• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Di dalam pasal 1 UU R.I. No.8/1995 tentang pasar modal menyatakan bahwa bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak – pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka. Di Indonesia, pihak yang menyediakan fasilitas terhadap kegiatan pasar modal disebut dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI berfungsi sebagai sarana perdagangan, membuat aturan bursa, menyediakan informasi pasar serta memberikan pelayanan kepada anggota bursa BEI memiliki tiga belas indeks, yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Kompas100, LQ45, Jakarta Islamic Indeks (JII), Indeks Papan Utama, Indeks Papan Pengembangan, PEFINDO25, Infobank15, IDX30, Bisnis-27, SriKehati, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), dan Indeks Sektoral. Dari tiga belas indeks harga saham tersebut, penelitian ini menggunakan indeks sektoral khususnya sektor properti dan real estate sebagai objek penelitian. Perusahaan properti dan real estate adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan gedung-gedung fasilitas umum, perumahan, apartemen, dan sarana prasarana penunjang gedung.

Berdasarkan tren pertumbuhan sektor properti meningkat dari tahun ke tahunya dan menurut pengamat properti dari pusat studi properti indonesia (PSPI) Panangian Simanungkali, ditahun 2016 sektor properti dan real estate akan mengalami kenaikan terdapat beberapa alasan yang mendorong pertumbuhan properti tahun 2016 Salah satunya adalah kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2016, menjadi 5,3% dari sebelumnya pada 2015 sebesar 4,8%. Inflasi tahun 2016 diperkirakan 4,5%. Selain itu BI rate diperkirakan turun dari 7,75% menjadi 6,75% dan juga suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pada 2016 juga bakal turun. Dilihat dari kondisi ekonomi Indonesia

(2)

2 pada saat ini yang cukup tumbuh dan berkembang menjadikan sektor properti dan real estate jawara dalam investasi.

Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sektor ini dipilih menjadi objek penelitian karena setiap tahunya tren sektor properti dan real estate naik terus dan ditambah fenomena lain kebutuhan tempat tinggal seperti apartemen, perkantoran , perumahan, hotel, dan ruko. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menjadikan perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam perusahaan- perusahaan properti dan real estate yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)

1.2 Latar Belakang Penelitian

Liputan6.com, New York - Harga minyak mentah dunia terus merosot terlebih setelah OPEC sepakat untuk tidak memangkas produksinya. Jika harga minyak terus turun, kondisi tersebut dapat menjadi risiko jangka panjang yang membuat ekonomi dunia kian terancam. Pakar strategi komoditas energi di Morgan Stanley Adam Longson menjelaskan risiko dari harga minyak yang rendah terhadap perekonomian dunia membuat kehilangan terlalu banyak investasi di pasar modal, dengan kondisi melambatnya perekonomian global Berbagai risiko muncul di sejumlah negara akibat penurunan harga minyak tersebut yang kemudian dapat membuat ekonomi dunia kian terancam seperti Nigeria dan Venezuela di mana pendapatan rakyat sangat bergantung pada penghasilan produksi minyak, di antaranya perlambatan lebih lanjut pada negara-negara berkembang, perubahan besar pada sentimen pasar finansial, stagnasi pada negara-negara maju. Profesor ilmu politik di Stanford University, Fukuyama mengatakan, dengan merosotnya harga minyak ke level terendah dalam lima tahun terakhir membuat pendapatan Rusia akan terus menurun.

Liputan6.com, New York - Kekacauan finansial yang merudung Rusia saat ini tampak sebagai gejala goncangan yang lebih luas ke seluruh pasar keuangan dunia. Anjloknya harga minyak dan penurunan tingkat inflasi bangsa Barat kini semakin parah dan melebar ke portofolio para investor. Tidak

(3)

3 berbeda dengan penularan krisis finansial global di akhir 1990-an dan pada 2008, pertumbuhan interpendensi keuangan dunia berarti aktivitas ekonomi di satu wilayah dapat memicu reaksi berantai. Ini lantaran sebagian dari pengelola keuangan mendorong menjual aset menguntungkan dari portofolionya untuk menutupi kerugian. Anjloknya mata uang, saham dan obligasi Rusia saat ini sudah bisa dirasakan di pasar-pasar kredit di berbagai negara. Kondisi perdagangan di berbagai aset kini tengah terguncang dan likuiditas mulai mongering. Tidak hanya di bangsa barat dalam laporan terbarunya, Bank Dunia memprediksi laju pertumbuhan ekonomi Asia juga akan melambat sepanjang 2015 dan 2016. Seperti halnya di china Bank Dunia juga memprediksi perlambatan pertumbuhan ekonomi China akan berlanjut dan mempengaruhi laju perekonomian Asia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang pesat dari segi product domestic bruto (PDB), Dengan total PDB sebesar $869,3 Milyar USD dan pertumbuhan PDB sebesar 5,8%, menjadikan Indonesia masuk dalam negara berpendapatan kelas menengah di dunia. Indonesia juga saat ini sedang menikmati pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, yaitu sebesar 5,75%

