• Tidak ada hasil yang ditemukan

b permen lh 06 2009 laboratorium lingkungan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "b permen lh 06 2009 laboratorium lingkungan"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

1 1

kualitas lingkungan bagi penyedia dan pengguna jasa,

kualitas lingkungan bagi penyedia dan pengguna jasa,

diperlukan

laboratorium

lingkungan

yang

memenuhi

diperlukan

laboratorium

lingkungan

yang

memenuhi

persyaratan kompetensi;

persyaratan kompetensi;

b.

b.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9

dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang

Pembagian

Urusan

Pemerintahan,

antara

Pemerintah,

Pembagian

Urusan

Pemerintahan,

antara

Pemerintah,

Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah

Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah

Kabupaten/Kota, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara

Kabupaten/Kota, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara

Lingkungan Hidup tentang Laboratorium Lingkungan;

Lingkungan Hidup tentang Laboratorium Lingkungan;

Mengingat:

Mengingat: 1.

1. Undang-Undang Nomor

Undang-Undang Nomor 23 Tahun

23 Tahun 1997 tentang

1997 tentang Pengelolaan

Pengelolaan

Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik

1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 3699);

Indonesia Nomor 3699);

2.

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan

Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999

Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999

Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 3821);

Nomor 3821);

3.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang

Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang

Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia

Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia

 Tahun

 Tahun 2000

2000 Nomor

Nomor 199,

199, Tambahan

Tambahan Lembaran

Lembaran Negara

Negara Republik

Republik

Indonesia Nomor 4020);

Indonesia Nomor 4020);

4.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 153,

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 153,

 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4161);

4161);

5.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian

Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah

Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah

Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran

Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan

Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

6.

6. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,

Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan,

 Tugas, Fungsi,

 Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi

Susunan Organisasi dan Tata

dan Tata Kerja Kementerian

Kerja Kementerian

Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali

Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali

(2)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(3)

diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun

diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun

2006;

2006;

7.

7. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 06 Tahun

2006 tentang Pedoman Umum Standardisasi Kompetensi

2006 tentang Pedoman Umum Standardisasi Kompetensi

Personil dan Lembaga Jasa Lingkungan;

Personil dan Lembaga Jasa Lingkungan;

MEMUTUSKAN:

MEMUTUSKAN:

Menetapkan

Menetapkan :

: PERATURAN

PERATURAN

MENTERI

MENTERI

NEGARA

NEGARA

LINGKUNGAN

LINGKUNGAN

HIDUP

HIDUP

 TENTANG LABOR

 TENTANG LABORATORIUM LINGKUNGAN.

ATORIUM LINGKUNGAN.

Pasal 1

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1.

1. Laboratorium lingkungan adalah laboratorium yang mempunyai sertifikat

Laboratorium lingkungan adalah laboratorium yang mempunyai sertifikat

akreditasi laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan dan

akreditasi laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan dan

mempunyai identitas registrasi.

mempunyai identitas registrasi.

2.

2. Pengujian parameter kualitas lingkungan yang selanjutnya disebut pengujian

Pengujian parameter kualitas lingkungan yang selanjutnya disebut pengujian

adalah suatu kegiatan teknis yang terdiri atas penetapan dan penentuan

adalah suatu kegiatan teknis yang terdiri atas penetapan dan penentuan

satu sifat atau lebih parameter kualitas lingkungan sesuai dengan prosedur

satu sifat atau lebih parameter kualitas lingkungan sesuai dengan prosedur

 yang telah ditetapkan.

 yang telah ditetapkan.

3.

3. Registrasi adalah rangkaian kegiatan pendaftaran dan dokumentasi terhadap

Registrasi adalah rangkaian kegiatan pendaftaran dan dokumentasi terhadap

laboratorium yang telah terakreditasi untuk mendapatkan pengakuan

laboratorium yang telah terakreditasi untuk mendapatkan pengakuan

sebagai laboratorium lingkungan.

sebagai laboratorium lingkungan.

4.

4. Akreditasi adalah rangkaian kegiatan pengakuan formal oleh lembaga

Akreditasi adalah rangkaian kegiatan pengakuan formal oleh lembaga

akreditasi yang menyatakan bahwa suatu lembaga/laboratorium telah

akreditasi yang menyatakan bahwa suatu lembaga/laboratorium telah

memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan s

memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan s ertifikasi tertentu.

ertifikasi tertentu.

5.

5. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di

Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di

bidang pengelolaan lingkungan hidup.

bidang pengelolaan lingkungan hidup.

6.

6. Gubernur adalah Kepala Daerah Provinsi.

Gubernur adalah Kepala Daerah Provinsi.

Pasal 2

Pasal 2

Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:

Peraturan Menteri ini bertujuan untuk:

a.

a. Menjamin akuntabilitas jasa pengujian parameter kualitas lingkungan bagi

Menjamin akuntabilitas jasa pengujian parameter kualitas lingkungan bagi

penyedia dan pengguna jasa;

penyedia dan pengguna jasa;

b.

b. memberi pedoman bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas

memberi pedoman bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas

laboratorium diwilayahnya; dan

laboratorium diwilayahnya; dan

c.

c. memberi pedoman bagi laboratorium untuk menjadi laboratorium

memberi pedoman bagi laboratorium untuk menjadi laboratorium

lingkungan.

lingkungan.

