1 1
kualitas lingkungan bagi penyedia dan pengguna jasa,
kualitas lingkungan bagi penyedia dan pengguna jasa,
diperlukan
laboratorium
lingkungan
yang
memenuhi
diperlukan
laboratorium
lingkungan
yang
memenuhi
persyaratan kompetensi;
persyaratan kompetensi;
b.
b.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9
dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian
Urusan
Pemerintahan,
antara
Pemerintah,
Pembagian
Urusan
Pemerintahan,
antara
Pemerintah,
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara
Kabupaten/Kota, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup tentang Laboratorium Lingkungan;
Lingkungan Hidup tentang Laboratorium Lingkungan;
Mengingat:
Mengingat: 1.
1. Undang-Undang Nomor
Undang-Undang Nomor 23 Tahun
23 Tahun 1997 tentang
1997 tentang Pengelolaan
Pengelolaan
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3699);
Indonesia Nomor 3699);
2.
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999
Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999
Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3821);
Nomor 3821);
3.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang
Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang
Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun
Tahun 2000
2000 Nomor
Nomor 199,
199, Tambahan
Tambahan Lembaran
Lembaran Negara
Negara Republik
Republik
Indonesia Nomor 4020);
Indonesia Nomor 4020);
4.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang
Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 153,
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 153,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4161);
4161);
5.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran
Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
6.
6. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,
Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,
Tugas, Fungsi,
Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi
Susunan Organisasi dan Tata
dan Tata Kerja Kementerian
Kerja Kementerian
Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali
Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun
diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun
2006;
2006;
7.
7. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun
2006 tentang Pedoman Umum Standardisasi Kompetensi
2006 tentang Pedoman Umum Standardisasi Kompetensi
Personil dan Lembaga Jasa Lingkungan;
Personil dan Lembaga Jasa Lingkungan;
MEMUTUSKAN:
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
Menetapkan :
: PERATURAN
PERATURAN
MENTERI
MENTERI
NEGARA
NEGARA
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN
HIDUP
HIDUP
TENTANG LABOR
TENTANG LABORATORIUM LINGKUNGAN.
ATORIUM LINGKUNGAN.
Pasal 1
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.
1. Laboratorium lingkungan adalah laboratorium yang mempunyai sertifikat
Laboratorium lingkungan adalah laboratorium yang mempunyai sertifikat
akreditasi laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan dan
akreditasi laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan dan
mempunyai identitas registrasi.
mempunyai identitas registrasi.
2.
2. Pengujian parameter kualitas lingkungan yang selanjutnya disebut pengujian
Pengujian parameter kualitas lingkungan yang selanjutnya disebut pengujian
adalah suatu kegiatan teknis yang terdiri atas penetapan dan penentuan
adalah suatu kegiatan teknis yang terdiri atas penetapan dan penentuan
satu sifat atau lebih parameter kualitas lingkungan sesuai dengan prosedur
satu sifat atau lebih parameter kualitas lingkungan sesuai dengan prosedur
yang telah ditetapkan.
yang telah ditetapkan.
3.
3. Registrasi adalah rangkaian kegiatan pendaftaran dan dokumentasi terhadap
Registrasi adalah rangkaian kegiatan pendaftaran dan dokumentasi terhadap
laboratorium yang telah terakreditasi untuk mendapatkan pengakuan
laboratorium yang telah terakreditasi untuk mendapatkan pengakuan
sebagai laboratorium lingkungan.
sebagai laboratorium lingkungan.
4.
4. Akreditasi adalah rangkaian kegiatan pengakuan formal oleh lembaga
Akreditasi adalah rangkaian kegiatan pengakuan formal oleh lembaga
akreditasi yang menyatakan bahwa suatu lembaga/laboratorium telah
akreditasi yang menyatakan bahwa suatu lembaga/laboratorium telah
memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan s
memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan s ertifikasi tertentu.
ertifikasi tertentu.
5.
5. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang pengelolaan lingkungan hidup.
bidang pengelolaan lingkungan hidup.
6.
6. Gubernur adalah Kepala Daerah Provinsi.
Gubernur adalah Kepala Daerah Provinsi.
Pasal 2
Pasal 2
Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:
Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:
a.
a. Menjamin akuntabilitas jasa pengujian parameter kualitas lingkungan bagi
Menjamin akuntabilitas jasa pengujian parameter kualitas lingkungan bagi
penyedia dan pengguna jasa;
penyedia dan pengguna jasa;
b.
b. memberi pedoman bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas
memberi pedoman bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas
laboratorium diwilayahnya; dan
laboratorium diwilayahnya; dan
c.
c. memberi pedoman bagi laboratorium untuk menjadi laboratorium
memberi pedoman bagi laboratorium untuk menjadi laboratorium
lingkungan.
lingkungan.
