• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOXS1SurveiHargaPropertiResidensialdiKotaBatamTriw.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BOXS1SurveiHargaPropertiResidensialdiKotaBatamTriw."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Survei Harga Properti Residensial di Kota Batam Triwulan III–2008

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) merupakan survei rutin triwulanan yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan harga properti residensial, baik pada triwulan bersangkutan maupun perkiraan triwulan berikutnya. Survei dilakukan terhadap pengembang di wilayah Jabotabek dan 13 Kantor Bank Indonesia, dimana jumlah responden mencakup 40 pengembang utama di Jabotabek dan sekitar 215 pengembang di KBI. Hasil survey ini diolah menjadi Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) gabungan/komposit. Survey Harga Properti Residensial dilakukan sejak tw.I-1999 untuk Jabotabek dan 12 KBI, dan Pontianak sejak tw.I-2004. Sementara KBI Batam mulai melakukan survei IHPR sejak tw.I-2005.

Ruang lingkup Survey Harga Properti Residensial (SHPR) meliputi harga jual rumah, harga jual tanah, jumlah rumah yang dibangun dan jumlah rumah yang dijual oleh perusahaan pengembang perumahan (primary market) yang melakukan transaksi penjualan. Informasi yang diperoleh dari hasil survey disamping digunakan untuk melihat perkembangan harga dan kuantitas properti residensial yang terjadi pada triwulan berjalan, juga mampu mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi oleh industri properti serta perkiraan harga properti residensial di triwulan mendatang. Pengolahan data hasil survei menggunakan metode indeks berantai sederhana (chain index), dengan membandingkan harga dan kuantitas properti triwulan berjalan dengan periode sebelumnya yang disajikan dalam bentuk Indeks Harga Properti Residensial (IHPR). Selain sebagai sarana untuk memonitor perkembangan harga properti residensial, data IHPR juga merupakan data yang dapat digunakan sebagai data pembanding dalam mengetahui inflasi harga aset di kota Batam.

Penelitian SHPR pada tw.III-2008 menggunakan sampel sebanyak 51 proyek perumahan dari 16 perusahaan developer. Lokasi proyek meliputi Batam Kota, Segulung, Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, Lubuk Baja, Sungai Beduk dan Bengkong. Hasil IHPR pada tw.III-2008 berdasarkan klasifikasi rumah memperlihatkan penurunan untuk tipe rumah besar dan tipe rumah sederhana dengan penurunan masing-masing sebesar 3,15 dan 4,33. Sementara itu tipe rumah menengah mengalami kenaikan indeks harga sebesar 8,02. Secara keseluruhan Indeks Harga Properti Residensial menyebabkan kenaikan indeks sebesar 1,17 menjadi 101,17.

NO Klasifikasi Rumah Harga Rata-Rata IHPR (Turun) Naik

Tw.II-2008 Tw.III-2008 Tw.II-

Tw.III-1. Sederhana Rp 83.038.459 Rp 79.744.170 100,34 95,67 4,33

2. Menengah Rp 225.758.039 Rp 105,20 108,02 8,02

3. Besar Rp 656.225.909 Rp 100,71 96,85 3,15

102,60 101,17 1,17

Sumber : Laporan SHPR Twiwulan III-2008

Berdasarkan hasil survei juga diketahui bahwa tipe rumah yang dikembangkan oleh developer masih didominasi oleh tipe menengah (42,03%), menyusul tipe sederhana (31,88%) dan tipe besar/mewah (26,09%). Melalui data historis menggunakan analisa trend (persamaan regresi sederhana) maka dapat diperkirakan tingkat pertumbuhan IHPR Kota Batam pada tw.III–2008 yakni sebesar 103,10 (naik 3,10%).

BOKS -1

(2)

Beberapa kesimpulan yang diperoleh dari hasil survei adalah sebagai berikut:

- Sebanyak 33% responden memprediksikan kenaikan harga jual rumah sebesar 5%

- Faktor terbesar penyebab kenaikan harga adalah kenaikan harga bahan bangunan.

- Bahan impor yang paling banyak digunakan oleh pengembang (30%) adalah alat-alat

mekanikal dan elektrikal serta barang sanitair.

- Sejumlah 33% responden menyatakan sembangan kenaikan harga barang impor terhadap

harga jual rumah sebesar 5%.

- Persepsi para responden terhadap permintaan rumah di periode mendatang mengindikasikan optimisme seperti tercermin dari Saldo Bersih (SB)1

sebesar 27%

- Tipe rumah yang diperkirakan tingkat penjualan tertinggi adalah tipe kecil seperti yang didukung oleh 60% responden, diikuti oleh tipe menengah dan terakhir tipe besar.

- Mayoritas responden (31%) menyatakan bahwa faktor utama penghambat bisnisnya adalah kenaikan harga bahan bangunan.

- Sumber pembiayaan yang diperoleh oleh 45% responden berasal dari dana sendiri.

- Mayoritas pengembang (35%) berada dalam fase established dengan penyerapan lahan 90% - 100%.

Adapun beberapa rekomendasi yang dikumpulkan dari responden survei adalah:

- Pemerintah hendaknya turun tangan dalam mengendalikan harga bahan bangunan, sehingga harganya stabil dan terjangkau.

- Pemerintah diharapkan mampu menjaga nilai tukar dolar, khususnya dolar Singapura (SGD) agar lebih stabil.

- Penurunan suku bunga KPR Bank sangat dinanti oleh developer agar dapat menggairahkan bisnis sektor properti di Batam.

- Penurunan suku bunga BI sebagai acuan suku bunga KPR sangat dinanti oleh developer agar dapat menggairahkan bisnis sektor properti di Batam.

- Inflasi dikendalikan dengan baik sehingga harga-harga barang terkendali.

      

Referensi

Dokumen terkait

Tulisan dengan ide yang bagus, orisinal, dan luas, tetapi jika bahasanya tidak benar akan kacau (bahasa menunjukkan karakter penulis).. Berlatih menulis karya ilmiah mesti

Sedangkan sumber sekunder adalah data yang diperoleh melalui observasi ke lapangan seperti surat keterangan dari Wali Nagari Lansano taratak bahwa adanya aktivitas

Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji lebih jauh tentang sejarah awal kedatangan Komunitas Suku Jawa di Koto Tinggi, serta dampak keberadaan komunitas suku Jawa

Profil petani karet yang menjadi informan penelitian adalah petani yang cukup baik dalam sisi ekonomi, karena telah memiliki lahan sendiri minimal 1,5 hektar

Bahwa Pemerintah akan melakukan reformasi penganggaran, reformasi perpajakan dan PNBP, reformasi TKDD (Transfer Daerah dan Dana Desa), reformasi kesehatan, reformasi

Persamaan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri adalah terletak pada penggunaan variabel dependen yaitu kualitas pelaporan

Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap.. pernyataan bahwa nasabah BRI syariah tidak akan terpengaruh oleh produk Perbankan lain

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan ekstrak daun sawo (Manikara zapota) menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 2%