• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEM BANGAN M ENT AL PADA REM AJA

by…

Erwin Setyo Kriswanto

PENDIDIKAN OLAHRAGA

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

(2)

PERKEMBANGAN MENTAL PADA REMAJA

PERKEMBANGAN MENTAL PADA REMAJA

A. PERKEMBANGAN MENTAL A. PERKEMBANGAN MENTAL Mental

Mental dalamdalam artiarti khususkhusus adalahadalah suatusuatu kemampuankemampuan menyesuaikanmenyesuaikan diridiri yang seriusyang serius sifatnya

sifatnya yang mengakibatkanyang mengakibatkan kemampuankemampuan tertentutertentu dandan pencapaianpencapaian tertentu

tertentu (Kamus(Kamus PsikologiPsikologi I).I). Perkembangan

Perkembangan Mental PadaMental Pada RemajaRemaja adalahadalah suatusuatu prosesproses yang kekalyang kekal dandantetaptetap dandan menuju

menuju kea rah suatukea rah suatu organisasiorganisasi padapada tingkattingkat integrasiintegrasi yang lebihyang lebih tinggitinggi berdasarkan

berdasarkan prosesproses pertumbuhan, pertumbuhan, kematangankematangan dandanbelajarbelajar dalamdalam menyesuaikan

menyesuaikan diridiri yang seriusyang serius mengakibatkanmengakibatkan kemampuankemampuan tertentutertentu dandan pencapaian

pencapaian tertentutertentu padapada remajaremaja (Monks, 1984: 2).(Monks, 1984: 2). Perkembangan

Perkembangan mental mental merupakanmerupakan suatusuatu prosesproses yang menggambarkanyang menggambarkan perilakuperilaku kehidupan

kehidupan social psikologisocial psikologi manusia/remajamanusia/remaja padapada posisiposisi yang harmonisyang harmonis didi dalam

dalam lingkunganlingkungan masyarakatmasyarakat yang lebihyang lebih luasluas dandan komplekskompleks. . MenurutMenurut Havighurst

Havighurst perkembanganperkembangan tersebuttersebut harusharusdidi pelajari, pelajari, dijalanidijalani dandan dikuasaidikuasai oleh

oleh setiapsetiap individuindividu dalamdalam perjalananperjalanan hidupnya. Hal hidupnya. Hal iniini merupakanmerupakan tugastugas yang

yang cukupcukupberatberat bagibagi parapararemajaremaja untukuntuklebihlebih menuntaskanmenuntaskan tugastugas perkembangan

perkembangan mentalnyamentalnya sehubungansehubungan dengandengan semakinsemakin luasluas dandan kompleksnya

kompleksnya kondisikondisi kehidupankehidupan yang yang harusharus didi jalanijalani dandan didi hadapi. hadapi. TidakTidak lagi

lagi merekamereka dijulukidijuluki sebagaisebagai anak-anak-anakanak melainkanmelainkaninginingindihargaidihargai dandan dijuluki

(3)

PERKEMBANGAN NILAI MORAL DAN SIKAP REMAJA

Sesuai dengan pengertian Perkembangan Mental Pada Remaja di sini akan di jelaskan tentang penyesuaian diri pada remaja.

1. Nilai

Nilai-nilai kehidupan adalah norma-norma yang berlaku

dalam masyarakat, misalnya adat kebiasaan dan

sopan santun (Sutikna, 1998: 5). Sopan santun, adat,

dan kebiasaan serta nilai-nilai yang terkandung dalam

Pancasila adalah nilai-nilai hidup yang menjadi

(4)

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang termasuk dalam Sila Kemanusiaan

yang adil dan beradab, antara lain:

Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan kewajiban antara sesama

manusia.

Mengembangkan sikap tenggang rasa, dan Tidak semena-mena terhadap orang lain, berani

(5)

2. Moral

Moral adalah ajaran tentang baik buruk

perbuatan dan kelakuan, akhlak,

kewajiban, dan sebagainya

(Purwadarminto, 1957: 957). Dalam

moral diatur segala perbuatan yang

dinilai baik dan perlu dilakukan, dan

suatu perbuatan yang dinilai tidak baik

dan perlu dihindari. Moral berkaitan

dengan kemampuan untuk membedakan

antara perbuatan yang benar dan yang

salah. Dengan demikian, moral

(6)

3. Sikap

Menurut Gerung, sikap secara umum diartikan sebagai kesediaan beraksi individu terhadap sesuatu hal (Mappiare, 1982). Sikap berkaitan dengan motif dan mendasari tingkah laku seseorang dapat diramalkan tingkah laku apa yang dapat terjadi dan akan diperbuat jika telah diketahui sikapnya.

C. KARAKTERISTIK NILAI, MORAL, DAN SIKAP REMAJA

Nilai-nilai kehidupan yang perlu diinformasikan dan selanjutnya

dihayati oleh para remaja tidak terbatas pada alat kebiasaan dan

sopan santun saja, namun juga seperangkat nilai-nilai yang

terkandung dalam Pancasila, misalnya nilai-nilai keagamaan,

nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan, nilai-nilai etik, dan

(7)

Lima perubahan dasar dalam moral yang harus dilakukan oleh remaja:

1.

