• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPUTASI DAN PENGEMBANGAN DATABASE UNTUK PENGOLAHAN GAS BUANG PADA ME SIN BERKAS ELEKTRON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KOMPUTASI DAN PENGEMBANGAN DATABASE UNTUK PENGOLAHAN GAS BUANG PADA ME SIN BERKAS ELEKTRON"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KOMPUTASI DAN PENGEMBANGAN DATABASE UNTUK PENGOLAHAN GAS BUANG PADA ME SIN BERKAS ELEKTRON

Tono Wibowo, Siamet Santosa

Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan - BATAN

ABSTRAK

KOMPUTASI DAN PENGEMBANGAN DATABASE UNTUK PENGOLAHAN GAS BUANG PADA MESIN

BERKAS ELEKTRON (MBE). Telah rdil~kukan~mputasi dan pengembangan database untuk perhitungan parametermemudahkan para peneliti dalampengolahan gas buang (S02 danfnekl ukan NOx• tungan parameter-parameterKomputasi dan pengembanganpengolahandatabasegas buangini akan dengan spesifikasi yang lebih beragam dan berulang, sehingga menghemat waktu dan peralatan. Analisis dan perhitungan disain pengolahan gas buang menggunakan MBE saat ini dilakukan dengan Microsoft Excel dan kalkulator, sehingga dengan komputasi dan database diharapkan dapat dikembangkan untuk perhitungan parameter lebih Ianjut dari pengolahan gas buang dan bersifat user friendly. Komputasi untuk perhitungan parameter pengolahan gas buang S02 dan NOx dikembangkan pada Borland Delphi versi 7.0

#an kompanen aritmatika dan grafts aktif dan untuk fungsi database digunakan dBase dan Paradox /melalui Borland Dadabase Engine (BDE). Perhitungan-perhitungan yang telah dikembangkan meliputi removal efficiency, dosis dan waktu irradiasi dan daya MBE. Untuk tujuan perhitungan-perhitungan lebih lanjut dan aplikasi yang lebih besar, fungsi-fungsi database telah disiapkan melalui SQL-Links. Dari hasil tes operasi, program dapat berjalan sesuai yang direncanakan.

ABSTRACT

COMPUTATION AND DATABASE DEVELOPMENT FOR FLUE GAS TREATMENT ON ELECTRON BEAM MACHINE (EBM). A computation and database development for parameter calculations ofS02 and NOxflue-gas treatment have been done. This computation and database development will make easier for researchers in calculations of flue gas parameters for various specifications and recur in such a way that saves time and apparatus. Analysis and calculation design of flue gas treatment using EBM right now is performing in Microsoft Excel program and calculator, therefore with a computation and database it is expected that can be developed for further parameter calculations of flue gas treatment and having user friendly characteristic. Computation for parameter calculations of flue gas treatment is developed on Borland Delphi version 7.0 with arithmetic and graphic components are in active and for database function is used dBase and Paradox through Borland Database Engine (BDE). Developed calculations include removal efficiency, dose and time of irradiation and the power of MB£. For the purpose of further calculations and bigger application, database functions have been prepared for SQL-Links. From the operation test, program can be run as expected.

PENDAHULUAN

Sebagaibahan bakar untuk industri,sumber energi, selain digunakanbatubara digunakansebagai sebagai bahan bakar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PL TU). PL TU batubara memiliki dua reputasi yang bertolak belakang, di satu sisi dapat memproduksi listrik secara murah dibanding dengan pembangkit listrik lainnya, namun di sisi lain PL TU batubara merupakan sumber pencemar lingkungan.

Meskipun PL TU batubara saat ini telah meng- gunakan alat pembersih endapan untuk member- sihkan partikel-partikel kecil dari asap pembakaran, namun senyawa-senyawa S02 dan NO, masih dapat

dengan bebas naik melewati cerobong dan terlepas ke udara bebas. Kedua gas tersebut akan bereaksi dengan uap air di udara dan membentuk asam sui fat

(H2S04) dan asam nitrat (H1'i03)' Keduanya jatuh

bersama air hujan sehingga mengakibatkan hujan asam[I]

