• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. Penelitian inii dilakukan. dan Danau. bagi. Peta TANPA SKALA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III. Penelitian inii dilakukan. dan Danau. bagi. Peta TANPA SKALA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

3.1. Lok Pe Babakan Barat (Ga 2010 deng di lapang,

3.2. Bat Pen yang bera dan Dan mengident ekologisny memberik dipilih di

Peta

asi dan Wa nelitian ini Madang da ambar 3). Pe gan kegiatan pengolahan

tasan Pene nelitian yan da di Jalan nau Terata tifikasi kara ya. Fungsi kan kenyam

karenakan

a Kabupaten B

aktu Peneli i dilakukan an Kecama enelitian di n yang mel n data, dan p

Gambar

Sumber: ww

elitian ng dilakuka

Siliwangi y ai (Gamba akteristik po ekologis manan dan s

suatu area

Bogor

BAB I METODO

itian n di Sentu atan Sukara laksanakan iputi persia penyusunan

3. Peta Lok

ww.google/sen

an di daera yaitu jalur p ar 4). Pe ohon yang k

yang ditel ebagai habi a rekreasi h

III OLOGI

ul City yan aja, Kabupa

mulai bula apan, pengu n hasil studi

kasi Sentul C

ntul_city bogo

ah Sentul C pedestrian, enelitian d

kemudian d iti adalah itat burung harus mem

Peta Sen

ng terletak aten Bogor an Maret sa umpulan da i.

City

or.com

City ini diba lanskap sun dilakukan dibandingka

fungsi poh . Kedua fun mberikan ke

TA

ntul City

k di Kecam r, Provinsi ampai Nove ata dan info

atasi oleh 3 ngai (rivers

hanya se an dengan f hon yang ngsi ekolog enyamanan

ANPA SKALA

matan Jawa ember rmasi

3 area cape) ebatas fungsi dapat gis ini bagi

(2)

pengunjun menambah dapat men jenis poh berdasarka

3.3. Bah Ba pengkajian lokasi stud sekunder terkait. Jen dan citra s

ng yang dip h nilai este njadi indika hon yang an ekologis

an dan Ala ahan yang

n data lapan di dan men

yang diper nis data yan satelit (Tabe

pengaruhi o etik dan ek ator kualitas sangat ses ya.

Gambar at Penelitia digunakan ngan dalam nyebar kuisi oleh dari P ng diambil el 1).

oleh faktor kologis pad

s lingkunga suai, sesua

r 4. Peta Lok n

n dalam p m melihat ka

ioner kepad Pihak Penge

berupa dat

iklim sekita da suatu are an. Hasil pe ai, kurang

kasi Penelit

penelitian arakteristik da pengunju elola Sentu a fisik dan

ar. Sedangk ea rekreasi enelitian in sesuai, da

tian

ini, disam tanaman ya ung juga me ul City dan

bio-fisik se

kan burung , karena bu ni akan dike

an tidak s

mping dilak ang digunak embutuhkan pihak lain erta denah l

akan urung etahui sesuai

kukan kan di n data yang lokasi

(3)

Tabel 1. Jenis, Sumber, dan Cara Pengambilan Data

Jenis Data Sumber Data Cara Pengambilan Data Citra Landsat Sentul City Google Earth Studi pustaka

Data wilayah administrasi

Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang

Data Bio-Fisik :

• Data iklim

• Data topografi

• Geologi dan Tanah

• Hidrologi

• Vegetasi

• Satwa

BMG Dramaga, Bogor Pengelola Sentul City

Studi pustaka dan survei lapang

Studi pustaka Studi pustaka

Data sosial Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang

Peta Sentul City

(Autocad 2008) Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. GPS (Global Positioning System) sebagai alat untuk peninjauan ulang antara data sekunder dengan keadaan asli di lapang;

2. Termohigrometer yaitu alat untuk mengukur suhu dan kelembaban udara;

3. Kamera digital, alat tulis, kalkulator, dan alat gambar;

4. Komputer dalam pengolahan data menggunakan Geographic Information System (GIS) dengan software ArcView 3.2, AutoCAD 2008, Adobe Photoshop CS3, dan Microsoft Office 2007.

