BIODATA
Nama saya Putri Futiasih, lahir di Jakarta pada 16 Februari 1995. Anak pertama dari dua bersaudara, lahir dari pasangan suami istri, Bapak Sugeng Karwono dan Ibu Sumiyati. Ayah seorang petani sekaligus seorang mebeler, sedangkan ibu hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Saya mempunyai seorang adik laki-laki yang masih duduk di bangku SMP, Majid Dwi Tanoyo namanya.
Pada umur lima tahun, saya dan keluarga pindah ke Banjarnegara. Sekarang saya dan keluarga tinggal dan menetap di desa Kemranggon RT 01/RW 06, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, tempat asal ayah. Pernah bersekolah di TK Makarti Handayani Kemranggon, SDN 3 Kemranggon, SMPN 1 Susukan, dan SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto, sekarang sedang menempuh pendidikan S1 Teknik Telekomunikasi di Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto.
Saya sangat menyukai semua olahan yang terbuat dari pisang, ayam, dan semua masakan yang dibuat oleh ibuku kecuali olahan dari buncis, kacang panjang, jengkol, dan pete. Saya senang sekali membaca novel dan ingin sekali menjadi novelis atau scipt writer dan ingin sekali mempunyai film karya sendiri, dan sekaligus ingin menjadi seorang engineer.
Acara televisi favorit saya yaitu ISL (Indonesia Super League), My Trip My Advanture, dan MotoGP. Kenapa ISL ? karena saya suka menonton pertandingan sepak bola. Kesebelasan favoritku yaitu Arema Indonesia, sekarang Arema Cronus, dan pemain yang saya idolakan adalah Muhamed Ridhuan dan Noh Alam Shah, mantan pemain Arema Indonesia asal Singapura. Ingin sekali melihat langsung pertandingan sepak bola dan merasakan euforia di stadion bersama suporter-suporter yang lain, tetapi belum terpenuhi. Kenapa My Trip My Advanture ? karena saya ingin sekali menjelajahi keindahan yang berada di pelosok-pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke, menjelajah daratannya maupun alam bawah lautnya. Dan saya ingin sekali ke negara maju di Asia Tenggara, Singapura, ingin menjelajahi negara mungil tersebut dan ingin bertemu dengan Muhamed Ridhuan dan Noh Alam Shah. Dan rider MotoGP yang saya idolakan yaitu Valentino Rossi dari Italia karena prestasinya yang berkali-kali menjadi juara dunia.
TOKOH INSPIRASI
1. BOB SADINO
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.
Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.
Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”
Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Dari sini Bob menanjak. Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.
”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.
Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam.
Alasan :
Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri. Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.
Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks.
Setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang kita kira. Uang bukan yang nomor satu. Yang terpenting adalah kemauan, komitmen, berani mencari, menangkap peluang, dan bermimpi (mempunyai impian di masa depan) tentunya.
Mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan adalah yang utama bagi wirausahawan. Dengan sikap seperti itu, kita bisa meraih simpati dari pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri.
2. RANGGA UMARA
Sebelum menjadi sukses seperti sekarang, pria yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta ini, pernah memiliki sebuah buku catatan yang berisikan semua impian-impiannya, buku itu ia beri judul “The Magic of The Dream Book”. Salah satunya, Rangga menuliskan impiannya untuk memiliki rumah makan pada
sebuah catatan miliknya. Hingga dia merasa bahwa impian yang dituliskan hanyalah angan-angan belaka dan dia sempat melupakan sejenak mengenai catatannya tersebut.
Pada tahun 2006, Rangga dipecat dari pekerjaannya karena perusahaannya mengalami krisis keuangan. Ia lalu memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha. Karena berpikiran bahwa ia tidak ingin kena pecat lagi maka usaha pecel lele yang menjadi pilihannya ketika itu. Belajar dari pengalaman, pria berpenampilan resik tersebut menemukan solusi dari setiap permasalahan yang dialaminya dalam membangun usaha.
Awal karier memang tak semulus rencananya, tetapi Rangga tetap berjuang. Usaha yang awalnya hanya menyewa ruko berukuran 2x2 meter tersebut telah berkembang menjadi sebuah rumah makan modern yeng menyajikan makanan khas lele dengan total 63 cabang di Indonesia.
Pecel Lele Lela merupakan sebuah rumah makan yang menyajikan hidangan lele. Ikan tersebut diolah menjadi berbagai macam menu dengan sangat kreatif. Beberapa menu lele yang ditawarkan antara lain, Lele Fillet Goreng Tepung, Lele Original, serta Lele Saus Padang.
Harga yang dipatok untuk setiap menu tentulah sangat pas dengan isi kantong semua kalangan. Awalnya, usaha ini hanya bermodalkan Rp3 juta, kini omset usaha tersebut mencapai Rp7,8 miliar perbulan.
