• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERITA DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BERITA DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BERITA DAERAH

KOTA TANGERANG SELATAN

No. 46,2014 PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN.

Pedoman Pemberian Ganti Kerugian Obyek Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum.

PROVINSI BANTEN

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 46 TAHUN 2014

TENTANG

PEDOMAN PEMBERIAN GANTI KERUGIAN OBYEK PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG SELATAN,

Menimbang : a. bahwa Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum bertujuan menyediakan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa, negara, dan masyarakat dengan tetap menjamin kepentingan hukum Pihak Yang Berhak;

b. bahwa dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum belum secara jelas mengatur pemberian Ganti Kerugian terhadap sisa dari bidang tanah yang terkena Pengadaan Tanah serta tidak lagi dapat difungsikan sesuai dengan peruntukan dan penggunaannya, sehingga perlu adanya pedoman sebagai acuan dalam pemberian Ganti Kerugian kepada Pihak Yang Berhak agar dapat dilakukan secara layak dan adil;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Pedoman Pemberian Ganti Kerugian Obyek Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum;

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan Di Provinsi Banten

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 188, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4935);

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234);

SALINAN

(2)

- 2 –

4. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan

Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 5280);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587);

6. Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 156) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 223);

7. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis

Pelaksanaan Pengadaan Tanah;

8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.O2/2013 tentang Biaya Operasional Dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2012 tentang Biaya Operasional Dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 32);

11. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 6 Tahun 2010 tentang Organisasi Perangkat

Daerah Kota Tangerang Selatan (Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Nomor 06,

Tambahan Lembaran Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 0610);

(3)

- 3 –

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN GANTI KERUGIAN OBYEK PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM.

BAB I

KETENTUAN UMUM, MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 1

Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan:

1. Daerah adalah Kota Tangerang Selatan.

2. Pemerintah Daerah adalah Walikota sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

3. Walikota adalah Walikota Tangerang Selatan.

4. Instansi adalah lembaga negara, kementerian dan lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan

Badan Hukum Milik Negara/Badan Usaha Milik Negara yang memperoleh penugasan khusus pemerintah.

5. Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat SKPD adalah sekretariat, dinas, kantor dan badan di lingkungan Pemerintah Daerah.

6. SKPD Yang Memerlukan Tanah adalah SKPD yang memerlukan tanah sesuai program dan kegiatan fisik yang akan dilaksanakan atau memiliki program dan kegiatan fisik sejenis, dan/atau yang akan membangun diatas tanah yang dibebaskan.

7. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya.

8. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi satuan kerja perangkat daerah.

9. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja satuan kerja perangkat daerah yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya.

10. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

11. Pengadaan Tanah adalah kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberi Ganti Kerugian yang layak dan adil kepada Pihak Yang Berhak.

12. Pihak Yang Berhak adalah pihak yang menguasai atau memiliki oyek Pengadaan Tanah.

13. Obyek Pengadaan Tanah adalah tanah, Ruang Atas Tanah dan Bawah Tanah, bangunan, tanaman, benda yang berkaitan dengan tanah, atau lainnya yang dapat dinilai.

14. Kepentingan Umum adalah kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat yang harus diwujudkan oleh pemerintah dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

(4)

- 4 –

15. Ganti Kerugian adalah penggantian yang layak dan adil kepada Pihak Yang Berhak dalam proses Pengadaan Tanah.

16. Penilai Pertanahan yang selanjutnya disebut Penilai, adalah orang perseorangan yang melakukan penilaian secara independen dan profesional yang telah mendapat izin praktik penilaian dari Menteri Keuangan dan telah mendapat lisensi dari Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia untuk menghitung nilai/harga obyek Pengadaan Tanah.

17. Lembaga Pertanahan adalah Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanahan.

18. Ruang Atas Tanah dan Bawah Tanah adalah ruang yang ada dibawah permukaan bumi dan/atau ruang yang ada diatas permukaan bumi sekedar diperlukan untuk kepentingan yang langsung berhubungan dengan penggunaan tanah.

Pasal 2

(1) Pedoman pemberian Ganti Kerugian Obyek Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum dimaksudkan sebagai acuan dalam pemberian Ganti Kerugian Obyek Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum dalam rangka pembangunan di Daerah.