3.4. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan teknik spasial.

a. Metode deskriptif digunakan untuk membandingkan vegetasi eksisting di lokasi studi dengan standar ekologis yang diteliti berdasarkan studi literatur. Metode deskriptif terdiri dari dua yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk melihat dan menilai

Pengelola Sentul City

Pengelola Sentul City Studi pustaka

Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang

Pengelola Sentul City Studi pustaka dan survei lapang

(4)

karakteristik pohon yang terdapat di lokasi studi. Penilaian dilakukan secara visual pada saat survei lapang dan berdasarkan studi literatur.

Selain itu, deskriptif kualitatif juga digunakan untuk menilai persepsi pengunjung terhadap suhu di lokasi studi yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner.

Sedangkan deskriptif kuantitatif digunakan dalam mengukur dan menghitung suhu termal untuk memperoleh nilai Temperature Humidity Index (THI) dan penilaian evaluasi dengan menggunakan metode KPI (Key Performance Indicator). KPI yaitu metode perhitungan dengan membandingkan nilai aktual berdasarkan survei lapang dan nilai standar berdasarkan studi literatur. KPI berfungsi untuk mengetahui sesuai atau tidak suatu objek yang digunakan berdasarkan standarnya atau kriteria yang sudah ditentukan.

b. Teknik spasial digunakan dalam sistem GIS dalam pengolahan data yang akan memperoleh hasil spasial untuk mengetahui luasan kesesuaian lahan berdasarkan ekologisnya. Pohon yang berada di lokasi studi diinventarisasi dengan menggunakan alat Global Positioning System (GPS). Hasil GPS akan diolah dengan menggunakan software ArcView 3.2 dengan memasukkan parameter-parameter yang sesuai dengan karakteristik fungsi ekologis tanaman yang diteliti.

Penelitian evaluasi fungsi ekologis RTH ini dilakukan dalam 5 tahapan yaitu: (1) persiapan (survei lapang), (2) pengamatan dan penilaian, (3) analisis, (4) evaluasi, dan (5) perumusan rekomendasi. Untuk lebih jelas perhatikan Gambar 5 berikut ini.

(5)

Persiapan (survei lapang)

Pada tahap persiapan mencakup pertemuan antara mahasiswa dengan pengelola Sentul City untuk menjelaskan tujuan kedatangan mahasiswa dan perolehan perijinan pengambilan data. Selanjutnya, mahasiswa melihat kondisi tapak dan menyesuaikan alat dan bahan yang dibutuhkan. Kondisi tapak dapat dilihat dari iklim sekitar, penggunaan lahan pada tapak, dan vegetasi eksisiting.

Iklim merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan yang dirasakan manusia. Faktor iklim meliputi suhu, penyinaran matahari, kelembaban, curah hujan, dan kecepatan angin.

Gambar 5. Tahapan Penelitian

Sintesis

Tujuan dan ruang lingkup studi

Persiapan (survei lapang)

Pengamatan dan penilaian (pemetaan pohon, pengambilan foto, studi literatur)

Analisis dan Evalusi data (mendeskripsikan dan membandingkan dengan indikator)

Survei lapang dan Studi literatur

Kriteria Standar

Perumusan rekomendasi Sesuai Tidak sesuai

Fisik Kenyamanan Vegetasi Pengunjung

(6)

Pengamatan dan Penilaian

Pengamatan dan penilaian merupakan tahapan penelitian dalam melihat kondisi tapak dengan cara pengambilan data pohon eksisting menggunakan GPS (Global Positioning System), pengukuran suhu dengan menggunakan alat termohigrometer, melihat dan menilai kondisi fisik tapak secara visual dilakukan pemotretan, kuisioner untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap suhu termal dan pengaruh pohon dalam memberikan kenyamanan secara termal pada lokasi studi, serta studi literatur untuk mengetahui karakteristik vegetasi eksisting yang akan dibandingkan terhadap fungsi ekologis tanaman yang diteliti. Studi literatur berfungsi sebagai acuan dalam proses evaluasi. Pengamatan juga dilakukan pada tapak terkait untuk mengetahui kondisi umum dan sejarah perkembangan tapak dengan mewawancarai pihak-pihak terkait.

