• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

3.1 Gambaran & Jenis Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Honda Surabaya dengan mengambil produk Honda Jazz sebagai objek penelitian. Jenis penelitian ini adalah studi Deskriptif Kausal. Penelitian Deskriptif bertujuan untuk menghasilkan data yang dapat menggambarkan komposisi dan karakteristik populasi atau sekelompok unit penelitian seperti karakteristik atau fungsi pasar. Sedangkan Penelitian Kausal bertujuan untuk menentukan hubungan sebab akibat (hubungan kausal) dari suatu fenomena ( Sugiono, 2002,p.30)

3.1.2. Gambaran Populasi

Gambaran populasi penelitian ini adalah konsumen Honda Jazz yang berada di daerah Surabaya, khususnya Surabaya Timur.

3.2 Prosedur dan Teknik Pengumpulan Sampel 3.2.1 Teknik Pengumpulan Sampel

Teknik pengumpulan sampel dilakukan melalui Purposive Sampling.

Purposive Sampling yaitu prosedur penarikan sampel dimana partisipannya adalah para responden yang mengetahui dan memiliki pengetahuan tentang Honda Jazz. Dimana Responden dibagi menjadi dua kategori yaitu pemilik Honda Jazz dan pemilik kompetitornya.

Purposive Sampling is a non probability sampling that conforms to certain criteria (Cooper, Schindler, 2001), berdasarkan pengertian di atas jelas responden yang dipilih haruslah mereka yang memiliki kendaraan dengan merek-merek berikut:

a. Honda Jazz

b. Hyundai Atoz

c. Suzuki Karimun

d. Suzuki Aerio

(2)

e. KIA Visto

Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan rumus sebagai berikut :

) 1 (

2 2

/

p p

e

n Z ⎟ −

⎜ ⎞

= ⎛

α

dimana :

n = Jumlah konsumen yang akan dijadikan sampel ά = Tingkat kepercayaan dugaan ( 1 – ά )

p = Proporsi populasi konsumen Z = Nilai Sebaran Normal baku

e = Kesalahan dugaan ( sampling error )

Berdasarkan rumus diatas dengan menggunakan contoh maksimal (p = 0,5) serta menetapkan ά = 5% dan e = 0,1 , maka diperoleh sejumlah sampel 150 responden.

Adapun jumlah sampel yang diambil adalah sebagai berikut :

Pemilik Kendaraan n

Honda Jazz 30

Hyundai Atoz 30

Suzuki Karimun 30

Suzuki Aerio 30

KIA Visto 30

TOTAL 150

3.2.2 Prosedur Penarikan sampel

Teknik sampling yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data

adalah teknik sampling non probabilitas (non probability sampling) karena

populasi yang diteliti infinite (jumlah populasi dan identitas anggota populasi

tidak diketahui).

(3)

Dalam penelitian ini, pengumpulan data yang dilakukan berjumlah besar. Maka dari itu, peneliti menyebarkan kuesioner kepada 150 responden yang mengetahui dan memiliki pengetahuan tentang Honda Jazz. Dimana responden tersebut dibagi menjadi dua kategori yaitu pemilik Honda Jazz dan pemilik kompetitornya.

3.3 Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan harapan responden memberikan respon tentang positioning Honda Jazz di Surabaya dilihat dari segi produk dan harga.

Definisi Operasional dan Batasan

• Positioning

Positioning merupakan strategi pemasar dalam menanamkan citra, persepsi dan imajinasi atas produk yang ditawarkan kepada konsumen melalui proses komunikasi. Honda melakukan positioning terhadap Honda Jazz yang dikembangkan berdasarkan produk dan harga.

• Produk

Honda Jazz dirancang dengan desain yang menarik, modern, futuristic serta hemat bahan bakar. Interiornya juga dilengkapi dengan atribut-atribut yang menarik. Selain itu, konsumen tidak akan kecewa dengan kualitas dari Honda Jazz tersebut. Oleh karena itu, Honda merancang Jazz sebagai mobil kebutuhan yang simple dan berkualitas.

• Harga

Harga merupakan kebijakan perusahaan dalam menentukan nilai dari suatu produk sehingga dapat bersaing dalam pasar.

Honda menetapkan harga Jazz :

Tipe idsi Manual Rp 141.000.000

Automatic Rp 151.000.000

(4)

Tipe VTEC Manual Rp 161.000.000 Automatic Rp 171.000.000

3.4 Sumber Data

A. Data Primer (primary data) adalah data yang dikumpulkan langsung dari obyeknya.

B. Data sekunder (secondary data) adalah data yang telah diolah lebih lanjut yang diperoleh dalam bentuk yang telah jadi berupa publikasi, dengan tujuan untuk memperoleh kerangka pemikiran yang jelas dan menyeluruh seperti dukungan kerangka teori yang dapat menjelaskan semua pengertian-pengertian dan definisi dari variable-variabel yang relevan dalam penelitian ini. Selain itu data sekunder diperoleh dari hasil wawancara maupun dari hasil menggunakan kuesioner yang dibuat sedemikian rupa sehingga obyektifitas atau tujuannya menjadi jelas bagi pihak responden.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

• Studi kepustakaan

Memberikan landasan bagi perumusan hipotesis, penyusunan kuesioner dan pembahasan teoritis.