Pasal 3
Pasal 3
Pengujian yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan digunakan untuk
Pengujian yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan digunakan untuk
mendukung pengelolaan lingkungan hidup
mendukung pengelolaan lingkungan hidup
Pasal 4
Pasal 4
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
(2)
(2) Masa berlaku
Masa berlaku identitas registrasi
identitas registrasi sebagaimana dimaksud
sebagaimana dimaksud pada ayat
pada ayat (1)
(1)
huruf
huruf b
b disesuaikan
disesuaikan dengan
dengan masa b
masa berlaku sert
erlaku sertifikat
ifikat akreditasi
akreditasi dan
dan dapat
dapat
diperbaharui.
diperbaharui.
(3)
(3)
Untuk mendapatkan sertifikat akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat
Untuk mendapatkan sertifikat akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a, laboratorium harus memenuhi:
(1) huruf a, laboratorium harus memenuhi:
a.
a. ISO/IEC 17025 edisi termutakhir tentang persyaratan umum
ISO/IEC 17025 edisi termutakhir tentang persyaratan umum
kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi; dan
kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi; dan
b.
b. persyaratan tambahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang
persyaratan tambahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Peraturan Menteri ini.
Pasal 5
Pasal 5
(1)
(1)
Laboratorium yang telah memiliki sertifikat akreditasi sebagaimana
Laboratorium yang telah memiliki sertifikat akreditasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a mengajukan permohonan
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a mengajukan permohonan
registrasi kompetensi ke Menteri.
registrasi kompetensi ke Menteri.
(2)
(2) Pemohon mengisi formulir permohonan registrasi dengan menggunakan
Pemohon mengisi formulir permohonan registrasi dengan menggunakan
format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian
format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari Peraturan M
yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
enteri ini.
(3)
(3) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilengkapi dengan
Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilengkapi dengan
salinan sertifikat akreditasi dan lam
salinan sertifikat akreditasi dan lampiran lingkup akreditasi.
piran lingkup akreditasi.
(4)
(4) Menteri melakukan pemeriksaan administrasi terhadap kelengkapan
Menteri melakukan pemeriksaan administrasi terhadap kelengkapan
permohonan registrasi.
permohonan registrasi.
(5)
(5) Menteri menerbitkan identitas registrasi paling lama 30 (tiga puluh) hari
Menteri menerbitkan identitas registrasi paling lama 30 (tiga puluh) hari
kerja terhitung sejak diterimanya permohonan registrasi secara lengkap.
kerja terhitung sejak diterimanya permohonan registrasi secara lengkap.
(6)
(6) Dalam hal identitas registrasi tidak diterbitkan dalam jangka waktu
Dalam hal identitas registrasi tidak diterbitkan dalam jangka waktu
sebagaimana dimaksud pada ayat (5), permohonan sebagaimana dimaksud
sebagaimana dimaksud pada ayat (5), permohonan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dianggap dise
pada ayat (1) dianggap disetujui.
tujui.
Pasal 6
Pasal 6
(1)
(1)
Menteri menyediakan informasi publik mengenai laboratorium lingkungan
Menteri menyediakan informasi publik mengenai laboratorium lingkungan
teregistrasi.
teregistrasi.
(2)
(2)
Informasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit
Informasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit
memuat:
memuat:
a.
a. nomor dan tanggal registrasi;
nomor dan tanggal registrasi;
b.
b. nama dan alamat lengkap;
nama dan alamat lengkap;
c.
c. penanggungjawab laboratorium; dan
penanggungjawab laboratorium; dan
d.
d. daftar lingkup pengujian parameter kualitas lingkungan yang
daftar lingkup pengujian parameter kualitas lingkungan yang
teregistrasi.
teregistrasi.
Pasal 7
Pasal 7
(1)
(1)
Kompetensi laboratorium lingkungan berlaku nasional.
Kompetensi laboratorium lingkungan berlaku nasional.
(2)
(2)
Dalam hal t
Dalam
hal tidak
idak ada
ada laboratorium
laboratorium lingkungan
lingkungan
yang
yang dapat
dapat melakukan
melakukan
pengujian parameter tertentu, Menteri dapat menunjuk laboratorium
pengujian parameter tertentu, Menteri dapat menunjuk laboratorium
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Pasal 8
Pasal 8
(1)
(1)
Gubernur dapat menunjuk laboratorium untuk pengelolaan lingkungan
Gubernur dapat menunjuk laboratorium untuk pengelolaan lingkungan
hidup di daerahnya.
hidup di daerahnya.
(2)
(2)
Laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi
Laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi
persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).
persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).
(3)
(3)
Penunjukan laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai
Penunjukan laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai
berlaku sejak ditetapkan sampai dengan masa berlaku sertifikat akreditasi
berlaku sejak ditetapkan sampai dengan masa berlaku sertifikat akreditasi
laboratorium yang bersangkutan berakhir.
laboratorium yang bersangkutan berakhir.
Pasal 9
Pasal 9
(1)
(1) Bupati/walikota menyediakan laboratorium untuk mendukung pengelolaan
Bupati/walikota menyediakan laboratorium untuk mendukung pengelolaan
lingkungan hidup sesuai kebutuhan daerahnya.
lingkungan hidup sesuai kebutuhan daerahnya.
