• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUBSIDI PERIKANAN KEBERLANJUTAN USAHA NELAYAN KECIL PEBANGUNAN PERIKANAN BERKELANJUTAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SUBSIDI PERIKANAN KEBERLANJUTAN USAHA NELAYAN KECIL PEBANGUNAN PERIKANAN BERKELANJUTAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

SUBSIDI PERIKANAN

KEBERLANJUTAN USAHA

NELAYAN KECIL

PEBANGUNAN PERIKANAN

BERKELANJUTAN

HARY CHRISTIJANTO

Ahli Madya Pengelola Produksi Perikanan Tangkap

Dit Pengelolaan SDI – DJPT

Workshop Perkembangan Perundingan

(2)

S U B S I D I

P E R I K A N A N

(3)

PENGERTIAN UMUM

▪ bantuan uang atau bentuk bantuan lainnya

kepada yayasan, perkumpulan, warga

negara dan pihak lain yang biasanya berasal

dari pihak pemerintah)

(

https://kbbi.web.id/subsidi

.

Oxford Dictionary of Economics

Pembayaran oleh pemerintah

kepada konsumen atau produsen

dalam rangka meningkatkan

perolehan konsumen atau produsen.

Subsidies on Countervailing

Measures Agreement, WTO

Adanya bantuan finansial

(pemerintah) dan keuntungan

(penerima)

a.Bantuan uang;

b.Insentif fiskal seperti potongan

pajak;

c. Bantuan penyediaan barang atau

jasa selain infrastruktur/pembelian

barang;

d.Membayarkan beban yang harus

dibayar badan privat/swasta.

(4)

Definisi Subsidi Perikanan

FAO

(E xperts

Meeting, 2002)

FISHE RIES SUBS IDIES are G overnment A C TIONS

or INA C TIONS that are specific to the fis heries

indus try, and that modifies (by increas ing or

decreas ing the potential profits by the indus try in

the short, medium or long terms

❑Subsidi adalah program atau aksi yang dilaksanakan pemerintah

yang potensial

menyebabkan perusahaan atau industri

meningkat keuntungannya pada jangka pendek, menengah atau

jangka panjang melebihi tingkat yang dicapai bila tanpa

program/aksi Pemerintah tersebut (Schrank & Keithly, 1999;

FAO, 2003)

(5)

Definisi Subsidi Perikanan

FAO

(E xperts

Meeting,

2002)

FISHE RIE S SUBS IDIES are G overnment A C TIONS or INA C TIONS that

are specific to the fisheries indus try, and that modifies (by increas ing

or decreas ing the potential profits by the indus try in the short,

medium or long terms

❑Subsidi adalah program atau aksi yang dilaksanakan pemerintah yang potensial

menyebabkan perusahaan atau industri meningkat keuntungannya pada jangka pendek,

menengah atau jangka panjang melebihi tingkat yang dicapai bila tanpa program/aksi

Pemerintah tersebut (Schrank & Keithly, 1999; FAO, 2003)

(6)

Jenis-Jenis Subsidi Perikanan

(7)

MANDAT

Doha Ministerial

Declaration 2001, para

31-33

In the context of these

negotiations, participants

shall also aim to clarify and

improve WTO disciplines on

fisheries subsidies, taking

into account the importance

of this sector to developing

countries.

Hongkong Ministerial

Declaration 2005, para

9-11

“…..strengthen disciplines

on subsidies in the

fisheries sector, including

through the prohibition of

certain forms of fisheries

subsidies that contribute to

overcapacity and

(8)

NOTIFIKASI

SUBSIDI INDONESIA

1. NATIONAL FISH LOGISTIC DYSTEM (SLIN)

2015-2018 – Rp. 413,5 Milyar

2. THE EMPOWERMENT OF COMMUNITY SALT COMPANIES PROGRAM (PUGAR)

2014

– Rp. 113 Milyar

3. THE DEVELOPMENT OF COMMUNITY SALT CIMPANIES PROGRAM (PUGAR)

2015-Skrg – Rp. 342 Milyar

4. THE FISHING SHIP VESSEL CONTRUCTION PRGRAM (INKAMINA)

2015-2018 – Rp. 550 Milyar

5. THE RURAL BUSSINES DEVELOPMENT PROGRAM (PUMP)

2011-2013 – Rp. 1370 Milyar

(9)