Dikelola dengan profesional, Pecel Lele Lela kini telah menjadi salah satu rumah makan yang terbilang sukses. Demi memanjakan pelanggannya, Pecel Lele Lela memberikan promosi, seperti makan gratis kepada orang yang berulang tahun, atau makan gratis selama seumur hidup kepada orang yang bernama Lela.
Kemudian, di saat Rangga mereguk manisnya sukses kala itu, dia kembali melihat catatan impian lamanya dan melihat bahwa salah satu impiannya telah menjadi kenyataan. Secara tidak sadar, apa yang Rangga impikan dan dituliskan ke dalam catatan tersebut telah menjadi kenyataan.
Semua pengalamannya tersebut serta keajaiban sebuah buku impian yang pernah dialaminya telah dituliskan ke dalam sebuah buku, agar semua orang dapat mendapatkan sebuah inspirasi dari seorang tukang pecel lele.
Kini, Rangga kembali melanjutkan impian-impian besarnya dengan membawa nama Pecel Lele Lela mengepakan sayapnya hingga ke seluruh dunia. Rangga berharap Lela yang merupakan sebuah singkatan dari "Lebih Laku" tersebut, menjadi sebesar McDonald ataupun KFC yang menjalar hingga seluruh dunia.
Tentunya dengan usaha yang keras, seperti kata Rangga, "Tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang tidak setinggi cita-citanya".
Alasan :
Bagi beberapa orang, memutuskan untuk berhenti dari sebuah perusahaan saat posisinya sudah nyaman mungkin adalah sebuah hal yang menakutkan. Bagaimana tidak, sulitnya mencari kerja ditambah dengan iklim industri dan bisnis yang tak menentu di negeri ini jelas membuat orang sebisa mungkin akan coba bertahan di sebuah perusahaan. Kalau pun ingin berhenti, ia akan mencoba sebisa mungkin mendapatkan penggantinya, baru ia berani resign.
Dan inilah cerita umum yang masih banyak terjadi pada kebanyakan pekerja di Indonesia. Namun bagi Rangga Umara, keputusannya untuk berhenti dari pekerjaan yang sudah nyaman justru merupakan sebuah harapan dan kesempatan besar untuk memulai hidup lebih baik lagi.
Dalam berbinis, dibidang kuliner khususnya, kita harus berani survive, berani membuat konsep yang berbeda, agar menimbulkan kesan atau pengalaman yang selalu diingat oleh semua orang (pelanggan) yang berkunjung digerai kita, dan untuk memotivasi tim kerja agar lebih semangat bekerja. Kebanyakan orang saat memulai usaha selalu berfikir negatif, maka hal negatiflah yang menghampiri. Berfikirlah positif agar hasilnya pun positif sesuai apa yang kita impikan. Jadi, jangan takut untuk bermimpi dan membuat catatan impian sejak dini, karena impian itulah yang menjadi tujuan kita. Kita harus mencintai apa yang kita lakukan karena dengan itu kita akan sampai pada tujuan kita, entah apa bisnis kita, selama kita bisa menikmati proses yang ada, dan berani berkomitmen dalam arti sabar menahan diri sampai kita sukses. Bisnis apapun akan sukses, tidak ada orang yang gagal, yang gagal hanya cara-caranya saja.
3. RIEZKA RAHMATIANA
Hanya butuh waktu 3 tahun untuk menjadi sukses, itulah yang terjadi dalam hidup Riezka Rahmatiana. Wanita kelahiran Lombok berusia 26 tahun ini. Di usia yang masih muda bisnisnya sudah meng-Indonesia. Melalui Justmine Pisang Ijo yang ditekuninya sejak 2007, kini ia telah memiliki 100 outlet yang telah tersebar di seluruh Indonesia dengan omset 300 jutaan.
Sukses itu membutuhkan perjuangan. Kerasnya tekad membawanya dari jeratan jatuh bangun bisnis yang pernah ditekuninya. Mulai dari usaha pulsa, laundry hingga warung makan adalah sederet cerita pahit kegagalannya. Baru di pertengahan tahun 2007, tabir sukses itu mulai tersingkap. “Awalnya saya mampir di sebuah restoran yang menjual es pisang ijo. Ternyata rasanya enak sekali. Lalu terpikir untuk mencoba bisnis jenis ini. Sayapun cari-cari resepnya dari internet, “ kisah Riezka.
Ternyata tak semudah yang dibayangkan. Membuat es pisang ijo yang mantab membutuhkan kepiawaian dan talenta yang tinggi. Ia butuh waktu berbulan-bulan untuk mempelajarinya setelah mengalami banyak trial and eror. “Alhamdulillah, setelah terlunta-lunta selama beberapa bulan itu, akhirnya saya menemukan resep yang manjur, saya pun langsung jualan dengan menggunakan sebuah etalase dipinggir jalan,” kenang mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini.