(2) Pengaturan Pemberian Ganti Kerugian Obyek Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum di Daerah bertujuan:

a. penyediaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa, negara, dan masyarakat dengan tetap menjamin kepentingan hukum Pihak Yang Berhak;

b. pemberian Ganti Kerugian Obyek Pengadaan Tanah secara layak dan adil kepada Pihak Yang Berhak dalam proses Pengadaan Tanah; dan

c. peningkatan tertib administrasi dalam pemberian Ganti Kerugian Obyek Pengadaan Tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

BAB II

PENETAPAN PENILAI DAN PENILAIAN GANTI KERUGIAN Pasal 3

(1) Pengadaan Penilai dilakukan oleh SKPD Yang Memerlukan Tanah.

(2) Penilai yang telah ditunjuk sebagai pemenang oleh SKPD Yang Memerlukan Tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), selanjutnya ditetapkan oleh Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah.

(3) Dalam hal Pengadaan Tanah skala kecil, Penilai ditetapkan oleh SKPD Yang Memerlukan Tanah.

(4) Pengadaan Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa.

(5) Penilai yang ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) wajib bertanggung jawab terhadap penilaian yang telah dilaksanakan.

(5)

- 5 –

Pasal 4

Penilaian besarnya nilai Ganti Kerugian oleh Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilakukan bidang per bidang tanah meliputi:

a. tanah;

b. Ruang Atas Tanah dan Bawah Tanah;

c. bangunan;

d. tanaman;

e. benda yang berkaitan dengan tanah; dan/atau f. kerugian lain yang dapat dinilai.

Pasal 5

(1) Nilai Ganti Kerugian yang dinilai oleh Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 merupakan nilai pada saat pengumuman penetapan lokasi pembangunan untuk Kepentingan Umum.

(2) Hasil penilaian Ganti Kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Lembaga Pertanahan dengan berita acara.

Pasal 6

(1) Dalam hal Pengadaan Tanah skala kecil, musyawarah pertama antara SKPD Yang Memerlukan Tanah dengan Pihak Yang Berhak dilakukan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah penyampaian hasil penilaian Ganti Kerugian.

(2) Hasil penilaian Ganti Kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada SKPD Yang Memerlukan Tanah dengan berita acara.

Pasal 7

Nilai Ganti Kerugian berdasarkan hasil penilaian oleh Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6 menjadi dasar musyawarah penetapan Ganti Kerugian.

Pasal 8

(1) Dalam keadaan tertentu sisa dari bidang tanah yang terkena Pengadaan Tanah, Pihak Yang Berhak dapat meminta penggantian secara utuh atas sisa dari bidang tanahnya termasuk Ganti Kerugian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.

(2) Keadaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:

a. tanah dan/atau bangunan tidak dapat lagi difungsikan sesuai dengan peruntukan dan penggunaannya;

b. merubah fungsi peruntukan tata letak fungsi ruang bangunan; dan/atau c. karena ketentuan perizinan tidak dapat dibangun atau digunakan

kembali.

Pasal 9

(1) Sisa dari bidang tanah yang tidak dapat lagi difungsikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2) huruf a dengan luas sampai dengan 100m2 (seratus meter persegi), persetujuannya ditentukan oleh Ketua Pelaksana

Pengadaan Tanah atau PPK/Pejabat yang ditunjuk atau PPTK pada SKPD Yang Memerlukan Tanah.

(6)

- 6 –

(2) Sisa dari bidang tanah yang tidak dapat lagi difungsikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2) huruf a dengan luas di atas 100m2 (seratus meter persegi), persetujuannya ditentukan oleh Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah atau tim yang dibentuk oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran pada SKPD Yang Memerlukan Tanah.

(3) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam surat pertimbangan persetujuan pembayaran tanah sisa dengan luas sampai

dengan 100m2 (seratus meter persegi) dan dilengkapi berita acara hasil evaluasi kelayakan pembayaran tanah sisa pengadaan tanah.

(4) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dituangkan dalam

surat pertimbangan persetujuan pembayaran tanah sisa dengan luas di atas 100m2 (seratus meter persegi) dan dilengkapi berita acara hasil

evaluasi tim evaluasi kelayakan pembayaran tanah sisa pengadaan tanah.

(5) Format surat pertimbangan persetujuan pembayaran tanah sisa dengan luas sampai dengan 100m2 (seratus meter persegi) dan format berita acara hasil evaluasi kelayakan pembayaran tanah sisa pengadaan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) serta format surat pertimbangan persetujuan pembayaran tanah sisa dengan luas di atas 100m2 (seratus meter persegi) dan format berita acara hasil evaluasi tim evaluasi kelayakan pembayaran

tanah sisa pengadaan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari

Peraturan Walikota ini.

