• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berita Acara Sidang I Perkara 70 PUU X 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Berita Acara Sidang I Perkara 70 PUU X 2012"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

MAHKAMAH KONSTITUSI

REPUBLIK INDONESIA

---BERITA ACARA PERSIDANGAN

PERKARA NOMOR 70/PUU-X/2012

PERIHAL

PENGUJIAN UNDANG-UNDANG

NOMOR 29 TAHUN 2007 TENTANG PEMERINTAHAN

DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA SEBAGAI

IBUKOTA NEGARA KESATUAN REPUBLIK

INDONESIA TERHADAP UUD 1945

ACARA

PEMERIKSAAN PENDAHULUAN

(I)

J A K A R T A

(2)

BERITA ACARA PERSIDANGAN Nomor 70/PUU-X/2012

Sidang Panel Pemeriksaan Pendahuluan Mahkamah Konstitusi yang mengadili

pada tingkat pertama dan terakhir yang bersidang di gedung yang telah ditentukan untuk

itu di Gedung Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Jalan Medan Merdeka Barat

Nomor 6, Jakarta Pusat, pada:

hari Jumat, tanggal 20 Juli 2012 pukul 09:54-10:24 WIB

dalam perkara Pengujian Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan

Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia

terhadap Undang-Undang Dasar 1945, diajukan oleh:

Abdul Havid Permana, beralamat di Cipinang Asem RT/RW 005/004, Jakarta Timur; Mohammad Huda,beralamat di Rawamangun II Tengah RT/RW 003/006, Jakarta Timur; Satrio Fauzia Damardjati, beralamat di Karang Tengah RT/RW 005/003 Cilandak, Jakarta Selatan, yang ketiganya berdasarkan surat kuasa bertanggal 12 Juli 2012

memberi kuasa kepada i) Muhammad Sholeh, S.H.; ii) Imam Syafii, S,H.; iii) Iwan Prahara, S.H.; iv) Samuel Hendrik Pangemanan, S.H., S.E.; danv) Abdul Holil, S.H., advokat pada kantor hukum “Sholeh & Partners“ yang beralamat di Jalan Genteng

Muhammadiyah Nomor 2b, Surabaya, Jawa Timur, baik sendiri-sendiri maupun

bersama-sama bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa; untuk selanjutnya disebut sebagai

---PARA PEMOHON;

Susunan Majelis Hakim Pemeriksaan Pendahuluan:

1. Hamdan Zoelva --- Ketua;

2. Harjono --- Anggota;

3. Anwar Usman --- Anggota;

Mardian Wibowo --- Panitera Pengganti;

Setelah pihak-pihak dipanggil masuk ruang sidang, pada pukul 10:12 WIB sidang

dibuka oleh Ketua Majelis dan dinyatakan terbuka untuk umum. Ketua Majelis

menerangkan bahwa sidang hari ini adalah sidang pendahuluan untuk mendengarkan

permohonan para pemohon.

Pemohon prinsipal hadir, yaitu Mohammad Huda dan Abdul Havid Permana,

dengan didampingi oleh Iwan Prahara dan Samuel Hendrik Pangemanan sebagai kuasa

(3)

Berikut ini pokok-pokok permohonan para Pemohon sebagaimana disampaikan

kuasa hukumnya.

 Kerugian faktual Pemohon adalah apabila ternyata Pemilukada DKI Jakarta dilaksanakan hingga putaran kedua maka akan menyedot anggaran APBD sekitar

Rp.200 miliar.

 Kerugian lain adalah, pelaksanaan putaran kedua akan kembali menyita waktu para Pemohon untuk hadir di TPS-TPS. Padahal berdasarkan undang-undang yang

mengatur Pemilukada, Pemilukada DKI Jakarta Tahun 2012 sebenarnya sudah selesai

dengan satu putaran, mengingat sudah ada pasangan calon peserta Pemilukada yang

mencapai lebih dari 30% suara.

 Dalam pemilihan Gubernur DKI putaran pertama terjadi tumpang tindih atau ketidakkonsistenan penerapan peraturan hukum oleh KPUD.

 KPUD DKI dalam pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta Tahun 2012 menerapkan dua undang-undang, yaitu UU Nomor 12 Tahun 2008 dan Undang-Undang Nomor 29

Tahun 2007. Peraturan dalam UU 29/2007 yang digunakan adalah Pasal 11 ayat (2);

sementara Pasal 11 ayat (3) menyatakan, “Penyelenggaraan pemilihan gubernur dan

wakil gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan

menurut persyaratan dan tata cara yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.”

