3.1. Lok Pe Babakan Barat (Ga 2010 deng di lapang,
3.2. Bat Pen yang bera dan Dan mengident ekologisny memberik dipilih di
Peta
asi dan Wa nelitian ini Madang da ambar 3). Pe gan kegiatan pengolahan
tasan Pene nelitian yan da di Jalan nau Terata tifikasi kara ya. Fungsi kan kenyam
karenakan
a Kabupaten B
aktu Peneli i dilakukan an Kecama enelitian di n yang mel n data, dan p
Gambar
Sumber: ww
elitian ng dilakuka
Siliwangi y ai (Gamba akteristik po ekologis manan dan s
suatu area
Bogor
BAB I METODO
itian n di Sentu atan Sukara laksanakan iputi persia penyusunan
3. Peta Lok
ww.google/sen
an di daera yaitu jalur p ar 4). Pe ohon yang k
yang ditel ebagai habi a rekreasi h
III OLOGI
ul City yan aja, Kabupa
mulai bula apan, pengu n hasil studi
kasi Sentul C
ntul_city bogo
ah Sentul C pedestrian, enelitian d
kemudian d iti adalah itat burung harus mem
Peta Sen
ng terletak aten Bogor an Maret sa umpulan da i.
City
or.com
City ini diba lanskap sun dilakukan dibandingka
fungsi poh . Kedua fun mberikan ke
TA
ntul City
k di Kecam r, Provinsi ampai Nove ata dan info
atasi oleh 3 ngai (rivers
hanya se an dengan f hon yang ngsi ekolog enyamanan
ANPA SKALA
matan Jawa ember rmasi
3 area cape) ebatas fungsi dapat gis ini bagi
pengunjun menambah dapat men jenis poh berdasarka
3.3. Bah Ba pengkajian lokasi stud sekunder terkait. Jen dan citra s
ng yang dip h nilai este njadi indika hon yang an ekologis
an dan Ala ahan yang
n data lapan di dan men
yang diper nis data yan satelit (Tabe
pengaruhi o etik dan ek ator kualitas sangat ses ya.
Gambar at Penelitia digunakan ngan dalam nyebar kuisi oleh dari P ng diambil el 1).
oleh faktor kologis pad
s lingkunga suai, sesua
r 4. Peta Lok n
n dalam p m melihat ka
ioner kepad Pihak Penge
berupa dat
iklim sekita da suatu are an. Hasil pe ai, kurang
kasi Penelit
penelitian arakteristik da pengunju elola Sentu a fisik dan
ar. Sedangk ea rekreasi enelitian in sesuai, da
tian
ini, disam tanaman ya ung juga me ul City dan
bio-fisik se
kan burung , karena bu ni akan dike
an tidak s
mping dilak ang digunak embutuhkan pihak lain erta denah l
akan urung etahui sesuai
kukan kan di n data yang lokasi
Tabel 1. Jenis, Sumber, dan Cara Pengambilan Data
Jenis Data Sumber Data Cara Pengambilan Data Citra Landsat Sentul City Google Earth Studi pustaka
Data wilayah administrasi
Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang
Data Bio-Fisik :
• Data iklim
• Data topografi
• Geologi dan Tanah
• Hidrologi
• Vegetasi
• Satwa
BMG Dramaga, Bogor Pengelola Sentul City
Studi pustaka dan survei lapang
Studi pustaka Studi pustaka
Data sosial Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang
Peta Sentul City
(Autocad 2008) Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. GPS (Global Positioning System) sebagai alat untuk peninjauan ulang antara data sekunder dengan keadaan asli di lapang;
2. Termohigrometer yaitu alat untuk mengukur suhu dan kelembaban udara;
3. Kamera digital, alat tulis, kalkulator, dan alat gambar;
4. Komputer dalam pengolahan data menggunakan Geographic Information System (GIS) dengan software ArcView 3.2, AutoCAD 2008, Adobe Photoshop CS3, dan Microsoft Office 2007.
3.4. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan teknik spasial.
a. Metode deskriptif digunakan untuk membandingkan vegetasi eksisting di lokasi studi dengan standar ekologis yang diteliti berdasarkan studi literatur. Metode deskriptif terdiri dari dua yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk melihat dan menilai
Pengelola Sentul City
Pengelola Sentul City Studi pustaka
Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang
Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang
karakteristik pohon yang terdapat di lokasi studi. Penilaian dilakukan secara visual pada saat survei lapang dan berdasarkan studi literatur.