Pasal 10

(1) Dalam keadaan tertentu sisa dari bidang tanah yang terkena Pengadaan Tanah masih terdapat bangunan, tanaman, benda yang berkaitan dengan tanah, serta Ruang Atas Tanah dan Bawah Tanah, Pihak Yang Berhak dapat meminta penggantian secara utuh atas sisa bangunan, tanaman, benda lain yang berkaitan dengan tanah serta Ruang Atas Tanah dan Bawah Tanah tanpa pemberian Ganti Kerugian terhadap sisa dari bidang tanah yang tidak dapat lagi difungsikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2).

(2) Keadaaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:

a. tanah dan/atau bangunan tidak dapat lagi difungsikan sesuai dengan peruntukan dan penggunaannya;

b. merubah fungsi peruntukan tata letak fungsi ruang bangunan;

dan/atau

c. karena ketentuan perizinan tidak dapat dibangun atau digunakan kembali.

Pasal 11

Perhitungan Ganti Kerugian atas Obyek Pengadaan Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, dilakukan secara layak dan adil serta tidak dikenakan nilai susut.

(7)

- 7 –

Pasal 12

(1) Penilai dalam melakukan penilaian Ganti Kerugian untuk Ruang Atas Tanah dan Bawah Tanah, bangunan, tanaman dan benda yang berkaitan dengan tanah, dapat menggunakan:

a. standar perhitungan dan penilaian yang digunakan Penilai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; atau

b. standar harga nilai Ganti Kerugian yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

(2) Standar harga nilai Ganti Kerugian yang ditetapkan Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, meliputi:

a. standar harga nilai Ganti Kerugian Ruang Atas Tanah dan Bawah Tanah serta bangunan dan utilitasnya ditetapkan oleh kepala SKPD yang membidangi bangunan;

b. standar harga nilai Ganti Kerugian tanaman ditetapkan oleh kepala SKPD yang membidangi tanaman;

c. standar harga nilai Ganti Kerugian benda yang berkaitan dengan tanah berupa perikanan ditetapkan oleh kepala SKPD yang membidangi perikanan;

d. standar harga nilai Ganti Kerugian benda yang berkaitan dengan tanah berupa pemakaman ditetapkan oleh kepala SKPD yang membidangi pemakaman; dan

e. standar harga nilai Ganti Kerugian benda yang berkaitan dengan tanah lainnya ditetapkan oleh kepala SKPD teknis yang membidangi.

BAB III

GANTI KERUGIAN OBYEK PENGADAAN TANAH Pasal 13

(1) Pemberian Ganti Kerugian Obyek Pengadaan Tanah dapat diberikan dalam bentuk:

a. uang;

b. tanah pengganti;

c. permukiman kembali;

d. kepemilikan saham; dan

e. bentuk lain yang disetujui kedua belah pihak.

(2) Bentuk Ganti Kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), baik berdiri sendiri maupun gabungan dari beberapa bentuk Ganti Kerugian, diberikan sesuai dengan nilai Ganti Kerugian yang nominalnya sama dengan nilai yang ditetapkan Penilai.

(3) Bentuk Ganti Kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dimusyawarahkan secara langsung oleh Pelaksana Pengadaan Tanah dengan Pihak Yang Berhak.

(8)

- 8 –

Pasal 14

(1) Dalam hal Pengadaan Tanah skala kecil bentuk Ganti Kerugian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1), baik berdiri sendiri maupun gabungan dari beberapa bentuk Ganti Kerugian, dilakukan berdasarkan musyawarah yang disepakati berdasarkan nilai nominal yang ditetapkan Penilai.

(2) Bentuk Ganti Kerugian terhadap Pengadaan Tanah skala kecil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimusyawarahkan secara langsung oleh SKPD Yang Memerlukan Tanah dengan Pihak Yang Berhak.

Pasal 15

(1) Pemberian Ganti Kerugian terhadap Obyek Pengadaaan Tanah diutamakan dalam bentuk uang dengan mata uang rupiah.

(2) Ganti Kerugian dalam bentuk uang dilakukan melalui jasa perbankan dengan sistem transfer ke rekening Pihak Yang Berhak.

