6
LANDASAN TEORI
Menurut Rosa A.S dan M Shalahudin (2013b:31) “Model waterfall adalah model SDLC yang paling sederhana. Model ini hanya cocok untuk pengembangan perangkat lunak dengan spesifikasin yang tidak diubah-ubah”.
Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linier) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau turut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).
Berikut adalah gambaran model air terjun :
Gambar II.1 Konsep Waterfall Sytem/information
engineering
Anaysis Design Code Test
2.1 Analisa
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
2.2 Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang focus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentrantasi desain agar dapat di implementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya.
A. Struktur Navigasi
Menurut Mahendra (2011:1) mendefinisikan bahwa “Struktur navigasi adalah alur yang digunakan dalam aplikasi yang dibuat. Sebelum menyusun aplikasi multimedia kedalam sebuah software, kita harus menentukan terlebih dahulu alur apa yang akan digunakan dalam aplikasi yang dibuat”. Bentuk dasar dari struktur navigasi yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi multimedia ada empat macam, yaitu struktur navigasi linier, hirarki, non linier dan campuran.
B. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Priyadi (2014:20) mengemukakan bahwa “Entity Relationship Diagram merupakan suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan pada sistem secara abstrak”. Entity Relationship Diagram (ERD) untuk mendokumentasikan data perusahaan dengan mengidentifikasi jenis entitas (entity) dan hubungannya. ERD juga menggambarkan hubungan antara satu entitas yang memiiki sejumlah atribut dengan entitas yang lain dalam suatu sistem yang terintegrasi. ERD digunakan oleh perancang sistem untuk memodelkan data yang nantinya akan dikembangkan menjadi basis data (database).
C. Logical Relation Structur
Menurut Lestari (2013) “Logical Record Structure dibentuk dengan nomor tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik”.
Perbedaan LRS dengan ERD dan tipe record berada diluar field tipe record ditempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya.Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link type record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti. Dua metode yang dapat digunakan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS.Metode yang lain dimulai dengan Entity Relationship Diagram dan langsung dikonversikan ke LRS.
Berikut tahapan transformasi ERD ke LRS menurut Wulandari (2013:15-16)
1. Konversi ERD ke LRS,Entity Relationship Diagram harus diubah ke bentuk LRS (struktur record secara logic). Dari bentuk LRS inilah yang nantinya dapat ditransformasikan ke bentuk relasi tabel.
2. Konversi ERD ke LRS sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah ERD akan mengikuti pola pemodelan tertentu. Dalam kaitannya dengan konversi ke LRS, untuk perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan berikut:
a. Setiap entitas diubah kebentuk kotak dengan nama entitas, berada diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.
b. Sebuah relationship kadang disatukan, dalam sebuah kotak bersama entitas,kadang sebuah kotak bersama-sama dengan entitas, kadang disatukan dalam sebuah kotak tersendiri.
c. Konversi LRS ke relasi tabel atau tabel adalah bentuk pernyataan data secara grafis dimensi,yang terdiri dari kolom dan baris. Relasi adalah bentuk visual dari sebuah file, dan tiap tuple dalam sebuah field, atau dalam bentuk lingkaran Diagram Entity Relationship dikenal dengan sebutan atribut.
Konverso dari logical structure, dilakukan dengan cara:
1. Nama logical record structure menjadi nama relasi.
2. Tiap atribut menjadi sebuah kolom didalam relasi.
2.3 Pengkodean
Desain harus ditranslasikan kedalam program prangkat lunak. Hasil dari tahapan ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
1. PHP (Hypertext Prepocessor)
Menurut Kustiyahningsih (2011:114), “PHP adalah skrip bersifat server-side yang di tambahkan ke dalam HTML. PHP sendiri merupakan singkatan dari Personal Home Page Tools. Skrip ini akan membuat suatu aplikasi dapat di integrasikan ke dalam HTML sehingga suatu halaman web tidak lagi bersifat statis, namun menjadi bersifat dinamis. Sifat server side berarti pengerjaan script dilakukan di server, baru kemudian hasilnya dikirimkan ke browser”.
