ANALISIS DETERMINASI EMISI CO2 DI INDONESIA TAHUN
Teks penuh
(2) PENDAHULUAN. 800. karbon. merupakan. faktor. dioksida utama. (CO2) Juta ton. Emisi. timbulnya. fenomena pemanasan global berupa emisi. 600 400 200. gas rumah kaca. Aktivitas manusia erat. 1990 1993 1996 1999 2002 2005 2008 2011 2014 2017. 0. kaitannya dengan produksi emisi CO2 (anthropogenic activities) (Labiba dan. Sumber: Global Carbon Project (2018) Gambar 1 Total Emisi CO2 di Indonesia Tahun 1990-2018. Wisnu, 2018). Pengaruh semua kegiatan manusia seperti dalam bidang ekonomi, transportasi, industri, alami. Gambar 1 menunjukkan bahwa emisi. serta dari unsur. mengakibatkan. CO2. terjadinya. dari. kegiatan. tersebut. maupun. tidak. lingkungan di Indonesia semakin buruk tiap tahunnya. Arista (2019) mengatakan. langsung. bahwa. berupagas rumah kaca (BMKG, 2012). Lingkungan. sebagai. dilakukannya. lingkungan. kerusakan. menyebabkan. adalah. dalam. lingkungan.. Menurut. usaha. menjaga. pertumbuhan. ekonomi, yaitu dalam proses produksi (Budiarto, 2013).. kesejahteraan masyarakat, dimana modal. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia. alam merupakan bagian penting dalam jasa. pada. nasional. Jadi konsumsi energi dibutuhkan. tinggi akan memberikan dampak terhadap. dan. terhadap. industri menjadi pendorong perekonomian. komponen. tidak langsung modal alam dengan kualitas. barang. eksploitasi. Achsa dan Destiningsih (2020) sektor. penting dalam sistem ekonomi. Secara. produksi. pengeksploitasian. kondisi lingkungan dapat menyebabkan. Sehingga. tidak berfungsinya sistem ekonomi, berarti bahwa. erat. lingkungan dan alam tanpa memperhatikan. penyedia bahan baku, dan penerima sisa. tanpa adanya lingkungan. dengan. ekonomi. sumber daya alam dan lingkungan. Terus. kategori yaitu sebagai penyedia fasilitas,. (limbah).. pertumbuhan. kaitannya. pendorong. kegiatan ekonomi digolongkan dalam tiga. produksi/konsumsi. yang. hal tersebut berarti bahwa degradasi. akan. berdampak pada kondisi iklim baik secara langsung. pertumbuhan. fluktuatifF dengan kecenderungan naik,. perubahan iklim di Indonesia. Berarti bahwa. mengalami. tahun 1990-2018 mengalami fluktuasi.. yang. Tahun. berkesinambungan.. 1998. mengalami. perekonomian. penurunan. Indonesia. terendah. yaitu. sebesar -13,13% sebagai akibat dari krisis. 488.
(3) ekonomi. Hingga saat penggunaan energi. positif dengan rata-rata 1,40%, berarti. yang belum ramah lingkungan ini menjadi. jumlah penduduk selalu meningkat.. penopang. pertumbuhan. Indonesia.. Aspek. (sustainability). dari. ekonomi. Indonesia saat ini masih bergantung. berkelanjutan. pada konsumsi energi fosil seperti batu. penerapan. sistem. bara, gas alam, serta minyak bumi. Akan. pemanfaatan energi di Indonesia belum. timbul. dapat terwujud akibat masih adanya. ketergantungan dunia termasuk Indonesia. ketergantungan berlebihan pada bahan. pada bahan bakar fosil termaasuk terhadap. bakar fosil. Pertumbuhan penduduk yang. lingkungan. tinggi menimbulkan tantangan dan coba. pencemaran. diatasi. global.. dengan. pembangunan. memberikan. industrialisasi Namun. industrialisasi. dampak. manusiakarena. negatif. industrialisasi. menyebabkan. dan. adanya. dampak. Goncangan. kebutuhan. energi. daya energi ini akan habis dalam jangka waktu. tertentu,. terhadap. energi. padahal. permintaan. selalu. meningkat. (Triatmojo, 2013). Dari tahun 1990 sampai tahun. seiring. mengalami. jumlah. 2018. konsumsi peningkatan.. energi. fosil. Berarti. di. peran. Indonesia pertumbuhan ekonomi masih. ganda terhadap lingkungan. Di satu sisi,. ditopang oleh konsumsi energi fosil. Pada. penduduk. berperan. tahun. pendorong. atau. degradasi. memiliki. pemanasan. akan. yang harus disediakan akan meningkat. Penduduk. serta. GRK,. dapat diperbaruinya energi fosil. Sumber. Permintaan akan barang dan jasa. penduduk.. udara,. emisi. dari. pada. pencemaran. pertambahan. seperti. besar. nasional mungkin terjadi akibat sifat tidak. lingkungan (Zulfa dkk, 2016).. dengan. yang. sebagai. penyebab. lingkungan. faktor. 2018. konsumsi. energi. fosil. terjadinya. Inodonesia yaitu 2.076 TWh, dimana. dengan. konsumsi energi fosil tersebut naik 102. seiring. adanya ledakan jumlah penduduk. Di lain. TWh dari tahun sebelumnya.. sisi, penduduk juga berperan sebagai. Kementerian Energi dan Sumber. penerima atau terdampak dari degradasi itu. Daya. sendiri.. mengatakan. mengatakan Indonesia memiliki potensi. bahwa menurut model Impact Population. energi terbarukan yang besar. Potensi. Affluence Technology (IPAC), penduduk. tersebut. (population). yang. mencapai akses energi secara merata dan. memiliki pengaruh terhadap emisi CO2.. bersih. Namun, di Indonesia penggunaan. Dari tahun. 1990-2018 pertumbuhan. energi terbarukan hanya mencapai kisaran. penduduk di Indonesia selalu bernilai. 6 persen dari bauran energi nasional.. Holdren. (2018). menjadi. variabel. 489. Mineral. dapat. (KESDM). dimanfaatkan. (2016). untuk.