Pasal 3

Pasal 3

Pengujian yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan digunakan untuk

Pengujian yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan digunakan untuk

mendukung pengelolaan lingkungan hidup

mendukung pengelolaan lingkungan hidup

Pasal 4

Pasal 4

(4)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(5)

(2)

(2) Masa berlaku

Masa berlaku identitas registrasi

identitas registrasi sebagaimana dimaksud

sebagaimana dimaksud pada ayat

pada ayat (1)

(1)

huruf

huruf b

b disesuaikan

disesuaikan dengan

dengan masa b

masa berlaku sert

erlaku sertifikat

ifikat akreditasi

akreditasi dan

dan dapat

dapat

diperbaharui.

diperbaharui.

(3)

(3)

Untuk mendapatkan sertifikat akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat

Untuk mendapatkan sertifikat akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) huruf a, laboratorium harus memenuhi:

(1) huruf a, laboratorium harus memenuhi:

a.

a. ISO/IEC 17025 edisi termutakhir tentang persyaratan umum

ISO/IEC 17025 edisi termutakhir tentang persyaratan umum

kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi; dan

kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi; dan

b.

b. persyaratan tambahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang

persyaratan tambahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang

merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari

merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Peraturan Menteri ini.

Pasal 5

Pasal 5

(1)

(1)

Laboratorium yang telah memiliki sertifikat akreditasi sebagaimana

Laboratorium yang telah memiliki sertifikat akreditasi sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a mengajukan permohonan

dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a mengajukan permohonan

registrasi kompetensi ke Menteri.

registrasi kompetensi ke Menteri.

(2)

(2) Pemohon mengisi formulir permohonan registrasi dengan menggunakan

Pemohon mengisi formulir permohonan registrasi dengan menggunakan

format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian

format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian

 yang tidak terpisahkan dari Peraturan M

 yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

enteri ini.

(3)

(3) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilengkapi dengan

Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilengkapi dengan

salinan sertifikat akreditasi dan lam

salinan sertifikat akreditasi dan lampiran lingkup akreditasi.

piran lingkup akreditasi.

(4)

(4) Menteri melakukan pemeriksaan administrasi terhadap kelengkapan

Menteri melakukan pemeriksaan administrasi terhadap kelengkapan

permohonan registrasi.

permohonan registrasi.

(5)

(5) Menteri menerbitkan identitas registrasi paling lama 30 (tiga puluh) hari

Menteri menerbitkan identitas registrasi paling lama 30 (tiga puluh) hari

kerja terhitung sejak diterimanya permohonan registrasi secara lengkap.

kerja terhitung sejak diterimanya permohonan registrasi secara lengkap.

(6)

(6) Dalam hal identitas registrasi tidak diterbitkan dalam jangka waktu

Dalam hal identitas registrasi tidak diterbitkan dalam jangka waktu

sebagaimana dimaksud pada ayat (5), permohonan sebagaimana dimaksud

sebagaimana dimaksud pada ayat (5), permohonan sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) dianggap dise

pada ayat (1) dianggap disetujui.

tujui.

Pasal 6

Pasal 6

(1)

(1)

Menteri menyediakan informasi publik mengenai laboratorium lingkungan

Menteri menyediakan informasi publik mengenai laboratorium lingkungan

teregistrasi.

teregistrasi.

(2)

(2)

Informasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit

Informasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit

memuat:

memuat:

a.

a. nomor dan tanggal registrasi;

nomor dan tanggal registrasi;

b.

b. nama dan alamat lengkap;

nama dan alamat lengkap;

c.

c. penanggungjawab laboratorium; dan

penanggungjawab laboratorium; dan

d.

d. daftar lingkup pengujian parameter kualitas lingkungan yang

daftar lingkup pengujian parameter kualitas lingkungan yang

teregistrasi.

teregistrasi.

Pasal 7

Pasal 7

(1)

(1)

Kompetensi laboratorium lingkungan berlaku nasional.

Kompetensi laboratorium lingkungan berlaku nasional.

(2)

(2)

Dalam hal t

Dalam

hal tidak

idak ada

ada laboratorium

laboratorium lingkungan

lingkungan

yang

yang dapat

dapat melakukan

melakukan

pengujian parameter tertentu, Menteri dapat menunjuk laboratorium

pengujian parameter tertentu, Menteri dapat menunjuk laboratorium

(6)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(7)

Pasal 8

Pasal 8

(1)

(1)

Gubernur dapat menunjuk laboratorium untuk pengelolaan lingkungan

Gubernur dapat menunjuk laboratorium untuk pengelolaan lingkungan

hidup di daerahnya.

hidup di daerahnya.

(2)

(2)

Laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi

Laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi

persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).

persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).

(3)

(3)

Penunjukan laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai

Penunjukan laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai

berlaku sejak ditetapkan sampai dengan masa berlaku sertifikat akreditasi

berlaku sejak ditetapkan sampai dengan masa berlaku sertifikat akreditasi

laboratorium yang bersangkutan berakhir.

laboratorium yang bersangkutan berakhir.

Pasal 9

Pasal 9

(1)

(1) Bupati/walikota menyediakan laboratorium untuk mendukung pengelolaan

Bupati/walikota menyediakan laboratorium untuk mendukung pengelolaan

lingkungan hidup sesuai kebutuhan daerahnya.

lingkungan hidup sesuai kebutuhan daerahnya.