• Wawancara

Teknik ini dilakukan melalui tanya jawab secara langsung pada pihak perusahaan yang bersangkutan langsung maupun tidak langsung.

• Penelitian Lapangan Penelitian ini mencakup :

a. Data diperoleh dengan kunjungan secara langsung ke bengkel guna melihat dan mendapatkan informasi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan penelitian ini.

b. Menyebarkan kuesioner kepada 150 responden yang memiliki

dan memiliki pengetahuan tentang Honda Jazz. Dimana

(5)

dan pemilik kompetitornya. Tempat penyebaran dilakukan di bengkel-bengkel resmi di Surabaya dan beberapa universitas yang ada di Surabaya.

3.6 Teknik Analisis Data 3.6.1. Analisis Korespondensi

Untuk melihat positioning dari suatu produk atau perusahaan, dibandingkan dengan kompetitornya dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan. Pada data yang menyangkut atribut merek (produk), salah satu jenis pemetaan yang digunakan adalah teknik Multidimensional Scalling.

Positioning suatu produk di benak konsumen dapat dipetakan pada suatu grafik yang dikenal sebagai perceptual mapping. Dengan memetakan positioning suatu produk juga positioning pesaing, maka dapat dilihat bagaimana posisi relative suatu produk di mata konsumen, dengan siapa sebenarnya suatu produk bersaing, strategi positioning apa yang harus diikuti.

Aaker (1995) menyatakan bahwa pada dasarnya teknik Multidimensional Scalling ini merangkum dua sisi permasalahan, pertama adalah kepercayaan konsumen terhadap obyek dan yang kedua adalah objek yang diposisikan. Ada beberapa pendekatan dalam Multidimensional Scalling yang lebih tepat digunakan adalah analisis korespondensi yang akan menghasilkan suatu peta dengan elemen atribut dan merek berdasarkan positioning dipikiran konsumen.

Analisis korespondensi yang merupakan suatu analisis statistika yang menyajikan posisi relatif n objek pengamatan (perusahaan, varietas, dsb) dengan p peubah secara simultan dalam dua dimensi.

Dari analisis ini dapat dikaji hubungan antara pengamatan dan peubah.

Selain itu juga menunjukkan hubungan antara peubah dan kesamaan antar

pengamatan. Dengan menggunakan analisis ini akan diperoleh visualisasi dari

segugus dan peubah dalam grafik bidang datar secara simultan, selian akan

diperoleh gambaran posisi relatif objek terhadap peubah didapat pula penciri

masing-masing objek.

(6)

3.6.2. Analisis Deskriptif

Menurut Bilson (2004) analisis deskriptif adalah transformasi data mentah ke dalam bentuk yang mudah dipahami atau diinterpretasi. Analisis deskriptif, yang juga disebut analisis pendahuluan, bertujuan untuk mengetahui karakteristik setiap variabel dalam sample. Hasil analisis ini juga dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan alat analisis dalam uji hipotesis.

Menurut Gulo (2002), alat-alat analisis untuk analisis pendahuluan adalah :

a. Tabel frekuensi b. Diagram statistik

c. Perhitungan ukuran tendensi pusat dan ukuran disperse d. Estimasi parameter

Tabel 1. Tipe Pengukuran dan Tipe Analisis Deskriptif yang Sesuai

Jenis Data Analisis

Nominal Ordinal Interval Rasio

• Distribusi frekuensi

Kategorik Kategorik Numerik Numerik

• Diagram statistik • ‘Pie Chart’

• Diagram batang

Histogram Poligon Poligon

• Ukuran tendensi pusat

Modus • Modus

• Median

Rata-rata • Rata-rata

• Indeks

• Rata-rata geometris

• Rata-rata harmoni

• Dispersi IVK

(Indeks Variabel Kumulatif)

IVK • Varian

• Standar deviasi

• Varian

• Standar deviasi

• Koefisien standar deviasi

• Estimasi Proporsi Proporsi Mean Mean

(7)

3.6.2.1. Tabulasi Silang

Bilson (2004) menyatakan bahwa tabulasi silang merupakan alat statistik yang dapat dipakai untuk melihat distribusi frekuensi dari kombinasi dua atau lebih variabel. Alat ini dapat dipakai untuk menjawab pertanyaan berikut :

1. Adakah hubungan antara jenis kelamin dengan loyalitas terhadap Pepsodent ?

2. Apakah tingkat konsumsi kopi berhubungan dengan berat badan ? Tabulasi silang dimulai dengan mengkategorisasi setiap variabel yang dilibatkan. Ada memang variabel yang sejak awal sudah bersifat kategorial, misalnya jenis kelamin yaitu ‘pria-wanita’ atau

‘laki-laki-perempuan’. Ada pula yang kategorisasinya belum ada atau belum diterima secara luas, seperti loyalitas, kepuasan, sikap, dan lain- lain. untuk variabel-variabel semacam itu, dapat dilakukan kategorisasi dengan dua pendekatan.