Salah satu kelebihan dari PHP adalah mampu berkomunikasi dengan berbagai database yang terkenal. Dengan demikian, menampilkan data yang bersifat dinarnis yang diambil dari database, merupakan hal yang mudah untuk diimplementasikan.
Pada saat ini PHP sudah dapat berkomunikasi dengan berbagai database meskipun dengan kelengkapan yang berbeda-beda.
a. Tag PHP :
1) Menggunakan sintaks <?php ... ?>
Contoh:
<?php
echo” Ini merupakan cara pertama penulisan script PHP”; ?>
b. Variabel PHP
Variabel digunakan untuk menyimpan data sementara dan nilainya bisa berubah-ubah setiap kali program dijalankan. Adapun aturan dalam penulisan variabel adalah sebagai berikut:
a. Variabel di mulai dengan tanda $
b. Harus dimulai dengan huruf atau underscore (tidak boleh dimulai dengan angka).
c. Mengenal perbedaan huruf besar dan huruf kecil (Case sensitif).
Contoh penulisan variabel yang benar misalnya $buku, $_buku,
$buku1 dan contoh penulisan variabel yang salah adalah $1buku, $-buku.
2. HTML (Hyper Text Markup Language)
Menurut Sibero (2011:19), “HTML (Hyper Text Markup Language) adalah bahasa yang digunakan pada dokumen web sebagai bahasa untuk pertukaran dokumen web”.
Menurut Sutarman (2012:163), “HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa standar yang digunakan untuk pembuatan halaman web atau word wide web, dengan hypertext dan informasi lain yang akan ditampilkan pada halaman web.
Dokumen hypertext bisa berisi teks, gambar, dan tipe informasi lain seperti data file, audio, video, dan program executeable”.
Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa HTML adalah bahasa yang sangat tepat dipakai untuk menampilkan informasi pada halaman web, karena HTML menampilkan informasi dalam bentuk hypertext dan juga mendukung sekumpulan perintah yang dapat digunakan untuk mengatur tampilnya informasi tersebut, sesuai dengan namanya, bahasa ini menggunakan tanda (markup) untuk menandai perintah-perintahnya.
A. Basis Data
1. Pengertian Database
Menurut Anhar (2010:45), “Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom. Struktur file yang menyusun sebuah database adalah Data Record dan Field”.
2. MySQL
Menurut Kadir (2008:2), “MySQL adalah sebuah software open source yang digunakan untuk membuat sebuah database.” Pada MySQL, sebuah database mengandung satu atau sejumlah tabel. Tabel terdiri atas sejumlah baris dan setiap baris mengandung satu atau beberapa kolom. Salah satu database server yang cukup dikenal saat ini adalah MySQL.
Berikut beberapa fungsi MySQL yang sering digunakan beserta deskripsi singkat masing-masing fungsi tersebut:
a. mysql_connect()
Sebelum melakukan operasi apapun di MySQL, hal pertama yang harus
dilakukan adalah membuka koneksi dengan MySQL. Fungsi yang digunakan untuk membuka koneksi dengan MySQL adalah mysql_connect().
b. mysql_close()
Digunakan untuk mengakhiri koneksi ke MySQL. Fungsi yang digunakan adalah mysql_close().
c. mysql_create_db()
Selain digunakan untuk melakukan koneksi ke MySQL, username dan password yang diberikan oleh administrator server adalah juga merupakan izin terbatas untuk membuat dan menggunakan database sendiri. Untuk membuat database yang hanya dapat diakses oleh username dan password, digunakan fungsi mysql_create_db() setelah koneksi ke MySQL dibuka.
d. mysql_db_query()
Perintah yang diberikan kepada MySQL untuk melakukan sesuatu disebut dengan query. Query dikirim kepada database yang sedang aktif.
e. mysql_select_db()
Jika suatu website menggunakan satu database, fungsi mysql_select_db() dapat digunakan memilih database yang sedang aktif. Dengan memilih database yang aktif tersebut dapat menghemat resource. Tidak perlu mengulang-ulang fungsi mysql_select_db() untuk mengirimkan query kepada database yang aktif.
f. mysql_query()
Fungsi mysql_query() digunakan untuk mengirimkan query kepada database aktif yang sudah dipilih dengan fungsi mysql_select_db()
g. mysql_fetch_row()
Fungsi mysql_fetch_row() digunakan untuk mengambil hasil query dari database sebagai data numeric array. Fungsi ini akan mengambil data baris per baris (per record) dari database secara berulang-ulang sampai nilai kondisi query menjadi FALSE. Nilai kondisi query diperoleh dari fungsi mysql_query($query).
h. mysql_fetch_array()
Hampir sama dengan mysql_fetch_row(), mysql_fetch_array() digunakan untuk mengambil hasil query dari database sebagai data associative array.
i. mysql_num_rows()
Fungsi mysql_num_row() digunakan untuk menghitung jumlah row (blok data atau record) hasil query.
B. XAMPP
Menurut Nugroho (2008:2) “Xampp adalah suatu bundle web server yang popular digunakan karena mudah instalasinya. Bundle program open source tersebut berisi antara lain server web Apache, interprenter PHP dan basis data MYSQL”.
C. CSS (Cascading Style Sheet)
Menurut Castro (2007:119) “CSS adalah suatu bahasa yang berisi satu atau lebih tata cara, mengenai bagaimana suatu elemen ditampilkan dalam halaman web”.
Terdapat pula CSS Properties yang berguna untuk mengontrol, seperti dasar penulisan, yaitu ukuran huruf dan warna. CSS juga memiliki beberapa properties yang dinamis, yang membuat suatu item bisa tampil atau tidak, dan digunakan untuk membuat drop-down dan komponen interaktif lainnya. Hal lain, CSS bisa dibuat diluar halaman web dan dijalankan pada semua halaman web dalam waktu yang bersamaan, karena CSS dibuat agar fleksibel, powerfull dan efisien.
D. Macromedia Dreamweaver 8
Menurut Saleh (2007 : 1) “Macromedia Dreamweaver 8 merupakan software web design yang berguna untuk mendesain atau merancang web dan layout halaman web”.
Macromedia Dreamweaver 8 merupakan alat desain web komprehensif yang disukai oleh para profesional web, tapi cukup mudah untuk web designer awal untuk menggunakan juga. Dreamweaver menggunakan WYSIWYG (apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan) merancang antarmuka yang membuat halaman web semudah mengetik dokumen ke dalam pengolah kata.
Program ini juga menawarkan kemampuan untuk bekerja secara langsung dengan kode halaman web bagi mereka yang nyaman dengan HTML. Intuitif menu, panel dan toolbar memungkinkan pemula dan para pakar untuk menambahkan fitur – fitur canggih ke situs web mereka dengan mudah.
Berikut adalah tampilan awal saat menjalankan Macromedia Dreamweaver 8.
Sumber : Wahana Komputer (2009:7)
Gambar II.2 Tampilan Awal Macromedia Dreamweaver 8
2.4 Pengujian
Pengujian focus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
A.Black Box Testing
Menurut Pressman (2010:10) Black Box Testing atau pengujian kotak hitam atau juga disebut Behavioral Testing, berfokus pada persyaratan fungsional dari perangkat lunak, artinya teknik black box testing memungkinkan untuk mendapat set kondisi masukan yang sepenuhnya akan melaksanakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. Black box testing bukan merupakan alternatif dari pengujian white box testing. Tetapi merupakan pendekatan yang mungkin untuk mengungkap kelas yang berbeda dari kesalahan dari pada metode white box testing.
Black box testing berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya:
1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang.
2. Kesalahan interface.
3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.
4. Kesalahan performa.
5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi.
2.5. Teori Pendukung
1. Pengertian Website
Menurut Hidayat (2010:2), “Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan gabungan dari semuanya, baik yang
bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman”.
Dapat disimpulkan website adalah sebuah tempat di internet, yang menyajikan informasi dengan berbagai macam format data seperti teks, gambar, bahkan video dan dapat diakses menggunakan berbagai aplikasi klien sehingga memungkinkan penyajian informasi yang lebih menarik dan dinamis dengan pengelolaan yang terorganisasi.
2. Internet
Menurut Iskandar (2009:1) ”Internet (Interconnection Networking) adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia”.