Tindakan-tindakan protektif kini sedang digiatkan untuk melindungi kekayaan hayati yang tak ternilai harganya dari kehancuran total. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkecil emisi gas buang yang keluar pada saat pembakaran batubara. Peralatan berteknologi tinggi yang kini mulai digunakan untuk pengolahan gas buang S02 dan NO, adalah Mesin Berkas Elektron

(2)

408 ISSN 0216 - 3128 Tono Wibowo, dkk.

(MBE). Prinsip kerjanya adalah, gas buang yang mengandung polutan sulfur dan nitrogen diirradiasi menggunakan berkas elektron dalam suatu bejana proses yang kemudian diberikan gas ammonia, sulfur dan nitrogen akan berubah menjadi ammonium sulfat dan ammonium nitrat. Teknik ini telah dikembangkan di Jepang sejak tahun 1970-an oleh Lembaga Penelitian Tenaga Atom Jepang (JAERI) bekerjasama dengan Ebara.

Oi Indonesia, melalui BATAN sedang dikembangkan disain MBE untuk pengolahan gas buang industri PLTU yang dilakukan di Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PT APB), yang mana telah berpengalaman da]am rancang bangun MBE 350 keY sejak tahun ]997. MBE 350 keY di PTAPB-BATAN telah diresmikan peng- operasiannya pada 16 Desember 2004 di Yogyakarta oleh Menteri Negara Riset dan Tekno]ogi. Untuk keperluan disain parameter MBE untuk pengolahan gas buang, perlu di]akukan perhitungan parameter-parameter teknis, antara lain, perhitungan dosis serap untuk mereduksi 802 dan NO" perhitungan kecepatan gas buang yang akan diolah, perhitungan efisiensi penggunakan berkas, perhitungan daya MBE yang diperlukan dan lain- lain. Analisis dan perhitungan disain pengo]ahan gas buang menggunakan MBE saat ini dilakukan dengan Microsoft Excel dan kalkulator. Untuk disain secara kese]uruhan perangkat MBE untuk pengolahan gas buang dan agar dapat digunakan untuk keperluan verifikasi dan sosialisasi, dikembangkan suatu perangkat lunak komputasi dan database, sehingga data perhitungan parameter- parameter teknis perangkat MBE untuk pengolahan gas buang dapat disimpan, dianalisis, dipakai ulang dan ]ain-Iain mela]ui inteiface perangkat ]unak yang mempunyai karakteristik user friendly.

Perangkat lunak komputasi dan database dibuat menggunakan Borland Delphi versi 7.0 dengan mengaktifkan komponen-komponen arit- matika, grafis dan quick-report untuk perhitungan parameter-parameter dan pencetakan kurva hasil perhitungan. Fungsi database untuk keperluan ini digunakan komponen dBase dan Paradox yang masukan dan keluaran datanya dilakukan melalui perangkat BOE. Dipilih Borland Delphi versi 7.0 sebagai bahasa pemrograman perangkat lunak simulasi perancangan MBE karena bahasa pemrograman ini dapat menyediakan antar muka yang user friendly, terstruktur, mampu menye- lesaikan permasalahan matematis, memilki presisi yang tinggi terhadap data angka, dan memiliki fasilitas basis data yang cukup baik. Untuk tujuan pengembangan aplikasi database yang lebih besar, pada fungsi database telah dibuat 8QL-Links sedemikian sehingga dapat dihubungkan dengan

database My8QL, baik lokal maupun mela]ui protoko] TCP-IP.

LANDASAN TEORI

Parameter Pemrograman

Ada beberapa parameter yang saling mempengaruhi dalam proses pengolahan gas buang dengan MBE yaitu[2]:

a. Dosis serap untuk mereduksi 802 danNOx'

b. Kecepatan gas buang yang akan diolah.

c. Efisiensi penggunaan berkas serta daya MBE yang dibutuhkan.

