• Tidak ada hasil yang ditemukan

11e4f78e53fa4da2bb65313033323139

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "11e4f78e53fa4da2bb65313033323139"

Copied!
520
0
0

Teks penuh

(1)

BERITA NEGARA

REPUBLIK INDONESIA

No.231, 2014 KEMENKES. Praktik Klinik. Dokter. Pelayanan

Kesehatan. Primer. Panduan.

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2014

TENTANG

PANDUAN PRAKTIK KLINIS BAGI DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer perlu disusun panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang

Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431); 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008

(2)

2014, No.231 2

Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438/Menkes/PER/IX/2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran;

5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1144/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 585) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 35 Tahun 2013 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 741);

6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2052/Menkes/PER/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Tahun 671);

7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1400);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PANDUAN PRAKTIK KLINIS BAGI DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER.

Pasal 1

Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer bertujuan untuk memberikan acuan bagi Dokter dalam memberikan pelayanan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer baik milik pemerintah maupun swasta dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menurunkan angka rujukan.

Pasal 2

Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer meliputi pedoman penatalaksanaan terhadap penyakit yang dijumpai di layanan primer berdasarkan kriteria:

(3)

2014, No.231

3

a. penyakit yang prevalensinya cukup tinggi; b. penyakit dengan risiko tinggi; dan

c. penyakit yang membutuhkan pembiayaan tinggi.

Pasal 3

Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 4

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 6 Februari 2014 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

NAFSIAH MBOI

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Februari 2014

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

AMIR SYAMSUDIN

(4)

2014, No.231 4

(5)

2014, No.231

5

(6)

2014, No.231 6

(7)

2014, No.231

7

(8)

2014, No.231 8

(9)

2014, No.231

9

(10)

2014, No.231 10

(11)

2014, No.231

11

(12)

2014, No.231 12

(13)

2014, No.231

13

(14)

2014, No.231 14

(15)

2014, No.231

15

(16)

2014, No.231 16

(17)

2014, No.231

17

(18)

2014, No.231 18

(19)

2014, No.231

19

(20)

2014, No.231 20

(21)

2014, No.231

21

(22)

2014, No.231 22

(23)

2014, No.231

23

(24)

2014, No.231 24

(25)

2014, No.231

25

(26)

2014, No.231 26

(27)

2014, No.231

27

(28)

2014, No.231 28

(29)

2014, No.231

29

(30)

2014, No.231 30

(31)

2014, No.231

31

(32)

2014, No.231 32

(33)

2014, No.231

33

(34)

2014, No.231 34

(35)

2014, No.231

35

(36)

2014, No.231 36

(37)

2014, No.231

37

(38)

2014, No.231 38

(39)

2014, No.231

39

(40)

2014, No.231 40

(41)

2014, No.231

41

(42)

2014, No.231 42

(43)

2014, No.231

43

(44)

2014, No.231 44

(45)

2014, No.231

45

(46)

2014, No.231 46

(47)

2014, No.231

47

(48)

2014, No.231 48

(49)

2014, No.231

49

(50)

2014, No.231 50

(51)

2014, No.231

51

(52)

2014, No.231 52

(53)

2014, No.231

53

(54)

2014, No.231 54

(55)

2014, No.231

55

(56)

2014, No.231 56

(57)

2014, No.231

57

(58)

2014, No.231 58

(59)

2014, No.231

59

(60)

2014, No.231 60

(61)

2014, No.231

61

(62)

2014, No.231 62

(63)

2014, No.231

63

(64)

2014, No.231 64

(65)

2014, No.231

65

(66)

2014, No.231 66

(67)

2014, No.231

67

(68)

2014, No.231 68

(69)

2014, No.231

69

(70)

2014, No.231 70

(71)

2014, No.231

71

(72)

2014, No.231 72

(73)

2014, No.231

73

(74)

2014, No.231 74

(75)

2014, No.231

75

(76)

2014, No.231 76

(77)

2014, No.231

77

(78)

2014, No.231 78

(79)

2014, No.231

79

(80)

2014, No.231 80

(81)

2014, No.231

81

(82)

2014, No.231 82

(83)

2014, No.231

83

(84)

2014, No.231 84

(85)

2014, No.231

85

(86)

2014, No.231 86

(87)

2014, No.231

87

(88)

2014, No.231 88

(89)

2014, No.231

89

(90)

2014, No.231 90

(91)

2014, No.231

91

(92)

2014, No.231 92

(93)

2014, No.231

93

(94)

2014, No.231 94

(95)

2014, No.231

95

(96)

2014, No.231 96

(97)

2014, No.231

97

(98)

2014, No.231 98

(99)

2014, No.231

99

(100)

2014, No.231 100

(101)

2014, No.231

101

(102)

2014, No.231 102

(103)

2014, No.231

103

(104)

2014, No.231 104

(105)

2014, No.231

105

(106)

2014, No.231 106

(107)

2014, No.231

107

(108)

2014, No.231 108

(109)

2014, No.231

109

(110)

2014, No.231 110

(111)

2014, No.231

111

(112)

2014, No.231 112

(113)

2014, No.231

113

(114)

2014, No.231 114

(115)

2014, No.231

115

(116)

2014, No.231 116

(117)

2014, No.231

117

(118)

2014, No.231 118

(119)

2014, No.231

119

(120)

2014, No.231 120

(121)

2014, No.231

121

(122)

2014, No.231 122

(123)

2014, No.231

123

(124)

2014, No.231 124

(125)

2014, No.231

125

(126)

2014, No.231 126

(127)

2014, No.231

127

(128)

2014, No.231 128

(129)

2014, No.231

129

(130)

2014, No.231 130

(131)

2014, No.231

131

(132)

2014, No.231 132

(133)

2014, No.231

133

(134)

2014, No.231 134

(135)

2014, No.231

135

(136)

2014, No.231 136

(137)

2014, No.231

137

(138)

2014, No.231 138

(139)

2014, No.231

139

(140)

2014, No.231 140

(141)

2014, No.231

141

(142)

2014, No.231 142

(143)

2014, No.231

143

(144)

2014, No.231 144

(145)

2014, No.231

145

(146)

2014, No.231 146

(147)

2014, No.231

147

(148)

2014, No.231 148

(149)

2014, No.231

149

(150)

2014, No.231 150

(151)

2014, No.231

151

(152)

2014, No.231 152

(153)

2014, No.231

153

(154)

2014, No.231 154

(155)

2014, No.231

155

(156)

2014, No.231 156

(157)

2014, No.231

157

(158)

2014, No.231 158

(159)

2014, No.231

159

(160)

2014, No.231 160

(161)

2014, No.231

161

(162)

2014, No.231 162

(163)

2014, No.231

163

(164)

2014, No.231 164

(165)

2014, No.231

165

(166)

2014, No.231 166

(167)

2014, No.231

167

(168)

2014, No.231 168

(169)

2014, No.231

169

(170)

2014, No.231 170

(171)

2014, No.231

171

(172)

2014, No.231 172

(173)

2014, No.231

173

(174)

2014, No.231 174

(175)

2014, No.231

175

(176)

2014, No.231 176

(177)

2014, No.231

177

(178)

2014, No.231 178

(179)

2014, No.231

179

(180)

2014, No.231 180

(181)

2014, No.231

181

(182)

2014, No.231 182

(183)

2014, No.231

183

(184)

2014, No.231 184

(185)

2014, No.231

185

(186)

2014, No.231 186

(187)

2014, No.231

187

(188)

2014, No.231 188

(189)

2014, No.231

189

(190)

2014, No.231 190

(191)

2014, No.231

191

(192)

2014, No.231 192

(193)

2014, No.231

193

(194)

2014, No.231 194

(195)

2014, No.231

195

(196)

2014, No.231 196

(197)

2014, No.231

197

(198)

2014, No.231 198

(199)

2014, No.231

199

(200)

2014, No.231 200

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan animasi interaktif yang dibuat merupakan jenis media edukasi dengan mengedepankan tema pendidikan dan memiliki tujuan sebagai sarana media perancangan

Setelah melaksanakan kegiatan PPL 1, praktikan praktikan memperoleh nilai tambah yang positif setelah melaksanakan kegiatan PPL 1 di SDN Purwoyoso 03, yaitu praktikan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan sumber informasi atau referensi bagi pembaca untuk mengembangkan dan memperkaya ilmu pengetahuan terkait

Analisis yang dilakukan pada penelitian tugas akhir ini ditujukan pada empat tahapan utama dalam pembangunan sistem, yakni seleksi kata, ekstraksi fitur, identifikasi

DKI Jakarta, Kab.Tangerang bagian utara, Kota Tangerang bagian utara, Kab.Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kab.Pandeglang bagian tengah, Kab.Lebak bagian tengah dan timur..

i- Perkataan bahasa Inggeris yang digunakan itu tidak i- Perkataan bahasa Inggeris yang digunakan itu tidak pernah dipinjam/diserap ke dalam bahasa Melayu.. pernah dipinjam/diserap

 Sebagian besar absorpsi dalam usus besar terjadi pada pertengahan proksimal kolon → kolon pengabsorpsi  Kolon bagian distal pada prinsipnya berfungsi sebagai tempat

Dalam dunia perbankan, khususnya perbankan syariah, alasan secara ekonomis mengapa terdapat keinginan Bank Umum Konvensional melakukan pemisahan Unit Usaha Syariah