Pertama, memakai konsep yang sudah ada. Misalnya, memakai kategorisasi loyalitas yang banyak diajukan para ahli, diantaranya David A. Aaker. Menurutnya, loyalitas dapat dikategorikan, mulai dari terendah sampai tertinggi, menjadi : switcher, habitual buyer, satisfied buyer, liking the brand, dan committed buyer (Aaker,1991). Konsep lain juga ada, misalnya dari Kotler dan Mowen, yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

Kedua, melakukan transformasi data dengan menggunakan rentang skala seperti dijelaskan pada tabel diatas.

3.6.3 Analisis Chi-Square Test

Dari semua uji nonparametric, yang paling penting adalah uji chi- square (X²) yang diperkenalkan pada tahun 1900 oleh Karl Pearson (Clark, Charles. T dan Lawrence L. Schkade, 1983). Tes ini dipakai untuk banyak keperluan dengan tipe tes yang spesifik.

Dalam menggunakan tes ini, ada beberapa syarat yang perlu

diperhatikan, yaitu :

(8)

1. Sampel pengamatan harus independent satu sama lain dan diambil dari target populasi.

2. Tipe data nominal, namun dapat menggunakan tipe data lebih tinggi untuk beberapa jenis tes.

3. Untuk hasil yang baik, sample berukuran besar, paling sedikit berisikan 50 observasi.

4. Pada frekuensi harapan, tidak boleh ada sel yang berisikan kurang dari 5 observasi.

Syarat-syarat diatas, walaupun diterima secara luas, masih menimbulkan perbedaan opini diantara para ahli. Misalnya, tentang minimal jumlah observasi, ada yang memberi syarat minimal 200 observasi. Lalu untuk frekuensi harapan, ada yang menyatakan boleh kurang dari 5 asalkan jumlah sel yang berisikan angka demikian tidak melebihi 20%. Jadi kalau ada 10 sel dalam tabel, dua sel boleh berisikan frekuensi harapan kurang dari 5 namun tidak boleh kurang dari 1.

3.6.4 Analisis Cluster & Biplot

Analisis ini akan digunakan untuk mengelompokkan responden

berdasarkan karakteristik psikografis. Dengan analisis ini diharapkan karakter

responden yang berkaitan dengan Value & Life Style (VALS) yang merupakan

pendekatan untuk mengetahui sikap dan perilaku pasar.

Gambar

Tabel 1. Tipe Pengukuran dan Tipe Analisis Deskriptif yang Sesuai

Referensi

Dokumen terkait

Kesepakatan bersama yang dibuat antara PT Pelindo II Cabang Cirebon dengan perusahaan Bongkar Muat batu Bara atau pelaku usaha lainnya akan penulis dalami dari

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segalaa anugerah-Nya sehinga penulis akhirnya dapat menyelesaikan skripsi dengan judul PEMBERDAYAAN KARYAWAN DAN

37 Masjid Al‐Yatim Kp. Bancah Laweh Jr. Bancah Laweh Nag. Simpang Kec. Simpang Alahan Panjang Kab. Pasaman 38 Masjid

Pengambilan sampel pada penelitian ini berdasarkan pendapat Supranto (2001) bahwa untuk memperoleh hasil baik dari suatu analisis faktor, maka jumlah responden yang diambil

Bahwa penderita cacat kejiwaan yang melakukan tindak pidana sesuai dengan Pasal 44 ayat (1) KUHP, tidaklah dipidana karena penderita cacat kejiwaan tidak mampu

4< ◆ ◆ Kagcbkbtj ugtuh Kagcbkbtj ugtuh kagcjlagtjejhbsj lbg kagcjlagtjejhbsj lbg karukushbg kbsbibo karukushbg kbsbibo tagtbgc fdyah 0 ljkagsj tagtbgc fdyah 0 ljkagsj ◆

Simpulan penelitian ini bahwa Pemberian makanan tambahan dengan konssep 4 bintang efektif menaikkan berat badan balita dengan gizi buruk di posyandu wilayah

Hasil penelitian menunjukan bahwa DER tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, bukan berarti perusahaan dapat menentukan tingkat proporsi hutang