15
BAB III. METODE PELAKSANAAN.
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian.
Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian-peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2021 - April 2021.
3.2. Bahan dan Alat.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain bibit umbi bawang Varietas bauji, pupuk organik yaitu pupuk kandang sapi, zpt Triakontanol, air, dan insektisida, polybag ukuran 40 x 40 cm.
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah ember, cangkul, tali plastik, ajir, plot,gembor, sekop kecil, sprayer, jangka sorong, timbangan analitik, alat dokumentasi, alat tulis kantor.
3.3. Metode Penelitian.
Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yang diamati, yaitu penggunaan organik fertilizer dan ZPT Triakontanol. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
1. Faktor I adalah perlakuan pemberian pupuk organik P1 = tanpa pupuk kandang
P2 = pupuk kandang 15 ton/ha P3 = pupuk kandang 30 ton/ha
2. Faktor II adalah perlakuan pemberian ZPT Triakontanol T1 = tanpa ZPT Triakontanol
16 T2 = Konsentrasi ZPT Triakontanol 2 ppm T3 = Konsentrasi ZPT Triakontanol 6 ppm T4 = Konsentrasi ZPT Triakontanol 10 ppm
Terdapat 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan di ulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan, masing-masing kombinasi perlakuan terdiri atas 3 tanaman dan 2 tanaman cadangan. Keseluruhan tanaman adalah 180 tanaman. Sehingga didapatkan perlakuan sebagai berikut:
1. P1T1 = tanpa pupuk kandang + tanpa ZPT Triakontanol.
2. P1T2 = tanpa pupuk kandang + Konsentrasi ZPT Triakontanol 2 ppm 3. P1T3 = tanpa pupuk kandang + Konsentrasi ZPT Triakontanol 6 ppm 4. P1T4 = tanpa pupuk kandang + Konsentrasi ZPT Triakontanol 10 ppm 5. P2T1 = pupuk kandang 15 ton/ha + tanpa ZPT Triakontanol..
6. P2T2 = pupuk kandang 15 ton/ha + Konsentrasi ZPT Triakontanol 2 ppm 7. P2T3 = pupuk kandang 15 ton/ha + Konsentrasi ZPT Triakontanol 6 ppm 8. P2T4 = pupuk kandang 15 ton/ha + Konsentrasi ZPT Triakontanol 10 ppm 9. P3T1 = pupuk kandang 30 ton/ha + tanpa ZPT Triakontanol.
10. P3T2 = pupuk kandang 30 ton/ha + Konsentrasi ZPT Triakontanol 2 ppm 11. P3T3 = pupuk kandang 30 ton/ha + Konsentrasi ZPT Triakontanol 6 ppm 12. P3T4 = pupuk kandang 30 ton/ha + Konsentrasi ZPT Triakontanol 10
ppm
17
3.3.1.
Denah Percobaan.3.4. Metode Analisis Data .
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji F apabila hasil pengujian berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan taraf 5%
P3T1 P1T3 P2T2 P3T2 P1T1 P2T1 P1T4 P3T4 P2T3 P1T2 P2T4 P3T3
ULANGAN 3 ULANGAN 1 P2T4 P1T1 P3T2 P3T3 P2T2 P3T4 P1T3 P2T3 P1T2 P3T1 P1T4 P2T1
P3T2 P1T4 ULANGAN 2
P2T1 P3T4 P2T3 P1T1 P3T1 P2T2 P1T2 P2T4 P1T3 P3T3
S
18 3.5. Pelaksanaan Penelitian.
3.5.1. Persiapan tempat.
Persiapan tempat dilakukan pada penelitian ini berupa pembersihan lahan, meratakan areal sekitar lahan dari gulma, sampah-sampah. Drainase dibuat sebaik mungkin agar air mudah mengalir.
3.5.2. Persiapan bahan tanam.
Umbi bawang merah yang digunakan adalah Varietas Bauji yang berasal dari daerah Nganjuk, Jawa Timur. Bibit bawang merah varietas Bauji didapatkan dari toko Sentra Tani Toko Pertanian Online yang beralamat di desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Bibit umbi bawang merah sebelum tanam direndam dalam fungisida Mankozeb dengan dosis 25 gr untuk 25 kg umbi. Umbi yang direndam dalam fungisida disimpan dalam karung plastik selama 1-2 hari sebelum tanam guna mencegah serangan penyakit fusarium.
3.5.3. Pemberian plot atau label.
Pemberian plot atau label pada polybag dilakukan sebelum pemindahan media tanam dan bahan tanam ke polybag. Pemberian plot atau label bertujuan untuk membedakan perlakuan yang diberikan pada masing- masing tanaman bawang merah.
3.5.4. Persiapan media tanam.
Persiapan media tanam dilakukan setelah pemberian label. Media tanam yang dipersiapkan tanah topsoil, arang sekam dengan perbandingan 2:1. Pemberian pupuk kandang sapi sesuai dengan dosis yang ada pada
19
perlakuan. Pupuk kandang sapi didapatkan dari toko pertanian di Kedung Kandang, Kabupaten Malang dengan masa simpan selama lebih dari 4 bulan.
Media tanah topsoil yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari lahan percobaan Fakultas Pertanian-peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Media arang sekam yang digunakan dibeli di toko pertanian sekitar Malang. Pupuk kandang sapi yang digunakan dibeli di toko pertanian sekitar Malang.
3.5.5. Penanaman bibit bawang merah.
Penanaman bibit umbi bawang merah dilakukan setelah media tanam telah siap dipindahkan ke dalam polybag. Setiap satu polibag terdiri dari satu tanaman, jarak antar polybag 10 x 10 cm. Sebelum penanaman, umbi bawang merah dipotong sepertiga bagian pada ujung umbi, hal tersebut dimaksudkan agar umbi tumbuh lebih cepat dan seragam. Bibit umbi ditanam dengan kedalam 2-4 cm didalam tanah.