Media penghubung tersebut bisa melalui kabel, kanal satelit maupun frekuensi radio. Sehingga komputer-komputer yang terhubung tersebut dapat saling berkomunikasi. Setiap komputer yang terhubung dengan jaringan diberikan sebuah nomor yang unik dan berkomunitas satu sama lainnya dengan bahasa komunikasi yang sama. Bahasa komunikasi yang sama ini disebut protocol. Protocol yang digunakan di internet adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol /Internet Protocol).
Internet awalnya merupakan suatu proyek yang dibentuk Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defence) pad tahun 1969. Dimulai
dari suatu proyek yang dinamakan Advance Research Project Agency Network (ARPANET).
3. Web Browser
Menurut Sidik (2009:5), “Web browser adalah software yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web”.
Program aplikasi ini mempunyai kemampuan untuk menampilkan suatu web page yang ditulis dalam format HTML. Dua contoh program aplikasi angkatan pertama adalah Lynx dan Mosaic. Saat ini, browser yang paling banyak digunakan adalah Internet Explorer, Mozilla Firefox dan Google Chrome.
4. Web Server
Menurut Sidik (2009:6), “Web server adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen web dimana komputer ini akan melayani permintaan dokumen web dari kliennya”.
Untuk itu kita membutuhkan beberapa server yang mempunyai dokumen- dokumen media ke Browser. Web browser seperti, Netscape, Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome berkomunikasi melalui jaringan ke Server web dengan menggunakan HTTP (Hypertext Transfer Protokol). Halaman-halaman web yang dikirim oleh web server biasanya berupa file-file HTML dan CSS yang nantinya
akan ditata oleh browser sehingga menjadi halaman-halaman web yang bagus dan mudah dibaca.
5. WWW (World Wide Web)
Menurut Iskandar (2009:4), ”WWW merupakan sebuah sistem dengan informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain yang tersimpan dalam sebuah internet webserver dan dipresentasikan dalam bentuk hypertext”.
Browser akan membuka sebuah dokumen setelah sebuah sub kalimat hypertext tertentu terpilih, pada suatu sistem yang menggunakan mouse, user tinggal meletakan pointer mouse pada suatu kalimat hypertext dan setelah di klik maka informasi lainnya yang berhubungan dengan kalimat tersebut akan tampil.
Pokok dokumen ini pun masih dimungkinkan lagi untuk disisipkan suatu hypertext yang menghubungkan ke dokumen lainnya.
6. HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
Menurut Iskandar (2009:1) ”HTTP adalah suatu protocol yang digunakan untuk mentransfer data antara web server ke web browser yang berformat HTML”.
Jika kita sedang menjelajahi web dan melihat tulisan seperti “http//www.yahoo.com”, ini merupakan salah satu penggunaaan protocol HTTP dalam web, dan dapat dipastikan bahwa kita akan dapat berhubungan banyak dengan protocol ini jika sedang mengakses web.
a. Struktur Navigasi
Menurut Mahendra (2011:1) mendefinisikan bahwa “Struktur navigasi adalah alur yang digunakan dalam aplikasi yang dibuat. Sebelum menyusun aplikasi multimedia kedalam sebuah software, kita harus menentukan terlebih dahulu alur apa yang akan digunakan dalam aplikasi yang dibuat”. Bentuk dasar dari struktur navigasi yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi multimedia ada empat macam, yaitu struktur navigasi linier, hirarki, non linier dan campuran.
1. Struktur Navigasi Linier
Struktur navigasi linier merupakan struktur yang mempunyai satu rangkaian cerita berurutan. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layer secara berurutan menurut aturannya.
Sumber: Mahendra (2011:269) Gambar II.3
Struktur Navigasi Linear
2. Struktur Navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki sering disebut struktur navigasi bercabang, yaitu merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data atau gambar pada layer dengan kriteria tertentu. Tampilan pada menu utama disebut master page (halaman utama satu), tersebut mempunyai halaman percabangan yang disebut slave page (halaman pendukung) dan jika dipilih akan menjadi halaman kedua, begitu seterusnya
Sumber: Mahendra (2011:269) Gambar II.4
Struktur Navigasi Hierarchica
3. Struktur navigasi non linear (tidak berurutan)
Struktur navigasi non linier (tidak terurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier, hanya saja pada struktur ini diperkenankan untuk membuat percabangan. Percabangan pada struktur non linier berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, pada struktur ini kedudukan semua page sama, sehingga tidak dikenal adanya master atau slave page.