(4) Beberapa faktor yang menjadi penyebab. dioxide) adalah gas terbentuk melalui. adalah biaya invetasai yang masih relatif. berbagai proses seperti pembakaran bahan. tinggi, kurangnya pengeahuan masyarakat. bakar minyak, pembakaran bahan organik,. dalam mengadaptasi penggunaan energi. dan gas bumi, dan/atau letusan gunung. terbarukan,. dukungan. berapi serta dekomposisi bahan organik. subsidi. dengan rumus CO2 dimana gas tersebut. kurangnya. pemerintah, terhadap. serta energi. mengakibatkan. rendanya terbarukan. Kuznets dalam Jhingan (2012: 57),. terbarukan masih tinggi. Dari gambar 5. pertumbuhan ekonomi berarti kemampuan. bisa. energi. menyediakan barang serta jasa suatu. cenderung. negara untuk penduduknya secara jangka. mengalami kenaikan, namun kenaikannya. panjang. Sedangkan menurut Prakoso. masih belum signifikan. Pada tahun 2010. (2019). terjadi kenaikan tertinggi yaitu sebesar. naiknya output perkapita dalam jangka. 6,16 TWh atau sebesar 29,6% dari tahun. panjang. Pertumbuhan ekonomi dan emisi. sebelumnya. Penurunan terbesar tahun. CO2 dijelaskan dalam sebuah hipotesis. 2011 sebesar -4,91 TWh atau turun -. bernama Environmental Kuznets Curve. 18,23% dari tahun sebelumnya. Penelitian. (EKC). Hipotesis EKC menjelaskan bahwa. ini bertujuan untuk menganalisis hubungan. pertumbuhan. antara. meningkatkan degradasi lingkungan.. terbarukan. bahwa di. jual. tidak berwarna dan tidak berbau.. energi. dilihat. harga. yang. konsumsi. Indonesia. pertumbuhan. ekonomi,. pertumbuhan penduduk, konsumsi energi. pertumbuhan. ekonomi. ekonomi. berarti. awalnya. akan. Pertumbuhan penduduk merupakan. fosil, konsumsi energi terbarukan, dan. faktor. lain. yang. mengakibatkan. emisi CO2.. peningkatan emisi CO2 di Indonesia (Zuhri, 2014). Pamungkas (2019: 1). LANDASAN TEORI. mengatakan. Menurut BAPPENAS (2014), Emisi. penduduk. bahwa yaitu. pertumbuhan. perbandingan. jumlah. (Emissions) yaitu pembebasan GKC ke. penduduk pada waktu tertentu dengan. atmosfir, yang menimbulkan gas CO2 atau. waktu sebelumnya. Salah satu teori yang. CH4 dari penguraian oleh mikroba pada. elevan yaitu theori anthropogenic global. bahan organik, yang menimbulkan CO2. warming atau secara singkat dikenal. dalam proses pembakaran bahan organik,. dengan teori AGW. Teori ini menyatakan. dan yang menimbulkan gas N2O dalam. bahwa aktivitas manusia menghasilkan. proses. emisi gas rumah kaca yang menjadi. denitrifikasi. Sedangkan. Karbon. dan dioksida. nitrifikasi. (Carbon 490.