Penilaian aspek ekologis tanaman yang dievaluasi meliputi: (1) Fungsi tanaman dalam memberikan kenyamanan; dan (2) sebagai habitat burung. Fungsi pohon dalam lanskap mempunyai kemampuan untuk menyerap dan menghamburkan radiasi dari sinar matahari. Efek yang dapat dirasakan adalah menurunnya intensitas radiasi di bawah naungan pepohonan dan terciptanya kenyamanan. Suhu udara dan kelembaban relatif merupakan komponen iklim yang sangat penting dalam menghitung tingkat kenyamanan. Suhu dan kelembaban udara ini akan digunakan untuk menentukan nilai THI (Temperature Humidity Index). THI merupakan nilai yang menunjukkan tingkat kenyamanan di suatu area secara kuantatif. Menurut Fandeli (2009), di Indonesia suatu area dikatakan nyaman apabila memiliki nilai THI antara 21-27. Salah satu rumus yang digunakan untuk menentukan tingkat kenyamanan diperkenalkan oleh Nieuwolt (1977) adalah sebagai berikut.

THI : Temperature Humidity Index T : Suhu Udara (0C)

RH : Kelembaban relatif (%)

= 0.8 T + (RH x T) THI 500

 

=

(7)

Nilai kelembaban nisbi (RH) diperoleh dari hasil pengurangan suhu bola kering (TBK) dan suhu bola basah (TBB). Hasil pengurangan tersebut kemudian dibandingkan dengan suhu bola kering dan akhirnya dapat diketahui nilai RH dengan melihat tabel yang terdapat di alat termohigrometer (Lampiran 1). Nilai suhu udara (T0C) yang diambil untuk mengetahui tingkat kenyamanan ini diperoleh dari tiga waktu pengukuran, yaitu pagi, siang, dan sore. Nilai rata-rata suhu udara harian (Tr) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Tr : Rata-rata suhu harian (0C) T : Suhu bola kering (0C)

Pengamatan dalam mengetahui suhu dan kelembaban relatif diperoleh dari pengukuran suhu dengan alat termohigrometer melalui survei lapang. Pengukuran suhu dilakukan pada jalur pedestrian, Danau Teratai, dan riverscape di Jalan Siliwangi, Sentul City. Pengukuran suhu dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali di titik yang berbeda dalam satu tempat dan dilakukan di bawah naungan pohon dan tanpa naungan pohon. Gambar 6,7, dan 8 menujukkan titik-titik pengambilan suhu pada ketiga lokasi studi. Data suhu ini diambil pada tiga waktu yaitu pagi, siang, dan sore hari (pukul 07.00-08.00, 13.00-14.00, dan 17.00-18.00 WIB) pada saat cuaca cerah. Data suhu dari survei lapang ini kemudian dihitung tingkat kenyamanannya atau nilai THI. Sedangkan pengamatan fungsi pohon sebagai habitat burung dilakukan studi literatur dengan melihat karakteristik pohon yang berada di lokasi studi yang kemudian dibandingkan dengan karakteristik pohon yang disukai burung. Penilaian dilakukan dengan KPI (Key Performance Indicator). Penilaian ini juga dilakukan untuk fungsi kenyamanan serta menilai kondisi fisik lokasi studi sebagai area rekreasi.