Hubungan ketiga parameter tersebut dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

W = 2,78X10-4 x DQ .(1)

'7

dengan :

W = daya keluaran MBE (kW) D = dosis serap (kGy)

Q = kapasitas gas buang (kg/jam)

'7 = efisiensi penggunaan berkas

Untuk pengolahan gas buang 802 dan NO, menggunakan MBE diperlukan perhitungan para- meter-parameter sebagai berikut[3-5]:

1. Removal Efficiency (RE):

Removal Efficiency ada]ah nilai efisiensi pada proses pengo]ahan gas buang. 8emakin rendah nilai RE, maka pekerjaan pengolahan gas buang akan menjadi semakin ringan. Parameter- parameter yang diperlukan dalam perhitungan RE adalah:

a. Target gas buang 802 dan NOx yang dinginkan

b. Kandungan gas buang 802 dan NOx yang terdapat dalam batubara

Hubungan dari kedua parameter tersebut dapat dinyatakan dengan:

RE = 1- (kandungantarget ) sx 100% (2)

dengan target = gas buang (mg/m3), kandung- an=802/ NOx (mg/m3).

Prosiding PPI - PDIPTN 2007 Pustek Akselerator dan Proses Bahan - BATAN

Yogyakarta, 10 Juli 2007

(3)

2. Perhitungan Daya MBE

perhitungan untuk daya MBE dapat dilihat pada persamaan (I ), atau dapat pula dinyatakan dengan:

Z = kedalaman penetrasi Dosismaks = dosis maksimum S = R =jangkau elektron n =1,265 - 0,095 InEk

W= DxQ

3600 x17

(3)

Penetrasi terjadi setelah berkas elektron melewati window dan celah bejana proses:

dengan :

W = daya keluaran MBE (kW) D = dosis serap (kGy)

Q = kapasitas gas buang (kg/jam)

17 = efisiensi penggunaan berkas

Jika daya MBE telah diketahui, maka diperlukan perhitungan daya listrik yang dibutuhkan.

Sebelumnya, ditentukan terlebih dahulu besar arus berkas (mA) yang merupakan fungsi daya MBE (kW) per jumlah energi elektron (keV), sebagai berikut:

dengan:

Pt' = penetrasi berkas di window Pt = penetrasi berkas di bahan

~w = tebal window

~II = tebal celah udara

Pw = masa jenis window

PII = masa jenis udara

Sehingga besar penetrasi berkas electron di dalam gas adalah sebagai berikut:

1- W

E (4) PI PI'

ga.~ --

Pgas

(8)

dengan:

I = arus berkas elektron (mA) W = daya MBE (kW)

E = energi elektron (keV)

dengan:

Plgas = penetrasi dalam gas buang PI' = penetrasi setelah lewat window

Pgas = masajenis gas buang Daya listrik yang diperlukan dapat dihitung

sebagai berikut:

3. Perhitungan Bejana Proses

Daya yang terserap gas buang per satuan volume padajarak z adalah PA(z):

4. Perhitungan lama irradiasi

Lama proses irradiasi mer~pakan fungsi waktu, dihitung sebagai berikut:

dengan:

I = lama proses irradiasi (detik) D = dosis serap (kGy)

PI' = penetrasi setelah berkas melewati window dan celah udara

E = energi berkas electron (ke V) J = rapat arus berkas

(9)

DxPt' t = ----

Ex Jxl 06

p_W (5)

17

dengan:

P = daya listrik yang diperlukan W = daya MBE (kW)

17 = efisiensi penggunaan berkas

Dosisz Dosismab

(6)

Rapat arus berkas merupakan fungsi arus (mA) per luas daerah permukaan terpapar. Kecepatan alir gas di dalam bejana proses dihitung sebagai berikut:

dengan:

PAmak., daya berkas maksimum

v =-S

I (10)

(4)

410 ISSN 0216 - 3128 Tono Wibowo, dkk.

dengan:

v = kecepatan gas (cmldetik)

S= panjang window (cm)

/ = lama irradiasi (detik)

Borlan Delphi Diperluas (Extended)

Fungsi aritmatik untuk perhitungan para- meter-parameter pemrograman dapat diakses pada Borland Delphi versi 7.0 dengan menambahkan inteiface Math, sehingga semua fungsi aritmatik dapat diakses.

I. Fungsi PI, digunakan untuk menghasilkan nilai Jl=3.14159265358979332385, yang merupa- kan nilai rasio dari diameter lingkaran.