(5) penyebab utama dari perubahan iklim. konsumsi. energi. terbarukan. (Bast, 2010: 29).. mengurangi emisi CO2.. akan. Liberty dkk (2013) dalam Sasana (2019) mengemukakan bahwa energi fosil. METODOLOGI PENELITIAN. merupakan energi yang suatu saat akan. Teknik Pengumpulan Data. habis karena tidak dapat diperbarui, dan. Metode dalam penelitian ini berupa. akan menhasilkan gas rumah kaca dalam. metode. proses pembakarnnya. Sehingga, untuk. kuantitatif. Data dalam penelitian ini yaitu. menghasilkan. data sekunder berupa data time series dari. energi. tidak. dapat. deskriptif. dengan. mengandalkan energi fosil. Akibatnya,. tahun. agar. kali. penlitian ini yaitu Emisi CO2 dan variabel. dan. independen dalam penelitian ini yaitu. dapat. diperlukan. digunakan energi. berulang. terbarukan. 1990-2018.. pendekatan. Variabel. berkelanjutan. Ito (2017) dalam Sasana. Pertumbuhan. (2019: 37) juga mengemukakan bahwa. Penduduk, Konsumsi Energi Fosil, dan. konsumsi energi fosil dapat menyebabkan. Konsumsi Energi Terbarukan. Data dalam. polusi dan kerusakan lingkungan karena. penelitian bersumber dari World Bank dan. sisa pembakaran energi fosil berbahaya. BP (British Petroleum).. bagi lingkungan.. Teknik Analisa Data 1. Uji Asumsi Klasik. Kementerian. ESDM. (2019). Ekonomi,. dependen. Pertumbuhan. mengemukakan bahwa sumber energi baru. Agar dari analisis regresi berganda. terbarukan yaitu energi yang didapat dari. diperoleh hasil diperoleh hasil akurat. proses alam dan berkelanjutan, energi. dilakukan dengan uji. tersebut berasal air, sinar matahari, angin,. sehingga persamaan regresi bersifat Best. geothermal, dan biofuel. Sumber energi. Linier Unbiased Estimator (BLUE). Perlu. tersebut tidak memberikan andil tehadap. dilihat. pemanasan global serta perubahan iklim,. terhadap. karena merupakan energi yang ramah. variabel yang menjelaskan dikatakan tidak. lingkungan. mencemari. efisien apabila tidak terpenuhinya asumsi. lingkungan. Shafei dan Ruhul (2013). klasik (Ghozali, 2018: 105). Penelitian ini. dalam Sasana (2019: 38) menemukan. mencakup. bahwa. multikolinearitas, uji autokolerasi, dan uji. dan. konsumsi. tidak. energi. terbarukan. ada. asumsi. tidaknya. asumsi. uji. klasik,. klasik,. penyimpangan dikarenakan. normalitas,. memiliki hubungan negatif dengan emisi. heteroskedastisitas.. CO2, yang berarti bahwa peningkatan. 2. Analisi Regresi Linear Berganda. 491. uji.
(6) Sugiyono (2014: 275) menyatakan. Berdasarkan uji normalitas diiketahui. bahwa analisis regresi linear berganda. nilai. dilakukan. ingin. 0,741024>0,05. Jadi data dalam penelitian. meramalkan keadaan variabel terikat jika 2. telah terdistribusi normal. Berdasarkan uji. atau lebih variabel bebas diturun naikkan.. multikolinearitas diketahui bahwa variabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. pertumbuhan. pengaruh. penduduk, konsumsi energi fosil, dan. apabila. peneliti. variabel. pertumbuhan. bebas. ekonomi,. yaitu. pertumbuhan. probability. konsumsi. Jarque-Bera. ekonomi,. energi. pertumbuhan. terbarukan. sebagai. penduduk, konsumsi energi fosil, dan. variabel bebas memiliki nilai VIF kurang. konsumsi. dari 10. Berarti multikolinearitas tidak. Emisi. energi. CO2. terbarukan. sebagai. variabel. terhadap terikat.. terjadi.. Berdasarkan. Persamaan regresi dari variabel tersebut. diketahui. yaitu:. 0,1518. ln( 𝑌) = 𝛽 + 𝛽1 𝑋1 + 𝛽2 𝑋2 + 𝛽3 ln( 𝑋3 ) + 𝛽4 ln( 𝑋4 ) + 𝜀 Keterangan:. uji. autokorelasi. Prob. Chi-Squared sebesar lebih. dari. signifikans.. Berarti. autokorelasi.. Dan. 0,05. atau. nilai. tidak dari. terjadi. hasil. uji. heteroskedastisitas diketahui. nilai Prob. lebih dari. Y. = Emisi CO2. Chi-Squared sebesar 0,2646. X1. = Pertumbuhan Ekonomi. 0,05. X2. = Pertumbuhan Penduduk. digunakan.. X3. = Konsumsi Energi Fosil. heteroskedastisitas tidak terjadi. Sehingga. X4. = Konsumsi Energi Terbarukan data penelitian dinyatakan telah lolos uji. ln. = Logaritma Natural. asumsi klasik.. 𝜷. = Konstanta. 2. Analisis Regresi Linear Berganda. 𝜷𝟏 , 𝜷𝟐 , 𝜷𝟑 , 𝜷𝟒 = Koefisien Regresi 𝜺. atau. nilai. signifikansi Berarti. yang gejala. Tabel 1 Hasil Uji Regresi Dependent Variable: CO2 Method: Least Squares Date: 06/11/20 Time: 13:36 Sample: 1990 2018 Included observations: 29. = Error Term. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisa Data 1. Uji Asumsi Klasik Variable GDP POP FOSIL. Coefficient. Std. Error. t-Statistic. Prob.. 0.002303 0.352980 1.410148. 0.001958 0.122955 0.168314. 1.176304 2.870798 8.378080. 0.2510 0.0084 0.0000. 492.