KPI =

KPI = Key Performance Indicator Tr

 

=  

(Tpagi x 2 + Tsiang + Tsore) 4

∑ Nilai aktual

∑ Nilai standar

(8)

riverscape riverscape

F

LEGENDA

JUDUL PENELITIAN

EVALUASI FUNGSI EKOLOGIS RTH DI KAWASAN REKREASI SENTUL CITY

JUDUL GAMBAR

TITIK PENGAMBILAN SUHU PADA JALUR PEDESTRIAN

TANGGAL PENGESAHAN:

DIBUAT OLEH NUR AZMI DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. ALINDA F. M. ZAIN, M.Si

PARAF DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP

FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

SKALA NO. GAMBAR

6

ORIENTASI

TANPA NAUNGAN POHON DI BAWAH NAUNGAN POHON

14 km

0 3,5 10,5

(9)

TANPA NAUNGAN POHON DI BAWAH NAUNGAN POHON

LEGENDA

U

DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010 JUDUL PENELITIAN

EVALUASI FUNGSI EKOLOGIS RTH DI KAWASAN REKREASI SENTUL CITY

JUDUL GAMBAR

TITIK PENGAMBILAN SUHU PADA DANAU TERATAI

DOSEN PEMBIMBING Dr. Ir. ALINDA F. M. ZAIN, M.Si

ORIENTASI SKALA

km

NO. GAMBAR

7

TANGGAL PENGESAHAN:

DIBUAT OLEH NUR AZMI

PARAF

0 1,5 4,5

(10)

DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

NO. GAMBAR

8

TANGGAL PENGESAHAN PARAF

ORIENTASI

U

SKALA

0 2 km 6 JUDUL PENELITIAN

EVALUASI FUNGSI EKOLOGIS RTH DI KAWASAN REKREASI SENTUL CITY

JUDUL GAMBAR

TITIK PENGAMBILAN SUHU PADA RIVERSCAPE

DIBUAT OLEH NUR AZMI DOSEN PEMBIMBING Dr. Ir. ALINDA F. M. ZAIN, M.Si

LEGENDA

DI BAWAH NAUNGAN POHON TANPA NAUNGAN POHON

(11)

Data mengenai persepsi pengunjung terhadap pengaruh pohon dalam mereduksi iklim mikro yang dapat menentukan tingkat kenyamanan diperoleh dengan penyebaran kuisioner. Responden dipilih secara acak yang datang mengunjungi lokasi studi. Waktu pengambilan data ditentukan pada saat menjelang siang sampai siang hari sekitar pukul 10.00-14.00 WIB pada saat cuaca cerah. Hal ini dikarenakan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pengunjung pada siang hari dengan kondisi matahari sedang terik.

Analisis Data

Analisis data dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing vegetasi yang digunakan di lokasi studi sehingga dapat menentukan alternatif perbaikan jenis vegetasi yang akan digunakan selanjutnya.

Selain analisis vegetasi, analisis juga dilakukan terhadap kondisi fisik lokasi, analisis kenyamanan, dan analisis persepsi pengunjung terhadap pengaruh tanaman dalam memberikan kenyamanan termal. Kondisi fisik lokasi studi dianalisis untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan ketiga lokasi studi (jalur pedestrian, Danau Teratai, dan riverscape) dalam fungsinya sebagai area rekreasi yang memberikan kenyamanan termal dan dapat menciptakan habitat burung.

Suatu area rekreasi yang ekologis akan memberikan dampak yang besar terhadap makhluk hidup di dalamnya. Ekologis dalam arti memberikan habitat yang nyaman bagi makhluk hidup dan memiliki interaksi yang baik antar makhluk hidup.

Analisis kenyamanan dilakukan dengan menghitung nilai THI. Dari perolehan nilai THI akan diketahui area yang nyaman dan tidak nyaman. Untuk analisis vegetasi dilakukan dengan menilai karakteristik vegetasi yang diperoleh dari hasil pengamatan lapang berdasarkan studi literatur. Analisis ini bertujuan untuk menilai kesesuaian vegetasi yang digunakan pada lokasi studi dengan fungsi ekologis yang diteliti. Sedangkan analisis pengunjung dan aktivitasnya dilakukan pengolahan data kuisioner dengan menggunakan Microsoft Excel 2007.

(12)

Evaluasi

Evaluasi merupakan lanjutan dari kegiatan analisis yang telah dilakukan.