2. Fungsi Ln, {Ln(x: real): real}, mengembali- kan nilai logaritma natural (Ln(e) = I) dari nilai xtipe real.

3. Fungsi Sqrt, {sqrt(x: extended: extended);}, berfungsi untuk mendapatkan akar kuadrat dari x tipe ex/ended.

4. Fungsi Power, {Power (const Base, extended) : extended)} ; menghasilkan nilai x pangkat y tipe ex/ended.

Fungsi-fungsi aritmatik yang lain adalah sarna dengan fungsi aritmatik pada bahasa pemrograman Pascal.

Untuk membuat Japoran hasil pengolahan data, Borland Delphi menyediakan fasilitas Quick Report, berupa file dclqrt70.bpl, yang pada Borland Delphi standar fasilitas tersebut perlu diinstalasi menggunakan Install Packages ke dalamfolder \bin.

TATAKERJADAN PERCOBAAN

Pembuatan perangkat lunak komputasi dan database untuk pengolahan gas buang S02 dan NO, dirancang agar komputasi mempunyai karakteristik sebagai berikut :

I. Perangkat lunak dilengkapi tampilan grafik untuk hasil-hasil perhitungan dan analisa yang merupakan keluaran grafik.

2. Perangkat lunak mempunyai fasilitas penyim- panan data untuk memudahkan proses pemanggilan kembali dan dokumentasi dari hasil komputasi.

3. Perangkat lunak memiliki fasilitas cetak untuk hasil-hasil perhitungan dan analisa.

4. Perangkat lunak memiliki interface yang memudahkan pemakai memberikan masukan pada program.

5. Perangkat lunak memiliki fasilitas bantuan (help) untuk mengingatkan pemakai parameter perhitungan yang dipakai pada suatu fungsi spesifik.

Interface

Interface perangkat lunak komputasi dan database untuk pengolahan gas buang S02 dan NO, dirancang menggunakan windows-on-c1ick, seperti Gambar I. Tombol "Menu Utama" berfungsi untuk masuk ke sub-menu yang berisi perhitungan parameter-parameter program, transformasi grafik dan cetak. Tombol "Simulasi Perancangan MBE"

berfungsi untuk menghitung parameter MBE, termasuk daya dan energi. Tiap-tiap sub-menu dilengkapi tombol simpan, untuk menyimpan data pada database.

Pl'ogram komputasi dan database \U1tukFlue Gas Treatment

:r.lenu Utama

Simulasi Perancanganl\·mE

Dosis versus R1!

Dosi~ versus Penet.-asi B"rkas

BTAFN - PTAPE, BAT ..\N I ~ I About I Gambar 1. Menu utama program.

Prosiding PPI - PDIPTN 2007 Pustek Akselerator dan Proses Bahan - BATAN

Yogyakarta, 10 Juli 2007

(5)

Tono Wibowo, dkk. ISSN 0216 - 3128 411

-

Diagram aUrprogram

Notasi pada diagram alir utama program komputasi pengolahan gas buang dibuat sarna dengan parameter pemrograman, ditunjukkan pada Gambar 2.

Fungsi-fungsi Program

Fungsi (function) program pada Borland Delphi versi 7.0 adalah merupakan prosedur-

prosedur (procedures) program Pascal. Perangkat lunak komputasi dan database pengolahan S02 dan NO. menggunakan MBE ini terdiri dari 58 buah procedure (termasuk procedure bantu), diantaranya

adalah berfungsi untuk menghitung Removal Efficiency, menghitung daya MBE, menghitung arus dan daya listrik yang dibutuhkan, rapat arus berkas e1ektron dan lama irradiasi dan lain-lain.

Algoritma pemrograman dan procedure lengkap akan dibahas lebih detail pada makalah yang lain.

Salah satu pelaksanaan fungsi (procedure) program ditampilkan pada Gambar 3.

Gambar 2. Diagram alir komputasi peng-olahan S02 dan NO. meng- gunakan MBE.

(6)

412 ISSN 0216 - 3128 Tono Wibowo, dkk.

Gambar 3. Tampilan aplikasi baru komputasi pengolahan S02 dan NO.menggunakan MBE.