Selain itu, deskriptif kualitatif juga digunakan untuk menilai persepsi pengunjung terhadap suhu di lokasi studi yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner.
Sedangkan deskriptif kuantitatif digunakan dalam mengukur dan menghitung suhu termal untuk memperoleh nilai Temperature Humidity Index (THI) dan penilaian evaluasi dengan menggunakan metode KPI (Key Performance Indicator). KPI yaitu metode perhitungan dengan membandingkan nilai aktual berdasarkan survei lapang dan nilai standar berdasarkan studi literatur. KPI berfungsi untuk mengetahui sesuai atau tidak suatu objek yang digunakan berdasarkan standarnya atau kriteria yang sudah ditentukan.
b. Teknik spasial digunakan dalam sistem GIS dalam pengolahan data yang akan memperoleh hasil spasial untuk mengetahui luasan kesesuaian lahan berdasarkan ekologisnya. Pohon yang berada di lokasi studi diinventarisasi dengan menggunakan alat Global Positioning System (GPS). Hasil GPS akan diolah dengan menggunakan software ArcView 3.2 dengan memasukkan parameter-parameter yang sesuai dengan karakteristik fungsi ekologis tanaman yang diteliti.
Penelitian evaluasi fungsi ekologis RTH ini dilakukan dalam 5 tahapan yaitu: (1) persiapan (survei lapang), (2) pengamatan dan penilaian, (3) analisis, (4) evaluasi, dan (5) perumusan rekomendasi. Untuk lebih jelas perhatikan Gambar 5 berikut ini.
Persiapan (survei lapang)
Pada tahap persiapan mencakup pertemuan antara mahasiswa dengan pengelola Sentul City untuk menjelaskan tujuan kedatangan mahasiswa dan perolehan perijinan pengambilan data. Selanjutnya, mahasiswa melihat kondisi tapak dan menyesuaikan alat dan bahan yang dibutuhkan. Kondisi tapak dapat dilihat dari iklim sekitar, penggunaan lahan pada tapak, dan vegetasi eksisiting.
Iklim merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan yang dirasakan manusia. Faktor iklim meliputi suhu, penyinaran matahari, kelembaban, curah hujan, dan kecepatan angin.
Gambar 5. Tahapan Penelitian
Sintesis
Tujuan dan ruang lingkup studi
Persiapan (survei lapang)
Pengamatan dan penilaian (pemetaan pohon, pengambilan foto, studi literatur)
Analisis dan Evalusi data (mendeskripsikan dan membandingkan dengan indikator)
Survei lapang dan Studi literatur
Kriteria Standar
Perumusan rekomendasi Sesuai Tidak sesuai
Fisik Kenyamanan Vegetasi Pengunjung
Pengamatan dan Penilaian
Pengamatan dan penilaian merupakan tahapan penelitian dalam melihat kondisi tapak dengan cara pengambilan data pohon eksisting menggunakan GPS (Global Positioning System), pengukuran suhu dengan menggunakan alat termohigrometer, melihat dan menilai kondisi fisik tapak secara visual dilakukan pemotretan, kuisioner untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap suhu termal dan pengaruh pohon dalam memberikan kenyamanan secara termal pada lokasi studi, serta studi literatur untuk mengetahui karakteristik vegetasi eksisting yang akan dibandingkan terhadap fungsi ekologis tanaman yang diteliti. Studi literatur berfungsi sebagai acuan dalam proses evaluasi. Pengamatan juga dilakukan pada tapak terkait untuk mengetahui kondisi umum dan sejarah perkembangan tapak dengan mewawancarai pihak-pihak terkait.
Penilaian aspek ekologis tanaman yang dievaluasi meliputi: (1) Fungsi tanaman dalam memberikan kenyamanan; dan (2) sebagai habitat burung. Fungsi pohon dalam lanskap mempunyai kemampuan untuk menyerap dan menghamburkan radiasi dari sinar matahari. Efek yang dapat dirasakan adalah menurunnya intensitas radiasi di bawah naungan pepohonan dan terciptanya kenyamanan. Suhu udara dan kelembaban relatif merupakan komponen iklim yang sangat penting dalam menghitung tingkat kenyamanan. Suhu dan kelembaban udara ini akan digunakan untuk menentukan nilai THI (Temperature Humidity Index). THI merupakan nilai yang menunjukkan tingkat kenyamanan di suatu area secara kuantatif. Menurut Fandeli (2009), di Indonesia suatu area dikatakan nyaman apabila memiliki nilai THI antara 21-27. Salah satu rumus yang digunakan untuk menentukan tingkat kenyamanan diperkenalkan oleh Nieuwolt (1977) adalah sebagai berikut.
