ANALISA PENGUJIAN TARIK SERAT AMPAS TEBU DENGAN STEROFOAM SEBAGAI MATRIK
Burmawi1, Kaidir1, Ade Afedri1
1Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta Padang
ABSTRAK
Material komposit memiliki banyak sifat unggul yang didapat dari penggabungan dua atau lebih sifat material tersebut. Nilai pengujian tarik suatu material berkaitan erat dengan material penyusun komposit tersebut. Pada penelitian ini fokus yang digunakan adalah serat alami, dimana serat alami yang digunakan adalah serat ampas tebu, dan matrik yang digunakan adalah sterofoam dan dengan komposisi perbandingan serat dengan sterofoam sebagai matrik, dan didapat nilai kekuatan tarik maksimal Pada pengujian tarik kekuatan material komposit serat ampas tebu dengan sterofoam sebagai matriks susunan secara acak dengan perbandingan volume sterofoam 60% : serat 40% didapatkan besar tegangan tarik maksimal rata-rata (max) sebesar 0,735 N/mm2, pada perbandingan volume sterofoam 50% : serat 50% didapat besar tegangan tarik maksimal rata-rata (max) sebesar 1,263 N/mm2 , dan pada perbandingan volume sterofoam 80% : serat 20% didapat besar tegangan tarik maksimal rata-rata (max) sebesar 0,934, sedangkan dari tiga perbandingan volume komposit antara sterofoam 60% : serat 40% , dengan sterofoam 50% : serat 50% dan sterofoam 80% : serat 20%. Serat ampas tebu dengan sterofoam sebagai matriks, Sehingga didapatkan Modulus Elastisitas maksimum yang optimal terjadi pada (Emax)spesimen perbandingan volume sterofoam 50% : serat 50% sebesar 17,076 N/mm2.
Kata Kunci : Material Komposit, Uji Tarik, Sterofoam, Serat Tebu, Modulus Elastisitas, Kekuatan Tarik.
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
Perkembangan teknologi komposit saat ini sudah mulai mengalami pergeseran dari serat sintesis menjadi bahan komposit berpenguat serat alam, dimana dalam informasi yang sering penulis baca komposit serat alam sekarang sudah dilirik oleh berbagai industri seperti industri kereta api, kapal, alat olah raga, dan konstruksi bangunan sipil, bahkan sampai industri rumah tangga. Serat alami dari komposit adalah serat yang berasal dari alam, tanpa melalui proses kimia dan industri, dimana dari referensi yang penulis baca pemilihan serat komposit sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter diantaranya adalah kekuatan tarik dan modulus elastisitas komposit yang diinginkan.
Atas dasar itu penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sejauh mana serat ampas tebu dan sterofoam dapat dijadikan material baru. Material komposit dari serat yang diperkuat serat ampas tebu dan sterofoam sebagai matriks, ditinjau dari sifat kekuatan tarik dan modulus elastisitas yang optimalnya.
Perumusan Masalah
Di Indonesia limbah-limbah dari serat seperti serat ampas tebu hanya terbuang sia-sia dan begitu pula dengan sterofoam dan didalam penelitian ini penulis mencoba memanfaatkan serat ampas tebu dan sterofoam bekas yang hanya tebuang dijadikan material baru, sebagai material komposit.
Dalam penelitian ini dilakukan pengujian tarik dengan dengan sterofoam sebagai matriks dan serat ampas tebu sebagai penguat yang memberikan sifat mekanik yang optimal.
Tujuan Riset
Adapun manfaat yang diharapkan penulisan dalam Tugas Akhir ini adalah :
1. Untuk mendapatkan nilai kekuatan tarik dan modulus elastisitas yang optimal pada material komposit.
2. Untuk memanfaat kan limbah menjadi material baru sebagai material komposit.
Batasan Masalah
1. Serat yang digunakan adalah serat ampas tebu dan sterofoam sebagai matriks.
2. Untuk pengujian dilakukan uji tarik untuk melihat nilai kekuatan tarik optimal dan nilai modulus elastisitas optimal, pada material komposit serat ampas tebu dengan sterofoam sebagai matriknya, dengan perbandingan volume antara sterofoam 60% : serat 40%, sterofoam 50% : serat 50% dan sterofoam 80% : serat 20%.
Tempat dan Waktu
Pengujian tarik dilakukan pada 27 januari 2014 dan dilakukan di Laboratorium pengujian bahan, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang.
II. METODE DAN BAHAN
METODOLOGI PENELITIAN
DIAGRAM ALIR
Proses Pembuatan specimen.
1. Tebu yang baru dipanen diperas airnya dengan bantuan mesin penggilingan tebu.
2. Pisahkan air dan ampasnya dan ambil ampasnya kemudian direndam selama kurang lebih 10 hari dan, 3. Setelah melakukan perendaman lalu
dicuci bersih untuk menghilangkan rasa manis dari serat.