(www.worldbank.org). Salah satu faktor yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah pertumbuhan investasi. Pertumbuhan investasi yang mencapai angka 6% pada tahun 2014 memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 1,4% hingga 1,5%.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 berada di kisaran 5,4 - 5,8 persen, naik sedikit dibanding tahun 2014, yakni 5,1- dan diperkirakan 5,5 persen sampai akhir tahun. Bahkan pada tahun 2019, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5 sampai 7 persen. Pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil tersebut didukung juga oleh komposisi penduduk yang didominasi usia 15-49 tahun, yakni usia produktif dengan kecenderungan juga tingginya tingkat konsumsi. Seiring dengan stabilnya pertumbuhan ekonomi dan dominasi usia produktif tersebut, juga mendongkrak pertumbuhan kelas menengah yang sampai tahun 2014

(4)

4 diperkirakan mencapai 60 persen (BusinessReview). Sedangkan menurut Asian Development Bank dan World Bank Proyeksi di tahun 2016 memprediksi ekonomi Indonesia akan menikmati pertumbuhan ekonomi 5,3 persen - 5,4 persen pada 2016, atau lebih tinggi dibanding tahun ini. Melihat kondisi ini, Coldwell Banker Commercial memperkirakan pasar properti akan bertumbuh positif.

Saham merupakan salah satu objek investasi yang paling diminati di pasar modal. Volume perdangan saham (Trading Volume Activity) merupakan rasio antara jumlah lembar saham yang diperdagangkan terhadap jumlah saham yang beredar pada waktu tertentu. Volume perdagangan saham merupakan salah satu indikator dari reaksi pasar terhadap suatu pengumuman. Trading Volume Activity (TVA) merupakan suatu instrumen yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap informasi melalui parameter voulume perdagangan saham. Perkembangan volume perdagangan saham mencerminkan kekuatan antara penawaran dan permintaan yang merupakan cerminan dari tingkah laku investor ( Andi Pramana, 2012 ). Naiknya volume perdagangan merupakan kenaikan aktivitas jual beli para investor di bursa.

Semakin meningkat volume penawaran dan permintaan suatu saham, semakin besar pengaruhnya terhadap fluktuasi harga saham di bursa. Berdasarkan data yang diperoleh dari IDX yearly statistics dilihat dari sisi frekuensi trading activity menunjukan bahwa pada sektor properti dan real estate mengalami kenaikan setiap tahunya

(5)

5 Tabel 1.1

Data Trading Activity Saham Subsektor Properti dan Real Estate

2011 2012 2013 2014 2015

Volume (Million)

215.147 247.610 299.401 285.416 309.762

Value (Million

Rp)

66.123.971 95.571.481 176.245.682 134.354.734 155.865.978

Frekuensi (X)

2.752.932 3.465.168 5.825.137 7,060,878 7.267.885

Berdasarkan data pada tabel 1.1 dapat disimpulkan bahwa frekuensi transaksi saham pada sektor properti dan real estate mulai menunjukan peningkatan yang berarti selama tahun 2011 hingga 2015 bisnis properti merupakan salah satu bisnis yang dianggap baik dan menarik oleh investor.

Penulis berpendapat, bahwa pada kondisi ekonomi Indonesia yang berkembang sangat pesat pada saat sekarang ini memancing para investor asing maupun lokal untuk berlomba lomba dalam berinvestasi, selain itu demografi di Indonesia juga cukup tinggi sehingga tak heran bisnis properti melambung.

Tabel 1.2

Data Hasil Statistik rata rata variabel

Mean

Tahun

2011 2012 2013 2014 2015

RS 0,257 0,293 -0,118 0,403 -0,106

PER 9,077 6,297 3,108 8,754 10,550

DPR 0,017 0,011 0,005 0,025 0,033

DER 0,916 0,963 1,116 1,062 1,118

(6)

6 Salah satu analisis yang digunakan untuk menganalisis pembentukkan return saham ialah investment opportunity set pertama kali dikenalkan oleh Myers (1977) menurutnya investment opportunity set memberikan petunjuk yang lebih luas karena nilai perusahaan sebagai tujuan utama tergantung pada pengeluaran perusahaan di masa yang akan datang nilai IOS dapat dihitung dengan kombinasi berbagai jenis proksi yang mengimplementasikan nilai aktiva di tempat (berupa nilai buku aktiva, ekuitas maupun perusahaan) dan nilai kesempatan bertumbuh suatu perusahaan di masa depan.