Tahapan ini yaitu melakukan evaluasi hasil kondisi fisik lokasi studi, kenyamanan, vegetasi, dan pengujung. Evaluasi dilakukan dengan menentukan nilai aktual dan nilai standar sehingga diperoleh nilai KPI (Key Performance Indicator). Nilai aktual diperoleh berdasarkan pengamatan lapang dan studi literatur. Nilai standar diperoleh berdasarkan nilai maksimum yang terdapat pada setiap indikator/parameter. Selanjutnya jumlah nilai aktual dibagi dengan jumlah nilai standar untuk memperoleh nilai KPI. Evaluasi fisik pada lokasi studi dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2. Penilaian Secara Fisik Lokasi Studi

Lokasi Indikator Kualitas Standar *) Penilaian Nilai Aktual

Nilai Standar 1 2 3 4

Aktifitas Sesuai dengan daya dukung

tapak  

Memberikan fasilitas sesuai

dengan fungsi tapak   Keamanan Jalur sirkulasi tidak

tergenang air  

Ranting pohon tidak

membahayakan  

Kondisi fisik area yang sesuai untuk habitat satwa

Penekanan terhadap aspek

alami  

Memberikan view yang

menarik di dalam dan di luar

area  

Keanekaragaman jenis

tanaman tinggi  

Memiliki daya tarik Memiliki variasi bentuk dan kemiringan tapak yang alami   Terdapat area ruang terbuka

agar cahaya matahari masuk

ke area  

Area seperti hutan kecil Terdapat batuan alami

JUMLAH KPI**)

Keterangan: 1= tidak sesuai; 2= kurang sesuai; 3= sesuai; 4=sangat sesuai

*) Sumber: Bell (2008)

**) KPI = Key Performance Indicator

0,25 - 0,44 = Tidak sesuai dengan standar 0,45 - 0,62 = Kurang sesuai dengan standar 0,63 - 0,80 = Sesuai dengan standar 0,81 - 1,00 = Sangat sesuai dengan standar

(13)

Evaluasi vegetasi dilakukan secara spasial dan juga secara deskriptif berdasarkan studi literatur. Data spasial diperolah dari hasil GPS dan diolah dengan software ArcView 3.2 untuk menghasilkan luas area yang sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Evalusi vegetasi deskriptif dilakukan dengan menggunakan KPI, sama halnya seperti penilaian pada evaluasi fisik. Jika vegetasi hasil survei lapang sesuai dengan parameter yang telah ditentukan maka diberi penilaian dengan memberikan skor 1-4. Perhatikan tabel 3 berikut ini.

Tabel 3. Kriteria dan Penilaian Fungsi Ekologis Tanaman

No Fungsi Ekologis Karaktristik Standar *) Nilai Aktual

Nilai Standar 1 Kenyamanan Bentuk tajuk spreading, globular,

dome, irreguler 1-4 4

Kerapatan daun tinggi 1-4 4 Sistem percabangan 5 meter diatas

tanah 1-4 4

Tekstur daun halus dan ringan 1-4 4 Tinggi tanaman sedang (< 15 meter) 1-4 4

Jumlah Total 5-20 20

**) KPI

2 Habitat satwa Bertekstur daun halus 1-4 4 Memiliki bunga yang menarik 1-4 4

Percabangan kontinyu 1-4 4

Berbuah dan berbiji 1-4 4

Jumlah Total 4-16 16

**) KPI

Keterangan: 1= tidak sesuai; 2= kurang sesuai; 3= sesuai; 4=sangat sesuai

*) Karakteristik pohon untuk kenyamanan Menurut Grey dan Deneke (1978):

1. Daun yang rapat

2. Lapisan daun yang berganda

**) KPI = Key Performance Indicator KPI =

0,25 - 0,44 = Tidak sesuai dengan standar 0,45 - 0,62 = Kurang sesuai dengan standar 0,63 - 0,80 = Sesuai dengan standar 0,81 - 1,00 = Sangat sesuai dengan standar

Sumber: Grey dan Deneke (1978), Simonds (1983), Suryowinoto (1995), dan Vitasari (2004) Dahlan (1992), Pakpahan (1993), Mukhtar dan Elvizar (1986)