(2)

(2) Laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi

Laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi

persyaratan sebagaimana tercantum pada Lampiran I Peraturan Menteri

persyaratan sebagaimana tercantum pada Lampiran I Peraturan Menteri

ini.

ini.

Pasal 10

Pasal 10

(1)

(1)

Menteri melakukan pembinaan laboratorium secara nasional terkait dengan

Menteri melakukan pembinaan laboratorium secara nasional terkait dengan

pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).

pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).

(2)

(2)

Gubernur melakukan pembinaan laboratorium yang berada diwilayahnya

Gubernur melakukan pembinaan laboratorium yang berada diwilayahnya

terkait dengan pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam

terkait dengan pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 4 ayat (3).

Pasal 4 ayat (3).

Pasal 11

Pasal 11

Menteri bekerjasama dengan Lembaga Akreditasi melakukan pengawasan

Menteri bekerjasama dengan Lembaga Akreditasi melakukan pengawasan

terhadap laboratorium lingkungan dalam pemenuhan persyaratan sebagaimana

terhadap laboratorium lingkungan dalam pemenuhan persyaratan sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).

dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3).

Pasal 12

Pasal 12

Dalam hal laboratorium lingkungan melanggar peraturan

Dalam hal laboratorium lingkungan melanggar peraturan

perundangan-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan/atau tidak dapat

undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan/atau tidak dapat

menjaga pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3)

menjaga pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3)

huruf b, Menteri berwenang untuk membekukan atau mencabut registrasi serta

huruf b, Menteri berwenang untuk membekukan atau mencabut registrasi serta

menginformasikan kepada publik.

menginformasikan kepada publik.

Pasal 13

Pasal 13

Laboratorium yang telah mendapatkan rekomendasi melalui proses penilaian

Laboratorium yang telah mendapatkan rekomendasi melalui proses penilaian

teknis dari Menteri serta ditunjuk gubernur dan masa akreditasi masih berlaku,

teknis dari Menteri serta ditunjuk gubernur dan masa akreditasi masih berlaku,

maka statusnya dipersamakan dengan laboratorium lingkungan sebagaimana

maka statusnya dipersamakan dengan laboratorium lingkungan sebagaimana

dimaksud dalam Peraturan Menteri ini.

dimaksud dalam Peraturan Menteri ini.

Pasal 14

Pasal 14

(8)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(9)

Pasal 15

Pasal 15

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Ditetapkan di Jakarta

 p

 p

ada tanggal : 6 April 2009

ada tanggal : 6 April 2009

MENTERI NEGARA

MENTERI NEGARA

LINGKUNGAN HIDUP,

LINGKUNGAN HIDUP,

ttd

ttd

RACHMAT WITOELAR

RACHMAT WITOELAR

Salinan sesuai dengan aslinya

Salinan sesuai dengan aslinya

Deputi MENLH Bidang

Deputi MENLH Bidang

Penaatan Lingkungan,

Penaatan Lingkungan,

ttd

ttd

Ilyas Asaad.

Ilyas Asaad.

(10)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(11)

Lampiran

Lampiran II

Peraturan Menteri Negara

Peraturan Menteri Negara

Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup

Nomor

Nomor

:

: 06

06 Tahun

Tahun 2009

2009

 Tanggal

 Tanggal : 6 April 2009

: 6 April 2009

PERSYARATAN TAMBAHAN LABORATORIUM LINGKUNGAN

PERSYARATAN TAMBAHAN LABORATORIUM LINGKUNGAN

Persyaratan ini digunakan sebagai persyaratan tambahan ISO/IEC 17025 oleh

Persyaratan ini digunakan sebagai persyaratan tambahan ISO/IEC 17025 oleh

laboratorium pengujian dalam mengembangkan sistem manajemen mutu

laboratorium pengujian dalam mengembangkan sistem manajemen mutu

laboratorium lingkungan serta untuk keperluan penilaian kompetensi

laboratorium lingkungan serta untuk keperluan penilaian kompetensi

laboratorium lingkungan dalam melakukan pengujian parameter kualitas

laboratorium lingkungan dalam melakukan pengujian parameter kualitas

lingkungan dan pengambilan contoh uji sesuai peraturan perundang-undangan

lingkungan dan pengambilan contoh uji sesuai peraturan perundang-undangan

lingkungan hidup.

lingkungan hidup.

A.

A. Organisasi

Organisasi

1.

1. Struktur

Struktur organisasi

organisasi laboratorium

laboratorium lingkungan

lingkungan merupakan

merupakan

struktur

struktur

organisasi berdasarkan kompetensi;

organisasi berdasarkan kompetensi;

2.

2. Penempatan personil dalam struktur organisasi laboratorium lingkungan

Penempatan personil dalam struktur organisasi laboratorium lingkungan

didasarkan pada kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi;

didasarkan pada kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi;

3.

3. Manajemen laboratorium lingkungan harus:

Manajemen laboratorium lingkungan harus:

a.

a. menetapkan personil yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan

menetapkan personil yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan

pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter kualitas

pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter kualitas

lingkungan;

lingkungan;

b.

b. menetapkan personil yang bertanggung jawab atas keselamatan dan

menetapkan personil yang bertanggung jawab atas keselamatan dan

kesehatan kerja serta pengelolaan limbah laboratorium.

kesehatan kerja serta pengelolaan limbah laboratorium.

B.

B. Sistem Manajemen Mutu

Sistem Manajemen Mutu

1.