Pada penelitian ini IOS di ukur melalui Price to Earning Ratio (PER) pun biasa digunakan karena menunjukan harapan pasar terhadap pertumbuhan dan laba dimasa depan. Secara teori, PER diperkirakan berpengaruh positif terhadap harga saham. Artinya ketika nilai PER meningkat maka akan meningkat pula ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan dan laba, sehingga akan meningkatkan harga saham. Maka semakin tinggi permintaan saham tersebut akan semakin mahal, sehingga pada harga per lembar saham akan cenderung meningkat.

Hal ini didukung oleh Ratih, Apriatni, dan Saryadi (2013) dalam penelitianya PER mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga saham.

PER diakui sebagai metode penilaian yang baik serta mencakup keseluruhan perusahaan termasuk dalam memperkirakan nilai atau pun harga saham.

Namun, hal tersebut bertolakbelakang dengan Peneltian yang dilakukan Faddila (2010) menemukan bahwa PER tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Perusahaan Aneka Tambang dan Cita Mineral Investindo pada tahun 2013-2014 mengalami peningkatan Price Earnig Ratio, sedangkan harga sama ANTM dan CITA mengalami penurunan. CITA mencatat harga saham sebesar Rp 940 untuk tahun 2014. Jumlah tersebut mengalami kenaikkan dari tahun 2013, CITA mencatat harga saham sebesar Rp 390. Sedangkan price earning ratio CITA mengalami penurunan. Pada tahun 2013 CITA mencatat PER sebesar 2.11, sedangkan tahun 2014 menjadi -8.24.

(7)

7 Pada penelitian ini nilai rata rata return saham dan PER berfluktuatif. Tahun 2011 nilai rata rata PER sebesar 9,077 dengan nilai rata rata return saham sebesar 0,257 namun pada tahun 2012 nilai rata rata PER mengalami penurunan menjadi 6,297 tapi nilai return saham mengalami kenaikan menjadi 0,293 begitu juga dengan tahun 2015 nilai rata rata PER mengalami kenaikan menjadi 10,550 namun nilai rata rata return saham mengalami penurunan menjadi -0,106. Fenomena ini inkonsistensi dengan kerangka berfikir PER yang berarti jika nilai PER naik maka nilai return saham juga ikut naik.

Kebijakan dividen merupakan suatu keputusan untuk menentukan berapa besar bagian dari pendapatan perusahaan yang akan diberikan kepada pemegang saham, yang diinvestasikan kembali atau ditahan dalam perusahaan. Bagi investor, dividen merupakan salah satu keuntungan yang akan diperolehnya selain keuntungan lain yang berupa capital gain (Murtiningtyas, 2012). Dalam penelitian ini kebijakan dividen diukur dengan rasio dividen payout ratio, yaitu perbandingan antara dividen per share dengan earning per share. Dividen per share adalah besarnya pembagian dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham setelah dibandingkan dengan rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar. Sedangkan earning per share adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dalam suatu periode

tertentu untuk setiap jumlah saham yang beredar.

Menurut ridwan (2013) mengatakan bahwa DPR tidak memiliki pengaruh terhadap return saham, Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa DPR dengan rata-rata sebesar 0.1712 setara dengan 17.12%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DPR tidak berpengaruh terhadap return saham.Namun, hal tersebut bertolakbelakang dengan penelitian Salim dan Isnurhadi (2011) menemukan bahwa dividend payout ratio (DPR) berpengaruh positif terhadap return saham.

(8)

8 Pada penelitian ini nilai rata rata DPR tahun 2011 sebesar 0,017 dengan nilai rata rata return saham sebesar 0,257 dan pada tahun 2012 nilai rata rata DPR turun menjadi 0,011 namun nilai rata rata return saham mengalami kenaikan menjadi 0,293 begitu juga pada tahun 2015 nilai rata rata DPR menalami kenaikan menjadi 0,033 tapi nilai rata rata return saham mengalami penurunan menjadi -0,106. Fenomena ini inkonsistensi dengan semakin besar nilai DPR maka semakin naik nilai return saham.