(2)
(2) Laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi
Laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi
persyaratan sebagaimana tercantum pada Lampiran I Peraturan Menteri
persyaratan sebagaimana tercantum pada Lampiran I Peraturan Menteri
ini.
ini.
Pasal 10
Pasal 10
(1)
(1)
Menteri melakukan pembinaan laboratorium secara nasional terkait dengan
Menteri melakukan pembinaan laboratorium secara nasional terkait dengan
pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).
pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).
(2)
(2)
Gubernur melakukan pembinaan laboratorium yang berada diwilayahnya
Gubernur melakukan pembinaan laboratorium yang berada diwilayahnya
terkait dengan pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam
terkait dengan pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 ayat (3).
Pasal 4 ayat (3).
Pasal 11
Pasal 11
Menteri bekerjasama dengan Lembaga Akreditasi melakukan pengawasan
Menteri bekerjasama dengan Lembaga Akreditasi melakukan pengawasan
terhadap laboratorium lingkungan dalam pemenuhan persyaratan sebagaimana
terhadap laboratorium lingkungan dalam pemenuhan persyaratan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).
Pasal 12
Pasal 12
Dalam hal laboratorium lingkungan melanggar peraturan
Dalam hal laboratorium lingkungan melanggar peraturan
perundangan-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan/atau tidak dapat
undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan/atau tidak dapat
menjaga pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3)
menjaga pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3)
huruf b, Menteri berwenang untuk membekukan atau mencabut registrasi serta
huruf b, Menteri berwenang untuk membekukan atau mencabut registrasi serta
menginformasikan kepada publik.
menginformasikan kepada publik.
Pasal 13
Pasal 13
Laboratorium yang telah mendapatkan rekomendasi melalui proses penilaian
Laboratorium yang telah mendapatkan rekomendasi melalui proses penilaian
teknis dari Menteri serta ditunjuk gubernur dan masa akreditasi masih berlaku,
teknis dari Menteri serta ditunjuk gubernur dan masa akreditasi masih berlaku,
maka statusnya dipersamakan dengan laboratorium lingkungan sebagaimana
maka statusnya dipersamakan dengan laboratorium lingkungan sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan Menteri ini.
dimaksud dalam Peraturan Menteri ini.
Pasal 14
Pasal 14
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Pasal 15
Pasal 15
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Ditetapkan di Jakarta
p
p
ada tanggal : 6 April 2009
ada tanggal : 6 April 2009
MENTERI NEGARA
MENTERI NEGARA
LINGKUNGAN HIDUP,
LINGKUNGAN HIDUP,
ttd
ttd
RACHMAT WITOELAR
RACHMAT WITOELAR
Salinan sesuai dengan aslinya
Salinan sesuai dengan aslinya
Deputi MENLH Bidang
Deputi MENLH Bidang
Penaatan Lingkungan,
Penaatan Lingkungan,
ttd
ttd
Ilyas Asaad.
Ilyas Asaad.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Lampiran
Lampiran II
Peraturan Menteri Negara
Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup
Nomor
Nomor
:
: 06
06 Tahun
Tahun 2009
2009
Tanggal
Tanggal : 6 April 2009
: 6 April 2009
PERSYARATAN TAMBAHAN LABORATORIUM LINGKUNGAN
PERSYARATAN TAMBAHAN LABORATORIUM LINGKUNGAN
Persyaratan ini digunakan sebagai persyaratan tambahan ISO/IEC 17025 oleh
Persyaratan ini digunakan sebagai persyaratan tambahan ISO/IEC 17025 oleh
laboratorium pengujian dalam mengembangkan sistem manajemen mutu
laboratorium pengujian dalam mengembangkan sistem manajemen mutu
laboratorium lingkungan serta untuk keperluan penilaian kompetensi
laboratorium lingkungan serta untuk keperluan penilaian kompetensi
laboratorium lingkungan dalam melakukan pengujian parameter kualitas
laboratorium lingkungan dalam melakukan pengujian parameter kualitas
lingkungan dan pengambilan contoh uji sesuai peraturan perundang-undangan
lingkungan dan pengambilan contoh uji sesuai peraturan perundang-undangan
lingkungan hidup.
lingkungan hidup.
A.
A. Organisasi
Organisasi
1.
1. Struktur
Struktur organisasi
organisasi laboratorium
laboratorium lingkungan
lingkungan merupakan
merupakan
struktur
struktur
organisasi berdasarkan kompetensi;
organisasi berdasarkan kompetensi;
2.
2. Penempatan personil dalam struktur organisasi laboratorium lingkungan
Penempatan personil dalam struktur organisasi laboratorium lingkungan
didasarkan pada kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi;
didasarkan pada kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi;
3.