BEBERAPA BENTUK BANTUAN PEMERINTAH

KAPAL

PERIKANAN

PENGGANTIAN

API

PREMI

ASURANSI

NELAYAN

LAIN-LAIN

BBM

ENERGI

KUR

BENGKEL

SERTIFIKASI

HAK ATAS

TANAH

NELAYAN

(10)

K E B E R L A N J U T A N

U S A H A

N E L A Y A N K E C I L

(11)

KARAKTERISTIK NELAYAN

Mayoritas Usia Produktif

Tingkat Pendidikan Relatif

Rendah

Rawan Miskin

Akses Pangan

Rendah

Perlindungan Sosial Masih

Minim

Akses Kredit Rendah

Rendahnya

Keanggotaan Koperasi

Penggunaan

Teknologi Rendah

(12)

Nelayan Kecil

Nelayan Tradisional

Nelayan Buruh

Nelayan Pemilik

Nelayan yang melakukan

penangkapan ikan untuk

memenuhi kebutuhan

hidup sehari-hari, baik

yang tidak

menggunakan kapal

penangkap ikan maupun

yang menggunakan

kapal penangkap ikan

berukuran paling besar

10 (GT)

Nelayan yang melakukan

penangkapan ikan di

perairan yang

merupakan hak

perikanan tradisional

yang telah dimanfaatkan

secara turun-temurun

sesuai dengan budaya

dan kearifan lokal

Nelayan yang

menyediakan

tenaganya yang turut

serta dalam usaha

penangkapan ikan

Nelayan yang memiliki

kapal penangkap ikan

yang digunakan dalam

usaha penangkapan ikan

dan secara aktif

melakukan penangkapan

Ikan

Nelayan

adalah Setiap Orang yang mata pencahariannya melakukan

Penangkapan Ikan.

UNDANG-UNDANG NO. 7 TAHUN 2016 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN NELAYAN,

PEMBUDI DAYA IKAN DAN PETAMBAK GARAM

Perlindungan Nelayan

adalah

segala upaya untuk membantu Nelayan dalam menghadapi permas alahan kes ulitan

melakukan Usaha Perikanan.

Pemberdayaan Nelayan

adalah segala upaya untuk meningkatkan kemampuan Nelayanuntuk melaksanakan

Usaha Perikanan secara lebih baik.

Pemerintah Pus at dan Pemerintah Daerah

ses uai dengan kewenangannya bertanggung jawab atas Perlindungan

dan Pemberdayaan Nelayan.

Masyarakat

dapat berpartisipas i dalam penyelenggaraan Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan (secara

pers eorangan dan/atau Berkelompok)

NELAYAN (2018)

LAUT: 1.685.018

PD: 326.437

TOTAL: 2.011.456

(13)

ARAH KEBIJAKAN PENINGKATAN KAPASITAS USAHA NELAYAN

Pemberian Identitas

Nelayan:

Pengakuan nelayan

Penguatan

Kelembagaan dan

Perlindungan

Nelayan:

Membentuk KUB dan

Koperasi serta

asuransi kecelakaan

sebagai profesi melalui bagi profesi nelayan

Kartu KUSUKA sebagai

instrumen harmonisasi

kebijakan dan

pendataan

Akses Permodalan:

Melalui lembaga

keuangan (Bank dan

non-Bank)

Pengembangan &

Diversifikasi Usaha :

Peningkatan

keterampilan,

kompetensi, inovasi

dan pengembangan

MPA yang melibatkan

anggota keluarga

(istri/suami/anak

nelayan)

Interkoneksi

dengan industri/

dunia usaha:

Bekerja sama

dengan pihak

swasta/BUMN

melalui kemitraan

usaha

NELAYAN

SEJAHTERA

PEMBERDAYAAN NELAYAN MELALUI

PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

STRATEGI KEBERLANJUTAN

USAHA NELAYAN

(14)

PELAKSANAAN STRATEGI

KUSUKA

KUB - KOPERASI

2519 KUB (2019)

AS-NEL

150 PREMI(2019)

FASILITASI

2337 Nel (2019)

SeHAT NEL

9748 Stf (2019)

Status Data :

Cetak

: 70.024

Valid

: 673.897

Ubah

: 3.105

Belum Valid: 34.585

Draft

: 223.788

Data

(med) JULI 2020

1.005.399 nelayan

https://satudata.kkp.go.id/dashboard_kusuka

Bentuk Kegiatan :

1. Bim Teknis Nelayan

2. Koord Pembinaan KUB

(pusat/prov/kab/kota)

3. Pendampingan akses

BSPI & infotek

penunjang operasional

dan skala usaha

4. Forum KUB

5. Up Scale jadi Koperasi

1.