1.

Laboratorium lingkungan harus menetapkan, menerapkan dan

Laboratorium lingkungan harus menetapkan, menerapkan dan

memelihara sistem manajemen mutu untuk menjamin konsistensi mutu

memelihara sistem manajemen mutu untuk menjamin konsistensi mutu

pelaksanaan pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter

pelaksanaan pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter

kualitas lingkungan.

kualitas lingkungan.

2.

2.

Pernyataan kebijakan mutu mencakup sekurang-kurangnya:

Pernyataan kebijakan mutu mencakup sekurang-kurangnya:

a.

a. komitmen manajemen untuk bersesuaian dengan standar ISO/IEC

komitmen manajemen untuk bersesuaian dengan standar ISO/IEC

17025;

17025;

b.

b. komitmen manajemen pada praktek profesional yang baik sehingga

komitmen manajemen pada praktek profesional yang baik sehingga

mampu mengambil keputusan secara mandiri, objektif serta menjamin

mampu mengambil keputusan secara mandiri, objektif serta menjamin

bahwa seluruh personilnya bebas dari pengaruh komersial, keuangan

bahwa seluruh personilnya bebas dari pengaruh komersial, keuangan

maupun tekanan lain yang dapat berpengaruh buruk terhadap mutu

maupun tekanan lain yang dapat berpengaruh buruk terhadap mutu

kerjanya;

kerjanya;

c.

(12)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(13)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

C.

C. Pengendalian Dokumen

Pengendalian Dokumen

Peraturan

perundang-undangan

lingkungan

hidup

yang

mutakhir

Peraturan

perundang-undangan

lingkungan

hidup

yang

mutakhir

merupakan bagian dari dokumentasi sistem manajemen mutu laboratorium

merupakan bagian dari dokumentasi sistem manajemen mutu laboratorium

lingkungan sehingga harus dijaga ketersediaan dan kemudahan aksesnya.

lingkungan sehingga harus dijaga ketersediaan dan kemudahan aksesnya.

D.

D. Pengaduan

Pengaduan

Apabila terjadi pengaduan terhadap hasil pengujian, maka laboratorium

Apabila terjadi pengaduan terhadap hasil pengujian, maka laboratorium

lingkungan melakukan :

lingkungan melakukan :

1.

1. verifikasi melalui ketertelusuran data hasil pengujian;

verifikasi melalui ketertelusuran data hasil pengujian;

2.

2. pengujian ulang terhadap contoh uji arsip, a

pengujian ulang terhadap contoh uji arsip, a pabila memungkinkan;

pabila memungkinkan;

3.

3. bila diperlukan, melibatkan tenaga ahli dibidangnya yang independen.

bila diperlukan, melibatkan tenaga ahli dibidangnya yang independen.

E.

E. Personil

Personil

1.

1. Manajemen harus memastikan kompetensi semua personil yang

Manajemen harus memastikan kompetensi semua personil yang

melakukan pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter

melakukan pengambilan contoh uji dan/atau pengujian parameter

kualitas lingkungan, mengoperasikan peralatan, mengevaluasi hasil dan

kualitas lingkungan, mengoperasikan peralatan, mengevaluasi hasil dan

menandatangani laporan hasil pengujian.

menandatangani laporan hasil pengujian.

2.

2. Personil yang melakukan tugas tersebut harus mempunyai kualifikasi

Personil yang melakukan tugas tersebut harus mempunyai kualifikasi

berdasarkan pendidikan, pelatihan, pengalaman yang sesuai dan/atau

berdasarkan pendidikan, pelatihan, pengalaman yang sesuai dan/atau

keterampilan yang ditunjukkan. Tabel 1 memuat acuan persyaratan

keterampilan yang ditunjukkan. Tabel 1 memuat acuan persyaratan

umum kualifikasi personil laboratorium lingkungan dan pelatihan yang

umum kualifikasi personil laboratorium lingkungan dan pelatihan yang

dibutuhkan.

dibutuhkan.

 Tabel 1. Persyaratan umum kualifikasi personil

 Tabel 1. Persyaratan umum kualifikasi personil laboratorium pengujian

laboratorium pengujian

parameter lingkungan dan pelatihan yang diwajibkan

parameter lingkungan dan pelatihan yang diwajibkan

 Jabatan

 Jabatan

Kualifikasi

Kualifikasi

Jenis/Materi Pelatihan

Jenis/Materi Pelatihan

Pimpinan

Pimpinan

Puncak

Puncak

 Tidak

 Tidak

dipersyaratkan

dipersyaratkan

a)

a) Berkaitan dengan pengelolaan

Berkaitan dengan pengelolaan

lingkungan hidup

lingkungan hidup

b)

(14)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(15)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

 Jabatan

 Jabatan

Kualifikasi

Kualifikasi

Jenis/Materi Pelatihan

Jenis/Materi Pelatihan

Manajer Teknis

Manajer Teknis

(atau apapun

(atau apapun

namanya)

namanya)