T~a.:I.d)I"·'4:""a:•.•H.a'I:'1I1~a.~~i'

..:!:3!...1~:J?'e-:J..•.2olab ..:an. 2a$.I3'n ..au.R: __~ __(,.:~_~_~:<1IIc!:!~_'_9:x iUl:.a:,valll B:rv.LE 200Q

.R .•'!'1Ini()lv~__1 E:£ficie- ••.c:\-"

J"o>p-t"is.ie:w'\ "LrriJit::a.-s :1..:I,.·ad.ia..•..o •. (']Zf:t"isiensj) I>ax;a ~E

J~"''''.1¥'1.'';'''II I1~-ao(:liasi

T<eO(~i!:?:":J,a.:;1!lfu:_ Ali1- C;as:. Dalcarn T.r':l_·j,ad:b.,"-.:OJi_~

·l-_~.•.•.a:n"Pe1t.•.a'l:ru~al~_:!Z:Trad_in~or

S.,<"s:ifil~;1!_~.!d T<C'l~:n.is::r\.:J::EtE P3T:r\)·:1::-.·B ....:·'!\..T..t~

·1<:10: •.•.·.•.• :11one ••.·1..rt:all .•.•. UI·J7\.·: •...H·,F:

.1"»ri:t:.•..s:io :ECoe-ri a J:!o;..>:J:BE

',f::.IIO"f;I(."':u.si ~","'\.:uJiJ.;.;..a.si :tv'J::H:F:-l:'>:i ·1.u .•.;J_ou.lti~sia IC .•..•.U.22"u..l.a •..•I-1~o:Se ..••R.a«tia ..••iDE'1't.a:a'u. :roo..-'II::tE

Gambar 4. Penampil bantuan.

Penampil bantuan

Program komputasi dan database pengolahan S02 dan NOx dilengkapi dengan penampi) bantuan (help windows), seperti ditunjukkan pada Gambar 4.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji running program telah dilakukan untuk memasukkan data bam pada database untuk empat kasus sebagai berikut:

1. Perhitungan untuk batubara dengan kadar S=0.53%, kandungan S02=924mg/m3•

2. Perhitungan untuk batubara dengan kadar S = 1%, kandungan S02 = 1550mg/m3•

3. Perhitungan untuk batubara dengan kadar S = 1.53 %, kandungan S02 = 2113 mg/m3•

4. Ketiga kasus di atas dengan kadar NOx dan ordenya = 850mg/m3•

Uji untuk kasus pertama didapatkan data-data sesuai dengan perhitungan kalkulator dan ditampilan pada Gambar 5.

Untuk uji kasus kedua, ketiga dan keempat juga didapatkan data-data yang sesuai, termasuk juga uji cetak dari hasil perhitungan. Data pada uji kasus kedua, ketiga dan keempat ditunjukkan pada Gambar 6, 7 dan 8.

Prosiding PPI - PDIPTN 2007 Pustek Akselerator dan Proses Bahan - BATAN

Yogyakarta, 10 Juli 2007

(7)

0",. listrik 124.4«

Gambar 5. Input data baru dan perhitungan kadar 8=0.53%, kandungan 802 =924mglm3•

Gambar 6. Input data baru dan perhitungan kadar 8 = 1%,kandungan 802 =1550mg/m3•

Pengujian juga talah dilakukan untuk perhitungan removal efficiency dan perhitungan dosis terhadap penetrasi berkas elektron. Pengujian dilakukan untuk besar energi kinetik yang berbeda- bed a, yaitu: 0.2 MeV, 0.25 MeV, 0.3 MeV, dan 0.35 MeV. 8emua grafik menunjukkan angka yang sarna

pada kedalaman penetrasi 0, besamya dosis relatif adalah 0,75. Data perhitungan yang lain menunjukkan hasil seperti dihitung secara manual.

Kurva hasil perhitungan dosis terhadap penetrasi berkas elektron ditampilkan pad a Gambar 9.

(8)

414

-

ISSN 0216 - 3128 Tono Wibowo, dkk.

Gambar 7. Input data baru dan perhitungan kadar 8=1,53%, kandungan 802=2113 mg/m3•

Gambar 8. Input data baru dan perhitungan untuk kadar NO.=850mglm3•

Gambar 9. Kurva perhitungan dosis terhadap

---

penetrasi berkas elektron.

