1
A. Latar Belakang
Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diinginkan dan tidak diketahui kapan terjadinya, tetapi hal tersebut dapat dicegah. Kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman merupakan faktor terciptanya kecelakaan kerja yang dapat memperlambat kinerja sehingga produktivitas kerja menurun. Kecelakaaan kerja dapat terjadi pada semua sektor pekerjaan baik itu sektor formal dan sektor informal.1 Sektor pertanian merupakan salah satu pekerjaan di sektor informal yang mempunyai risiko tinggi mengalami kecelakaan kerja.
Laporan dari UK Health and Safety Executive (HSE) pada tahun 2005 telah terjadi 2.410 non-fatal injuries per 100.000 pekerja di sektor pertanian. Di Rumania pada tahun 2009, 375 pekerja sektor pertanian terluka dari total 3.476 pekerja. Dan berdasarkan data yang berasal dari survey work-related disease di Inggris, pekerja sektor pertanian mengalami gangguan akibat sikap kerja yang tidak ergonomis seperti back pain injury pada 27.000 petani, keluhan di leher atau upper limb injury pada 10.000 petani dan lower limb injury pada 11.000 petani dari total sekitar 43.000 petani.2
Indonesia merupakan negara agraris yang 70% wilayahnya merupakan daerah pedesaan dan pertanian, sehingga mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian.3 Sedangkan di seluruh dunia setengah dari jumlah keseluruhan pekerja yaitu sekitar 1,3 juta orang bekerja di sektor pertanian, data tersebut diperoleh dari International Labour Organisation (ILO). Berdasarkan data tersebut, 60% diantaranya adalah pekerja yang berasal dari
negara berkembang. Negara berkembang memiliki risiko kecelakaan kerja empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara industri. Kebanyakan kecelakaan dan penyakit akibat kerja di negara berkembang tersebut terjadi berbagai sektor pekerjaan diantaranya di sektor pertanian, perikanan, perkayuan, pertambangan dan konstruksi. Indonesia sendiri berada di tempat kedua dari tiga besar negara yang mengalami kecelakaan kerja di bidang pertanian, data tersebut diperoleh dari database ASEAN OSHANET dan ILO. Pada tahun 1999, dari 1.476 kasus kematian yang terjadi, 280 kasus diantaranya menimpa pekerja pertanian. Sehingga sektor pertanian merupakan sektor pekerjaan yang sangat penting untuk lebih diperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja bagi para petaninya.4
Faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja di sektor pertanian diantaranya adalah faktor biologi, faktor lingkungan, faktor fisik, dan faktor kimia. Faktor biologi memberikan pengaruh terhadap kejadian infeksi akibat parasit, bakteri, cacingan, gigitan serangga, dan binatang berbisa. Faktor lingkungan kerja antara lain sinar matahari, suhu panas, suhu dingin, cuaca, hujan, angin, debu. Faktor fisik yaitu kesesuaian alat dengan kondisi fisik petani seperti cangkul, traktor dan alat pertanian lainnya. Faktor kimia berupa pupuk dan pestisida.5
Penggunaan pestisida untuk menyemprot hama dapat menyebabkan keracunan, gangguan pernafasan dan penyakit serius lainnya.6 Berdasarkan penelitian Sulistiyono di tiga kecamatan di Kabupaten Nganjuk Tahun 2006, didapatkan hasil bahwa di Kecamatan Bagor sebanyak 22,22% petani mengalami keracunan pestisida dalam kategori sedang dan 33,33% dalam kategori ringan dari 27 sampel yang diperiksa. Di Kecamatan Rejoso 9,09%
petani keracunan pestisida kategori sedang dan 23,81% kategori ringan dari 21 sampel. Di Kecamatan Sukomoro sebanyak 28,13% petani keracunan pestisida kategori sedang dan 46,88% kategori ringan.7 Hasil penelitian yang dilakukan Sulistiyono menunjukkan bahwa dalam penggunaan pestisida, petani membutuhkan keseriusan dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah bahaya yang dapat timbul dari pestisida tersebut.
Sumber kecelakaan kerja lainnya berasal dari beban kerja yang berat serta waktu kerja yang yang terlalu lama sehingga dapat menimbulkan keluhan-keluhan, penyakit kulit akibat kaki terlalau lama terendam air. Usia juga merupakan faktor penentu timbulnya kecelakaan kerja di sektor pertanian. Pekerjaan petani biasanya dilakukan oleh orang lanjut usia yang lebih rawan mengalami kecelakaan kerja. Lahan pertanian biasanya terletak di sekitaran rumah petani, sehingga tak jarang anggota keluarga dari para petani termasuk anak-anak sering bermain di lahan pertanian. Hal tersebut dapat memicu timbulnya kecelakaan kerja akibat kecerobohan.