Terdaftar KUSUKA

2.

Usia mak 65 thn

3.

KPI maks 10 (GT)

4.

Non API terlarang

5.

Diutamakan blm jadi

penerima

6.

Mematuhi ketentuan

Sertifikasi Hak Atas Tanah (SeHAT)

Nelayan

dimak

sudkan

untuk

memberikan kepastian hukum hak

atas tanah nelayan dan

pelaku

usaha

penangkapan

ikan,

mengubah

predikat modal pasif

(liquid capital) menjadi modal aktif

(active

capital),

yang

dapat

didayagunakan sebagai jaminan

memperoleh

kredit

lembaga

keuangan (bank dan non bank)

90.052 Stf (2015-2019)

KUR (7% PA)

LPMUKP (7% PA)

(15)

PENGEMBANGAN &DIVERSIFIKASI

PENATAAN KAMPUNG NELAYAN

Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan

merupakan kegiatan perluasan dan penganekaragaman

usaha nelayan dan/atau keluarganya untuk meningkatkan

nilai tambah usaha nelayan dan sebagai upaya menghindari

ketergantungan pada ketunggalan usaha nelayan

1. Mata pencaharian kepala keluarga di lokasi minimal 60% nelayan

2. Berada dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota yang sama dengan lokasi

Sentra Nelayan (Pelabuhan Perikanan)

3. Terdapat kelembagaan nelayan yang sudah terbentuk (KUB/Koperasi

Nelayan)

4. Memiliki aksesibilitas ke lokasi (transportasi dan jaringan komunikasi)

5. Adanya dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamata dan

Desa/Kelurahan

(16)

P E M B A N G U N A N

P E R I K A N A N

(17)

POTENSI SUMBER DAYA IKAN

Kepmen KP No. 50 Tahun 2017: Estimasi

Potensi, JTB dan Tingkat Pemanfaatan SDI

di WPPNRI

I ka n Pe l a gi s Ke ci l I ka n Pe l a gi s Be s a r I ka n De me rs a l I ka n Ka ra ng Uda ng