4. Sisir dengan sikat kawat untuk menghilangkan gabus yang menempel dengan serat.
5. Angin-anginkan serat ampas tebu pada suhu ruangan.
6. Siapkan sterofoam yang tujuanya digunakan sebagai matriks.
7. Larutkan sterofoam dengan bensin dan setelah larut aduk dengan serat ampas tebu di dalam potongan botol air minum kemasan kemudian dimasukan kedalam cetakan dan gabungkan dengan serat ampas tebu.
Peralatan dan Bahan 1. Cetakan Spesimen
Cetakan spesimen berfungsi sebagai tempat untuk mencetak benda uji. Bahan uji,serat ampas tebu dan sterofoam sebagai matriksnya
Cetakan specimen terbuat dari kaca Dengan ukuranya: tinggi 70 mm, panjang 90 mm, lebar 60 mm.
Cetakan Spesimen 2. Gelas Ukur
Gelas ukur digunakan untuk mengukur takaran pada serat dan sterofoam.
Merek :Pyrex iwaki
Gelas Ukur 3. Gerinda Potong
Untuk memotong benda uji dengan dimensi yang telah di tetapkan.
Merek :keoritsu
Gerinda Potong 4. Potongan air minum kemasan
dengan bensin
Digunakan sebagai tempat bensin untuk melarutkan sterofoam dan tempat pencampuran antara sterofoam dengan serat
Gambar potongan air minum kemasan sebagai tempat bensin untuk pelarutan sterofoam
1. Alat Uji Tarik
Alat ini digunakan untuk mengetahui kekuatan tarik bahan dari spesimen yang akan diuji.Adapun peralatannya meliputi:
Alat yang digunakan : tensometer type W monsanto
Gambar Alat uji tarik 5. Jangka Sorong
Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang, lebar, dan tinggi dari pada benda uji.
Merek :Vernier Caliper
Gambar Jangka Sorong Bahan Yang Digunakan
A. Serat ampas tebu
Banyak sekali limbah hasil pertanian yang tidak dimanfaat kan oleh karena itu serat ampas tebu dimanfaatkan untuk bahan material komposit dimana selain mudah didapat karena limbah pertanian juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan material untuk peralatan rumah tangga, perkapalan, dan fiber, dll.
Gambar Serat ampas tebu B. Sterofoam
Sterofoam atau plastik busa masih tergolong keluarga plastik. Bahan dasar sterofoam adalah polisterin, suatu plastik yang sangat ringan, kaku, tembus cahaya dan murah, kerapatan rendah, mempunyai bobot ringan, dan terdapat ruang antar butiran yang berisi udara yang tidak dapat
menhantar panas sehingga hal ini membuatnya sebagai insulator panas yang baik.
gambar sterofoam C. specimen yang akan diuji
Specimen ini adalah pencampuran serat ampas tebu dengan sterofoam sebagai matriks.
Tabel from pengujian data
Prosedur Pengujian
Prosedur pengujian yang dilakukan sebagai berikut:
Pemotongan spesimen dengan menggunakan gerinda potong sesuai standar pengujian kekuatan tarik dengan standar ASTM D-638-03, Hartono Yudo, Sukanto Jatmiko 2008, seperti pada gambar
standar ASTM D638-03
(Asm Handbook volume 21 composit)
Prosedur pengujian
Pengujian Komposit sterofoam dengan berpenguat serat ampas tebu potongan benda uji di pasang pada cekam uji tarik, lalu amati perubahan panjang (ΔL) dari benda yang sedang dilakukan uji tarik hingga benda uji tersebut putus.
Specimen uji tarik setelah putus Regangan merupakan perbandingan antara pertambahan panjang dengan panjang mula – mula
ε = l0
l =
0 0
l l l
dimana :
ε = regangan
l = pertambahan panjang (mm) l 0 = panjang mula – mula (mm) l = panjang akhir (mm)
Untuk mengetahui tegangan tarik dipakai persamaan :
σ = A0
F
dimana :
σ = kekuatan tarik (Nm-2) F = gaya tarik maksimum (m2) A0 = luas penampang awal (m2)
Sehingga secara matematis, nilai modulus elastisitas akibat gaya tarik dapat diketahui dengan persamaan sebagai berikut:
E dimana :
E = Modulus elastisitas (MPa) σ = Tegangan normal (MPa) ε = regangan
III. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel hasil percobaan uji tarik
Pembahasan Hasil Pengujian
Pada pengujian tarik bahan utama yang digunakan adalah komposit serat ampas tebu dengan sterofoam sebagai matriks.
Pengujian ini dilakukan dengan perbandingan vulume antara serat dan matriks seprti dibawah ini
a. Perbandingan volume Sterofoam 60 % : serat 40%
b. Perbandingan Volume Sterofoam 50% : serat 50%
c. Perbandingan Volume Sterofoam 80% : serat 20%.
Penelitian ini dilakukan untuk mengamati kekuatan tarik dan modulus Elastisitas dari komposit yang di uji diperkuat dengan serat ampas tebu.