3. Manajemen laboratorium lingkungan harus:
Manajemen laboratorium lingkungan harus:
a.
a. menetapkan personil yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan
menetapkan personil yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan
pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter kualitas
pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter kualitas
lingkungan;
lingkungan;
b.
b. menetapkan personil yang bertanggung jawab atas keselamatan dan
menetapkan personil yang bertanggung jawab atas keselamatan dan
kesehatan kerja serta pengelolaan limbah laboratorium.
kesehatan kerja serta pengelolaan limbah laboratorium.
B.
B. Sistem Manajemen Mutu
Sistem Manajemen Mutu
1.
1.
Laboratorium lingkungan harus menetapkan, menerapkan dan
Laboratorium lingkungan harus menetapkan, menerapkan dan
memelihara sistem manajemen mutu untuk menjamin konsistensi mutu
memelihara sistem manajemen mutu untuk menjamin konsistensi mutu
pelaksanaan pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter
pelaksanaan pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter
kualitas lingkungan.
kualitas lingkungan.
2.
2.
Pernyataan kebijakan mutu mencakup sekurang-kurangnya:
Pernyataan kebijakan mutu mencakup sekurang-kurangnya:
a.
a. komitmen manajemen untuk bersesuaian dengan standar ISO/IEC
komitmen manajemen untuk bersesuaian dengan standar ISO/IEC
17025;
17025;
b.
b. komitmen manajemen pada praktek profesional yang baik sehingga
komitmen manajemen pada praktek profesional yang baik sehingga
mampu mengambil keputusan secara mandiri, objektif serta menjamin
mampu mengambil keputusan secara mandiri, objektif serta menjamin
bahwa seluruh personilnya bebas dari pengaruh komersial, keuangan
bahwa seluruh personilnya bebas dari pengaruh komersial, keuangan
maupun tekanan lain yang dapat berpengaruh buruk terhadap mutu
maupun tekanan lain yang dapat berpengaruh buruk terhadap mutu
kerjanya;
kerjanya;
c.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
C.
C. Pengendalian Dokumen
Pengendalian Dokumen
Peraturan
perundang-undangan
lingkungan
hidup
yang
mutakhir
Peraturan
perundang-undangan
lingkungan
hidup
yang
mutakhir
merupakan bagian dari dokumentasi sistem manajemen mutu laboratorium
merupakan bagian dari dokumentasi sistem manajemen mutu laboratorium
lingkungan sehingga harus dijaga ketersediaan dan kemudahan aksesnya.
lingkungan sehingga harus dijaga ketersediaan dan kemudahan aksesnya.
D.
D. Pengaduan
Pengaduan
Apabila terjadi pengaduan terhadap hasil pengujian, maka laboratorium
Apabila terjadi pengaduan terhadap hasil pengujian, maka laboratorium
lingkungan melakukan :
lingkungan melakukan :
1.
1. verifikasi melalui ketertelusuran data hasil pengujian;
verifikasi melalui ketertelusuran data hasil pengujian;
2.
2. pengujian ulang terhadap contoh uji arsip, a
pengujian ulang terhadap contoh uji arsip, a pabila memungkinkan;
pabila memungkinkan;
3.
3. bila diperlukan, melibatkan tenaga ahli dibidangnya yang independen.
bila diperlukan, melibatkan tenaga ahli dibidangnya yang independen.
E.
E. Personil
Personil
1.
1. Manajemen harus memastikan kompetensi semua personil yang
Manajemen harus memastikan kompetensi semua personil yang
melakukan pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter
melakukan pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter
kualitas lingkungan, mengoperasikan peralatan, mengevaluasi hasil dan
kualitas lingkungan, mengoperasikan peralatan, mengevaluasi hasil dan
menandatangani laporan hasil pengujian.
menandatangani laporan hasil pengujian.
2.
2. Personil yang melakukan tugas tersebut harus mempunyai kualifikasi
Personil yang melakukan tugas tersebut harus mempunyai kualifikasi
berdasarkan pendidikan, pelatihan, pengalaman yang sesuai dan/atau
berdasarkan pendidikan, pelatihan, pengalaman yang sesuai dan/atau
keterampilan yang ditunjukkan. Tabel 1 memuat acuan persyaratan
keterampilan yang ditunjukkan. Tabel 1 memuat acuan persyaratan
umum kualifikasi personil laboratorium lingkungan dan pelatihan yang
umum kualifikasi personil laboratorium lingkungan dan pelatihan yang
dibutuhkan.
dibutuhkan.