Pe na e i d Lobs te r Ke pi ti ng Ra junga n Cumi -cumi Juml a h WPP 571 Pote ns i 99.865 64.444 145.495 20.030 59.455 673 12.829 13.614 9.038 425.444 JTB 79.892 51.556 116.396 16.024 47.564 539 10.263 10.891 7.230 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 0,83 0,52 0,33 0,34 1,59 1,30 1,00 0,93 0,62 WPP 572 Pote ns i 527.029 276.755 362.005 40.570 8.023 1.483 9.543 989 14.579 1.240.975 JTB 421.623 221.404 289.604 32.456 6.418 1.186 7.634 791 11.663 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 0,50 0,95 0,57 0,33 1,53 0,93 0,18 0,49 0,39 WPP 573 Pote ns i 630.521 586.128 7.902 22.045 7.340 970 526 3.913 8.195 1.267.540 JTB 504.417 468.902 6.322 17.636 5.872 776 421 3.130 6.556 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 1,50 1,06 0,39 1,09 1,70 0,61 0,28 0,98 1,11 WPP 711 Pote ns i 330.284 185.855 131.070 20.625 62.342 1.421 2.318 9.711 23.499 767.126 JTB 264.227 148.684 104.856 16.500 49.873 1.137 1.854 7.769 18.799 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 1,41 0,93 0,61 1,53 0,53 0,54 1,09 1,18 1,84 WPP 712 Pote ns i 364.663 72.812 657.525 29.951 57.965 989 7.664 23.508 126.554 1.341.632 JTB 291.730 58.250 526.020 23.961 46.372 791 6.131 18.806 101.244 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 0,38 0,63 0,83 1,22 1,11 1,36 0,70 0,65 2,02 WPP 713 Pote ns i 208.414 645.058 252.869 19.856 30.404 927 4.347 5.463 10.519 1.177.857 JTB 166.731 516.046 202.295 15.885 24.324 742 3.477 4.370 8.415 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 1,23 1,13 0,96 1,27 0,52 1,40 0,83 0,73 1,19 WPP 714 Pote ns i 165.944 304.293 98.010 145.530 3.180 724 1.145 1.669 68.444 788.939 JTB 132.755 243.435 78.408 116.424 2.544 579 916 1.335 54.755 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 0,44 0,78 0,58 0,76 0,39 1,73 1,55 0,77 1,00 WPP 715 Pote ns i 555.982 31.659 325.080 310.866 6.436 846 891 495 10.272 1.242.526 JTB 444.786 25.327 260.064 248.693 5.149 677 712 396 8.217 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 0,88 0,97 0,22 0,34 0,78 1,32 1,19 0,98 1,86 WPP 716 Pote ns i 332.635 181.491 36.142 34.440 7.945 894 2.196 294 1.103 597.139 JTB 266.108 145.193 28.914 27.552 6.356 715 1.756 235 883 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 0,48 0,63 0,45 1,45 0,50 0,75 0,38 0,50 1,42 WPP 717 Pote ns i 829.188 65.935 131.675 15.016 9.150 1.044 489 58 2.140 1.054.695 JTB 663.350 52.748 105.340 12.013 7.320 835 391 46 1.712 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 0,70 1,00 0,39 0,91 0,46 1,04 0,87 1,21 1,09 WPP 718 Pote ns i 836.973 818.870 876.722 29.485 62.842 1.187 1.498 775 9.212 2.637.565 JTB 669.579 655.096 701.378 23.588 50.274 950 1.198 620 7.370 Ti ngka t pe ma nfa a ta n 0,51 0,99 0,67 1,07 0,86 0,97 0,85 0,77 1,28 Juml a h 4.881.498 3.233.299 3.024.496 688.414 315.082 11.159 43.444 60.489 283.556 12.541.436

La

ut

Ba

nd

a

Tel

uk

To

m

in

i

-La

ut

Ser

am

La

ut

Su

la

w

es

i

Sa

m

ud

er

a

Pa

sif

ik

La

ut

Ar

af

ur

a

-

La

ut

Ti

m

or

Wi l a ya h Pe nge l ol a a n Pe ri ka na n

Sel

at

M

al

ak

a

Sa

m

ud

er

a

Hi

nd

ia

La

ut

Ci

na

Sel

ata

n

La

ut

Ja

w

a

Sel

at

M

ak

as

sa

r

- L

au

t

Fl

or

es

2017

2015

2013

2011

2001

1999

1997

12,54

6,

19

6,

4

6,

41

6,

52

7,3

1

9,

93

(18)

18

WPPNRI

Multi-gears

Multi-species

Multi-habitat

Multi-stakeholders

Potensi SDI

Estimasi Potensi, JTB,

dan Tingkat

Pemanfaatan SDI di

masing-masing WPP

Tata Kelola

Berdasarkan estimasi

potensi tersebut perlu

untuk dikelola dengan

dukungan dat adan

informasi

RPP

RPP disusun dari aspirasi

semua stakeholders sesuai

perannya masing-masing

Wadah

Perlu wadah koordinasi &

sinergi pengelolaan

perikanan di masing-masing

WPPNRI

LPP WPPNRI

Wadah koordinasi &

sinergi stakeholders

sesuai kewenangannya

ATP

Arah Tindakan Pengelolaan

Permen KP No 33/PERMEN-KP/2019 Tentang OTK LPP WPPNRI

PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN

BERKELANJUTAN BERBASIS WPPNRI

Tujuan:“Optimalisasi Pengelolaan Perikanan”

Permen KP No. 18 tahun 2014 tentang WPPNRI

(19)

Rencana Pengelolaan Perikanan berbasis WPPNRI

a.

WPPNRI 571 : Kepmen KP No. 75/KEPMEN-KP/2016

b. WPPNRI 572 : Kepmen KP No. 76/KEPMEN-KP/2016

c.

WPPNRI 573 : Kepmen KP No. 77/KEPMEN-KP/2016

d. WPPNRI 711 : Kepmen KP No. 78/KEPMEN-KP/2016

e.

WPPNRI 712 : Kepmen KP No. 79/KEPMEN-KP/2016

f.

WPPNRI 713 : Kepmen KP No. 80/KEPMEN-KP/2016

g.

WPPNRI 714 : Kepmen KP No. 81/KEPMEN-KP/2016

h. WPPNRI 715 : Kepmen KP No. 82/KEPMEN-KP/2016

i.

WPPNRI 716 : Kepmen KP No. 83/KEPMEN-KP/2016

j.

WPPNRI 717 : Kepmen KP No. 84/KEPMEN-KP/2016

k. WPPNRI 718 : Kepmen KP No. 54 /KEPMEN-KP/2014

(Reviu tahun 2019)

1

9

No

WPP

NRI

Kelompok Jenis Ikan Prioritas

1

571

udan

g

pelagis kecil

-

Rajungan,

2

572

TCT

-

pelagis kecil

demersal

lobster

3

573

TCT

-

pelagis kecil

demersal Lemuru, lobster

4

711

-

pelagis kecil

demersal

Rajungan

5

712

-

pelagis kecil

demersal

Rajungan,

Kepiting,

6

713

TCT

-

pelagis kecil

demersal

Rajungan, Ikan

Terbang, ikan

karang

7

714

TCT

-

pelagis kecil

demersal

8

715

TCT

-

pelagis kecil, demersal

ikan karang,

Ikan Terbang

9

716

TCT

-

pelagis kecil

demersal

-10

717

TCT

-

pelagis kecil

demersal

-11

718

udan

g

-

demersal

Ikan Terbang,

Lobster

Rencana Pengelolaan Perikanan berbasis Spesies

a. Rajungan

:

Kepmen KP No. 70/KEPMEN-KP/2016

b. Lemuru : Kepmen KP No. 68/KEPMEN-KP/2016

c. Ikan Terbang : Kepmen KP No. 69/KEPMEN-KP/2016

d. Tuna Cakalang Tongkol : Kepmen KP No.

107/KEPMEN-KP/2015

e. Draft RPP Kakap dan Kerapu

Harvest Strategy

a.

Rajungan di WPPNRI 712 (soon)

b. Kakap di WPPNRI 713 dan 715 (soon)

c.

Kerapu di WPPNRI 713 dan 715 (soon)

d. Pelagis Kecil di WPPNRI 715 (soon)

e.

Tuna di Perairan Kepulauan (soon)

(20)

Penguatan fungsi

pengendalian, a.l. melalui

E-Logbook dan observer on

board

Pengintegrasian bisnis

proses pembangunan

perikanan tangkap dalam

basis WPP

FOKUS

Andon Penangkapan Ikan (PERMEN KP No

36/2014)

– Koordinasi antar provinsi

– Mekanisme perizinan andon

Penangkapan Ikan di WPPNRI 714 (PERMEN

KP No 4/2015)

‒ Kriteria nelayan yang diperbolehkan

menangkap ikan sepanjang tahun di

wilayah yang dilarang

‒ Stock assessment madidihang

Usaha Perikanan Tangkap di Laut Lepas

(PERMEN KP No. 12/2012)

– Mekanisme sistem perizinan nasional

dalam mengakomodasi ketentuan RFMO

Transshipment (PERMEN KP No 57/2014)

– Mekanisme fungsi pendataan melalui

e-logbook, observer on board, dan kemitraan

RENCANA AKSI (REVIU REGULASI)

FOKUS DAN OPTIMALIASAI - PENGELOLAAN SDI DI WPP & LAUT LEPAS

Rumpon (PERMEN KP No 26/2014)

– Pendataan Rumpon

– Alokasi & Perizinan Rumpon

Alokasi SDI tiap Jenis Kelompok SDI di

setiap WPP (Pusat & Daerah)