Pasal 16

(1) Pelaksanaan musyawarah, pembayaran Ganti Kerugian dan pelepasan hak dilakukan pada:

a. kantor kecamatan/kelurahan sesuai lokasi Pengadaan Tanah;

b. kantor SKPD yang memerlukan tanah;

c. tempat yang ditunjuk dalam surat undangan; atau

d. tempat yang disepakati oleh SKPD yang memerlukan tanah dan Pihak Yang Berhak.

(2) Pelaksanaan musyawarah, pembayaran Ganti Kerugian dan pelepasan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bersama-sama atau masing-masing.

Pasal 17

(1) Dalam hal Pihak Yang Berhak telah sepakat tentang bentuk dan besaran Ganti Kerugian terhadap Obyek Pengadaan Tanah yang akan dibebaskan, Pihak Yang Berhak dapat diberikan:

a. insentif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. pembebanan kepada SKPD yang memerlukan tanah atas biaya yang timbul selama proses administrasi pengurusan surat tanah atau yang melekat dalam proses pemberkasan surat tanah sampai dengan

pelepasan hak/pembayaran dan pensplitan/pengurangan atas surat-surat tanah yang telah dilepaskan haknya dan sisa tanah yang

tidak dilepaskan haknya; dan

c. uang muka paling besar senilai 25% (dua puluh lima perseratus) dari nilai Ganti Kerugian terhadap Obyek Pengadaan Tanah yang telah

disepakati.

(2) Pemberian insentif dan pembebanan kepada SKPD yang memerlukan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b menjadi tanggung jawab SKPD yang memerlukan tanah dengan ketentuan proses tersebut diurus dan ditangani oleh Pelaksana Pengadaan Tanah atau SKPD yang memerlukan tanah.

(9)

- 9 –

(3) Pemberian insentif dan pembebanan kepada SKPD yang memerlukan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dilakukan dengan memperhatikan standar satuan harga atau standar biaya yang telah ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan atau secara wajar dan patut diberikan.

(4) Uang muka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, diberikan kepada Pihak Yang Berhak apabila:

a. Obyek Pengadaan Tanah sedang berada dalam hak tanggungan atau dijaminkan kepada lembaga perbankan/keuangan/pihak lainnya;

b. dipergunakan untuk melunasi sisa hutang dengan jaminan atau tanggungan atas kepemilikan/penguasaan Obyek Pengadaan Tanah;

dan

c. untuk pengambilan asli bukti kepemilikan/penguasaan Obyek Pengadaan Tanah yang dijaminkan.

BAB IV

KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18

Pengadaan Tanah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Tangerang Selatan dianggarakan pada SKPD yang memerlukan tanah.

Pasal 19

(1) Dalam hal SKPD yang memerlukan tanah tidak mampu melaksanakan tahap pelaksanaan pengadaan tanah, Walikota dapat melimpahkan kewenangan penganggaran dan pelaksanaan tahap pelaksanaan Pengadaan Tanah kepada SKPD yang ditunjuk.

(2) SKPD yang memerlukan tanah tidak mampu melaksanakan tahap pelaksanaan pengadaan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan surat pernyataan tidak mampu yang ditandatangani oleh Kepala SKPD yang memerlukan tanah,

(3) Pelimpahan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Walikota.

Pasal 20

Dalam hal tahap pelaksanaan Pengadaan Tanah dilimpahkan kewenangannya kepada SKPD yang ditunjuk, Penyediaan Penilai dilakukan oleh SKPD yang ditunjuk, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa.

Pasal 21

(1) Dalam hal tahap pelaksanaan Pengadaan Tanah telah dilimpahkan kewenangannya kepada SKPD yang ditunjuk, SKPD yang memerlukan tanah tetap melaksanakan dan bertanggungjawab atas kegiatan tahapan perencanaan Pengadaan Tanah dan pemanfaatan serta pengamanan asetnya.