(7) EBT C R-squared Adjusted R-squared S.E. of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statistic). -0.140671 -2.191942. 0.116113 0.573171. 0.961586 0.955183 0.034397 0.028395 59.31896 150.1924 0.000000. Mean dependent var S.D. dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat. Sumber: Output Eviews 10, data diolah (2020). Dari. -1.211500 -3.824236. hasil. 0.2375 0.0008 2.517241 0.162478 -3.746135 -3.510395 -3.672304 1.395575. penelitian,. diketahui. Persamaan berdasarkan hasil estimasi di. pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh. atas adalah sebagai berikut:. positif pada emisi CO2 dengan nilai koefisien 0,002303, berarti jika terjadi. ln(𝑌) = −2.191942 + 0.002303𝑋1 + 0.352980𝑋2. kenaikan Pertumbuhan Ekonomi 1 persen,. + 1.410148 ln( 𝑋3 ). diasumsikan variabel lain stagnan, maka. − 0.140671ln(𝑋4 ) + 𝜀. terjadi. kenaikan. Emisi. CO2. sebesar. uji. parsial. R-squared. 0,002303. persen.. sebesar 0.955183, menunjukkan besarnya. diketahui. t-hitung. pengaruh variabel Pertumbuhan Ekonomi,. sehingga hasil t-hitung lebih rendah dari t-. Pertumbuhan Penduduk, Konsumsi Energi. tabel yaitu 1,176304 < 1,71088 dengan. Fosil, dan Konsumsi Energi Terbarukan. prob 0,251 > 0,05 dimana nilai signifikansi. sebesar 95,52%. Artinya Pertumbuhan. pertumbuhan. Ekonomi,. Penduduk,. dibandingkan dengan derajat kesalahan.. Konsumsi Energi Fosil, dan Konsumsi. Berarti Hipotesis nol (Ho) tidak ditolak. Energi Terbarukan memiliki pengaruh. dan Hipotesis alternatif (Ha) ditolak, jadi. sebesar 95,52% terhadap Emisi CO2. variabel. sedangkan 4,48% sisanya. mempunyai pengaruh positif dan tidak. Diketahui. Adjusted. Pertumbuhan. dipengaruhi. Hasil yaitu. ekonomi. 1,176304,. lebih. pertumbuhan. besar. ekonomi. signifikan pada Emisi CO2.. oleh variabel lainnya diluat model regresi.. Hasil estimasi tidak sesuai hipotesis. Berdasarkan tabel 1, dapat dianalisis sebagai berikut:. dimana seharusnya pertumbuhan ekonomi. 1. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi pada. perpengaruh secara signifikan terhadap. Emisi CO2 di Indonesia tahun 1990-. emisi. CO2.. 2018. ekonomi. Penopang. Indonesia. pertumbuhan. adalah. konsumsi. rumah tangga, sehingga emisi CO2 yang dihasilkan 493. relatif. kecil.. Berarti.
(8) pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak. signifikansi pertumbuhan penduduk lebih. selalu diikuti oleh peningkatan Emisi CO2.. kecil. Hasil tersebut sesuai dengan kondisi di. kesalahan. Berarti Hipotesis nol (Ho). Indonesia. Dimana pertumbuhan ekonomi. ditolak dan Hipotesis alternatif (Ha) tidak. di Indonesia tahun 1990-2018 cenderung. ditolak, jadi variabel konsumsi energi fosil. stagnan namun emisi CO2 di Indonesia. mempunyai pengaruh positif signifikan. juga peningkatan.. pada Emisi CO2.. Penelitian mendukung. Ersalina penelitian. Tang. (2017). ini,. dalam. dibandingkan. Karena. dengan. pertumbuhan. mendorong. terjadinya. derajat. penduduk pertumbuhan. penelitiannya pertumbuhan Ekonomi di 17. kendaraan bermotor yang akan mendorong. negara Asia tidak memiliki pengaruh. penggunaan energi terutama minyak bumi.. signifikan. Artinya. Selain itu pertumbuhan penduduk juga. mempunyai. mengakibatkan penurunan ruang terbuka. hubungan yang relatif kecil terhadap. hijau, serta masih rendahnya kesadaran. peningkatan emisi CO2. Penelitian Ridwan. masyarakan terhadap pencemaran udara. Fauzi (2015) mendukung penelitian ini,. serta. dimana dalam penelitiannya pertumbuhan. ertumbuhan. ekonomi berpengaruh positif pada emisi. pengaruh yang signifikan pada emisi CO2.. CO2 yaitu sebesar 1,98%.. Hal. 2. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk pada. Indonesia.. pada. pertumbuhan. emisi. CO2.. ekonomi. pengendaliannya. sehingga. penduduk. tersebut. sejalan. mempunyai. dengan. Pertumbuhan. kondisi. penduduk. di. Emisi CO2 di Indonesia tahun 1990-. Indonesia selalu bernilai positif yang. 2018. mengindikasikan bahwa jumlah penduduk. Dari hasil analisis diketahui bahwa. di Indonesia mengalami selalu meningkat. pertumbuhan penduduk bernilai positif. dan diikuti oleh kenaikan tingkat Emisi. terhadap emisi CO2 dengan nilai koefisien. CO2 di Indonesia.. 0.352980,. berarti. Pertumbuhan peningkatan variabel. lain. 1. bahwa. apabila. penduduk. mengalami. persen,. diasumsikan. stagnan,. akan. Penelitian Anny Key Mendonca dkk (2020). mendukung. menyatakan. terjadi. positif. bahwa. dan. penelitian adanya. signifikan. pertumbuhan. penduduk. Hasil uji parsial diketahui t-hitung sebesar. populasi naik sebesar satu persen akan. 8,378080, sehingga t-hitung lebih tinggi. mengakibatkan peningkatan Emisi CO2. dari t-tabel yaitu 8,378080 > 1,71088. sebesar 1,67 persen. Penelitian Kangyin. dengan. Dong. 0,0084. <. 0,05,. nilai 494. dkk. emisi. pengaruh. peningkatan Emisi CO2 0.352980 persen.. prob. pada. ini,. (2018). CO2. Apabila. juga. mendukung.
(9) penelitian ini, menyatakan bahwa populasi. standar. berpengaruh secara positif dan signifikan. menghasilkan. terhadap peningkatan emisi CO2.. Indonesia menggunakan lebih banyak. 3. Pengaruh Konsumsi Energi Fosil pada. bahan bakar fosil yang menghasilkan. Emisi CO2 di Indonesia tahun 1990-. limbah, salah satunya dalam bentuk emisi. 2018. CO2.. Berdasarkan penelitian yang telah. hidup. masyarakat. lebih. Penggunaan. Untuk. banyak. barang,. bahan bakar. fosil. menghasilkan Emisi CO2 yang tinggi,. dilakukan, hasil analisis diketahui bahwa. karena. konsumsi energi fosil bernilai positif. teknologi yang ramah lingkungan.. terhadap emisi CO2 dengan nilai koefisien. tersebut sejalan dengan kondisi yang. 1.410148,. terjadi di Indonesia, tahun 1990-2018. berarti. bahwa. setiap. ada. masih. kurangnya. konsumsi. diasumsikan variabel lain stagnan, akan. mengalami. fluktuasi. dengan. terjadi peningkatan Emisi CO2 sebesar. kecenderungan. naik.. tersebut. 1.410148. persen.. Hasil. mengakibatkan. di. diketahui. t-hitung. sebesar. parsial. 2,870798,. fosil. di. Hal. kenaikan konsumsi energi fosil 1 persen,. uji. energi. penggunaan. Indonesia. Hal. Indonesia. terjadi. peningkatan emisi CO2.. sehingga t-hitung lebih tinggi dari t-tabel. Penelitian. Ersalina. Tang. (2017). yaitu 2,870798 > 1,71088 dengan prob. mendukung penelitian ini, menunjukkan. 0,0000 < 0,05, nilai signifikansi konsumsi. variabel. energi fosil lebih kecil dibandingkan. mempengaruhi konsentrasi gas rumah kaca. dengan. terutama. derajat. kesalahan.. Berarti. konsumsi. emisi. secara. positif.. Penelitian. alternatif (Ha) tidak ditolak, jadi variabel. mendukung penelitian ini, menunjukkan. konsumsi. mempunyai. pada negara berkembang di Asia konsumsi. pengaruh positif signifikan padaEmisi. bahan bakar fosil berpengaruh positif dan. CO2.. signifikan Pada. negara. fosil. berkembang. pada. dkk. fosil. Hipotesis nol (Ho) ditolak dan Hipotesis. energi. Hanif. CO2. energi. emisi. (2019). CO2.. juga. Dimana. bahan. peningkatan satu persen konsumsi energi. bakar fosil digunakan untuk mempercepat. fosil akan meningkatkan 0,29% emisi CO2.. untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. 4. Pengaruh Konsumsi Energi Terbarukan. dan memenuhi kebutuhan energi yang. pada Emisi CO2 di Indonesia tahun. terus. 1990-2018. meningkat.. berkembang. lainnya,. Seperti Indonesia. negara juga. Dari hasil analisis diketahui bahwa. menghadapi berbagai tantangan ekonomi. konsumsi. dan terus berjuang untuk meningkatkan. negatif pada emisi CO2 dengan nilai 495. energi. terbarukan. bernilai.