Pandangan moral individu makin lama makin menjadi lebih abstrak.

2.

Keyakinan moral lebih terpusat pada apa yang benar dan kurang

pada apa yang salah. Keadilan muncul sebagai kekuatan moral

yang dominan.

3.

Penilaian moral menjadi semakin kognitif. Hal ini mendorong

remaja lebih berani mengambil keputusan terhadap berbagai

masalah moral yang dihadapinya.

4.

Penilaian moral menjadi kurang egosentris.

5.

Penilaian moral secara psikologis menjadi lebih mahal dalam arti

bahwa penilaian moral merupakan bahan emosi dan menimbulkan

ketegangan emosi.

Tiga tingkat perkembangan moral menurut Kohlberg, yaitu tingkat:

I.

Prakonvensional

II.

Konvensional

III.

Pasca – Konvensional

Masing-masing tingkat terdiri dari dua tahap, sehingga keseluruhan ada

enam tahapan (stadium) yang berkembang secara bertingkat

(8)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Nilai, Moral, dan Sikap

Keluarga (orang tua)

Masyarakat

Lingkungan

E.

E. PerbedaanPerbedaan Individual dalamIndividual dalam PerkembanganPerkembangan Nilai, Moral, Nilai, Moral, dandan SikapSikap

Pengertian

Pengertian moral moral dandan nilainilai padapada anakanak--anakanak umurumur sepuluhsepuluh atauatau sebelassebelas

tahunan

tahunan berbedaberbeda dengandengan anakanak--anakanak yang yang lebihlebih tuatua. . PadaPada anakanak--anakanak terdapatterdapat anggapan

anggapan bahwabahwa aturanaturan--aturanaturan adalahadalah pastipasti dandan mutlakmutlak oleholeh karenakarenadiberikandiberikan oleh

oleh orangorang dewasadewasaatauatau TuhanTuhan yang yang tidaktidak bias bias diubahdiubah lagilagi (Kohlberg, 1963). (Kohlberg, 1963).

Pengertian

Pengertian mengenalmengenal aspeksaspeksmoral moral padapada anakanak--anakanak lebihlebih besarbesar, , lebihlebih lenturlentur, ,

dan

dan nisbinisbi. . IaIa bisabisa menawarmenawar atauatau mintaminta mengubahmengubahsesuatusesuatu aturanaturan kalaukalau disetujui

disetujui oleholeh semuasemua orangorang..

 MenurutMenurut Kohlberg, factor Kohlberg, factor kebudayaankebudayaan apaapa sajasaja yang yang mempengaruhimempengaruhi perkembangan

perkembangan moral, moral, terdapaterdapa berbagaiberbagai rangsanganrangsangan yang yang diterimaditerima oleholeh anakanak- -anak

anak dandaniniini mempengarugimempengarugi tempo tempo perkembanganperkembangan yang yang dicapaidicapai, , melainkanmelainkan juga

juga mengenaimengenaicepatcepat atauatau lambatnyalambatnya tahaptahap--tahaptahap perkembanganperkembangan yang yang dicapai

dicapai, , melainkanmelainkanjugajuga mengenaimengenaibatasbatastahaptahap--tahaptahap yang yang dicapaidicapai. . PerbedaanPerbedaan perseorangan

perseorangan jugajuga dapatdapat padapada latarlatar belakangbelakang kebudayaankebudayaan tertentutertentu..

F.

F. UpayaUpayaMengembangkanMengembangkanNilaiNilai, Moral , Moral dandanSikapSikapRemajaRemaja

1.

1. MenciptakanMenciptakankomunikasikomunikasi 2.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

H. Sunarto, Dr. Prof. 1995. Perkembangan Peserta Didik. Rineka Cipta: Jakarta

Sjarkawi, M.Pd. Dr. 2006. Pembentukan Kepribadian Anak. PT. Bumi Aksara: Jakarta

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan

Proses berpikir mental tentang sains mampu menjadikan siswa memiliki literasi sains, memiliki keterampilan berpikir secara kreatif dan kritis, memiliki strategi berikir

4.Pada proses penyepuhan dan pemurnian logam, maka yang dipakai sebagai anode adalah suatu logam (bukan Pt atau C), sehingga anode (logam) mengalami oksidasi

Sekarang oksidasi ditinjau sebagai sebarang pergeseran elektron menjauhi dari sebuah atom sedangkan reduksi adalah meliputi pergeseran elektron menuju suatu atom.. Suatu

Kedua , kepemimpinan sebagai suatu proses seperti yang dikatakan oleh Stoner yang dikutip oleh Handoko (1997:294) bahwa kepemimpinan sebagai suatu proses pengarahan dan

Obsesi adalah gejala gangguan jiw a, di mana si sakit dikuasai oleh suat u pikiran yang t idak bisa

Sri Rumini, dkk (1993: 59) mengemukakan, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang relatif

dari identitas. penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran identitas diri remaja nrelalui konsumsi benda dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi