• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesehatan Mental Bab III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kesehatan Mental Bab III"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KESEHATAN MENTAL

DAN

(2)

KAITAN ANTARA KESEHATAN

MENTAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI

Kesehatan mental merupakan kunci dari penyesuaian

diri yang sehat

Kesehatan mental merupakan bagian integral dari

proses adjustment secara keseluruhan

(3)

PENYESUAIAN DIRI (ADJUSTMENT)

Sebagai suatu proses yang melibatkan respon-respon

mental dan perbuatan individu dalam upaya

memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan mengatasi

ketegangan, frustrasi dan konflik dengan

(4)

PENYESUAIAN DIRI DILIHAT LEBIH DALAM PADA :

Gejala masalah, meliputi :

neurotik

Psikotik

Psikopatik

Jenis kualitas respon, meliputi : penyesuaian yang normal &

penyesuaian yang menyimpang

(5)

PENYESUAIAN DIRI YANG MENYIMPANG

(MALADJUSTMENT)

Proses pemenuhan kebutuhan atau upaya pemecahan masalah dengan cara-cara yang tidak wajar atau

(6)

KRITERIA FUNGSI PSIKOLOGIS YANG TIDAK

SEHAT :

• Perasaan tidak nyaman (inadequacy)

• Perasaan tidak aman (insecurity)

• Kurang percaya diri

• Kurang memahami diri

• Kurang mendapat kepuasan dalam berhubungan sosial

• Ketidakmatangan emosi

• Kepribadiannya terganggu

(7)

KAITAN ANTARA KESEHATAN MENTAL DENGAN

PENYESUAIAN DIRI

• Kesehatan mental merupakan kunci dari penyesuaian diri yang sehat

• Kesehatan mental merupakan bagian integral dari proses adjustment secara keseluruhan

(8)

PENYESUAIAN DIRI YANG MENYIMPANG

(MALADJUSTMENT)

(9)

KRITERIA FUNGSI PSIKOLOGIS YANG TIDAK

SEHAT :

• Perasaan tidak nyaman (inadequacy)

• Perasaan tidak aman (insecurity)

• Kurang percaya diri

• Kurang memahami diri

• Kurang mendapat kepuasan dalam berhubungan sosial

• Ketidakmatangan emosi

• Kepribadiannya terganggu

Referensi

Dokumen terkait

Pengumpulan data merupakan cara-cara atau langkah-langkah yang ditempuh untuk memperoleh data dalam usaha pemecahan permasalahan penelitian. Dalam pengumpulan data

Tidak mengajak atau mempengaruhi mahasiswa lain untuk melakukan tindakan tidak terpuji yang bertentangan dengan norma hukum atau norma lainnya yang hidup di

Semua partisipan dengan kriteria pekerjaan, usia 23 tahun keatas, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan agama mempunyai ciri-ciri sehat mental yang berbe- da-beda, antara lain

• Perbuatan yang disengaja atau diniatkan untuk menghilangkan uang atau harta dengan cara akal bulus, penipuan atau cara lain yang tidak wajar (BPK,

Metode proverasi dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan dan bimbingan sosial dalam menciptakan kehidupan yang sehat, baik fisik

terdiri dari faktor fisiologis yaitu kondisi fisik yang sehat atau tidak sehat dan faktor psikologis misalnya bakat, minat, motivasi dan kecerdasan. Sebagaimana

Jika kita dapat melaksanakan Dharma kedua (mata pencaharian benar atau penghidupan dengan cara yang wajar) dengan baik, seperti mata pencaharian tidak mengakibatkan pembunuhan,

Tolok ukur yang digunakan dalam pendekatan ini adalah norma- norma yang berlaku di masyarakat  Orang yang mampu menyesuaikan diri dengan norma masyarakat dianggap sebagai orang yang