(10) koefisien 0.140671, sehingga setiap ada. selama tiga tahun terakhir di Indonesia. kenaikan konsumsi energi terbarukan 1. cenderung mengalami peningkatan, hal. persen,. tersebut. diasumsikan. variabel. lainnya. seharusnya. diikuti. dengan. stagnan, maka terjadi penurunan Emisi. penurunan emisi CO2. Akan tetapi emisi. CO2 0.140671 persen. Hasil uji parsial. CO2 justru mengalami peningkatan. Hal. diketahui. -1,211500,. tersebut menunjukkan bahwa peningkatan. sehingga t-hitung lebih rendah dari t-tabel. konsumsi energi terbarukan tidak selalu. yaitu -1,211500 < 1,71088 dengan prob. diimbangi dengan penurunan emisi CO2.. t-hitung. sebesar. 0.2375 > 0,05, nilai signifikansi konsumsi energi. terbarukan. lebih. Penelitian. besar. mendukung. Bilgili. dkk. (2016). penelitian. ini,. dalam. dibandingkan dengan derajat kesalahan.. penelitiannya diketahui bahwa variabel. Artinya Hipotesis nol (Ho) tidak ditolak. konsumsi energi terbarukan berpengaruh. dan Hipotesis alternatif (Ha) ditolak, jadi. negatif pada emisi CO2. Energi terbarukan. variabel. merupakan energi. konsumsi. energi. terbarukan. berpengaruh negatif dan tidak signifikan. lingkungan. pada Emisi CO2.. menyebabkan emisi gas polutan yang jauh. Dikarenakan pemanfaatan. belum. terbarukan. lebih sedikit bila dibandingkan dengan sumber energi fosil sehingga dampaknya. tidak. pada emisi CO2 negatif. Penelitian Apergis. berpengaruh signifikan pada emisi CO2.. dkk (2010) juga mendukung pnelitian ini,. Beberapa faktor yang menjadi penyebab. yang mengemukakan energi terbarukan. adalah biaya invetasai yang masih relatif. tidak memberikan dampak yang signifikan. tinggi, kurangnya pengeahuan masyarakat. terhadap mitigasi emisi CO2 terhadap. dalam mengadaptasi penggunaan energi. beberapa negara berkembang dan maju,. terbarukan,. karena terutama pada negara berkembang. energi. terbarukan. kurangnya. pemerintah, terhadap. terbarukan. energi. maka. konsumsi. energi. optimalnya. karena. bersih dan ramah. serta energi. mengakibatkan. dukungan. rendanya terbarukan. harga. jual. subsidi. konsumsi. yang. energi. terbarukan. belum. dikembangkan dengan baik.. energi. 5. Pengaruh. Pertumbuhan. terbarukan masih tinggi. Pengembangan. Pertumbuhan. efisiensi energi serta konsumsi energi. Energi Fosil, dan Konsumsi Energi. terbarukan sebagai upaya mitigasi energi. Terbarukan Terhadap Emisi CO2 di. belum diikuti oleh penurunan emisi CO2.. Indonesia Tahun 1990-2018. Hal tersebut sejalan dengan kondisi di. Penduduk,. Ekonomi, Konsumsi. Berdasarkan hasil Uji F atau secara. Indonesia. Konsumsi energi terbarukan. simultan 496. diketahui. nilai. F-hitung.
(11) penelitian ini 150,1924 sehingga diperoleh. terbarukan, dan pertumbuhan penduduk. F-hitung lebih tinggi dari F-tabel 150,1924. secara. > 2,78 dengan. prob 0,0000 < 0,05.. karbon dioksida (CO2). Penelitian Dong. Sehingga Hipotesis nol (Ho) ditolak dan. dkk (2018) juga mendukung penelitian ini,. Hipotesis alternatif (Ha) tidak ditolak. Jadi. menyatakan. variabel. ekonomi, populasi, serta energi terbarukan. Pertumbuhan. Ekonomi,. simultan. mempengaruhi. variabel. Pertumbuhan Penduduk, Konsumsi Energi. secara. simultan. Fosil, dan Konsumsi Energi Terbarukan. karbon dioksida (CO2).. emisi. pertumbuhan. mempengaruhi. emisi. secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Emisi CO2.. KESIMPULAN. Salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi yaitu. Berdasarkan hasil dari penelitian. adanya pertumbuhan. yang telah dilakuan, dapat disimpulkan. penduduk sehingga terjadi peningkatan. sebagai berikut:. permintaan barang dan jasa, hal tersebut. 