Lagi-lagi usahanya mendapat tantangan. Betapa tidak dalam sehari hanya ada lima porsi yang terjual dengan untung sekitar 5000 rupiah, “Tapi saya pantang menyerah, dengan modal seadanya yaitu 2 juta saya terus berjuang agar minuman yang saya buat laris manis. Ketekunan saya pun berbuah manis, perlahan bisnis saya mulai dikenal banyak orang. Omsetnya pun naik, “Diakhir pekan saya bisa meraup untung 1 juta rupiah,” bebernya.
Beberapa terobosan pun dilakukannya, bermula dari pengurusan izin usaha, bisnisnya pun makin berkibar dibawah bendera CV Ezka Giga Pratama dengan produk Justmine Pisang Ijo. Kini setelah 3 tahun berlalu, ia mampu memasarkan produknya hingga ke berbagai pelosok nusantara seperti Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Sulawesi, Purbalingga, Purwokerto, dan kota lainnya dengan jumlah 100 outlet beromset 300 jutaan per bulan.
Kesuksesan yang direguknya itu siapa sangka bermula dari proses jatuh bangun yang panjang. “Pertama kali saya usaha adalah jualan pulsa, kemudian buka laundry dan warung makan namun entah semuanya gagal. Saya pun membidik usaha lain berupa bisnis investasi. Ternyata saya malah hampir dibuat frustasi. Uang saya dan teman-teman sebesar 150 juta raib dibawa kabur,” kisah wanita pehobi jalan-jalan ini.
Tapi ia kemudian menemukan jalannya dari es Pisang Ijo Justmine ini. Berbagai penghargaan ia raih seperti Wirausaha Muda Mandiri 2008, UKM Terbaik Spirit Entrepreneur, Setia Adhikarya Mahasiswa, Pemuda Berprestasi 2010.
Alasan :
Jika ingin sukses, kita harus berani jatuh dan menerima semua konsekuensi yang akan terjadi nantinya, kita harus bisa menampilkan produk yang berbeda dengan yang dijual orang lain, harga yang sesuai dengan segmen yang dibidik, memilih lokasi yang tepat, serta melakukan promosi untuk memperkenalkan produknya. Dengan kata lain, kita harus menerapkan empat bauran pemasaran (4P) yaitu: Product, Price, Place, dan Promotion. Namun untuk bisa tampil bersaing dengan banyak sekali pemain di sektor ini, pelaku industri ini harus terus-menerus menggelar inovasi dan meluncurkan produk baru, serta mengemasnya secara menarik. Semangat pantang menyerah, tekun, dan terus berusaha, inovasi, dan kemitraan menjadi kunci sukses untuk mengembangkan bisnis.
PRESTASI
Inilah beberapa prestasi yang pernah saya raih sampai detik ini, baik di bidang akademik dan di bidang non akademik :
1. Juara 1 lomba ketrampilan tingkat SD sekecamatan Susukan (PRAMUKA). 2. Peserta Lomba Cerdas Cermat tingkat Kecamatan Susukan.
3. Peserta Khotmil Qur’an TPQ Nurul Hidayah tahun 2007.
4. Peserta Prakerin SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto terbaik sekandatel Purwokerto tahun 2011.
5. Memperoleh IPK (semester 1-4) > 3.00, dan masuk kelas Fast Track. Semoga IPK > 3.00 bisa bertahan bahkan meningkat tiap semesternya sampai lulus kuliah S1. Amin.
KELEBIHAN & KEKURANGAN
KELEBIHAN :
Dari hasil survei dari orang-orang terdekat, dapat disimpulkan bahwa kelebihan yang saya miliki antara lain :
1. Kreatif. 2. Sabar 3. Rajin. 4. Hemat. 5. Tanggungjawab. KEKURANGAN :
Dari hasil survei dari orang-orang terdekat, dapat disimpulkan bahwa kekurangan yang saya miliki antara lain :
1. Pemalu.
2. Kurang percaya diri. 3. Kadang orangnya malas. 4. Manja.
5. Egois.
6. Kadang pelupa.
Nah, menurut orang-orang terdekat saya, itulah kelebihan dan kekurangan yang saya miliki. Mungkin ada kelebihan dan kekurangan saya yang tidak saya ketahui dari teman-teman atau orang yang mengenal saya yang belum tercantum dalam list di atas, boleh kok kalian langsung menyampaikannya ke saya.
PETA IMPIAN
Keterangan :
1. Lulus kuliah S1 di semester 7 dengan nilai caumlaude.
2. Bekerja di perusahaan telekomunikasi, Telkom tbk. Tentunya. 3. Beli mobil sendiri.
4. Punya rumah sendiri.
5. Membangun rumah kontrakan/kos-kosan. 6. Menikah.
7. Membuat peternakan sapi. 8. Membangun Masjid. 9. Membuka restoran.
10. Berangkat Haji bersama keluarga.
11. Hidup bahagia dunia-akhirat dan ingin dikenang sebagai “Putri Futiasih Pengusaha Sukses di Berbagai Bidang”.