Keputusan pendanaan berkaitan dengan keputusan perusahaan dalam mencari dana untuk membiayai investasi dan menentukan komposisi sumber pendanaan (Kumar et al.2012) menjelaskan Keputusan Pendanaan perusahaan menyangkut keputusan tentang bentuk dan komposisi pendanaan yang akan dipergunakan oleh perusahaan. Secara umum, dana dapat diperoleh dari luar perusahaan maupun dari dalam perusahaan. Keputusan pendanaan dalam penelitian ini diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas, DER membagi total kewajiban dengan total ekuitas yang menunjukan persentase penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman.

Secara teori DER diperkirakan berpengaruh negatif terhadap harga saham, artinya ketika nilai DER semakin kecil maka harga saham suatu perusahaan akan semakin tinggi. Hal tersebut disebabkan bila DER rendah maka beban bunga dan hutang yang harus ditanggung perusahaan pun rendah sehingga alokasi untuk pembagian deviden kepada investor akan meningkat dan menjadi daya tarik investor sehingga dapat meningkatkan harga saham.9

Adapun penelitian yang dilakukan oleh Nelly, Cipta dan Yulianthini (2014) menunjukan bahwa DER tidak berpengaruh secara parsial terhadap harga saham pada perusahaan sektor pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009-2013. Sehingga saat DER mengalami penurunan maka harga saham kemungkinan tidak mengalami peningkatan.

Namun berbeda dengan hasil penelitian Idi (2012) DER berpengaruh

(9)

9 signifikan terhadap harga saham perusahaan dalam Indeks LQ45. Ketika nilai DER meningkat maka harga saham akan menurun.

Pada penelitian ini nilai rata rata DER tahun 2011 sebesar 0,916 dengan nilai rata rata return saham sebesar 0,257. Pada tahun 2012 nilai rata rata DER mengalami kenaikan menjadi 0,936 dan nilai rata rata return saham juga mengalami kenaikan. Namun berbeda pada tahun 2013 nilai rata rata DER tetap mengalami kenaikan tapi tidak diiringi oleh nilai rata rata return saham malah mengalami penurunan menjadi -0,0118. Begitu juga dengan tahun 2015 nilai rata rata DER mengalami kenaikan menjadi 1,118 namun nilai rata rata return saham mengalami penurunan menjadi -0,106. Fenomena ini inkonsistensi dengan kerangka berfikir DER bahwa semakin kecil nilai DER maka semakin tinggi nilai return saham

Dari uraian tersebut tampak bahwa terdapat perbedaan hasil penelitian antara beberapa peneliti sebelumnya mengenai pengaruh investment opportunity set, kebijakan dividen dan keputusan pendanaan terhadap return saham, serta objek penelitian yang beragam membuat penelitian ini masih relevan untuk dikaji. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh investment opportunity set, kebijakan dividen dan keputusan pendanaan terhadap return saham. Dalam penelitian ini penulis menggunakan emiten yang aktif dan konsisten masuk dalam perhitungan indeks sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dan real estate saat ini merupakan industri yang sedang diminati investor, sedangkan alasan pemilihan periode 2011 – 2015 agar penelitian ini dapat menjelaskan keadaan terbaru di pasar modal. Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan, maka penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Investment Opportunity Set, Kebijakan Dividen dan Keputusan Pendanaan terhadap Return Saham Perusahaan (Studi pada Sektor Properti dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia pada Periode 2011-2015)”.

(10)

10 1.3 Perumusan Masalah

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ralatif stabil dan didukung oleh jumlah penduduk Indonesia yang padat membuat pertumbuhan pada sektor properti dan real estate meningkat setiap tahunya. Para investor juga berlomba lomba menanamkan sahamnya dengan harapan mendapat return.

Hasil dari return saham bisa berupa keuntungan atau kerugian maka dari itu para investor harus pintar mengamati tumbuh berkembangnya suatu perusahaan serta laporan keuangan yang sehat dan juga mengatahui faktor faktor apa saja yang menyebabkan harga saham

Banyak faktor yang mempengaruhi return saham, terdapat perbedaan hasil penelitian antara beberapa peneliti sebelumnya terhadap variable yang ditelitinya, variabel yang diambil dalam penelitian ini adalah beberapa variabel yang diteliti oleh peneliti sebelumnya dengan hasil konsisten terhadap return saham, diantaranya: investment opportunity set, kebijakan dividen dan keputusan pendanaan

1.4 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dijelaskan, maka penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, meliputi:

1. Bagaimana Investment Opportunity Set, Kebijakan Dividen, Keputusan Pendanaan dan Return saham pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015?