Prosiding PPI - PDIPTN 2007 Pustek Akselerator dan Proses Bahan - BAT AN

Yogyakarta. 10 Juli 2007

(9)

KESIMPULAN

I. Dapat dibuat perangkat lunak simulasi desain pengolahan gas buang S02 dan NO, meng- gunakan MBE untuk diaplikasikan di Bidang Teknologi Akselerator dan Fisika Nuklir, Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan, BATAN, Yogyakarta. Perangkat lunak ini akan dikembangkan lebih lanjut pada perhitungan- perhitungan yang lain sehubungan desain MBE untuk pengolahan gas buang.

2. Perangkat lunak aplikasi ini menghasilkan per- hitungan-perhitungan desain MBE untuk peng- olahan gas buang relatip sarna dengan program Microsoft Excel, akan tetapi mempunyai ke- lebihan dalam hal database dan dapat dikem- bangkan lebih lanjut, juga diharapkan dapat digunakan sebagai fasilitas sosialisasi.

DAFT AR PUST AKA

I. CHMIELEWSKI ANDRZEJ, G., Techno- logical Development of EB Flue Gas Treatment Based on Physics and Chemistry of The Proces, Radiation Physics and Chemistry, Vol. 46, No 4-6, pp 1057-1062, Elsevier Science Ltd, London, 1995.

2. SIGIT HARY ANTO, dkk., Penentuan Kapa- sitas Pengolahan Gas Buang Batubara dengan Mesin Berkas Elektron, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Maju BATAN, Yogyakarta, 2005.

3. ZIMEK ZBGlNIEW, Electron Accelerators For Environmental Protection, RAPORTY IChTJ, SERIA B nr 6/98, Instytut Chemii 1 Techniki Jadrowej, Warsawa, 1998.

4. TRI RETNO, dkk, Penggunaan Berkas Elektron Dalam Pengendalian Polusi Gas Buang, Prosiding Seminar Teknologi Akselerator dan Aplikasinya, V0\.1No.2, 1999.

5. DARLlNA, dkk., Penerapan Teknologi Berkas Elektron Untuk Pembersihan Gas buang Pada Instalasi Pembakaran Limbah Kota, Prosiding PPI Teknologi Akselerator dan Aplikasinya, 2005.

TANYAJAWAB

"t!

Bambang Supardiyono

- Apakah maksud kwantitatif/atau yang lain nilai 7r

ditulis sampai 10 angka dibelakang koma (3,14 ...).

Tono Wibowo

- Penulisan nilai J[ (3.14...) sampai dengan 10 angka dibelakang koma adalah informasi yang dihasilkan oleh komputer. Penulisan seperti itu dimaksudkan hanya untuk memberikan gambar- an mengenai ketelitian perhitungan dalam proses komputasi ini.

Kadarisman

- Apakah apabila ada perubahan parameter desain pengolahan gas buang parameter terse but dapat diedit.

Tono Wibowo

- Parameter desain pengolah gas buang adalah variabel program. maka dengan mudah dapat di edit melalui input data.

Gambar

Diagram aUrprogram
Gambar 3. Tampilan aplikasi baru komputasi pengolahan S02 dan NO. menggunakan MBE.
Gambar 5. Input data baru dan perhitungan kadar 8 = 0.53%, kandungan 802 = 924 mglm3•
Gambar 7. Input data baru dan perhitungan kadar 8 = 1,53%, kandungan 802 = 2113 mg/m3•

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri

Motif ideologi atau motif keagamaan orangtua yang kuat sehingga memasukkan anaknya ke homeschooling , sedangkan motif pedagogi adalah adanya anggapan bahwa lingkungan

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial dengan empat perlakukan dan

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial dengan empat perlakukan dan

RANCANG BANGUN MEDIA INFORMASI BIS UMUM DI TERMINAL PURWOKERTO BERBASIS ANDROID.. (A DESIGN OF MEDIA INFORMATION OF BUS IN PURWOKERTO BUS STATION

mengembangkan dan memperkenalkan konsep Information System Success Model (ISSM) yang pertama pada tahun 1992 [4]. Konsep ISSM yang dikemukakan pertama kali oleh

(1) Sertifikat Laik Fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 ayat (3) merupakan Izin Penggunaan Bangunan dan berlaku selama 10 (sepuluh) tahun ; (2) Dalam jangka