Menurut Vitasari (2004):

1. Pohon dengan tinggi sedang (< 15 m) 2. Bentuk tajuk spreading, globular, dome,

irregular

3. Tajuk bersinggungan 4. Bermassa daun padat

5. Percabangan 5 m di atas tanah 6. Ditanam secara kontinyu  

∑ Nilai aktual

∑ Nilai standar Menurut Simonds (1983):

1. Memiliki tajuk yang lebar

2. Bentuk daun lebar dengan kerapatan tinggi 3. Ketinggian kanopi lebih dari 2 meter

(14)

Pemberian skor 1-4 pada nilai aktual dilakukan dengan melihat karakteristik pohon di lapang dan juga berdasarkan literatur. Nilai KPI akan menentukan kesesuaian pohon yang digunakan di lokasi studi berdasarkan fungsi ekologis tanaman yang sudah ditentukan. Evaluasi yang terakhir adalah evaluasi pengunjung dan aktivitasnya yang dilakukan secara deskripsi. Evaluasi pengunjung ini memberikan penjelasan-penjelasan sebab dan akibat yang akhirnya memberikan suatu kesimpulan dari hasil olahan kuisioner dalam tahapan analisis.

Perumusan Rekomendasi

Tahap ini merupakan tahap akhir yang akan menghasilkan rekomendasi.

Rekomendasi pada penanaman selanjutnya bertujuan untuk perbaikan aspek fungsi ekologis tanaman pada kawasan rekreasi Sentul City. Rekomendasi ini dilakukan jika telah ditemukan ketidaksesuian dari hasil evaluasi. Apabila tanaman yang digunakan pada kawasan rekreasi Sentul City (studi kasus: jalur pedestrian, Danau Teratai, dan riverscape di Jalan Siliwangi) sudah memenuhi standar berdasarkan aspek fungsi ekologis tanaman, maka rekomendasi yang dihasilkan berupa saran agar tetap mempertahankan kondisi seperti semula dan diharapkan untuk lebih meningkatkan RTH pada kawasan tersebut. Rekomendasi diperoleh dari hasil analisis yang sudah dilakukan dan berguna sebagai masukan bagi pengelola Sentul City dalam menyusun Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) di masa yang akan datang.

Gambar

Gambar 5. Tahapan Penelitian
Tabel 2. Penilaian Secara Fisik Lokasi Studi
Tabel 3. Kriteria dan Penilaian Fungsi Ekologis Tanaman

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi pemetaan tambal ban motor di kota Batam menggunakan Location Based Service yang berhasil dibuat mampu memetakan lokasi tambal ban per kecamatan dengan icon warna

Seperti yang disebutkan diawal prakata ini, misi Cake Bakery selain memberikan informasi buat para pemula, juga mengembangan berbagai alternatif usaha dibidang cake dan bakery

a. Minat dan kebutuhan, bila seseorang merasa terpenuhi kebutuhannya maka minatnya akan timbul, motivasinya akan bertambah. Kebutuhan yang dimaksud digolongkan pada kebutuhan

Sesuai dengan tujuan penelitian, bahwa pemberian program latihan konvensional dan akuatik dalam penelitian ini adalah untuk pemulihan kekuatan otot tungkai dan

Adapun beberapa asumsi yang digunakan pada implementasi algoritma dalam mengatur penjadwalan ini, yaitu sebagai berikut: (1) Semua waktu mulai pengerjaan (release date)

Estimasi hasil untuk variabel pengeluaran pemerintah dampak signifikan dan positif terhadap investasi yang akan berpengaruh untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia Indonesia..

Definisi istilah secara operasional tentang judul penelitian penanaman sikap toleransi dalam pembelajaran pendidikan agama adalah usaha-usaha yang dilakukan sekolah

Dengan menggunakan pendekatan biophilic maka didapatkan rincian- rincian program yang dapat meningkatkan keterikatan antara masyarakat urban dan alam yang selanjutnya,