Kabupaten Kabupaten Kendal adalah daerah dengan jumlah lahan tanah sawah yang paling luas diantara pemanfaatan lahan yang lain, dimana jumlah petani di Kabupaten Kendal juga masih sangat banyak. Dari data hasil sensus pertanian pada tahun 2013 jumlah usaha pertanian di kabupaten Kendal sebanyak 109.687. Usaha pertanian tersebut dikelola oleh rumah tangga, perusahaan pertanian berbadan hukum dan selain rumah tangga dan perusahaan berbadan hukum.8
Desa Leban merupakan salah satu desa di Kabupaten Kendal yang masyarakatnya masih menggantungkan hidup dari bertani. Hal itu didapatkan dari data monografi Desa Leban, Kabupaten Kendal dimana sebagian besar
penduduknya bekerja sebagai petani. Desa leban sendiri terdiri dari 5 dusun yaitu Dusun Pendhowo, Dusun Glagah, Dusun Krajan, Dusun Lendoh, dan Dusun Bakalan. Hasil wawancara dengan kepala desa, diantara kelima Dusun tersebut kecelakaan kerja paling banyak terjadi di Dusun Lendoh.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Dusun dan anak dari Kepala Dusun, Dusun Lendoh merupakan dusun yang penduduknya masih tertutup dari dunia luar. Sehingga hampir semua dari masyarakatnya bekerja di dalam area dusun dengan memanfaatkan lahan yang ada sebagai tempat bercocok tanam. Tanaman yang biasa ditanam diantaranya adalah padi, cabai, tomat, dan berbagai sayuran lainnya, namun mayoritas lebih memilih menanam padi.
Hasil survey awal wawancara dengan 10 petani, penggunaan sabit dan cangkul sering kali melukai tangan dan kaki para petani, alat pelindung diri yang kurang lengkap saat mengusir hama menggunakan pestisida beberapa kali menyebabkan masalah kesehatan bagi para petani, kecelakaan kerja terparah yang terjadi adalah terkena traktor sehingga harus dirawat di rumah sakit. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis memilih untuk meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal tahun 2015.
B. Rumusan masalah
Apa sajakah faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan UmumMenganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
2. Tujuan Khusus
a. Mendeskripsikan umur, penggunaan APD, lama kerja, beban kerja, faktor kimia, faktor biologi dan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. b. Menganalisis hubungan umur dengan kejadian kecelakaan kerja pada
petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal .
c. Menganalisis hubungan pengunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
d. Menganalisis hubungan lama kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
e. Menganalisis hubungan beban kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
f. Menganalisis hubungan faktor kimia dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
g. Menganalisis hubungan faktor biologi dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi KeilmuanHasil penelitian ini dapat menambah informasi dan pengetahuan tentang faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
2. Bagi Program
Memberikan gambaran nyata mengenai resiko pekerjaan pada petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja.
3. Bagi Masyarakat
Hasil penelitian dapat dijadikan masyarakat sebagai upaya untuk menanggulangi kejadian kecelakaan kerja pada petani.
E. Keaslian Penelitian
Tabel 1.1 Keaslian Penelitian No Peneliti Judul Penelitian Variabel Penelitian Metode Penelitian Hasil 1 Egriana Handa-yani Hubungan antara Pengguna-an Alat Pelindung Diri, Usia, dan Masa Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bagian Rustic di PT Borneo Variabel Independen : APD, umur, masa kerja. Variabel dependen : Kecelakaan Kerja Observati -onal dengan metode Cross Sectional Ada hubungan antara APD (p value = 0,09) dan umur (p value = 0,018) dengan kecelakaan kerja, sedangkan pada variabel masa kerja (p value = 0,813) tidak terdapat hubungan dengan kecelakaan kerja.No Peneliti Judul Penelitian Variabel Penelitian Metode Penelitian Hasil Malintang Buana Eksport Jogjakarta 2. Endro Hari Yulianto Faktor-Faktor yang Berhubung-an dengBerhubung-an Pengguna-an Alat Pelindung Diri pada petani dalam Menyemprot Hama di Desa Doplang Kecamatan Jati Kabupaten Blora Variabel independen : tingkat pendidikan, tingkat pengeta-huan, sikap, kenyama-nan, ketersedi-aan sarana, jenis pestisida. Variabel dependen : penggunaan APD Cross Sectional Ada hubungan antara tingkat pendidikan (p value = 0,001) , tingkat pengetahuan (p value = 0,007) , kenyamanan (p value = 0,011) , ketersediaan sarana (p value = 0,010) , jenis pestisida (p value = 0,024(p value = 0,813) dengan penggunaan APD sedangakan variabel sikap (p value = 0,632) tidak ada hubungan dengan penggunaan APD.
Perbedaan penelitian ini dengan ketiga penelitian diatas adalah penambahan variabel penelitian yaitu beban kerja, faktor kimia, dan faktor biolgi serta berbagai kecelakaan kerja yang dialami oleh petani tidak hanya kecelakaan kerja yang disebabkan oleh pestisida dari kegiatan penyemprotan hama.
F. Lingkup Penelitian
1. Lingkup Keilmuan
Lingkup yang ada dalam penelitian ini termasuk dalam bidang keilmuan Kesehatan Masyarakat tentang sumber daya manusia yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja.
2. Lingkup Materi
Lingkup yang ada dalam penelitian ini termasuk dalam materi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yaitu tentang kejadian kecelakan kerja pada petani.
3. Lingkup Lokasi
Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
4. Lingkup Metode
Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan menggunakan kuesioner.
5. Lingkup Objek / sasaran
Sasaran dalam penelitian ini adalah petani di Dusun Lendoh Desa Leban Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.
6. Lingkup Waktu