Sehingga dapat diamati pertambahan
panjang (ΔL) yang terjadi akibat gaya tarik yang diberikan terhadap benda uji yang disebut dengan deformasi.
Sehingga dari penelitian ini didapatkan rata-rata beban maksimum pada spesimen ampas tebu dengan sterofoam sebagai matrik dengan perbandingan volume sterofoam 60% : serat 40% sebesar 10,066 kg, sedangkan spesimen sterofoam 50% : serat 50%
sebesar 16,666 kg dan sterofoam 80% :
serat 20% didapatkan rata-rata beban maksimumnya sebesar 14,666 kg.
Tabel hasil pengolahan data
IV. GRAFIK TEGANGAN
REGANGAN DAN MODULUS ELASTISITAS
Grafik perbandingan Rata-rata antara volume sterofoam 60% : serat 40%, dengan sterofoam 50% : serat 50% dan sterofoam 80% : serat 20%.
Grafik perbandingan rata-rata Modulus Elastisitas uji tarik antara volume sterofoam 60% : serat 40% , dengan sterofoam 50% : serat 50%
dan sterofoam 80% : serat 20%.
Pembahasan Hasil Analisa Data
Dari hasil pengujian tarik dari tiga perbandingan volume komposit antara sterofoam 60% : 40% , dengan sterofoam 50% : serat 50% dan sterofoam 80% : serat 20%. Serat ampas tebu dengan sterofoam sebagai matriks, Sehingga didapatkan tegangan tarik maksimum rata-rata (max) terbesar spesimen perbandingan volume sterofoam 50% : serat 50% sebesar 1,263 N/mm2 sedangkan tegangan tarik maksimum rata-rata (max) terkecil spesimen perbandingan volume sterofoam 60% : serat 40% sebesar 0,735 N/mm2 dan dari niali modulus elastisitasnya Dari hasil pengujian tarik dari tiga perbandingan volume komposit antara sterofoam 60% : 40% , dengan sterofoam 50% : serat 50%
dan sterofoam 80% : serat 20%. Serat
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4
0 0,1 0,2 0,3 0,4
Tegangan (σmax) N/mm2
Regangan (ε)
Spesimen 1 Spesimen 2 Spesimen 3
ampas tebu dengan sterofoam sebagai matriks, Sehingga didapatkan Modulus Elastisitas maksimum rata-rata (Emax) terbesar spesimen perbandingan volume sterofoam 50% : serat 50% sebesar 17,076 N/mm2 sedangkan Modulus Elastisitas maksimum rata-rata (Emax) terkecil spesimen perbandingan volume sterofoam 60% : serat 40% sebesar 8,308 N/mm2. Dari sini dapat dilihat bahwa dengan adanya variasi perbandingan, semakin banyak persentase volume serat Modulus Elastisitas maksimum dan kekuatan tariknya lebih optimal.
V. KESIMPULAN
Dari hasil analisa didapatkan bahwa material komposit serat ampas tebu dengan sterofoam sebagai matrik adalah material yang getas, dan untuk kekuatan tarik dan modulus elastisitas yang terbaik didapatkan pada persentase volume 50%
matrik dan 50% serat, dengan kekuatan tarik maksimum 1,263 N/mm2 dan nilai modulus elastisitasnya sebesar 17,076 N/mm2. Sehingga dari hasil dapat memanfaatkan limbah baik dari ampas tebu dan sterofoam bekas menjadi material baru, sebagai material komposit.
DAFTAR PUSTAKA
Yudo hartono dkk, Analisa kekuatan mekanis material komposit berpenguat serat ampas tebu ( baggase) ditinjau dari kekuatan tarik ,’’Universitas Diponogoro,2008.
Hanif, “ Jurusan teknik mesin, Politeknik Negeri lhokseumawe.
Respositori.usu.ac.id/bitstream/123456789 /29872/4/chapter%2011.pdf
Respository.
USU.ac.id/bitsteram/123456789/16295/4/c hapter%2011.pdf
www.annehira.com/tanaman-tebu.htm Matthews, F.L., Rawlings, RD., 1993,
Composite Material Engineering And Science, Imperial College Of Science, Technology And Medi- cine, London, UK.
Mikell PG. (1996). Composite Material Fundamental of Modern Manufacturing Material, Processes, And System. Prentice Hall.
Nurdin Bukit. (2006). Beberapa Pengujian Sifat Mekanik dari Komposit yang Diperkuat dengan Serat Gelas.
Skripsi. USU Medan.
Schwartz, M.M. (1984). Composite Materials Handbook. New York:
McGraw-Hill Inc.
Chawla,K.K.,1987. “ Composite Materials
”. Springer – Verlag New York Inc, Germany.
Jones,R.M.,1975.“ Mechanics of Composite Materials”.Scripta Book, Company Washington DC.
Van Vlack, L. H, 1992. “Ilmu dan Teknologi Bahan”. Edisi ke-5, Erlangga, Bandung