Minimum D3

Minimum D3

dalam bidang

dalam bidang

sains atau teknik

sains atau teknik

dengan

dengan

pengalaman 3

pengalaman 3

tahun di bidang

tahun di bidang

laboratorium

laboratorium

pengujian

pengujian

a)

a) Berkaitan dengan pengelolaan

Berkaitan dengan pengelolaan

lingkungan hidup

lingkungan hidup

b)

b) Sistem manajemen mutu

Sistem manajemen mutu

laboratorium

laboratorium

c)

c) Pengambilan contoh uji dan

Pengambilan contoh uji dan

pengujian parameter kualitas

pengujian parameter kualitas

lingkungan

lingkungan

d)

d) Validasi metode serta jaminan mutu

Validasi metode serta jaminan mutu

dan pengendalian mutu pengujian

dan pengendalian mutu pengujian

parameter kualitas lingkungan

parameter kualitas lingkungan

e)

e) Estimasi ketidakpastian pengujian

Estimasi ketidakpastian pengujian

parameter kualitas lingkungan

parameter kualitas lingkungan

f)

f) Uji profisiensi atau uji banding

Uji profisiensi atau uji banding

laboratorium

laboratorium

g)

g) Perawatan dan kalibrasi peralatan

Perawatan dan kalibrasi peralatan

laboratorium lingkungan

laboratorium lingkungan

h)

h) Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(K3) serta pengelolaan limbah

(K3) serta pengelolaan limbah

laboratorium

laboratorium

Penyelia

Penyelia

laboratorium

laboratorium

atau penyelia

atau penyelia

pengambil

pengambil

contoh uji

contoh uji

parameter

parameter

lingkungan

lingkungan

Minimum

Minimum

SLTA-IPA, SMF,

IPA, SMF,

SAKMA, SMAK,

SAKMA, SMAK,

STM-Kimia atau

STM-Kimia atau

kejuruan teknis

kejuruan teknis

 yang sederajat

 yang sederajat

dengan

dengan

pengalaman 3

pengalaman 3

tahun sebagai

tahun sebagai

analis

analis

a)

a) Sistem manajemen mutu

Sistem manajemen mutu

laboratorium

laboratorium

b)

b) Pengambilan contoh uji dan

Pengambilan contoh uji dan

pengujian parameter kualitas

pengujian parameter kualitas

lingkungan

lingkungan

c)

c) Validasi metode serta jaminan mutu

Validasi metode serta jaminan mutu

dan pengendalian mutu pengujian

dan pengendalian mutu pengujian

parameter kualitas lingkungan

parameter kualitas lingkungan

d)

d) Estimasi ketidakpastian pengujian

Estimasi ketidakpastian pengujian

parameter kualitas lingkungan

parameter kualitas lingkungan

e)

e) Uji profisiensi atau uji banding

Uji profisiensi atau uji banding

laboratorium

laboratorium

f)

f) Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(K3) serta pengelolaan limbah

(K3) serta pengelolaan limbah

(16)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(17)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

a.

a. pengetahuan teknologi lingkungan yang relevan;

pengetahuan teknologi lingkungan yang relevan;

b.

b. pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan lingkungan

pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan lingkungan

hidup dan standar yang relevan;

hidup dan standar yang relevan;

c.

c. pemahaman pada signifikansi penyimpangan yang ditemukan pada

pemahaman pada signifikansi penyimpangan yang ditemukan pada

hasil pengujian.

hasil pengujian.

F.

F. Kondisi Akomodasi dan Lingkungan

Kondisi Akomodasi dan Lingkungan

1.

1. Laboratorium lingkungan harus memiliki ruangan yang memenuhi

Laboratorium lingkungan harus memiliki ruangan yang memenuhi

persyaratan sesuai peruntukannya, antara lain :

persyaratan sesuai peruntukannya, antara lain :

a.

a. ruang penyimpanan

ruang penyimpanan contoh uji

contoh uji termasuk contoh

termasuk contoh uji

uji arsip disesuaikan

arsip disesuaikan

dengan kebutuhan dengan suhu 4

dengan kebutuhan dengan suhu 4

oo

C ± 2

C ± 2

oo

C

C

b.

b. ruang timbang yang bebas debu dilengkapi meja bebas getar dengan

ruang timbang yang bebas debu dilengkapi meja bebas getar dengan

suhu

suhu ruangan

ruangan

20

20

oo

C

C ±

± 3

3

oo

C dan kelembaban 45% - 65% serta

C dan kelembaban 45% - 65% serta

disarankan untuk menggunakan pintu ganda

disarankan untuk menggunakan pintu ganda

c.

c. ruang preparasi contoh uji dilengkapi meja dengan ukuran minimal

ruang preparasi contoh uji dilengkapi meja dengan ukuran minimal

lebar 90 cm, tinggi 80 cm dan panjang disesuaikan kebutuhan

lebar 90 cm, tinggi 80 cm dan panjang disesuaikan kebutuhan

d.

d. ruang instrumen dengan suhu ruangan 20

ruang instrumen dengan suhu ruangan 20

oo

C

C ±

± 3

3

oo

C dan kelembaban

C dan kelembaban

45% - 65%, misalnya

45% - 65%, misalnya untuk:

untuk:

1).

1).

Spektrofotometer

Spektrofotometer UV-Vis 

UV-Vis  disarankan berukuran minimal 6 m

 disarankan berukuran minimal 6 m

22

2).

2).

AAS/ICP/Hg-

AAS/ICP/Hg-analyzer 

analyzer  disarankan berukuran minimal 7,5 m

 disarankan berukuran minimal 7,5 m

22

 yang

 yang

dilengkapi dengan

dilengkapi dengan exhaust fan 

exhaust fan  dan penyimpanan gas harus berada

 dan penyimpanan gas harus berada

di luar ruangan

di luar ruangan

3).

