ -64 65

3 90˚ -38 65

4 135˚ -36 65

5 180˚ -36 65

6 225˚ -50 65

7 270˚ -53 65

8 315˚ -55 65

9 360˚ -69 65

-100 -50 0 50 100

45˚

90˚

135˚

180˚

225˚

270˚

315˚

360˚

dBm Mbps

Gambar 3. Hasil Pengukuran Access Point Signal Wifi pada Jarak 1 meter.

Pada jarak 1 meter meskipun ada perubahan penunjukkan signal wifi tetapi untuk transfer rate tidak mengalami perubahan. Jika dirata-rata maka hasil pengukuran signal wifi adalah sebesar -52,22 dBm dan transfer rate 65 Mbps.

2. Pengukuran Access Point Horizontal dengan Jarak 2 meter.

Tabel 3. Hasil Pengukuran Access Point Signal Wifi pada Jarak 2 meter.

No Derajat dBm Mbps

1 -62 65

2 45˚ -52 65

3 90˚ -57 65

4 135˚ -45 65

5 180˚ -43 65

6 225˚ -47 65

7 270˚ -53 65

8 315˚ -50 65

9 360˚ -62 65

(6)

Gambar 4. Diagram Radar Hasil Pengukuran Access Point Signal Wifi pada Jarak 2 meter.

Sebagaimana pada pengukuran jarak 2 meter meskipun ada penunjukkan signal wifi tetapi untuk transfer rate tidak mengalami perubahan. Jika dirata-rata maka hasil pengukuran signal wifi adalah sebesar -52,33 dBm dan transfer rate 65 Mbps.

3. Pengukuran Access Point Horizontal di luar Ruangan.

Untuk pengukuran kualitas acces point di luar rungan dilakukan secara random pada tiga titik lokasi dan tidak bisa dilakukan secara melingkar dalam sudut 360 derajat dikarenakan lokasi penelitian adalah di dalam perumahan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pengukuran dibanyak lokasi.

Gambar 5. Layout Lokasi Pengukuran dengan Google Map.

Gambar 6. Variasi Pengukuran Signal

Tabel 4. Hasil Pengukuran Signal Wifi di luar Ruangan.

No meter dBm Mbps

1 10 -51 65

2 16,75 -88 19

3 24,23 -82 26

(7)

Pada jarak 10 meter signal wifi menunjukkan -51 dBm dengan transfer rate 65 Mbps, pada jarak 16,75 meter signal wifi menunjukkan -88 dBm dengan transfer rate 19 Mbps dan pada jarak 24, 23 meter signal wifi sebesar -85 dBm dengan transfer rate 26 Mbps. Jarak rata-rata access point mengalami penurunan signal wifi dan transfer rate adalah pada jarak 10 meter dengan penunjukkan signal wifi rata-rata sebesar -73,67 dBm dan transfer rate 36,67 Mbps.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Konektivitas wifi tidak terpengaruh oleh media penghalang disekitar lokasi acces point tersebut.

2. Konektifitas wifi tergantung pada jarak receiver dengan transmiter wifi tersebut. Hal ini mendukung penelitian Fajariyanto (2011) yang menyebutkan bahwa jarak berpengaruh terhadap reciver signal wifi.

3. Wifi yang merupakan gelombang elektomagnetik polarisasi tidak berbentuk lingkaran seperti aplikasi-aplikasi pengukur polarisasi gelombang elektromagnetik di google play.

Akan tetapi polarisasi ini naik turun/ bergerak dinamis jika diterjemahkan dalam lingkaran maka gerakan polarisasi gelombang elektromagnetik adalah melingkar 360˚

secara horizontal dan 360˚ secara vertikal.

SARAN

Dalam penelitian ini karena keterbatasan lokasi access poin sehingga pengukuran tidak dapat dilakukan secara akurat. Maka perlu diadakan penelitian lebih lanjut diarea yang dapat dikendalikan sehingga mampu melakukan pengukuran secara detail 360˚ secara horizontal maupun vertikal. Akan lebih baik jika mampu dikembangkan pembuatan access point dengan polarisasi yang dapat dikontrol sehingga menghasilkan spektrum gelombang elektromagnetik yang melingkar.

UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillah penelitian ini telah selesai dilakukan tidak lupa diucapkan terimakasih disampaikan kepada :

1. Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayahnya sehingga penelitian ini dapat selesai pada waktunya.

2. Keluarga yang sennatiasa memberikan semnagat dan rela dikorbankan sedikit waktunya untuk penelitian ini.

3. Segenap civitas akademi Universitas Batam baik segenap dosen dan mahasiswa.

4. Warga Buana Bukit Permata Tembesi Sagulung sebagai lokasi penelitian terutama RT.05 RW. 17.

DAFTAR PUSTAKA

Aishah Garnis, S. d. (2017). Pengkajian Kualitas Sinyal Dan Posisi Wifi Access Point Dengan Metode RSSI Di Gedung KPA Politeknik Negeri Sriwijaya. Prosiding SNATIF Ke-4 Tahun 20 17 (pp. 429-434). Palembang: Prosiding SNATIF Ke-4 Tahun 20 17 ISBN: 978-602-1180-50-1.

Assidiq, H. F. (2013). Kupas Tuntas WIFI. Tangerang: Surya University.

Awaludin, A. (2014). Pengertian dan Cara Kerja WIFI. Ilmu Teknologi Informasi, 1-5.

(8)

Padang. Padang: Politeknik Negeri Padang.

Fajariyanto, A. (2011). Analisa Sinyal Wireless Distribution System Berdasarkan Jarak Acces Point Pada Perpustakaan Propinsi Sumatera Selatan. Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang, 1-11.

Puspitasari, N. F. (2011). Analisis RSSI (Receive Signal Strenght Indicator) terhadap

Ketinggian Perangkat Wifi di Lingkungan Indoor. Jurnal Ilmiah Dasi Vol. 15 No. 04 Desember 2011, ISSN: 1411-3201, 32-38.

Rudi Hartono, S. &. (2011). Wirelles Network 802.11. Solo: UNS.

Sandi, Y. (2016). Perancangan Dan Analisa Circular Polarity Antena Crosschair Waveguide Sebagai Penguat Wifi Adapter TP-Link TL-WN723N Pada Frekuensi 2,4 GHz.

Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura, 1-9.

Wikipedia. (2018, june 7). Signal strength in telecommunications.

Referensi

Dokumen terkait

Dari segi bahasa, dalam penulisan satuan akan lebih baik jika satuan yang di tanyakan pada soal di letakkan pada akhir kalimat setelah tanda titik- titik agar siswa

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sarana Prasarana. BKSP Bendaiiara Penerimaan

[r]

merupakan unsur yang esensial yang diperlukan oleh tubuh, karena tembaga akan. berperan sebagai elemen penting dalam mengatur protein, berpartisipasi

Model, metode dan strategi yang peneliti paparkan diharapkan dapat membantu guru dalammeningkatkan pemahaman materi dan kemampuansikap positif siswa serta dapat

menyampaikan satu, barangkali ini tepat untuk para prajurit yang tidak akan pernah absen dalam mengemban tugas-tugas negara, yaitu, ini boleh menjadi motto, bisa jadi dipasang

Kesimpulan Hasil data dan analisa Masjid Raya Baiturrahman ( existing)

[r]