3.5.6. Pemberian Perlakuan.
Triakontanol didapatkan dari toko pertanian Darsoe di daerah Jakarta Timu, Matraman, DKI Jakarta. Pemberian perlakuan dilakukan sebanyak dua kali penyemprotan, tahap pertama dilakukan ketika tanaman berumur 14 hst, tahap kedua dilakukan ketika tanaman berumur 28 hst. Pemberian larutan zpt triakontanol dilakukan dengan cara disemprotkan pada permukaan tanah dan bagian atas daun, dengan volume 100 ml dan 200 ml pada tahap kedua untuk setiap tanaman. Penyemprotan triakontanol pada media akar atau tanah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran dan sereal (Ries,
20
1977). Penyemprotan pada dedaunan dapat meningkatkan kandungan klorofil dan karatenoid. Aplikasi triakontanol dilakukan pada siang hari karena menurut (Ries, 1983) bahwa suhu tinggi sangat berperan terhadap aktivitas triakontanol sehingga aplikasi terbaik yaitu pada siang hari.
3.5.7. Tahap Pemeliharaan.
a. Penyiraman.
Penyiaraman dilakukan setiap hari yaitu 2 kali sehari, pada pagi dan sore hari sesuai dengan kondisi tanah. Penyiraman dihentikan saat satu minggu sebelum panen, penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor.
b. Penyulaman.
Penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau tumbuh abnormal. Penyulaman dilakukan selama 7 hari setelah pindah tanam.
Bibit yang digunakan untuk penyulaman merupakan tanaman yang umur dan ukurannya seragam dengan menggunakan tanaman cadangan.
c. Pemupukan.
Pemupukan susulan pertama yang diberikan saat tanaman berumur 10-15 hst, dengan menggunakan pupuk urea sebanyak 250 kg/ha atau sebanyak 0,5 gram/tanaman, pupuk TSP sebanyak 100 kg/ha atau sebanyak 0,2 gr/tanaman, dan pupuk KCl sebanyak 100 kg/ha atau sebanyak 0,2 gr/tanaman. Pupuk susulan kedua dilakukan
21
saat tanaman berumur 30-35 hst dengan menggunakan pupuk urea sebanyak 250 kg/ha atau sebanyak 0,5 gr/tanaman.
d. Penyiangan dan pembumbunan.
Penyiangan dilakukan secara manual terhadap tumbuhan pengganggu (gulma) yang tumbuh di dalam polybag dan sekitar polybag. Penyiangan dilakukan sebanyak 2 kali dalam seminggu atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Penyiangan gulma dilakukan agar tidak terjadi persaingan unsur hara antara tanaman utama dengan gulma. Pembumbunan dilakukan agar tanaman tidak mudah rebah dan untuk merangsang pertumbuhan tanaman.
Pembumbunan dilakukan pada saat yang bersamaan dengan penyiangan.
e. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Pengendalian organisme pengganggu tanaman dilakukan dengan cara preventif yaitu menjaga sanitasi lingkungan tanaman, baik gulma maupun bahan lain yang dapat mengganggu tanaman, merendam benih umbi bawang merah dengan fungisida Mankozeb dengan dosis sesuai anjuran.
3.5.8. Panen.
Panen dilakukan pada umur 60 hari setelah tanam. Bawang merah yang siap panen memiliki ciri-ciri; daun mulai menguning, leher batang melunak, sebagian umbi telah muncul ke permukaan tanah. Panen dilakukan dalam keadaan kering dan cuaca cerah.
22 3.6. Parameter Pengamatan.
3.6.1. Pengamatan Fase Vegetatif.
1. Tinggi tanaman (cm).
Pengamatan tinggi tanaman dilakukan pada 7 mst sampai dengan 8 mst. Tinggi tanaman diukur mulai dari pangkal batang sampai ke ujung daun terpanjang.
2. Jumlah Daun per Rumpun (helai/tanaman).
Pengamatan daun per rumpun dilakukan pada 7 mst sampai dengan 8 mst. Jumlah daun yang diamati dengan menghitung jumlah daun tanaman bawang merah yang muncul.
3. Luas Daun (cm2/tanaman).
Pengamatan dilakukan seminggu sekali dengan menggunakan metode untuk daun yang berbentuk kerucut. Cara menghitung luas daun individu dengan rumus: LD = π.r2 + π. S.r Dengan keterangan r= jari-jari lingkaran daun
S= panjang daun/sisi miring daun 4. Panjang Akar (cm).
Pengamatan panjang akar dilakukan saat setelah panen, dengan mengukur rerata panjang akar dalam satu tanaman dengan menggunakan penggaris.
5. Jumlah Akar per Umbi.
Pengamatan jumlah akar dilakukan saat setelah panen, dengan cara menghitung jumlah akar dalam satu umbi.
23 3.6.2. Pengamatan Fase Generatif.
1. Jumlah Umbi per Tanaman (umbi).
Pengamatan dilakukan setelah panen dengan cara menghitung jumlah umbi yang terbentuk.
2. Bobot Basah Umbi per Tanaman (gr).
Pengamatan bobot basah umbi dilakukan setelah panen. Umbi yang dipanen dibersihkan dari tanah yang menempel dan dipotong daunnya. Pengukuran bobot basah per tanaman dengan cara menimbang hasil umbi bawang merah pada tanaman. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan timbangan analitik.
3. Diameter Umbi (cm).
Pengamatan diameter umbi dilakukan pada saat setelah panen dengan menggunakan jangka sorong dan mengukur pada bagian tengah umbi secara horizontal.