Tabel 1. Persyaratan umum kualifikasi personil
Tabel 1. Persyaratan umum kualifikasi personil laboratorium pengujian
laboratorium pengujian
parameter lingkungan dan pelatihan yang diwajibkan
parameter lingkungan dan pelatihan yang diwajibkan
Jabatan
Jabatan
Kualifikasi
Kualifikasi
Jenis/Materi Pelatihan
Jenis/Materi Pelatihan
Pimpinan
Pimpinan
Puncak
Puncak
Tidak
Tidak
dipersyaratkan
dipersyaratkan
a)
a) Berkaitan dengan pengelolaan
Berkaitan dengan pengelolaan
lingkungan hidup
lingkungan hidup
b)
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Jabatan
Jabatan
Kualifikasi
Kualifikasi
Jenis/Materi Pelatihan
Jenis/Materi Pelatihan
Manajer Teknis
Manajer Teknis
(atau apapun
(atau apapun
namanya)
namanya)
Minimum D3
Minimum D3
dalam bidang
dalam bidang
sains atau teknik
sains atau teknik
dengan
dengan
pengalaman 3
pengalaman 3
tahun di bidang
tahun di bidang
laboratorium
laboratorium
pengujian
pengujian
a)
a) Berkaitan dengan pengelolaan
Berkaitan dengan pengelolaan
lingkungan hidup
lingkungan hidup
b)
b) Sistem manajemen mutu
Sistem manajemen mutu
laboratorium
laboratorium
c)
c) Pengambilan contoh uji dan
Pengambilan contoh uji dan
pengujian parameter kualitas
pengujian parameter kualitas
lingkungan
lingkungan
d)
d) Validasi metode serta jaminan mutu
Validasi metode serta jaminan mutu
dan pengendalian mutu pengujian
dan pengendalian mutu pengujian
parameter kualitas lingkungan
parameter kualitas lingkungan
e)
e) Estimasi ketidakpastian pengujian
Estimasi ketidakpastian pengujian
parameter kualitas lingkungan
parameter kualitas lingkungan
f)
f) Uji profisiensi atau uji banding
Uji profisiensi atau uji banding
laboratorium
laboratorium
g)
g) Perawatan dan kalibrasi peralatan
Perawatan dan kalibrasi peralatan
laboratorium lingkungan
laboratorium lingkungan
h)
h) Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) serta pengelolaan limbah
(K3) serta pengelolaan limbah
laboratorium
laboratorium
Penyelia
Penyelia
laboratorium
laboratorium
atau penyelia
atau penyelia
pengambil
pengambil
contoh uji
contoh uji
parameter
parameter
lingkungan
lingkungan
Minimum
Minimum
SLTA-IPA, SMF,
IPA, SMF,
SAKMA, SMAK,
SAKMA, SMAK,
STM-Kimia atau
STM-Kimia atau
kejuruan teknis
kejuruan teknis
yang sederajat
yang sederajat
dengan
dengan
pengalaman 3
pengalaman 3
tahun sebagai
tahun sebagai
analis
analis
a)
a) Sistem manajemen mutu
Sistem manajemen mutu
laboratorium
laboratorium
b)
b) Pengambilan contoh uji dan
Pengambilan contoh uji dan
pengujian parameter kualitas
pengujian parameter kualitas
lingkungan
lingkungan
c)
c) Validasi metode serta jaminan mutu
Validasi metode serta jaminan mutu
dan pengendalian mutu pengujian
dan pengendalian mutu pengujian
parameter kualitas lingkungan
parameter kualitas lingkungan
d)
d) Estimasi ketidakpastian pengujian
Estimasi ketidakpastian pengujian
parameter kualitas lingkungan
parameter kualitas lingkungan
e)
e) Uji profisiensi atau uji banding
Uji profisiensi atau uji banding
laboratorium
laboratorium
f)
f) Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) serta pengelolaan limbah
(K3) serta pengelolaan limbah
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
a.
a. pengetahuan teknologi lingkungan yang relevan;
pengetahuan teknologi lingkungan yang relevan;
b.
b. pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan lingkungan
pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan lingkungan
hidup dan standar yang relevan;
hidup dan standar yang relevan;
c.
c. pemahaman pada signifikansi penyimpangan yang ditemukan pada
pemahaman pada signifikansi penyimpangan yang ditemukan pada
hasil pengujian.
hasil pengujian.
F.
F. Kondisi Akomodasi dan Lingkungan
Kondisi Akomodasi dan Lingkungan
1.
1. Laboratorium lingkungan harus memiliki ruangan yang memenuhi
Laboratorium lingkungan harus memiliki ruangan yang memenuhi
persyaratan sesuai peruntukannya, antara lain :
persyaratan sesuai peruntukannya, antara lain :
a.
a. ruang penyimpanan
ruang penyimpanan contoh uji
contoh uji termasuk contoh
termasuk contoh uji
uji arsip disesuaikan
arsip disesuaikan
dengan kebutuhan dengan suhu 4
dengan kebutuhan dengan suhu 4
ooC ± 2
C ± 2
ooC
C
b.
b. ruang timbang yang bebas debu dilengkapi meja bebas getar dengan
ruang timbang yang bebas debu dilengkapi meja bebas getar dengan
suhu
suhu ruangan
ruangan
20
20
ooC
C ±
± 3
3
ooC dan kelembaban 45% - 65% serta
C dan kelembaban 45% - 65% serta
disarankan untuk menggunakan pintu ganda
disarankan untuk menggunakan pintu ganda
c.
c. ruang preparasi contoh uji dilengkapi meja dengan ukuran minimal
ruang preparasi contoh uji dilengkapi meja dengan ukuran minimal
lebar 90 cm, tinggi 80 cm dan panjang disesuaikan kebutuhan
lebar 90 cm, tinggi 80 cm dan panjang disesuaikan kebutuhan
d.
d. ruang instrumen dengan suhu ruangan 20
ruang instrumen dengan suhu ruangan 20
ooC
C ±
± 3
3
ooC dan kelembaban
C dan kelembaban
45% - 65%, misalnya
45% - 65%, misalnya untuk:
untuk:
1).