Sumber: Mahendra (2011:270) Gambar II.5
Struktur Navigasi Non Linear
4. Struktur Navigasi Campuran
Struktur navigasi campuran (composite) merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas, maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat
percabangan. Struktur ini paling banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia.
Sumber: Mahendra (2011:270)
Gambar II.6
Struktur Navigasi Composite
b. Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Priyadi (2014:20) mengemukakan bahwa “Entity Relationship Diagram merupakan suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan pada sistem secara abstrak”. Entity Relationship Diagram (ERD) untuk mendokumentasikan data perusahaan dengan mengidentifikasi jenis entitas (entity) dan hubungannya. ERD juga menggambarkan hubungan antara satu entitas yang memiiki sejumlah atribut dengan entitas yang lain dalam suatu sistem yang
terintegrasi. ERD digunakan oleh perancang sistem untuk memodelkan data yang nantinya akan dikembangkan menjadi basis data (database). ERD terbagi atas empat komponen menurut Priyadi (2014:20) yaitu:
a) Entitas (Entity)
Entitas merupakan notasi untuk mewakili suatu objek dengan karakteristik sama, yang dilengkapi oleh atribut, sehingga pada suatu lingkungan nyata setiap objek akan berbeda dengan objek lainnya. Pada umumnya, objek dapat berupa benda, pekerjaan, tempat dan orang.
Gambar II.7
Simbol Entitas
b) Relasi (Relation)
Relasi merupakan notasi yang digunakan untuk menghubungkan beberapa entitas berdasarkan fakta pada suatu lingkungan.
Gambar II.8
Simbol Relasi
c) Atribut (Attribute)
Atribut merupakan notasi yang menjelaskan karakteristik suatu entitas dan juga relasinya. Atribut dapat sebagai key yang bersifat unik, yaitu primary key atau foreign key. Selain itu, atribut juga dapat sebagai atribut deskriptif saja.
Gambar II.9
Simbol Atribut
d) Garis Penghubung
Garis penghubung merupakan notasi untuk merangkaikan keterkaitan antara notasi-notasi yang digunakan dalam ERD, yaitu entitas, relasi, dan atribut. Derajat atau kardinalitas relasi merupakan batasan dari banyaknya hubungan, yang dapat
dilakukan oleh suatu himpunan entitas dalam melakukan relasi dengan himpunan entitas lainnya. Variasi kemungkinan untuk melakukan relasi yang dimiliki oleh kardinalitas terdiri dari empat macam dan untuk penerapannya dilakukan pada dua himpunan entitas, yaitu himpunan entitas A dan entitas B.
Derajat rasio adalah menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya.
1) Kardinalitas satu ke satu (one to one)
Setiap satu entitas pada himpunan entitas A hanya dapat berelasi dengan satu entitas saja pada himpunan entitas B. Begitu pun sebaliknya, bahwa setiap satu entitas pada himpunan entitas B hanya dapat berelasi dengan satu entitas saja pada himpunan entitas A.
2) Kardinalitas satu ke banyak (one to many)
Setiap satu entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B. Namun tidak demikian untuk sebaliknya, bahwa beberapa entitas pada himpunan entitas B hanya dapat berelasi dengan satu entitas saja pada himpunan entitas A.
3) Kardinalitas banyak ke satu (many to one)
Beberapa entitas pada himpunan entitas A hanya dapat berelasi dengan satu entitas saja pada himpunan entitas B. Namun tidak demikian untuk sebaliknya, bahwa
setiap satu entitas pada himpunan entitas B dapat berelasi dengan beberapa entitas pada himpunan entitas A.
4) Kardinalitas banyak ke banyak (many to many)
Beberapa entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B. Demikian juga untuk sebaliknya, bahwa beberapa entitas pada himpunan entitas B dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.