2. Bagaimana pengaruh Investment Opportunity Set, Kebijakan Dividen, dan Keputusan Pendanaan secara simultan terhadap Return Saham pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015?

3. Bagaimana pengaruh Investment Opportunity Set terhadap Return Saham pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015?

(11)

11 4. Bagaimana pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Return Saham pada perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015?

5. Bagaimana pengaruh Keputusan Pendanaan terhadap Return Saham pada perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015?

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui Investment Opportunity Set, Kebijakan Dividen, Keputusan Pendanaan dan Return Saham pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015.

2. Untuk mengetahui Investment Opportunity Set Kebijakan Dividen, dan Keputusan Pendanaan berpengaruh secara simultan terhadap Return Saham pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015.

3. Untuk mengetahui pengaruh Investment Opportunity Set terhadap Return Saham pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015.

4. Untuk mengetahui pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Return Saham pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015.

5. Untuk mengetahui pengaruh Keputusan Pendanaan terhadap Return Saham pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2015.

(12)

12 1.6 Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung kepada pihak berkepentingan yang dapat dilihat dari 2 aspek, yaitu:

1.6.1 Aspek Teoritis

1. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi Return Saham seperti Investment Opportunity, Kebijakan Dividen, dan Keputusan Pendanaan pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2. Penelitian ini diharapkan juga dapat menjadi tambahan referensi dalam penelitian selanjutnya

1.6.2 Aspek Praktis 1. Bagi perusahaan

Hasil penelitian diharapkan berguna untuk memberikan informasi bagi perusahaan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga saham.

2. Bagi investor dan calon investor

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan investasi di pasar modal terkait dengan return saham khususnya di masa mendatang.

1.7 Ruang Lingkup Penelitian

1.7.1 Lokasi dan Objek Penelitian

Lokasi penelitian yang dipilih adalah website resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id ) dan objek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar pada sub sektor properti dan real estate di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2015. Data penelitian ini di ambil dari laporan tahunan yang diperolah dari website

(13)

13 resmi masing-masing perusahaan, dan Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id ).

1.7.2 Waktu dan Periode Penelitian

Waktu penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari 2016 sampai bulan Agustus 2016 Periode penelitian ini menggunakan laporan tahunan perusahaan-perusahaan yang terdaftar pada sub properti dan real estate di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015.

1.8 Sistematika Penulisan tugas Akhir

Sistematika penulisan skripsi ini secara garis besar adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini membahas tentang gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

Bab ini menjelaskan secara padat, jelas, dan rinci landasan teori yang digunakan pada Return Saham dan beberapa variabel yang memepengaruhi, diantaranya: Investment Opportunity Set Kebijakan Dividen, dan Keputusan Pendanaan Di dalam bab ini dijelaskan uraian mengenai hasil penelitian terdahulu yang serupa sebagai acauan penelitian ini, kerangka pemikiran yang membahas bagaimana pola pikir dalam menyelesaikan masalah yang ada dalam penelitian ini, dah hipotesis atau jawaban sementara pada penelitian serta ruang lingkup yang dijelasakan secara detil dalam penelitian ini.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, pendekatan penelitian yang digunakan, identifikasi variabel dependen dan independen, definisi operasional variabel, tahap penelitian, jenis dan sumber data (populasi dan sampel), serta teknik analisis data.

(14)

14 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini membahas tentang pengaruh variabel independen (Investment Opportunity Set, Kebijakan Dividen dan Keputusan Pendanaan) terhadap variabel dependen (Return Saham).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan bab yang menjelaskan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, berisi kesimpulan sebagai jawaban dari masalah yang diangkat dalam penelitian, serta saran untuk langkah kedepan dalam menindak lanjuti dari jawaban masalah yang ada.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan menambah wawasan serta pengetahuan mengenai business model perusahaan pada industri hotel dan pariwisata di Indonesia,

Berdasarkan bukti empiris yang menghubungkan antara faktor-faktor fundamental dengan return saham masih menunjukkan hasil yang berbeda- beda dan teori yang mendasari

Untuk itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Volatilitas Harga Saham (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur

a. Environmental Performance terhadap Return Saham perusahaan yang mengikuti PROPER dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Environmental Disclosure terhadap Return Saham

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya mengenai dampak terhadap kinerja keuangan dan kapabilitas perusahaan

Hasil dari penelitian Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan pada kantor PT Telkom Wilayah Riau Kepulauan Sekupang Batam ini diharapkan dapat

1) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan terkait kinerja internal auditor serta menambah wawasan mengenai pengaruh

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, yaitu kompetensi sumber daya