1).
Spektrofotometer
Spektrofotometer UV-Vis
UV-Vis disarankan berukuran minimal 6 m
disarankan berukuran minimal 6 m
222).
2).
AAS/ICP/Hg-
AAS/ICP/Hg-analyzer
analyzer disarankan berukuran minimal 7,5 m
disarankan berukuran minimal 7,5 m
22yang
yang
dilengkapi dengan
dilengkapi dengan exhaust fan
exhaust fan dan penyimpanan gas harus berada
dan penyimpanan gas harus berada
di luar ruangan
di luar ruangan
3).
3).
GC/GC-MS/HPLC/IC disarankan berukuran minimal 6 m
GC/GC-MS/HPLC/IC disarankan berukuran minimal 6 m
22yang
yang
dilengkapi dengan
dilengkapi dengan exhaust fan
exhaust fan dan penyimpanan gas harus berada
dan penyimpanan gas harus berada
di luar ruangan
di luar ruangan
e.
e. ruang mikrobiologi yang dilengkapi dengan ruang steril dan bebas
ruang mikrobiologi yang dilengkapi dengan ruang steril dan bebas
debu (
debu (Laminar Air Flow Cabinet
Laminar Air Flow Cabinet ) untuk pengujian mikroorganisme.
) untuk pengujian mikroorganisme.
f.
f. ruang penyimpanan bahan kimia atau standar acuan atau bahan
ruang penyimpanan bahan kimia atau standar acuan atau bahan
acuan dengan suhu ruangan dan kelembaban disesuaikan dengan
acuan dengan suhu ruangan dan kelembaban disesuaikan dengan
persyaratan
persyaratan
g.
g. lemari asam harus digunakan untuk preparasi menggunakan bahan
lemari asam harus digunakan untuk preparasi menggunakan bahan
kimia pekat atau pelarut organik yang mudah menguap.
kimia pekat atau pelarut organik yang mudah menguap.
2.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Adapun jarak antar meja kerja, disarankan sebagai berikut:
Adapun jarak antar meja kerja, disarankan sebagai berikut:
(a)
(a) pekerja di salah
pekerja di salah satu sisi meja,
satu sisi meja, tidak ada pekerja lain
tidak ada pekerja lain yang lewat
yang lewat
dibelakangnya maka jarak minimum 1020 mm;
dibelakangnya maka jarak minimum 1020 mm;
(b)
(b) pekerja di salah
pekerja di salah satu sisi m
satu sisi meja, namun
eja, namun ada pekerja lain
ada pekerja lain yang lewat
yang lewat
dibelakangnya maka jarak minimum 1200 mm;
dibelakangnya maka jarak minimum 1200 mm;
(c) pekerja di salah satu sisi meja pada dua meja yang sejajar, tidak ada
(c) pekerja di salah satu sisi meja pada dua meja yang sejajar, tidak ada
pekerja lain yang lewat dibelakangnya maka jarak minimum 1350 mm;
pekerja lain yang lewat dibelakangnya maka jarak minimum 1350 mm;
(d) pekerja di salah satu sisi meja pada dua meja yang sejajar, namun ada
(d) pekerja di salah satu sisi meja pada dua meja yang sejajar, namun ada
pekerja lain yang lewat dibelakangnya maka jarak minimum 1800 mm.
pekerja lain yang lewat dibelakangnya maka jarak minimum 1800 mm.
G.
G. Peralatan
Peralatan
Peralatan dan piranti lunaknya yang digunakan untuk pengambilan contoh
Peralatan dan piranti lunaknya yang digunakan untuk pengambilan contoh
uji dan/atau pengujian parameter kualitas lingkungan harus mampu
uji dan/atau pengujian parameter kualitas lingkungan harus mampu
menghasilkan akurasi yang diperlukan berdasarkan peraturan
menghasilkan akurasi yang diperlukan berdasarkan peraturan
perundang-undangan lingkungan hidup yang berlaku.
undangan lingkungan hidup yang berlaku.
H.
H. Metode Pengujian dan Validasi
Metode Pengujian dan Validasi
1.
1. Metode pengujian dan/atau metode pengambilan contoh uji yang
Metode pengujian dan/atau metode pengambilan contoh uji yang
digunakan oleh laboratorium lingkungan merujuk pada Standar Nasional
digunakan oleh laboratorium lingkungan merujuk pada Standar Nasional
Indonesia (SNI) yang mutakhir.