3).

GC/GC-MS/HPLC/IC disarankan berukuran minimal 6 m

GC/GC-MS/HPLC/IC disarankan berukuran minimal 6 m

22

  yang

  yang

dilengkapi dengan

dilengkapi dengan exhaust fan

exhaust fan dan penyimpanan gas harus berada

dan penyimpanan gas harus berada

di luar ruangan

di luar ruangan

e.

e. ruang mikrobiologi yang dilengkapi dengan ruang steril dan bebas

ruang mikrobiologi yang dilengkapi dengan ruang steril dan bebas

debu (

debu (Laminar Air Flow Cabinet 

Laminar Air Flow Cabinet ) untuk pengujian mikroorganisme.

) untuk pengujian mikroorganisme.

f.

f. ruang penyimpanan bahan kimia atau standar acuan atau bahan

ruang penyimpanan bahan kimia atau standar acuan atau bahan

acuan dengan suhu ruangan dan kelembaban disesuaikan dengan

acuan dengan suhu ruangan dan kelembaban disesuaikan dengan

persyaratan

persyaratan

g.

g. lemari asam harus digunakan untuk preparasi menggunakan bahan

lemari asam harus digunakan untuk preparasi menggunakan bahan

kimia pekat atau pelarut organik yang mudah menguap.

kimia pekat atau pelarut organik yang mudah menguap.

2.

(18)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(19)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Adapun jarak antar meja kerja, disarankan sebagai berikut:

Adapun jarak antar meja kerja, disarankan sebagai berikut:

(a)

(a) pekerja di salah

pekerja di salah satu sisi meja,

satu sisi meja, tidak ada pekerja lain

tidak ada pekerja lain yang lewat

yang lewat

dibelakangnya maka jarak minimum 1020 mm;

dibelakangnya maka jarak minimum 1020 mm;

(b)

(b) pekerja di salah

pekerja di salah satu sisi m

satu sisi meja, namun

eja, namun ada pekerja lain

ada pekerja lain yang lewat

yang lewat

dibelakangnya maka jarak minimum 1200 mm;

dibelakangnya maka jarak minimum 1200 mm;

(c) pekerja di salah satu sisi meja pada dua meja yang sejajar, tidak ada

(c) pekerja di salah satu sisi meja pada dua meja yang sejajar, tidak ada

pekerja lain yang lewat dibelakangnya maka jarak minimum 1350 mm;

pekerja lain yang lewat dibelakangnya maka jarak minimum 1350 mm;

(d) pekerja di salah satu sisi meja pada dua meja yang sejajar, namun ada

(d) pekerja di salah satu sisi meja pada dua meja yang sejajar, namun ada

pekerja lain yang lewat dibelakangnya maka jarak minimum 1800 mm.

pekerja lain yang lewat dibelakangnya maka jarak minimum 1800 mm.

G.

G. Peralatan

Peralatan

Peralatan dan piranti lunaknya yang digunakan untuk pengambilan contoh

Peralatan dan piranti lunaknya yang digunakan untuk pengambilan contoh

uji dan/atau pengujian parameter kualitas lingkungan harus mampu

uji dan/atau pengujian parameter kualitas lingkungan harus mampu

menghasilkan akurasi yang diperlukan berdasarkan peraturan

menghasilkan akurasi yang diperlukan berdasarkan peraturan

perundang-undangan lingkungan hidup yang berlaku.

undangan lingkungan hidup yang berlaku.

H.

H. Metode Pengujian dan Validasi

Metode Pengujian dan Validasi

1.

1. Metode pengujian dan/atau metode pengambilan contoh uji yang

Metode pengujian dan/atau metode pengambilan contoh uji yang

digunakan oleh laboratorium lingkungan merujuk pada Standar Nasional

digunakan oleh laboratorium lingkungan merujuk pada Standar Nasional

Indonesia (SNI) yang mutakhir.

Indonesia (SNI) yang mutakhir.

2.

2. Jika

 Jika SNI

SNI belum

belum tersedia

tersedia atau

atau tidak

tidak dapat

dapat diterapkan,

diterapkan, maka

maka dapat

dapat

digunakan:

digunakan:

a.

a. metoda standar internasional atau regional, misalnya US-EPA, APHA,

metoda standar internasional atau regional, misalnya US-EPA, APHA,

 JIS, ASTM

 JIS, ASTM yang mutakhir; atau

yang mutakhir; atau

b.

b. metode non standar yang telah divalidasi.

metode non standar yang telah divalidasi.

3.

3. Apabila laboratorium lingkungan menggunakan metode standar maka

Apabila laboratorium lingkungan menggunakan metode standar maka

harus memverifikasi metode tersebut dengan sekurang-kurangnya

harus memverifikasi metode tersebut dengan sekurang-kurangnya

melakukan cara penentuan, antara lain:

melakukan cara penentuan, antara lain:

a.

(20)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(21)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

I.

I. Ketertelusuran Pengukuran

Ketertelusuran Pengukuran

Laboratorium lingkungan harus memiliki bahan acuan bersertifikat yang

Laboratorium lingkungan harus memiliki bahan acuan bersertifikat yang

mampu telusur ke sistem satuan internasional untuk digunakan sebagai,

mampu telusur ke sistem satuan internasional untuk digunakan sebagai,

antara lain kalibrasi instrumen, verifikasi dan/atau validasi metode,

antara lain kalibrasi instrumen, verifikasi dan/atau validasi metode,

program uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium dan uji

program uji profisiensi atau uji banding antar laboratorium dan uji

kompetensi analis.

kompetensi analis.