(10)

- 10 –

(2) Kegiatan tahapan perencanaan Pengadaan Tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:

a. penelitian dan analisa terhadap rencana pembangunan dengan tata ruang, prioritas pembangunan, rencana pembangunan jangka

menengah, rencana strategis, dan rencana kerja pemerintah;

b. koordinasi dengan Instansi teknis terkait;

c. membuat analisa rencana pembangunan;

d. melakukan kajian teknis dengan Instansi terkait;

e. melakukan kajian oleh lembaga profesional;

f. merumuskan rencana pengadaan tanah;

g. melakukan dan menganalisa maksud dan tujuan serta rencana pembangunan;

h. merumuskan hasil kajian yang menguraikan maksud dan tujuan rencana pembangunan;

i. mendata objek dan subjek atas rencana lokasi Pengadaan Tanah;

j. menentukan kepastian letak, status tanah dan luas tanah yang diperlukan;

k. penunjukan lokasi Pengadaan Tanah;

l. memperhitungkan jangka waktu yang diperlukan untuk proses Pengadaan Tanah;

m. melakukan analisa, waktu yang diperlukan termasuk tahapan Pengadaan Tanah;

n. melakukan kegiatan survei/sosial, kelayakan lokasi, termasuk kemampuan Pengadaan Tanah dan dampak yang akan terkena rencana pembangunan;

o. melakukan studi budaya masyarakat, politik, keagamaan, budaya, dan kajian amdal;

p. melakukan analisa kesesuaian fisik lokasi terutama kemampuan tanah dituangkan dalam peta rencana lokasi pembangunan;

q. melakukan perhitungan ganti rugi Ruang Atas Tanah dan Bawah Tanah, bangunan, tanaman, dan benda-benda yang berkaitan dengan tanah;

r. menyusun rencana kebutuhan biaya dan sumber;

s. melakukan perhitungan alokasi anggaran meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, penyerahan hasil, administrasi, pengelolaan, sosialisasi;

t. melakukan perhitungan dan analisis biaya yang diperlukan; dan u. melakukan analisa dan manfaat pembangunan.

Pasal 22

Pengadaan Tanah yang pembiayaannya bersumber diluar Anggaran Pendapatan

Belanja Daerah Kota Tangerang Selatan dan lokasi pengadaannya berada di Daerah, dapat berpedoman pada Peraturan Walikota ini.

(11)
(12)

1 LAMPIRAN

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 46 TAHUN 2014

TENTANG

PEDOMAN PEMBERIAN GANTI KERUGIAN OBYEK PENGADAAN TANAH UNTUK KEPENTINGAN UMUM

A. FORMAT SURAT PERTIMBANGAN PERSETUJUAN PEMBAYARAN TANAH SISA DENGAN LUAS SAMPAI DENGAN 100M2

Tangerang Selatan, ……….

Nomor : ………. Kepada

Sifat : ……… Yth. Pejabat yang ditunjuk

Lampiran

Hal :

: ………

Pertimbangan Persetujuan Pembayaran Tanah Sisa

Selaku Kuasa Pengguna Anggaran/

Pejabat Pembuat Komitmen di-

T e m p a t

Memperhatikan :

1. Surat Pejabat Yang Ditunjuk selaku Ketua TPT Pengadaan Tanah ………..

nomor ……….. tanggal ……… perihal Klarifikasi Pembayaran Tanah Sisa;

2. Surat Pejabat Yang Ditunjuk selaku Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen pada SKPD yang memerlukan tanah / SKPD yang ditunjuk Nomor

……… tanggal ………. perihal Klarifikasi Pembayaran Tanah Sisa; dan 3. Surat Permohonan Pembayaran Tanah Sisa atas nama …… tanggal ………….

Berdasarkan hasil penilaian/evaluasi di lapangan sesuai tugas Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa/ Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa*) dalam Surat Keputusan Kepala SKPD Yang Memerlukan Tanah/SKPD yang ditunjuk Nomor ……….. tanggal ………. tentang Pembentukan Tim dan Sekretariat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa serta Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa pada Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Dalam Rangka

………, dapat kami sampaikan pertimbangan persetujuan pembayaran tanah sisa sebagai berikut :

1. Pemilik tanah dengan dokumen yuridis alas hak …………. No. ………. tanggal

……… a.n ………… dengan luas tercatat ……….. m² (………..) yang terletak di Kelurahan ………. Kecamatan ……… Kota Tangerang Selatan, yang mengajukan pembayaran atas sisa tanahnya adalah BENAR/TIDAK BENAR*) nama pihak yang berhak dan terkena Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Dalam Rangka ……… seluas

± …….. m² (………).

2. Bahwa sisa tanah yang tidak terkena trase Pembangunan ……… adalah seluas

….. m² (………..).

3. Setelah mempelajari dokumen yuridis alas hak dan melakukan survey lokasi, bahwa sisa tanah pemohon tidak dapat/dapat * difungsikan lagi untuk didirikan bangunan atau tempat usaha.