THI : Temperature Humidity Index T : Suhu Udara (0C)
RH : Kelembaban relatif (%)
= 0.8 T + (RH x T) THI 500
=
Nilai kelembaban nisbi (RH) diperoleh dari hasil pengurangan suhu bola kering (TBK) dan suhu bola basah (TBB). Hasil pengurangan tersebut kemudian dibandingkan dengan suhu bola kering dan akhirnya dapat diketahui nilai RH dengan melihat tabel yang terdapat di alat termohigrometer (Lampiran 1). Nilai suhu udara (T0C) yang diambil untuk mengetahui tingkat kenyamanan ini diperoleh dari tiga waktu pengukuran, yaitu pagi, siang, dan sore. Nilai rata-rata suhu udara harian (Tr) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
Tr : Rata-rata suhu harian (0C) T : Suhu bola kering (0C)
Pengamatan dalam mengetahui suhu dan kelembaban relatif diperoleh dari pengukuran suhu dengan alat termohigrometer melalui survei lapang. Pengukuran suhu dilakukan pada jalur pedestrian, Danau Teratai, dan riverscape di Jalan Siliwangi, Sentul City. Pengukuran suhu dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali di titik yang berbeda dalam satu tempat dan dilakukan di bawah naungan pohon dan tanpa naungan pohon. Gambar 6,7, dan 8 menujukkan titik-titik pengambilan suhu pada ketiga lokasi studi. Data suhu ini diambil pada tiga waktu yaitu pagi, siang, dan sore hari (pukul 07.00-08.00, 13.00-14.00, dan 17.00-18.00 WIB) pada saat cuaca cerah. Data suhu dari survei lapang ini kemudian dihitung tingkat kenyamanannya atau nilai THI. Sedangkan pengamatan fungsi pohon sebagai habitat burung dilakukan studi literatur dengan melihat karakteristik pohon yang berada di lokasi studi yang kemudian dibandingkan dengan karakteristik pohon yang disukai burung. Penilaian dilakukan dengan KPI (Key Performance Indicator). Penilaian ini juga dilakukan untuk fungsi kenyamanan serta menilai kondisi fisik lokasi studi sebagai area rekreasi.
KPI =
KPI = Key Performance Indicator Tr
=
(Tpagi x 2 + Tsiang + Tsore) 4
∑ Nilai aktual
∑ Nilai standar
riverscape riverscape
F
LEGENDA
JUDUL PENELITIAN
EVALUASI FUNGSI EKOLOGIS RTH DI KAWASAN REKREASI SENTUL CITY
JUDUL GAMBAR
TITIK PENGAMBILAN SUHU PADA JALUR PEDESTRIAN
TANGGAL PENGESAHAN:
DIBUAT OLEH NUR AZMI DOSEN PEMBIMBING
Dr. Ir. ALINDA F. M. ZAIN, M.Si
PARAF DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP
FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
SKALA NO. GAMBAR
6
ORIENTASI
U
TANPA NAUNGAN POHON DI BAWAH NAUNGAN POHON
14 km
0 3,5 10,5
TANPA NAUNGAN POHON DI BAWAH NAUNGAN POHON
LEGENDA
U
DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010 JUDUL PENELITIAN
EVALUASI FUNGSI EKOLOGIS RTH DI KAWASAN REKREASI SENTUL CITY
JUDUL GAMBAR
TITIK PENGAMBILAN SUHU PADA DANAU TERATAI
DOSEN PEMBIMBING Dr. Ir. ALINDA F. M. ZAIN, M.Si
ORIENTASI SKALA
km
NO. GAMBAR
7
TANGGAL PENGESAHAN:
DIBUAT OLEH NUR AZMI
PARAF
0 1,5 4,5
DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
NO. GAMBAR
8
TANGGAL PENGESAHAN PARAF
ORIENTASI
U
SKALA
0 2 km 6 JUDUL PENELITIAN
EVALUASI FUNGSI EKOLOGIS RTH DI KAWASAN REKREASI SENTUL CITY
JUDUL GAMBAR
TITIK PENGAMBILAN SUHU PADA RIVERSCAPE
DIBUAT OLEH NUR AZMI DOSEN PEMBIMBING Dr. Ir. ALINDA F. M. ZAIN, M.Si
D
LEGENDA
DI BAWAH NAUNGAN POHON TANPA NAUNGAN POHON
Data mengenai persepsi pengunjung terhadap pengaruh pohon dalam mereduksi iklim mikro yang dapat menentukan tingkat kenyamanan diperoleh dengan penyebaran kuisioner. Responden dipilih secara acak yang datang mengunjungi lokasi studi. Waktu pengambilan data ditentukan pada saat menjelang siang sampai siang hari sekitar pukul 10.00-14.00 WIB pada saat cuaca cerah. Hal ini dikarenakan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pengunjung pada siang hari dengan kondisi matahari sedang terik.