1. Pertumbuhan. ekonomi. memiliki. akan merangsang pertumbuhan ekonomi.. pengaruh positif dan tidak signifikan. Di Indonesia pertumbuhan ekonomi masih. terhadap emisi CO2. Berarti setiap. bergantung dengan penggunaan energi. peningkatan. yang kurang ramah lingkungan, yaitu. tidak selalu mengakibatkan kenaikan. berupa energi fosil. Sedangkan energi. emisi CO2 di Indonesia.. terbarukan. yang. dirasa. lebih. ramah. 2. Pertumbuhan. pertumbuhan. penduduk. ekonomi. memiliki. lingkungan belum dikembangkan dengan. pengaruh positif signifikan terhadap. baik,. sehingga. emisi CO2. Berarti setiap peningkatan. relatif. kecil. penggunaannya dibandingkan. masih dengan. pertumbuhan. penduduk. akan. penggunaan energi fosil. Sehingga secara. mengakibatkan kenaikan emisi CO2 di. simultan. ekonomi,. Indonesia.. pertumbuhan penduduk, konsumsi energi. 3. Konsumsi. pertumbuhan. energi. fosil. memiliki. fosil, dan konsumsi energi terbarukan. pengaruh positif signifikan terhadap. mempunyai pengaruh pada emisi CO2.. emisi CO2. Berarti setiap peningkatan. Penelitian. ini. didukung. oleh. konsumsi. energi. fosil. akan. penelitian yng dilakukan oleh Hadi Sasana. mengakibatkan kenaikan emisi CO2 di. dan. Indonesia.. Jaka. Aminata. (2019). yang. menyatakan bahwa variabel pertumbuhan. 4. Konsumsi energi terbarukan memiliki. ekonomi, total penggunaan energi primer,. pengaruh negatif dan tidak signifikan. subsidi. terhadap emisi CO2. Berarti setiap. energi,. penggunaan. energi 497.
(12) kenaikan konsumsi energi terbarukan. satunya dengan cara mewajibkan semua. tidak selalu mengakibatkan penurunan. gedung dan rumah menggunakan solar. emisi CO2 di Indonesia.. cell.. 5. Secara simultan Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan. penduduk,. 4. Konsumsi. konsumsi. energi. Indonesia. masih. terbarukan sangat. di. rendah,. energi fosil, dan konsumsi energi. sehingga perlu adanya pengoptimalan. terbarukan signifikan pada emisi CO2 di. penggunaan. Indonesia.. Beberapa cara yang dapat dilakukan. Berdasarkan kesimpulan di atas,. yaitu. energi. dengan. terbarukan.. mengembangkan. maka terdapat beberapa hal yang dapat. pembangkit listrik tenaga angin dan. peneliti berikan sebagai masukan atau. pembangkit listrik tenaga air, serta. saran, sebagi berikut:. pemberian. 1. Perlunya. peningkatan. pertumbuhan. pengembangan. dengan. menciptakan. terbarukan.. ekonomi. teknologi-teknologi lingkungan. yang. guna. dengan. meminimalkan. cara. energi. terhadap baru. dan. ramah DAFTAR PUSTAKA. penggunaan bahan bakar fosil. Salah satunya. subsidi. Achsa, Adhatu dan Rian Destiningsih. 2020. Determinan Profitabilitas pada Industri Makanan dan Minuman Indonesia. Jurnal Riset Ekonomi Pembangunan. Vol. 5. No. 1. Hal: 1-13.. mewajibkan. perusahaan-perusahaan. besar. menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.. Apergis, Nicholas dkk. 2010. On the causal dynamics between emissions, nuclear energy, renewable energy, and economic growth. Ecological Economics Journal. Vol. 69. No.11, Hal: 2255–2260.. 2. Perlunya kebijakan yang tepat dari pemerintah. untuk. pertumbuhan. mengatasi. populasi. agar. dapat. selaras dengan pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu cara yang dapat. dilakukan. menggalakan Keluarga. yaitu. kembali. Berencana. dengan. Arista, T.R. dan Syamsul Amar. 2019. Analisis Kausalitas Emisi CO2, Konsumsi Energi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Modal Manusia di ASEAN. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan. Vol. 1. No. 2. Hal: 519-532.. program (KB). serta. mensukseskan program sertifikasi pranikah dan memberikan sanki yang tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan. 3. Pemerintah. perlu. BAPPENAS. 2014. Pedoman Teknis Penghitungan Baseline Emisi dan Serapan Gas Rumah Kaca Sektor. mengatasi. ketergantungan pada energi fosil salah 498.
(13) Berbasis Lahan. BAPPENAS.. Jakarta:. Hanif, Imran dkk. 2019. Fossil fuels, foreign direct investment, and economic growth have triggered CO2 emissions in emerging Asian economies: Some empirical evidence. Energy Journal. Vol. 171, 15. No.11. Hal: 493-501.. Bilgili, Faik, Emrah Kocak, dan Umit Bulut. 2016. The dynamic impact of renewable energy consumption on CO2 emissions: A revisited Environmental Kuznets Curve approach. Renewable and Sustainable Energy Reviews Journal. Vol. 54. No. 7. Hal: 838845.. Holdren, John P. 2018. A Brief History of “IPAT”. The Journal of Population and Sustainability. Vol 2. No.2. Hal: 66-74.. BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). 2012. Buku Informasi Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Di Indonesia. Jakarta: BMKG.. Jhingan, M.L. 2012. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. (Alih Bahasa: D. Guritno). Jakarta: Rajawali Pers. Kementerian ESDM. 2016. Program Strategis EBTKE dan Ketenagalistrikan. Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.. BP (British Petroleum). 2019. Statiscal Review of Global Energy diakses pada tanggal 3 Desember 2019 dari http://www.bp.com. Budiarto, R. 2013. Pengantar Teknologi Terbarukan. Yogyakarta: Deprtemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, UGM.. Labiba, Dina dan Wisnu Pradito, 2018. Sebaran Emisi CO2 dan Implikasinya terhadap Penataan Ruang Area Industri di Kendal. Jurnal Pembangunan Kota. Vol. 6. No. 2. Hal: 164-173.. Dong, Kangyin dkk. 2018. CO2 emissions, economic and population growth, and renewable energy: Empirical evidence across regions. Energy Economics. Vol. 75. No. 10. Hal: 180-192.. Mendonca¸ Anny Key S., Gabriel de Andrade Conradi Barni, Matheus Fernando Moro, Antonio Cezar Bornia, Emil Kupek, dan Lincoln Fernandes. 2020. Hierarchical Modeling Of The 50 Largest Economies to Verify The Impact Of GDP, Population And Renewable Energy Generation in CO2 Emissions. Sustainable Production and Consumption Journal. Vol. 22. No. 16. Hal: 5867.. Fauzi, Ridwan. 2017. Pengaruh Konsumsi Energi, Luas Kawasan Hutan, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Emisi CO2 di 6 (Enam) Negara Anggota ASEAN: Pendekatan Data Panel. Ecolab Journal. Vol. 11. No. 1. Hal: 1-52. Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.. Prakoso, Jalu Aji, Fitrah Sari Islami, dan Rr Retno Sugiharti. 2019. Analisis Kemampuan dan Kemandirian Keuangan Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan 499.
(14) Kemiskinan di Jawa Tengah. Jurnal Riset Ekonomi Pembangunan. Vol. 4. No. 1. Hal: 87-100.. Desember 3, 2019 dari: https://data.worldbank.org/ 2018. World Bank. Population TotalIndonesia diakses pada tanggal 3 Desember 2019 dari https://data.worldbank.org/. Sasana, Hadi. 2019. Subsidi Energi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kualitas Lingkungan di Indonesia. Semarang: Undip Press.. Zulfa, Vania dkk. 2016. Isu-Isu Kritis Lingkungan dan Perspektif Global. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan. Vol. 5. No. 1. Hal: 29-40.. Sasana, Hadi dan Jaka Aminata. 2019. Energy Subsidy, Energy Consumption, Economic Growth, and Carbon Dioxide Emission: Indonesian Case Studies. International Journal of Energy Economics and Policy. Vol. 9. No. 2. Hal: 117-122. Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Cetakan ke-20. Bandung: Alfabeta. Sukirno, Sadono. 2011. Makro Ekonomi Teori Pengantar, Edisi Ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Tang,. Ersalina. 2017. Pengaruh Penanaman Modal Asing, Pendapatan Domestik Bruto, Konsumsi Energi, Konsumsi Listrik, dan Konsumsi Daging Terhadap Kualitas Lingkungan Pada 41 Negara di Dunia dan 17 Negara di Asia Periode 1999-2013. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. Vol. 6. No. 2. Hal: 1896-1914.. Triatmojo, Fery. 2013. Dinamika Kebijakan Diversifikasi Energi di Indonesia: Analisa Kebijakan Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia . Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan. Vol. 4. No. 2. Hal: 146-159. World Bank. 2018. GDP growth (annual persen) - Indonesia diakses 500.
(15)
Dokumen terkait
Dari beberapa penelitian sebelumnya juga menemukan hal yang sama yaitu bahwa pertumbuhan nilai tukar, jumlah uang beredar dan konsumsi memiliki pengaruh yang positif
Secara partsial jumlah penduduk, RGE dan PLS berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan infra- struktur tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap
utama emisi CO 2 , pembakaran dari bahan bakar fosil, dipengaruhi oleh aktivitas dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan serta keputusan kebijakan pengembangan
Dari beberapa penelitian sebelumnya juga menemukan hal yang sama yaitu bahwa pertumbuhan nilai tukar, jumlah uang beredar dan konsumsi memiliki pengaruh yang positif
Hasil penelitian menunjukkan secara parsial variabel jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan
Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya suatu kajian lebih lanjut untuk mengetahui jumlah emisi gas CO2 yang dihasilkan dari transportasi dan penggunaan energi di
Secara parsial, variabel tenaga kerja pertanian dan rasio ketergantungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, variabel pertumbuhan ekonomi
Secara parsial, variabel tenaga kerja pertanian dan rasio ketergantungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, variabel pertumbuhan ekonomi