• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Serbuk Cangkang Telur Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Nilai California Bearing Ratio (CBR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemanfaatan Serbuk Cangkang Telur Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah dan Pengaruhnya Terhadap Nilai California Bearing Ratio (CBR)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Diagram Alur Penelitian
Tabel 1. Hasil Rekapitulasi Hasil Pengujian  Tanah Asli
Tabel 3. Hasil Pengujian Batas Cair dengan  Bahan Tambah  No  Variasi  Campuran  Batas Cair (LL) (%)  1  Tanah Asli  65,5  2  Tanah + 2% SCT  65  3  Tanah + 4% SCT  64  4  Tanah + 6% SCT  63  5  Tanah + 8% SCT  62  6  Tanah + 10% SCT  60,5  7  Tanah + 12%
Tabel 5. Hasil Pengujian Pemadatan Tanah  dengan Bahan Tambah
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini akan diteliti pengaruh stabilisasi tanah kohesif dengan penambahan pasir terhadap nilai California Bearing Ratio.. Tanah yang dipakai

Sedangkan pada uji kompaksi penambahan bahan stabilisasi merk “X” pada tanah asli dapat menurunkan kadar air optimum dan meningkatkan berat isi kering

Dari tabel diatas bahwa kadar air maximum tanah gambut di kecamatan sontang kabupaten rokan hulu adalah 48,70%, dan menerangkan berat isi kering maksimum

Dengan meningkatnya nilai CBR maka berpengaruh pada pengujian sifat-sifat fisis tanah asli yaitu semakin banyak penambahan additive maka berat jenis tanah

Terbatasnya lahan yang memiliki kualitas tanah yang baik mengkibatkan infrastruktur yang di bangun berada pada daerah dengan karakteristik tanah yang kurang baik tidak

Terbatasnya lahan yang memiliki kualitas tanah yang baik mengkibatkan infrastruktur yang di bangun berada pada daerah dengan karakteristik tanah yang kurang baik tidak

Gambar 4.2 Grafik Korelasi Nilai PI dan CBR Dilihat pada Gambar 4.2 grafik hasil korelasi hubungan nilai PI Plastisitas Indeks terhadap CBR California Bearing Ratio dari enam buah

Racangan Benda Uji Stabilisasi tanah lempung yang membedakan dengan penelitian ini adalah memanfaatkan abu ampas tebu dan limbah karbit sebagai bahan stabilisasi tanah lempung