4. Mengingat luasan tanah sisa ≤ 100 M² (Seratus Meter Persegi), maka Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Pengadaan Tanah dapat/tidak dapat*) membayar tanah sisa tersebut untuk selanjutnya difungsikan sebagai ……….. atau ……….. atau untuk kepentingan umum lainnya.

Demikian kami sampaikan, untuk pertimbangan lebih lanjut.

. 19730829 199311 1 003 Pejabat Yang Ditunjuk

selaku Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa/PPTK

………..

NIP. ………..

Tembusan :

1. ……….

(13)

2

B. FORMAT SURAT PERTIMBANGAN PERSETUJUAN PEMBAYARAN TANAH SISA DENGAN LUAS DI ATAS 100M2

Tangerang Selatan,

……….

Nomor : ………. Kepada

Sifat : ……… Yth. Pejabat yang ditunjuk

Lampiran

Hal :

: ………

Pertimbangan Persetujuan Pembayaran Tanah Sisa

Selaku Kuasa Pengguna Anggaran/

Pejabat Pembuat Komitmen di-

T e m p a t

Memperhatikan :

1. Surat Pejabat Yang Ditunjuk selaku Ketua TPT Pengadaan Tanah ………..

nomor ……….. tanggal ……… perihal Klarifikasi Pembayaran Tanah Sisa;

2. Surat Pejabat Yang Ditunjuk selaku Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen pada SKPD yang memerlukan tanah / SKPD yang ditunjuk Nomor

……… tanggal ………. perihal Klarifikasi Pembayaran Tanah Sisa; dan 3. Surat Permohonan Pembayaran Tanah Sisa atas nama ……… tanggal

………..

Berdasarkan hasil penilaian/evaluasi di lapangan sesuai tugas Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa dalam Surat Keputusan Kepala SKPD Yang Memerlukan Tanah/SKPD yang ditunjuk Nomor ……….. tanggal

………. tentang Pembentukan Tim dan Sekretariat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa serta Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa pada Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Dalam Rangka

………, dapat kami sampaikan pertimbangan persetujuan pembayaran tanah sisa sebagai berikut :

1. Pemilik tanah dengan dokumen yuridis alas hak …………. No. ………. tanggal

……… a.n ………… dengan luas tercatat ……….. m² (………..) yang terletak di Kelurahan ………. Kecamatan ……… Kota Tangerang Selatan, yang mengajukan pembayaran atas sisa tanahnya adalah BENAR/TIDAK BENAR*) nama pihak yang berhak dan terkena Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Dalam Rangka ……… seluas

± …….. m² (………).

2. Bahwa sisa tanah yang tidak terkena trase Pembangunan ……… adalah seluas

….. m² (………..).

3. Setelah mempelajari dokumen yuridis alas hak dan melakukan survey lokasi, bahwa sisa tanah pemohon tidak dapat/dapat * difungsikan lagi untuk didirikan bangunan atau tempat usaha.

4. Mengingat luasan tanah sisa > 100 M² (lebih dari Seratus Meter Persegi), maka Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Pengadaan Tanah dapat/tidak dapat*) membayar tanah sisa tersebut untuk selanjutnya difungsikan sebagai ……….. atau ……….. atau untuk kepentingan umum lainnya.

Demikian kami sampaikan, untuk pertimbangan lebih lanjut.

. 19730829 199311 1 003 Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa

Ketua,

………..

NIP. ………..

Tembusan :

1. ……….

(14)

3

C. FORMAT BERITA ACARA HASIL EVALUASI PEJABAT EVALUASI KELAYAKAN PEMBAYARAN TANAH SISA

BERITA ACARA HASIL EVALUASI PEJABAT EVALUASI KELAYAKAN PEMBAYARAN TANAH SISA PENGADAAN TANAH ………..

NOMOR ………..

TANGGAL ……….

Pada hari ……. tanggal …… bulan ……..tahun…………., kami yang bertanda tangan di bawah ini Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah

………., yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala SKPD yang memerlukan tanah/SKP yang ditunjuk nomor ………… tanggal…………, telah melaksanakan evaluasi terhadap tanah sisa yang luasannya kurang dari atau sama dengan 100 m2 ( ≤100 m2 ) pada pengadaan tanah ………..dengan hasil sebagai berikut :

Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ……. Telah melakukan penilaian terhadap layak tidaknya tanah sisa untuk dibayar, mengikuti kriteria kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah dengan luas kurang dari atau sama dengan 100 m2 ( ≤100 m2 )

Berdasarkan hal tersebut, Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ……….,berkesimpulan bahwa tanah sisa pada pengadaan tanah ………pada bidang ….. dengan bukti kepemilikan

….nomor ….. tanggal……. atas nama ……….layak/tidak layak*) dibayar.

