Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di Kota Batam Triwulan I-2010
Ruang lingkup Survey Harga Properti Residensial (SHPR) meliputi harga jual rumah, harga jual tanah, jumlah rumah yang dibangun dan jumlah rumah yang dijual oleh perusahaan pengembang perumahan (primary market) yang melakukan transaksi penjualan. Informasi yang diperoleh dari hasil survey disamping digunakan untuk melihat perkembangan harga dan kuantitas properti residensial yang terjadi pada triwulan berjalan, juga mampu mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi oleh industri properti serta perkiraan harga properti residensial di triwulan mendatang.
Pengolahan data hasil survei menggunakan metode indeks berantai sederhana (chain index), dengan membandingkan harga dan kuantitas properti triwulan berjalan dengan periode sebelumnya yang disajikan dalam bentuk Indeks Harga Properti Residensial (IHPR). Selain sebagai sarana untuk memonitor perkembangan harga properti residensial, data IHPR juga merupakan data yang dapat digunakan sebagai data pembanding dalam mengetahui inflasi harga aset di kota Batam.
Penelitian SHPR pada triwulan I-2010 menggunakan sampel sebanyak 159 type rumah dari 54 proyek perumahan yang dikerjakan oleh 17 perusahaan developer. Lokasi proyek meliputi Sekupang, Nongsa, Lubuk Baja, Sungai Beduk, Bengkong, Batam Kota, Sagulung dan Batu Aji. Hasil SHPR pada triwulan I 2010 menunjukkan penurunan indeks disemua type rumah, untuk tipe rumah besar penurunan terjadi sebesar -0,61. Sedangkan tipe rumah menengah dan tipe rumah sederhana mengalami penurunan indeks masing-masing sebesar -0,83 dan -0,60. Sehingga secara keseluruhan Indeks Harga Properti Residensial mengalami penurunan indeks sebesar -0,70 menjadi 99,30.
NO Klasifikasi Rumah Harga Rata-Rata IHPR Naik (Turun)
Tw.IV-2009 Tw.I-2010 Tw.IV-2009 Tw.I-2010
1. Sederhana Rp83.252.770 Rp82,752,638
3 252 770 100.47 99.40 -0.60 2. Menengah Rp248.734.658 Rp246,661,813 100.53 99.17 -0.83
3. Besar Rp754.791.800 Rp750,219,022 125.71 99.39 -0.61
107.27 99.30 -0.70
Sumber : Laporan SHPR Twiwulan I-2010
Berdasarkan hasil survei juga diketahui bahwa tipe rumah yang dikembangkan oleh developer masih didominasi oleh tipe menengah (42,65%), diikuti rumah tipe sederhana (30,88%) dan tipe besar/mewah (26,77%). Melalui data historis menggunakan analisa trend (persamaan regresi sederhana) maka dapat diperkirakan tingkat pertumbuhan IHPR Kota Batam pada triwulan II-2010 yakni sebesar 170,28.
Beberapa kesimpulan yang diperoleh dari hasil survei adalah sebagai berikut:
- Beberapa faktor yang menyebabkan turunnya indeks dikarenakan tingginya ekpektasi harga jual pada
periode sebelumnya menjelang akhir tahun. Sehingga pada periode ini dilakukan penyeimbangan harga jual.
- Menguatnya kurs rupiah dan turunnya suku bunga perbankan juga memiliki andil dalam penurunan indeks.
- Meskipun secara q-t-q terjadi penurunan harga, namun secara y-o-y tejadi kenaikan harga yang mencapai 16,53%. Dengan kenaikan harga bangunan sebagai faktor penyumbang kenaikan terbesar yakni sekitar 32%.
- Persepsi para responden terhadap permintaan rumah di periode mendatang mengindikasikan pesimisme
seperti tercermin dari Saldo Bersih (SB) sebesar minus 7,1%.
- Seperti periode sebelumnya, tipe rumah yang diperkirakan tingkat penjualan tertinggi adalah tipe kecil seperti yang didukung oleh 63% responden, diikuti oleh tipe menengah sebesar 32% dan sisanya 5% tipe besar.
BOKS - 2
- Sumber pembiayaan yang diperoleh oleh 39% responden berasal dari pembiayaan bank. Sumber
pembiayaan sendiri menempati urutan kedua dengan dukungan dari 35% responden.
- Sumber pembiayaan konsumen berasal dari KPR Bank tercatat sebesar 41%. Sedangkan pembayaran
penjualan rumah dengan cash bertahap (cicilan kurang dari satu tahun) sebesar 31% dan cash keras (langsung tunai) setara sebanyak 25%.
- Kebanyakan responden menyatakan dikenakan bunga 12 persen.
Adapun saran-saran yang kami kumpulkan dari responden pada survei periode ini adalah:
1. Saran untuk Pemerintah Daerah:
Pemerintah hendaknya turun tangan dalam mengendalikan harga bahan bangunan, sehingga imbas
penurunan kurs dolar Singapura saat ini dapat diikuti oleh harga barang-barang lainnya.
Pemerintah diharapkan mampu menjaga nilai tukar dolar, khususnya dolar Singapura agar lebih stabil
2. Saran untuk Perusahaan Pendukung Bisnis Properti
Sosialisai penurunan suku bunga KPR Bank sangat dinanti oleh developer agar dapat menggairahkan bisnis sektor properti di Batam
3.Saran untuk mendukung kebijakan ekonomi makro
Kebijakan mempertahankan BI rate di posisi rendah selama periode survei ini disambut gembira oleh pengusaha. Namun, pengembang masih menunggu efeknya pada calon pembeli rumah.