Indonesia (SNI) yang mutakhir.
2.
2. Jika
Jika SNI
SNI belum
belum tersedia
tersedia atau
atau tidak
tidak dapat
dapat diterapkan,
diterapkan, maka
maka dapat
dapat
digunakan:
digunakan:
a.
a. metoda standar internasional atau regional, misalnya US-EPA, APHA,
metoda standar internasional atau regional, misalnya US-EPA, APHA,
JIS, ASTM
JIS, ASTM yang mutakhir; atau
yang mutakhir; atau
b.
b. metode non standar yang telah divalidasi.
metode non standar yang telah divalidasi.
3.
3. Apabila laboratorium lingkungan menggunakan metode standar maka
Apabila laboratorium lingkungan menggunakan metode standar maka
harus memverifikasi metode tersebut dengan sekurang-kurangnya
harus memverifikasi metode tersebut dengan sekurang-kurangnya
melakukan cara penentuan, antara lain:
melakukan cara penentuan, antara lain:
a.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
I.
I. Ketertelusuran Pengukuran
Ketertelusuran Pengukuran
Laboratorium lingkungan harus memiliki bahan acuan bersertifikat yang
Laboratorium lingkungan harus memiliki bahan acuan bersertifikat yang
mampu telusur ke sistem satuan internasional untuk digunakan sebagai,
mampu telusur ke sistem satuan internasional untuk digunakan sebagai,
antara lain kalibrasi instrumen, verifikasi dan/atau validasi metode,
antara lain kalibrasi instrumen, verifikasi dan/atau validasi metode,
program uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium dan uji
program uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium dan uji
kompetensi analis.
kompetensi analis.
J.
J. Pengambilan Contoh Uji Parameter Lingkungan
Pengambilan Contoh Uji Parameter Lingkungan
1.
1. Laboratorium yang melakukan pengambilan contoh uji parameter
Laboratorium yang melakukan pengambilan contoh uji parameter
lingkungan harus mempunyai rencana dan prosedur, meliputi
lingkungan harus mempunyai rencana dan prosedur, meliputi
sekurang-kurangnya:
kurangnya:
a.
a. tujuan pengambilan contoh uji;
tujuan pengambilan contoh uji;
b.
b. ruang lingkup pengujian dan parameter yang
ruang lingkup pengujian dan parameter yang diuji;
diuji;
c.
c. tanggal dan nama petugas pengambilan contoh uji ;
tanggal dan nama petugas pengambilan contoh uji ;
d.
d. pencucian dan kalibrasi peralatan pengambilan contoh uji;
pencucian dan kalibrasi peralatan pengambilan contoh uji;
e.
e. jumlah, jenis, ukuran dan pencucian wadah contoh
jumlah, jenis, ukuran dan pencucian wadah contoh uji;
uji;
f.
f. jumlah, ukuran dan perlakuan conto
jumlah, ukuran dan perlakuan contoh uji ;
h uji ;
g.
g. waktu, lokasi dan titik pengambilan contoh uji
waktu, lokasi dan titik pengambilan contoh uji ;;
h.
h. cara pengambilan contoh uji (sesaat, gabungan waktu, gabungan
cara pengambilan contoh uji (sesaat, gabungan waktu, gabungan
tempat, terpadu, berkelanjutan, khusus berdasarkan ketersediaan
tempat, terpadu, berkelanjutan, khusus berdasarkan ketersediaan
contoh uji);
contoh uji);
i.
i. jaminan mutu dan pengendalian mutu (blanko,
jaminan mutu dan pengendalian mutu (blanko, split
split dan duplikat);
dan duplikat);
j.
j. pengamanan
pengamanan contoh
contoh uji
uji (identifikasi/pengkodean
(identifikasi/pengkodean
contoh
contoh uji,
uji,
pengemasan dan penyegelan wadah contoh uji).
pengemasan dan penyegelan wadah contoh uji).
2.
2. Apabila pengambilan contoh uji tidak dilakukan oleh laboratorium, maka
Apabila pengambilan contoh uji tidak dilakukan oleh laboratorium, maka
laboratorium
laboratorium harus menjamin
harus menjamin ketertelusuran
ketertelusuran contoh uji
contoh uji diterima dengan
diterima dengan
meminta rekaman data pengambilan contoh uji dari
meminta rekaman data pengambilan contoh uji dari customer
customer ..
Ketertelusuran meliputi sekurang-kurangnya dokumen dan rekaman yang
Ketertelusuran meliputi sekurang-kurangnya dokumen dan rekaman yang
tercakup
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
K.
K. Penanganan C
Penanganan Contoh
ontoh Uji
Uji Parameter
Parameter Lingkungan
Lingkungan
1.