 Petitum:

 Menyatakan Pasal 11 ayat (2) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Sebagai Ibu Kota Negara

Kesatuan Republik Indonesia bertentangan dengan Pasal 27 ayat (1), Pasal 28D

ayat (1), dan Pasal 28 ayat (2) UUD 1945.

 Menyatakan Pasal 11 ayat (2) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Sebagai Ibu Kota Negara

Kesatuan Republik Indonesia tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

 Memerintahkan pemuatan putusan ini dalam Berita Negara Republik Indonesia sebagaimana mestinya.

Atau apabila Mahkamah Konstitusi berpendapat lain, mohon keputusan yang

seadil-adilnya.

Terhadap permohonan para Pemohon yang telah disampaikan pokok-pokoknya,

Hakim Harjono memberikan catatan/nasihat perbaikan yang meminta agar para Pemohon

melakukan perbaikan permohonan sebagai berikut:

(4)

konstitusional yang didalilkan para Pemohon, yaitu hak konstitusional yang diatur

dalam Pasal 27, Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 28D ayat (2) UUD 1945.

 Merujuk pada Pasal 27 UUD 1945, agar dijelaskan diskriminasi yang bagaimana menurut para Pemohon diakibatkan oleh adanya pemilukada putaran kedua.

 Merujuk pada Pasal 28D ayat (1) UUD 1945, pengakuan apa yang diingkari atau dihilangkan oleh adanya Pasal 11 yang dimintakan pengujian.

Legal standing hanya untuk membuktikan secara prima facie bahwa hak-hak para Pemohon dirugikan oleh Pasal 11 ayat (2) UU 29/2007. Permohonan para Pemohon

mencampuradukkanlegal standingdengan pokok perkara, agar dipisah.

 Agar dijelaskan kaitan antaraquick count yang didalilkan para Pemohon denganlegal standingpara Pemohon.

Berikut ini pokok-pokok catatan/nasihat perbaikan yang disampaikan oleh Hakim

Anwar Usman.

 Agar dielaborasi lebih dalam alasan utama dalil para Pemohon mengenai inkonstitusionalitas Pasal 11 ayat (2) UU 29/2007.

 Agar dipertimbangkan mengenai keberadaan Pasal 11 ayat (1) UU 29/2007 jika Pasal 11 ayat (2) UUa quodibatalkan oleh Mahkamah.

Hakim Hamdan Zoelva memberikan catatan atau nasihat perbaikan yang pada

pokoknya sebagai berikut:

 Uraian mengenai legal standing para Pemohon cukup hingga poin 35 saja. Pada pokoknya cukup uraian mengenai adanya hak konstitusional para Pemohon, kemudian

hak konstitusional tersebut dirugikan oleh pasal yang mana.

 Mengenai pokok perkara, para Pemohon harus menunjukan alasan rasional yang tepat bahwa Pasal 11 ayat (2) UU 29/2007 bertentangan dengan tiga batu uji, yaitu Pasal 27

ayat (1), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 28I ayat (2) UUD 1945.

 Terdapat banyak perbedaan antara pengaturan pemerintahan DKI Jakarta dibandingkan dengan daerah lain. Terkait hal tersebut apa alasan para Pemohon

menilai hal tersebut inkonstitusional.

Terhadap nasihat perbaikan dari majelis hakim, para Pemohon menyatakan

menerima dan akan melakukan perbaikan. Selanjutnya Ketua Majelis menerangkan

bahwa untuk melakukan perbaikan permohonan, para Pemohon diberi kesempatan

melakukan perbaikan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari.

Setelah tidak ada lagi hal-hal yang disampaikan oleh para Pemohon maupun oleh

masing-masing Hakim Anggota, pada pukul 10:24 WIB Ketua Majelis menyatakan sidang

(5)

Demikian Berita Acara Sidang Pemeriksaan Pendahuluan ini dibuat dan

ditandatangani oleh Ketua Majelis dan Panitera Pengganti.

Panitera Pengganti, Ketua,

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai dengan amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia,

Perpindahan ibu kota Indonesia dari DKI Jakarta ke wilayah lain perlu mengubah UU No 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta sebagai

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia omor 4438); Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tenta 9 Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebag i Ibukota Negara..

Sesuai dengan amanat Pasal 25 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia,

Terhadap anggapan Pemohon … permohonan bahwa Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Jamina … Jamsostek dan Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang SJSN be … haruslah ditafsirkan menjadi

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18 ayat (4), “Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis.”

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 11 ayat (1), (2) dan (3) Undang- Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota

Undang-Undang Dasar 1945, dengan hal pembentukan Kabupaten Buton Utara, ibu kota berkedudukan di Buranga Pasal 7 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2007. Bahwa Pemohon dengan