Analisis Data
Analisis data dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing vegetasi yang digunakan di lokasi studi sehingga dapat menentukan alternatif perbaikan jenis vegetasi yang akan digunakan selanjutnya.
Selain analisis vegetasi, analisis juga dilakukan terhadap kondisi fisik lokasi, analisis kenyamanan, dan analisis persepsi pengunjung terhadap pengaruh tanaman dalam memberikan kenyamanan termal. Kondisi fisik lokasi studi dianalisis untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan ketiga lokasi studi (jalur pedestrian, Danau Teratai, dan riverscape) dalam fungsinya sebagai area rekreasi yang memberikan kenyamanan termal dan dapat menciptakan habitat burung.
Suatu area rekreasi yang ekologis akan memberikan dampak yang besar terhadap makhluk hidup di dalamnya. Ekologis dalam arti memberikan habitat yang nyaman bagi makhluk hidup dan memiliki interaksi yang baik antar makhluk hidup.
Analisis kenyamanan dilakukan dengan menghitung nilai THI. Dari perolehan nilai THI akan diketahui area yang nyaman dan tidak nyaman. Untuk analisis vegetasi dilakukan dengan menilai karakteristik vegetasi yang diperoleh dari hasil pengamatan lapang berdasarkan studi literatur. Analisis ini bertujuan untuk menilai kesesuaian vegetasi yang digunakan pada lokasi studi dengan fungsi ekologis yang diteliti. Sedangkan analisis pengunjung dan aktivitasnya dilakukan pengolahan data kuisioner dengan menggunakan Microsoft Excel 2007.
Evaluasi
Evaluasi merupakan lanjutan dari kegiatan analisis yang telah dilakukan.
Tahapan ini yaitu melakukan evaluasi hasil kondisi fisik lokasi studi, kenyamanan, vegetasi, dan pengujung. Evaluasi dilakukan dengan menentukan nilai aktual dan nilai standar sehingga diperoleh nilai KPI (Key Performance Indicator). Nilai aktual diperoleh berdasarkan pengamatan lapang dan studi literatur. Nilai standar diperoleh berdasarkan nilai maksimum yang terdapat pada setiap indikator/parameter. Selanjutnya jumlah nilai aktual dibagi dengan jumlah nilai standar untuk memperoleh nilai KPI. Evaluasi fisik pada lokasi studi dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2. Penilaian Secara Fisik Lokasi Studi
Lokasi Indikator Kualitas Standar *) Penilaian Nilai Aktual
Nilai Standar 1 2 3 4
Aktifitas Sesuai dengan daya dukung
tapak
Memberikan fasilitas sesuai
dengan fungsi tapak Keamanan Jalur sirkulasi tidak
tergenang air
Ranting pohon tidak
membahayakan
Kondisi fisik area yang sesuai untuk habitat satwa
Penekanan terhadap aspek
alami
Memberikan view yang
menarik di dalam dan di luar
area
Keanekaragaman jenis
tanaman tinggi
Memiliki daya tarik Memiliki variasi bentuk dan kemiringan tapak yang alami Terdapat area ruang terbuka
agar cahaya matahari masuk
ke area
Area seperti hutan kecil Terdapat batuan alami
JUMLAH KPI**)
Keterangan: 1= tidak sesuai; 2= kurang sesuai; 3= sesuai; 4=sangat sesuai
*) Sumber: Bell (2008)
**) KPI = Key Performance Indicator
0,25 - 0,44 = Tidak sesuai dengan standar 0,45 - 0,62 = Kurang sesuai dengan standar 0,63 - 0,80 = Sesuai dengan standar 0,81 - 1,00 = Sangat sesuai dengan standar
Evaluasi vegetasi dilakukan secara spasial dan juga secara deskriptif berdasarkan studi literatur. Data spasial diperolah dari hasil GPS dan diolah dengan software ArcView 3.2 untuk menghasilkan luas area yang sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Evalusi vegetasi deskriptif dilakukan dengan menggunakan KPI, sama halnya seperti penilaian pada evaluasi fisik. Jika vegetasi hasil survei lapang sesuai dengan parameter yang telah ditentukan maka diberi penilaian dengan memberikan skor 1-4. Perhatikan tabel 3 berikut ini.