1. Jenis
Jenis wadah,
wadah, volume,
volume, pengawetan
pengawetan dan
dan masa
masa simpan
simpan contoh
contoh uji
uji saat
saat
diterima di laboratorium lingkungan harus sesuai dengan metode
diterima di laboratorium lingkungan harus sesuai dengan metode
pengujian untuk parameter kualitas lingkungan. Apabila memungkinkan,
pengujian untuk parameter kualitas lingkungan. Apabila memungkinkan,
volume conto
volume contoh uji
h uji yang dit
yang diterima cukup
erima cukup untuk
untuk contoh uji
contoh uji arsip;
arsip;
2.
2. Sisa contoh
Sisa contoh uji termasuk
uji termasuk contoh u
contoh uji
ji arsip yang
arsip yang telah kedaluarsa
telah kedaluarsa atau
atau
deteriorasi, dikumpulkan, dipisahkan, disimpan dan dimusnahkan
deteriorasi, dikumpulkan, dipisahkan, disimpan dan dimusnahkan
berdasarkan klasifikasi dan karakteristiknya sehingga sesuai dengan
berdasarkan klasifikasi dan karakteristiknya sehingga sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
3.
3. Pemusnahan sisa cont
Pemusnahan sisa contoh uji
oh uji termasuk contoh
termasuk contoh uji arsip b
uji arsip berkaitan dengan
erkaitan dengan
penegakan
hukum
lingkungan
harus
disertakan
berita
acara
penegakan
hukum
lingkungan
harus
disertakan
berita
acara
pemeriksaan.
pemeriksaan.
L.
L. Jaminan Mutu Hasil Pengujian
Jaminan Mutu Hasil Pengujian
Pengendalian mutu untuk memantau keabsahan pengujian parameter
Pengendalian mutu untuk memantau keabsahan pengujian parameter
kualitas lingkungan minimal mencakup hal-hal sebagai berikut:
kualitas lingkungan minimal mencakup hal-hal sebagai berikut:
a.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
2.
2. Laboratorium menerapkan program minimisasi limbah mulai dari
Laboratorium menerapkan program minimisasi limbah mulai dari
penerimaan contoh uji , preparasi dan pengujian;
penerimaan contoh uji , preparasi dan pengujian;
3.
3. Pengelolaan limb
Pengelolaan limbah laborator
ah laboratorium yang
ium yang meliputi
meliputi sisa contoh
sisa contoh uji
uji (arsip
(arsip
contoh uji), sisa bahan kimia setelah pengujian, bahan kimia kadaluarsa
contoh uji), sisa bahan kimia setelah pengujian, bahan kimia kadaluarsa
atau rusak, sisa bahan habis pakai dan lain-lain dilakukan oleh pihak
atau rusak, sisa bahan habis pakai dan lain-lain dilakukan oleh pihak
laboratorium dan atau pihak lain yang ditunjuk dengan mengikuti
laboratorium dan atau pihak lain yang ditunjuk dengan mengikuti
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
O.
O. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium
1.
1. Laboratorium
Laboratorium
harus
harus
memiliki
memiliki
kebijakan
kebijakan
dan
dan
prosedur
prosedur
yang
yang
terdokumentasi untuk keselamatan dan kesehatan kerja personil;
terdokumentasi untuk keselamatan dan kesehatan kerja personil;
2.
2. Laboratorium harus memiliki prosedur tanggap darurat;
Laboratorium harus memiliki prosedur tanggap darurat;
3.
3. Perangkat keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium sekurang-
Perangkat keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium
sekurang-kurangnya harus meliputi :
kurangnya harus meliputi :
a.
a. peralatan pelindung diri (Personnel Protection Equipment), seperti
peralatan pelindung diri (Personnel Protection Equipment), seperti
antara lain: jas laboratorium, masker, sarung tangan, kacamata
antara lain: jas laboratorium, masker, sarung tangan, kacamata
laboratorium;
laboratorium;
b.
b. safety shower
safety shower dan/atau
dan/atau eyewash
eyewash ;;
c.
c. pemadam kebakaran sesuai jenisnya;
pemadam kebakaran sesuai jenisnya;
d.
d. bak cuci;
bak cuci;
e.
e. alarm dan/atau petunjuk arah ke
alarm dan/atau petunjuk arah ke luar laboratorium;
luar laboratorium;
f.
f. obat-obatan
obat-obatan
untuk
untuk
pertolongan
pertolongan
pertama
pertama
pada
pada
kecelakaan
kecelakaan
laboratorium;
Start Free Trial
Cancel Anytime.
The world’s largest digital library
Try Scribd
FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Lampiran
Lampiran II
II
Peraturan Menteri Negara
Peraturan Menteri Negara
Lingkungan Hidup
Lingkungan Hidup
Nomor
Nomor
:
: 06
06 Tahun
Tahun 2009
2009
Tanggal
Tanggal : 6 April 2009
: 6 April 2009
FORMULIR PERMOHONAN REGISTRASI
FORMULIR PERMOHONAN REGISTRASI LABORATORIUM LINGKUNGANLABORATORIUM LINGKUNGAN