Hasil Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa oleh Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ………….,selengkapnya dituangkan dalam Lampiran Berita Acara Hasil Evaluasi Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ….

Demikian Berita Acara Hasil Evaluasi Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ……….. ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa

Pengadaan Tanah

……….

………

NIP.

(15)

4

LAMPIRAN BERITA ACARA

HASIL EVALUASI PEJABAT EVALUASI KELAYAKAN PEMBAYARAN TANAH SISA PENGADAAN TANAH ………..

NOMOR ………..

TANGGAL ………

NO NAMA

PEMILIK

DATA TANAH

KONDISI TANAH

PERTIMBANGAN PEJABAT EVALUASI KELAYAKAN

PEMBAYARAN TANAH SISA

KETERANGAN LUAS

TERKENA(M2)

LUAS TANAH SISA (M2)

LUAS TOTAL (M2)

1 ……… ……… ……… ……… ……… ……….. ……….

2 ……….. ……… ……… ……… ……… ……….. ……….

3 dst

……….. ……… ……… ……… ……… ……….. ……….

Pejabat Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah

……….

………

NIP.

(16)

5

D. FORMAT BERITA ACARA HASIL EVALUASI TIM EVALUASI KELAYAKAN PEMBAYARAN TANAH SISA PENGADAAN TANAH

BERITA ACARA HASIL EVALUASI TIM EVALUASI KELAYAKAN PEMBAYARAN TANAH SISA PENGADAAN TANAH ………..

NOMOR ………..

TANGGAL ……….

Pada hari ……. tanggal …… bulan ……..tahun…………., kami yang bertanda tangan di bawah ini Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah

………., yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala SKPD yang memerlukan tanah/SKP yang ditunjuk nomor ………… tanggal…………, telah melaksanakan evaluasi terhadap tanah sisa yang luasannya lebih dari 100 m ( >100 m2 ) pada pengadaan tanah ………..dengan hasil sebagai berikut :

Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ………. telah melakukan penilaian terhadap layak tidaknya tanah sisa untuk dibayar, mengikuti kriteria kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah dengan luas lebih dari 100 m2 (>100 m2 )

Berdasarkan hal tersebut, Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ……….,berkesimpulan bahwa tanah sisa pada pengadaan tanah

………pada bidang ….. dengan bukti kepemilikan ….nomor ….. tanggal……. atas nama ……….layak/tidak layak*) dibayar.

Hasil Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa oleh Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ……….,selengkapnya dituangkan dalam Lampiran Berita Acara Hasil Evaluasi Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ………..

Demikian Berita Acara Hasil Evaluasi Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah ……….. ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Tim Evaluasi Kelayakan Pembayaran Tanah Sisa Pengadaan Tanah 1. ………..

Ketua : 1.______________

2. ……….

Wakil Ketua : 2.______________

3. ………

Sekretaris : 3.______________

4. ………

Anggota : 4.______________

5. ………....

Anggota : 5.______________

….. dst.

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penulisan rumus struktur , untuk mempelajari kimia organik maka dapat. dilakukan dengan beberapa cara misalnya untuk rumus molekul C 5 H 12

Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam

Brayut merupakan sebuah dusun yang menjadi bagian dari Desa Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinas Kebudayaan dan

Pengertian surat paksa yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa yang berbunyi bahwa surat paksa merupakan

Berdasarkan latar belakang pada uraian sebelumnya maka dalam penelitian ini didapatkan permasalahan yang dirumuskan dalam perumusan masalah adalah bagaimana setting parameter

PENGARUH STRES KERJA, KELELAHAN, STRES FISIOLOGIS TERHADAP KINERJA MANAJER PROYEK, Natalia Puteri Rembulan Mayang Betari, NPM 09.02.13401, tahun 2014, Bidang Keahlian

Setelah melakukan pemeriksaan serta perbaikan pada dudukan katup atau seat valve dengan katupnya, maka untuk itu agar sudut pada katup dengan dudukan katup sesuai dan

dialami guru fisika dalam membuat media ajar dengan pemanfaatan mikrokontroler sebagai bahan pembuatan media ajar adalah sebagai berikut: guru fisika memiliki