 J.

 J. Pengambilan Contoh Uji Parameter Lingkungan

Pengambilan Contoh Uji Parameter Lingkungan

1.

1. Laboratorium yang melakukan pengambilan contoh uji parameter

Laboratorium yang melakukan pengambilan contoh uji parameter

lingkungan harus mempunyai rencana dan prosedur, meliputi

lingkungan harus mempunyai rencana dan prosedur, meliputi

sekurang-kurangnya:

kurangnya:

a.

a. tujuan pengambilan contoh uji;

tujuan pengambilan contoh uji;

b.

b. ruang lingkup pengujian dan parameter yang

ruang lingkup pengujian dan parameter yang diuji;

diuji;

c.

c. tanggal dan nama petugas pengambilan contoh uji ;

tanggal dan nama petugas pengambilan contoh uji ;

d.

d. pencucian dan kalibrasi peralatan pengambilan contoh uji;

pencucian dan kalibrasi peralatan pengambilan contoh uji;

e.

e.  jumlah, jenis, ukuran dan pencucian wadah contoh

 jumlah, jenis, ukuran dan pencucian wadah contoh uji;

uji;

f.

f.  jumlah, ukuran dan perlakuan conto

 jumlah, ukuran dan perlakuan contoh uji ;

h uji ;

g.

g. waktu, lokasi dan titik pengambilan contoh uji

waktu, lokasi dan titik pengambilan contoh uji ;;

h.

h. cara pengambilan contoh uji (sesaat, gabungan waktu, gabungan

cara pengambilan contoh uji (sesaat, gabungan waktu, gabungan

tempat, terpadu, berkelanjutan, khusus berdasarkan ketersediaan

tempat, terpadu, berkelanjutan, khusus berdasarkan ketersediaan

contoh uji);

contoh uji);

i.

i.  jaminan mutu dan pengendalian mutu (blanko,

 jaminan mutu dan pengendalian mutu (blanko, split

split dan duplikat);

dan duplikat);

 j.

 j. pengamanan

pengamanan contoh

contoh uji

uji (identifikasi/pengkodean

(identifikasi/pengkodean

contoh

contoh uji,

uji,

pengemasan dan penyegelan wadah contoh uji).

pengemasan dan penyegelan wadah contoh uji).

2.

2. Apabila pengambilan contoh uji tidak dilakukan oleh laboratorium, maka

Apabila pengambilan contoh uji tidak dilakukan oleh laboratorium, maka

laboratorium

laboratorium harus menjamin

harus menjamin ketertelusuran

ketertelusuran contoh uji

contoh uji diterima dengan

diterima dengan

meminta rekaman data pengambilan contoh uji dari

meminta rekaman data pengambilan contoh uji dari customer 

customer ..

Ketertelusuran meliputi sekurang-kurangnya dokumen dan rekaman yang

Ketertelusuran meliputi sekurang-kurangnya dokumen dan rekaman yang

tercakup

(22)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

(23)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

K.

K. Penanganan C

Penanganan Contoh

ontoh Uji

Uji Parameter

Parameter Lingkungan

Lingkungan

1.

1.  Jenis

 Jenis wadah,

wadah, volume,

volume, pengawetan

pengawetan dan

dan masa

masa simpan

simpan contoh

contoh uji

uji saat

saat

diterima di laboratorium lingkungan harus sesuai dengan metode

diterima di laboratorium lingkungan harus sesuai dengan metode

pengujian untuk parameter kualitas lingkungan. Apabila memungkinkan,

pengujian untuk parameter kualitas lingkungan. Apabila memungkinkan,

volume conto

volume contoh uji

h uji yang dit

yang diterima cukup

erima cukup untuk

untuk contoh uji

contoh uji arsip;

arsip;

2.

2. Sisa contoh

Sisa contoh uji termasuk

uji termasuk contoh u

contoh uji

ji arsip yang

arsip yang telah kedaluarsa

telah kedaluarsa atau

atau

deteriorasi, dikumpulkan, dipisahkan, disimpan dan dimusnahkan

deteriorasi, dikumpulkan, dipisahkan, disimpan dan dimusnahkan

berdasarkan klasifikasi dan karakteristiknya sehingga sesuai dengan

berdasarkan klasifikasi dan karakteristiknya sehingga sesuai dengan

peraturan perundang-undangan yang berlaku;

peraturan perundang-undangan yang berlaku;

3.

3. Pemusnahan sisa cont

Pemusnahan sisa contoh uji

oh uji termasuk contoh

termasuk contoh uji arsip b

uji arsip berkaitan dengan

erkaitan dengan

penegakan

hukum

lingkungan

harus

disertakan

berita

acara

penegakan

hukum

lingkungan

harus

disertakan

berita

acara

pemeriksaan.

pemeriksaan.

L.

L.  Jaminan Mutu Hasil Pengujian

 Jaminan Mutu Hasil Pengujian

Pengendalian mutu untuk memantau keabsahan pengujian parameter

Pengendalian mutu untuk memantau keabsahan pengujian parameter

kualitas lingkungan minimal mencakup hal-hal sebagai berikut:

kualitas lingkungan minimal mencakup hal-hal sebagai berikut:

a.