– Prinsip: Keberlanjutan, Keadilan,

Peningkatan Kepatuhan Sosial

– Harvest Strategy untuk kelompok

komoditas yang sudah bisa dikelola

OPTIMALISASI PEMANFAATAN SDI

Pemanfaatan ZEE & Laut Lepas

– Alokasi & Pemanfafatan Kuota

– RAN Natuna: Pemanfaatan ZEE

Kapasitas Pengangkutan Ikan

– Menghitung Kebutuhan kapal Angkut untuk

Supply Industri Perikanan & Peningkatan

Kualitas Hasil Tangkapan

Penataan Rumpon & Nelayan Andon

– Pendataan, Alokasi & Perizinan Rumpon

– Kemudahan mekanisme andon

Perbaikan Sistem Pendataan Dalam Rangka

Penguatan Fungsi Pengendalian

(Traceability)

– Standarisasi Metodologi dan Sistem

Sampling (Puriskan dan Pusdatin)

– Pengembangan DSS: Termasuk untuk

Menghitung Alokasi SDI

– Pengembangan e-logbook & Observer

– Bekerjasama dengan Pemda untuk

Updating Jumlah Armada Real time:

Simkada, Sipalkah

1. Pemanfaatan Peluang

Penangkapan Ikan Tuna

di ZEE dan Laut Lepas

2. Peningkatan landed tuna

product dalam bentuk

fresh yang siap ekspor.

3. Percepatan penyelesaian

Fisheries Improvement

Program (FIP) yang

sedang berjalan dalam

rangka proses

mendapatkan sertifikasi

MSC Eco-label untuk

komoditas perikanan

tuna,

4. Replikasi Program

sertifikasi produk a.l. FAIR

TRADE, khususnya untuk

peningkatan nilai produk

hasil tangkapan nelayan

skala kecil (< 30 GT).

5. Penguatan pemanfaatan

perikanan tuna oleh

nelayan skala kecil.

OPTIMALISASI

PELUANG PERIKANAN

TUNA

(21)

PLATFORM PENGELOLAAN SDI (WEB BASIS)

NEXT

(22)

Sustainable

Fisheries

Biomassa

/Stok Ikan

Mortalitas

Alami

Mortalitas

Penangkapan

Growth

and New

Recruit

Un-Sustainable

Fisheries

Biomassa

/Stok Ikan

Mortalitas

Alami

Mortalitas

Penang-kapan

Growth &

New Recruit

OVERCAPACITY

Biomasa

/Stok Ikan

OVERFISHED

CAUSE BY

OVERFISHING

OVERFISHING

STOCK OVERFISHED

OVERCAPACITY

P E N U T U P

(23)

P E N U T U P

(24)

DIREKTORAT PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP

©2020

Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Jakarta Pusat 10110

Gedung Mina Bahari II Lantai 14

Referensi

Dokumen terkait

Faktor- faktor yang mempengaruhi keharmonisan commuter family pada keluarga I dan II adalah kedekatan pada keluarga yaitu pasangan selalu bertanya kepada orang tua (keluarga

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Zaenal Arifin S dkk (2010) menyatakan bahwa karakteristik individu berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan, I Gde

menimbulkan terjadinya PaCO2 arteri kurang dari 35 mmHg, ph lebih dari dari 7,45. keadaan ini dapat disebabkan oleh karna adanya hiperventilasi, kecemasan, emboli paru-paru ,

Dimana alat yang dirancang menggunakan mikropengendali Arduino Uno digunakan untuk menghidupakan buzzer sebagai alarm pintu secara otomatis dan dapat membuka dan menutup pintu,

Sekiranya produk bercampur atau diproses dengan bahan-bahan lain, atau sesuatu pembaikan dilakukan, pernyataan di dalam helaian data keselamatan ini tidak boleh diguna pakai

Seberapa besar pengaruh informasi laba akuntansi, arus kas dan komponen arus kas terhadap harga saham perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi subsektor

digunakan untuk mendeteksi gizi buruk adalah berat badan menurut umur (BB/U) dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dengan ambang batas memakai standar deviasi unit

1 Mengelola Data Master 2 Mengelola Data Transaksi 3 Mengelola Laporan 1.1 Mengelola Data Jabatan 1.2 Mengelola Data Unit Kerja 1.3 Mengola Data Pegawai 1.4 Mengelola Data Lokasi