Tabel 3. Kriteria dan Penilaian Fungsi Ekologis Tanaman
No Fungsi Ekologis Karaktristik Standar *) Nilai Aktual
Nilai Standar 1 Kenyamanan Bentuk tajuk spreading, globular,
dome, irreguler 1-4 4
Kerapatan daun tinggi 1-4 4 Sistem percabangan 5 meter diatas
tanah 1-4 4
Tekstur daun halus dan ringan 1-4 4 Tinggi tanaman sedang (< 15 meter) 1-4 4
Jumlah Total 5-20 20
**) KPI
2 Habitat satwa Bertekstur daun halus 1-4 4 Memiliki bunga yang menarik 1-4 4
Percabangan kontinyu 1-4 4
Berbuah dan berbiji 1-4 4
Jumlah Total 4-16 16
**) KPI
Keterangan: 1= tidak sesuai; 2= kurang sesuai; 3= sesuai; 4=sangat sesuai
*) Karakteristik pohon untuk kenyamanan Menurut Grey dan Deneke (1978):
1. Daun yang rapat
2. Lapisan daun yang berganda
**) KPI = Key Performance Indicator KPI =
0,25 - 0,44 = Tidak sesuai dengan standar 0,45 - 0,62 = Kurang sesuai dengan standar 0,63 - 0,80 = Sesuai dengan standar 0,81 - 1,00 = Sangat sesuai dengan standar
Sumber: Grey dan Deneke (1978), Simonds (1983), Suryowinoto (1995), dan Vitasari (2004) Dahlan (1992), Pakpahan (1993), Mukhtar dan Elvizar (1986)
Menurut Vitasari (2004):
1. Pohon dengan tinggi sedang (< 15 m) 2. Bentuk tajuk spreading, globular, dome,
irregular
3. Tajuk bersinggungan 4. Bermassa daun padat
5. Percabangan 5 m di atas tanah 6. Ditanam secara kontinyu
∑ Nilai aktual
∑ Nilai standar Menurut Simonds (1983):
1. Memiliki tajuk yang lebar
2. Bentuk daun lebar dengan kerapatan tinggi 3. Ketinggian kanopi lebih dari 2 meter
Pemberian skor 1-4 pada nilai aktual dilakukan dengan melihat karakteristik pohon di lapang dan juga berdasarkan literatur. Nilai KPI akan menentukan kesesuaian pohon yang digunakan di lokasi studi berdasarkan fungsi ekologis tanaman yang sudah ditentukan. Evaluasi yang terakhir adalah evaluasi pengunjung dan aktivitasnya yang dilakukan secara deskripsi. Evaluasi pengunjung ini memberikan penjelasan-penjelasan sebab dan akibat yang akhirnya memberikan suatu kesimpulan dari hasil olahan kuisioner dalam tahapan analisis.
Perumusan Rekomendasi
Tahap ini merupakan tahap akhir yang akan menghasilkan rekomendasi.
Rekomendasi pada penanaman selanjutnya bertujuan untuk perbaikan aspek fungsi ekologis tanaman pada kawasan rekreasi Sentul City. Rekomendasi ini dilakukan jika telah ditemukan ketidaksesuian dari hasil evaluasi. Apabila tanaman yang digunakan pada kawasan rekreasi Sentul City (studi kasus: jalur pedestrian, Danau Teratai, dan riverscape di Jalan Siliwangi) sudah memenuhi standar berdasarkan aspek fungsi ekologis tanaman, maka rekomendasi yang dihasilkan berupa saran agar tetap mempertahankan kondisi seperti semula dan diharapkan untuk lebih meningkatkan RTH pada kawasan tersebut. Rekomendasi diperoleh dari hasil analisis yang sudah dilakukan dan berguna sebagai masukan bagi pengelola Sentul City dalam menyusun Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) di masa yang akan datang.