(24)

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

2.

2. Laboratorium menerapkan program minimisasi limbah mulai dari

Laboratorium menerapkan program minimisasi limbah mulai dari

penerimaan contoh uji , preparasi dan pengujian;

penerimaan contoh uji , preparasi dan pengujian;

3.

3. Pengelolaan limb

Pengelolaan limbah laborator

ah laboratorium yang

ium yang meliputi

meliputi sisa contoh

sisa contoh uji

uji (arsip

(arsip

contoh uji), sisa bahan kimia setelah pengujian, bahan kimia kadaluarsa

contoh uji), sisa bahan kimia setelah pengujian, bahan kimia kadaluarsa

atau rusak, sisa bahan habis pakai dan lain-lain dilakukan oleh pihak

atau rusak, sisa bahan habis pakai dan lain-lain dilakukan oleh pihak

laboratorium dan atau pihak lain yang ditunjuk dengan mengikuti

laboratorium dan atau pihak lain yang ditunjuk dengan mengikuti

peraturan perundang-undangan yang berlaku.

peraturan perundang-undangan yang berlaku.

O.

O. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium

1.

1. Laboratorium

Laboratorium

harus

harus

memiliki

memiliki

kebijakan

kebijakan

dan

dan

prosedur

prosedur

yang

yang

terdokumentasi untuk keselamatan dan kesehatan kerja personil;

terdokumentasi untuk keselamatan dan kesehatan kerja personil;

2.

2. Laboratorium harus memiliki prosedur tanggap darurat;

Laboratorium harus memiliki prosedur tanggap darurat;

3.

3. Perangkat keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium sekurang-

Perangkat keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium

sekurang-kurangnya harus meliputi :

kurangnya harus meliputi :

a.

a. peralatan pelindung diri (Personnel Protection Equipment), seperti

peralatan pelindung diri (Personnel Protection Equipment), seperti

antara lain: jas laboratorium, masker, sarung tangan, kacamata

antara lain: jas laboratorium, masker, sarung tangan, kacamata

laboratorium;

laboratorium;

b.

b. safety shower 

safety shower  dan/atau

 dan/atau eyewash 

eyewash ;;

c.

c. pemadam kebakaran sesuai jenisnya;

pemadam kebakaran sesuai jenisnya;

d.

d. bak cuci;

bak cuci;

e.

e. alarm dan/atau petunjuk arah ke

alarm dan/atau petunjuk arah ke luar laboratorium;

luar laboratorium;

f.

f. obat-obatan

obat-obatan

untuk

untuk

pertolongan

pertolongan

pertama

pertama

pada

pada

kecelakaan

kecelakaan

laboratorium;

(25)

Start Free Trial

Cancel Anytime.

The world’s largest digital library

Try Scribd

FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Lampiran

Lampiran II

II

Peraturan Menteri Negara

Peraturan Menteri Negara

Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup

Nomor

Nomor

:

: 06

06 Tahun

Tahun 2009

2009

 Tanggal

 Tanggal : 6 April 2009

: 6 April 2009

FORMULIR PERMOHONAN REGISTRASI

FORMULIR PERMOHONAN REGISTRASI LABORATORIUM LINGKUNGANLABORATORIUM LINGKUNGAN

1.

1.

Nama

Nama Laboratorium

Laboratorium

::

2.

2.

Nama

Nama Organisasi

Organisasi Induk,

Induk, bila

bila ada

ada

::

3.

3.

Alamat

Alamat Lengkap

Lengkap

::

4.

4.

Nomor Telepon/Faks/e-mail

Nomor

Telepon/Faks/e-mail

::

5.

5.

Personil yang dapat dihubungi serta

Personil yang dapat dihubungi serta

 Jabatannya

 Jabatannya

::

6.

6.

Nomor Akreditasi

Nomor

Akreditasi

::

7.

7.

Lembaga yang menerbitkan

Lembaga yang menerbitkan

sertifikat akreditasi

sertifikat akreditasi

::

8.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penilitian dan perhitungan rugi – rugi daya dan jatuh tegangan pada saluran transmisi tegangan tinggi GI Palur – GI Masaran yang terjadi di bulan

ADIWILAGA sebagai

Pada era Jaminan Kesehatan Nasional saat ini menjadikan Apotek sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih sering dikunjungi oleh masyarakat pada saat

Hal ini nampaknya daya semu (imaginair) yang harus dibayar. Akibat lain meningkatnya daya semu, menyebabkan bertambah rendahnya tegangan kerja peralatan listrik yang

Pembahasan : :eningkatan suhu reaktan dapat mem#uat partikel  #ergerak semakin Lepat* hal itu menye#a#kan semakin #anyak tum#ukan yang terjaid antara partikel dengan

Namun masih banyak sekolah yang mengajukan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dengan cara manual yaitu kepala Sekolah datang langsung untuk menyerahkan data pada

Ada beberapa fenomena di lapangan yang nampak berbeda akibat dari desain konfigurasi bangunan yang berbeda. Aspek-aspek yang terutama membedakan konfigurasi bangunan

Gambar 2.3 Representasi nilai Intensity 10 Gambar 2.4 Representasi nilai Hue 10 Gambar 2.3 Representasi nilai Saturation 11 Gambar 2.6 Fungsi sigmoid biner dengan rentang (0,1)